Beranda blog Halaman 2495

Kuansing Sosialisasi Pembentukan Desa Adat

Rumah suku di Kenegerian Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya Kuansing
Rumah suku di Kenegerian Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya Kuansing

Teluk Kuantan (SegmenNews.com)- Dengan disyahkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, sudah memberikan arah, kebijakan serta acuan dasar penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk di dalamnya mengenai penataan desa adat.

Pembentukan Desa Adat sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2014, tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2014.

Demikian diungkapkan Asisten Tata Pemerintahan Setdakab Kuansing, Drs. H. Erlianto saat memberi sambutan pada Rapat Kerja dan Sosialisasi Pembentukan Desa Adat, yang ditaja Bagian Pemerintahan Umum Setda Kuansing di ruang multi media Kantor Bupati Kuansing, Rabu (3/12/2014).

Menurutnya, penetapan desa adat sebagaimana tercantum dalam Pasal 97 UU Nomor 6 Tahun 2014, harus memenuhi syarat utama bahwa kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya harus, pertama secara nyata masih hidup, baik bersifat teritorial, genealogis, maupun bersifat fungsional. Kedua, dipandang sesuai dengan perkembangan masyarakat, dan ketiga sesuai dengan prinsip NKRI.

Dijelaskannya, pembentukan desa adat merupakan hal baru dalam kehidupan demokrasi Indonesia, karena dalam penetapan desa adat harus melalui beberapa tahapan dan butuh persiapan yang matang, baik dari pihak masyarakat yang bersangkutan maupun pemerintah (baik pemerintah desa, kabupaten maupun provinsi).

“Berkenaan dengan hal tersebut, maka perlu adanya kesiapan dan sosialisasi kepada masyarakat, sosialisasi menjadi sangat penting sebagai sarana dan upaya dengan sasaran akhir membangkitkan perhatian dan keikutsertaaan masyarakat membangun kehidupan demokrasi,” paparnya.

Untuk itu, Pemkab Kuansing menyambut baik dilaksanakannya Raker dan sosialisasi ini, diharapkan peserta dapat berbagi ilmu pengetahuan dengan masyarakat lain yang tidak mengikuti kegiatan ini.

“Saya merngharapkan Raker dan sosialisasi ini, dapat menambah pengetahuan dan Tupoksi masing-masing, sehingga dapat mendorong suksesnya program pemerintah ini,” tuturnya.

Dia juga yakin peserta Raker akan memperoleh pemahaman yang signifikan dalam berbagai aspek strategis dalam pembentukan desa adat, sekaligus memahami kondisi obyektif yang berkembang saat ini. Walapun Raker dan sosialisasi ini berjalan singkat, ujarnya.

“Di samping itu, melalui kegiatan ini, akan terbangun kesamaan persepsi, pemahaman dan pengertian bersama untuk mewujudkannya,” imbuhnya.***(kpr)

Operasi Zebra, Polres Kampar Tilang Ratusan kendaraan

ilustrasi
ilustrasi

Kampar (SegmenNews.com)- Operazi Zebra dimulai sejak tanggal 26 november hingga 2 Januari, Polres Kampar menangani ratusan perkara pelanggaran lalulintas.

Dikatakan Kapolres Kampar, AKBP Ery Apriyono SH,SIk melalui kasat lantas AKP Alex Sandy Siregar Sik,MH, Selasa (02/12/2014), jumlah pelanggaran tersebut jauh berkurang dari sebelumnya, sebab kepolisian telah melakukan sosialisasi sebelumnya. Dia berharap tingkat kesadaran masyarakat dalam berkendara semakin meningkat.

Dijelaskannya, diantara pelanggaran tersebut 29 hanya teguran, tak pakai helm 170 perkara, 104 perkara pelanggaran melawan arus dan beberapa perkara lainnya.

“Kita harap dengan kegiatan operasi zebra ini tingkat kesadaran masyarakat mematuhi peraturan berlalulintas semakin meningkat,” harap Kasat Lantas.***(ali)

Ikut Diklat, Camat Kampar Terpaksa Tidur Dimobil

Ilustrasi tidur dimobil (foto tempo)
Ilustrasi tidur dimobil (foto tempo)

Kampar (segmenNews.com)- Pemda Kampar melakukan Diklat P4s sebagai langkah percepatan 3 zero kabupaten Kampar yakni, zero kemiskinan, rumah kumuh dan rumah layak huni. Diklat  tersebut dilaksanakan di Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu.

Kegiatan Diklat diikuti oleh 260 peserta yang terdiri dari Camat dan Kades. Namun sebagian peserta menilai kegiatan tersebut sangat menyengsarakan mereka terutama yang sudah tua.

Merekapun harus rela tidur di dalam mobil. Sebab biaya mereka ditanggung sendiri tanpa dibiayai Pemda.

“Ya, sampai malam ini kami masih di lokasi kegiatan. Kami kesini pakai biaya sendiri. Terkadang kami juga tidur dimobil,” ungkap salah seorang peserta yang enggan namanya dimuat.

Menurutnya, pelatihan tersebut untuk kemajuan Kampar. Semua ilmu yang didapat dari pelatihan akan diterapkan di Daerah mereka masing-masing.***(ali)

Kemenag Minta IPHI Bangun Perekonomian Umat

Ketua IPHI Rohul, Drs HT Habrizal dan Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA
Ketua IPHI Rohul, Drs HT Habrizal dan Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Kakan Kemenag Rohul yang juga Ketua Dewan Penasehat (Wanhat) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kab Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengharapkan agar IPHI ikut berpartisipasi aktif dalam membangun perekonomian umat, seperti melalui koperasi IPHI maupun melalui bentuk-bentuk lainnya.

Hal ini mendesak dilakukan sebab beberapa persoalan yang dihadapi oleh umat Islam Rohul adalah kemiskinan, kebodohan, dan bahkan keterbelakangan. Untuk itu, IPHI perlu ikut berpartisipasi aktif untuk mengatasinya, sebab pengurus dan anggota IPHI pada umumnya adalah golongan mampu, memiliki kepedulian social yang tinggi dan memiliki kelebihan dibanding umat Islam lainnya.

Demikian disampaikannya pada rapat persiapan pembentukan Koperasi IPHI, Selasa (2/12/2014) bertempat di kantor Sekber Umat Beragama, kompleks perkantoran Kemenag Rohul, Kota Pasir Pengaraian. Kantor ini secara khusus juga disiapkan Kakan Kemenag Rohul, menjadi sekretaraiat bagi Pengurus IPHI Kab Rohul.

Hadir dalam rapat tersebut Ketua IPHI Rohul Drs HT Habrizal, Kadis Bina Marga yang juga Ketua Koperasi IPHI Drs HM Rivai MM, Petugas dari Dinas Koperasi dan UKM Rohul, Sekretaris H Rusli MSy, Kepala KUA Rambah Drs H Rahman Jailani MSy, Kasi Syariah Kemenag Drs H Martillevi Saleh MSy, dan pengurus IPHI Rohul lainnya.

Ketua IPHI Rohul yang juga Asisten Tiga Setda Rohul Drs HT Habrizal mengatakan bahwa salah satu program prioritas IPHI Rohul adalah pembentukan koperasi, yang diberinama dengan Koperasi IPHI Mandiri. Kehadiran koperasi ini diharapkan dapat memberikan sumbangan positif, bukan hanya bagi anggota IPHI, tapi juga bagi masyarakat Rohul pada umumnya.

Koperasi IPHI Mandiri ini beranggotakan para Haji dan Hajjah yang jumlahnya ribuan orang di Rohul. Setiap calon anggota diharuskan membayar simpanan pokok Rp 200 ribu dan simpanan wajib setiap bulan Rp 50 ribu, ditambah dengan simpanan sukarela yang besarannya diserahkan kepada masing-masing anggota.

Ketua Koperasi IPHI Mandiri Drs HM Rivai MM mengatakan, koperasi ini akan membuka bidang usaha berupa Warung Serba Ada (Waserda) atau serba usaha, yang didalamnya ada usaha konveksi, travel haji, perlengkapan JCH, termasuk pelaksanaan manasik haji mandiri, yang dapat dilakukan setiap saat.***(rls)   

Pemda Kampar Janji Tuntaskan Konflik Lahan di Tapung Hilir

Ilustrasi
Ilustrasi

Kampar (SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Kampar-Riau berjanji bakal menuntaskan konflik kepemilikan kebun kelapa sawit antara 257 Kepala Keluarga Desa Beringin Lestari Kecamatan Tapung Hilir dengan PT. Ramajaya Pramukti yang sudah berjalan hampir 15 tahun.

Untuk itu Pemda Kampar diwakili oleh, asisten I Setda Kampar, Ahmad Yuzar melakukan mediasi masyarakat dengan pihak perusahaan. Walaupun pihak perusahaan tidak hadir, mediasi tetap dilakukan guna mengetahui keterangan dari masyarakat.

“Kita akan melakukan pertemuan dengan SKPD terkait untuk menyelesaikan konflik ini. Kita juga akan melakukan koordinasi dengan Kanwil BPN di Pekanbaru terkait pemberian rekomendasi dan terbitnya Sertifikat HGU No. 147 dan 148 atas nama PT. Ramajaya Pramukti ini,” tegas YUzar saat pertemuan 1 Desember 2014 lalu.

Mantan camat Desa Tapung Hilir, Syafruddin Masrie dan Syapril dikesempatan itu juga menyarankan pengukuran ulang. Pasalnya, proses penerbitan sertifikat HGU atas nama PT. Ramajaya Pramukti tersebut dinilai menyalahi prosedur.

Kesalahan prosedur ini terlihat dari penunjukkan dan penetapan batas yang hanya ditunjukkan oleh unsur perusahaan PT. Ramajaya Pramukti semata. Anehnya lagi, Panitia Pemeriksaan Tanah pada saat itu tidak melibatkan unsur camat, desa atau petani setempat yang tahu persis batas-batas tanah yang akan diukur. Lantas, ada apa ini?

Mantan Kades Beringin Lestari Basuki dan Tugimin juga memaparkan kronoligis penyebab konflik tersebut. Mereka juga meminta agar dilakukan pengukuran ulang.

Menurut Tugimin, pengukuran ulang akan memberi kepastian terhadap status lahan. Sementara, Basuki menambahkan bahwa sebagai Kepala Desa pada saat itu, ia tahu persis titik atau patok kordinat dimana pengukuran akan dilakukan. Sebagai kepala desa, mereka menyayangkan mengapa pada saat itu mereka tidak dilibatkan dalam proses pengukuran, padahal sebagai pejabat desa setempat mereka sangat berkepentingan.

Penasehat warga, Boedy Irawan SH menyampaikan apa yang menjadi hak masyarkat harus diperjuangkan, dan rencana pengukuran ulang lahan itu merupakan solusi terbaik.

“Kita menghindari cara-cara tak terpuji dalam penyelesaian konflik ini. Unjuk rasa atau intimidasi, sebaiknya dihindari karena justru akan memperkeruh suasana,” sampai Boeddy.***(ali)

Wako Pekanbaru Resmikan Gedung MDTW Nurussalam

IMG_7876Pekanbaru (SegmenNews.com)- Walikota Pekanbaru H.Firdaus.ST.MT, meresmikan Gedung Islamic Center dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha ( MDTW ) dikompleks Islamic Center Nurussalam jalan Taman Sari no.50 RW.07 Pekanbaru kelurahan Tangkerang Selatan Kecamatan Bukit Raya, selasa ( 02/12 ). Turut hadir dalam peresmian ini Kepala Kementerian Agama Kota Pekanbaru yang diwakili oleh Kasi Pontren, Camat bukit raya dan lurah Tangkerang selatan.

Walikota pekanbaru menyampaikan dalam pidatonya bahwa pentingnya pendidikan agama islam ini dan ini telah menjadi perhatian prioritas oleh pemerintah kota pekanbaru ini dilihat dari banyaknya Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha ( MDTW ) yang telah berdiri di kota pekanbaru hingga mencapai tiga ratusan. Dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha ( MDTW ) ini banyak mempunyai kegiatan-kegiatan seperti Belajar membaca Al Qur’an, Magrib Mengaji, Tahfiz, Diskusi, dan berbagai Seni.

Dengan kegiatan ini maka terciptalah sumber daya manusia terutama generasi muda kota pekanbaru yang lebih bermarwah, bermartabat, dan berakhlak mulia karena ini adalah rohnya kota pekanbaru dan Badannya pemerintah kota pekanbaru akan membangun pembangunan di daerah yang masih kurang pembangunannya.

Supaya cita-cita kota pekanbaru yang ingin menjadikan kota pekanbaru menjadi kota metropolitan yang madani. Kata walikota Pekanbaru pada pidato peresmian Gedung Islamic Center dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha ( MDTW ).

Pada acara peresmian ini walikota menandatangani batu prasasti gedung Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha ( MDTW ) Nurussalam, dan penguntingan pita sekaligus pembukaan
papan nama yang merupakan tanda peresmiannya.

Walikota sekaligus melihat ruang perpustakaan, dan ruang belajar siswa dan walikota telah memberikan bantuan dalam pembangunannya dan akan memberi bantuan lagi untuk perlengkapan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.***(chir)

Kades Teluk Aur Dilaporkan ke BPMPD

laporRokan Hulu (SegmenNews.com)- Kepala Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, Muslim dilaporkan warganya ke Badan Pemberdayan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) Karena dinilai sewenang-wenang kepada aparatur dan masyarakat, Selasa (2/12/2014).

Laporan tersebut disampaikan oleh Ketua RW 003 Sudirman, Ketua RW 004, Jufrizal, Ketua RT 06 Desfenri dan Ketua RT 08 Suwardi. Kedatangan masyarakat ini diterima Kasubbit Bina Administrasi dan Aparatur Badan BPMPD Rokan Hulu, Muliadi di Aula Kantor tersebut.

Adapun laporan masyarakat dinilai hanya kebijakan Kades Teluk Aur yakni, bantuan sembako dari PT Sawit Asahan Indah (SAI) 70 paket sembako, hanya diperuntukkan untuk para keluarganya bukan untuk kamu duafa (Kaum lemah).

Mengganti RT/RT secara sepihak tanpa ada pemeberitahuan baik secara lisan dan tulisan kepada RT/RW yang bersangkutan, memotong gaji aparatur desa untuk MTQ Rp 225 ribu, Pinjaman Rp 450 ribu dan pencairan Rp 20 ribu dan mengangkat Kadus Aur Kuning Zulfahmi dinilai tidak prosedural.

“Kami lihat kewenangan kades ini tidak memperdulikan hak-hak orang lain, kami memang tidak ingin kades itu berhenti, tapi setidaknya dia merubah dari tindakan arogansinya, apalagi kami tidak ada diberitahu kami sudah diganti dengan orang lain, padahal SK kami masih berlaku, malunya lagi pak, saat kami masuk kantor desa memaki baju PDH, tiba-tiba sudah ada pejabat RT dan RW yang mengantikan kami,” papar Sudirman.

Lanjutnya lagi, terkait pemotogan gaji itu hak kami, tapi seenaknya saja Kades Teluk Aur memaksakan kehendaknya dengan memotong gaji tersebut.

“ Memang kades ini nampak ingi menempatkan orang-orang dari perusahaan PT SAI, jadi pejabat-pejabatnya, bukan dari masyarakat tempatan, kami menduga ini ada maksud,” ungkap Sudirman lagi.

Terkait persoalan itu, Kasubbit Bina Administrasi dan Aparatur, Muliadi mengatakan sudah menerima laporan masyarakat dan berjanji secepatnya akan menyampaikan hal ini ke atasanya supaya secepatnya bisa diproses.

“ Memang seorang kades tidak boleh sewenang-wenang, mesti ada proses baik itu secara lisan, administrasi, musyawarah dan ketentuan lainnya sesuai aturan yang berlaku,” tanggap Muliadi.

Sedangkan, Kades Teluk Aur, Muslim, saat dikofirmasi melalui Hand Phonenya, mengaku semua sudah sesuai prosedur, baik batuan dari PT SAI, sedangkan pemotongan aparat tersebut, itu berdasarkan musyawarah, karena terjadi kekuarangan kas desa.

Kemudian ditanya terkait pengangkata RT/RW, sementara masih ada pejabat yang aktif, Muslim, menjawab hal itu juga sesuai aturan kerana dengan adanya permintaan tokoh masyarakat dan tokoh adat di desa, termasuk pengangkatan Kadus Aur Kuning hal itu sudah sesuai prosedur.***(dy)

Pemko Taja Seminar Internasional Pendidikan

IMG_9879Pekanbaru (SegmenNews.com)- Pemerintah Kota Pekanbaru Melalui Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Selasa (02/12) menggelar Seminar Internasional Pendidikan bersempena Hari Guru Kota Pekanbaru tahun 2014, di Lantai satu Grand Ball Room Hotel Pangeran Pekanbaru yang diikuti 200 orang peserta.

Seminar Internasional Pendidikan di buka secara resmi oleh Walikota Pekanbaru, H.Firdaus,ST.MT dikuti oleh Kepala Sekolah di lingkungan kota Pekanbaru diantaranya , Kepala Sekolah SD, Kepala Sekolah SMP, Kepala Sekolah SMAN, serta Kepala UPTD.

Walikota di dampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Prof. Zulfadil, Bertidak selaku pembicara seminar, 1. Prof. Dr. Mohd Bin Nawawi ( Pengarah , Perancang strategi UNISEL), 2.Prof.Dr.H Juhri Abd Muin,M.P.d ( Guru besar Universitas Muhammadiyah Metro Lampung ) 3,Prof. Dr. Mohd. Zaid Bin Hajaz ( Pengarah Institut kajian Malaisya- Indonesia UNISEL ) 4,Dr. H. Syakdanur Nas, MS ( Ketua Program Study Magister Manajemen Pendidikan Universitas Riau).

Adapun Tema Seminar Internasinal Pendidikan  yaitu, ” Isu -isu Strategi Pendidikan Indonesia Malaisya,” hal ini dilakukan untuk menghadapi era ekonomi dunia khususnya pada dunia pendidikan terhadap anak didik kota pekanbaru dalam upaya untuk meningkatakan mutu pendidikan kota pekanbaru.

Disampaikan Firdaus, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan diperlukan membuka cakrawala sehingga tidak terfokus kepada satu sektor saja sudah saatnya berfikir luas dan kepada Dinas Pendidikan.

“udah saatnya kita berfikir untuk para generasi penerus mendatang untuk mengahadapi era ekonomi Dunia mendatang, oleh karenanya kita sudah harus memikirkannya dari sekarang, langkah-langkah dan strategi untuk menghadapi hal tersebut, kepada kepala sekolah sudah saatnya kita membangun generasi terencana yang baik, sebab ini adalah tugas dan tanggung jawab kita dunia dan akhirat oleh karena itu mari sama-sama kita siapkan generasi terencana yang baik,” sampainya.***(achir)

Warga Sambut Kapolsek Tambang Iptu Rusdi Zhuri

Prosesi pisah sambut Kapolsek Tambang, Kampar
Prosesi pisah sambut Kapolsek Tambang, Kampar

Kampar (SegmenNews.com)- Setelah sekian tahun menjabat sebagai Kapolsek Tambang AKP Sumarno akhirnya dipindah tugaskan ke Polda Riau dan di gantikan oleh Iptu Rusdi Zhuri Siregar S,Sos sebagai Kapolsek Tambang baru.

Dan untuk memperkenalkan diri sebagai kapolsek Tambang baru Iptu Rusdi Zhuri Siregar S,Sos sekalian berpamitan kepada masyarakat oleh Sumarno maka diadakan acara pisah sambut di Mapolsek Tambang, Senin (1/12/14)

Acara tersebut juga di hadiri oleh Kadispenda Kampar Ir Kholidah yang juga istri AKP Sumarno, Camat tambang yang di wakili Sekcam M.Nasir, Ka UPTD Disdikbud, Alfian S.si Msi, Danramil Lettu Junaidi serta seluruh Kades se Kecamatan Tambang.

Dalam sambutannya AKP Sumarno  menyampaikan bahwa selama dirinya bertugas sebagai Kapolsek Tambang masih banyak hal-hal yang belum tercapai. Bagi desa yang belum saya jajaki mohon maaf karena banyak perkara atau kasus yang harus kami selesaikan mungkin tidak sempat datang ke desa tapi itu semua tidak di sengaja.

Dan kepada ninik mamak Sumarno ucapkan terima kasih atas bantuan yang di berikan kepada Polsek Tambang selama ini sehingga seluruh jajarannya sukses menjalankan tugas baik menyelesaikan masalah ataupun perkara.

“Sebenarnya saya tak mau berpisah tetapi ini demi  kewajiban dan tugas saya harus pergi, untuk itu saya berpesan kepada anggota polsek Tambang hendaknya bertugas dengan baik tunjukkan prestasi demi nama besar polisi,” ujarnya.

Di hadapan tamu undangan Sumarno meminta kepada masyarakat untuk mendukung Iptu  Rusdi Zhuri Siregar S,Sos, dalam bertugas walaupun saya sudah keluar dari polsek saya sangat berharap kepada masyarakat agar membantu anggota kepolisian dalam bertugas dan berikan informasi kepadanya tentang apapun yang terjadi di suatu daerah, karena suksesnya polisi itu berkat masyarakat,harapnya

Di kesempatan lain Iptu Rusdi Zhuri Siregar S,Sos, selaku Kapolsek Tambang yang baru menyampaikan bahwa apa yg di berikan masyarakat kepada kapolsek yang lama itu juga hendaknya bisa juga diberikan Kapolsek baru.

Sementara itu Camat Tambang Rakhmat di wakili Sekcam mennyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sumarno atas kerjasamanya  pihak pemerintahan selama ini karena sudah banyak jasa -jasa yang belum sempat kami balas, semoga allah membalas kebaikan yang telah di berikan kepada masyarakat kecamatan Tambang.

“Mari kita jalin kerjasama dengan Kapolsek baru demi kemajuan kecamatan Tambang ke depan, apalagi kecamatan ini merupakan penyangga kabupaten Kampar dengan ibukota Pekanbaru. untuk itu kedepan antara Polisi dan Pihak pemerintahan selalu terjaga dengan baik dan menjadi mitra yang solid,” ajaknya.***(ali)

Dishut Kampar Bantah Amankan Alat Berat

Ilustrasi hutan
Ilustrasi hutan

Kampar (SegmenNews.com)- Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Kampar membantah pernah mengamankan alat berat dan melepaskannya kembali seperti laporan LSM Penjara DPD II Kampar baru-baru ini ke Mapolres.

“Kami tidak pernah melakukan penangkapan alat berat jenis (excavator),” ujar Dishut melalui Kasat Polhut, Salman kepada segmennews.com melalui sambungan telephon, Minggu (30/12/14)

Salman hanya mengakui mereka pernah melihat aktivitas masyarakat di dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Danau Rusa XIII Koto Kampar tersebut saat dilapangan.

Namun pihaknya hanya memberikan peringatan agar masyarakat keluar dan tak melakukan kegiatan dalam tempo 2 hari, jika mereka tidak keluar, Dishut mengancam akan mengambil tindakan hukum.

Ketika dikonfirmasi bahwa di hutan HPT tersebut ada larangan yang sudah diatur oleh undang-undang. Dengan entengnya Salman hanya mengatakan bahwa tak semua masyarakat disana mengetahui himbauan dan larangan tersebut.

“Kita hanya himbauan semata saja,” cetus Salman. Sembari mengatakan dia sudah menyerahkan berkas perambahan hutan kawasan HPT Danau Rusa XIII Koto Kampar kepada Kadishut.

Padahal, seperti diketahui dikawasan HPT Danau Rusa XIII Koto Kampar itu juga terdapat areal resapan air waduq PLTA Koto Panjang untuk penerangan listrik di Riau, yang harus dijaga sesuai dengan fungsi Dishut sebagai pengawasan dan perlindungan hutan.***(ali)