Disebut Sebabkan Kepala Bayi Kecil, Ibu Hamil di Riau Waspadai Virus Zika!

Disebut Sebabkan Kepala Bayi Kecil, Ibu Hamil Waspada Virus Zika!
Disebut Sebabkan Kepala Bayi Kecil, Ibu Hamil Waspada Virus Zika!

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Virus Zika akhir-akhir ini ramai diberitakan. Virus ini tengah menyerang beberapa negara di Amerika Latin dan Karibia dan dikategorikan berbahaya. Virus Zika merupakan Flavivirus kelompok Arbovirus bagian dari virus RNA.

Pertama kali  diisolasi tahun 1948 dari monyet di Hutan Zika Uganda, jadi sepertinya Zika sendiri merupakan nama hutan tempat dimana virus ini berhasil diisolasi. Selanjutnya beberapa negara Afrika, Asia khususnya Asia tenggara,  Mikronesia, Amerika Latin, Karibia melaporkan  penemuan virus Zika ini.

Penularannya virus ini sama seperti virus demam berdarah  yaitu oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi pembawa virus Dengue yang menyebabkan penyakit demam berdarah Dengue.

Walaupun saat ini belum ditemukan di Pekanbaru, Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, Gustiyanti, masyarakat harus tetap waspada terhadap penyebaran virus ini.”Sampai kini virus zika belum ada laporan ke kita dan mudah-mudahan tidak ada,” ujar Gustiyanti, Selasa (2/2/16).

Lanjutnya, antisipasi penyebaran virus ini sama dengan antisipasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). “Antisipasi zika sama dengan DBD. Yang diwanti-wanti adalah ibu hamil karena pengaruh ke janin,” tutupnya.

Kenapa virus ini sekarang begitu banyak dibicarakan?, dan berbahaya bagi ibu hamil?. Seperti ditulis, Pengamat Kesehatan, Staf Pengajar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo FKUI RSCM), Dr.Ari Fahrial Syam dilaman kompas.

Berbagai laporan di luar negeri khususnya di Brasil, penyakit infeksi virus Zika ini dihubungkan dengan bayi dengan kepala yang kecil (mikrosefali). Jadi ibu-ibu yang terinfeksi oleh virus ini saat hamil bisa melahirkan bayi dengan kelainan kepala tadi sehingga perkembangan otaknya menjadi terganggu.

Oleh karena itu minggu lalu tanggal 15 Januari 2016, pemerintah Amerika melalui US Centers for Disease Control and prevention (CDC)  telah memberikan travel alert buat warganya yang sedang hamil atau sedang berencana untuk hamil untuk menunda melakukan perjalanan ke negara-negara yang sedang terjangkit virus Zika ini.

Sampai sejauh ini sudah 18 negara Amerika Latin dan Karibia yang melaporkan adanya infeksi virus Zika ini antara lain Brasil, Barbados, Kolombia, Ekuador, El Salvador, French Guiana, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Meksiko, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname dan  Venezuela.

Masyarakat Indonesia tetap mewaspadai kemungkinan terinfeksi oleh virus Zika ini, mengingat laporan-laporan yang ada selama ini infeksi ini pernah ditemui di Indonesia dan kebetulan vektor pembawa penyakit virus ini memang ada di Indonesia yaitu nyamuk Aedes Aegypti yang juga membawa penyakit  infeksi demam berdarah dan Chikungunya.

Saat ini memang vaksin untuk virus ini belum ada. Pengobatan lebih banyak bersifat suportif, istirahat cukup, banyak minum, jika demam minum obat penurun panas dan tetap mengonsumsi makanan yang bergizi.

Pencegahan sama seperti pencegahan infeksi demam berdarah yaitu pemberantasan sarang nyamuk. Penyakit virus Zika sama seperti infeksi virus demam berdarah bisa kita tekan kasusnya jika kita dapat melakukan pemberantasan sarang nyamuk temukan jentik dan soasialisakan  3 M (Mengubur, Mengurus dan Menutup) yang sudah menjadi slogan Kemenkes.

Musim hujan sudah datang dan selalui waspadai yang jumlahnya dapat meningkat saat musim hujan saat ini.***(ran)