Pekanbaru (SegmenNews.com)– Anggota Bidang Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Riau, Bripka Megi Satria (28) tewas karena over dosis. Kapolda Riau, Brigjen Drs Dolly Bambang Hermawan mengungkapkan jika almarhum meninggal dunia karena over dosis narkotika jenis shabu-shabu.
Narkotika tersebut diberikan oleh dua orang rekannya sesama anggota Polri, masing-masing berinisial BR dan SN, Jumat (13/2/2015) lalu sesaat sebelum meninggal dan diantarkan di depan sebuah klinik di Pekanbaru.
“Ia dia meninggal OD (Over Dosis) karena shabu. Dua rekannya itu melakukan hal yang sama,” terang Kapolda kepada wartawan, Senin (16/2/2015) usai rapat koordinasi Karhutla di Gedung Daerah, Pemprov Riau.
Seperti yang diberitakan, sebelumnya, Bripka Megi ditemukan warga meninggal dunia di depan sebuah klinik, Jumat lalu. Proses visum tidak dilakukan, karena tidak diinginkan oleh pihak keluarga.
Belakangan diketahui jika korban meninggal dunia karena mengonsumsi shabu bersama dua orang rekannya. Keduanya diketahui mengantar Megi ke klinik tersebut dengan maksud untuk segera mendapat pertolongan medis.***
Rangsang (SegmenNews.com)- Kabupaten Kepulauan Meranti bakal mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Program 1000 Desa Nelayan Pesisir yang diluncurkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera).
Staf Dirjend Penyediaan Perumahan Kemenpupera, Wicana Astri kepada
wartawan mengatakan, ada empat desa di Kepulauan Meranti yang termasuk Desa Nelayan Pesisir Kementerian Kelautan. Empat desa itu diantaranya Desa Gayung Kiri Kecamatan Rangsang yang diusulkan sebanyak 50 unit rumah, dan tiga desa di Kecamatan Rangsang Pesisir, yakni Desa Telesung sebanyak 21 Rumah, Desa Tanjugkedabu sebanyak 4 unit dan Desa Bunggur sebanyak 5 unit rumah.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa perumahan bagi nelayan, tetapi juga dalam bentuk pembangunan batu pemecah gelombang, jalan, jembatan, dermaga, Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS), dan lainnya. Selain nelayan, program pembangunan rumah tersebut juga akan diberikan kepada petugas kepolisian yang berada di perbatasan.
“Bagi petugas di perbatasan kita alokasi bagi empat tempat di Meranti dengan masing-masing tempat disesuaikan dengan kebutuhan,” sebutnya.
“Saya hanya melakukan survei saja terhadap kesiapan empat desa tersebut. Termasuk meminta seluruh persyaratan untuk masuknya program ini, karena syarat mutlak untuk masuknya program perumahan bagi para nelayan yaitu lahan yang sudah disertifikatkan atas lahan yang akan dibangun nantinya. Lahan tersebut sesuai dengan kebutuhan untuk masing-masing rumah,” ungkap Wicana Astri, usai melakukan peninjauan di lapangan, Jumat (13/2/2015).
Menurut dia pelelangan dari program tersebut akan dilakukan pada Maret 2015. Sedangkan pengerjaan akan dilaksanakan pada April. Dia juga berharap semuanya memenuhi persyaratan, sehingga program yang telah dicanangkan dapat dilaksanakan sesuai harapan.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kepulauan Meranti, Drs Askandar menjelaskan, empat desa tersebut bisa masuk dalam program Kemenpupera karena diusulkan dalam rapat sinkronisasi yang digelar di Jogjakarta beberapa waktu lalu. Nelayan yang mendapatkan bantuan rumah adalah nelayan yang telah memiliki kartu nelayan dan terdaftar di Dislutkan Kepulauan Meranti.
“Saat ini baru Rumah Nelayan Layak Huni (RNHL) yang akan direalisasikan. Mudah-mudahan program lainnya akan menyusul segera,” sebutnya. Program ini sangat membantu para nelayan untuk memiliki tempat tinggal yang layak,” katanya.***(kpr/her)
Selatpanjang (SegmenNews.com)- Terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dijadwalkan pemilihan serentak. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti menyatakan kesiapannya untuk menjalankan Pilkada serentak pada Desember 2015.
Kesiapan itu tidak hanya ditunjukkan dari dukungan anggaran, tetapi juga dapat dilihat dari dukungan dalam bentuk kegiatan yang dilaksanakan di sejumlah SKPD di lingkungan Pemkab Meranti.
“Kita siap mendukung Pilkada. Mulai dari anggaran sampai berbagai kegiatan seperti sosialisasi, dan kegiatan lainnya,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti, Drs H Iqaruddin MSi, melalui Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah(DPPKAD), Bambang Suprianto, kemarin.
Dijelaskannya, untuk memaksimalkan pengawasan oleh Panwaslu Kepulauan Meranti, Pemkab Meranti telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar. Anggaran sebesar itu disalurkan melalui dana hibah.
“Dana Hibah itu kita titipkan melalui Kesra. Setelah persyaratan lengkap, maka akan langsung dicairkan,” ujarnya.
Alokasi anggaran bagi Panwaslu, tambah Bambang, meningkat 100 persen dari Pemilihan Presiden (Pilpres) yang hanya dialokasikan Rp1miliar. Dia juga mengingatkan bahwa pembelanjaan dan pengajuan anggaran tersebut harus mengacu pada standar biaya daerah yang disesuaikan dengan aturan nasional.***(her/mrt)
Siak (SegmenNews.com)– Pengadilan Negeri (PN) Siak, Senin (16/2/2015) kembali melanjutkan sidang kasus perambahan dan kerusakan hutan di lahan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, dengan terdakwa mantan Kapolsek SiakKompol Suparno.
Dalam keterangannya saat persidangan yang diketuai hakim majelis Sorta Ria Neva, kedua saksi yang di hadirkan Suparno mengaku tidak tahu kalau kedua saksi dipergunakan namanya untuk membeli lahan cagar biosfer.
Ekawati salah seorang saksi Suparno, telah dipakai namanya untuk membeli lahan di cagar biosfer Skunder 9 seluas 14 hektar dengan 7 surat SKGR.
“Saya cuma tanda tangan surat itu, setelah tanda tangan dikasi suratnya hari itu juga ke Suparno. Saya hanya lihat sebentar saja, dan foto lahan pun tak pernah lihat,” terang keponakan Suparno itu.
Saat dimintai Jaksa keterangan lebih lanjut, Ekawati juga mengakui tidak pernah turun kelapangan untuk melihat kondisi lahan itu. “Saya tahunya lahan itu cuma di Siak aja. Siak dimanaya saya kurang tahu detilnya,” ungkapnya.
Sementara itu saksi ke dua, Seno, yang merupakan keponakan Suparno dan adik kandung Ekawati juga digunakan namanya untuk membeli lahan seluas 18 hektar dengan sembilan surat tahun 2011 lalu.
Keanehan muncul dari penilaian Jaksa karena yang bersangkutan masih menyandang status mahasiswa sudah bisa membeli lahan seluas 18 hektar. Bahkan, lahan yang dibelinya itu sudah ditanami sawit seluas lima hektar.
“Ada 9 surat yang saya tanda tangani, kurang tahu kalau itu SKT atau pun SKGR. Yang taunya surat tanah, surat sudah jadi, tinggal tanda tangan saja. Saya pasrahkan sama paman aja,” katanya.
Endah Purwaningsih SH Jaksa Penuntut Umum, usai persidangan mengatakan, dengan keterangan saksi, memperkuat bukti bahwa terdakwa Suparno diduga kuat melakukan perkebunan tanpa izin Perkebunan.
“Kedua saksi sama sekali tak pernah ke lokasi, asal muasal tidak tanah itu juga tahu, tahunya itu hutan biosfer setelah bermasalah,” jelasnya.
Sedangkan Suparno, saat di tanyai ketua sidang atas pernyataan kedua saksi, mengakui apa yang disampaikan mereka itu benar.***(rinto)
Siak (SegmenNews.com)- Diduga telah melakukan pelanggaran kehutanan, dengan menggarap kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Minas Barat, Kecamatan Minas. PT Sumatra Sarana Sekar Sakti (S4) Antoni alias Acong dan mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Ernawati, serta Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, cq Dinas Kehutanan Provinsi Riau, cq Dinas Kehutanan Siak digugat oleh Yayasan Wahana Sinergi Nusantara ke Pengadilan Negeri (PN) Siak.
Dalam gugatan berisi bahwa Acong Cs yang disebutkan diatas telah melakukan aktivitas kebun kelapa sawit di kawasan HPT. “Ya, surat gugatan sudah kami terima jadwal sidangnya juga sudah ditetapkan pada hari Rabu tanggal 25 Februari depan,” jelas Humas Pengadilan Negeri (PN) Siak Desbertua Naibaho, Senin (16/2/15).
Disampaikannya, Untuk majelis hakim yang akan menyidangkan gugatan tersebut yakni, hakim ketua Arie Satio, M Hafis, dan Ira Rosalin, serta Panitera Pengganti (PP) Ariya Nanda.
“Untuk menyidangkan gugatan antara Yayasan Wahana Sinergi Nusantara menggugat Antoni alias Acong, Mantan Sekdes Ernawati, dan instansi terkait tersebut, Majelis nya sudah ada,” urai Desbertua Naibaho.***(rinto)
Kampar (SegmenNews.com)- Terkait pernyataan Silitonga dari pihak perusahaan Johanes, ada anggota Dewan meminta ‘kue‘ istilah dari meminta uang. Baca selengkapnya. Tiga anggota DPRD Kampar Yakni, T H, Ketua Komisi, AS Anggota Komisi, dan HY anggota menampik pernyataan tersebut.
Mereka mengaku hanya menawarkan memfasilitasi dalam menyelesaikan permasalahan izin perusahaan dan belum memiliki Surat Tanda Daftar Perkebunan (STDP).Baca: Pihak Perusahaan Minta Maaf.
“Kita hanya berniat membantu memfasilitasi pengurusan izin, kita malah dituding kurang baik dalam pemberitaan. Saya juga wartawan, jadi kawan-kawan media seharusnya koperatif donk dalam menulis berita,” cetus Toni diruangan DPRD Kampar, Senin (16/2/15).***(ali)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Wakil walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi,S.Si dan Sekretaris daerah kota Pekanbaru H.M.Sukri Harto,SE.MSi mengikuti jalan sehat di jalan Diponegoro dan dilanjutkan dengan penanaman pohon dengan tema Hutan Lestari Masyarakat Sehat Negara Kuat di hutan kota Pekanbaru, Minggu (15/02/15) pagi.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala dinas tenaga kerja kota pekanbaru, kepala dinas kebersihan dan pertamanan kota pekanbaru, kepala dinas perindustrian dan perdagangan kota pekanbaru.
Sekretaris daerah kota pekanbaru H.M.Sukri Harto,SE.MSi menyampikan kepada masyarakat kota pekanbaru pada kegiatan jalan sehat dan penanaman pohon dalam rangka bulan keselamatan, dan kesehatan kerja (K3) Nasional 2015 agar hendaknya para pekerja kota Pekanbaru selalu mengutamakan keselamatannya di dalam bekerja dan memperihatikan kesehatannya, dengan mengkonsumsi makanan sehat bergizi dan berolahraga dengan teratur.
Sekdako pekanbaru juga menanaman pohon di kawasan hutan kota pekanbaru dengan dikuti oleh kepala dinas tenaga kerja kota pekanbaru, kepala dinas kebersihan dan pertamanan kota pekanbaru, kepala dinas perindustrian dan perdagangan kota pekanbaru.
Dan pemerintah kota pekanbaru juga mempunyai cita-cita untuk menjadikan kota pekanbaru menjadi kota hijau atau green city maka pemerintah kota pekanbaru yang di pimpin oleh H.Firdaus,ST.MT menggalakkan penanaman pohon agar udara di kota pekanbaru menjadi sehat bebas polusi udara dan membuat perda larangan menebang pohon sebagai bentuk perhatian terhadap pohon yang ada di kota pekanbaru serta penataan kota dari pabrik industri yang mengangkibatkan polusi udara.***(chir)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Sebanyak 103 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan 103 pekerja Dinas Kebersihan Kota Pekanbaru menerima asuransi Polis dari Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Pemberian asuransi tersebut dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) AJB Bumiputera ke 103 tahun 2015.
Dirgahayu AJB Bumiputera bertemakan ‘Bangkitlah Bumiputeraku’ dihadiri oleh Plt Gubernur Riau yang diwakili oleh Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan, Dirut AJB Bumiputera 1912, Kepala BPA Bumi Putera Drh Chaidir,MBA, anggota DPRD Provinsi Riau, Kepala Satpol PP kota Pekanbaru, oleh Walikota Pekanbaru yang diwakili oleh Sekretaris daerah kota (Sekdako) Pekanbaru H.M.Sukri Harto,SE.MSi bertempat di kantor wilayah Sumbangteng II jalan Jenderal Sudirman.
Kepala AJB Bumiputera 1912 wilayah sumbagteng II menyampaikan bahwa perusahaan AJB Bumiputera 1912 telah dipercaya oleh masyarakat dan telah memiliki 30 ribu orang agen dan 500 kantor perusahan. Perusahaan yang sudah tua juga telah memperoleh penghargaan TOP Brand.
Dirgahayu ini ditandai dengan potong tumpeng oleh Direktor Utama AJB Bumiputera 1912 dengan didampingi oleh Sekdako Pekanbaru H.M.Sukri Harto,SE.MSi.***(hms/chir)
Kampar (SegmenNews.com)- Terkait pengakuan Silitonga yang menuding oknum Komisi I DPRD Kampar sering meminta jatah atau uang ‘kue’ ke perusahaannya sempat mengejutkan berbagai pihak. Namun pemilik perusahaan Johanes Sitorus menyampaikan permohonan maafnya dihadapan anggota Komisi I DPRD Kampar, Senin (16/2/15).
Yudi selaku anggota Komisi I DPRD Kampar sangat menyayangkan pernyataan Silitonga terhadap kawan-kawan media. Padahal, DPRD berniat baik ingin membantu memfasilitasi perusahaan terkait legalitas perusahaan yang tidak jelas status izin perusahaan
Ketika pihak Johanes Silitonga saat di konfimasi ulang usai pertemuan dengan anggota komisi I DPRD Kampar enggan memberikan jawaban. Johanes malah berbalik menyuruh wartawan mengkonfirmasi ke anggota Dewan.
“Silahkan saja melalui Ketua Komisi I DPRD Kampar, nanti salah lagi,” cetusnya sambil meninggalkan wartawan.
Hadir dalam pertemuan itu dari perusahaan yaitu Johanes Sitorus, selaku pemilik perusahaan, J Silitonga, selaku Staf dari Perusahaan dan juga di dampingin Ali selaku tokoh masyarakat buluh nipis.***(ali)
Wakil Bupati H Suayatno memberikan hadiah kepada wisudawati terbaik.
Bengkalis(SegmenNews.com)- Wakil Bupati bengkalis H, Suayatno hadiri acara wisuda Tahfiz Lintas Usia ke- 4 Maqdis Ibadurrahman dilaksanakan di aula amik mitra gama jalan kayangan Duri kecamatan Mandau, minggu 15 Februari 2015.
Dalam sambutanya, H, Suayato menyampaikan ucapan selamat kepada para Tahfis Lintas Usia 4 Maqdis Ibadurrahman tahun 2015 ini.
“Atas nama pribadi dan pemerintah kabupaten Bengkalis, saya mengucapkan tahniah dan sukses kepada para wisudawan Tahfis Lintas Usia 4 yang diwisuda hari ini, semoga dengan adanya para Tahfis ini dapat menumbuh kembangkan minat baca Al-Qur’an di kalangan masyarakat sehingga program pemerintah untuk membumikan Al-Qur’an di Bumi Negeri Junjungan ini dapat segera terwujud “, kata Suayatno.
Berkat tangan dingin dan ketulusan dari para guru tahfizh ini, alhamdulllah kita memiliki calon-calon generasi qur’ani yang mampu menjaga dan memelihara kemurnian al quran. insya-allah, kedepan Kabupaten Bengkalis akan memiliki para penghafal al quran yang bisa menyejukan keimanan daerah ini. saya bangga dengan tekad para guru tahfidz yang secara ikhlas dan istiqomah membimbing para calon kader penjaga kemurnian al quran. tanpa kenal lelah, rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan bahkan material demi tujuan mulia.
H Suayatno bersalaman dengan wisudawan yang akan di wisuda.
Jumlah penghafal al-qur’an di indonesia sebanyak 30 ribu orang. jika dibandingkan dengan penghafal qur’an di negara lain, jumlahnya sangat banyak. namun, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk indonesia yang sebesar 234 juta jiwa, angka ini masih sangat kecil, yakni hanya sekitar 12,8 persen.
Saat ini kita dihadapkan dengan pengaruh globalisasi, yang berdampak pada kemerosotan moral bagi generasi muda islam. kita sangat prihatin, ketika anak-anak muda islam terpengaruh dengan minuman keras, pergaulan bebas, kemaksiatan, jauh dari nilai-nilai agama dan melawan orang tua.
Salah satu cara yang paling ampuh, mari kita menghidupkan tradisi budaya maghrib mengaji di lingkungan rumah tangga. orang tua dan anak-anaknya hendaknya secara bersama-sama untuk membaca al-qur’an setiap hari, minimal satu hari satu halaman al quran. semakin terasa indah, apabila disertai dengan terjemahannya, agar kita tahu arti dan makna isi kandungan al quran.”kata suayatno.
H Suayatno menyaksikan 10 wisudawan wisudawati terbaik membaca tasmi’ bersamaan maqdis lintas usia.
Di akhir sambutanya, , untuk itu saya mengajak seluruh umat islam Kabupaten Bengkalis untuk membiasakan membaca al quran. terasa indah, jika usai shalat maghrib terdengar suara lantunan al quran di rumah-rumah umat islam. dengan membaca dan mendengarkan al quran, insya-allah hati senantiasa merasa damai dan tenang.
Pada acara wisuda Tahfis Lintas Usia 4 maqdis Ibadurrahman. juga turut hadir. Direktur Maqdis Ibad Duri Ustaz Amri Sudianto, lc, Direktur Umum Maqdis Ibadurrahman dr. Teddy Ardan, Sp.A, Direktur LNW Ibadurrahman Uts. Khairul Umam, Lc, M.E.Sy, anggota DPRD Bengkalis Abi Bahrun, Msi dan para undangan lainnya.***(advertorial/hms/hotman)