Beranda blog Halaman 1562

Terlibat Narkotika, Polisi Amankan Pemuda dan Pelajar di Meranti

Meranti(SegmenNews.com)- Sat Narkoba Polres Meranti mengamankan seorang pemuda, HW alias Ardi (26) warga Jalan Dorak, Gang Syawal, Kelurahan Selatpanjang Timur dan seorang pelajar, Izan (15) warga Jalan Banglas, Gang Juragan, Kelurahan Selatpanjang Timur. Keduanya ditangkap karena terlibat Narkotika jenis sabu-sabu.

Penangkapan dilakukan berdasarkan LP.A / 12 / II / 2018 /RIAU/RES KEP MERANTI, tanggal 16 Februari 2018. Kemudian DPO / 03 / I / 2018 / Resnarkoba, tanggal 26 Januari 2018, atas nama Ardi.

Penangkapan bermula pada Kamis (15/2/2018) sekitar pukul 21.30 WIB, dari hasil penyelidikan anggota Sat Res Narkoba Polres Kepulauan Meranti, diketahui bahwa target berinisial HW alias Ardi yang merupakan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sedang berada di rumahnya di Jalan Dorak, Gang Syawal, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kemudian Tim Opsnal Satresnarkoba langsung menuju ke rumah Ardi dan langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan di rumah tersebut.

Saat dilakukan penggerebekan dan penangkapan tim menemukan 4 (empat) orang yang berada didalam rumah tersebut.

Kemudian 2 (dua) orang lainnya berhasil melarikan diri, sedangkan 2 (dua) orang laki-laki yang mengaku bernama Ardi yang merupakan target (DPO) dan satu orang temannya yang bernama RA alias Izan berhasil di tangkap.

Selanjutnya, Anggota Sat Res Narkoba Polres Kepulauan Meranti langsung membawa tersangka dan barang bukti ke Mako Polres Kepulauan Meranti.

Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya, 2 (dua) paket sedang diduga Narkotika jenis Shabu-shabu. 3 (tiga) paket kecil diduga Narkotika jenis Shabu -Shabu.

• 1 (satu) buah Timbangan digital.

• 3 (tiga) buah sumbu kompor.

• 4 (empat) buah mancis.

• 1 (satu) buah sendok takar Shabu terbuat dari kertas

• 1 (satu) bungkus plastik klep bening kosong.

• 1 (satu) buah dompet berwarna hitam.

• 2 (dua) buah pecahan kaca pirek.

• 1 (satu) unit HP merek Xiaomi warna coklat.

• 1 (satu) buah buku tabungan Bank BRI.

• 1 (satu) buah buku tabungan Bank BNI.

• 1 (satu) buah tempat penyimpanan shabu terbuat dari lakban.

• 1 (satu) buah dompet merk Vans tempat penyimpanan peralatan untuk menghisap shabu.

• 1 (satu) buah ATM Bank BNI Platinum.

• Uang tunai diduga sisa hasil penjualan shabu sejumlah Rp. 2.400.000 (dua juta empat ratus ribu rupiah).

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH, kepada SegmenNews.com, Jumat (16/2/2018) siang, membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Kepulauan Meranti guna proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.***(Dham)

Tujuh Titik Panas Masih Terpantau di Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Tujuh titik api, Jumat (16/2/2018), masih terpantau di Provinsi Riau. Sementara di Sumatera lainn, hanya Kepri yang masih menyisahkan satu titik api.

Ilustrasi

Hal inj dikatakan Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi, Jumat (16/2/2018).

Lebih lanjut dikatakan Slamet, tujuh titik api di Provinsi Riau tersebut tersebar di beberapa kabupaten. Di antaranya, Kabupaten Meranti, dua titik, Kabupaten Pelalawan, dua titik dan Kabupaten Siak, tiga titik.***(segmen02)

Hari Ini Cuaca Cerah Berawan

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Cuaca di Provinsi Riau hari ini, Jumat (16/2/2018), cuaca di Provinsi Riau cerah berawan. Namun pada pagi hari ada udara kabur di Kota Pekanbaru, Kabupaten Inhil dan Inhu.

Ilustrasi

Hal ini dikatakan Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi, Jumat (16/2/2018).

Lebih lanjut dikatakannya, pada siang hingga dini hari cuaca diperkirakan cerah berawan. Namun pada malam hari terdapat potensi hujan ringan di wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kuansing dan Kabupaten Inhil

Dini hari, potensi hujan ringan di wilayah Kabupaten Kampar, Kabupaten Inhil, Kabupaten Inhu dan Kabupaten Pelalawan.

Suhu udara diperkirakan antara 23.0 hingga 33.0 °C, dengannkelembapan udara antara 50 hingga 96 %. Angin bertiup dari arah Barat s/d Barat Laut, dengan kecepatan antara 09 hingga 27 km/jam.***(segmen02)

Bupati Harapkan Kritik dan Saran dari Media

Tembilahan(SegmenNews.com)- Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Drs HM Wardan MP menghadiri Malam Keakraban Family Gathering bersama anggota Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo Persantik) di Labuan Sundai Resort, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (8/2) malam.

Acara diawali dengan Gala Dinner diiringi hiburan musik. Peserta yang mengikuti Family Gathering ini berjumlah 55 orang, terdiri dari 32 rekan media dan 23 anggota Diskominfo Persantik.

Hal tersebut berdasarkan laporan dari Kepala Diskominfo Persantik, Drs HM Thaher MM melalui oleh Kepala Bidang P4KSDKI, Trio Beni Putra SE MM.

Momen ini dirangkai dalam beberapa kegiatan, mulai dari Seminar Emotional Spiritual Quotient (ESQ) di Aula Hotel Hannah Syariah Painan, outbond di lapangan Labuan Sundai Resort, dan kunjungan ke ekowisata Pulau Mandeh.

“Kami sangat bangga dan bersyukur Bapak Bupati telah meluangkan waktu untuk hadir di tengah-tengah kami semua. Beberapa hari ini beberapa rangkaian acara telah dilaksanakan yaitu ESQ trainer anggota di Painan, outbond dalam rangka membentuk kerjasana kelompok. Siang hingga sore perjalanan ke beberapa pulau di Kawasan Mandeh. Pelaksanaan kegiatan ini atas dasar arahan Bupati. Sebagaimana pesan dari Bapak agar kita bisa berkumpul dengan rekan pers. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini memberi kita manfaat sebagai ajang silaturahmi kita. Mari kita manfaatkan malam ini dengan baik bersama Pak Bupati,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati mengatakan bahwa sebelumnya telah dijadwalkan dirinya akan ikut diseluruh kegiatan yang ditaja Diskominfo Persantik tersebut. Namun dikarenakan beberapa hal yang tidak bisa ditinggalkan, maka ia batal mengikuti kegiatan.

“Saya dan keluarga sebenarnya dari awal memang berencana mengikuti kegiatan ini, tapi karena ada beberapa kendala jadi terpaksa saya batal mengikuti seluruh kegiatan ini. Tapi alhamdulillah malam hari ini saya bersama istri dapat hadir di sini,” sebutnya.

ESQ dinilai Bupati Agamis ini sebagai kegiatan yang positif. “ESQ ini bagus, nanti saya berencana akan buat ESQ untuk pejabat. Karena ini penting agar kita sadar bahwa kita kecil di hadapan Tuha . Agar kita sadar dengan penilaian negatif-negatif kita terhadap orang lain selama ini,” ungkapnya. **adv**(Advertorial/Diskominfo)

Buruan..Dapatkan “Angpao Hoki FIF” Spesial Imlek Honda Beat Series di KPM Motor

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Di hari spesial Imlek 2018 ini. Masyarakat Kota Pekanbaru dan sekitarnya dimanjakan dengan program Angpao Hoki FIF di Dealer Honda PT.Kurnia Putra Mandiri (Kurnia Motor), Jalan Harapan Raya, depan Metro Plaza, Pekanbaru, nomor 16-18.

Buruan..Dapatkan “Angpao Hoki FIF” Spesial Imlek Honda Beat Series di KPM Motor

Program Angpao ini berlaku untuk pembelian Honda Beat Series, menggunakan leasing FIF.

Pelanggan akan mendapatkan Angpao, mulai dari DP ringan hanya Rp1,1 juta, gratis angsuran hingga 4 kali khusus tenor 36 bulan dan potongan angsuran Rp16 ribu per bulan dan angpao voucher belanja hingga Rp100 ribu.

SO Head KPM, Nurul Amin melalui
Supervisor, Akhiruddin, Kamis (15/2/18) menjelaskan, pelanggan dapat mencabut pilihannya sendiri di pohon Angpao yang disediakan di KPM.

“Program ini hanya berlaku tanggal 15 hingga 21 Februari. Jangan sampai ketinggalan. Segera dapatkan angpaonya di dealer kami,” ajak Akhir.

Dikatakan Akhir, khusus tanggal 16 Februari, KPM Harapan Raya tetap melayani konsumen. Atau bisa menghubungi ke nomor 081268936844.***(ran)

Kembalikan Rp72 Juta, Mantan Kabid Dispenda Ini Masih jadi Saksi Korupsi

Pekanbaru (SegmenNews.com)-Despi, Kabid Retribusi Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Riau, mengaku telah mengembalikan kerugian negara dalam perkara korupsi UP dan GU serta SPPD Dispenda Riau sebesar Rp72 juta ke penyidik Kejati Riau.

Despi, mantan Kabid Retribusi Dispenda Riau beri kesaksian

Hal ini disampaikan Despi, ketika memberi keterangan sebagai saksi terkait perkara korupsi di Dispenda Riau dengan terdakwa Deyu, mantan Kasubag Keuangan Dispenda Riau, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (15/2/2018)

Kepada majelis hakim yang diketuai Sulhanuddin SH, Despi, beralasan mrngembalikan uang Rp72 juta tersebut sebagai rasa tanggungjawabnya terhadap anak buahnya.

“Itu karena kesalahan saya tidak mengontrol kerja bawahan sehingga ada yang dinilai merugikan negara. Dan saya bertanggungjawab untuk mengembalikannya,” ujarnya.

Namun ketika penasehat hukum terdakwa Deyu, menanyakan apa kesalahan stafnya tersebut, Despi mengelak tidak tahu.

Demikian pula ketika ditanya apakah ada pemotongan UP dan GU serta SPPD tersebut, Despi juga mengaku tidak tahu.

“Semua persyaratan telah dilengkapi oleh anak buah saya, demikian pula dengan dokumennya. Saya merupakan orang terakhir yang menandatangani untuk mengetahui. Tapi karena kelengkapan dokumennya sudah dilakukan oleh PPTK Loli dan dibayarkan bendahara bidang kepada yang melalsanakan, maka saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” ujarnya.

Ketika ditanya penasehat hukum terdakwa, bahwa bendahara bidang ketika memberi kesaksian menyatakan melapprkan adanya pemotongan 10 persen tersebut kepada saksi Despi, ia membantahnya.

“Tidak ada bendahara melaporkan adanya pemotongan kepada saya. Dan saya tidak tahu ada pemotongan, kecuali hanya cerita-cerita sesama staf saja,” ujarnya.***(ran)

Bappeda Taja Forum Konsultasi Publik RKPD

Bengkalis(SegmenNews.com)- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bengkalis menggelar Forum Konsultasi Publik  dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2019. 

Kegiatan yang dilaksanakan Rabu (14/2/18) dibuka secara resmi Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis, H Jondi Indra Bustian.

Mengawali pertemuan, Jondi memaparkan tentang gambaran umum serta kondisi makro Kabupaten Bengkalis saat ini. Diantara capaian indikator makro yang sering muncul ke permukaan adalah pertumbuhan ekonomi.

Bahkan, terkait dengan pertumbuhan ekonomi ini, Jondi mengatakan, Kabupaten Bengkalis sempat menjadi sorotan dimana Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkalis negatif. Sementara ada daerah lain yang justru pertumbuhan ekonominya positif melebihi 20 persen.

Jondi menjelaskan, kondisi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkalis yang negatif  tiada lain karena menurunnya harga minyak dunia. Kemudian ditambah dengan belum adanya kepastian perpanjangan kontrak PT Chevron.

“Sementara di Kabupaten yang disampaikan Pak Presiden, itu daerah kecil, kebetulan pada  saat itu masuk investasi di bidang gas. Sehingga pertumbuhannya melonjak cukup signifikan,” ujarnya seraya menambahkan kalau pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkalis tanpa migas sebenarnya positif.

Ditengah lesunya perekonomian Kabupaten Bengkalis, sambung Jondi, bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) justru menunjukkan yang sebaliknya.

Dalam kurun waktu 2014 s/d 2016, IPM justru menunjukkan kenaikan. Bahkan IPM Kabupaten Bengkalis tahun 2016 tercatat sebesar 71,98 lebih tinggi dari IPM Riau sebesar 71,20 bahkan nasional sebesar 70,18.

Begitu juga capaian indikator makro lainnya seperti Angka Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, Rata-rata Lama Sekolah dan Pengeluaran Per Kapita menunjukkan trend positif.

Dalam kesempatan itu, Jondi juga menjelaskan kontribusi Kabupaten Bengkalis terhadap perekonomian Riau. Dari kabupaten/kota se-Riau, Kabupaten Bengkalis tercatat sebagai penyumbang tertinggi sebesar 19,36 persen. Sayangnya, yang kembali ke kabupaten Bengkalis masih sangat minim.

Jondi, mencontohkan pertambahan infrastruktur jalan propinsi di Kabupaten Bengkalis berdasarkan data terbaru hanya sepanjang 60 KM.

Selain pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, turut hadir dalam pertemuan itu dari LAM Riau Kabupaten Bengkalis, PWI, LSM, kalangan akademisi dan kelompok masyarakat lainnya.***(diskomftk)

Opss….ASN Saksi Korupsi di Dispenda Riau Tiba-tiba Amnesia?

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Arif Rahman, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi saksi perkara korupsi di Dispenda Provinsi Riau untuk terdakwa Deyu, tidak banyak memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (15/2/18).

Enam ASN diambil sumpah sebelum memberikan kesaksian di sidang korupsi perjalanan dinas di Dispenda Riau

Arif Rahman lebih banyak mengatakan tidak tahu daripada memberikan keterangan. Bahkan hakim ketua, Sulhanuddin SH,MH, mengatakan Arif mungkin sedang mengalami amnesia (gangguan daya ingat).

Sebelumnya, Arif Rahman menjabat sebagai PPTK di Sekretariat Dispenda Riau tahun 2015 dan PPTK bidang pajak tahun 2016 lalu, mengaku adanya pemotongan anggaran perjalanan dinas dirinya tahun 2016 lalu. Pemotongan itu dilakukan oleh bendahara Deci.

Namun kepada JPU dan Hakim, Arif mengaku tidak tau dan tidak mempertanyakan pemotongan tersebut kepada bendahara.

“Dipotong oleh Bendahara Deci, setiap melakukan perjalanan dinas tahun 2016 dipotong, saya tidak pernah komplain,” ujarnya.

Namun ketika ditanya hakim berapa jumlah uang pemotongan, setiap anggaran perjalanan dinasnya?, Arif mengaku tidak tau.

“Kan belum Amnesia kan,” kata hakim.

Arif juga mengatakan tidak tau soal acara family gathering PNS termasuk anggarannya, yang ditanyakan terdakwa Deyu kepadanya.

Padahal kata Deyu, Arif merupakan panitia dalam kegiatan family gathering tersebut.

Arif mengaku, namanya memang ada disusunan panitia, namun Ia tidak ikut dalam pengurusan gathering. Ketika ditanya siapa penggagas family gathering, lagi-lagi Arif menjawab tidak tau. “Saya tidak tau,” kata Arif.

Arif lebih banyak menjawab tidak tau membuat hakim geli. Lagi-lagi hakim mengatakan Arif mungkin Amnesia.

“Saksinya (Arif) mungkin Amnesia kali ya,” kata hakim yang mengundang tawa pengunjung sidang.****

Tersangka Baru Korupsi di Dispenda Riau, Kejati Tahan Tiga ASN Wanita

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau menahan tiga orang Aparatur Sipil Negara (ASN) wanita, tersangka dugaan korupsi pemotongan uang persediaan atau ganti uang, di Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Riau, Kamis siang (15/2/18).

Tiga ASN digiring ke Rutan Pekanbaru

Tiga orang tersangka yakni, Y, AA dan DA. Ketiganya, mengenakan rompi tahanan warna orange digiring ke Rutan Pekanbaru

Aspidsus Kejati Riau, Sugeng Rianta menjelaskan, masing masing tersangka sebelumnya bekerja sebagai bendahara pembantu keuangan, untuk bidang pajak dan retribusi di Dispenda Riau.

Ketiganya di periksa dan ditetapkan sebagai tersangka, setelah nama mereka disebut-sebut oleh terdakwa sebelumnya Deliana dan Deyu, ikut menikmati aliran uang korupsi anggaran perjalanan dinas dalam daerah.***(ran)

Gubernur Riau Kukuhkan Forum Pembauran Kebangsaan

Pekanbaru(SegmenNews.com)-Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Rabu (14/2/2018), malam, mengukuhkan Forum Pembauran Kebangsaan, periode 2017-2023.

Koordinator Intelijen Kejati Riau, Gaos Wicaksono SH MH (kiril, Gubernur Riau dan Kabinda Riau, pada acara pengukuhan

Hadir pada acara tersebut, Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau diwakili Koordinator Intelijen Kejati Riau Gaos Wicaksono, SH MH, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik, Kepala BIN Daerah Riau, Kakanwil Kemenkumham Prov Riau, dan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Riau, Drs H Chairil Riski, MSi, mengatakan, dibentuknya Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau adalah sebagai wadah untuk tempat berkumpulnya berbagai suku dan etnis.

Sedang tujuannya adalah, untuk mendorong terwujudnya pembauran kebangsaan guna memperkokoh integritas nasional serta menegakkan kedaulatan NKRI.

Kepala Badan Kesbangpol Prov Riau melaporkan, bahwa terdapat 31 suku dan etnis yang ada di Provinsi Riau yang tergabung dalam FPK Prov Riau periode 2017-2022.

Sementara Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, menyampaikan bahwa Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) untuk dapat berperan aktif dalam turut serta mencegah ataupun menanggulangi terjadinya kebakaran hutan lahan.

Pada kesempatan terpisah koordinator paling senior di Kejati Riau Gaos Wicaksono, SH MH menyampaikan agar dalam mensosialisasikan pembauran kebangsaan dalam keragaman di tengah-tengah masyarakat sudah semestinya ditunjang sarana dan prasarana yang memadai dari pemerintah, sehingga dalam Forum Pembauran Kejaksaan (FPK) melaksanakan program kerjanya, untuk membangun karakter sumber daya manusia yang memiliki rasa nasionalisme wawasan kebangsaan yang tinggi, serta menjaga keutuhan NKRI sesuai Program Nawacita Presiden RI, Jokowi tentang revolusi mental dapat berjalan dengan baik dan optimal.

Tentunya di dalam FPK melaksanakan program-programnya senantiasa berpijak pada koridor peraturan perundang-undangan yang ada.***(segmen02)