Beranda blog Halaman 891

Dua Hari Menghilang, Nelayan Desa Dedap Ditemukan Meninggal Dunia

Dua Hari Menghilang, Nelayan Desa Dedap Ditemukan Meninggal Dunia

Meranti (SegmenNews.com)-Seorang nelayan yang bernama Yudi Hendri (40) warga Jalan Raja Laut Desa Dedap, Kecamatan Tasik Putripuyu, Kabupaten Kepulauan Meranti yang tenggelam di Perairan Selat Bengkalis, Sabtu (7/11/2020) kemarin, akhirnya ditemukan, Minggu (8/11/2020) malam.

Korban ditemukan oleh masyarakat Desa Ketam Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis dalam keadaan sudah meninggal dunia.

“Korban telah ditemukan masyarakat Desa Sekodi, sekitar pukul 20.45 WIB dan dievakuasi sekitar pukul 21.45 WIB,” kata Kepala Pos Basarnas, Transpiranto.

Transpiranto menyebut, evakuasi dilakukan oleh Basarnas dan Tim Sar Gabungan dari Polairud Kepulauan Meranti, Polsek Merbau dan masyarakat Desa Dedap.

“Korban langsung dibawa ke rumah duka dan langsung di kebumikan malam tadi juga,” terangnya.

Kepala Desa Dedap, Mansur mengatakan proses pemakaman berlangsung sangat lama.

“Proses pemakaman jenazah dilakukan hingga pukul 02:00 dinihari,” kata Mansur singkat.

Diberitakan sebelumnya, Yudi Hendri nelayan Desa Dedap diketahui hilang di perairan Selat Bengkalis tepatnya di sekitaran Pulau Dedap saat mencari ikan. Hilangnya pria ini diduga kuat tenggelam saat mencari ikan pada malam hari.

Korban diketahui hilang oleh rekannya yang sama-sama berprofesi sebagai nelayan, saat melihat perahu korban dalam posisi tenggelam ketika hendak pergi mencari ikan.

Basarnas dan Tim Sar Gabungan dari Polairud Meranti, Polsek Merbau dan masyarakat Desa Dedap, selama dua hari belakangan telah melakukan upaya pencarian terhadap korban.(Ags)

Pastikan Surat Suara Dicetak dan Sesuai Desain, Bawaslu Meranti Terbang ke Jawa Timur

Pastikan Surat Suara Dicetak dan Sesuai Desain, Bawaslu Meranti Terbang ke Jawa Timur

Meranti(SegmenNews.com)- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepulauan Meranti melakukan pengawasan langsung pencetakan surat suara untuk pemungutan suara Pilkada Kepulauan Meranti.

Tim Bawaslu Kepulauan Meranti yang melakukan pengawasan percetakan surat suara ini dipimpin langsung, Romi Indra, Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Lembaga

Mereka mendatangi langsung percetakan surat suara di Pabrik Pencetakan PT Temprina Media Grafika di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (7/11/2020) pagi. Menurut dia, kedatangan Bawaslu Kepulauan Meranti ini untuk melihat secara langsung desain surat suara sebelum di cetak.

“Kita memastikan surat suara yang dicetak harus sesuai dengan desain yang ada. Makanya kita pantau langsung,” kata Romi, Senin (9/11/2020).

Dari pantauan semua surat suara yang akan di desain sesuai dengan ketentuan yang ada. Selain kesesuaian desain, Bawaslu juga memastikan kesiapan percetakan untuk mengerjakan ini tepat waktu hingga sampai surat suara ini ke Kepulauan Meranti.

“Kita juga sudah bicara dengan pihak Perusahaan percetakannya. Mereka berkomitmen untuk menyelesaikan percetakan sesuai jadwal. Ini terbukti dari kesedian bahan baku dan mesin percetakan siap,” tambahnya.

Dirincikannya, percetakan surat suara untuk Kepulauan Meranti dicetak berdasarkan jumlah DPT yang telah ditetapkan yakni sebanyak 139.524 lembar ditambah 2,5% dan pemungutan suara ulang (PSU) dengan total 144.892 lembar. Dimana untuk PSU itu disiapkan surat suara sebanyak 2000 lembar.

Sementara itu untuk jumlah kotak sebanyak 73 kotak, dimana untuk kotak 1 sampai dengan kotak 72 berjumlah 2000 lembar surat suara, sementara kotak yang ke 73 berjumlah 892 lembar.

Menurut dia, setelah ditinjau langsung oleh Bawaslu. Perusahaan akan langsung memulai percetakan surat suara setelah itu langsung didistribusikan yang direncanakan pada tanggal 10 November proses loading dan pendistribusian dari perusahaan menuju daerah dengan menggunakan satu mobil Box. Dimana mobil tersebut juga akan mengangkut surat suara untuk tiga kabupaten/kota yakni Dumai, Rohil dan Kepulauan Meranti.

Dijelaskan lagi, untuk proses pendistribusian dilakukan oleh perusahaan ekspedisi PT. Cabe Raya dengan kapasitas maksimal 6 ton dan untuk surat suara Kepulauan Meranti dengan berat sekira 800 Kilogram.

“Kemungkinan hasil cetakan ini mulai tanggal 10 November ini sudah di loading untuk di kirimkan ke Kepulauan Meranti. Diperkirakan pendistribusian menggunakan waktu sekira 7 hari sudah sampai di Kepulauan Meranti dan akan dikawal oleh pihak kepolisian sampai ke gudang KPUD,” kata Romi.

Romi juga mengatakan, Bawaslu Kepulauan Meranti juga mengingatkan kepada pihak perusahaan bahwa jangan sampai perusahaan melakukan perbuatan pidana dengan mencetak surat suara dilakukan diluar jumlah yang ditentukan.

Dia menjelaskan dalam UU Pilkada nomor 10 tahun 2016 nomor 190 A tertera bahwa penyelenggara pemilihan, atau perusahaan yang dengan
sengaja melakukan perbuatan melawan hukum merubah jumlah surat suara yang dicetak sama dengan jumlah Pemilih tetap ditambah dengan 2,5% dari jumlah pemilih tetap sebagai
cadangan, yang ditetapkan dengan Keputusan KPU sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 80 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan dan denda paling sedikit Rp500 miliar dan paling banyak Rp7.5 miliar.(Ags)

VIDEO: Amril Mukminin Divonis 6 Tahun Penjara, Hak Politik Dicabut 3 Tahun

[VIDEO]
Pekanbaru(SegmenNews.com)-Bupati Bengkalis periode 2016-2021 Amril Mukminin, divonis selama enam tahun penjara. Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi menerima gratifikasi secara berlanjut, sesuai dengan kedakwaan ke satu primer Jaksa Penuntut Umum.

Vonis ini dibacakan majelis hakim yang diketuai Lilin Herlina SH MH, pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Senin 9 November 2020. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini sama dengan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

Selain hukuman penjara, terdakwa Amril Mukminin juga dihukum membayar denda sebesar Rp500 juta. Hakim juga memberikan hukuman tambahan beruoa pencabutan hak untuk dipilih sebagai pejabat publik selama tiga tahun setelah masa hukuman berakhir.

Jaksa Penuntut Umum menilai terdakwa Amril Mukminin terbukti bersalah Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Selain itu, Jaksa Penuntut Umum juga menuntut terdakwa membayar denda sebesar Rp500 juta, subsider selama enam bulan kurungan.
Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum KPK menyatakan, berdasarkan pemeriksaan 22 saksi di persidangan diperoleh fakta-fakta oerbuatan terdakwa Amril Mukminin.

Diantaranya, Amril Mukminin merupakan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis tiga periode sejak tahun 2004, yang kemudian terpilih dan dilantik sebagai Bupati Bengkalis periode 2016-2021. Bahwa sebagai anggota DPRD dan Bupati, terdakwa Amril Mukminin terbukti sebagai penyelenggara negara.

Soal penerimaan gratifikasi Rp5,2 miliar atau 520 ribu dolar singapura diperoleh dari PT Citra Gading Asritama, kontraktir pelaksana proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning.

Perbuatan ini patut diduga sebagai gratifikasi, karena diawali pada sekitar bulan Januari – Februari 2016, ICHSAN SUAIDI selaku pemilik PT CGA menemui Terdakwa yang saat itu sudah resmi ditetapkan sebagai Calon Bupati Bengkalis Terpilih periode masa jabatan tahun 2016-2021 di kedai “Kopi Tiam” Jalan Riau, Pekanbaru.

ICHSAN SUAIDI menyampaikan perihal putusan MA terkait dimenangkannya gugatan PT CGA atas pekerjaan pembangunan jalan Duri – Sei PakningKabupaten Bengkalis.

Beberapa hari kemudian ICHSAN SUAIDI kembali menemui Terdakwa di restoran Starbucks Coffee mall Plaza Indonesia Jakarta dan meminta bantuanagar PT CGA dapat segera ditunjuk mengerjakan proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning Kabupaten Bengkalis.

ICHSAN SUAIDI lalu memberikan amplop coklat berisi uang sebesar SGD100,000 atau setara dengan Rp1 miliar yang diterimaTerdakwa melalui AZRUL NOR MANURUNG ajudan Terdakwa.

Pemberian terus berlangsung hingga total 520 ribu dolar singapura yang diterima Azru.l Setiap pemberian uang, Azrul selalu melaporkan hari itu juga kepada terdakwa dan disuruh simpan. Terdakwa tak pernah menyuruh Azrul untuk mengembalikannya.

Hal ini juga sesuai dengan keterangan terdakwa. Akhir 2017 Azrul menyerahkan seluruh uang dalam amplop tersebut kepada terdakwa atas permintaan terdakwa di rumah terdakwa di Pekanbaru.

Terdakwa mengakui pengambilan uang dan telah mengembalikannya kepada penyidik KPK dan telah disita sebagai barang bukti. Terdakwa dua tahun menguasai uang tersebut dan telah berubah bentuk dari dolar singapura menjadi rupiah, sehingga diyakini uang tersebut sudah dipergunakan.

Kemudian terdakwa juga menerima gratifikasi yang dinilai berkelanjutan dari dua pengusaha sawit yakni, JONNY TJOA selaku Direktur Utama dan pemilik perusahaan sawit PT Mustika Agung Sawit Sejahtera Rp12.770.330.650.

Kemudian dari ADYANTO selaku direktur dan pemilik PT Sawit Anugrah Sejahtera sebesar Rp10.907.412.755 yang diterima Terdakwa secara tunai maupun ditransfer ke rekening bank atas nama KASMARNI (istri Terdakwa).(ran)

DPD IPK Rohul Apresiasi Sinergi Polres dan Pemkab Dalam Antisipasi Bencana Alam

DPD IPK Rohul Apresiasi Sinergi Polres dan Pemkab Dalam Antisipasi Bencana Alam

Rohul(SegmenNews.com)- Sinergi dengan Polisi Resort Rokan Hulu, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu laksanakan Apel Kesiapansiagaan dan Gelar Sarpras dalam rangka antisipasi bencana alam di Wilayah Kabupaten Rokan Hulu yang, acara yang di fokuskan di Halaman Kantor Bupati Kabupaten Rokan Hulu, Senin (09/11/2020)

Turut dihadiri oleh Pjs Bupati Rokan Hulu, H. Masrul Kasmy, Ketua DPD IPK Rohul Kabul Situmorang yang diwakili oleh Sekjen DPD IPK Ramses Hutagaol, SH, MH, Kasatgas DPD IPK Rohul, Garuda Sihombing, Dan 30 Anggotanya, Waka DPD IPK Rohul Faisal Purba, Ketua PAC Ujung Batu Fren Simangusong bersama puluhan anggotanya, Porkopimda Rohul, Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK, MH, Danramil 02 Rambah Kapten.Inf Kasmir, Damkar Rohul, Sat PP Rohul.

Ketua DPD IPK Rokan Hulu, Kabul Situmorang yang di wakili oleh Sekjen DPD IPK Ramses Hutagaol, SH, MH apresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu dalam kesiapsiagaan penanganan bencana alam di daerah Rokan Hulu.

“Kita sangat apresiasi dengan program yang dilakukan oleh pemerintah kita, ini menunjukkan satu kemajuan dan kesiagaan kita dalam menghadapi bencana alam yang akan terjadi di daerah kita ini,” kata Ramses Hutagaol.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita akan semakin terpacu untuk lebih tanggap dan sadar akan bahaya bencana alam, kita di ingatkan agar lebih sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita, Dan kita khususnya dari DPD IPK Rohul dan seluruh PAC yang ada di Rohul mendukung penuh kegiatan ini dan akan ikut serta dalam mensosialisasikan gerakan penanganan dan pencegahan bencana alam di daerah kita masing-masing,” terang Sekjen DPD IPK Ramses.

“Untuk kegiatan besok, kita akan utus setiap anggota PAC untuk mengikuti kegiatan siaga antisipasi penanganan bencana alam di Rokan Hulu,” tambah Ramses.

Senada hal yang sama di uraikan Pjs Bupati Rokan Hulu, H. Masrul Kasmy dalam wawancaranya kepada awak media mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkn kita agar lebih sadar kan kebersihan lingkungan.

“Masing-masing Stekholder dari badan penanggulangan bencana alam, TNI Polri harus lebih tanggap, dalam hal menyediakan sarana prasarana, untuk mengantisipasi bencana seperti banjir, Karhutla, masing-masing harus bersinergi dalam penanganan bencana itu sendiri,” urai Pjs Bupati Rohul.

“Kita harapkan kegiatan ini membuat kita lebih sadar dalam menjaga kebersihan, Bagaimana kebiasaan masyarakat dengan tertip aturan, jangan buang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal kita, ini sudah merupakan salah satu cara untuk mencegah bahaya bencana alam itu sendiri,” pungkas Pjs Bupati Rohul.(fit)

Pjs Bupati Rohul Masrul Kasmy Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam

Pjs Bupati Rohul Masrul Kasmy Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam

Rohul(SegmenNews.com)- Pjs Bupati Kabupaten Rokan Hulu, Dr. Masrul Kasmy M.si bersama kapolres, AKBP M. Taufik Lukman Nurhidayat S.I.K memimpin apel kesiapsiagaan dan gelar Sarpras yang bertempat dihalaman kantor bupati pada senin (9/11/2020) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

Apel ini dalam rangka antisipasi bencana Alam disekitar wilayah Rokan Hulu.

Pjs Bupati Rohul, Dr. Masrul Kasmy menyampaikan kepada awak media yang hadir ia mengatakan Maksud dari apel ini agar kita bisa mengantisifasi bencana alam seperti banjir, longsor dan karhutla yang ada di rohul.

“Karna Cuaca saat ini memasuki musim hujan dan kami berharap satker yang ada saling membantu apabila terjadi banjir. Semoga Rokan hulu tidak terjadi bencana alam.,” kata Masrul Kasmy.

Untuk itu Masrul Kasmy menambahkan semoga kegiatan ini ada manfaatnya dalam membangun negri seribu suluk ini menjadikan komitmen yang berkelanjutan dalam mengantisifasi bencana alam.

Ditempat yang sama AKBP M. Taufik Lukman Nurhidayat mengucapkan terima kasih kepada para peserta apel yang hadir di halaman kantor bupati ini

Dengan adanya apel kesiapsiagaan antisipasi menghadapi bencana sekaligus menggelar sarpras ini merupakan bentuk komitmen kita bersama dalam rangka giat mitigasi terhadap segala bentuk gangguan yg bisa berdampak terhadap suatu peristiwa bencana.

“Ayo seluruh masyarakat untuk memiliki peranan dalam menjaga lingkungan mangantisipasi sejak dini terkait dengan beberapa lokasi kerawanan terhadap bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa harta benda dan lainnya,” ungkapnya.

Ditambahkannya Para babinkamtibmas bersama dengan tiga pilar dimasing-masing wilayah agar melakukan inventarisasi daerah atau lokasi yang memiliki kerawanan terhadap bencana baik bencana banjir maupun tanah longsor guna melakukan langkah langkah antisipatif.

“Para peserta apel dan seluruh personil babinkamtibmas agar bisa memberikan edukasi dan himbauan kepada Masyarakat utk melakukan langkah konkrit yg paling sederhana adalah tidak membuang sampah sembarangan bisa melalui himbauan dlm bentuk spanduk dan lain-laim,” tutupnya.(ADV/Diskominfo/fit)

Masa Pandemi Covid-19, Sekolah Diaktifkan Kembali

Siak(SegmenNews.com)- Dilema dunia pendidikan di masa Pandemi Covid-19 ini cukup kompleks. Di Kabupaten Siak, Riau sudah banyak orangtua yang mengeluhkan tentang anak-anak mereka sudah sangat jenuh belajar lewat daring (dalam jaringan).

Ridwan, guru SD Negeri 01 Buantan Lestari mengatakan banyak walimurid yang mempertanyakan kapan belajar tatap muka di sekolah diaktifkan kembali. Sebab dengan belajar melalui daring, anak-anak kesulitan mendapatkan pendidikan secara baik.

“Memang dengan adanya pandemi Covid-19 ini, dilema bagi para orangtua dan guru. Ada orangtua yang mengaku tidak mampu mengajar anaknya dengan beberapa alasan, ada yang daerah tempat tinggal siswa sulit jaringan internet. Jadi apakah mungkin sekolah dibuka kembali dengan syarat menerapkan protokol kesehatan,” kata Ridwan dalam kegiatan Penyuluhan hukum penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Siak, Senin (9/11/2020).

Pertanyaan Ridwan itu dijawab langsung oleh Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Siak, Budhi Yuwono.

“Kami sangat memahami bagaimana kejenuhan anak-anak belajar dari rumah. Selain belajar formal, anak-anak juga perlu pembinaan dari guru di sekolah. Dan belajar melalui daring ini memang sangat tidak maksimal, namun hingga kini pemerintah pusat belum membuat kebijakan terkait belajar tatap muka di sekolah ini,” kata Budhi.

Untuk di Kabupaten Siak sendiri, kata Budhi, belum lama ini kasus Covid-19 itu terjadi di klaster pendidikan atau sekolah yakni di Kecamatan Koto Gasib dan Bungaraya.

“Ini yang kita khawatirkan jika belajar di sekolah diaktifkan kembali. Apalagi di Siak klaster anak-anak juga ada. Bahkan dari hasil diskusi kita ke Disdik (Dinas Pendidikan), mereka juga tidak berani untuk membuka sekolah saat ini,” kata Budhi.

Apalagi,kata Budhi, di beberapa negara tetangga yang sudah mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah, justru membuat gelombang Covid-19 terjadi.

“Ini yang tidak kita inginkan, padahal seperti di Malaysia itu sekolahnya sudah menerapkan Protokol Kesehatan dengan ketat, tetapi tetap saja terjadi penularan virus Corona ini,” kata Budhi lagi.***(inf Siak)

Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Siak

Siak(SegmenNews.com)- Suatu kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Siak menjadi daerah terpilih dari Kemenkumham Kanwil Riau untuk giat ceramah penyuluhan hukum terpadu terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Siak tahun 2020.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Siak Lantai I Kantor Bupati Siak, Senin (09/11/2020) dimulai pukul 09.30 WIB dan dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Siak Budhi Yuwono didampingi Unsur Forkopimda Kabupaten Siak serta Pimpinan OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Siak.

Disampaikan Budhi Yuwono bahwa kegiatan ceramah hukum terpadu ini memiliki makna yang sangat penting dalam upaya bersama untuk mewujudkan kesadaran hukum yang lebih baik bagi masyarakat.

“Kegiatan ceramah hukum ini memiliki makna yang sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang sadar hukum,” sebutnya.

Menurutnya,selain untuk mewujudkan budaya melalui sikap yang patuh dan taat terhadap hukum, ceramah Hukum terpadu ini juga secara khusus memberikan penyuluhan agar upaya menanggulangi dan penanganan pandemi virus corona (Covid-19) melalui disiplin protokol kesehatan dapat terwujud.

“Ceramah hukum terpadu ini juga secara khusus memberikan penyuluhan agar upaya penanggulangan dan penanganan pandemi virus corona (Covid-19) melalui disiplin dan penerapan protokol kesehatan dapat terwujud,” imbuhnya.***(inf Siak)

Sekda Meranti Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Bencana

Sekda Meranti Ajak Masyarakat Tikatkan Kewaspadaan Bencana

Meranti(SegmenNews.com)-Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti memimpin Apel Kesiapsiagaan dalam rangka menghadapi bencana di Kepulauan Meranti, dalam kegiatan itu Sekda menegaskan kesiapsiagaan siagaan bencana merupakan tanggungjawab semua untuk itu ia mengajak peran aktif masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, bertempat di Halaman Kantor Bupati Meranti, Senin (9/11/2020).

Hadir dalam Apel tersebut, Wakapolres Meranti Kompol Nipwin Bonar Hutabarat, Danramil Selatpanjang Mayor Inf. Bismi Tambunan, Kepala BPBD Meranti Idris Sudin, Kadiskes Meranti dr. Misri Hasanto, Kadis Sosial Meranti Agusyanto S.Sos M.Si, Ketua MUI Meranti H. Mustafa dan peserta Apel yang terdiri dari TNI, Kepolisian, Satpol PP, Perhubungan Meranti, BPBD, Pemadam Kebakaran dan ASN.

Seperti diketahui geografis Indonesia yang  berpulau-pulau dan beriklim tropis berpotensi terjadinya bencana untuk itu agar penanganan dapat dilakukan dengan maksimal dan resiko dapat dikurangi perlu kesiapsiagaan dan kewaspadaan dari seluruh pihak yang didukung dengan kapasitas SDM dan peralatan yang mumpuni.

Dan untuk memastikan hal ini berjalan dengan baik, Pemerintah Daerah Kepulauan Meranti, Kepolisian dan TNI menggelar Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana dihalaman kantor Bupati Meranti, disitu Bupati yang diwakil Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti melakukan pengecekan personil dan sejumlah peralatan yang akan digunakan untuk penanggulangan bencana, mulai dari Mobil Pemadan dan alat pemadam kebakaran, Perahu Karet, Kendaraan Operasional Lapangan dan lainnya.

Dari pemantauan Sekda Kamsol yang didampingi Wakapolres Meranti Kompol Nipwin mengaku kesiapan personil dan peralatan sudah cukup baik tinggal lagi sinergitas antar instansi terkait dan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi bencana daerah.

“Dalam penanganan bencana perlu penguatan dalam melaksanakan tugas, Pemerintah Daerah yang didukung oleh Kepolisian dan TNI serta masyarakat harus mampu mencibtakan sinergitas sehingga resiko bencana yang mungkin terjadi dapat dikurangi,” jelas Sekda.

Secara rinci Sekda Kamsol menekankan beberapa hal terkait kesiapsiagaan bencana di Meranti pertama penanganan penanggulangan bencana harus menitik beratkan pada pencegahan dan kesiapsiagaan agar resiko dapat dikurangi. Kedua Peningkatan Kapasitas SDM dilapangan melakui pelatihan agar selalu siap siaga dalam menghadapi bencana yang terjadi. Keahlian penggunaaan alat komunikasi (TIK).

Dan sebagai penanggungjawab Pemerintah Daerah selalu mendorong penyediaan alat dan diadakannya pelatihan SDD dalam rangka peningkatan kapasitas petugas penanggulang bencana.

Selanjutnya yang tak kalah penting menurut Sekda Kamsol adalah partisispasi semua pihak dalam menghadapi bencana yang dimulai dari diri, keluarga, komunitas masyarakat.

“Karena partisipasi semua pihak dalam menghadapi segala kemungkinan bencana melalui kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap kondisi disekitar sangat diperlukan,” tegasnya lagi.(Ags)

Jalan Alternatif Tak Bisa Dilalui, Masyarakat Aksi Spontan

Jalan rusak

Pelalawan(SegmenNews.com) – Puluhan warga Dusun Sungai Medang, Kelurahan Bunut, Kacamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, melakukan aksi spontanitas kepada pengawas PT. Mitra Wira Jaya (MWJ), pada Ahad, 8 Desember 2020 Sore.

Dengan melewati 1 Km perjalanan, aksi spontan yang dilakukan warga didampingi RT/RW setempat, itu menyusul lemahnya pengawasan kerja yang dilakukan olah pihak PT. MWJ maupun dinas terkait soal pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan dan jembatan paket 4 (empat) pembangunan jembatan sei kepojan (pembangunan jembatan-jembatan ginder) di pemukiman padat penduduk tersebut.

Pasalnya, progres kegiatan yang sudah memasuki tahapan pemasangan paku bumi jembatan ginder itu, masyarakat mengeluh karena sudah lebih kurang satu minggu tidak bisa melewati akses jalan alternatif (darurat) untuk kegiatan sehari-hari.

“Yang kita keluhkan disini ada 80 kepala keluarga atau dua ratus lebih jiwa yang tidak bisa melakukan kegiatan. Inikan proyek besar sudah lama belum ada solusi,” ungkap Jul, (54) warga dusun sei medang didampingi puluhan warga saat aksi.

Belum lagi, tambahnya, pada hari ini (Ahad-red) pasar satu-satunya di daerah Kelurahan Bunut, tentu banyak rekannya yang mengeluhkan karena berjalan kaki, walaupun dipaksakan sepeda motor banyak yang macet di jalanan, belum lagi ada warga yang ingin mengangkut hasil panen yang terhambat. Mirisnya lagi, kaanya ada warga yang baru melahirkan tidak bisa pulang, terpaksa menginap dirumah warga yang terdekat.

“Kami semua warga dengan RT/RW disini minta solusi cepat dari kontraktor pelaksana agar menyelesaikan cepat kegiatan ini, terutama akses menuju kerumah kami. Orang proyek sebesar ini di percaya pemerintah untuk menyelesaikan secepatnya, ini malah menyengsarakan masyarakat,” bebernya, didampingi RT Muhammad Jali, dan RW Ujang.

Pantauan dilapangan, dalam aksi yang berlangsung kondusif dengan suasana hari mulai senja itu, pengawas lapangan yang mewakili PT. MWJ, Rahman, saat dikonfirmasi SegmenNews.com, saol tuntutan masyarakat mengatakan akan menunggu perintah atasannya sebagai kepala kontraktor yang bertanggung jawab dalam semua kegitan tersebut.

“Solusi itulah, disuruh tunggu sama bos tadi,” singkat Rahman, seraya menghubungi atasannya untuk menjawab tuntutan RT/RW dan warga.

Usai mendapatkan jawaban, warga Dusun Sei Medang mulai membubarkan diri, dan berharap janji pihak kontaktor terlaksana. Jika tidak, warga akan melaksanakan aksi yang lebih besar dari spontanitas yang dilakukan saat itu.

“Kata atasannya tadi selasa ini sore akan dicari solusi, tentu harapan tuntutan kami ini bisa selesai, jika tidak selesai nanti kami akan buat aksi yang lebih besar lagi,” tegas RW Ujang, didampingi RT dan puluhan warga lainnya saat saat bubar.***(R.A)

Baru Dilantik, PWI Meranti Langsung Wujudkan Program Kebun Jahe

Meranti(SegmenNews.com)-Baru saja dilantik, Selasa (3/11) malam, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Meranti, Riau langsung tancap gas menggelar kegiatan. Bahkan, Ahad (8/11/2020) pagi, mereka kembali melaksanakan goro membangun tempat penyemaian jahe merah, salah satu program yang digadang-gadangkan sebagai upaya meningkatkan perekonomian pengurus, anggota dan simpatisan.

Ketua PWI Kepulauan Meranti, Syamsidir Salim mengatakan, program kebun jahe tidak bisa ditunda, karena bibit jahe merah bantuan dari Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK, sudah tiba, Sabtu (7/11/2020) petang. Dia khawatir rimpang jahe tersebut akan membusuk jika tidak segera disemai. Apalagi sebagiannya sudah pula bertunas.

“Saya juga tidak mau kehilangan kepercayaan dari mitra yang selalu siap membantu. Makanya, walaupun penat kegiatan pelantikan kemarin belum hilang, harus kita tahan demi mewujudkan masa depan yang lebih baik. Dan, terima kasih Pak Kapolres, mudah-mudahan penyemaian yang kami lakukan berhasil dan kebun jahe merah yang kami programkan juga mendapatkan hasil yang sangat memuaskan,” ucapnya sembari memilah-milah bibit jahe yang beberapa diantaranya sudah membusuk.

Mengingat sebagian besar dari bibit jahe merah tersebut sudah mulai mengeluarkan tunas, kata Syamsidir, maka langkah efektif yang harus dilakukan adalah dengan membuat tempat penyemaian dari papan. Kemudian diisi dengan campuran arang sekam, serbuk papan dan kotoran sapi. Setelah tiga hari dibiarkan, barulah bibit jahe merah itu disemai.

Selain lebih mudah karena tidak perlu mengolah tanah, pola penyemaian seperti ini dipilih mengingat kesibukan mereka sebagai wartawan yang sehari-hari harus membuat berita. “Kalau tempat penyemaian harus dibuat dengan cara mencangkul tanah untuk membuat bedengan atau gelombang, saya yakin akan memakan waktu lama. Makanya kita harus pilih cara yang mudah dan praktis agar bibit dapat segera disemai dan kita tidak perlu capek-capek mengolah lahan,” ucap pria yang akrab disapa Atan tersebut.

Begitu juga dengan penanaman. Mereka lebih memilih menggunakan polybag dari pada media tanah. Setelah memasuki usia satu setengah bulan atau dengan tinggi sekitar 20-30 Cm, bibit jahe tersebut akan dipindahkan ke dalam media karung berukuran 25 Kg yang sudah disiapkan.

Menurut dia, proses penyemaian hingga pemindahan ke polybag juga harus dilakukan sesuai aturan tanam. Yang paling sulit adalah perawatannya. Jika perawatan baik, maka hasilnya juga akan baik.

Untuk tahap penyemaian bibit maupun penanaman, saat ini mereka harus menumpang di “lahan tidur” milik Pemda Meranti yang berada di sebelah kantor PWI Jalan Durian, Kelurahan Selatpanjang Kota. Kebijakan ini juga sudah disetujui bupati ketika disampaikan secara lisan sewaktu silaturahmi pengurus PWI di kediamannya beberapa waktu lalu. Namun, mereka juga tetap akan menyurati bidang aset tentang pinjam pakai lahan.

Pada lahan tersebut ditargetkan bisa ditanam 1000 polybag. Jika berhasil, kedepannya barulah akan dikembangkan dengan memanfaatkan lahan masyarakat yang mau diajak kerjasama, seperti tiga titik di Desa Banglas dan satu titik lagi di Desa Tenan Kecamatan Tebingtinggi Barat yang luasnya mencapai 6 hektar.

“Jadi, kedepannya akan ada kebun jahe PWI blok Durian, blok Banglas dan blok Tenan. Mudah-mudahan bibit jadi semua dan tidak ada masalah. Selain itu, kita berharap ada mitra lainnya yang mau membantu, paling tidak mereka bantu mengolah lahan yang masih semak belukar,” pungkas Atan.

Untuk mengurus kebun jahe itu pihaknya juga sudah menunjuk beberapa orang pengurus yang dipercaya sebagai kepala kebun, pengawas lapangan dan pelaksana harian yang tugasnya merawat dan melakukan penyiraman hingga masa panen tiba. Dengan begitu, maka dia yakin akan lebih fokus hingga masa panen.

“Kalau ingin mendapatkan hasil yang maksimal, maka kerjanya juga harus fokus. Karena selain jahe merah kita juga akan menanam 1000 bibit anting putri di lahan yang akan dihibahkan oleh pemda kepada PWI. Selain harga jualnya sangat tinggi, anting putri dinilai lebih cocok di lahan tersebut karena lembah dan kerap terendam banjir.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIK, mengungkapkan bahwa dengan bantuan jahe dari progam jaga kampung tersebut setidaknya PWI bisa mengoptimalkan lahan tidur agar lebih bermanfaat.

“PWI bisa menggelorakan jaga kampung dan langsung berpartisipasi dengan mengelola jahe. Ini perlu dilakukan untuk meningkatkan perekonomian. Gelorakan dan pemanfaatan lahan tidur untuk meningkat kesejahteraan,” ujarnya.

Dijelaskan kapolres, program ini juga dalam rangka pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada, khususnya pertanian untuk menjaga ketahanan pangan, membangun ekonomi dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Karena pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat, tapi juga menyasar sektor kehidupan lainnya seperti melemahnya ekonomi dan menurunnya produktivitas masyarakat,” ungkapnya.(Rls/Ags)