Beranda blog Halaman 15

Peluncuran Autobiografi Saleh Djasit

Peluncuran Autobiografi Saleh Djasit

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Peluncuran buku autobiografi Brigjen TNI (Purn) H. Saleh Djasit, SH berjudul Jalan Hidup Anak Pujud berlangsung khidmat di Balai Rung Tenas Effendy, Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Rabu (15/4/2026).

Buku setebal 428 halaman yang terdiri dari 13 bab dan diterbitkan Taman Karya, anggota IKAPI, itu ditaja oleh LAMR Provinsi Riau.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Plt Gubernur Riau yang diwakili Sekdaprov Riau Syahrial Abdi, Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri Marjohan Yusuf, serta Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Turut hadir pula para mantan Gubernur Riau, yakni Wan Abu Bakar, Wan Thamrin, Syamsuar, dan Andi Rahman, serta tokoh masyarakat dan unsur Forkopimda se-Riau.

Acara diawali dengan alunan musik instrumental Melayu yang menyambut para undangan dan menciptakan suasana kental dengan nuansa adat. Pembukaan dipandu oleh Pebilang Puan Siti Salmah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah oleh Sabri Fazil, SH dan Fauziah Maharani.

Suasana semakin syahdu dengan pembacaan syair Melayu oleh Puan Siska Armiza di hadapan para tamu undangan.

Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sosok Saleh Djasit. Ia menilai Saleh Djasit memiliki peran penting dalam menempatkan adat dan budaya Melayu sebagai landasan pembangunan di Riau.

Menurut Datuk Seri Taufik, visi Riau sebagai pusat budaya Melayu Asia Tenggara yang dirintis pada masa kepemimpinan Saleh Djasit masih menjadi arah pembangunan hingga kini.

Ia juga mengapresiasi semangat Saleh Djasit yang tetap produktif menulis di usia lanjut, yang dinilai menjadi inspirasi bagi banyak pihak.

Dalam sekapur sirihnya, Saleh Djasit mengungkapkan bahwa proses penulisan buku tersebut dimulai sejak tahun 2008. Buku itu baru rampung setelah 18 tahun dengan bantuan tiga editor, serta dorongan dari almarhum Chaidir yang juga menulis kata pengantar.

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi referensi bagi keluarga dan masyarakat serta meluruskan kisah perjalanan hidupnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi adat arak-arakan buku dan tepuk tepung tawar yang diiringi gendang panjang dan nafiri. Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan sampul buku, penyerahan buku dan sertifikat kepada pemberi testimoni, serta penayangan videografi tentang isi dan perjalanan penulisan buku tersebut.***(mr)

Kasus Langka Remaja 14 Tahun 2 Rahim di Riau

Kasus Langka Remaja 14 Tahun 2 Rahim di Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)– RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau berhasil menangani kasus medis langka yang dikenal sebagai sindrom Herlyn-Werner-Wunderlich (HWW) pada seorang pasien remaja berusia 14 tahun.

Kasus ini tergolong unik karena pasien diketahui memiliki dua rahim, dua serviks, satu vagina, dan hanya satu ginjal. Kondisi tersebut menyebabkan salah satu rahim mengalami sumbatan, sehingga darah menstruasi tidak dapat keluar dan menumpuk hingga ke saluran tuba.

Akibatnya, pasien mengalami pembesaran dan peregangan organ reproduksi yang memicu nyeri hebat di perut setiap kali menstruasi.

Penanganan kasus ini melibatkan tim dokter spesialis, yakni dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fertilitas, Endokrin, dan Reproduksi, dr. Imelda E Baktiana serta dokter spesialis Obgyn Konsultan Uroginekologi dan Rekonstruksi, dr. Dafnil Akhir Putra.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan penunjang seperti USG abdomen, USG transrektal, dan MRI, tim dokter memutuskan melakukan operasi gabungan pada Senin (13/04/2026).

“Kasus ini termasuk langka karena kemungkinan terjadinya di bawah 1 persen atau sekitar 1 dari 600 pasien dengan gangguan pembentukan organ reproduksi,” ujar dr. Imelda.

Dalam tindakan tersebut, dr. Dafnil bertugas membuka dinding atau sekat yang menyumbat rahim melalui liang vagina, kemudian mengeluarkan darah menstruasi yang menumpuk serta melakukan rekonstruksi vagina agar kembali seperti semula.

Sementara itu, dr. Imelda melakukan prosedur histeroskopi, yakni tindakan minimal invasif menggunakan selang tipis berkamera untuk melihat kondisi rongga rahim. Ia juga melakukan laparoskopi guna membersihkan darah yang telah menyebar hingga ke rongga perut.

“Melalui histeroskopi dan laparoskopi, kami dapat memastikan kondisi rahim sekaligus membersihkan darah yang sudah menyebar ke rongga perut secara minimal invasif,” jelas dr. Imelda.

Pascaoperasi, kondisi pasien dilaporkan stabil. Jika tidak ada kendala, pasien direncanakan dapat pulang sehari setelah tindakan dan melanjutkan kontrol rutin di poliklinik.

Terkait kondisi dua rahim yang dialami pasien, dr. Imelda dan dr. Dafnil menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi akibat kelainan atau kegagalan pembentukan organ reproduksi sejak awal kehamilan.

“Meskipun mekanisme kelainan fisiknya sudah diketahui, penyebab pasti gangguan perkembangan embrio ini belum sepenuhnya dipahami,” terang dr. Dafnil.

Keduanya juga mengimbau para ibu yang sedang merencanakan kehamilan maupun yang sedang hamil untuk menjaga asupan gizi dan rutin memeriksakan kandungan.

“Kami berpesan agar ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan atau posyandu terdekat,” ujar dr. Imelda.

Selain itu, orang tua juga diminta lebih waspada terhadap kondisi anak perempuan yang memasuki masa pubertas.

“Apabila anak perempuan usia 10 hingga 14 tahun mengalami nyeri haid berlebihan atau bahkan tidak mengalami haid sama sekali, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambah dr. Dafnil.

Pihak rumah sakit juga menegaskan kesiapan dalam menangani kasus serupa. “Jangan ragu apabila dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, karena kami memiliki tenaga medis dan peralatan yang sangat mumpuni untuk menangani kasus seputar kandungan dan sistem reproduksi wanita,” tutup dr. Imelda.***(mr)

Lantik Pj Sekda Yusmar, Bupati Anton Berharap Kinerja Birokrasi Maksimal

Rohul(SegmenNews.com)– Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) resmi memiliki Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) yang baru. Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, melantik dan mengambil sumpah jabatan Drs. H. Yusmar, M.Si sebagai Pj Sekda Rohul dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Rohul, Senin (13/04/2026).

Pelantikan tersebut menandai babak baru dalam struktur birokrasi daerah, setelah sebelumnya Yusmar menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda. Dengan status baru sebagai Penjabat Sekda, Yusmar kini memiliki kewenangan yang lebih luas dan legitimasi hukum yang kuat dalam mengoordinasikan jalannya pemerintahan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Anton menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kinerja birokrasi dan pelayanan publik di Kabupaten Rokan Hulu.

“Pelantikan ini dilakukan agar tugas-tugas administratif pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan lebih baik, lebih terarah, serta maksimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Bupati Anton.

Ia juga menambahkan bahwa peran Sekretaris Daerah sangat vital dalam menjaga stabilitas roda pemerintahan serta memastikan seluruh program pembangunan berjalan efektif.

“Saya berharap Pj Sekda dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, menjaga koordinasi lintas perangkat daerah, serta meningkatkan responsivitas pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Prosesi pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti, SH, MM, Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini, serta para kepala dinas, badan, dan kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.

Drs. H. Yusmar, M.Si sendiri bukanlah sosok baru dalam birokrasi Rohul. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, yang telah memiliki pengalaman panjang dalam bidang pemerintahan dan pembangunan daerah.

Dengan amanah sebagai Pj Sekda, Yusmar diharapkan mampu menjamin stabilitas administrasi pemerintahan, memastikan seluruh proses birokrasi berjalan sesuai regulasi, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dalam menjalankan tugasnya sebagai Penjabat Sekretaris Daerah, yang bersangkutan juga memperoleh hak serta fasilitas jabatan sebagaimana mestinya.***(inf)

Haru dan Penuh Syukur, Zaimar Wujudkan Impian Haji Setelah 10 Tahun Menunggu

Haru dan Penuh Syukur, Zaimar Wujudkan Impian Haji Setelah 10 Tahun Menunggu

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Perjalanan menuju Tanah Suci akan menjadi momen yang tak terlupakan bagi Zaimar, jamaah calon haji berusia 81 tahun asal Pekanbaru, Riau. Di usia senja, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk memenuhi panggilan ibadah haji, bahkan dengan kondisi fisik yang masih kuat berjalan kaki dalam jarak jauh.

Didampingi anak keduanya, Meldawati (65), Zaimar berangkat dengan penuh rasa haru setelah penantian panjang selama sekitar 10 tahun. Baginya, kesempatan ini adalah anugerah besar yang tak pernah ia sangka akan datang di usia sekarang.

“Alhamdulillah, rasanya sangat haru dan tidak menyangka. Di usia seperti ini, Allah masih memberi kesempatan untuk memenuhi panggilan-Nya,” ujarnya.

Zaimar mengungkapkan, perjalanan menuju haji dimulai sejak sekitar 13 tahun lalu ia mendaftar haji melalui BRK Syariah. Ia menabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya menunggu giliran keberangkatan.

“Ini memang doa yang terjawab. Keinginan untuk menyempurnakan rukun Islam,” katanya.

Meski telah berusia lanjut, Zaimar tetap menunjukkan semangat luar biasa dalam mempersiapkan diri, terutama dari sisi kesehatan. Ia rutin melakukan pemeriksaan kesehatan serta menjaga pola makan agar tetap bugar menjelang keberangkatan.

“Keluarga sangat membantu, memastikan kondisi saya tetap fit. Sekarang saya juga masih aktif berjalan kaki pagi hari, membersihkan pekarangan rumah juga masih kuat,” tambahnya.

Dukungan keluarga menjadi kekuatan tersendiri bagi Zaimar. Anak-anaknya turut berperan besar dalam setiap proses persiapan hingga keberangkatan ke Tanah Suci.

“Mereka sangat mendukung. Perasaan mereka campur aduk, ada haru, bahagia, juga kekhawatiran, tapi lebih banyak doa yang mengiringi,” ungkapnya.

Perjalanan hidup yang penuh ujian justru menjadi bekal spiritual yang menguatkannya hingga sampai di titik ini. Baginya, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan puncak perjalanan spiritual.

“Haji adalah tempat saya kembali mendekatkan diri kepada Allah,” tuturnya.

Di akhir perbincangan, Zaimar berpesan kepada generasi muda agar tidak menunda niat berhaji jika sudah memiliki kemampuan.

“Kalau sudah mampu, jangan ditunda. Niatkan dari sekarang, karena kesempatan belum tentu datang dua kali,” pesannya.

Kisah Zaimar menjadi bukti bahwa keteguhan niat, kesabaran, dan doa mampu mengantarkan seseorang mewujudkan impian, bahkan di usia yang tak lagi muda.***(rl)

BRK Syariah Dampingi ASN Pra Pensiun dan Pensiunan Tanjungpinang-Bintan dalam Ramah Tamah dan Layanan Syariah

BRK Syariah Dampingi ASN Pra Pensiun dan Pensiunan Tanjungpinang-Bintan dalam Ramah Tamah dan Layanan Syariah

Tanjungpinang(SegmenNews.com)- PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) kembali memperkuat jalinan silaturahmi bersama nasabah setianya melalui kegiatan ramah tamah yang ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pra pensiun dan purnabakti Kota Tanjungpinang dan kabupaten Bintan, bertempat di Lapangan Pamedan, pada Jumat (10/04/2026).

Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momentum istimewa bagi para abdi negara dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan untuk berkumpul dan mendapatkan layanan kesehatan serta literasi keuangan syariah. Diawali dengan senam jantung sehat yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian door prize.

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah psikososial bagi para pensiunan.

“Acara yang digelar ini sangat bagus dan sangat dibutuhkan oleh para pra pensiun dan pensiunan, karena menjadi tempat untuk temu kangen dan berbagi kegembiraan bersama. Selain itu, fasilitas yang disediakan sangat dibutuhkan seperti cek kesehatan gratis, senam jantung sehat, dan juga door prize yang menarik. Harapannya, kegiatan serupa dapat selalu dilaksanakan untuk para pra pensiun maupun pensiunan,” ujar Lis Darmansyah.

Senada dengan yang disampaikan Walikota tanjungpinang, Pemimpin Divisi Konsumer BRK Syariah Irsyadi Sukri menegaskan komitmen bank untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat di Pulau Bintan melalui layanan yang inklusif.

BRK Syariah hadir di tengah-tengah masyarakat Pulau Bintan untuk memberikan layanan bagi seluruh nasabah, termasuk para pensiunan ASN di wilayah ini. Kami berkomitmen mendampingi masa purna bakti nasabah dengan produk-produk yang sesuai prinsip syariah,” ungkapnya. Ia juga memberikan peringatan khusus mengenai keamanan digital. “Kami mengingatkan pentingnya berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan melalui media sosial yang dapat merugikan nasabah.” kata Irsyadi.

Sebagai bagian dari edukasi finansial, tim dari Divisi Konsumer, Divisi Dana dan Digital Banking, serta jajaran AO dan FO BRKS Tanjungpinang Pamedan, BRKS Tanjungpinang Teuku Umar, dan BRKS Bintan memaparkan berbagai solusi jasa keuangan. Produk yang diperkenalkan meliputi Pembiayaan Pra Pensiun, Pembiayaan Kredit Ekstra (PKE), Rahn (Gadai Syariah), serta program Simpanan Terencana, yang bisa digunakan oleh nasabah pra pensiun dan purnabakti.

Rangkaian acara ditutup dengan pemaparan informasi dari PT Taspen mengenai layanan ketaspenan, guna memastikan para ASN memiliki pemahaman yang jelas mengenai hak dan prosedur layanan pasca pensiun. Sinergi ini membuktikan bahwa BRK Syariah tidak hanya berperan sebagai lembaga perbankan, melainkan juga mitra setia dalam menjaga kesejahteraan dan keberkahan masa purna bakti para nasabahnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Ketua TP PKK Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, Kepala BKPSDM Kota Tanjungpinang, Achmad Nur Fatah, Sekretaris BKPSDM Kabupaten Bintan, Dian Molivia. Branch Manager (BM) BRKS Tanjungpinang Pamedan, Abdul Rohim, BM BRKS Bintan, Imam Hadi Suryono, BM BRKS Tanjungpinang Teuku Umar, Baharudin, serta tamu undangan lainnya.***(rl)

Sidang Perintangan, Saksi Sekwan Bantah Terlibat Soal Stempel

Sidang Perintangan, Saksi Sekwan Bantah Terlibat Soal Stempel

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Tabir gelap yang menyelimuti kasus dugaan perintangan penyidikan (obstruction of justice) di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru mulai tersingkap benderang. Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (13/04/2026), sebuah fakta krusial muncul dan seketika mematahkan spekulasi liar yang selama ini menyudutkan Sekretaris Dewan (Sekwan), Hambali.

Duduk sebagai saksi, Hambali memberikan keterangan yang sangat menentukan di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Jhonson Perancis. Poin paling krusial adalah terkait temuan 38 stempel palsu milik berbagai instansi pemerintah daerah yang diduga digunakan untuk melegitimasi SPPD fiktif tahun 2024.

*Saksi Hambali Bantah Terlibat Soal Stempel*

Di bawah sumpah, Hambali secara eksplisit membantah keterlibatannya dalam pembuatan maupun penggunaan puluhan stempel tersebut. Saat Hakim Ketua melontarkan pertanyaan tajam mengenai apakah ada perintah darinya untuk membuat stempel tersebut, Hambali menjawab dengan nada tenang namun tegas.

“Tidak ada saya menyuruh membuat stempel apa pun, Yang Mulia. Saya juga tidak tahu adanya stempel tersebut,” tegas Hambali.

Yang paling menarik perhatian publik di ruang sidang bukanlah sekadar bantahan dari sang Sekwan, melainkan reaksi dari terdakwa Jhonny Andrean. Ketika Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada Jhonny untuk menanggapi, ajudan yang berstatus Tenaga Harian Lepas (THL) tersebut justru mengamini seluruh keterangan saksi.

“Saya menerima seluruh keterangan saksi, Yang Mulia,” ujar Jhonny singkat tanpa sedikit pun keberatan.
Pernyataan “tidak keberatan” dari terdakwa ini merupakan titik balik (turning point) yang secara hukum menggugurkan opini bahwa ada perintah dari Sekwan di balik aksi ilegal tersebut.

*Analisis Hukum: Bobot Pembuktian dan “Acceptance” Terdakwa*

Dari kacamata hukum acara pidana (KUHAP), sikap terdakwa Jhonny Andrean yang menerima seluruh keterangan Hambali memiliki implikasi hukum yang sangat kuat.

Secara yuridis, ketika terdakwa menyatakan tidak keberatan terhadap keterangan saksi, maka keterangan tersebut dianggap sebagai kebenaran materil yang disepakati oleh kedua belah pihak di hadapan hakim. Artinya, pengakuan Jhonny secara tidak langsung menegaskan bahwa inisiatif atau perbuatan terkait 38 stempel tersebut bukanlah atas perintah atau sepengetahuan Hambali.

Analisis tajam lainnya tertuju pada pasal perintangan penyidikan yang didakwakan kepada Jhonny. Upaya menghalang-halangi penyidikan yang dilakukan oleh terdakwa seperti menyembunyikan atau memanipulasi bukti kini justru terlihat sebagai tindakan personal atau mandiri, mengingat fakta persidangan tidak menunjukkan adanya “rantai komando” dari Sekwan terkait barang bukti stempel palsu tersebut.

Adapun pengakuan Hambali mengenai uang di dalam jok motor, hal tersebut justru menunjukkan transparansi saksi. Dengan lugas ia mengakui uang itu miliknya untuk keperluan pembayaran tiket pesawat, bukan uang yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang sedang disidik. Kejujuran saksi dalam hal kecil ini justru memperkuat kredibilitas keterangannya dalam hal besar, yakni soal stempel.

*Menepis Narasi Luar Persidangan*

Munculnya pemberitaan yang mencoba menyeret nama Sekwan sebagai dalang di balik stempel palsu kini terbantahkan oleh realita di kursi pesakitan. Narasi-narasi yang dibangun oleh pihak tertentu di luar persidangan terbukti tidak sinkron dengan pengakuan terdakwa sendiri di hadapan hukum.

Kasus ini bermula dari penggeledahan Kejari Pekanbaru pada Desember 2025 lalu. Namun, seiring berjalannya sidang, konstruksi hukum semakin mengarah pada pertanggungjawaban personal terdakwa Jhonny Andrean atas tindakannya menghalangi proses hukum.

Dengan fakta persidangan terbaru ini, publik kini disuguhkan pada kebenaran yang objektif: Bahwa sangkalan Sekwan Hambali bukan sekadar pembelaan diri, melainkan fakta yang dibenarkan oleh terdakwa sendiri.***(rl)

Pemko Pekanbaru Pastikan WFH Tak Ganggu Pelayanan Publik, ASN Diawasi

Pemko Pekanbaru Pastikan WFH Tak Ganggu Pelayanan Publik, ASN Diawasi

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, memastikan bahwa penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat akhir pekan tidak mengganggu pelayanan publik yang ada.

Pemko Pekanbaru menerapkan WFH secara bergiliran kepada ASN, sehingga pelayanan publik tetap bisa berjalan dengan baik.

“Yang paling penting, WFH ini tidak mengganggu pelayanan publik kita. Makanya digilir WFH nya,” kata Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, pihaknya tetap melakukan evaluasi terhadap penerapan skema WFH ini dalam rangka penghematan energi. WFH yang dilakukan pegawai diharapkan benar-benar efektif dalam upaya efisiensi energi, tanpa menggangu pelayanan publik.

“Memang evaluasi kita, ada beberapa catatan terkait efektifitas kerja. Terutama masalah kinerja dan tolak ukur dalam WFH,” terang Markarius.

Ia meminta agar masing-masing Kepala OPD bisa mengawasi pegawainya dengan baik. Harus ada tugas atau pekerjaan disertai dengan laporan penyelesaiannya.

“Kita tetap kawal WFH ini. Kepala OPD sudah kita minta mengawal masing-masing pegawainya,” tutup Markarius.***(dis)

Catat! Pekan Ini Operasi Pasar Murah di 3 Kabupaten

Catat! Pekan Ini Operasi Pasar Murah di 3 Kabupaten

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah terus mengupayakan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Perindagkop UKM Riau, M Taufiq Oesman Hamid melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri Tetty Nurdianti menyebutkan akan ada 5 lokasi operasi pasar murah pada pekan ini.

“Sama seperti pekan sebelumnya, digelar selama 5 hari dalam sepekan. Namun, jika sebelumnya satu pekan hanya 1 kabupaten dan selebihnya di Kota Pekanbaru, pekan ini akan digelar pada 3 kabupaten,” kata Tetty Nurdianti.

Untuk lokasi tersebut, dikatakan Tetty, pada Senin, 13 di Halaman Kantor Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak. Kemudian, pada Selasa, 14 April di Halaman Kantor Lurah Pebatuan Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru.

“Pada hari Rabu, 15 April akan digelar di Halaman Kantor Desa Tarai Bangun, Kecamatan Kampar, pada Kamis, 16 April di Halaman Ramayana Kabupaten Pelalawan,” ungkapnya.

Kemudian pada Jumat, 17 April kembali digelar di Kota Pekanbaru, tepatnya di Halaman Kantor Keluraharan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya.

Tetty menyebutkan dengan adanya operasi pasar murah ini, pihaknya ingin memastikan ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga.

“Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan,” kata Tetty.

Bagi yang ingin berbelanja pada kegiatan Operasi Pasar Murah, dikatakan Tetty, pihaknya berharap masyarakat dapat mengantre dengan tertib dan datang pada waktu yang telah ditentukan.

“Pasar murah akan digelar pada pukul 08.30 wib. Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, untuk mengurangi penggunaan kantong plastik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, harga pangan yang diperjualbelikan pada operasi pasar murah, diantaranya beras SPHP dibandrol Rp60rb per 5 kilogram, beras anak daro dan beras sokan kemasan 10 kg dibandrol Rp165rb per 10 kg, beras sokan dan beras anak daro kemasan 5 kg dibandrol Rp83rb.

Untuk minyakita Rp15.500 per bungkus garam krista Rp2rb per 200gram, garam nusantara Rp2rb per 250 gram, tepung segitiga biru Rp13rb per bungkus. Sementara itu cabai merah, bawang merah, bawang putih dan kentang menyesuaikan harga petani dan harga dinamis pada telur ayam.***(mr)

DPRD Pekanbaru Paripurna Penetapan Pansus Pembahasan LKPJ Pemko tahun 2025

Pekanbaru(SegmenNews.com)- DPRD Kota Pejanbaru melaksanakan paripurna 2 agenda sekaligus yakni, Paripurna jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi terkait laporan keterangan LKPJ Pemko tahun 2025 dan Paripurna penetapan keanggotaan Panitia Khusus Pembahasan Laporan Pertanggungjawaban LKPJ Pemko.

DPRD Pekanbaru Paripurna Penetapan Pansus Pembahasan LKPJ Pemko tahun 2025

Paripurna ini dilaksanakan pada rapat Paripurna ke-9 masa persidangan II, di ruang rapat Parupurna DPRD Kota Pekanbaru, Senin 13 April 2026.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri SE MM, didampingi dua wakil ketua, Andry Saputra dan Dikky Suryadi, serta dihadiri anggota dewan lainnya. Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

DPRD Pekanbaru Paripurna Penetapan Pansus Pembahasan LKPJ Pemko tahun 2025

Usai rapat, Markarius menyampaikan bahwa sejumlah isu strategis menjadi sorotan fraksi, mulai dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), infrastruktur, kesejahteraan rakyat (Kesra), pendidikan hingga kesehatan sosial.

DPRD Pekanbaru Paripurna Penetapan Pansus Pembahasan LKPJ Pemko tahun 2025

“Ada beberapa hal yang fokus ditanyakan fraksi-fraksi. Mulai dari PAD, infrastruktur, bidang Kesra, pendidikan, dan kesehatan sosial. Itu yang banyak ditanyakan dan sudah kita jawab satu per satu,” ujarnya.

DPRD Pekanbaru Paripurna Penetapan Pansus Pembahasan LKPJ Pemko tahun 2025

Dalam pemaparannya, Pemko mencatat realisasi PAD tahun 2025 mencapai Rp1,3 triliun. Angka tersebut bersumber dari pajak daerah sebesar Rp1,182 triliun, ditambah retribusi serta pendapatan lain-lain daerah yang sah.

DPRD Pekanbaru Paripurna Penetapan Pansus Pembahasan LKPJ Pemko tahun 2025

Tak hanya itu, Pemko juga mengklaim terjadi surplus anggaran lebih dari Rp200 miliar. Jika ditambah efisiensi belanja proyek dan sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA), total surplus mencapai Rp255 miliar.

“Mudah-mudahan ini menjadi peningkatan yang luar biasa, sehingga kita ada surplus lebih dari Rp200 miliar. Bahkan dengan efisiensi anggaran pekerjaan proyek juga terdapat surplus dengan SiLPA, jadi totalnya Rp255 miliar,” terang Markarius.

DPRD Pekanbaru Paripurna Penetapan Pansus Pembahasan LKPJ Pemko tahun 2025

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bantalan fiskal penting bagi Pemko dalam menghadapi tantangan anggaran 2026, termasuk adanya pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang cukup signifikan.

DPRD Pekanbaru Paripurna Penetapan Pansus Pembahasan LKPJ Pemko tahun 2025

“Ini yang bisa menutupi kekurangan tersebut, sehingga pembangunan di Kota Pekanbaru tetap bisa kita laksanakan dengan baik,” tambahnya.

Pansus Diminta Beri Catatan Konstruktif

Meski seluruh jawaban telah disampaikan, Pemko tetap membuka ruang evaluasi melalui Panitia Khusus (Pansus) LKPj yang dibentuk DPRD. Pansus nantinya akan memanggil OPD terkait untuk mendalami berbagai aspek, mulai dari penerimaan daerah, pelaksanaan infrastruktur hingga program sektoral lainnya.

Markarius berharap, catatan dan rekomendasi Pansus dapat menjadi bahan perbaikan tata kelola pemerintahan ke depan.

Sementara itu, Azwendi Fajri mengapresiasi jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi yang beragam. Ia berharap proses pembahasan LKPj dapat memperkuat harmonisasi antara legislatif dan eksekutif demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.***(Galeri)

Muda Berangkat ke Tanah Suci, Azka dan Nazib Menjemput Panggilan Haji di Usia 20 Tahun

Muda Berangkat ke Tanah Suci, Azka dan Nazib Menjemput Panggilan Haji di Usia 20 Tahun

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Di tengah anggapan bahwa ibadah haji identik dengan usia matang, dua mahasiswa asal Pekanbaru justru membuktikan sebaliknya. Di usia yang baru menginjak 20 tahun, Azka Maulana Putra Fadhli dan Muhammad Nazib Habibbullah menjadi jamaah calon haji termuda nasabah BRK Syariah tahun 2026.

Azka, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau semester 4, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengaku bersyukur sekaligus tidak menyangka bisa mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci di usia muda.

“Alhamdulillah ini benar-benar di luar dugaan saya. Sangat bersyukur bisa dipanggil lebih awal,” ujarnya.

Putra sulung dari empat bersaudara ini memang telah dipersiapkan sejak kecil. Sang ibu, Okta Linda seorang notaris di kawasan Harapan Raya mendaftarkannya haji sejak usia 5 tahun melalui BRK Syariah. Tahun ini, Azka akan berangkat bersama ibunya.

Bagi Azka, keputusan berhaji sejak dini bukan tanpa alasan. Ia ingin memulai perjalanan spiritual lebih cepat, selagi masih memiliki kemampuan fisik dan kesempatan.

“Selain menabung, saya juga mempersiapkan diri dengan belajar manasik dan memperkuat mental,” katanya.

Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam perjalanannya. Ia menyebut orang tua sebagai sosok yang tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga arahan dalam memahami makna ibadah haji.

Azka berharap, perjalanan ini menjadi titik awal perubahan dalam hidupnya.

“Semoga setelah pulang, saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih matang dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Senada dengan Azka, Muhammad Nazib Habibbullah mahasiswa Manajemen Universitas Riau semester 4 juga menjadi jamaah termuda yang akan berangkat tahun ini. Nazib dijadwalkan tergabung dalam kloter 3, rombongan pertama dari Riau yang berangkat ke Tanah Suci.

Nazib akan menunaikan ibadah haji bersama keluarganya sang ibu Dewi Kartini (51), ayah (56), dan kakaknya (25). Ia sendiri telah didaftarkan sejak 2018, sementara sang kakak lebih dahulu mendaftar pada 2016.

“InsyaAllah tahun ini kami bisa berangkat bersama sekeluarga. Ini momen yang sangat kami nantikan,” ujar Nazib didampingi ibunya.

Bagi Nazib, perjalanan ini bukan hanya ibadah, tetapi juga kesempatan mempererat ikatan keluarga dalam suasana spiritual yang mendalam.

Kisah Azka dan Nazib menjadi pengingat bahwa haji bukan semata tentang usia, melainkan kesiapan dan niat. Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, keduanya mampu membagi waktu antara aktivitas akademik dan persiapan manasik.

Azka pun menyampaikan pesan kepada generasi muda seusianya agar tidak menunda merencanakan ibadah haji.

“Mulai dari sekarang. Haji bukan hanya untuk yang sudah tua. BRK Syariah juga sangat membantu mewujudkan berangkat haji muda melalui Tabungan Haji Muda. Menabung sedari dini untuk mendapatkan porsi haji,” pesannya.

Perjalanan mereka ke Tanah Suci bukan sekadar ritual, tetapi juga langkah awal menuju perubahan diri, membawa harapan, kedewasaan, dan makna hidup yang lebih dalam.***(rl)