Walikota Firdaus ST MT didampingi Seko HM Syukri Harto menandatangani KUA PPAS Perubahan tahun 2014 disaksikan Ketua dan pimpinan DPRD Kota Pekanbaru, Minggu malam (10/8).(foto Humas)
PEKANBARU (SegmenNews.com)— Setelah melewati hampir dua bulan pembahasan, akhirnya DPRD dan Pemko Pekanbaru menyepakati APBD Kota Pekanbaru Perubahan tahun 2014 menjadi Rp2.847 Triliun, dengan demikian terdapat kenaikan sekitar Rp55 milyar dari APBD murni tahun 2014.
Penatapan itu ditandai dengan dilaksanakannya penandatanganya nota Kebijakan Umum Angaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD Perubahan Pekanbaru tahun 2014 antara Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT dengan Ketua dan seluruh unsur pimpinan DPRD Pekanbaru, yang digelar Minggu malam (10/8) di salah satu rumah makan di Pekanbaru.
Dalam acara yang dihadiri ketua DPRD Desmianto dan ketiga wakil ketua Ketua DPRD tersebut juga dihadiri oleh Sekda Kota HM Syukri Harto seluruh Kepala SKPD, Kabag, dan Camat se-Kota Pekanbaru.
Walikota dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas kerjasama dan kerja keras tim TAPD dan DPRD merumuskan dan menyusun anggaran perubahan tahun 2014, yang skala pririotasya tetap mengacu kepada cita-cita dan tujuan Kota Pekannbaru menjadi Kota Metropolitan yang Madani, dan berorientasi untuk kepentingan masyarakat luas.
“Alhamdulillah, tepat waktu kita menyusun dan membahas APBD Perubahan 2014, dengan demikian kita juga telah bisa memulai membahas anggaran APBD 2015, yang Insya Allah Senin (11/8) kita dan DPRD akan memulai mengarah kepada pembahasan RAPBD 2015. Dengena percepatan itu maka program dan agenda pembangunan dan kegiatan pembangunan akan bisa dimulai lebih cepat dan tepat waktu,’’ ujar Walikota.
Untuk itu Walikota menyampaikan apresiasi kepada seluuruh anggota DPRD Pekanbaru, para kepala SKPD dan Tim TAPD Kota Pekanbaru.
Sementara itu Ketua DPRD Desmianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa segala hal yang telah ditetapkan dan sepekati semuanya bertujuan untuk kepentingan masyarakat Pekanbaru.****(chir/rls)
PEKANBARU (SegmenNews.com)- Sidang Paripurna Istimewa HUT Riau ke 57 di gedung DPRD Riau, Sabtu (9/8/2014) tiba-tiba ricuh. Pasalnya, salah satu mahasiswa nekat nyelonong ke hadapan Gubernur Riau, H Anas Maamun saat memberikan kata sambutan.
Mahasiswa ini maju ke depan ruangan dan menyodorkan sebuah Alquran kepada Gubri di tengah pidatonya. Ternyata mahasiswa tersebut adalah Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unviersitas Riau Zulfa Heri.
Aksi itu tidak berlangsung lama karena langsung diamankan oleh pihak keamanan. Rekan-rekannya sesama mahasiswa yang juga berada di dalam ruang sidang DPRD Riau langsung berteriak-teriak melontarkan protes. Mereka berdalih Alquran tersebut adalah hadiah HUT Riau yang ditujukan kepada Gubri.
“Kami memberikan kado Alquran kepada Gubri, karena kami inginkan pemimpin di Riau sebagai suri tauladan,”ujar Saidan, salah satu mahasiswa di ruangan tersebut.
Dia dan rekannya yang lain bersikukuh minta Zulfa dilepas petugas. Karena maksudnya baik, memberi hadiah HUT Riau.
“Pada apel tadi pagi dapat kado mengenai RTRW dan ini kita juga ingin memberikan Alquran sebagai pedoman,” katanya lagi.
Zulfa dibawa petugas keamanan ke pos di samping gerbang DPRD Riau. Sementara teman-temannya terus meminta agar Zulfa dibebaskan.
Disela-sela iringan petugas, Zulfa sempat mengutarakan alasan aksi nekadnya itu. “Alquran itu petujuk paling benar. Saya ingin Pak Gubernur banyak baca Alquran agar kembali ke jalan yang benar,” tuturnya.
Dia juga minta Gubernur kembali ke sumber hukum Islam. “Banyak-banyak membaca ayat Allah agar bisa kembali ke jalan yang benar,” sergahnya.
Hingga berita ini diturunkan, ada tiga mahasiswa yang diamankan oleh kepolisian yang langsung digiring ke Polrestas Kota Pekanbaru.***(den/hlc)
BENGKALIS (SegmenNews.com)– Direncanakan besok, Senin (11/8/14) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) bakal menyematkan gelar kehormatan kepada Bupati Herliyan Saleh yakni, “Datuk Setia Amanah Junjungan Negeri” dan “Pribadi Payung junjungan Negeri”, sedangkan Wabup Drs. H Suayatno bergelar “Timbalan Datuk Muda Setia Amanah Junjungan Negeri”.
Acara yang akan berlangsung di di Wisma Daerah Sri Mahkota jalan Antara Bengkalis kota tersebut, pada hari ini, Minggu (10/8/14), para tamu undangan dari luar Bengkalis mulai berdatangan untuk menghadiri acara penganugrahan Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh Wakil Bupati (Wabup) H. Suayatno.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bengkalis Ja’afar Arief jelang siang menyampaikan bahwa pihak Dishub telah menyiapkan semaksimal mungkin dalam melayani tranportasi bagi tetamu undangan yang akan menghadiri penambatan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis dari LAMR.
Memang hari ini (Minggu-red) para tetamu undangan mulai berangsur angsur berdatangan, dan salah satunya pelayanan kita dari Dishubkominfo Bengkalis, kita sudah mempersiapkan armada RoRo sebanyak 4 unit.
“Disetiap sisi pelabuhan, kita juga telah menyiapkan para petugas termasuk mobil tranportasi untuk para tamu VIP serta menyiapkan stiker untuk tamu sebagai menandakan bahwa mereka merupakan tamu undangan,” terang Ja’afar pada, Minggu (10/8/14) jelang siang.
Ja’afar juga menjelaskan, untuk menyambut kedatangan tamu yang berasal dari luar negeri seperti Malaka, pihaknya juga telah mempersiapkan pengawalan dan kenderaan di pelabuhan internasional Bandar Sri Setia Raja.
“Dan bagi rombongan Gubernur Riau yang diantaranya sejumlah Menteri serta Kapolda akan datang dengan menggunakan helikopter, sehingga kita telah menyiapkan 2 tempat pendaratan yang terletak di lapangan pasir Andam Dewi jalan Sudirman serta di halaman Mapolres Bengkalis jalan Pertanian, “ujarnya menjelaskan.*** (ur).
Bupati Achmad berfoto bersama Gubri Anas Maamun dan Wabup serta para istri di kediaman GubernurBupati Achmad bercengkerama dengan Kapolda Riau, Brigjend (Pol).Condro Kirono. M.Hum.,M.M didampingi Wabup saat Open House di kediaman Gubernur RiauBupati Achmad didampingi Wabup bercengkerama dengan Gubernur Riau Anas Maamun di kediaman GubernurBupati Rokan Hulu Drs H Achmad Msi beserta istri memberikan santunan saat open house di rumah kediamannyaMaghdalisni Achmad menyambut tamu saat open house dikediamannyaWabup Hafith Syukri MM menyambut tamu saat Open House di kediamannyaWabup Hafith menyalami Wakil GUbernur Riau Arsyadjuliandi Rahman Open House di Rumah GubriSuasana shalat di Masjid Islamic Center Pasir PangaraianBupati Achmad menyerahkan bantuan untuk Palestina di Masjid Agung Madani Islamic Center PasirPangaraianIstri Bupati Maghdalisni Achmad beserta jemaah di masjid Agung Madani Islamic CenterSuasana kemeriahan malam pawai takbir 1435 H-2014 di Kota PasirPangaraian
SEMARANG (SEGMENNEWS.COM)– Sekitar 10 oknum polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres Pemalang ditangkap oleh Direktorat Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jateng, sejak Kamis (7/8/2014) pagi hingga Sabtu (8/8/2014) sore. Mereka diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada puluhan bahkan ratusan sopir truk yang hendak lewat di Jembatan Comal, Pemalang.
Informasi yang dihimpun Tribun Jateng, penangkapan pertama dilakukan di sekitar Jembatan Comal, Kamis (9/8/2014) malam. Saat itu, oknum yang ditangkap langsung oleh petugas Propam Polda Jateng bernama Aiptu T dan Briptu Dn. Saat tertangkap tangan itu keduanya menangis. Dua oknum polisi itu kemudian “bernyanyi” dan menyebutkan sekitar delapan orang temannya yang juga diduga menerima pungli.
Sistem pungli ini tergolong rapi karena oknum polisi melibatkan warga setempat yang berperan sebagai kurir. Peran kurir ini sebagai pengumpul uang dari sopir truk kemudian diserahkan kepada oknum polisi yang berjaga. Kurir juga berperan sebagai juru lobi yang menentukan tinggi rendahnya pungli. Besaran pungli berkisar Rp 100 ribu – Rp 300 ribu. Pungli hanya dikenakan kepada truk-truk yang tonase lebih dari 10 ton.
Warga Desa Jatirejo Gg 1 Ampelgading, Pemalang, Slamet, mengatakan, kejadian penangkapan polisi yang melakukan pungli di sisi Barat Jembatan Comal terjadi pada Sabtu (9/8/2014) sekitar pukul 01.30. Tiba-tiba ada mobil Avanza hitam yang berhenti persis di depan minimarket, Desa Jatirejo, Ampelgading.
Dari mobil tersebut turun beberapa orang pria yang langsung menangkap seorang anggota polisi karena kedapatan melakukan pungli. Pada meja depan swalayan ditemukan uang dalam jumlah banyak.
Sebelum membawa pergi seorang polisi, pria itu sempat membawanya berbincang cukup lama di dalam minimarket.
“Polisi yang ditangkap itu disuruh membuka seragamnya, jadi telanjang dada. Terus habis itu langsung dibawa masuk ke mobil dan pergi,” kata Slamet kepada Tribun Jateng, kemarin.
Slamet menambahkan, para warga yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa terdiam dan menonton dari kejauhan “Warga sekitar sini kumpul semua, banyak banget jumlahnya jadi geger malam itu,” kata Slamet.
Sebenarnya pada saat kejadian ada enam orang polisi. Namun dia melihat cuma ada satu polisi yang dibawa ke dalam mobil. “Waktu kejadian itu, polisinya semua pada nangis. Mungkin minta ampunan tapi nggak bisa,” kata Slamet.
Menurutnya, aksi pungli terjadi sudah sejak lama, tepatnya saat Jembatan Comal selesai dilakukan perbaikan darurat. Saking seringnya, para warga pun menganggap hal itu bukanlah suatu yang aneh.
“Satu truknya tiga ratus ribuan, sehari mungkin bisa sampai puluhan juta. Tapi aksi pungli biasanya dilakukan saat malam. Mungkin biar nggak ketahuan warga,” katanya.
Seorang karyawan minimarket, Hadi mengatakan dirinya tidak mengetahui betul kejadian penangkapan itu. “Tiba-tiba dua orang masuk terus ngobrol lama sekitar satu jam, duduk-duduk biasa. Tapi saya nggak tahu yang dibicarakan apa karena jaraknya terlalu jauh,” katanya.
Saat dikonfirmasi, Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Hendra Supriatna mengakui adanya penangkapan 10 oknum polisi tersebut. “Semuanya dari Satlantas Polres Pemalang, paling tinggi pangkatnya Aiptu. Awalnya kami menangkap dua oknum yang saat itu menangis-nangis, dari keduanya kemudian berkembang menjadi 10 orang. Sebanyak 4 oknum masih dalam perjalanan (dari Pemalang ke Mapolda Jateng),” kata Hendra kepada Tribun Jateng, Sabtu (9/8/2014) sore.
Hendra menceritakan bila dirinya langsung memimpin penangkapan para oknum Satlantas. Hendra menerima informasi dari sejumlah sopir truk terkait adanya pungli tersebut. “Sistemnya cukup rapi. Saya masih menyelidiki dan saat ini masih kami periksa. Saya akan pantau dan terus tindak tegas pungli seperti ini,” terang Hendra.
Kasatlantas Polres Pemalang, AKP Davis Busen, enggan memberikan komentar terkait sejumlah oknum polisi dari Satlantas Polres Pemalang yang diduga melakukan pungli.
“Kalau masalah itu (pungli) maaf saya tidak bisa memberikan komentar. Silakan tanyakan langsung ke Kabag Humas atau pak Kapolres. Tapi kalau mau tanya terkait pengamanan lalu lintas di Jembatan Comal silakan,” kata AKP Davis Busen, Sabtu (9/8/2014).
Dia mengatakan, kemarin malam kondisi lalu lintas di Jembatan Comal terpantau ramai lancar. Truk-truk bertonase besar tidak diperbolehkan melintas. Pihaknya bersama Dinas Perhubungan dan TNI terus mengantisipasi jika ada pengendara kendaraan besar yang membandel.
“Jika ada yang membandel maka kami akan suruh pengendara truk memutar arah,” katanya.
Tim juga berjaga-jaga melakukan filter sebelum Jembatan Comal, pada arah Semarang kendaraan akan disaring di Pos Gandulan, sedangkan dari arah Jakarta kendaraan akan disaring dari Pos Taman.
Seperti diberitakan sebelumnya, aturan batas maksimal kendaraan yang boleh melintas di Jembatan Comal telah diubah. Jika sebelumnya batas maksimal 10 ton, sekarang ada tambahan toleransi sekitar dua hingga ton.
Namun menurut Davis Busin toleransi berat maksimal itu hanya berlaku bagi kendaraan dengan muatan tertentu di antaranya truk bermuatan bahan pokok dan bus besar pengangkut penumpang. “Bus besar jika penumpangnya penuh beratnya sekitar 12 ton, truk kontainer kosong juga boleh melintas,” katanya.
Truk besar yang tidak bermuatan sesuai ketentuan itu tetap dilarang melintas Jembatan Comal. Mereka akan diminta untuk memutar arah dan disarankan melewati jalur selatan.
Menurutnya, yang menjadi kendala, yakni banyak sopir truk yang meski telah mengetahui Jembatan Comal tidak bisa dilintasi kendaraan besar, mereka tetap ngeyel melintasi Pemalang, hendak melintasi Jembatan Comal. Alhasil, petugas pun kewalahan untuk memutar balikan truk tersebut.*** Red: hasran Sumber: tribunnews
JAKARTA (SEGMENNEWS.COM) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menarik semua kendaraan dinas yang dipakai pejabat DKI. “Semua kendaraan pegawai negeri sipil yang mempunyai jabatan akan kami tarik,” ujar Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah saat dihubungi, Sabtu, 9 Agustus 2014.
Ia mengatakan, kendaraan milik pejabat pegawai negeri sipil eselon IV sampai dengan eselon II mulai ditarik akhir bulan ini. Sehingga, kata dia, kebijakan dimulai per bulan depan. Menurut dia, kebijakan tersebut penting dilakukan karena dapat menghemat biaya.
“Adanya kebijakan ini perawatan kendaraan serta uang bensin tidak ada lagi,” ucapnya. Sebagai gantinya, kata Saefullah, pegawai akan diberikan tunjangan transportasi. Tunjangan tersebut di luar Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang selama ini diterima.
Saefullah mengaku sudah menadatangani peraturan dan telah membuat surat edaran ke seluruh pejabat DKI. “Peraturannya sudah ditandatangani Gubernur Joko Widodo dan saya sendiri,” ujarnya.
Saefullah menyebut, kebijakan tidak bersifat memaksa, terutama untuk pejabat eselon II. Mereka diberikan dua pilihan: menggunakan kendaraan atau mendapat uang tunjangan transport. “Kalau menerima tunjangan, maka mobil dinas yang digunakan selama ini ditarik. Sementara jika tetap memilih mobil dinas, maka yang bersangkutan tidak akan mendapatkan tunjangan transportasi.***
Wisatawan Menyaksikan Kuburan Bayi di Batang Pohon Tarra (tempo)
SEGMENNEWS.COM- Tubuh seketika bergidik saat di hadapan berdiri sebuah pohon Tarra berumur 300 tahun lebih di Kambira, Tana Toraja. Di batang utama pohon itu, bayi-bayi meninggal yang belum tumbuh gigi dikuburkan, bersatu dengan tubuh pohon dan ditutup dengan anyaman ijuk. Menurut kepercayaan lokal, Aluk Todolo, bayi-bayi yang belum tumbuh gigi dianggap masih suci dan mesti dikubur dengan cara seperti itu.
Sejumlah wisatawan asing melihat pohon Tarra yang dijadikan tempat menguburkan bayi di objek wisata baby grave, Kecamatan Kambira, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Minggu, 3 Agustus 2014. Menurut ajaran aluk Todolo (animisme), bayi yang meninggal sebelum giginya tumbuh dikuburkan di dalam sebuah lubang di pohon Tarra, karena bayi-bayi tersebut dianggap masih suci. Pohon tersebut sudah berumur 300 tahun lebih.***(r4n/tempo)
PELALAWAN (SegmenNews.com)- Wakapolres Pelalawan melakukan serah terima jabatan di halaman Mapolres, jabatan Wakapolres Pelalawan baru yakni, Kompol Deddy Nata SIK menggantikan Kompol Haldun SH, Jumat (8/8).
Kompol Haldun SH selanjutnya akan menduduki jabatan sebagai Kepala Bagian (Kabag) Binlap Ro Ops Polda Riau dan sekalian dipromosikan dengan naik jabatan Kompol Haldun SH MH. Sedangkan pejabat baru Kompol Dedy Nata ini sebelumnya bertugas sebagai Kepala Urusan (Kaur) STNK Polda Riau.
Melalui Sertijab ini diharapkan mampu meningkatkan semangat baru di organisasi Polri sehingga menghasilkan output yang berkualitas. Karena itu berharap pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri sebab tugas Polri tidak ringan. Yang hadir dalam sertijab Wakapolres, Kepala Bagian, Para Kasat, Pama, Brigadir serta PNS, para Kapolsek, Kapolsubsektor dan jajaran Polres Pelalawan dan disamping itu juga dihadiri oleh Ketua Bhayangkari cabang Pelalawan dan ibu-ibu Bhayangkari.
Kapolres Pelalawan AKBP Aloysius Supriyadi SIK mengatakan, serah terima jabatan yang dilaksanakan hari ini merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka mendinamisir dan meningkatkan kinerja organisasi, agar tetap mampu menampilakn pemformance yang optimal dalam menghadapi setiap tantangan tugas dan tuntutan masyarakat.
Serah terima jabatan juga merupakan bagian dari proses pembinaan sumber daya manusia dalam rangka regenerasi untuk mengisi jabatan strategi yang dilakukan berdasarkan penilaian dan evaluasi secara sistematik dan komprehensif dengan tetap mempertimbangkan aspek profesionalitas, komitmen dan integritas terhadap organisasi. Sebagai bentuk implementasi dari merit sistem dalam pembinaan karier dilingkungan Polri.
AKBP Aloysius, sebagaimana harus maklumi bersama bahwa tanggung jawab atas suatu jabatan adalah amanah sekaligus kepercayaan dimana didalamnya mengandung konsekuensi yang tidak ringan, sehingga setiap pejabat Polri dituntut untuk dapat menampilkan kinerja terbaik agar membawa perubahan dikesatuan yang dipimpin kearah yang lebih baik.
” Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya Kompol Haldun SH MH atas pengabdian saudara di Polres Pelalawan dan saya ucapkan selamat bertugas ditempat yang baru. Disamping itu juga selamat datang dan bergabung Kompol Dedy Nata SIK di polres Pelalawan. Selaku pejabat. Yang baru segera kuasai seluruh permasalahan, beradaptasi dan pelajari lingkup tugas yang menjadi tanggung jawab saudara,” sampainya.***(fin)
ROKAN HULU (SegmenNews.com)- Kabar gembira datang lagi bagi 18 orang pegawai honorer Kategori Dua (K2) yang bekerja di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kab Rokan Hulu (Rohul), dimana mereka diverifikasi ulang untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), untuk selanjutnya diangkat menjadi PNS.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA didampingi Kepala Kepegawaian Yuhendra SE, kepada wartawan di kantornya, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Kota Pasir Pengaraian, Jumat (8/8/2014).
Dikatakannya, beberapa waktu yang lalu 28 orang telah mengikuti test yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB) Republik Indonesia melalui Kemenag RI, namun yang dinyatakan lulus adalah 10 orang, sedangkan 18 orang lainnya dinyatakan tidak lulus.
Namun demikian, datang lagi informasi dari Pusat, bahwa mereka yang honorer dan tidak lulus beberapa waktu yang lalu ini, dilakukan verifikasi ulang, sehingga membuka peluang lagi bagi mereka untuk diangkat menjadi CPNS. Ini adalah suatu berita gembira bagi adek-adek kita yang bekerja sebagai pegawai honorer di lingkungan Kemenag Rohul. “Kasihan mereka, sudah mengabdi 10 tahun, tapi tak diangkat jadi PNS”, jelas Ahmad Supardi.
Menurut Ahmad Supardi, ke 18 orang pegawai honorer Kemenag Rohul tersebut, tersebar di seluruh instansi Kemenag Rohul, baik pada KUA Kecamatan maupun pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN), MTsN Rambah, MTsN Ujungbatu, MTsN Dalu-Dalu, MTsN Kota Tengah, MIN Pasir Pengaraian, dan MIN Pasir Agung.
Kepada mereka yang 18 orang tersebut, agar melengkapi berkas secepatnya, berupa SK pertama, Surat Pernyataan dari tenaga honorer yang bersangkutan, Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak yang ditandatangani oleh atasan langsungnya bersama Kakan Kemenag Rohul, Ijazah terakhir, dan lain sebagainya.
Ahmad Supardi juga menyatakan, agar semua persyaratan tersebut, agar dibawa ke Kantor Kemenag Rohul, untuk diteliti dan diverifikasi, untuk selanjutnya diantar langsung oleh Kepala Kepegawain Kemenag Rohul ke Kanwil Kemenag Riau di Kota Pekanbaru, selanjutnya berkas-berkas tersebut akan diantar ke Kemen PAN RB RI melalui Kemenag RI Jakarta.
Ahmad Supardi meminta kepada 18 tenaga honorer tersebut, agar memperbanyak doa kepada Allah SWT, semoga mereka dapat diangkat menjadi CPNS, sehingga dapat meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan Negara, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tentunya.***(acce/rls)
PEKANBARU (Segmennews.com)- Hingga saat ini masih banyak bangunan di Pekanbaru yang tak memakai sumur resapan. Padahal keberadaan sumur resapan ini penting, terlebih untuk mencegah banjir saat musim hujan.
Untuk itu Anggota Komisi IV Sigit Yuwono, Sabtu (09/08/2014) mengatakan bahwa Pemko Pekanbaru perlu lebih tegas dalam menegakkan Perda Nomor 10 Tahun 2006 Tentang Sumber daya Air dan sumur resapan sebagai salah satu mengatasi permasalahan banjir.
Selama ini ia menilai perda tersebut tidak berjalan secara maksimal. Sehingga banyak bangunan berdiri tanpa berpatokan perda tersebut. “Pemerintah tidak juga memberikan sanksi padahal sudah ada perda yang mengaturnya. Harusnya Perda tersebut dibuat untuk dijalankan,” ungkap Sigit, Sabtu, (8/8/2014).
“Jadi, selain membangun drainase, penegakan perda ini juga dapat mengatasi persoalan banjir di Kota Pekanbaru yang menjadi langganan tiap tahunnya,” tambah Politisi Demokrat ini.
Meskipun tak dipungkiri jika bahwa sumur resapan memiliki fungsi untuk sebagai penampungan air sementara sehingga tidak sepenuhnya mengurangi banjir.***(btp)