Beranda blog Halaman 2450

TNI Jaga Gedung KPK dari Penggeledahan Polri

TNI Jaga Gedung KPK dari Penggeledahan Polri
TNI Jaga Gedung KPK dari Penggeledahan Polri (JPNN)

Jakarta (SegmenNews.com)- Polemik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri membuat berbagai isu menyeruak. Salah satunya, penggeledahan gedung KPK. Karena itu, TNI mengerahkan pasukan untuk menjaga gedung lembaga antirasuah tersebut dari penggeledahan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen M. Fuad Basya menuturkan, pihaknya mendapat instruksi dari Presiden Jokowi untuk mencegah terjadinya gesekan antara Polri dan KPK. ’’Karena itu, TNI menurunkan petugas dari TNI-AL, TNI-AD, dan semuanya,’’ paparnya.

Semua anggota TNI itu disebar di sekitar gedung KPK. Ada tiga pembagian area, mulai ring satu hingga tiga. Mulai gedung KPK hingga beberapa kilometer dari gedung tersebut dijaga. ’’Semua menyebar sejak Jumat,’’ terang Fuad.

Ada anggota yang memakai seragam dinas, ada pula yang memakai seragam preman. Hal tersebut sudah sesuai prosedur pengamanan. ’’Jumlahnya tidak bisa disebut, tapi puluhan,’’ ujarnya, Sabtu (24/1/15).

Soal kemungkinan mengerahkan pasukan khusus, Fuad tidak bisa menyebutkan. Yang pasti, semua elemen TNI ada dalam pengamanan tersebut. ’’Semua sesuai instruksi Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tidak ada yang bisa meminta pasukan tertentu untuk turun mengamankan, kecuali panglima,’’ tuturnya.

Terkait gesekan seperti apa yang dihindari, Fuad menjelaskan bahwa penggeledahan gedung KPK juga merupakan gesekan. Yang jelas, pertemuan secara langsung antara KPK dan Polri akan dicegah TNI. ’’Jangan sampai ada konflik fisik. Untuk masalah hukum, tentu TNI menilai harus diselesaikan masing-masing,’’ jelasnya.

Apakah itu bisa disebut pengamanan terhadap KPK? Fuad tidak sepakat pengerahan anggota TNI tersebut merupakan bentuk pengamanan terhadap KPK. Namun, pastinya TNI mengamankan negara. ’’Mencegah konflik antarlembaga itu mengamankan negara,” terangnya.

Konflik antara KPK dan Polri tersebut dipastikan menjadi sorotan luar negeri. Masyarakat juga akan ikut mengawasi. Kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bisa jadi memengaruhi negara. ’’Untuk itulah, TNI menjaga demi kedaulatan Indonesia,” ujarnya.***(jpnn/ran)

Kemenag Siapkan Rp 16,3 M untuk Tunjangan Profesi Guru

UBATU 4Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Untuk menjamin dapat dibayarkannya tunjangan profesi bagi guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan guru Non PNS tahun 2015, Kementerian Agama (Kemenag) Kab Rohul, menyiapkan dana sebesar Rp 16.308.200.000,- (Enam belas milliard tiga ratus delapan juta dua ratus ribu rupiah), sehingga dapat dipastikan tidak ada tunjangan profesi guru yang tidak dapat dibayarkan.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Kasi Pendidikan Islam Drs H Syahruddin MSy, kepada wartawan berbagai media massa, Jumat akhir pekan lalu (23/1/2015) bertempat di kantornya, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Kota Pasir Pengaraian.

Dikatakannya, dana sebanyak Rp 16,3 M ini diperuntukkan untuk membayar guru-guru yang telah lulus sertifikasi (sudah professional) yang jumlahnya sebanyak 504 orang, dengan perincian 388 orang PNS dan 116 orang Non PNS, baik guru Madrasah maupun guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah.

Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Kepala Perencanaan Kanwil Kemenag Riau ini, lebih lanjut mengatakan, system pembayaran dari tunjangan profesi ini sesuai kesepakatan dengan para guru dilakukan enam bulan sekali, sehingga penerimaannya lebih besar dan dapat digunakan untuk keperluan tertentu.

Namun sebenarnya pembayaran tunjangan profesi ini dapat dilakukan setiap bulan, hanya saja penerimaanya lebih kecil dan harus menyiapkan berkas administrasinya setiap bulan.

Dijelaskannya, berkas administrasi yang harus disiapkan di masing-masing madrasah atau sekolah dan harus diantar ke kantor Kemenag Rohul, sama saja dengan berkas administrasi untuk enam bulan, sehingga terkadang menyulitkan dan mengeluarkan biaya transportasi bagi guru-guru yang bersangkutan.

Ahmad Supardi Hasibuan juga menjelaskan tentang besaran tunjangan profesi, yaitu bagi guru-guru PNS maka tunjangan sertifikasinya adalah sebesar gaji pokok. Jika gaji pokoknya Rp 3 juta, maka tunjangan profesinya selama satu tahun adalah Rp 36 juta. Sedangkan bagi Non PNS adalah Rp 1,5 juta perbulan atau Rp 18 juta setahun.

Ahmad Supardi memastikan bahwa pembayaran tunjangan profesi tersebut tidak ada pemotongan, sebab pembayaran dilakukan melalui rekening. Kalaupun ada pemotongan, maka pemotongan itu adalah pembayaran pajak sebesar 10 persen bagi PNS Golongan IV dan 5 persen bagi PNS Golongan III dan juga Non PNS.***(rls)

Potensi Karhutla di Riau Meningkat

apiPekanbaru(SegmenNews.com)- Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan saat ini sebagian besar wilayah kabupaten/kota di Riau memasuki musim peralihan atau pancaroba yang mengakibatkan potensi kebakaran hutan dan lahan kian meningkat.

“Namun dalam 24 jam terakhir titik panas (hotspot) di daratan Provinsi Riau menurun jumlahnya. Tadi pagi sekitar pukul 05.00 WIB, hanya ada tiga titik panas di Riau seluruhnya di Kabupaten Bengkalis,” kata Analis BMKG Stasiun Pekanbaru Bibin Sulianto lewat sambungan telepon, Sabtu (24/1).

Menurut dia, itu merupakan hasil pendeteksian Satelit Modis menggunakan sensor Terra dan Aqua. Dibandingkan dengan hari sebelumnya, Jumat (23/1) pada waktu yang sama, jumlahnya cenderung menurun.

“Kemarin pukul 05.00 WIB satelit merekam sepuluh titik panas di Riau. Satu titik di Kabupaten Indragiri Hilir dan satu lagi berada di Pelalawan. Sementara di Bengkalis ada delapan titik,” katanya.

Kemunculan “hotspot” di berbagai wilayah Provinsi Riau menurut catatan BMKG Stasiun Pekanbaru telah berlangsung sejak dua pekan terakhir. Jumlahnya cenderung meningkat namun menurut analis belum memicu terjadinya kemunculan kabut asap.

“Biasanya asap baru terjadi ketika titik panas mencapai ratusan titik. Saat ini masih kurang dari sepuluh titik setiap harinya,” katanya.

Bibin mengatakan, titik panas yang patut diindikasi sebagai peristiwa kebakaran hutan dan lahan terjadi akibat suhu udara yang panas pada waktu siang. Hal itu terbukti, kebakaran lahan telah terjadi di beberapa wiayah seperti Kabupaten Bengkalis dan Indragiri Hilir. Upaya cepat pemerintah daerah dibantu dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) juga telah berhasil memadamkan titik kebakaran lahan itu.***(MCRiau/ran)

Kadiskes Rohil Pastikan Pemberian Obat Filariasis Capai Target

Kadiskes Rohil Pastikan Pemberian Obat Filariasis Capai Target
Kadiskes Rohil Pastikan Pemberian Obat Filariasis Capai Target

Bagansiapiapi(SegmenNews.com)- Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau mendata cakupan pemberian obat filariasis ke masyarakat sudah merata ke seluruh kecamatan, puskesmas diminta terus melakukan survei dan pendataan.

“Secara global cakupan pemberian obatnya sudah 90 persen, alhamdulilah sudah merata semua mendapatkan obatnya,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Rohil, Junaidi Saleh, dikonfirmasi, Kamis (22/1/2015)

Dikatakan, pembagian obat tersbut sudah memasuki tahap ke empat tahun 2015. Sebab, pemberian obat tersebut dihentikan bila daerah dinyatakan bebas.

“Jadi, sebelum pemberian obat lanjutan tahap ke empat, pihak diskes akan melakukan pemeriksaan darah pasien, kalau ternyata masih ada cacing mikrofiralianya pengobatan terus dilanjutkan,” tegasnya.

Junaidi menilai, program dapat dikatakan berhasil jika daerah tersbut sudah dinyatakan bebas. Kegiatan ini terus digesa pusat mengingat biaya yang dikeluarkan negara sudah cukup besar.

“Ya harus berhasil atau sampai berhasil sehingga masyarakat terbebas dari penyakit kaki gajah yang disebabkan cacing mikrofilariasis,” paparnya. (Adv/hms)

– Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau mendata cakupan pemberian obat filariasis ke masyarakat sudah merata ke seluruh kecamatan, puskesmas diminta terus melakukan survei dan pendataan.

“Secara global cakupan pemberian obatnya sudah 90 persen, alhamdulilah sudah merata semua mendapatkan obatnya,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Rohil, Junaidi Saleh, dikonfirmasi, Kamis (22/1/2015)

Dikatakan, pembagian obat tersbut sudah memasuki tahap ke empat tahun 2015. Sebab, pemberian obat tersebut dihentikan bila daerah dinyatakan bebas.

“Jadi, sebelum pemberian obat lanjutan tahap ke empat, pihak diskes akan melakukan pemeriksaan darah pasien, kalau ternyata masih ada cacing mikrofiralianya pengobatan terus dilanjutkan,” tegasnya.

Junaidi menilai, program dapat dikatakan berhasil jika daerah tersbut sudah dinyatakan bebas. Kegiatan ini terus digesa pusat mengingat biaya yang dikeluarkan negara sudah cukup besar.

“Ya harus berhasil atau sampai berhasil sehingga masyarakat terbebas dari penyakit kaki gajah yang disebabkan cacing mikrofilariasis,” paparnya.***(Adv/hms/karyadi)

Penemuan Tengkorak Manusia Gegerkan Warga Kampar

Penemuan sosok mayat sudah membusuk di perkebunan di Kampar
Penemuan sosok mayat sudah membusuk di perkebunan di Kampar

Bangkinang (SegmenNews.com)- Masayarakat Kampar seketika geger, atas penemuan sesosok mayat berjenis kelamin pria tanpa identitas ditemukan dalam areal kebun sawit yang terletak di Jalan Merpati Dsn II Sei Pantau desa Karya Indah kecamatan Tapung kabupaten, Kampar(24/1/2015) sekira pukul 14 00 wib.

Saat ditemukan kondisi mayat sudah menjadi tengkorak, hanya sebagian kaki yang tertutup celana masih terbalut daging namun sudah membusuk.

Penemuan mayat ini pertama kali diketahui oleh salah satu warga yang sedang mencari semut angkrang disekitar TKP, dan tanpa sengaja melihat sesosok mayat yang sudah

membusuk di dalam parit pembatas kaplingan sawit. Penemuan mayat ini kemudian disampaikan kepada perangkat desa Karya Indah, selanjutnya aparat desa menghubungi Polsek Tapung.

Kapolsek Tapung Kompol Barzawi bersama Kanit Reskrim dan beberapa personil Polsek Tapung beserta personil unit identifikasi Sat Reskrim Polres Kampar langsung mendatangi TKP.

Setelah melakukan olah TKP ditemukan satu unit sepeda motor Honda Supra X berplat nomor BM6770AV sekitar 20 meter dari posisi mayat, beberapa barang lain juga ditemukan petugas antara lain 2 buah tas berwarna hitam dan merah, 1 buah sepatu sebelah kiri berwarna hitam dan botol minuman.

Petugas kemudian membawa jasad ini ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan otopsi dengan menggunakan mobil ambulan Puskesmas Tapung.

Kapolsek Tapung Kompol Barzawi ketika dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat ini, disampaikan Kapolsek bahwa saat ini jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab kematiannya, sementara itu personil Polsek Tapung dan unit identifikasi Sat Reskrim Polres Kampar juga telah melakukan olah TKP dan melakukan lidik terhadap peristiwa ini.***(Amy)

Tiga Rumah Petak Terbakar di Bangkinang

Tiga Rumah Petak Terbakar di Bangkinang
Tiga Rumah Petak Terbakar di Bangkinang

Kampar (SegmenNews.com)- Tiga petak rumah  milik Yuslinar (54) yang berlokasi di jalan D.I. Panjaitan Ujung gang Cemara kelurahan Langgini, kecamatan Bangkinang Kota hangus terbakar api, Jum’at (23/1/2015). Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

Kebakaran rumah ini pertama kali diketahui oleh Yeni (30) anak dari Yuslinar sipemilik rumah kontrakan,  saat itu Yeni melihat api dari dalam rumah kontrakan milik ibunya yang sedang ditinggal pergi oleh penyewanya Emi (40) yang lagi bekerja sebagai buruh cuci.

Yeni lantas pergi menjemput ibunya ke pasar yang sedang belanja, setelah itu mereka bersama kembali ke lokasi rumah kontrakan dan mendapati rumah tersebut sudah dilalap api.

Pada pukul 16.00 wib mobil Damkar Pemda Kampar tiba dilokasi kejadian dan langsung melakukan pemadaman dibantu warga sekitarnya, api akhirnya dapat dipadamkan sekira pukul 16.30 wib.

Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono SiK melalui Kapolsek Bangkinang Kota, Iptu Ulul Azmi membenarkan kejadian itu, disampaikan bahwa berdasarkan keterangan para saksi api diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, karena rumah dalam keadaan ditinggal penghuninya. Kerugian ditaksir Rp 150 juta.

Kapolsek menghimbau kepada warga, agar melakukan pengecekan peralatan listrik dan kompor sebelum bepergian, untuk menghindari terjadi kebakaran.***(amy)

Tak Terima Gaji, Pensiunan Guru Ngadu ke DPRD Riau

Gedung DPRD Riau
Gedung DPRD Riau

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Sampai hari ini, Yayasan Cendana belum menyelesaikan gaji pensiunan guru yang sudah berakhir masa jabatannya beberapa tahun lalu. Untuk mendapatkan keadilan, Para guru berumur usia lanjut itu mendatangi Komisi E DPRD Riau menginginkan sebuah keadilan.

Menanggapi keluhan guru tersebut, Ketua Komisi E, Masnur menjelaskan, tersendatnya pembayaran gaji guru terkendala oleh undang-undang nomor 13 tahun 2006 tentang ketenaga kerjaan. Sehingga pihak yayasan tidak mau membayarkan gaji karena kontrak kerja dengan guru sudah habis.

Meski demikian, hal ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Dewan menegaskan kepada yayasan dan para pensiunan guru untuk menyelesaikan persoalan ini secara internal selama dua bulan.

“Penyelesaian ini tidak dibiarkan begitu saja. Namun akan diawasi oleh dua orang dari anggota Komisi E sebagai penengah dari persoalan itu,” kata Masnur, seusai mengadakan pertemuan dengan para pensiunan guru Yayasan Cendana, Jumat (23/1).

Namun dalam tempo dua bulan, persoalan belum juga selesai, maka akan dibawa kembali ke DPRD untuk diselesaikan pokok persoalannya. Sehingga para guru ini mendapatkan keadilan selama mengabdi di Yayasan Cendana.

Ketika dikaji pada awal guru sebelum mengabdi, pihak yayasan memiliki perjanjian berbentuk kesepakatan dengan guru. Namun setelah ada undang-undang ketenagakerjaan, pihak yayasan memberlakukan undang-undang didalam pelaksanaan yayasan secara sepihak.

Saat guru pensiun dalam tugas dan menuntut hak pensiun, pihak yayasan tidak mau membayar dan mengedepankan undang-undang ketenagakerjaan itu. Mendapat sikap tidak baik dari pihak yayasan, para pensiunan guru tidak terima dan terus berupaya mencari keadilan ke DPRD Provinsi Riau.

“Dulu sebenarnya, pihak yayasan dan guru sudah memiliki kesepakatan. Namun karena ada undang-undang ketenagakerjaan pihak yayasan mengaju kepada undang-undang itu. Oleh sebab itu, kita meminta pihak yayasan kembali kepada perjanjian kesepakatan awal, supaya persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” terang Masnur.***(lin)

Riah dana APBN, DPRD Riau Jemput Bola ke Pusat

Ilustrasi
Ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Komisi E DPRD Riau, menggunakan sistem jemput bola ke pusat, yakni menemui forum anggota DPR dan DPD RI Daerah Pemilihan Riau di Jakarta. Tujuannya untuk melancarkan bantuan dana APBN untuk Provinsi.

“Senin kemarin kita sudah berjumpa forum DPR dan DPD RI Dapil Riau di Jakarta. Kita harus menggunakan sistem jemput bola untuk kelancara APBN untuk provinsi kita,” kata Ketua Komisi C DPRD Riau, Masnur, Jumat (23/1).

Masnur mengaku, ketika melakukan kunjungan kerja ke kabupaten/kota, pejabat daerah banyak yang tidak mengetahui perencanaan pusat terhadap daerah, provinsi untuk daerah dan sebaliknya. Jadi sekarang komisi E akan mensinkronisasikan perencanaan antara daerah dengan provinsi juga pusat.

Komisi E memiliki mitra kerja 16 Satker/Badan. Diantaranya RSUD, RSJ, Diskes, Kesra, Disdik, Disbudpar dan lain lain. Masnur berharap dengan sistem jemput bola, anggaran APBN bisa diserap dan dikucurkan ke daerah.

Sebab banyak pembangunan besar yang membutuhkan bantuan nasional. Seperti pembangunan gedung Bedah Central RSUD Arifin Ahmad, dan pelaksanaan peningkatan kurikulum di Disdik Riau dan lain lain.

Menurut Masnur, dengan meningkatkan koordinasi antara daerah dengan perwakilan di pusat, akan dapat memuluskan settiap rencana pembangunan di Riau. Sebab diyakini, perwakilan pusat lebih memiliki hubungan baik dengan para menteri dan kementrian sehingga mudah melakukan lobi-lobi.

“Kita memiliki forum politisi dipusat. Jadi kita harus bisa memanfaatkan sebagai penyambung lidah ke Kementrian. Supaya kita bisa mendapatkan bantuan APBN yang banyak,” ujar Masnur.***(lin)

HTI Riau Kutuk Penerbitan Karikatur Nabi Muhammad SAW

500 massa HTI Riau kutuk penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW
500 massa HTI Riau kutuk penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Sekitar 500 orang massa Hizbut Tharir Indonesia (HTI) melakukan unjuk rasa di seputaran jalan Cut Nyak Dien, Sudirman Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Mereka mengecam dan mengutuk keras atas penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW berulang kali oleh media barat (CHARLI HABDO).

HTI menilai penerbitan karikatur tersebut merupakan bentuk pelecehan dan penghinaan terhadap Allah SWT, RasulNYa dan umat Islam seluruh dunia. Sudah selayaknya pelaku dijatuhi hukuman mati.

Massa HTI berdo'a bersama sebelum melakukan unjuk rasa
Massa HTI berdo’a bersama sebelum melakukan unjuk rasa

“Kaum Muslimi harus bersatu dan mengambil sikap tegas terhadap negara barat yang bersikap hipokrit dan phobia terhadap Islam. Persatuan umat Islam hanya bisa terwujud dengan diangkat seorang khalifah dalam sistem khilafah,” orasi Edi manik,SFIL.I, Sabtu (24/1/15).

Mereka juga menghimbau kepada masyarakat Pekanbaru segera ikut memperjuangkan khilafah Islamiyah berdasar tuntutan yang di ajarkan Rasullulah SAW, karena dengan adanya khilafah kemulian umat Islam terjaga dan peristiwa ini tak kan terjadi dan terulang terus menerus.

“Hal ini sering terjadi karena ketiadaan khilafah yang memimpin umat Islam,” ujar orator lainnya, Ustadz Muhammadun.***(suryadi)

Pemkab Rohil Siapkan 3 Lokasi Musda LAM Riau

RakorBagansiapaiapi(SegmenNews.com)- Wakil Bupati Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau Erianda membuka rapat kordinasi menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Kabupaten Rohil, di Aula Kantor Bupati Rohil, Bagansiapiapi.

Dalam rakor wabup meminta pihak terkait mendukung dan membantu suksesnya pelaksanaan musda nantinya. Sesuai jadwal, katanya, rakor pertama akan dilaksanakan tanggal 10-12 Maret 2015, mendatang.

“Ada tiga lokasi pelaksanaan musda seperti ditaman Budaya Batu Enam, Gedung LAM Riau Rohil dan Gedung Serbaguna Bagansiapiapi. Jadi, khusus pembukaannya malam hari dipusatkan di Batu Enam Taman Budaya,” ungkap wabup.

Kemudian, lanjut Erianda, kegiatan musda seperti pengukuhan Datok Setia Amanah difokuskan digedung Serbaguna Bagansiapiapi.”Kita rencana mengundang 700 orang tamu undangan meliputi tokoh adat kabupaten/kota se-Provinsi Riau, para camat, penghulu, 45 anggota dprd rohil dan masyarakat,” jelasnya.

Wabup juga berharap, panitia yang telah dibentuk dapat bekerjasama demi suksesnya pelaksanaan musda LAMR I tingkat Kabupaten Rokan Hilir. “Sekali lagi saya tegaskan semua pihak supaya dapat membantu suksesnya pelaksanaan musda nanya,” katanya menegaskan.

Dalalam rakor dihadiri Pengurus LAM Riau, Ketua LAMR Rohil, Anggota DPRD Rohil Perwedissuito, Rasyid Abizar,kepala dinas, badan dan kantor lingkup pemkab Rohil.*** (adv/hms)