Beranda blog Halaman 88

Bupati Siak Afni Paparkan Gagasan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Siak(SegmenNews.com)- Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief MBA menggelar kegiatan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Siak. Selain meninjau sejumlah potensi wisata, Hendry Munief juga berbicara terkait UMKM, Perindustrian dan Ekonomi Kreatif.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari yaitu 13 dan 14 Juni langsung disambut oleh Bupati Siak, Dr. Afni Z yang didampingi oleh sejumlah kepala OPD. Hendry Munief juga didampingi oleh para staf, anggota fraksi PKS DPRD Siak, dan pengurus DPD PKS Siak.

Kegiatan ini diawali dengan mengunjungi sejumlah objek wisata sejarah di Kota Siak. Seperti Istana Siak, Museum, Balai Kerapatan Kerajaan. Bupati Siak Dr. Afni juga menyempatkan mengajak Hendry Munief dan rombongan naik lift outdoor menuju restoran di atas Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah menikmati suasana sore Kota Siak.

Sementara pada hari kedua Bupati Afni mengajak Hendry Munief beserta rombongan menikmati destinasi wisata baru Kabupaten Siak yaitu Makan Beghanyut Sungai Siak. Kunker ditutup dengan meninjau Masjid Syahbuddin, Makan Sultan Siak, Klenteng Hock Siu Kong, dan Tangsi Belanda.

Pada Jumat (13/6/2025) malam, Bupati Afni melakukan ekspose potensi pariwisata Kabupaten Siak di Kediaman Bupati Siak. Bupati Afni menjelaskan rencana kerja, potensi kepariwisataan dan sejumlah sektor Mitra Komisi VII DPR RI.

Dalam keterangannya, Dr. Afni meminta bantuan Ustadz Hendry Munief untuk membantu kembali merehabilitasi sejumlah objek wisata di Kota Siak seperti istana Siak, Museum Kerajaan hingga balai kerapatan tinggi Kerajaan. Menurut Dr. Afni kondisi objek wisata ini sangat tidak layak saat ini. Wisata sejarah Kota Siak merupakan peninggalan yang sangat penting atas perjalanan bangsa ini.

“Kita berharap bantuan ustadz agar Siak betul-betul diperhatikan oleh pemerintah pusat. APBD Siak saat ini tidak sanggup menjalankan sejumlah program strategis baik pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif. Apalagi dukungan dari sektor industri tidak bisa kita harapkan karena berbagai regulasi dan persoalan teknis di lapangan.” kata Dr. Afni yang disimak serius Hendry Munief.

Mendengar pemaparan dari Pemkab Siak, Hendry Munief menawarkan ide agar Kota Siak dijadikan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Dengan dijadikannya kota Siak sebagai KSPN maka revitalisasi objek wisata Siak bakal mendapat dukungan penuh dari APBN.

“KSPN ini pintu masuk APBN ke Siak secara maksimal. Di sektor pariwisata. Kalau mendengar usulan ibu bupati tadi kita hanya memperbaiki beberapa objek wisata secara parsial. Jika sudah KSPN, APBN dapat mendukung semuanya seperti pemugaran objek wisata, infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan lainnya. Hingga dapat mendukung sejumlah event besar di lokasi KSPN.” kata Hendry Munief.

Dia kemudian mempersilahkan Pemkab Siak untuk mempertimbangkan hal itu. Jika disetujui dia meminta Pemkab Siak mempersiapkan hal teknis dan administratif. Berkoordinasi dengan Pemprov Riau.

“Nanti jika teknis telah siap, kita bawa ini ke Kementerian Pariwisata dan sama-sama kita jolok program ini. Saya sebagai Mitra Kementerian Pariwisata akan berusaha mendapat dukungan dari kawan-kawan Komisi VIII. Tentu Pemkab Siak punya jalannya juga. Mudah-mudahan dengan adanya usaha ini maka kondisi pariwisata Siak kembali terangkat. Terpenting warisan sejarah Kerajaan Siak terus terjaga. Pemerintah punya kewajiban untuk itu, melihat dukungan besar Kerajaan Siak sangat besar di saat kemerdekaan” tegasnya.

Dr. Afni menyambut antusias usulan ustadz Hendry Munief. Dia mengibaratkan, awalnya mereka berharap dana kecil, dengan program KSPN mereka akan mendapat dukungan besar dari APBN nantinya.

“Kita akan segera menyiapkan segala sesuatunya secepatnya. Karena ini peluang besar bagi Siak.” kata mantan Jurnalis ini. (Inf)

Puan Aspekraf Riau bersama Batik Kiambang Bertaut By Syarifah Aida Hadir di Manila International Fashion week

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Puan Aspekraf Riau bersama Batik Kiambang Bertaut By Syarifah Aida kembali mengikuti ajang fashion show tingkat international, yakni Manila International Fashion Week, di Manila.

Karya dari Puan Aspekraf Riau bersama Batik Kiambang Bertaut By Syarifah Aida ini tampil bersama beberapa designer dari berbagai negara di belahan dunia, seperti Amerika, Inggris, Jepang, Laos , Malaysia termasuk Indonesia dan dari beberapa negara lainnya.

Datin Syarifah Aida mengungkapkan, dalam kesempatan tersebut Puan Aspekraf tampil tiga slot , yaitu slot Puan Aspekraf yang diperagakan oleh beberapa anggota Puan Aspekraf seperti Odor Juliana, Sefranti Kifna, Sri Delvita , Devi Susanti.

Kemudian, kata dia, dari batik Kiambang Bertaut berkolaborasi dengan model dari Philipina yaitu Chaterine muguerza, malou Panlaqui, Maria Mora , Meggan dan Louise Aguilar serta weng dan Gee, di slot Fashion for All.

“Khusus untuk anggota Puan Aspekraf Riau memperagakan hasil karyanya sendiri dan model-model dari Philipina di rancang khusus oleh Irna Juita. Menggunakan berbagai macam batik dari seluruh Riau seperti Batik Seruni Dayun , Batik Putri Tujuh Dumai dan Batik Kiambang Bertaut dari Indragiri Hilir,” ucapnya, Sabtu (14/6/25).

Datin Syarifah Aida menambahkan, slot berikutnya designer Puan Aspekraf Riau Irna Juita berkolaborasi dengan Designer philifina Jayson Cuaycong di slot young face, yang mana diperagakan oleh Sabitah Aulia Siregar, Lamdina Elizabeth Marpaung, Gladis , Winola Athifa Srikandi dan Karen Honey.

“Di slot ini berkolaborasi juga dengan model dari Philipina salah satunya Thalya yang merupakan ambasador dari MIFW itu sendiri. Pada slot ini Irna Juita menggunakan berbagai macam batik yang bergabung di Puan Aspekraf juga,” ucapnya.

Sedangkan untuk slot ke tiga pada malam harinya, terang Datin Syarifah Aida, tampil di slot show case Irna Juita kembali berkolaborasi dengan Jayson Cuaycong memperagakan berbagai macam Batik Riau dalam konsep busana pesta.

Pada slot ini ujar dia, dihadiri oleh dari Dharma Wanita Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Philipina Avi Harahap dan anggota lainnya, untuk emberikan support ke Puan Aspekraf.

“Acara ditutup dengan gala dinner dan owner Manila International Fashion Week Mr.Bench Bello, dan berharap Puan Aspekraf dapat hadir kembali di MIFW. Acara ini dihadiri oleh beberapa duta besar yang designer nya mengikuti MIFW seperti Malaysia dan Laos para selebrity dan pejabat pemerintahan Manila,” tutupnya.***(rl)

Komisi IV DPRD Riau Kunjungan Insidentil Kuansing Tindaklanjuti Laporan Masyarakat

Kuansing(SegmenNews.com)- Komisi IV DPRD Provinsi Riau melakukan kunjungan insidentil ke Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) guna menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas pengerukan badan jalan provinsi oleh perusahaan PT KTBM, Jumat (13/6/2025).

Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Riau Ma’mun Solihin, didampingi Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Riau Zulfadhli Alhamdi, serta Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Riau, yaitu Jons Ade Nopendra dan Zulhendri.

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait turut hadir dalam peninjauan ini, antara lain UPT PUPR, Dinas ESDM, Dinas Bina Marga, dan DLHK.

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung dampak dari aktivitas perusahaan terhadap badan jalan dan lingkungan.

Sekaligus memastikan bahwa PT KTBM tidak melakukan pelanggaran terhadap izin penggunaan jalan dan ketentuan lingkungan hidup.

Usai peninjauan lapangan, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Kantor Bupati Kuantan Singingi (Kuansing).

Di sana digelar rapat bersama Bupati Kuansing Suhardiman Amby, DPRD Kuansing, dan perwakilan OPD terkait.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Riau Ma’mun Solihin menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Kuansing.

Ia menegaskan bahwa kunjungan ini juga menjadi sarana peninjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur jalan provinsi, khususnya ruas Lubuk Jambi–Ibul.***(galeri)

OPINI: Kenaikan Gaji Hakim 280% oleh Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan kebijakan kenaikan gaji hakim hingga 280% sebagai bagian dari upaya besar dalam memperkuat sistem peradilan di Indonesia.

Kebijakanini disambut dengan berbagai respons dari masyarakat, akademisi, dan kalangan praktisi hukum. Peningkatan kesejahteraan para hakim diyakini akan meningkatkan integritas, profesionalitas, danindependensi lembaga peradilan.

Selama ini, banyak kritik yang diarahkan pada peradilanIndonesia karena terindikasi adanya pengaruh eksternal dan potensi korupsi yang tinggi.

Kenaikan ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kualitas putusan dan menekan angkapelanggaran etik di kalangan hakim.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa “keadilan tidak akan tercapai tanpajaminan terhadap kesejahteraan para penegak hukum.”

Dengan kenaikan ini, seorang hakim tingkat pertama yang sebelumnya bergaji Rp15 juta, akan memperoleh gaji mencapai lebih dari Rp40 jutaper bulan, belum termasuk tunjangan. Meski menuai dukungan, kebijakan ini juga memunculkan sejumlah kritik.

Beberapa kalangan menilai bahwa kenaikan ini terkesan terburu-buru dan berpotensi menimbulkan ketimpangan antarprofesi aparatur sipil negara.

Selain itu, masih terdapat pertanyaan mengenai kesiapan anggarannegara dalam menanggung lonjakan pengeluaran rutin yang signifikan ini.

Pakar hukum administrasi negara dari Universitas Lancang Kuning, Dr. Fadillah, SH., MH.,menyebut bahwa keputusan ini harus dibarengi dengan penguatan sistem evaluasi kinerja.”Kenaikan gaji harus diiringi dengan penegakan disiplin dan sistem akuntabilitas yang transparan,”ujarnya.

Secara politik, langkah ini juga dinilai sebagai sinyal kuat dari pemerintahan baru untukmemperbaiki citra lembaga peradilan yang selama ini terpuruk.

Dengan gaji yang layak, hakim diharapkan tidak lagi mencari ‘tambahan’ dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam prosesperadilan. Kesimpulannya, kebijakan kenaikan gaji hakim oleh Presiden Prabowo adalah langkah berani danberpotensi positif bagi peradilan Indonesia.

Namun, implementasinya harus disertai dengan reformasi struktural dan pengawasan ketat agar tujuan mulia dari kebijakan ini benar-benar tercapai.

Syamsul Huda

Oleh: Syamsul Huda (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, Riau)

Transportasi Baru Roro Barembang Inhil Resmi Hadir

Indragiri HilirSegmenNews.com)- Kamis (13/6/2025) malam Masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akhirnya dapat menikmati kehadiran layanan RORO Barembang yang sudah lama dinanti. Layanan angkutan penyeberangan ini diharapkan membawa dampak positif dan manfaat besar bagi konektivitas serta perekonomian masyarakat setempat.

Bupati Inhil menyampaikan bahwa kehadiran RORO Barembang bukan hanya menjawab kebutuhan transportasi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam meningkatkan aksesibilitas antarwilayah di Inhil.
“Kehadiran RORO Barembang ini memang sudah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Banyak manfaatnya, baik untuk mobilitas orang maupun barang. Ke depan, jika sudah berjalan dan ternyata masih kurang, tentu akan kita tambah kapasitas dan armadanya,” ujarnya.

Selain mempermudah mobilitas, RORO ini juga diharapkan dapat menunjang sektor perdagangan, pariwisata, hingga distribusi hasil pertanian dan perikanan yang menjadi andalan masyarakat pesisir.

Dengan rute strategis dan jadwal yang terencana, pemerintah daerah berharap RORO Barembang menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi keterbatasan akses transportasi di wilayah ini.***(sup/hm)

PT.SSL Berafiliasi Kepada RAPP atau APRIL Group Dilarang Beroperasi di Wilayah Konflik

Pekanbaru(SegmenNews)- Akhirnya setelah dimediasi oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli konflik antara PT. SSL Perusahaan Hutan Tanaman Industri yang berafiliasi kepada RAPP atau APRIL Grup dengan masyarakat kampung merempan hulu dan masyarakat kampung Tumang menemui titik terang.

Pertemuan yang dilakukan Kamis 12 Juni 2025 kemarin di ruangan Raja Indra Pahlawan Kantor Bupati Siak dipimpin langsung oleh langsung oleh Bupati Afni dihadiri Direktur Utama PT.SSL Samuel Soeng Djadi, Manager PT.SSL Egyanti, Kapolres Siak, AKBP Eka, Dandim Letkol Riyanto, Wakil Ketua II DPRD Siak Laiskar Jaya, para Tokoh masyarakat dan lainnya.

Dalam pertemuan itu Bupati Siak menegaskan akan membela hak-hak masyarakat. Karena perusahaan tidak menghormati hak-hak masyarakat.

Jika terdapat masyarakat ditangkap akibat konflik kemarin. Maka Afni meminta kepada Kapolres untuk menangkap juga pihak yang mencabuti sawit rakyat dimalan hari, seperti maling yang bekerja malam hari.

“Kalau ditanya radikal dan arogan semua ini juga bermula dari radikal dan arogannya perusahaan saat mencabuti sawit masyarakat,” tegas bupati, dilansir dadi laman fb bupati afni.

Bupati Afni menjelaskan pihaknya hanya melakukan perjuangan bukan merebut, dan tidak mengganggu bisnis. Ia ingin ekonomi, bisnis dan budaya berjalan beriringan.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Siak, Laiskar Jaya mengaku saat komisi I yang dipimpinnya melakukan pengecekan ke perusahaan, mereka hanya ditaruh di pos sekurity. Ia ingin masalah ini diselesaikan dan tidak mau melihat negeri siak hancur lebur dan rakyatnya berperang.

Setelah melakukan berbagai komunikasi akhirnya para pihak saling mendukung sampai diumumkannya solusi permanen.

Solusi sementara pihak perusahaan dilarang atau berhenti beroperasi diwilayah konflik, tidak ada penanaman sawit baru di wilayah konflik. Semua pihak akan mencari solusi permanen yang sesuai dengan undang undang yang berlaku dengan batas waktu pertemuan untuk opsi resolusi konflik akan diambil maksimal sebulan kedepan.***(ran)

Pemkab Bengkalis Persiapkan Skema Penyebrangan Roro Untuk Jaga Stabilitas Pasokan Pangan

Bengkalis(SegmenNews.com)- Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna memastikan kelancaran distribusi bahan pangan, khususnya sayuran, melalui jalur penyeberangan Roro.

Rapat yang digelar Kamis, 12 Juni 2025 di Aula Dinas Ketahanan Pangan itu dipimpin langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan Susy Hartati, dihadiri oleh perwakilan sejumlah OPD terkait, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Bappeda, hingga vendor dan distributor pangan.

Salah satu hasil utama rapat menyebutkan bahwa kendaraan pengangkut bahan pangan, terutama sayuran dari dan ke Pulau Bengkalis, akan diberikan prioritas dalam jadwal penyebrangan Roro baik di pelabuhan Sei Selari maupun Air Putih. Kebijakan ini merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan kebutuhan pangan selama MTQ berlangsung.

Untuk mendukung operasional, disiapkan lima armada kapal Roro, dengan rincian tiga armada untuk penyebrangan reguler dan dua unit lainnya khusus untuk pejalan kaki. Namun, satu kapal akan disediakan khusus untuk Forkopimda Riau pada hari pelaksanaan kegiatan.

Kendaraan angkutan pangan tetap diwajibkan mengikuti aturan tonase maksimal 8 ton sesuai Perbup Bengkalis Tahun 2011. Larangan modifikasi kendaraan, seperti penambahan dimensi, juga ditegaskan guna menghindari pelanggaran ODOL (Over Dimension Over Load).

Dinas Ketahanan Pangan menekankan pentingnya sosialisasi intensif kepada masyarakat melalui berbagai media, termasuk spanduk, digital, dan stiker kendaraan. Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami pentingnya kelancaran distribusi pangan serta mendukung implementasi kebijakan.

Sembari menunggu pengesahan aturan dalam bentuk Perbup atau Perda, solusi sementara yang akan diterapkan yaitu pemasangan spanduk identifikasi pada armada pengangkut sayur, penyusunan barcode kendaraan, serta pengaktifan grup komunikasi digital untuk mempermudah koordinasi lintas OPD dan pelaku distribusi.

Adapun rencana spanduk identitas kendaraan bertuliskan “Angkutan Bahan Pangan yang Mudah Busuk (Perishable Foods)”,sebagai penanda khusus bagi kendaraan prioritas yang akan melintas selama masa pelaksanaan MTQ.

Kebijakan ini diharapkan menjadi tonggak awal terbentuknya sistem distribusi pangan yang adaptif, efisien, dan berkeadilan, khususnya di tengah event besar seperti MTQ Provinsi Riau.***(inf)

Bupati Rohil Berbaur Dengan Masyarakat Tiong Hoa Dalam Even Bakar Tongkang

Rohil(SegmenNews.com)- Festival Bakar Tongkang masyarakat Tionghoa di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, kembali diselenggarakan pada Kamis (12/6/2025). Perayaan ini merupakan bagian dari agenda strategis nasional di bidang pariwisata, sebagaimana tercantum dalam daftar 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) tahun 2025 yang dirilis oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Tahun ini, prosesi Bakar Tongkang yang dilaksanakan secara konsisten setiap tanggal 15, 16, dan 17 pada bulan kelima kalender Tionghoa, memperoleh perhatian dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Gubernur Riau, Kapolda Riau, Asisten Deputi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Replika tongkang—sebuah perahu kayu simbolik yang dihiasi dengan ornamen merah dan kuning cerah sebagai lambang keberanian dan kemakmuran diarak secara massal menuju lokasi pembakaran. Prosesi ini dipimpin oleh puluhan pria berpakaian seragam kuning, disambut antusiasme ribuan warga yang memadati sepanjang rute arak-arakan.

Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, bersama Wakil Bupati Jhony Charles, tampak berbaur langsung dengan komunitas Tionghoa dalam prosesi budaya tersebut. Kehadiran kepala daerah dalam kegiatan ini menjadi representasi simbolik komitmen pemerintah daerah terhadap pelestarian warisan budaya dan penguatan harmoni sosial lintas etnis dan agama.

Rombongan Forkopimda diberangkatkan dari Mess Bupati di Jalan Perwira menggunakan kereta wisata mini berkapasitas 30 orang, menelusuri jalur menuju pusat kegiatan di kawasan Kelenteng Ing Hok King. Sejak titik awal prosesi di depan kelenteng, arak-arakan dimulai oleh barisan masyarakat Tionghoa yang mengenakan pakaian bertuliskan marga keluarga masing-masing, sambil membawa dupa (hio), replika kuda, bendera berwarna-warni, simbol dewa, serta patung-patung suci yang turut mengiringi jalannya ritual.

Kemegahan prosesi semakin terasa dengan iringan tarian barongsai dan naga yang menggema di antara dentuman musik lagu Hokkian. Sebelum prosesi utama pembakaran berlangsung, berbagai rangkaian doa dan ritual telah dilakukan di altar utama Kelenteng ing Hok King. Beragam atraksi bernuansa budaya Tionghoa turut disuguhkan, seperti pertunjukan barongsai, panggung hiburan rakyat yang membawakan lagu-lagu Hokkien, serta pertunjukan seni tradisional lainnya.

Replika kapal tongkang yang dibakar memiliki dimensi sekitar 8,5 meter panjang dan 1,7 meter lebar, dibangun dari kayu dan dilapisi kertas warna-warni di bagian lambung sebagai simbol harapan dan persembahan kepada leluhur. Kapal ini terlebih dahulu disemayamkan di dalam kelenteng selama satu malam untuk diberkati oleh para tetua adat dan rohaniwan sebelum akhirnya dipanggul secara kolektif oleh para peserta menuju lokasi pembakaran di Jalan Perniagaan, pusat kota Bagansiapiapi.

Menariknya, dalam ritual pembakaran tahun ini, fenomena tidak lazim terjadi, dua tiang kapal utama yang biasanya menunjukkan satu arah dominan sebagai penanda harapan dan arah rezeki masyarakat tumbang ke arah yang berbeda. Satu tiang roboh ke laut, dan satu lagi jatuh ke daratan. Hal ini menimbulkan berbagai interpretasi di kalangan masyarakat dan tokoh adat, yang mengaitkannya dengan simbol keseimbangan antara unsur laut dan darat dalam kehidupan masyarakat pesisir Rokan Hilir.(Chan)

Abdul Wahid, Gubernur Riau 2025-2029, Putra Asli Kebanggaan Riau

Gubernur Riau Abdul Wahid

Abdul Wahid adalah putra asli kebanggaan Riau yang lahir di Desa Belaras—kini dikenal sebagai Desa Cahaya Baru, Dusun Anak Peria, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

Saat usianya baru 40 hari, kedua orang tuanya pindah ke Sungai Simbar (sekarang Desa Simbar, Kecamatan Kateman) Kabupaten Inhil untuk membuka lahan perkebunan kelapa. Di desa terpencil itulah Abdul Wahid tumbuh dan menghabiskan masa kecilnya, menapaki hidup dengan segala suka dan duka.

Ia mengenyam pendidikan dasar hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Simbar Inhil Riau. Setelah lulus, ia sempat melanjutkan ke MAN 1 Tembilahan, namun hanya bertahan satu catur wulan. Tak lama berselang, ia menerima ajakan dari sepupunya, Marbawi, untuk mondok di Pesantren Ashabul Yamin di Lasi Tuo, Kecamatan Ampek Angkek Canduang dan melanjutkan kuliah di UIn Suska Riau. Semangat menuntut ilmu mendorongnya menerima tawaran tersebut, meski perjalanan menuju pesantren bukan hal mudah.

Wilayah asal Abdul Wahid berada di pesisir yang aksesnya sulit, hanya bisa dijangkau melalui laut lepas yang langsung menghadap Laut Cina Selatan. Pada usia 10 tahun, saat duduk di bangku kelas 4 SD, sang ayah wafat. Kepergian ayahnya menjadi pukulan berat bagi keluarga, terutama karena seluruh anak masih bersekolah. Meski begitu, kebun kelapa peninggalan sang ayah menjadi sumber penghidupan keluarga.

Sejak kecil, Abdul Wahid sudah terbiasa bekerja di kebun bersama kakaknya. Ia juga mengambil upah dari pekerjaan lain, seperti mengupas kelapa, demi menyisihkan uang untuk sekolah dan ongkos keberangkatan ke pesantren.

Selama tiga tahun mondok di Pesantren Ashabul Yamin, tantangan demi tantangan ia hadapi. Latar belakang pendidikannya dari kampung membuatnya harus mengejar ketertinggalan, terutama dalam pelajaran kitab kuning. Masalah ekonomi pun tak luput ia rasakan. Untuk bertahan, ia bekerja membantu di sawah atau ladang agar bisa mendapat tambahan beras dan sayur dari warga sekitar.

Namun, dari proses panjang dan berat itulah terbentuk karakter kuat seorang Abdul Wahid. Kesederhanaan, kerja keras, dan keteguhan menjadi nilai yang tertanam dalam dirinya hingga kini.

Sekretaris Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Indragiri Hilir, Datuk Mahmuddin juga mengatakan bahwa Abdul Wahid memang berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir.

“Beliau memang Kabupaten Indragiri Hilir, besar di Mandah. Kalau sepengatahuan saya beliau (Wahid) memang orang asli Indragiri Hilir. Memang orang jati diri Kecamatan Mandah,” katanya.***

PWI Kampar Silaturrahmi dan Audiensi dengan Kalapas Kelas IIA Bangkinang

Bangkinang(SegmenNews.com)- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar menggelar kegiatan silaturrahmi dan audiensi dengan penuh keakraban, bertempat di Aula Lapas Kelas IIA Bangkinang, Jalan Lapas, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar Kamis (12/06/2025) pagi.

Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang Alexander Lisman Putra didampingi pejabat di jajaran Lapas Kelas IIA Bangkinang menerima silaturrahmi dan audiensi dari pengurus dan anggota PWI kabupaten Kampar.

Sebelum pertemuan berlangsung, Kalapas terlebih dahulu menerima pengurus dan anggota PWI Kampar yang dipimpin Ketua Syawal didampingi salah seorang pengurus PWI Riau yang juga penasehat Aprizal di ruang kerjanya.

Ketua PWI kabupaten Kampar Syawal dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan oleh Kalapas untuk menerima silaturrahmi dan audiensi PWI Kampar.

“Terima kasih kepada pak Kalapas dan pejabat Lapas Kelas IIA Bangkinang atas sambutan yang luar biasa kepada PWI Kampar dalam acara silaturrahmi dan audiensi pagi ini,” ucap Syawal.

Syawal berharap kepada Kalapas dengan silaturrahmi dan audiensi ini tidak hanya saat ini saja, tapi kedepannya semoga semakin terjalin dengan lebih baik dan berkelanjutan.

“PWI Kampar siap berkontribusi dan membantu segala kegiatan yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIA Bangkinang lewat tugas dan fungsi yaitu pemberitaan di media masing-masing teman kita yang tergabung dalam organisasi kita,” harap Syawal.

Syawal juga menegaskan, bahwa apapun kegiatan positif yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIA Bangkinang dengan pemberitaan.

Lanjut Syawal, bahwa PWI juga akan melaksanakan kegiatan Rapat Kerja (Raker) tahun 2025 dan semoga bisa membantu dan mendukung kegiatan tersebut.

“Kita ingin juga ikut berkontribusi terhadap Lapas Kelas IIA Bangkinang, jangan hanya pak Kalapas saja yang membantu kita. Kita juga mendukung segala kegiatan di Lapas Kelas IIA Bangkinang dalam bentuk pemberitaan,” tegas Syawal.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang Alexander Lisman Putra menyambut baik silaturrahmi dan audiensi kawan-kawan wartawan dari PWI Kampar.

“Terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi dari kawan-kawan dari PWI Kampar. Kita selalu terbuka dan siap bekerjasama dengan siapa saja selagi itu untuk kebaikan bersama. Kasih juga masukan dan saran kedepannya agar kita dapat memberikan pelayanan baik bagi Lapas Kelas IIA Bangkinang,” tutup Alexa .**(rl)