Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Rokan Hulu ikut membantu menyelesaikan 11 tunggakan nasabah Badan Usaha Milik Desa (BumDes) yang dilimpahkan oleh BPMPD Rohul dengan total tunggakan Rp 557 juta.
Kerjasama dalam pengembalian dana pinjaman di BumDes oleh masyarakat tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2014 lalu. Pasalnya, tunggakan skala besar tak lagi bisa ditangani oleh pengurus.
Pelimpahan pertama pada kasus tunggakan tersebut dilakukan sebanyak 3 Surat Kuasa Khusu (SKK), dimana ketiga SKK itu melibatkan 3 orang peminjam di BumDes Lubuk Bendahara Timur total dana Rp 320 juta.
Tiga SKK lagi menyusul dilimpahkan diakhir tahun 2014 total dana Rp 110 juta. Sementara di bulan Januari 2015 dilimpahkan lagi 5 SKK dengan total dana Rp 117 juta. Hingga saat ini BPMPD telah melimpahkan 11 kasus tunggakan BumDes.
Kasidatun Kejari PasirPangaraian, Syafrida SH, Rabu (11/2/15) menyampaikan bahwa saat ini Kejari PasirPangaraian telah berhasil mengembalikan uang BumDes sebanyak 400 juta, dana tersebut disita dari 3 orang pertama yang dilaporkan.
“MoU yang kita lakukan dengan BPMPD Rokan Hulu untuk menuntaskan pengembalian kasus tunggakan di BumDes dengan jumlah besar, sekaligus untuk memberikan efek jera kepada si peminjam, bukan untuk menakut-nakuti mereka,” ujarnya.***(mit)
Medan (SegmenNews.com)– Bertepat diruang rapat gedung Fakultas Ekonomi hari ini Rabu (11/2), Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan mengadakan seminar mengenai peranan riset sektor publik dalam pembangunan daerah. Kegiatan ini sendiri dihadiri oleh para Mahasiswa dan Dosen dilingkungan Fakultas Ekonomi.
“Sektor publik merupakan organisasi yang kompleks dan heterogen. Kompleksitas sektor publik tersebut menyebabkan kebutuhan informasi untuk perencanaan dan pengendalian manajemen lebih bervariasi. Demikian juga bagi stekeholder sektor publik, mereka membutuhkan informasi yang lebih bervariasi, handal dan relevan untuk pengambilan keputusan.
Tugas dan tanggung jawab akuntan sektor publik adalah menyediakan informasi baik untuk memenuhi kebutuhan internal organisasi maupun kebutuhan pihak eksternal. Kegiatan ini diharapkan memilik keluaran yang bisa menyumbang pemikiran-pemikiran baru dalam pengelolaan sektor publik,“ ujar Ketua Panitia Drs. M. Ishak, M.Si dalam laporannya.
Dalam sambutannya, Bapak Drs. Kustoro Budiarta, ME (Dekan Fakultas Ekonomi Unimed) mengatakan bidang sektor publik sangat kurang sentuhan dari kalangan akademisi. Khusus dibangku perkuliahan hendaknya dimunculkan mata kuliah khusus dan memiliki kefokusan ke arah sektor publik.
Para pembicara seminar ini adalah Bapak Drs. Ismael P Sinaga, M.Si (Sekretaris Bappeda SU) dalam materinya menyampaikan tentang Penelitian Kinerja PAD Sumut, pembicara kedua oleh Bapak Drs. Abdul Rajak Pasaribu, M.Si (Sekretaris KPU Sumut) materi yang disampaikan tentang CSR, dan yang terakhir oleh Bapak H. Muchrid Nasution, SE (Ketua Komisi C DPRD Sumut ) menyampaikan materi berkenaan dengan Potensi BUMD Sumut, seminar ini juga dihadiri oleh bapak Prof. Dr. Syaiful Sagala yang juga Guru Besar FE Unimed.***(Janner Simarmata)
Terdakwa Yudiria Halawa saat di antar ke Lapas Bangkinang usai sidang di PN Bangkinang
Kampar (SegmenNews.com)- Yudiria Halawa Perempuan yang bekerja di PT.CWIM yang berlokasi di Desa Buluh Nipis Kecamatan Siak Hulu kabupaten Kampar harus meringkuk di sel tahanan hanya gara-gara menanyakan gaji kepada pihak perusahaan, ia disangkakan pasal 335 KUHP.
Warga perantau dari Nias ini telah bekerja selama 4 tahun di Perusahaan Perkebunan Kelapa sawit PT CWIM Group milik Johanes. Dia dilaporkan oleh mandornya Atang Sutisna ke Polsek Siak Hulu yang meminta sisa gajinya tak dibayar oleh perusahaan tempat ia bekerja. Dengan delik aduan pengancaman pasal 335 KUHP.
Suami terdakwa yang tak mau disebutkan namanya mengisahkan, bermula pada tanggal 20 Agustus 2014 karyawan PT.CWIM menerima sisa gaji yang belum di bayarkan oleh perusahaan. Namun masih ada 5 orang karyawan lagi yang belum dibayarkan, karena namanya mereka tak tercantum di bendaharawan termasuk salah satunya nama Yudiria Halawa.
Karena namanya tidak ada, Yudiria Halawa bersama 4 (empat) temannya mendatangi mandor kebun Atang Sutisna, menanyakan kenapa namanya tidak ada padahal ia telah bekerja selama 4 tahun. Sang Mandor Atang Sutisna marah dan memaki-maki (dengan bahasa kotor), tidak senang dengan makian sang mandor, Yudiria juga membalas makian sang mandor tersebut.
“Mandor Atang Sutisna yang mulai duluan memaki,” ujar sang suami Yudiria Halawa
Pada tanggal 21 Agustus 2014 sang mandor Atang Sutisna melaporkan kejadian ini ke Polsek Siak Hulu dengan nomor laporan: LP/159/VIII/2014/RIAU/RES KPR/SIAK HULU. dan tanggal 2 September 2014 Yudiria Halawa di panggil pihak Kepolisian Siak Hulu untuk diminta keterangannya atas kejadian tersebut, tetapi tidak ditahan.
Begitu juga panggilan kedua. Namun pada tanggal 21 Januari 2015 Yudiria kembali dipanggil dengan nomor surat: S.Pgil/2832/I/2015/Reskrim, dalam pemanggilan itu tersangka ditahan sekaligus diserahkan oleh Polsek Siak Hulu ke Kejaksaan Negeri Bangkinang. Terdakwa mulai disidangkan, Selasa (10/2/15).
Humas PT CWIM Silitonga ketika di konfirmasi segmennews.com terkesan menghindar dan mengatakan bahwa masalah ini adalah masalah pribadi antara mandor Atang Sutisna dan Yudiria Halawa.
Ketika hal Ini dikonfirmasikan melalui Kapolsek Siak Hulu, H.Hermawi mengaku tidak tau semua perkara yang di tangani penyidik.
“Saya tidak tau semua perkara yang ditangani penyidik, silahkan saja hubungi kanit reskrimnya Bapak Junaidi, atau silahkan saja datang kekantor kita di siak hulu,” ungkapnya.
Dari informasi, tersangka tidak bisa berbahasa Indonesia. Keluarga tersangka juga menyayangkan tidak adanya pemberitahuan jadwal sidangnya.
Sementara itu, Jaksa penuntut, Donna dikonfirmasi melalui selulernya tak di angkat, begitu juga dengan pesan singkat.***(ali)
Firdaus,ST.MT membuka selubung bertanda diresmikannya pemakaian gedung guru kota Pekanbaru
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Walikota Pekanbaru H. Firdaus,ST.MT meresmikan pemakaian Gedung Guru yang berada di Komplek Kantor Kemenag Kota Pekanbaru Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Rabu (11/2/15).
Peresmian tersebut dihadiri oleh, Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, S.Si, Ketua PGRI Provinsi Riau, Ketua PGRI Kota Pekanbaru, Unsur Muspida Kota Pekanbaru, Asisten, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Kepala Dinas Cipta Karya Kota Pekanbaru, Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman, KEMENAG Kota Pekanbaru, Ketua MUI Kota Pekanbaru, Ketua FKUB Kota Pekanbaru, Ketua MDI Kota Pekanbaru, serta para Kepala Sekolah dan Guru se-Kota Pekanbaru.
Dengan diresmikannya pemakaian gedung guru tersebut, Firdaus berharap gedung tersebut bermanfaat untuk menunjang kinerja para guru dalam mentransfer ilmu yang lebih bermanfaat kepada murid di Pekanbaru, sehingga putra-putri Pekanbaru menjadi yang terbaik di kancah Nasional maupun Internasional.
Pada kesempatan tersebut Walikota Pekanbaru berkesempatan membuka kain plang merk Gedung Guru serta pemotongan pita tanda di resmikannya gedung Guru.
Kegiatan dibarengi juga dengan penyerahan kunci Rumah Layak Huni (RLH):Baca selengkapnya
Walikota Pekanbaru H. Firdaus,ST.MT menyerahkan rumah layak huni
Pekanbaru (SegmenNews.com)-Usai meresmikan gedung guru: Baca selengkapnya. Walikota Firdaus juga menyerahkan secara simbolis kunci rumah layak Huni kepada yang berhak menerimanya di Kecamatan Marpoyan Damai.
Firdaus berharap, semoga RLH yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu. Dengan harapan mereka yang menerima dapat meningkatkan taraf hidup mereka kedepannya, dan dapat meningkatkan sumber daya manusia di kota Pekanbaru.
“Semoga bagi para penerima mendapat tempat tinggal yang lebih layak, perwujudan masyarakat kota Pekanbaru yang sejahtera, dengan program RLH ini juga semoga pada kesempatan mendatang akan lebih di tingkatkan dan terus berjalan secara lancar demi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat kota Pekanbaru,” ungkapnya. Rabu (11/2/15).***(chir)
Bagansiapiapi(SegmenNews.com)- Warga Kecamatan Batu Hampar, Rokan Hilir Riau, mendambakan anak-anaknya bisa sekolah dengan layak. Dan salah satu kendala selama ini adalah terbatasnya lokal di setiap sekolah sehingga daya tampung tidak memadai.
Karena itu, warga meminta agar Pemkab Rohil bisa menganggarkan penambahan kelas baru di beberapa desa. Hal itu disampaikan saat Musrenbang Kecamatan Hampar yang di hadiri Plt Sekda Rohil, Drs Surya Arpan, MSi di Kantor Camat Batu Hampar, Sabtu (7/2/2015). Hadir juga dalam kegiatan itu Camat Batu Hampar, Azuar Abdullah dan Kepala Bapemas, Hj. Murniati.
Surya Arpan mengatakan, usulan dari masyarakat Kecamatan Batu Hampar akan ditampung dan dipertimbangkan sesuai dengan skala prioritas berdasarkan monografi desa tersebut.
”Kita tetap mengakomodir usulan masyarakat tapi sejalan dengan kebutuhan untuk meningkatkan infrastruktur jalan tani mengingat sebagian besar penduduk disini adalah bermata pencahrian sebagai petani,” kata Surya Arpan.
Untuk itu, tambahnya lagi, pemerintah meminta agar petani jangan alih fungsi lahan. Karena selama ini hasil pertanian di kecamatan Batu Hampar sering mengalami surplus dan itu sangat kita apresiasi.***(adv/hms/karyadi)
Kegiatan Program Swasembada Pangan pada masing masing Desa dan Kelurahan di Kecamatan Kampar Timur dilaksanakan di aula kantor camat Kampar Timur Kabupaten Kampar
Kampar (SegmenNews.Com)- Kegiatan percepatan pelaksanaan program swasembada pangan di Kabupaten Kampar tim teknis dari Tanaman Pangan dan hultikultura turun langsung ke kecamaatan Kampar Timur yang di usulkan sebagai Pelaksanaan Program Swasembada Pangan pada masing masing Desa dan Kelurahan di Kecamatan Kampar Timur Yang Dilaksanakan di aula kantor camat Kampar Timur Kaabupaten Kampar.
Yang mana pelaksanaan kegiatan swasembada pangan ini disejalankan dengan program 5 pilar Pembangunan Kampar yang diciutkan pada 3 Zero Kemisikinan, Pengangguran dan Rumah-rumah kumuh.
Camat Kampar Timur Syamsuriansyah mendata dan melakukan verifikasi terhadap kelompok-kelompok tani yang ada di setiap desa. Desa akan difokuskan sebagai Pelaksanaan Program Swasembada Pangan.
Nantinya akan mendapat menanam tanaman Cabe dan Bawang,daging, sayuran dan ikan dari desa itu sendiri Kata Syamsuriansyah, yang turut Hadir dalam rapat tersebut kepala desa dan kelompok tani dan Penyuluh.
Camat Syamsuriansah menghimbau kepada masing masing ketua kelompok yang terdiri dari 6 kelompok supaya membuat komitmen supaya apa yang akan di tanam, sehinga komoditi yang di usulkan oleh masing masing desa tersebut harus sesuai dengan kondisi tanah yang akan di tanam terutama Cabe dan Bawang, dan mengenai pelaksanaan teknis dapat dikoordinasikan dengan dinas terkait.
Sehinga Desa di setiap Kabupaten Kampar bisa terwujud atas Swasembada pangan, sehinga Desa desa yang ada d Kecamatan Kampar Timur dapat menjadi Swasembada Pangan menurut syamsuriansah
Nurilahi Ali Kabid Usaha Tani dari Dinas Pertanian Kabupatenm Kampar menjelaskan di masing masing kelompok di Kecamatan Kampar Timur ini telah mempunyai lahan lebih kurang masing masing 1 Hektar satu desa. Hal ini sangat memungkinkan untuk dapat melaksanakan swasembada pangan di Desa-desa yang ada di Kecamatan Kampar Timur.
“Kita Berharap agar program yang sangat mulia ini dapat berjalan di Kabupaten Kampar sehingga apa yang di cita-citakan Pemerintahan Kabupaten Kampar sebagai Kabupaten terbaik dan termaju di Propinsi Riau dimulai dari tercapainya Swasembada pangan Desa,” Ungkap Syamsuriansyah mengakhiri sambutannya.
Sementara itu pada hari yang sama verifikasi lahan untuk swasembada pangan juga diadakan di Kecamatan Salo, dalam arahannya Camat Salo Edi Afrizal mengatakan bahwa Program Pemda Kampar yang dicetuskan Bupati Kampar H. Jefry Noer adalah untuk menzerokan Kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh, dengan terwujudnya dibulan Juni nanti dengan swasembada pangan di setiap Desa.
“Harapan Bupati Kampar untuk memberantas tiga Zero sudah pasti terwujud,” ujarnya.
Edi Afrizal juga mengajak seluruh kelompok tani di Kecamatan Salo untuk bersama-sama bersinergi dan berusaha untuk menjadikan desa-desa di Kecamatan Salo menjadi Desa swasembada pangan agar, cita-cita Kabupaten Kampar termaju di Provinsi Riau dapat terwujud.***(advertorial/ali/hms)
Pekanbaru (SegmenNews.com)- Lurah Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki mengkritisi soal Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan tanpa melalui RTR/RW dan pihak kelurahan setempat. Akibatnya salah satu roko yang diduga melanggar Perda Kota Pekanbaru berbuntut pemanggilan dirinya oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP).
Lurah, Lukman Hakim kepada segmennews.com, Rabu (11/2/15) mengaku dipanggil oleh penyidik Satpol-PP terkait IMB bangunan ruko di jalan Darma bakhti ujung yang diduga melanggar Perda kota Pekanbaru no.7 tahun 2012.
“Ya, saya dimintai keterangan oleh penyidik Satpol-PP kota Pekanbaru, Drs. Dendi Zulhari Msi, terkait izin pembangunan ruko milik Sayuti alias Leo yang diduga melanggar Perda kota Pekanbaru no.7 tahun 2012. Setahu saya pemilik ruko selama ini tidak melapor ke kelurahan setempat, mungkin dia langsung mengurus izin ke Dinas tata ruang kota Pekanbaru,” ujarnya.
Menurutnya, kebanyakan pemilik bangunan langsung mengurus ke Dinas terkait tanpa memberi laporan RT/RW setempat. “Ada apa dengan Dinas Tata Ruang kota Pekanbaru?Kok bisa mengeluarkan izin bangunan tanpa sepengetahuan RT/RW termasuk Kelurahan setempat padahal prosedurnya harus ada sepengetahuan RT RW dan kelurahan setempat,” tambahnya
Lukman berharap Satpol-PP untuk tegas mengusut tentang izin pembangunan ruko ruko di Pekanbaru, jangan hanya pihak kelurahan yang di panggil, namun pihak Dinas terkait termasuk Camat juga harus dimintai keterangan terkait masalah ini.***(Chir)
Danau Toba akan dijadikan Taman Bumi. Geopark Kaldera Toba menjadi anggota Global Geopark Network (int)
Medan (SegmenNews.com)– Nama Geopark Kaldera Toba (GKT) telah diputuskan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 188.44/404/KPTS/2013 pada tanggal 26 Juni 2013. Bahkan di bulan April 2015 ini adalah kunjungan tim penilai (Assesor) dari GGN—UNESCO ke lokasi geo-area dan geo-site Geopark Toba, dan bulan September adalah finalisasi penentuannya dalam sidang resmi Asia Pacific Geopark Network (APGN) di Jepang.
Salah seorang penggiat Geopark Toba, RE Nainggolan dalam pertemuan yang diadakan dikediaman Nelson Matondang, mengatakan Geopark kawasan danau toba merupakan konsep manajemen budaya, lingkungan, pendidikan, penelitian dan hidrologi melalui observasi. Harapan masyarakat menjadi utama dan menjadi pusat pendidikan dan penelitian.
Dalam hal ini maka upaya yang dilakukan selama geopark kawasan danau toba adalah melakukan sosialisasi geopark untuk masyarakat sekitarnya, mendorong percepatan sekretariatan geopark bersama pemerintah untuk melakukan percepatan geopark,“ katanya di Medan, Selasa (10/2).
Lundu Panjaitan yang hadir dipertemuan tersebut juga menyampaikan hal-dari aspek social cultural bagaimna membangun danau toba kembali ke aslinya, membangun masyarakat Samosir dengan melakukan pendekatan yaitu merubah mindset masyarakat itu sendiri, dengan mengajak masyarakat menjadi penggerak turis saat pick season di bulan Juni setelah habis masa panen.
“Penggalangan persatuan dan penyatuan persepsi sebaiknya diutamakan agar jangan ada masalah dikemudian hari atau ketika program ini akan dimulai,“ ucap Hendra Silitonga bersama rekan-rekan dari LSM Perintis.
Ketua Umum Forum Intelektual Harapan Anak Negeri Batak, Zakarias Situmorang juga berpendapat sama, agar sosialisasi menjadi hal yang perioritas dan setidaknya ini dapat dilakukan dalam waktu dekat, serta menciptakan semisal icon (simbol) pemahanan tentang Geopark itu sendiri.
Hal senada dikatakan Janner Simarmata, pemahaman masyarakat apa itu geopark kaldera Toba adalah yang paling penting. Karena tim UNESCO akan melihat hal ini, untuk dijadikan langkah apakah kaldera Toba bisa sebagai Geopark Global Network (GGN). Oleh karenanya, setiap elemen masyarakat harus melakukan sosialisasi ini, agar geopark kaldera Toba bisa terwujud,“ ujar Janner sekum Forum IHAN BATAK.***(rls/jan)
Wabup Siak H Alfedri menyerahkan penghargaan K3 kepada salah satu perusahaan di halaman kantor Bupati Siak
Siak (SegmenNews.com)– Pemerintah Kabupaten Siak beserta jajarannya, serta sejumlah perusahaan menggelar apel peringatan bulan Keselamatan dan Kesehatan (K3) Nasional Tahun 2015 di halaman kantor Bupati Siak, Rabu (11/2/15).
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Muhammad Hanif Dhakiri dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfedri, M.Si yang bertindak selaku Pembina Upacara menyampaikan, peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada tanggal 12 bulan Januari 2015 merupakan tahun pertama bagi bangsa Indonesia untuk berjuang, berperan aktif dan bekerja secara kolektif dan terus menerus dalam mewujudkan Indonesia berbudaya K3 tahun 2015 menuju tercapainya visi K3, yakni, ‘Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2020‘.
Sejalan dengan agenda nawacita pemerintahan kabinet kerja yang antara lain peningkatan kualitas hidup manusia, produktivitas dan daya saing, kemandirian ekonomi dan revolusi karakter bangsa, maka salah satu tantangan besar yang kita hadapi di sektor ketenagakerjaan pada saat ini adalah kualitas sumber daya manusia, baik yang akan memasuki dunia kerja maupun yang telah bekerja.
Untuk itu lanjutnya, dibutuhkan usaha-usaha nyata guna peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai aspek. Optimalisasi lembaga-lembaga pelatihan, lembaga pendidikan perlu dilakukan guna menciptakan kualitas sumber daya manusia yang kompeten, produktif dan berdaya saing.
Wabup H Alfedri tinjau pelaksanaan donor darah di kantor Bupati Siak
Disisi lain, peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga harus diikuti dengan pemahaman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Karena K3 merupakan salah satu aspek penting dalam perlindungan ketenagakerjaan disamping perlindungan pengupahan, jaminan sosial, kebebasan berserikat, hubungan kerja, dan lainnya, serta merupakan hak dasar dari setiap tenaga kerja yang ruang lingkupnya telah berkembang sampai pada keselamatan dan kesehatan masyarakat secara nasional.
Pada kesempatan yang baik ini saya menghimbau, mengajak, dan mendorong agar semua kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, para cendekiawan, perguruan tinggi, organisasi profesi, asosiasi, pimpinan perusahaan, pekerja, masyarakat lain-lainnya melakukan upaya-upaya konkrit terhadap pelaksanaan K3 di lingkungannya masing-masing, sehingga budaya K3 benar-benar terwujud disetiap tempat di seluruh bangsa indonesia.
Dengan tema yang sekaligus menjadi tema pertama dalam mencapai visi K3 sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 386 tahun 2014 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Bulan K3 Nasional Tahun 2015-2019
“Melalui penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) kita wujudkan Indonesia berbudaya K3 dalam menghadapi perdagangan bebas. Sangat tepat dan strategis untuk mendorong semua pihak berpartisipasi aktif membudayakan K3,” ujarnya.
Dalam jangka panjang, diharapkan masyarakat industri di indonesia pada khusunya dan masyarakat indonesia pada umumnya memiliki kemandirian dalam berbudaya K3. Budaya K3 merupakan bagian integral dan revolusi mental dalam pembangunan nasional guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan, dan oleh karena itu perlu dikembangkan oleh semua pihak secara terus menerus.
Di akhir sambutannya, kiranya peringatan hari K3 yang dilanjutkan pelaksanaan Bulan K3 Nasional Tahun 2015 dapat terselenggara sesuai rencana dan semoga apa yang kita kerjakan berguna bagi nusa dan bangsa.
Usai apel peringatan Hari K3 Nasional tersebut Wakil Bupati Siak, didampingi Ketua DPRD Siak, Kajari Siak, Ketua Pengadilan Negeri Siak dan Perwakilan Kapolres Siak atas nama Pemerintah Kabupaten Siak menyerahkan penghargaan kepada 12 Perusahaan yang ada di Kabupaten Siak. Berbagai kegiatan dilaksanakan usai upacara tersebut seperti simulasi mengatasi kebakaran oleh Perusahaan Daerah Siak dan Donor Darah.
Upacara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kab Siak Drs. H TS Hamzah, Unsur Forkompimda Siak, Pejabat dilingkungan Pemerintah Kab Siak, PNS dan Honorer serta sejumlah Perusahaan yang ada di Kabupaten Siak.***(advertorial/hms/rinto)