Beranda blog Halaman 2589

Perkosa Siswi SMP, Bapak dua Anak ini Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

ilustrasi
ilustrasi

PEKANBARU  (SegmenNews.com)- Sungguh malang nasib mawar (14) pelajar yang masih duduk kelas 3 SMP menjadi pelampiasan nafsu bejat bapak dua anak Dedi Sutomo (36) warga simp. SPG kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru-Riau.

Tersangka dijumpai diruangan penyidik Mapolsek Lima Puluh, Senin (11/8/14) siang mengatakan bahwa peristiwa pencabulan yang dilakukannya tersebut sama sekali dilakukan tanpa disengaja, korban yang datang kekamarnya tiba-tiba masuk kedalam kamar dan langsung duduk diatas kasur.

“Awalnya saya tidak berpikir ingin bersetubuh dengannya, tetapi setelah dia duduk dan tiba-tiba buka celana makanya saya terpancing,” katanya.

Dijelaskan tersangka bahwa saat kejadian, Sabtu (9/8/14) sekitar pukul 12.00 Wib siang dia bekerja sebagai tukang kebun yang dibawa paman korban untuk membantu berjualan mie ayam. Saai dia hendak beristirahat kelantai tiga rumah korban, tak lama kemudian tiba-tiba korban datang kekamar pelaku untuk menyuruh makan siang.

Namun dia duduk dan tiba-tiba buka celana, hal itu membuat tersangka tergiur akan kemolekan Mawar. Saat itu juga tersangka meraba payudara dan alat vital korban, kemudian tersangkapun menyetubuhinya.

“Setelah dia merangsang baru saya beranikan diri untuk bersetubuh, tidak berselang beberapa lama saya selesai bersetubuh ternyata orang tua korban memergoki kami. Sayapun langsung dibawa kebawah serta dibawa ke Mapolsek Lima Puluh,” akunya.

Sementara itu Kapolsek Lima Puluh Kompol Suherwanto saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Iptu M.Simanungkalit menjelaskan bahwa dari pengakuan korban dirinya sama sekali tidak sadar telah melakukan hubungan badan, korban sadar setelah dirinya didatangi oleh ibunya.

“Pengakuan korban dirinya sama sekali tidak sadar, tiba-tiba sudah terbuka celanya. Korban saat ini masih kita lakukan pemeriksaan,” jelas Kanit.

Dijelaskan lebih mendalam oleh Kanit bahwa pelaku baru sehari bekerja ditempat korban, sedangkan untuk bertemu korban baru dua kali.

“Kalau untuk pemaksaan memang tidak ada dan hubunganpun juga tidak. Jadi korban baru bertemu dengan pelaku dua kali. Tahun lalu dan tahun sekarang,” ungkap Iptu M.Manungkalit.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pihak Kepolisian Mapolsek Lima Puluh menjerat dirinya dengan pasal 81 dan 82 Undang-Undang perlindungan Anak nomor 23 Tahun 2002.

“Pelaku terancam kurungan penjara dibawah lima belas tahun penjara, karena korban merupakan anak dibawah umur,” tutup Kanit.***(chir)

Kangen, Olga Datangi Raffi Ahmad lewat Mimpi

HUT SINDO-DAHSYAT KE-5JAKARTA (SegmenNews.com)- Lama tak berjumpa, Raffi Ahmad mengaku didatangi Olga Syahputra melalui mimpinya. Kepada Raffi, Olga minta untuk dijenguk.

“Aku dimimpiin dia (Olga). Dia bilang, ‘gue kangen nih sama lo, pengin ketawa-ketawa lagi’, dia nanyain Julia Perez (Jupe) juga,” ungkap Raffi saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/8/2014).

Maka dari itu, saat ada waktu Raffi pun langsung mengunjungi Olga yang masih terbaring sakit di Singapura. Kata Raffi, kondisi Olga sudah berangsur membaik.

“Kebetulan pas Kamis kemarin aku ada waktu ke sana. Ketemu keluarganya saja, silaturahmi. Aku Kamis pulang pergi, berangkat pagi pulang malam, ketemu manajernya. Pastinya ada kemajuan,” jelasnya.***

Red: Syofiah
Sumber: okezone

Tadi Malam, Keluarga Raffi-Gigi Bicarakan Tanggal Nikah

Tadi Malam, Keluarga Raffi-Gigi Bicarakan Tanggal Nikah (Foto: Twitter)
Tadi Malam, Keluarga Raffi-Gigi Bicarakan Tanggal Nikah (Foto: Twitter)

JAKARTA (SegmenNews.com)– Tadi malam, Raffi Ahmad membawa ibunya, Amy Qanita bertemu keluarga Nagita Slavina di apartemen. Presenter Dahsyat itu membantah telah melakukan lamaran, walau begitu dia mengakui tadi malam ada perbincangan mengenai konsep dan tanggal pernikahan.

“Tanggal juga (diomongin), keluarga aku maunya tanggal segini, keluarga Gigi mau tanggal segini. Konsep juga gitu, maunya ini maunya itu, jadi belum tahu masih diobrolin,” ujar Raffi Ahmad saat dijumpai di studio 1 RCTI, Jakarta, Minggu (10/8/2014).

Tapi, Raffi mengaku hal tersebut masih dalam diskusi dan obrolan antar keluarga saja, belum menjadi keputusan. (Baca: Raffi Ahmad Resmi Melamar Nagita Slavina)

“Belum tahu, masih diobrolin,” tutupnya. ***
Red: syofiah
Sumber: okezone

Dua Keluarga Korban Mutilasi dan Sodomi di Riau di Tes DNA

Mutilasi dan Sodomi di Riau
Mutilasi dan Sodomi di Riau

PEKANBARU (SegmenNews.com)- Dua keluarga korban mutilasi di wilayah hukum Polres Bengkalis dites DNA. Hal ini dilakukan guna mencocokan tulang belulang yang telah diamankan pihak kepolisian. Kapolres Bengkalis, AKBP Andry Wibowo mengungkapkan, Senin. (11/8/2014).

Menurut Andry, di wilayah hukumnya ada dua korban mutilasi. Kedua korban tersebut adalah, MH (10) dan A (40). Korban A, merupakan warga yang mengalami keterbelakangan mental. Pelaku mutilasi itu adalah MD (19), DD (19) tahun 2013 yang saat itu berstatus suami istri.

Belakangan mereka bercerai. Kasus ini juga melibatkan dua pria lainnya, S (19) dan DP (19). Guna kepentingan menyidikan lebih lanjut, kata Andry, pihaknya telah meminta pihak keluarga korban untuk dilakukan tes DNA.

“Tim kita sudah melakukan hal itu kemarin. Ini untuk ditindaklanjuti mencocokan antara tulang belulang yang telah didapatkan,” kata mantan Korspri Jenderal Sutarman saat menjabat Kapolda Metro Jaya ini.

Andry menyebutkan, hasil tes DNA ini diserahkan ke tim Labfor. Dari sana nantinya akan diketahui tulang belulang yang telah dijadikan barang bukti itu dari keluarga yang mana.

“Bila sudah ada kepastian, kemungkinan akan kita serahkan ke pihak keluarganya,” terang Andry.

Sebagaimana diketahui, tersangka MD mengaku sebelum korbannya dibunuh terlebih dahulu disodomi. Alat vital korbannya juga diambil untuk disayur sop dan digoreng. Parahnya lagi, tersangka ini mengaku menjual daging para korbannya ke warung tuak di Kota Perawang, Kecamatan Perawang, Kabupaten Siak, Riau. ***(detik.com/lis)

Formasi CPNS 2014 Pemko Diperkirakan 15 Agustus 2014

ilustrasi
ilustrasi

PEKANBARU (SegmenNews.com)– Kepastian formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2014, untuk Kota Pekanbaru baru didapat 15 Agustus 2014. Pasalnya formasi CPNS kini masih di Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokasi (Kemenpan RB). Demikian hal itu dikatakan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kota Pekanbaru, Azharisman Rozie, Senin (11/8/14).

Kata Rozie, nama panggilannya, dari 2974 jumlah yang diajukan pihak Pemko Pekanbaru ke Kemenpan -RB, hanya. 87 orang saja yang di setujui. Kemudian Pemko melalui walikota mengajukan kembali penambahan. Penambahan itu hingga kini belum didapat hasilnya.

“Memang belum diumumkan kapan dibuka penerimaan CPNS untuk Kota Pekanbaru. Masalahnya dari surat yang dikirim melalui email dari Kemenpan 25 juli lalu, mengenai pembagian formasi, penentuan formasi, dan lain-lain itu belum ada kejelasan,” terangnya.

Sebenarnya, kata dia, bukan hanya Kota Pekanbaru saja yang belum mendapat kepastian dari Pemerintah Pusat, mengenai kepastian peneriman CPNS. Bahkan semua Kabupaten dan Kota se-Indonesia, masih menunggu arahan lebih lanjut.

“Sampai sekarang nasib kita sama dengan kota lain se indonesia. Belum mendapatkan gambaran yang jelas,” tambahnya.

Rozie juga mengatakan, Pemko dari saat ini hingga 5 tahun mendatang akan membutuhkan CPNS sebanyak 2974. Sementara Kemenpan-RB hanya menyetujui sebanyak 87 orang saja.

“Ini sudah berdasarkan asumsi beban kerja dan batas usia pensiun. Maka segitulah total yang kita ajukan untuk mencukupi sampai tahun 2019,” ujar Rozie menerangkan.

Disamping itu, dari perhitungan BKD, untuk PNS yang mulai masuk masa pensiun dari tahun 2013, 2014, 2015, maka akan didapati angka sebanyak 720 PNS.

“Mudah-mudahan tanggal 15 ini, Pemerintah Pusat akan mengirimkan formasi penerimaan CPNS untuk Kota Pekanbaru. Kita tunggu saja,” tutupnya.***(chir)

Ibu Korban Minta Pelaku Mutilasi Dihukum Mati

Ibu Kandung Korban mutilasi, Misnah Angreani memperlihatkan foto anaknya
Ibu Kandung Korban mutilasi, Misnah Angreani memperlihatkan foto anaknya

Siak (SegmenNews.com)- Dengan wajah di balut kesedihan, Misnah Angreani ibu kandung Rendi Hidayat (10) korban pembunuhan mutilasi dan seksual di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak berharap tersangka dihukum mati.

Korban anak ke empat dari lima saudara ini menghilang dari rumah sejak Agustus 2013 tahun kemarin. Saat ditemui dikediamannya di Desa Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang, Sabtu (19/8), mengenal pelaku MD (19) dan ,karena anaknya sering bermain di rumah tersangka.

“Anak saya pergi dari rumah sejak tanggal 15 Agustus 2013 lalu,pada pukul 17,30 sore dengan mengenakan baju kaos, sebelumnya tidak ada rasa curiga kepergian anak saya Rendi, sore itu memang terakhir kali jumpa,” ungkap Ibu paruh baya ini.

Dengan nada terbata-bata lanjutnya, setelah itu pihaknya melaporkan ke polsek, dengan kecurigaan juga mencari ke salah satu tersangka MD yang kebetulan memang sangat akrab dengan putranya .

“Rasa curiga memang sudah ada, namun tidak ada bukti, salah satu tersangka yang bernama MD pergi ke Duri Kabupaten Bengkalis. Dia kemudian menyusul ke Duri namun sampai disana ketika ditanya, pelaku mengatakan bahwa Rendi tidak ada disini,” ujar Misnah.

Diketahui Misnah bahwa anaknya menjadi korban mutilasi kata Misnah setelah ada kabar dari pihak kepolisian “Anak saya setelah dibunuh dimutilasi disekitar tempat pemakaman umum desa pinang sebatang timur,” sebutnya.

Setelah itu lanjut ibu ini memang pertemanan antara anaknya dengan tersangka tidak begitu lama hanya sekitar 3 bulan, namun karena terlihat baik tidak ada kecurigaan bahwa ternyata perilaku tersangka memang sangat tidak disangka-sangka.

Dia juga berharap pihak aparat hukum bisa memberikan hukuman mati. ” Namun sebelum dihukum mati terlebih dahulu di siksa, karena perbuatannya sudah sangat keji,” ujar Misnah.***(rinto)

Disbun Salurkan Bantuan untuk 2 Poktan di Inhil

net
net

PEKANBARU (SegmenNews.com) – Pada tahun anggaran 2014 ini, Disbun Riau memberikan bantuan peremajaan terhadap lahan petani yang tergolong kritis.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs. H. Zulher MS, akhir pekan lalu menyebutkan di Mandah ada dua kelompok tani (poktan) yaitu Poktan Tunas Muda dan Poktan Furmula. Keduanya mendapat bantuan bibit kelapa, pestisida, herbisida, upah pembersihan dan juga tenaga pendamping.

“Anggaran yang dikelola oleh Disbun Riau terbatas. Untuk itu tidak semua petani dan lahan akan dibantu. Disbun Riau membantu peremajaan kebun kelapa warga ini dengan harapan poktan yang menerima bantuan tersebut dapat menjadi contoh dan penggerak bagi petani yang lainnya dalam hal peremajaan,” harap Zulher.

Ketua Poktan Tunas Muda Mandah, M. Tahir, dalam sambutannya menyambut gembira bahwa komoditas kelapa di Mandah diperhatikan Disbun Riau. Untuk itu, dalam waktu dia akan mengkoordinasikan dengan anggota kelompoknya agar melakukan penebangan terhadap lahan yang mereka miliki.

“Tadi sudah diminta oleh Kadisbun Riau kepada kami untuk melakukan penebangan pohon kelapa dan pembersihan lahan. Insya Allah, kami akan berusaha maksimal bahwa peremajaan yang kami lakukan dapat menjadi contoh bagi peremajaan-peremajaan kebun kelapa petani yang lainnya,” ujar Tahir.

Pemberian bantuan ini merupakan wujud komitmen Dinas Perkebunan Riau untuk membantu peremejaan (replanting) kebun kelapa petani di Inhil.***(bertuah)

Ternyata Karung dan Goni Bekas, Bisnis yang Menggiurkan

int
int

PEKANBARU (SegmenNews.com)- Meski berupa barang bekas, namun jangan salah. Karung dan goni bekas bisa mendatangkan keuntungan yang menggiurkan. Komoditas ini pun layak dilirik sebagai peluang usaha yang menjanjikan untuk saat ini.

Seperti yang dikatakan Andi pemilik kedai Karung Bekas di Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru kepada wartawan. “Alhamdulillah Bang, lumayan lah hasil penjualan karung bekas di sini Ya walaupun pekerjaanya tak sebagus PNS hehehe,” ujarnya sambil tertawa lepas.

Biasanya Andi mendatangkan stok karung dan goni bekas dari Jawa. Namun untuk karung bekas, ada juga dari Pekanbaru. “Biasanya kalau untuk Pekanbaru, orang yang ngantarkan ke tempat kami,” paparnya.

Untuk harga karung biasanya kami jual berkisar di harga Rp2.500 per lembar, ukuran 100 kg. Sedangkan untuk yang di bawah 100 kg berkisar Rp1.500 per lembar.

“Tapi kalau untuk Goni kami datangkan dari Jawa jadi harganya lebih mahal dari karung. Yakni berkisar Rp20.000 per lembar,” tambahnya.

Pelanggan Andi biasanya datang dari pedagang dan petani. Mereka ini membeli dalam jumlah yang besar.***(r4n/btp)

Ismail Hamkaz Sambut Baik Rencana Gubri Bangun Situs Sejarah Riau

Ismail Hamkaz SAg,Msi
Ismail Hamkaz SAg,Msi

ROKAN HULU (SegmenNews.com)- Anggota DPRD Rokan Hulu Komisi III, Ismail Hamkaz SAg,Msi menyambut baik rencana Gubernur Riau akan membangun kembali situs-situs sejarah di provinsi Riau.

Dikatakan Ismail kepada SegmenNews.com, Senin (11/8/14) baik secara pribadi, masyarakat dan anggota DPRD kabupaten Rokan Hulu-Riau serta mewakili masyarakat kalangan bawah, menyambut gembira akan pernyataan Gubernur Riau Anas Maamun disalah satu media cetak Riau bakal membangun kembali situs sejarah Riau tersebut.

Walau bagaimanapun katanya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa para pahlawannya, termasuk peninggalan sejarah yang telah memberikan spirit dan pelajaran bagi kita bersama sekarang dan akan datang apa yang telag dilakukan oleh para pendahulu, bukan hanya memikirkan kondisi mereka saat itu juga tapi uga untuk anak cucunya di kemudian hari.

“Melalui media ini kami sangat berharap kepada pak gubernur dapat mendengarkan, merasakan, dan perlunya peninjauan ke lapangan apa yang menjadi harapan kami sebagai masyarakat untuk mengembalikan situs sejarah yang selama ini hanya berjalan di tempat, dan kami sebagai masyarakat terus mencari pemimpin dan menyampaikan akan hal ini untuk di diambil kebijakan yang konkrit sehingga menjadi situs yang dapat memberikan motivasi dan dedikasi yang tinggi, yang kami maksud adalah tempat kelahiran dua tokoh besar di desa Rantau Binuang Sakti Kecamatan kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu, Riau,” harapnya.

Dijelaskan Ismail situs sejarah di Rokan Hulu adalah, Syekh abdul wahab Rokan al-kholidi naqsabandy penyebar thariqat naqsabandi di asia tenggara, sampai saat ini keberadaan akan ajaran beliau masih berjalan di tempat, dia meninggal beliau di basilam, langkat sumatera utara.

Setiap tahunnya hingga saat ini masih dilaksanakan peringatan haul beliau yang di hadiri puluhan ribu jamaag dari berbagai daerah di nusantara dan luar negeri.

Selanjutnya, Sultan Mohammad Zdainal Abidin, pada zaman Alm. Datuk. H. Ismail suko, nam beliau pernah di usulkan menjadi pahlawan nasional, makam beliau sekarang di kediri jawa timur, dan sering dan bnayak para oengunjung menziarahi kuburan beliau.

“Daerah ini ( rantau binuang sakti ) masuk wilayah KAT dan daerah terisolir, yang menjadi pertanyaan kita adalah mengapa tentang situs sejarah yang ada di daerah ini belum mendapat perhatian utama dari kalangan pengambil kebijakan, inilah yang menjadi keprihatinan kami, sekalipun kami sebagai masyarakat terus berupaya untuk menyuarakan akan situs yang bersejarah,” tukasnya.

Sementara situs sejarah lainnya di Rokan Hulu yakni

A. Benteng seluas 1 Ha seperti gundukan tanah.
b. Kolam renang pemandian anak raja.
c. batu pilar belanda
d. makan dari ayahanda suktan mohammad Zdainal Abidin bertingkat tujuh ( ayahandanya bernama adbul wahid ).
e, Tapak Masjid pertam yang didirikan oleh syekh abdul wahab rokan.
f. makam guru dari tuan guru syekh abdul wahab rokan.
g. kayu kundur tempat tuan guru menunggu jemmuran padi dan tenpat menuntut ilmu..

“Sekali lagi kami sAngat berharap dgn adanya pernyataan guibernur ini menjadi suati kebijakan yang konkrit ditengah masyarakat, apalagi dalam visi dam misi beliau yakni tidak ada lagi di riau ini daerah yang terisolasi, dan inilah sat nya oleh beliau sebagai peminpin untuk mewujudkannya, kami sangat berharap pak, karena kami terus menyuarakan ini setiap kali pergantian kepemimpinan baik di kabupaten maupun provinsi,” papar Ismail berharap pemimpin baru mendengarkan harapan masyarakat.***(r4n/rls)

Persiapan MTQ Pekanbaru Rampung 50 Persen

alqur'anPekanbaru (SegmenNews.com)- Pemerintah kota Pekanbaru (Pemko) akan mengadakan MTQ tingkat kota Pekanbaru, Jum’at (22/8/14) bertempat di masjid Agung Annur yang juga menjadi Icon kota Pekanbaru.

Kepala bagian kesejahteraan masyarakat Pemko, Drs.Muhammad Amin,Msi kepada segmennews.com diruangannya, Senin (11/8/14) mengatakan bahwa persiapan saat ini sudah 50 persen, peserta yang akan mengikuti lomba sebanyak 504 dari 12 kecamatan se-Pekanbaru, Riau.

“Dewan juri Kemenag kota pekanbaru akan menghadirkan qori internasional dalam acara pembukaannya nanti,” jelasnya.

Dijelaskannya lagi, pemenang lomba MTQ nantinya bakal memperoleh hadiah trophy + uang pembinaan dan pemenang pertama juga akan mewakili Pekanbaru pada MTQ tingkat Provinsi Riau kedepannya.

“Kita berharap masyarakat bersama – sama mengikuti pembukaan MTQ di Kota Pekanbaru, dan dapat menghidupkan Taman Bacaan Al Quran (TPA), seni bacaan Al Quran dan Para penghafal Al Quran (Hafiz) di pekanbaru sesuai dengan amanah Walikota pekanbaru menghidupkan magrib mengaji pada masyarakat,” tutupnya.***(Chir)