Beranda blog Halaman 2545

Kader Muda Maju Pemilihan Ketua PWI Kampar

Aulia, Arief dan Afrizal bertarung di pemilihan ketua PWI Kampar
Aulia, Arief dan Afrizal bertarung di pemilihan ketua PWI Kampar

Kampar (SegmenNews.com)- Menjelang pelaksanaan konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar, Rabu 20 Oktober, untuk mencari ketua PWI 2014-2017. Persaingan semakin ketat untuk memperebutkan kursi ketua.

Mantan Ketua PWI Kampar Marhaliman menyebutkan, semua ini sebagai wajah demokrasi. Untuk itu kita mendukung para pencalonan para kader muda PWI, dalam memperebutkan kursi ketua. “Sebab para yang muda tentunya punya potensi dan semangat dalam membangun PWI untuk lebih maju lagi,” tuturnya yang juga menjabat Kordinator Wilayah (Korwil) PWI Riau, Selasa (21/10/14).

Ia menambahkan, majunya kader muda Arief dan Aulia diharapkan bisa menjadi penyeimbang suara Afrizal Rizalo yang sekarang menjabat ketua PWI Kampar.  Untuk itulah saya harapkan kader muda ini, harus punya visi misi yang jelas agar bisa mencuri suara untuk mengalahkan Afrizal sebagai penyaing terberat mereka,sebutnya.

Namun yang perlu diketaui PWI Kampar ini adalah pencetus awalnya Hari Pers Nasional (HPN) bisa dilakukan di setiap Kabupaten/ Kota yang ada di Riau.  Oleh karena itu PWI Kampar ini adalah berometer dalam PWI Riau dan juga tertua di Riau,ungkapnya.

Untuk itu selaku manta ketua PWI Kampar, kata Marhaliman. Dirinya berharap PWI bisa semakin baik lagi dalam membangun Pers yang baik dan bermawah. Dan harapan saya kepada ketua PWI yang terpilih dapat mengayomi anggota PWI khusus jurnalis di Kampar,” harapnya.

Sementara mantan Sekjen PWI Kampar Martunus Rahmat, meminta kepada ketua yang terpilih nanti bisa menyatukan seluruh anggota PWI. “Saya berharap anggota PWI akan lebih kompak lagi dengan terpilihnya ketua yang baru.

Ia juga menegaskan, baik junior ataupun senior di PWI Kampar, mempunyai kedudukan yang sama untuk memimpin PWI agar lebih baik lagi. Saya percaya calon-calon yang maju sebagai ketua PWI Kampar ini, seperti Afrizal,  Arief dan Aulia, mempunyai kesolidan untuk membawa perubahan yang lebih baik, karena mereka ini adalah kader yang terbaik,” ungkapya.***(ali)

Mapedallima Fakultas Teknik UIR Taja Donor Darah

Mapedallima UIR sedang melakukan donor darah
Mapedallima UIR sedang melakukan donor darah

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Mahasiswa Peduli Alam Masyarakat Hangtuah (Mapedallima) dari Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (UIR) menggelar kegiatan Teknik Vaganza donor darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekanbaru-Riau.

Masyarakat dan Mahasiswa antusias mengikuti kegiatan sosial donor darah yang dilaksanakan dihalaman Fakultas Teknik UIR, Senin (20/10/2014), kegiatan didampingi oleh, Kurniasari dan beberapa tim dari PMI Kota Pekanbaru.

Ketua Mapedallima UIR, Arif menyampaikan bahwa kegian sosial donor darah merupakan kepedulian mahasiswa dalam membantu sesama. Sebab masih banyak masyarakat yang membutuhkan darah. Setetes darah sangat berarti bagi mereka yang membutuhkannya.

Disamping kegiatan donor darah, Mapedallima juga melaksanakan kegiatan expo masing masing jurusan di Fakultas Teknik, Bazar dari para sponsor kegiatan, training motivasi dari para alumni Mapedallima Hangtuah berbagai jurusan.***(suryadi)

Bupati Upayakan Air Bersih di Pedesaan Terpenuhi

Bupati Siak H Syamsuar serahkan RKM (rencana kerja masyarakat) kepada kepala desa Program Pamsimas II di Aula Kantor Bupati Siak
Bupati Siak H Syamsuar serahkan RKM (rencana kerja masyarakat) kepada kepala desa Program Pamsimas II di Aula Kantor Bupati Siak

Siak (SegmenNews.com)- Senin (20/10) bertempat di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan Kantor Bupati Siak dilaksanakan sosialisasi Program PAMSIMAS II. Acara dibuka oleh Bupati Siak H. Syamsuar, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa air sebagai kebutuhan utama kehidupan seharusnya dapat terpenuhi secara kuantitas, kualitas, terjangkau, dan kontinyu. Namun masih banyak masyarakat kita yang belum mendapatkan air bersih yang layak, terutama masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan.

Pemerintah Kabupaten Siak serius mengembangkan cakupan layanan dan penyediaan air bersih dengan target capaian di tahun 2016 sebesar 75%. Sesuai visi dalam RPJMD Kabupaten Siak 2011 – 2016, yaitu “terwujudnya masyarakat Kabupaten Siak yang sehat, cerdas, dan sejahtera dalam lingkungan masyarakat agamis dan berbudaya melayu serta sebagai Kabupaten dengan pelayanan publik terbaik di Provinsi Riau tahun 2016”. Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak memprogramkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). “Saat ini Siak telah memiliki UPTD SPAM”, kalau dulu dibawah dinas Tarcip, jelas mantan Plt. Bupati Meranti ini.

Di pertengahan tahun 2014 kabupaten Siak telah memiliki 10 unit Spam di 10 ibukota kecamatan, antara lain Siak, Mempura, Kandis, Minas, Tualang, Koto Gasib, Sungai Mandau dan Sungai Apit, Dayun dan Bungaraya sedangkan untuk kecamatan Sabak Auh, Pusako, Lubuk Dalam dan Kerinci Kanan akan dibangun pada tahun 2015 mendatang.

Untuk kawasan pedesaan yang belum terlayani oleh Spam, akan programkan pengembangan pembangunan sumur bor dan penyediaan penampungan air hujan. Sampai dengan tahun 2014 telah dialokasikan penyediaan sumur bor lengkap, sebanyak lima unit sumur bor yang berada di Desa Merempan Hulu Kecamatan Siak, Desa Merempan Hilir kecamatan Mempura, Desa Buatan I, Desa Rantau Panjang dan Desa Teluk Rimba Kecamatan Koto Gasib.

Untuk penyediaan PAH sejumlah 771 Unit tersebar di 8 Kecamatan yaitu Kecamatan Sungai Apit, Bungaraya, Siak, Mempura, Sabak Auh, Sungai Mandau, Koto Gasib dan Pusako. Namun demikian belum seluruh desa yang dapat ditangani.

Program ini merupakan sharing dana antara Pemerintah sebesar 80% dan masyarakat sebesar 20%, dengan mekanisme salah satunya komitmen mayarakat desa untuk menyediakan uang tunai (in-cash) sebesar 4% dan dalam bentuk barang atau tenaga kerja (in-kind) sebesar 16%.

Melalui Program Pamsimas II, ditargetkan pembangunan baru dan perbaikan Sarana Air Bersih dan Sanitasi di 15 lokasi hingga tahun 2015. Tahun 2014 ini, telah dialokasikan untuk 8 desa sasaran, yaitu Desa Kerinci Kiri, Desa Buatan Baru, Desa Bukit Harapan, Desa Seminai, Desa Sialang Palas, Desa Rawang Kao Barat, Desa Pangkalan Pisang dan Desa Sri Gemilang. Dan selanjutnya di tahun 2015 untuk 7 desa sasaran yang akan diseleksi melalui penjaringan minat oleh panitia Kemitraan Kabupaten Siak.

Dipenghujung sambutannya Bupati mengharapkan kepada para peserta paham tentang Program Pamsimas II termasuk mekanisme serta kewajiban yang harus di penuhi oleh masyarakat setelah lokasi di wilayahnya terpilih untuk Pamsimas II tahun 2015 mendatang. Disamping itu, dirinya juga mengharapkan agar Camat, Kepala Desa, BPD & pihak terkait lainnya ikut mensosialisasikan Program Pamsimas II ini ke tingkat yang lebih kecil seperti desa atau dusun di wilayah masing-masing.

Program Pamsimas ini mempunyai banyak kelebihan dibandingkan program sejenis lainnya. Disamping keterlibatan dan kontribusi masyarakat dan Daerah lebih besar, program ini juga mencakup kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kelembagaan lokal; peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat; penyediaan sarana air minum dan sanitasi umum; serta pengembangan kapasitas pelaku Pamsimas melalui pelatihan dan bimbingan teknis.

Sedangkan sasaran kelompok masyarakat pada Program Pamsimas adalah terutama kelompok miskin di Pedesaan dan Pinggiran kota yang memiliki Prevalensi Penyakit terkait air yang layak & belum mendapatkan akses layanan Air Minum serta Sanitasi.

Salah satu prinsip dasar yang diterapkan dalam Program Pamsimas ini diantaranya adalah Berbasis Masyarakat dan Partisipatif sehingga masyarakat juga terlibat secara aktif dalam penentuan desa sasaran program. Jumlah desa sasaran program setiap tahunnya akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Penetapan desa sasaran program dilaksanakan secara terbuka, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Adanya semangat dan keinginan untuk mendapatkan program dengan disertai kesiapan teknis dan pemenuhan semua persyaratan akan menjadi faktor yang menentukan masuk tidaknya sebuah desa menjadi desa sasaran Pamsimas II ini.

Acara ini dihadiri oleh Camat, Kepala Desa, BPD serta Kader AMPL dari wilayah-wilayah yang masuk kategori long list desa sasaran Pamsimas II. Narasumber berasal dari Satker Air Minum provinsi Riau Muhaimin dan Erwalis dari ROM I Pamsimas II. Adapun desa yang mendapatkan program Pamsimas II kabupaten Siak tahun 2014 antara lain; Desa Sri Gemilang, Desa Pangkalan Pisang, Seda Rawang Kao Barat, Desa Sialang Palas, Desa Seminai, Desa Bukit Harapan, Desa Buatan Baru, dan Desa Kerinci Kiri.***(rinto)

Akibat Limbah PT SRB, Nelayan di Meranti Kehilangan Mata Pencaharian

Limbah PT Sara Rasa Biomas
Limbah PT Sara Rasa Biomas

Selatpanjang (SegmenNews.com)– PT Sara Rasa Biomas, Perusahaan yang bergerak di bidang pengelohan kulit batang sagu sebagai bahan baku ekspor, yang beroperasi kurang lebih sejak 3 tahun terakhir itu membuang limbah cair maupun padat ke sungai dan laut.

Kondisi ini membuat puluhan nelayan tradisional yang menangkap ikan diwilayah itu kehilangan mata pencaharian.

Berdasarkan hasil investigasi wartawan media ini bersama aktivis lembaga survei independen kepulauan meranti, juga perwakilan nelayan desa bokor, disungai maupun laut selat air hitam yang berada dilokasi operasional PT Sara Rasa Biomas, selama dua hari berturut-turut, Jumat-sabtu tanggal 17-18 oktober 2014. Ternyata perusahaan pengelolaan kulit sagu(Ruyung-red) jadi bahan industri pellet atau dijadikan sebagai pembangkit energi listrik/ bioenergi melakukan pembuangan limbah cair ke sungai dan le laut langsung

Adapun anak sungai yang sengaja dialiri limbah cair berwarna hitam pekat dan menimbulkan bauk menyengat,Sehingga bukan ikan atau mahluk hidup disungai itu mati,namun rumput dan pepohonan dipinggir sungai pun daunya ikut mongering hingga mati mongering itu lokasinya berada dibelakang dan samping kanan tempat beroperasinya PT Sara rasa biomas tepatnya sungai itu bersebelasan dengan bekas kilang PT National Timber,Setidaknya ada sekitar tiga titik tempat pembuangan limbah cair kearah sungai,

Celakanya lagi, PT Sara Rasa Biomas yang sudah jalankan operasi lebih kurang tiga tahun diwilayah itu, bukan saja mengalirkan limbah cair mereka kesungai disekitar operasional mereka saja, akan tetapi yang sangat parah. Perusahaan pengelola sumber energy listrik dari bahan baku kulit batang sagu itu ternyata, dalam melakukan pembuangan limbah cair dari pabrik ada yang dialirkan langsung kedasar laut. Hal ini terlihat jelas adanya pipa dari pabrik yang dimasukan kedasar laut.

Tamrin salah seorang nelayan dari dusun manggis desa bokor kecamatan rangsang barat ketika mendampingi tim ini menjelaskan, dari dulu, sejak perusahaan ini beroperasi. “Mereka telah membuang limbah cair berwerna hitam kental itu ke anak sungai maupun kelaut, biasanya mereka membuang limbah cair itu pada waktu air pasang atau ketika hari memasuki gelap atau malam. Lihat saja dipinggiran selat air hitam disekitar lokasi operasional PT Sara Rasa. Airnya terlihat berminyak dan keruh berwarna kehitaman, jadi bagaiaman kami sekitar 40-an nelayan tradisional disekitar desa ini mau cari makan dari hasil tangkap ikan, Ikanya saja sudah pada punah,” ungkapnya.

Akibat limbah tersebut banyak mati, pastinya induk ikan yang ada akan lari dari areal tangkapan mereka. Kayanya, sebelum perusahaan itu beroperasi disekitar areal tangkapan ikan, p[ara nelayan masih bisa mendapatkan tangkapan ikan mencapai Rp 250 ribu pernelayan, namun dalam tiga bulan terakhir, para nelayan hanya memperoleh uang Rp 10 ribu.

“Akibat pembuangan limbah cair yang mencemari perairan disekitar selat air hitam ini, kurang lebih satu tahun terakhir,dari 40-an nelayan yang punya alat tangkap jarring, umumnya mereka tidak ada lagi yang mau melaut,mereka cari pekerjaan lain,dan lihat saja jaring mereka banyak yang digantung dipepohonan yang ada disekeliling rumah mereka, kalaupun ada yang melaut, nelayan sini pastinya melaut ke laut yang lebih jauh lagi, itupun kalau punya modal,” ujarnya.

Atas permasalahan ini lanjut Tamrin lagi, para nelayan sudah beberapa kali merapatkan dengan aparatur pemerintah desa, tapi baru setingkat rapat dengan kepala dusun, RT maupun RW.

Sama halnya Iskandar kepada kadus 3 desa bokor, bersama 4 orang perangkat desa lainya setingkat RT/RW ketika berbincang-bincang dengan wartawan media ini dilokasi operasional PT Sara Rasa Biomas pada hari yang sama mengatakan,Memang nelayan disini sejak setahun terakhir sudah tidak ada satu nelayan pun yang mau mengempaskan jarring mereka ke laut sekitar operasional perusahaan pengelolaan kulit sagu itu, sebab percuma saja mereka turun kelaut, hasilnya tidak ada, yang ada malah rugi,

Ikan dilaut itu banyak yang mati, dan betul kata konsultan perusahaan tersebut kepada kami beberapa tahun yang lalu ketika sosialisasi kedesa,limbah perusahan itu bisa mematikan biota air kalau sempat tercurah keair,tapi sayangnya pihak perusahaan sepertinya kebal,tak peduli akan nasib kami,termasuk pemerintah kabupaten kepulauan meranti,bagilan lingkungan hidup, sepertinya malah membiarkan masalah ini,Untuk itu kami berharap,kepada pemerintah agar tidak tinggal diam, lihatlah kami orang kampong susah nyari makan sehari hari,

Kalau limbah abu yang bertebangan dipermukiman masyarakat kami,serta bauk menyengat yang dihasilkan perusahaan itu,sepertinya tidak begitu menjadi persoalan bagi kami masyarakat,dan sudah menjadi santapan sehari-hari,hanya saja,yang jadi masalah tempat kami mencari makan ini dimatikan oleh pihak perusahaan,apa tunggu kami demo dulu baru ada langkah penyelesaian,Ungkap Iwan kepala RT 3 dusun manggis itu geram,

Bedahalnya Agung Wijaya Humas PT Sara Rasa Biomas yang sempat menghalang-halangi investigasi wartawan media ini melalui pihak sekuriti,ketika dihubungi melalui selulernya,Pihaknya enggan menanggapi konfirmasi wartawan,Dengan alas an dirinya punya atasan,

“Mohon maaf saya tidak bisa memberikan keterangan kepada rekan wartawan melalui sambungan telepon,karena saya punya atasan dan harus disampaikan ke atasan saja,baiknya konfirmasinya tertulis dan alamatkan kekantor ini,pungkasnya singkat.

Buyung ketua Lembaga Surve Independent kepulauan meranti dikolasi pembuangan limbah cair kesungai dan laut yang dilakukan oleh PT Sara Rasa Biomas menegaskan,Ini sudah melanggar hak masyarakat disekitar sini untuk dapatkan hasil tangkapan mereka,perusahaan ini harus diberi sangsi hokum tegas dan setimpal atas perbuatanya yang menyengsarakan masyarakat,kami minta bupati,dan aparat hokum di wilayah ini mengambil langkah dan tindakan tegas,sebab masyarakat nelayan dibuat tak bisa cari makan lagi.***(def)

Bupati Rohul Apresiasi Kerjasama Kemenag-Australia Akreditasi Madrasah

pendis 1Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Bupati Rohul Drs H Achmad MSi yang diwakili Asisten Dua Setda Rohul H Syaiful Bahri SSos MSi, memberikan apresiasi yang tinggi atas kerjasama yang dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rohul dengan pihak Australia, dalam hal percepatan akreditasi 10 madrasah se Rohul.

Demikian disampaikan Syaiful Bahri ketika memberikan sambutan pengarahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Program Kemitraan Pendidikan Indonesia-Australia, Senin (20/10/2014) bertempat di aula Kemenag Rohul, Jalan Ikhlas Kompelks Perkantoran Pemerintah, Kota Pasir Pengaraian.

Hadir dalam acara tersebut Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Kakanwil Kemenag Riau yang diwakili oleh Kabid Pendidikan Madrasah Drs H Afriliansyah Lubis MPd, Direktur Sub National Implementation Pathner (SNIP) Perwakilan Australia Drs H Syamsul beserta tim teknis lainnya.

Syaiful Bahri lebih lanjut mengatakan, apa yang dilakukan oleh Kemenag Rohul ini adalah merupakan sebuah terobosan baru dalam bidang pendidikan madrasah di Rohul, dalam rangka mempercepat akreditasi madrasah, sebab keberadaan dan eksistensi sebuah lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh akreditasinya.

Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA mengatakan bahwa untuk tahun ini, Kemenag Rohul melakukan kerjasama dengan Australia dalam hal percepatan akreditasi 10 madrasah se Rohul, yaitu MTs As-Shohibiyah Bangun Purba; MTs Nurul Iman Mahato; MTs Fathul Anwar Tambusai.

Selanjutnya MTs Menaming Rambah; MTs Bahrul Ulum Rambah Hilir; MTs PP Al-Hasanah Ujungbatu; MTs As-Shohwah Islamiyah Ujungbatu; MIS Binaul Ummah Tambusai Utara; MIS Darul Ulum Kota Tengah; dan MIS al-Islam Kunto Darussalam.

Direktur SNIP Drs H Syamsul mengatakan bahwa percepatan akreditasi madrasah ini akan dilaksanakan dalam rentang waktu dua tahun, dengan melakukan berbagai kegiatan, baik yang bersifat fisik maupun non fisik, seperti pelatihan peningkatan mutu madrasah, peningkatan kualitas guru, Diklat pengelolaan keuangan, diklat manajemen peni ngkatan SDM dan lain sebagainya.

Selain itu, pihak Australia akan memberikan bantuan fisik sebesar Rp 1 Milliar, dimana masing-masing madrasah mendapatkan bantuan senilai Rp 100 juta. Dana ini merupakan dana hibah dari Pemerintah Australia, yang harus dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan transparan, tegas Syamsul.***(rls)

Rohul Pertama di Indonesia Data Ternak dengan Sistem SMS Gateway IB

dataRokan Hulu (Segmennews.com)- Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, membuat gebrakan besar untuk mendata seluruh jumlah hewan ternak melalui SMS Gateway Inseminasi Buatan (IB) sistem online dan ini yang pertama di Indonesia.

“Dengan sistem ini, maka akan segera diketahui jumlah hewan ternak di seluruh desa dan kelurahan tersebar di 16 kecamatan. SMS Gateway IB sistem online merupakan program pertama kali dibuat di Provinsi Riau, bahkan di Indonesia. Melalui sistem baru ini, jumlah hewan ternak akan diketahui setiap hari termasuk, tingkat populasi dan kesehatan hewan ternak, serta kondisi perternakan,” kata Kepala Disnakan Rohul, Drs Marjoko melalui Sekretaris Indra Juni Putra SP didampingi Kasi Pengembangan Teknologi Sarana dan Prasana Peternakan Ade Hapari, Kamis (16/10).

Dia mengatakan, sistem ini masih tahap ujicoba dua bulan kedepan. Sebagai tahap awal, Selasa (14/10/14) lalu, Disnakan Rohul mulai mensosialisasi sistem kerja SMS Geteway IB online. Sosialisasi ini diikuti 20 petugas lapangan IB di kantor dinas itu selama sehari.

“Pendataan ternak seperti sapi dan kerbau sebelumnya dilakukan dengan cara manual. Tapi kini sudah sistem online,” katanya.

Pada SMS Geteway IB online, kata Indra, seluruh petugas lapangan IB akan melaporkan data keberadaan ternak secara online. Data-data itu akan disimpan di server khusus di kantor Disnakan Rohul.

“Tahun 2015 akan datang, program ini dilaksanakan. Ini merupakan program pertama di Riau, bahkan di Indonesia,” jelas Indra dan mengakui SMS gateway belum diterapkan oleh pemerintah pusat.

“Sistem pelaporan online ini akan memudahkan pendataan dan mengetahui lebih cepat perkembangan populasi ternak di Kabupaten Rokan Hulu setiap hari,” ujar dia.

Disnakan Rohul menargetkan, melalui SMS Gateway IB online itu, mereka bisa membuat surat keterangan lahir ternak, serta semacam buku berisikan keterangan lahir, kesehatan, dan data-data vaksinasi ternak.

Dia mengungkapkan tingkat populasi ternak di Kabupaten Rohul, terutama sapi sudah terdata sekitar 38 ribu ekor dan kerbau lebih dari 2.000 ekor. Dengan sistem baru itu, nantinya seluruh ternak terdata, termasuk kesehatan ternak.***(adv/hum)

14 Rider Jelajah Rimba Rohul Terjebak Dihutan

14 Rider Jelajah Rimba Rohul Terjebak Dihutan
14 Rider Jelajah Rimba Rohul Terjebak Dihutan

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Sedikitnya 14 peserta Jelajah Rimba Rokan Hulu (JRR) II Tahun 2014 dikabarkan belum keluar dari hutan hingga Ahad (19/10/2014) malam.

14 Rider yang belum keluar dari hutan di antaranya 8 orang dari Klub Pinang Racun Api Pekanbaru.

“Tinggal delapan orang lagi yang belum keluar dari hutan. Satu orang sudah sampai. Saya masih di Danau Cipogas sampai malam ini,” kata Jaenal, salah seorang Pengurus Klub Pinang Racun Api Pekanbaru.

Ketua Panitia Pelaksana, juga Ketua Extreme Trail Adveture Rohul (X-TAR), Safriadi Alta belum memberikan keterangannya. Sebab, nomor selulernya sedang tidak aktif.

Sementara itu, Wakil Bupati Rohul, Ir. H. Hafith Syukri, MM dihubungi melalui selulernya membenarkan ada belasan rider Jelajah Rimba Rokan Hulu II yang belum keluar dari hutan.

Namun demikian, Wabup mengakui, belasan peserta itu masih sehat walafiat. Mereka belum keluar karena sepeda motor trailnya mengalami kerusakan, seperti kerusakan kopling dan mesin. Kerusakan terjadi beberapa kilometer, sebelum memasuki Dusun Sungai Bungo, Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah.

“Saya sudah intruksikan panitia menyusul peserta yang belum keluar. Saya sudah minta agar orangnya dulu dievakuasi. Sementara trail nya biar ditinggal di perkampungan. Besok baru diambil,” jelas Wabup.***(dy)

Bupati Ajak Legislatif Bersinerji Bangun Siak

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menyaksikan pengambilan sumpah Pimpinan DPRD Kab Siak dlm Rapat Paripurna Peresmian Pengangkatan Pimpinan DPRD Siak 2014-2019 di Gedung DPRD Siak
Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menyaksikan pengambilan sumpah Pimpinan DPRD Kab Siak dlm Rapat Paripurna Peresmian Pengangkatan Pimpinan DPRD Siak 2014-2019 di Gedung DPRD Siak

Siak (SegmenNews.com)– Bupati Kabupaten Siak, Provinsi Riau mengajak para anggota DPRD yang baru bersinergi dalam membangun Kabupaten Siak. Walaupun selama ini hubungan DPRD yang lama dengan Pemkab diwarnai dengan dinamika, namun dinamika tersebut merupakan konstruktif, dan bukan bersifat destruktif.

“Insya Allah hubungan harmonis dan konstruktif antara eksekutif dan legislatif ini akan terus berlanjut dalam bingkai silahturrahim dan iktikad membangun negeri istana yang kita cintai ini,” sampai Bupati Syamsuar Msi, saat memberikan sambutan diacara pelanytikan Ketua DPRD, Indra Gunawan, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Siak Sutarno dari Partai Gerindra dan Syahru tadi pagi.

Dijelaskan Bupati, Kabupaten Siak beberapa tahun belakangan ini telah berhasil mewujudkan berbagai capaian dan prestasi untuk perubahan masyarakat dan daerah ini. Selain sejumlah penghargaan atas keberhasilan pembangunan hampir disetiap bidang yang kita terima dari pemerintah pusat dan provinsi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, baru-baru ini, Kabupaten Siak kembali menorehkan catatan sejarah baru sebagai Daerah Otonom Baru terbaik se-Indonesia berdasarkan penelitian Indonesian Governance Index (IGI) secara mandiri oleh LSM Kemitraan terhadap 34 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Kabupaten/ Kota yang diteliti memiliki IPM yang baik, LKPD yang baik dan EKPPD yang baik pula. Dimana dari 10 DOB yang diambil sampel penelitian, hanya Kabupaten Siak dan Kabupaten Lombok utara yang berhasil memperoleh skor diatas nilai rata-rata. Demikian pula kinerja DPRD Kabupaten Siak, berdasarkan hasil penilaian dari LSM Kemitraan adalah rangking II nasional. Sehubungan dengan itu, saya mengucapkan selamat, prestasi ini patut dipertahankan dan ditingkatkan dimasa mendatang.

Namun semua itu bukanlah tujuan akhir dari semua proses pembangunan dan pemerintahan ini. Prestasi tersebut justru menjadi alasan bagi peningkatan kualitas sinergi antara Pemenerintah daerah dan DPRD sebab masih banyak tantangan dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan diperbaiki agar tercapai tujuan dari pembangunan.
“Insyaallah, perlahan namun pasti, dengan bermodalkan kemitraan yang baik antara seluruh pihak berkepentingan, berbagai sasaran pembangunan yang kita cita-citakan akan dapat tercapai,” ujarnya.
Menurut Bupati kedepan masih banyak yangakan diselesaikan, seperti berkenaan kekayaan alam Kabupaten Siak yang selama ini menjadi andalan daerah sebagai bonus geografis dari Allah SWT, harus mendatangkan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat. Pengembangkan Kawasan Industri dan Pelabuhan Tanjung Buton serta mewujudkan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai yang nantinya akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat didaerah kedepan.***(rinto)

4500 Mahasiswa Islam Ikuti ICMS 2014

4500 Mahasiswa Islam Ikuti ICMS 2014
4500 Mahasiswa Islam Ikuti ICMS 2014

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gedung Gor Voli Universitas Islam Riau mendadak membludak. Pasalnya, sekitar 4500 Mahasiswa Islam dari seluruh Riau hadir dalam acara Indonesia Congress of Muslim Student (ICMS) 2014.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Lajnah Khusus Mahasiswa (LKM) HTI DPD I Riau bekerjasama dengan Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Korwil Riau, dengan tujuan mencerdaskan mahasiswa islam tentang kebobrokan sistem demokrasi dan keagungan sistem islam yakni Khilafah Islam.

“Mahasiswa sebagai agen perubahan harus memiliki konsep perjuangan yang jelas dan yang benar yakni islam. disamping itu sistem demokrasi yang ada sekarang jels-jelas menjadi biang kesengsaraan dan penjajahan oleh barat di dunia islam,” tegas Andi Rambe Ketua Pelakana yang juga Mahasiswa UIR, Minggu (19/10/14) disela-sela acara kemarin.

Selain orasi dan puisi ideologis dari para aktivis dakwah kampus riau, juga ada orasi dari Agung Wisnu Wardana, seorang aktivis mahasiswa 1998 dari Jakarta serta testimoni dari berbagai kampus di Riau seperti UIN Suska Riau, Unri, Univ. Lancang Kuning, Unisi Tembilahan dan Univ. Islam Riau. Acara yang serupa juga diadakan di 79 Kota seluruh indonesia.***(Suryadi)

Aulia dan Arief Maju Calon Ketua PWI Kampar

Calon Ketua PWI Kampar Aulia
Calon Ketua PWI Kampar Aulia

Bangkinang (SegmenNews.com)- Menjelang pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kampar, yang akan dilaksanakan Rabu (22/10/14) mendatang. Pemilihan akan dihangatkan dengan munculnya kader muda PWI untuk mencalon di pemilihan nanti.

“Para kader muda PWI Kampar ini, akan menghangatkan pemilihan. Sehinggan akan membuat warna baru dalam pemilihan. Karena harapan untuk para kader muda sangat besar dalam membawa perubahan ,” tutur Arief, Minggu (19/10/14).

Ia menambahkan, selama berapa tahun belakangan ini, amat banyak penurunan kinerja di PWI Kampar. Dan bahkan terkesan sudah tidak punya kuku lagi sebagai lembaga sosial kontrol di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kampar.

“Jadi dengan majunya kader baru PWI yang tidak diragukan lagi kredibelnya, bisa membawa marwah para insan Jurnalis di Kampar dan bisa menjadi organisasi pers lainnya,” harapnya.

Arief mengungkapkan, dalam pemilihan mendatang ini yang akan maju kader mudanya adalah Arief, Aulia, Akhir Yani dan Adi Jondri Putra. “Dan mereka ini akan menjadi kuda hitam untuk menandingi suara dari Afrizal (Ketua PWI Kampar) yang maju lagi dipemilihan mendatang,” sebutnya.

Sementara Aulia mengatakan dalam pemilihan ketua PWI Kampar ini, sudah saatnya yang muda harus memimpin dan perubahan pasti akan nampak jika yang muda memimpin. “Seperti hal Presiden RI berasal dari generasi muda, begitu juga PWI Kampar harus dipimpin yang muda,” pungkasnya.

Harapan dalam pemilihan yang akan digelar waktu dekat ini, akan membawa organisasi Pers Kampar dapat lebih terpandang. “Karena Pers adalah sosial kontrol, jadi tentunya marwahnya harus dijaga sampai kapanpun. Karena kalau tidak dijaga Pers akan disepelekan nantinya,”tegasnya.

Khusus untuk ketua yang terpilih nantinya dalam pemilihan mendatang, diharapkan bisa lebih bijak lagi dan tidak bisa di atur oleh kepentingan lain. “Karena PWI adalah lembaga kredibel dan tidak boleh terkontaminasi oleh kempentingan yang merugikan masyarakat. Sehingga sosial kontrol bisa berjalan dengan baik di Kampar,” ungkapnya.***(ali)