Beranda blog Halaman 1556

Plt Wako Pekanbaru Ingatkan OPD Laporkan Keuangan 2017

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, S.Si langsung merespon keluhan dari Badan Pengelola Keuangan Aset dan Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru yang menyebut masih adanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang belum menyerahkan laporan pertanggungjawaban keuangan tahun 2017.

Ayat saat dikonfirmasi menyebutkan jika hal ini sudah diingatkan kepada seluruh Kepala OPD untuk segera menuntaskan laporan keuangan sebelum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit ke Pemko Pekanbaru.

“Kemarin saya sudah sampaikan kepada seluruh OPD terkait yang belum menyerahkan laporan keuangan untuk segera mungkin menuntaskan laporan keuangan tahun 2017,” ujar Ayat, Rabu (21/2).

Ayat berharap sebelum BPK Perwakilan Riau turun melakukan audit, seluruh OPD yang belum untuk segera melaporkan pertanggungjawaban ke BPKAD Kota Pekanbaru.

“Dari laporan kemarin kan baru enam OPD yang menyerahkan. Artinya masih banyak OPD yang belum menyerahkan laporan keuangan. Untuk itu saya tegaskan kembali, segera laporkan keuangan sampai 100 persen sebelum BPK turun,” pinta Ayat.***(hen/kmf).

Sidang Korupsi Dispenda Riau, Saksi Sebut Kabid Pajak Tahu Pemotongan Dana

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Said, staf Bidang Pajak, Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Riau tahun 2015-2016, menyebutkan, Kabid Pajak Genta, mengetahui adanya pemotongan 10 persen dana perjalanan dinas yang saat ini diperkarakan di Pengadilan.

Saksi yang dihadirkan jaksa di persidangan

Hal ini diungkapkan Said, ketika memberi kesaksian dalam perkara korupsi pemotongan dana UP, GU dan SPPD di Dispenda Riau tahun 2015-2016, dengan terdakwa Deyu, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (21/2/2018).

“Saya tahu Kabid Pajak, Genta, mengetahui adanya pemotongan dana SPPD sebesar 10 persen tersebut, karena pak Genta menceritakannya kepada saya,” ujar Said.

PT. Timah Serahkan Bantuan Mesin Damkar untuk Pemcam Rangsang

Meranti(SegmenNews.com)- PT Timah Tbk menyerahkan bantuan mesin pemadam kebakaran “Waterax”, kepada pemerintah Kecamatan Rangsang, Kabupaten Meranti, Rabu (21/02/18). Bantan ini disalurkan melalui program Corporate Social Responbility (CSR).

PT. Timah Serahkan Bantuan Mesin Pemadam Kebakaran untuk Pemcam Rangsang

“Peralatan pemadam kebakaran dengan nilai mesin 143 jutaan dan ditambah peralatan lain hampir 170 jutaan ini semoga bermanfaat untuk masyarakat Kecamatan Rangsang dalam rangka penanggulangan Karhutla,” kata Direktur PT. Timah TBK melalui Kabid Adm keuangan Eko Yuri.

Bantuan yang dikucurkan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang pertambangan atau ekplorasi timah itu, bertujuan untuk meningkatkan harmonisasi dengan elemen masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Setelah bantuan ini diserahkan, kita harapkan Pemerintah Daerah juga siap memberikan dukungan untuk operasionalnya,” harap Eko.

Dalam serangkaian pidatonya, Camat Rangsang Tunjiarto, MPd mengucapkan terimakasih atas bantuan program CSR yang telah diberikan PT. Timah untuk wilayahnya, diceritakannya Kecamatan Rangsang salah satu Kecamatan yang sangat rawan dan mudah mengalami kebakaran lahan.

“Ya seperti langganan Kebakaran Lahan, seperti di Desa Tanjung Gemuk , Tanjung Medang dan Wono Sari. Apakah karena Daerah ini merupakan Daerah gambut ya, mendekati imlek ini saja lahan yang terbakar sebanyak 16.4 ha, dan baru dalam waktu 3 hari bisa dipadamkan,” cerita Tuji.

Kalau dihitung keseluruhan, ujarnya. Selama 2018 lebih kurang 18 ha lahan yang terbakar, untuk itu dalam rangka menghadapi musim panas ini, langkah awal pihak kecamatan yakni melakukan pencegahan kemasyarakat seperti rapat dan pertemuan serta monev di lapangan bersama staf satpol ke setiap desa

“Upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kecamatan ini kita juga minta bantuan PT SRL dan melibatkan Perangkat Desa termasuk TNI/Polri,” sampainya sembari mengakhiri pidato.***(Dham)

Galeri: Pengukuhan Pencak Silat Dua Serangkai Oleh Anggota DPRD Inhil Mu’ammar

Kota Baru(SegmenNews.com)– Anggota DPRD Indragiri Hilir Mu’ammar AR, S.Sos,I, M.Si mengukuhkan kepengurusan perguruan pencak silat dua serangkai, Sabtu (3/2/18), bertempat di parit 3, Dusun Teladan, Desa Kotabaru Seberida, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Anggota DPRD Inhil, Mu’ammar AR, S.Sos,I, M.Si bersama Muhtar/Busu Tar (Guru Besar Perguruan Pencak Silat Dua Serangkai)

Acara pengukuhan dimulai pukul 13:00 hingga pukul 17.00 WIB. Turut menghadiri perwakilan Perguruan Pangean, Selendang Biru dan Setia Hati Terate.

Ketua pelaksana acara sekaligus mewakili sambutan dari Guru Besar Pencak Silat Dua Serangkai (Muhtar/Busu Tar), Zura’i menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh tokoh masyarakat, ulama dan perwakilan perguruan pencak silat yang turut berpartisipasi pengukuhan perguruan pencak silat dua serangkai ini.

“Kami mengucapkan ribuan terimakasih kepada tokoh-tokoh masyarakat dan para alim ulama serta masing-masing perguruan pencak silat juga masyarakat setempat yang turut berpartisipasi untuk hadir dalam acara ini,” sampai Zura’i.

Ia berharap, pemerintah turut memberikan perhatian dan suportnya kepada putra dan putri daerah, dalam melestarikan kebudayaan warisan leluhur bangsa.

Kepada anggota pencak silat dua serangkai, Zura’i berpesan agar saling menjaga kedisiplinan, kebersamaan dan kekeluargaan dalam melestarikan budaya silat. Ini demi menjaga Kebudayaan melayu di Kecamatan Keritang. Begitupun juga dengan rekan-rekan perguruan silat lainnya.

Hal senada juga disampikan oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Keritang yang disampaikan, H.Zulkifli (Haji Zul). Dilanjutkan dengan Ketua Umum Perguruan Pencak Silat Dua Serangkai, R.Amrizal (Pak Si’am).

Rangkaian kegiatan pengukuhan ini diikuti antusias oleh masyarakat setempat, dan respon positif timbul dikalangan tokoh-tokoh masyarakat dan para alim ulama di kecamatan keritang kabupaten Indragiri Hilir.

Guru Besar Dua Serangkai Datuk Muhtar/Busu, Tar mengatakan, bahwa seni pencak silat merupakan budaya kebanggaan bangsa yang perlu dilestarikan. Untuk itu, Ia mengajak seluruh lapisan masayrakat menjaga budaya adat melayu hingga zaman yang akan datang.

“Marilah kita jaga bersama-sama warisan adat Melayu kita, yang mana di zaman sekarang ini budaya kita sudah terlihat hampir punah dinegeri sendiri,” ajak Datuk Muhtar.

Kegiatan pengukuhan ini dilanjutkan kembali malam hari, pada pukul 20:00 WIB s/d selesai, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada 17 dewan pelatih silat dua serangkai, yang diberikan langsung oleh bapak Mu’ammar AR, S.Sos,I, M.Si.***(adv)

Berikut Galerti Fotonya:

Anggota DPRD Inhil, Mu’ammar AR, S.Sos,I, M.Si mengukuhkan Perguruan Pencak Silat Dua Serangkai
Pemberian piagam kepada pengurus Perguruan Pencak Silat Dua Serangkai

Zura’i / Pi’i (Ketua Pelaksana acara sekaligus Wakil Guru Silat Dua Serangkai)
H. Zulkifli / Haji Zul (Ketua LAMR Kec.Keritang)
MUHTAR / Busu Tar
(Guru Besar Perguruan Pencak Silat Dua Serangkai)
R. Amrizal / Pak Si’am
(Ketua Umum Perguruan Pencak Silat Dua Serangkai)

Kejari Rohil Kembalikan Uang Korupsi Bappeda Rp1,8 Miliar ke Pemda

Rohil(SegmenNews.com)- Kejaksaan Negeri Kabupaten Rokan Hilir mengembalikan uang hasil sitaan tindak pidana korupsi di Bappeda ke Pemda Rohil senilai Rp1,8 miliar.

Uang tersebut langsung diserahkan oleh Kepala Kejari Rohil, Bima Suprayoga kepada Plt Bupati Rohil Drs H Jamiludin, Rabu (21/2/2018) di lantai dua Bank BRI Bagansiapiapi.

Pengembalian disaksikan Sekda Rohil Surya Arfan, Kepala BPKAD Syafrudin, Kepala Bapenda Cici Mawardi serta Kasi Intel Odit Megonondo, Kasi Pidsus Mohtar Arifin dan jaksa lainnya.

“Uang yang kita titipkan di Bank BRI ini merupakan hasil penyelamatan uang Negara dari tindak pidana korupsi yang terjadi di Bappeda Rohil tahun anggaran 2008-2011 yang telah mempunyai hukum tetap sebesar Rp 1.826.313.633 dari terpidana Drs. Wan Amir Firdaus,” sampai Kajari Bima.

Lanjut Bima, ada juga uang denda pidana sebesar Rp.300 juta. Namun yang di kembalikan hanya berupa uang korupsi yang berhasil diselamatkan.

“Ini semua merupakan hasil Tim yang telah mempunyai keputusan tetap. Sesuai perintah undang-undang dan putusan Hakim, bahwa uang ini dikembalikan kepada Negara Cq Pemda Rohil,”jelas Bima

Bima juga berharap uang yang telah dikembalikan itu dapat bermanfaat bagi Pemda dan kedepannya tidak terjadi lagi terjadi hal yang sama melakukan tindak pidana korupsi di Rokan Hilir.***(Chan)

Lima Hektar Lahan Gambut di Kampung Penyengat-Siak Terbakar

Siak(SegmenNews.com)- Lima hektare lahan gambut di Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak terbakar, Selasa (20/2/18). Saat ini api sudah berhasil dipadamkan, hanya tinggal pendinginan.

Lima Hektar Lahan Gambut di Kampung Penyengat-Siak Terbakar

Titik api yang tidak terpantau satelit tersebut, terjadi pada titik koordinat longitude 102.35194 dan latitude 0.83360, diatas lahan kosong ditumbuhi belukar dengan kondisi tanah gambut.

Untuk memadamkan api, sebanyak 28 personel gabungan diterjunkan menuju lokasi yang berjarak 1 km dari akses jalan tersebut.

“Personel gabungan yang diturunkan diantaranya 5 personel Polri, 4 personel TNI, 7 Damkar Kecamatan Sungai Apit, 7 personel Maggala Agni,

dan 5 personel Masyarakat peduli Api, dibantu sejumlah relawan masyarakat Kampung penyengat” kata Camat Sungai Apit Suparni, yang memimpin langsung regu pemadaman bersama Kapolsek Sungai Apit AKIP Hendrix, SH, MH, dan Danramil Sungai Apit Kapten Inf. S. Sinaga.

Sebutnya, regu pemadam terpaksa melakukan aksi pemadaman secara manual dilokasi lahan terbakar tersebut dikarenakan kondisi air yang jauh dari lokasi lahan yang terbakar. Selain itu, tim gabungan juga membuat sekat api dan embung air dengan menggunakan alat ekskapator.

“Kita juga memaksimalkan 1 unit mesin pompa air mini milik satgas MPA Kampung Penyengat dan 1 unit mesin pompa air matrix milik Manggala Agni. Alhamdulillah hingga pukul 19.00 Wib titik api dilokasi lahan terbakar sudah berhasil dipadamkan dan dilakukan langkah pendinginan, namun masih mengeluarkan asap karena kondisi tanah gambut,” jelas Suparni.

Sementara identitas pemilik lahan lokasi kebakaran kata Suparni, saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwajib.***(Rinto)

Akibat Karhutla, Puluhan Warga Riau Terjangkit ISPA

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi beberapa minggu belakangan ini, menyebabkan puluhan warga Provinsi Riau mengalami penyakit Infeksi Saluran Pernapasan atau ISPA.

Kadis Kesehatan, Mimi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Luyani, Rabu (21/2/18) menyebutkan, data keseluruhan terjangkit ISPA sebanyak 23 orang. Diantaranya, 7 orang di Kabupaten Pelalawan, 3 di Meranti, 5 di Rokan Hulu, 5 di Dumai dan 3 orang di Inhil.

“Mereka yang terjangkit ISPA didominasi oleh Balita dan anak-anak,” kata Mimi.

Mimi menghimbau, agar masyarakat mengurangi aktifitas di luar rumah.

Seperti diketahui, pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan Riau siaga darurat kebakaran lahan dan hutan.***(ran)

Pansus I DPRD Meranti Konsultasi RPIK ke Dinas Perindustrian Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pansus I DPRD Kepulauan Meranti lakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas Perindustrian Provinsi Riau, Rabu (21/2/18). Kunker tersebut rangka konsultasi mekanisme Rencana Pengembangan Industri Kabupaten(RPIK).

Dalam pertemuan di ruang rapat Gedung Menara, Pekanbaru. Dedi Putra SHi beserta anggota didampingi Kepala Dinas Penindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti M. Aza Fahroni mempertanyakan tentang legalitas RTRW, kedudukan industri unggulan dan tentang apa saja kendala dan mekanisme RPIK.

Dalam sesi tanya jawab itu, Sekretaris  Penindustrian Provinsi Riau, Ir H.M Suip MM memaparkan dari hasil pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu, kawasan Meranti sudah diajukan sebagai Kabupaten yang memiliki potensi industri.

Namun tidak terlepas dari sumber daya yang ada dikabupaten tersebut, industri apa saja yang akan bisa dikembangkan sepanjang 20 tahun mendatang contohnya agro-non agro, IKM dan budaya.

Menurutnya, hal inilah yang harus dicermati bersama agar menjadi prioritas beberapa tahun kedepan, serta meminta dukungan secara penuh khususnya RPIK di Kabupaten Meranti.

Namun, ujarnya. Untuk hal penetapan RPIK tersebut harus terfokus dari segi penganggaran yang ada agar tepat sasaran. “Sesuai dengan harapan kita bersama yakni mengembangkan pembangungan secara menyeluruh di Kabupaten Kepulauan Meranti,” terang M. Suip.

Hasil dari konsultasi tersebut diharapkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan komisi B agar berkoordiansi langsung untuk mengsingkronisasi pelaksanaan Perda terkait kerja sama lintas OPD dan penganggaran di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Selain dihadiri Ketua Pansus Dedi Putra dan M. Aza Faroni rapat konsultasi itu juga dihadiri Wakil Ketua Pansus Darsini,Anggota Musdar,Asmawi,Taufiek dan E Miratna.***(Dham/Sekwan)

Polisi Amankan dua Wanita di Rohul Terduga Penggelapan

Rohul(SegmenNews.com)- Unit Reskrim Polsek Rambah, Rokan Hulu, Riau, mengamankan dua orang wanita terduga penggelapan dan penadah sepeda motor.

Kapolres Rohul, AKBP Yusup Rahmanto, melalui Paur Humas, Rabu (21/2/2018) menyebutkan dua wanita itu, AR (39) warga pasar Tangun dan SA (28) warga Barumun Padang Lawas. Mereka ditangkap di Jalan Syeh Ismail Desa Rambah Tengah Utara, Rambah, Senin (19/2/018) pukul 14.00 Wib.

Kronoligis kejadian berawal, Rabu tanggal 14 Februari 2018 sekira pukul 09.30 wib korban SE berangkat dari rumah menuju bengkel dijalan Syeh Ismail Simpang Tangun Desa Rambah Tengah Utara (RTU).

Sekira pukul 10.00 wib, pelaku AR datang dengan berjalan kaki dan meminjam sepeda motor korban honda beat BM 5646 JP, warna pink, dengan alasan untuk membeli jeruk di Simpang Tangun.

Namun, sampai keesokan harinya Kamis (15/2/2018), AR tidak datang mengembalikan sepeda motor itu, sehingga kemudian korban mencari AR ke Sibuhuan akan tetapi AR  tidak juga ditemukan.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp. 7.000.000, sehingga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rambah untuk ditindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Setelah mendapat laporan itu, Unit Reskrim Polsek Rambah langsung melakukan penyelidikan dan pada Senin (19/2 2018) sekira pukul 14.00 WIB, pelaku AR berada disebuah warnet di Simpang Kumu Rambah Hilir.

Mendapat info tersebut, Kapolsek Rambah AKP DIDI ANTONI,SH.MH memerintahkan kanit Reskrim dan anggotanya berangkat ke lokasi, dan melakukan penangkapan terhadap pelaku penggelapan tersebut.

Sesampainya di Simpang Kumu, Kanit Reskrim bersama anggotanya langsung melakukan penangkapan terhadap AR yang saat itu sedang duduk didalam warnet.

Interogasi terhadap pelaku, didapat keterangan bahwa sepeda motor milik korban yang dilarikannya tersebut telah dijual kepada temannya di Sibuhuan yang bernama SA seharga Rp. 2.000.000.

Setelah mendapat keterangan tersebut pada pukul 21.00 WIB, anggota unit Reskrim Polsek Rambah yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Rambah AKP DIDI ANTONI,.SH,MH berangkat ke Sibuhuan Padang Lawas (Sumut) untuk melakukan penangkapan terhadap penadah barang hasil penggelapan tersebut.

Selanjutnya sekira pukul 23.50 wib pelaku penadah SA berhasil diamankan berserta barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat warna pink dengan Nopol BM 5646 JP.

Kemudian pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Rambah untuk diproses lebih lanjut.

Saat ini dua pelaku penggelapan dan penadahan itu beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Rambah untuk proses lebih lanjut.

Tokoh Masyarakat Tionghoa Meranti Apresiasi Kesuksesan Iven Cian Cui

Meranti(SegmenNews.com)- Darwin Susandi, Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, juga sebagai tokoh masyarakat Tionghoa mengapresiasi kesuksesan Iven perang air atau Cian Cui dalam rangka Imlek 2018.

Darwin Susandi

Darwin juga mengucapkan terimakasih nya kepada masyarakat dan Pemerintah melalui dinas pariwisata telah ikut mensukseskan Iven tahunan ini.

“Saya mewakili tokoh masyarakat Tionghoa Meranti mengucapkan ribuan terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam perayaan imlek tahun ini (2018),” ucap Darwin di Selatpanjang, Rabu (21/02/18).

Dikatakan Darwin, di Meranti telah terpusatkan menjadi salah satu daerah yang memiliki daya tarik pariwisata,”ya dengan adanya perang air ini seluruh pariwisatawan dari berbagai mancana Negara berbondong-bondong datang ke Selatpanjang,” terangnya.

Namun begitu, jelas dia. Ikon yang memiliki daya tarik ini dikemudian hari harus terus ditingkatkan,”Panitia pelaksana Cian-Cui pasti telah mempersiapkan beberapa hal yang gunanya untuk menambah daya tarik masyarakat (pengunjung).

Apa-apa saja yang kurang harus diperbaiki, agar pariwisatawan yang pulang ke Negara asal memiliki kepuasan tersendiri,dan menjadi buah bibir positif,” imbuhnya.***(Dham)