Beranda blog Halaman 894

Satgas Cegah Klaster Baru Covid-19 di Siak

Siak(SegmenNews.com)- Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada Desember nanti dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru Covid-19. Namun Pemkab Siak sejak dini sudah lakukan edukasi kepada panitia pelaksana Pilkada untuk mematuhi protokol kesehatan.

Asisten Administrasi Umum Setda kabupaten Siak Jamaluddin menyebutkan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 memang menjadi polemik di tengah meluasnya pandemi Covid-19. Bahkan sejumlah pihak mendesak agar Pilkada ditunda karena khawatir terhadap ancaman penularan virus corona.

“Untuk itulah, sejak dini seluruh panitia penyelenggara Pemilu di Kabupaten Siak harus diedukasi dengan serius agar nanti pada hari H, penerapan protokol kesehatan Covid-19 ini benar-benar dilaksanakan,” kata Jamaludin kepada GoRiau.com, Kamis (5/11/2020).

Dengan diterapkannya protokol kesehatan yang benar dan seluruh petugas wajib memakai alat pelindung diri (APD), kata Jamal,apa yang dikhawatirkan itu (penularan Covid-19) tidak terjadi di Kabupaten Siak.

“Kita berdoa apa yang di khawatirkan para ahli itu tidak terjadi. Apalagi pemerintah tetap melanjutkan rencana pelaksanaan Pilkada Serentak Desember mendatang di 270 daerah pemilihan, meskipun pandemi Covid-19 di Tanah Air belum menunjukkan penurunan,” imbuhnya***(inf Siak)

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, RSUD Tengku Rafian Siak Tambah Tempat Tidur Baru

Siak(SegmenNews.com)- Dalam dua minggu terakhir, jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian Siak sudah jauh menurun. Sebab pemerintah kabupaten Siak sudah menyiapkan beberapa tempat lain untuk isolasi pasien. Namun demikian, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19, RSUD Tengku Rafian Siak menambahkan tempat tidur pasien.

Direktur RSUD Tengku Rafian Siak, Riau, dr Benny Chairuddin menyebutkan, tambahan kasur sebanyak 65 unit ini untuk di ruangan rawat pasien positif Covid-19.

“Beberapa bulan lalu jumlah pasien positif Covid-19 meningkat drastis. Sehingga untuk mengantisipasi agar tempat tidur cukup nantinya, diusulkan penambahan tempat tidur untuk di ruang isolasi,” kata Benny, Kamis (5/11/2020).

Dijelaskan Benny, dalam satu ruangan isolasi saat ini ada di tempat 4 sampai 5 orang pasien. Sebab ada mereka satu keluarga dan ada juga yang masih anak-anak.

“Kalau saat ini yang tengah dirawat di RSUD Tengku Rafian ada 30 pasien positif Covid-19. Untuk yang satu keluarga dan ada anak-anaknya kita jadikan 1 ruangan saja dengan jumlah kasur menyesuaikan,” sebut Benny.

Benny mengakui Pemkab Siak sangat cepat tanggap dalam menangani kasus Covid-19 ini. Sejumlah gedung yang masih aset Pemda Siak dimanfaatkan untuk tempat isolasi pasien positif Covid-19, seperti BLK dan Asrama Haji.

“Apalagi sekarang juga sudah ada RSUD Tipe D di beberapa kecamatan. Sehingga pasien tidak mesti langsung dirujuk ke RSUD Siak seperti yang sudah-sudah,” kata dr Benny.

Direktur RSUD Tengku Rafian Siak ini sangat bersyukur dengan banyaknya pasien positif Corona yang sembuh dan berkumpul kembali bersama keluarga.

“Makanya kami tidak pernah bosan mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dimana pun berada. Selalu gunakan masker dalam setiap aktivitas, selalu mencuci tangan dan menjaga jarak,” kata Benny.***(inf Siak)

Bantu Kesulitan Mahasiswa di Masa Pandemi UPZ UIR Kembali Salurkan Dana Zakat

Bantu Kesulitan Mahasiswa di Masa Pandemi
UPZ UIR Kembali Salurkan Dana Zakat

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Unit Pengumpul Zakat Universitas Islam Riau (UPZ UIR) kembali menyalurkan bantuan pendidikan kepada 41 mahasiswa kurang mampu dari sembilan fakultas. Dana yang bersumber dari zakat, infak dan sadaqah Civitas Akademika UIR itu diserahkan untuk Periode V Semester Ganjil Tahun 2020. Jumlah ini meningkat dibandingkan penyaluran periode sebelumnya. Pada periode Maret 2019 dana diserahkan kepada 33 mahasiswa, dan 28 mahasiswa di periode Oktober 2018. Atau 40 mahasiswa di bulan Maret 2020.

Rektor UIR Prof Dr H Syafrinaldi, SH, MCL mengapresiasi kinerja UPZ apalagi jumlah muzakkinya sekarang terus meningkat, yakni mencapai 154 orang. Rektor menghimbau civitas akademika yang belum terdaftar sebagai muzakki hendaknya segera mendaftarkan diri ke Unit Pengumpul Zakat.

”Kami mendukung kegiatan UPZ dan berdoa supaya para muzakki diberi kelapangan rezki. Bagi yang belum saya himbau segeralah tunaikan zakat, infak dan sadaqah lewat UPZ. Kalau bukan kita siapa lagi,” tegas Rektor Syafrinaldi sebelum penyerahan bantuan di Gedung Rektorat UIR Pekanbaru Jalan Kaharuddin Nasution 113 Pekanbaru Kamis pagi (05/11 2020).

Kepada penerima bantuan, Rektor berpesan supaya mensyukuri nikmat. Jangan lupa dana UPZ berasal dari dosen dan pegawai. Kewajiban mahasiswa kuliahlah dengan baik. Selesai tepat waktu dan jaga nama YLPI serta UIR. ”Jangan membuat onar apalagi sampai merusak nama baik universitas,” tandas Syafrinaldi.

Ketua UPZ Dr H Zulkifly Rusbi menyebutkan, meningkatnya pendistribusian bantuan pendidikan beasiswa tahun ini karena jumlah dosen dan pegawai yang berzakat lebih banyak dari periode-periode sebelumnya. “Saya percaya jika semua dosen dan pegawai menzakatkan gaji mereka setiap bulan maka potensi dana yang terhimpun oleh UPZ akan jauh lebih besar. Alhamdulillah sejak dibentuk awal tahun 2018, UPZ sudah mendistribusikan uang zakat ke mahasiswa dalam lima kali. Tahun depan, insha Allah pendistribusian dana kita upayakan meningkat dari tahun ini,” kata Zulkifli.

Pihaknya, kata Zulkifli, akan terus berusaha menghimpun dana zakat. Bukan saja karena zakat menjadi kewajiban bagi setiap muslim namun bantuan pendidikan yang dikelola melalui UPZ sangat diperlukan oleh mahasiswa. Apalagi dalam masa pandemi CXovid-19.

”Banyak mahasiswa kita yang butuh bantuan karena situasi ekonomi orangtua mereka yang terkena pandemi,” ujar Dekan Fakultas Agama Islam ini.

Hal senada ditegaskan Dr Anton Afrizal Candra. Sekretaris UPZ yang baru ditabalkan menjadi Ketua Lembaga Dakwah Islam Kampus (LDIK) UIR itu menyebut, pihaknya terus berkomunikasi dengan civitas akademika. Utamanya Dekan-dekan. Pimpinan fakultas diharapkan dapat terus mendorong dan memahamkan dosen serta pegawainya untuk menjadi muzakki. Sehingga dana yang dihimpun UPZ terus bertambah.

”Periode ini lebih dari Rp 100 juta dana kita salurkan. Mudah-mudahan periode berikutnya penerima bantuan bisa lebih banyak lagi. Tentu dengan harapan jumlah muzakki bertambah,” ujar Anton seraya mengajak dosen dan pegawai menjadi muzakki.***(rls)

Banggar DPRD Meranti Konsultasi ke DPRD Provinsi Riau

Banggar DPRD Meranti Konsultasi ke DPRD Provinsi Riau

Meranti(SegmenNews.com)-Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja dan konsultasi ke DPRD Provinsi Riau, Rabu (4/11/2020).

Kunjungan konsultasi tersebut dalam rangka mendapatkan masukan terhadap proses, mekanisme dan tahapan pembahasan LPP APBD Tahun Anggaran 2019 yang saat ini sedang dibahas oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepulauan Meranti.

Rombongan DPRD Kepulauan Meranti dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kepulauan Meranti sekaligus ketua Badan Anggaran Ardiansyah, SH, M.Si didampingi Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti Iskandar Budiman, SE dan H. Khalid Ali, SE. Ikut juga mengikuti kegiatan konsultasi tersebut anggota Badan Anggaran DPRD Kepulauan Meranti yaitu Khosairi, M.Pd.I, Taufiek, SM, Dedi Yuhara Lubis, Pauzi, SE, Muhammad Khozin, MA, Al Amin, S.Pd., Tengku M. Nasir, Dr. Hafizan, M.Pd, Bobi Heriadi dan beberapa staf.

Rombongan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepulauan Meranti tersebut diterima oleh Ketua Komisi C DPRD Provinsi Riau Husaimi Hamidi bersama beberapa Tenaga Ahli Banggar DPRD Provinsi Riau di ruang Rapat Medium Kantor DPRD Provinsi Riau Jalan Sudirman Pekanbaru.

Menurut Ketua DPRD Kepulauan Meranti Ardiansyah, kunjungan tersebut dalam rangka mencari informasi terkait mekanisme dan tahapan pembahasan LPP APBD Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Anggaran 2019.

Dijelaskannya, pembahasan LPP APBD TA 2019 merupakan proses yang sangat penting dan harus dilalui oleh DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Kita berusaha melaksanakan giat ini dengan teliti dan cermat sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang baik demi mendukung perbaikan di masa mendatang,” ujarnya.

Sedangkan Husaimi Hamidi dalam penjelasannya berharap agar Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepulauan Meranti dalam membahas LPP APBD Tahun Anggaran 2019 dengan baik dan dapat memperhatikan dan mempelajari Laporan yang ada dengan cermat sehingga menghasilkan hasil yang maksimal.

Kegiatan konsultasi tersebut juga diisi dengan tanya jawab dan diskusi dan diakhiri dengan foto bersama.(Advetorial)

Seorang Warga Rangsang Meninggal Dunia Akibat Tersengat Listrik, Ini Penjelasan Polisi

Seorang Warga Rangsang Meninggal Dunia Akibat Tersengat Listrik, Ini Penjelasan Polisi

Meranti(SegmenNews.com)-Sengatan listrik menewaskan Nurdin (53) warga Dwi Tunggal, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Nasib naas dialami korban saat mengikis parang menggunakan mesin gerinda di belakang rumahnya di Jalan Parit Masjid. Rabu (4/11/2020) pukul 11.00 waktu setempat.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, melalui Kapolsek Rangsang IPTU Djoni Rekmamora, menjelaskan, saat kejadian korban sempat berteriak, minta tolong agar isterinya mematikan aliran listrik yang terhubung dengan mesin gerinda yang digunakan.

Sang isteri, Nurul Hikmah yang sedang membersihkan pekarangan langsung berlari ke dalam rumah. Mencabut colokan dari stop kontak.

Setelah itu, sembari teriak minta tolong, Nurul menghampiri korban yang sudah dalam keadaan terbaring di atas tanah.

Tidak lama kemudian, tetangganya, Idhar Kholid pun mendatangi tempat kejadian. Idhar dibantu M Fajri, mengangkat korban ke dalam rumah.

“Menurut saksi, saat itu korban terdengar masih mengeluarkan nafas. Namun, pada saat tim medis Puskesmas Tanjungsamak mendatangi rumah korban, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” kata Djoni.

Terhadap satu unit alat gerinda itu dilakukan pengecekan oleh petugas PLN menggunakan tespen. Disampaikan Kapolsek, bahwa dari hasil pengecekan didapati alat gerinda tersebut mengeluarkan listrik dari body mesin yang terbuat dari besi.(Ags)

SCB di Usia 80 Tahun Masih Tampil Enerjik dan Memukau di Munsi III Selama Satu Jam

Jakarta- Meski menjelang usia 80 tahun, penyair legendaris Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri (SCB) ternyata masih enerjik. Di panggung Munas Sastrawan Indonesia (Munsi III) Jakarta, Presiden Penyair Indonesia itu secara solo tampil selama lebih kurang satu jam non stop pada hari kedua Munsi, Selasa (3/11) di Hall Novotel Mangga Dua Square, Jakarta. Acara Munsi III ditaja oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan dan Kebudayaan.

Penampilan SCB yang memakai topi dan berjaket kecoklatan itu benar-benar mendapat tepukan seratus lebih hadirin. Belasan puisi yang mayotitas terbaru dibacakan SCB dengan vokal berat dan terjaga. Kadangkala SCB meningkahinya dengan tiupan harmonika yang khas. Kadang juga menyelinginya dengan menyanyikan lagu-lagu Barat berirama blues.

”Beginilah saya baca puisi saat berusia 80 tahun,” kata SCB saat baru menyelasaikan pembacaan puisinya. Hal di luar dugaan, SCB juga membacakan puisi ‘Game’ yang dihadiahkan untuk penyair Fakhrunnas MA Jabbar dan puisi ‘Siak’ yang diperuntukkan bagi penyair Kunni Masrohanti. Selain itu, SCB membacakan puisi-puisi yang sudah dikenal luas oleh masyarakat mulai puisi kepemudaan, nasehat hingga puisi cinta.

Salah satu puisi fenomenal yang dibacanya berjudul ‘Wahai Pemuda Mana Telurmu’.

Apa gunanya merdeka
Kalau tak bertelur
Apa gunanya bebas
Kalau tak menetas?
Wahai bangsaku
Wahai pemuda
Mana telurmu?
Burung jika tak bertelur
Tak menetas
Sia-sia saja terbang bebas
Kepompong menetaskan
kupu-kupu,
Kuntum membawa bunga
Putik jadi buah
Buah menyimpan biji
Menyimpan mimpi
Menyimpan pohon
dan bunga-bunga
Uap terbang menetas awan
Mimpi jadi, sungai pun jadi,
Menetas jadi,
Hakekat lautan
Setelah kupikir-pikir
Manusia ternyata burung berpikir
Setelah kurenung-renung
Manusia adalah
burung merenung
Setelah bertafakur
Tahulah aku
Manusia harus bertelur
Burung membuahkan telur
Telur menjadi burung
Ayah menciptakan anak
Anak melahirkan ayah
Wahai para pemuda
Wahai garuda
Menetaslah
Lahirkan lagi
Bapak bagi bangsa ini!
Menetaslah
Seperti dulu
Para pemuda
Bertelur emas
Menetas kau
Dalam sumpah mereka

Menurut Tardji, puisi ini dibuat untuk pemuda Indonesia yang melahirkan bangsa ini dengan puisi melalui teks Sumpah Pemuda sebagai puisi besar. Lalu dia pun bertanya, ”Puisi telah melahirkan bangsa ini, yakni berupa Sumpah Pemuda sebagai puisi besar. Lalu apa yang sudah diberikan bangsa ini kepada puisi, khususnya sebagai pemegang kebijakan. Tapi penyair juga jangan minta-minta, terus berkarya untuk kearifan dan memberi ma’rifah bagi bangsa ini.”

Pada malam harinya di tempat yang sama secara bergiliran tampil pula belasan penyair berbagai kota di Indonesia di antaranya Asrizal Nur, Salman Yoga, Ardi Susanti, Rini Intama, Saut Poltak Tambunan dan sebagainya. ***(Rls)

Oknum Kepsek di Pelalawan Tersangka Pidana Pilkada

Pelalawan(SegmenNews.com) – Tim Penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) Pelalawan kembali menetapkan seorang oknum Kepala Sekolah (Kepsek) berinisial Bh di Kecamatan Pelalawan, kabupaten Pelalawan, sebagai tersangka pelanggaran pilkada.

Setelah oknum Kepsek itu, direkaman video dan fotonya terlihat ikut hadir mendukung salah satu pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang sedang berkampanye secara dialogis tersebut.

Bahkan pria yang juga ASN terlihat ikut berjoget sambil mengacungkan jari ke atas sebagai simbol nomor urut paslon Bupati yang hadir di hadapan puluhan warga di rumah salah saru warga di desa Sering, kecamatan Pelalawan.

Maka bukti adanya video dan foto serta keterangan saksi atas dugaan keterlibatan dan dukungan salah satu Paslon yang akan bertarung di Pilkada Pelalawan. Akhirnya tim Gakkumdu Pelalawan menetapkan Bh yang menjabat Kepsek dan ASN sebagai tersangka.

“Ya seorang Kepala Sekolah telah kita ditetapkan tersangka pelanggaran pidana Pilkada,” kata Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Aryo Damar, SH, Sik.

Dijelaskan Kasat Reskrim, bahwa kasus ini sudah masuk ke tahap penyidikan, dalam penanganan telah ditemukan unsur pidana. Maka oknum Kepsek yang telah di tetapkan tersangka telah dilayangkan surat panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka.

“Surat panggilan telah dilayangkan untuk diperiksa sebagai tersangka dan termasuk para saksi untuk dimintai keterangan,” ujar mantan Kasat Reskrim Polsek Meranti.

Atas perbuatan Bh, yang merupakan kepala sekolah juga selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) di jerat pasal 188 junto pasal 71 ayat 1 Undang-undang Pilkada nomor 6 tahun 2020.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Pelalawan, Mubrur SPi, juga membenarkan adanya oknum Kepsek yang telah ditetapkan tersangka pelanggaran Pilkada Pelalawan tersebut.

“Hasil gelar bersama SG (sentral gakkumdu, ditemukan ada dugaan pelanggaran pidana. Jadi kita teruskan prosesnya ke Polres Pelalawan. Maka kepolisian telah menetapkan oknum Kepsek sebagai tersangka,” ungkap Ketua Bawaslu Pelalawan.

Sedangkan kasus ini, tambahnya, dari hasil temuan Bawaslu Pelalawan adanya rekaman video dan foto tersangka. Ketika hadir dan berjoget serta mendukung salah satu Paslon yang sedang berkampanye di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, 15 Oktober 2020 lalu.

“Ini ASN yang ketiga kita proses pelanggaran pidana Pilkada. Untuk itu jangan ada lagi yang terlibat, karena himbauan dan sosialisasi terhadap ASN untuk netral di Pilkada telah disampaikan,” pungkas Mubrur, kepada SegmenNews.com.***(R.A)

Ridi-Habibi Akan Perbaiki Ekonomi dan Pengangguran di Masyarakat Jika Dipilih

Ridi-Habibi Akan Perbaiki Ekonomi dan Pengangguran di Masyarakat Jika Dipilih

Pelalawan(SegmenNews.com) – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan, Abu Mansyur Matridi dan Habibi Hapri atau Ridi-Habibi (RIDHA) berjanji memperbaiki ekonomi dan mengatasi pengangguran di Kabupaten Pelalawan.

Pernyataan ini disampaikan Paslon yang akrab disapa RIDHA ini saat melaksanakan kampanye dialogis di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, pada Rabu, 4 November 2020.

“Pak Abu Mansyur Matridi orang ekonom, pastinya dia sangat peduli dengan keadaan ekomoni masyarakat, dia terjun ke Pilkada Pelalawan ini karena banyak ekonomi masyarakat yang belum layak dan juga pengangguran yang belum terprogram, makanya kami hadir disini bersatu untuk masyarakat,” ungkap Calon Wakil Bupati, Habibi Hapri.

Dari program-program yang ditawarkan, tambah Bang Bibi sapaannya ini, pihaknya sudah siapkan trobosan untuk mengangkat ekonomi masyarakat seperti, 5 sektor mulai dari pertanian, peternakan, nelayan, dan untuk di perkotaan ada sektor ekomoni kreatif dan balai pelatihan untuk industri-industri masyarakat yang bisa dikembangkan sebagai bentuk kemajuan daerah.

“Jika kami dipilih masyarakat Kabupaten Pelalawan, konsep perbaikan ekomoni dan pengangguran sudah kita persiapkan dengan matang,” papar Habibi lagi, seraya mengenalkan tim Koalisi Harapan Sejahtera saat kampanye.

Usai kampanye, salah seorang masyarata Kacamatan Pangkalan Kerinci, Rizal (53), mengungkapkan harapannya kepada pasangan RIDHA jika terpilih menjadi Buoati dan Wakil Bupati Pelalawan Periode 2021-2026 nanti.

“Dengan program yang di tawarkan pak Ridi-Habibi ini, sangat menyentuh dengan kami, karena permasalahan kami selama ini memang terkait ekonomi dan soal pekerjaan anak-anak kami kedepan. Apalagi sebagai pedagang, perhatian dari pemerintah kedepannya untuk pengembangan ekonomi kami sangat kami harapkan pak. Semoga hendaknya pak Ridi-Habibi ini bisa memimpin Pelalawan kedepan,” bebernya.

Selain program ekonomi masyarakat, Paslon RIDHA juga memaparkan program-program strategis yang tertera di visi dan misi yang tersebar di semua Alat Peraga Kampanye (APK), di tempat-tempat yang di tentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pelalawan.***(R.A)

Terlibat Narkoba, Residivis Pelalawan Diringkus Polisi

Terlibat Narkoba, Residivis Pelalawan Diringkus Polisi

Pelalawan(SegmenNews.com) – Tim Opsnal Sat Resnarkoba Pelalawan berhasil meringkus Seorang residivis berinisial SW alias War Palas (45) saat asik nyabu bersama rekanya, RD (46) di rumahnya Jalan Lintas Timur, Kelurahan Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan.

War Palas residivis yang telah berulang kali masuk sel, ketika akan diamankan sempat ingin melawan dengan mengunakan obeng. Beruntung tim Opsnal sigap menghendel upaya perlawanan pelaku, Rabu (4/11/2020) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Kemudian kedua pelaku berhasil diborgol dan diamankan bersama barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat kotor 0.29 gram, alat hisap sabu, satu bal plastik bening klep merah dan uang tunai sebesar Rp 422 ribu.

Dari informasi yang dirangkum penangkapan tersangka berawal dari adanya informasi masyarakat kalau di daerah Jalan Lintas Timur Kelurahan Palas, kerap terjadinya transaksi narkotika jenis sabu.

Mendapat informasi itu, Kasat Resnarkoba Polres Pelalawan, Iptu Gur Purwantoro SH, MM memerintahkan Kanit 1, Ipda Muharis bersama anggotanya untuk turun melakukan penyelidikan ke lapangan.

Setelah turun akhirnya berhasil menghendus rumah pelaku. Ketika mengetahui sedang berada di rumah langsung melakukan penyergapan.

Tetapi ketika pelaku yang sedang asik mengisap barang haram itu mengetahui ada polisi melakukan penyergapan. Pelaku berusaha kabur dan melakukan perlawanan dengan mengunakan obeng.

Beruntung tim opsnal mengetahui aksi pelaku langsung diamankan dan disita obeng yang digunakan tersebut. Setelah berhasil diamankan, langsung dilakukan pengeledahan dan disita barang bukti (BB) satu paket sabu di dalam dompet tersangka SW, serta satu bal plastik pembungkus sabu dan alat hisap berupa bong.

Kemudian pelaku War Palas residivis yang telah keluar masuk Lapas Pekanbaru, berbagai kasus kriminal dengan lemas digiring ke Polres Pelalawan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.

Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko SIK, kepada SegmenNews.com melalui Kasubbag Humas Iptu Edy Haryanto SH membenarkan adanya penangkapan dua pelaku narkoba tersebut.

‘Kini kedua pelaku telah diamankan bersama barang buktinya untuk diproses hukum lebih lanjut. Sedangkan kasusnya terus dikembangkan,” tegas Humas Edy, Rabu, 4 November 2020, kepada SegmenNews.com.***(R.A)

Pengurus PWI Kepulauan Meranti Periode 2020-2023 Resmi Dilantik

Pengurus PWI Kepulauan Meranti Periode 2020-2023 Resmi Dilantik

Meranti(SegmenNews.com)-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Meranti periode 2020-2023 resmi dilantik. Pelantikan dilakukan oleh Ketua PWI provinsi Riau, H Zulmansyah Sekedang, bertempat di Sekretarian PWI Kepulauan Meranti, Jalan Durian, Selatpanjang, Selasa (3/11/2020) malam.

Hadir juga Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, Sekda Dr H Kamsol MM, Kadisparpora Riski Hidayat SStp MSi, Kabag Humaspro, Rudi Alhasan, Ketua DPRD Ardiansyah, Kapolres AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk, Kajari Budi Raharjo SH MH, Danramil 02/Tebingtinggi, Arm Bismi Tambunan SE, Camat Rayan Pribadi SH serta sejumlah tamu undangan lainnya. Dari provinsi hadir juga Sekretaris Amril Jambak dan Saparuddin Koto.

Ketua PWI Kepulauan Meranti, Syamsidir Salim mengawali sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan baru bisa dilaksanakan setelah sembilan bulan dirinya dinobatkan sebagai ketua PWI Kepulauan Meranti terpilih pada konferensi yang berlangsung Februari lalu.

Pria yang lebih dikenal panggilan Atan itu juga menjelaskan dengan konsep mewah dalam visi misi organisasi yang dinakhodainya itu. Konsep mewah yang dimaksud bukanlah seperti dalam gaya hidup yang serba banyak, serba indah atau serba berlebih. Kata mewah disini hanyalah sebuah akronim yang artinya mumpuni, eksklusif, wibawa, amanah serta hebat. Ini semua sangat berkaitan dengan pembinaan karakter yakni karakter sebagai profesi yang disebut-sebut ratu dunia.

“Sebagai anak pulau yang terus berusaha untuk maju, kami juga menyadari berbagai kelemahan, dan kelemahan itu tentunya akibat didera oleh keterbatasan. Tapi kami tidak pernah ingin menyerah dengan keadaan dan bahkan tidak pula merasa jemu untuk terus berbuat,” ujarnya.

Kemudian kata Atan, untuk memperbaiki karakter dan meningkatkan kualitas seluruh pengurus, anggota dan simpatisan PWI Kepulauan Meranti, pihaknya bahkan tidak bosan-bosannya mengadakan workshop jurnalistik setiap tahunnya. Dan periode ini program pelatihan tersebut dberi nama bengkel jurnalistik.

“Melalui bengkel jurnalistik ini, kawan-kawan tidak hanya diberikan materi tentang bagaimana membuat berita, feature serta teknik wawancara yang baik dan benar, mereka juga nantinya akan diberikan pendampingan oleh para senior ketika di lapangan hingga benar-benar mahir menulis,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, bahkan dari 100 lebih wartawan di Kepulauan Meranti, 16 diantaranya telah pula mengantongi sertifikat uji kompetensi wartawan (UKW). Dari jumlah tersebut 15 diantaranya ada di PWI Kepulauan Meranti. Itu artinya, setengah dari jumlah anggota dan simpatisan PWI telah diakui negara karena dianggap kompeten dalam menulis.

“Selain itu, kami juga terus mengasah dan merangsang kemampuan kawan-kawan wartawan dengan berbagai kegiatan lomba. Seperti kegiatan lomba karya tulis jurnalistik, lomba foto dan video dengan tema PWI Kepulauan Meranti peduli pembangunan negeri,” ujarnya lagi.

“Kepada pemenang kami harap teruslah mengasah kemampuan dan jangan sesekali anda merasa cepat puas dengan hasil tersebut. Dan kepada yang belum beruntung janganlah kecewa, yakinlah bahwa keikutsertaan anda hari ini menjadi awal dari kemenangan anda nantinya,” harapnya.

Selanjutnya, selain memantapkan SDM di internal PWI, pihaknya juga terus bergerak dibidang sosial kemasyarakatan, melalui kolaborasi RCommunity dan Polsek Tebingtinggi Barat. PWI Kepulauan Meranti juga telah beberapa tahap menyalurkan bantuan kepada masyarakat hingga melakukan bedah rumah terhadap warga miskin. Bahkan, dalam waktu dekat akan ada beberapa rumah lagi yang insyaallah akan kami bedah agar saudara kita yang bernasib malang itu juga dapat tinggal di rumah yang layak huni.

“Sementara untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, kami juga punya program yang diberi nama ‘PWI Goes to School. Melalui program inilah kami bisa memperkenalkan kepada mereka tentang berita dan bagaimana proses pembuatan hingga penerbitannya. Melalui program ini juga kami langsung mensosialisasikan bagaimana bahaya hoaks dan cara menangkalnya,” jelasnya lagi.

Tidak hanya itu, kata Atan, melalui program ‘Goes to Desa’ pihaknya juga akan berusaha merangkul seluruh kepala desa dan memberikan pemahaman tentang bahaya hoaks dan cara kerja wartawan, serta aturan-aturan yang mengikatnya. Dengan cara ini, kedepannya diharapkan tidak ada lagi kepala desa yang takut dengan wartawan, apalagi menjadi korban oknum wartawan.

“Berbagai program tersebut sengaja kami rancang sedemikian rupa, karena kami sadar bagaimana besarnya peran pers dalam mendorong partisipasi masyarakat dan menjaga kondisi bangsa agar tetap kondusif, dan ini juga sebagai bentuk dukungan kami terhadap pemerintah daerah Kepulauan Meranti yang terus berbenah dari berbagai sisi,” tuturnya.

Namun, katanya lagi, pihaknya juga sadar akan kemampuan, sehebat apapun program yang dirancang tidak akan tidak akan ada artinya jika tidak didukung oleh pemerintah daerah dan para mitra. Oleh karena itu, menurutnya tidak ada ruginya jika tahun 2021 nanti PWI Kepulauan Meranti juga diberikan anggaran hibah yang seimbang dengan padatnya program yang dijalankan.

“Kami juga sadar bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan kawan-kawan tidak akan bisa diwujudkan jika hanya mengandalkan PWI sebagai organisasi profesi, perlu terobosan baru yang mengarah pada pergerakan perekonomian. Dan alhamdulillah saat ini PWI Kepulauan Meranti telah mendirikan sebuah koperasi yang bernama ‘Pewarta Wibawa Investasi yang saat ini sedang menunggu proses legalisasinya selesai di kementerian. Koperasi ini kami targetkan bisa beroperasi pada 2021 akan datang,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, dalam waktu dekat pihaknya juga akan membuat kebun jahe dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur pemda Kepulauan Meranti.

“Terimakasih kepada pak bupati karena telah mengizinkan kami untuk memakai lahan tersebut dan terimakasih juga kepada pak kapolres yang telah berjanji membantu kami 100 kg bibit jahe. Mudah-mudahan kedepan dengan terobosan ini, kami benar-benar bisa mandiri dan tentunya menjadi contoh bagi organisasi lainnya,” ungkapnya.

Terakhir Atan juga mengungkapkan bahwa sebenarnya ada dua hal yang menjadi arah kebijakan jangka panjang PWI Kepulauan Meranti tahun 2020-2023 untum menuju kejayaan dan kesejahteraan. Selain koperasi, pihaknya juga telah bercita-cita memiliki tanah dan kantor sendiri seperti PWI lainnya di beberapa daerah di provinsi Riau. Karena ia yakin dengan memiliki sebuah kantor yang refsentatif membuat pihaknya akan semakin bersemangat pula mendukung Pemkab Meranti dalam membangun daerah ini.

“Karena tahun ini adalah periode terakhir kepemimpinan pak bupati kita Drs H Irwan MSi, maka kami pikir tidak ada salahnya melalui kesempatan ini kami meminta agar tanah dan kantor yang kami tempati ini menjadi cinderamata dari pak bupati kepada PWI. Apalagi saat ini statusnya masih dalam proses pengajuan oleh bidang aset kepada pemprov Riau,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua PWI Riau, H Zulmansyah Sekedang dalam sambutannya mengungkapkan bahwa
PWI punya dua program besar yakni program internal dan eksternal. Pihaknya selalu mendorong wartawan yang bergabung di PWI untuk mengikuti UKW, itu untuk memastikan bahwa wartawan tersebut wartawan yang betul-betul atau wartawan yang kaleng-kaleng alias abal-abal.

“Alhamdulillah di Kepulauan Meranti sudah 15 orang lulus uji kompetensi wartawan, anggota PWI provinsi Riau berjumlah 1114 orang, yang lulus UKW 364 orang, masih banyak yang belum lulus. Jadi memang karena kita ini profesi wartawan berhadapan dengan masyarakat luas jadi semua kita diuji betul tidak kita ini wartawan dan yang diuji undang-undang pers, kode etik jurnalistik, kode perlaku wartawan dan kalau di PWI ada lagi namanya PDPRT. Secara internal kita selalu mengingatkan semua kawan-kawan wartawan di daerah agar membina semua kawan-kawan yang bergabung di PWI supaya lebih profesional,” ungkapnya.

Dijelaskannya, secara eksternal banyak program seperti ‘PWI Goes to School’, cara mendidik anak usia sekolah untuk mengenali yang namanya hoaks.

“Kawan-kawan juga kita minta untuk mengedukasi teman-teman yang ada di sekolah untuk melakukan sosialisasi dan mengenali mana yang hoaks, mana yang nyata, mana yang fakta dan mana yang bukan,” ujarnya.

Ditambahkannya, di PWI juga sangat tegas dengan semua wartawan yang melanggar undang-undang pers, salah satunya adalah melayani hak jawab dan hak koreksi.

“Jadi profesi wartawan ini memang diatur dalam undang-undang, kode etik. Karena itu kami berharap sebenarnya semua mitra tidak perlu takut dengan wartawan karena wartawan ini mitra, kami juga diatur dengan ketentuan-ketentuan yang mengikat sehingga kami juga tidak bisa sewenang-wenang,” bebernya.

Kemudian dari keterangan Zulmansyah, sejauh ini PWI Riau juga belum ada pengaduan dari wartawan Kepulauan Meranti terkait persoalan tersebut.

“Kami berterimakasih kepada PWI Kepulauan Meranti, teman-teman disini sukseslah membina anggota yang ada di PWI Kepulauan Meranti. Tadi kita lihat waktu pelantikan, yang dilantik muda-muda. Saya senang melihat anak-anak muda yang dilantik ini, inilah masa depan sebenarnya wartawan di Kepulauan Meranti,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, mengungkapkan bahwa PWI di Kepulauan Meranti memang sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Kepulauan Meranti terutama pemerintah daerah yang mana hari ini Kepulauan Meranti sudah dikenal di seluruh indonesia.

“Ini tentu berkat kerja keras kemitraan antara pemerintah dengan Persatuan Wartawan Indonesia di Kabupaten Kepulauan Meranti dan provinsi Riau,” ujarnya.

Terkait dengan harapan-harapan yang disampaikan tentang masalah markas PWI Kepulauan Meranti, Irwan mengakui telah dibicarakan sebelumnya.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada jajaran PWI Kepulauan Meranti yang beberapa hari yang lalu bersilaturahmi ke kediaman kami dari jam 9 malam sampai jam 12 tengah malam, luarbiasa. Itu telah kita diskusikan, InsyaAllah nanti pak sekda kita tindaklanjuti menyangkut dengan aset, tanah dan bangunan ini,” ungkapnya.

Kemudian, dijelaskan Irwan, tanahnya memang aset daerah Kabupaten Kepulauan Meranti. Sementara gedung tersebut adalah gedung yang dibangun oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau pada tahun 2013 yang saat itu peruntukannya untuk gedung pemuda.

“Namun sampai hari ini status gedung ini belum jelas, karena kalau dikatakan milik pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti aset ini belum diserahkan secara formal, kemudian kalau dikatakan masih milik pemprov Riau pengelolaan sepenuhnya sudah diserahkan kepada pemerintah Kepulauan Meranti. Jadi untuk mengeksekusi harapan-harapan tadi saya harapkan mungkin untuk aset tanah bisa segera kita proses, namun gedung kami mungkin mengharapkan bantuan dari PWI Provinsi Riau barangkali bisa mendiskusikan untuk dapat menghibahkan langsung dari provinsi ke PWI Kepulauan Meranti,” jelasnya.

Irwan juga mengapresiasi para wartawan yang sudah berkiprah banyak di Kepulauan Meranti dalam mengedukasi seluruh komponen di Kepulauan Meranti sehingga hari ini wartawan yang ada di Kepulauan Meranti jumlahnya sudah sangat banyak sekali.

“Pada saat saya pertama jadi bupati, wartawan di Kepulauan Meranti jumlahnya baru belasan tapi setelah sepuluh tahun kemudian wartawan sudah berjumlah lebih dari seratus orang,” ujarnya.

Selanjutnya, bupati dua periode itu juga ingin mendorong agar PWI semakin bisa berkiprah di Kepulauan Meranti, selain dari program-program yang telah disampaikan ia juga ingin menawarkan kerjasama yang bisa lebih bermanfaat dan jangka panjang untuk dikenang oleh masyarakat kabupaten Kepulauan Meranti.

“Saya ingin menawarkan PWI Kepulauan Meranti untuk bisa menuntaskan penulisan buku putih sejarah pemekaran kabupaten Kepulauan Meranti. Karena penulisan sejarah kabupaten Kepulauan Meranti ini di tahun 2014 sudah pernah dikerjasamakan dengan lembaga penelitian universitas Riau dan belum selesai karena baru dalam bentuk laporan akhir yang belum diseminarkan dan belum diterima oleh semua kalangan di Kepulauan Meranti,” ungkapnya.

Dalam pelantikan tersebut juga diumumkan pemenang lomba karya jurnalistik PWI Kepulauan Meranti. Adapun pemenang lomba kategori foto pro/DSRL, juara I diraih oleh H Edi Muhammad Nur, dengan judul bedelau jalan kampungku, Juara II, diraih Muhammad Budiman Zulfai, dengan judul penggunaan limbah sagu sebagai dasar pondasi pembangunan untuk menjadi lebih kuat dan juara III, dengan judul Pasir Jalan Desa Tanjungsamak, diraih oleh Budi Gustianto.

Kemudian, foto kategori khusus smartphone/ handphone, juara I diraih oleh Muhammad Fauzan Azima, dengan judul pembangunan jalan dan jembatan lintas bandul dedap, Juara II, diraih Teddy Tarigan, dengan geliat pembangunan jalan, dan Juara III, dengan judul aktifitasku, diraih oleh Subakir.

Pemenang lomba video, juara I dengan judul karya, peningkatan jalan pecahbuyung ke Peranggas Kecamatan Rangsang Pesisir, diraih oleh Rab Hidayat, Juara II, ikon infrastruktur dan pemerataan pembangunan, diraih oleh Muhammad Supardi. Juara III, dengan judul pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan swakelola, diraih oleh Rio Nugraha. Kemudian, Juara favorite diraih oleh Agus Saputra, dengan judul Meranti merangkai pulau.

Untuk juara lomba karya tulis jurnalistik, terbaik I diraih oleh Syafrizal media Cakaplah.com dengan judul mimpi wan mone terwujud. Terbaik II, diraih Wira Saputra media Riaupos, dengan judul jalan impian negeri sempadan. Terbaik III, diraih Ali Imran media Halloriau.com, dengan judul Jembatan Usman Samad simbol kebangkitan ekonomi penumpu masa depan warga.

Kemudian harapan I, diraih Rahmat Santoso media Antaranews, dengan judul mimpi 20 tahun Bambu Kuning akhirnya terwujud. Harapan II, diraih Masnur media Riautime.com dengan judul sitajam sudah hitam. Harapan III, diraih Arjuna media Ridarnew.com, dengan judul pembangunan jalan punca harapan.(Ags)