Beranda blog Halaman 2628

Mobil LCGC Kemurahan, Produsen Otomotif Menjerit

karimunSegmenNews.com – Pengusaha mobil di Tanah Air mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap terlalu rendah memberikan plafon harga mobil low cost green car (LCGC). Pasalnya, ada beberapa faktor yang membuat harga batas atas kendaraan ini tak lagi sesuai.

Kritik salah satunya datang dari Komisaris PT Suzuki Indomobil Motor, Subronto Laras. Ia meminta pemerintah segera merevisi plafon harga LCGC.

Katanya, harga mobil murah yang maksimal dibanderol Rp95 juta off the road (OTR) sebelum pajak, dipandang tak lagi sesuai. Faktor nilai tukar menjadi salah satu penyebabnya. “Kalau saya lihat, pemerintah harus rasional melihat kenyataan ini,” kata Subronto di Suzuki Tambun Plant-Area External, Bekasi, Kamis 5 Juni 2014.

Dia menyebutkan faktor nilai tukar rupiah, inflasi, dan biaya produksi bisa mempengaruhi harga mobil itu. Kenaikan UMR 30 persen pun juga turut menyumbang alasan plafon harga LCGC selayaknya direvisi. “Istilahnya, jika ‘ditelanjangi’ begitu, mungkin pada rugi,” kata dia.

Subronto mencontohkan harga LCGC maksimal Rp95 juta. Apabila dipotong 10 persen untuk biaya distribusi, harganya menjadi sekitar Rp80 jutaan. Angka tersebut dirasa belum mampu menutup biaya produksi mobil itu. “Tolonglah pengertian pemerintah. Jangan dikunci di Rp95 juta,” sambungnya.

Kendati komponen mobil LCGC 80 persennya merupakan produksi lokal, namun ada bahan baku mobil yang dipasok dari luar negeri. Belum lagi nilai tukar rupiah yang tren-nya melemah.

“Misalnya plastik. Bemper mobilnya plastik. Dashboard-nya plastik. Kami beli bahan bakunya di mana? Ada yang jual dengan rupiah? Tidak ada, kan?” tegasnya.***

 

 

Red: Sondri
sumber: © VIVA.co.id

Truk Sawit Terbalik di Lintas Desa Kusau Tapung Hulu

Truck pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit jenis colt diesel terbalik
Truck pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit jenis colt diesel terbalik

Tapung Hulu (SegmenNews.com)- Seunit truck pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit jenis colt diesel, BM 9209 FN terbalik dijalan lintas Desa Kusau, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Kamis (5/6/14) siang.

Jalan yang kerap digunakan pengemudi dari Pekanbaru menuju Rokan Hulu maupun sebaliknya sempat macet akibat tumpahan TBS tersebut yang berserakan di badan jalan. Namun rekan sesama pengangkut sawit di bantu warga sekitar datang membantu dan menepikan serakan TBS tersebut.

Pantauan SegmenNews.com dilapangan, di lokasi kejadian mobil terbalik itu tidak satupun terlihat pihak kepolisian. Padahal di sepanjang jalan Tapung Hulu terlihat Dishub melakukan razia, begitu juga di ruas jalan berikutnya terlihat juga polisi razia.

Menurut warga yang melintas di jalan itu, Ucok (33), dia sempat melihat mobil tersebut terbalik. Diduga akibat mengelakkan jalan yang berlobang.

“Iya, mobil itu terbalik bang, mungkin mengelakkan lobang itu,” kata Ucok.

Ucok juga mengatakan disepanjang jalan Desa Kusau tersebut memang sering terjadi mobil truk terbalik, karena disepanjang jalan banyak jalan yang berlobang-lobang. Kondisi jalan tersebut harus menjadi perhatian pihak terkait untuk memperbaikinya, begitu juga dengan Dinas Perhubungan harus memantau mobil-mobil truk yang sering lalu lalang melebihi tonase.***(r4n)

Aneh, Ruang Anak di Gedung Bupati Siak Berubah Tempat Arsip

Ruangan anak di Kantor Bupati Siak terkesan tak berfungsi
Ruangan anak di Kantor Bupati Siak terkesan tak berfungsi

Siak (SegmenNews.com)- Walaupun Kabupaten Siak melalui APBD telah mengeluarkan dana Rp 180 juta ditahun 2013 untuk perlengkapan ruang bermain anak dan ibu menyusui dan kesehatan di gedung Bupati Siak. Namun ruangan untuk anak tersebut terkesan tak berfungsi sebagaimana yang direncanakan.

Bahkan saat ini ruangan tersebut bukan lagi tempat bermain anak, melainkan diisi dengan tumpukan arsip Pemda Siak.

Menurut Kepala Bagian (Kabag) Umum Roni Rahmad, Kamis (5/6/14) kepada wartawan ruangan tersebut sebelumnya berfungsi, katanya, ada tiga PNS yang menitipkan anak mereka. Namun untuk sementara ruangan anak tersebut digunakan untuk penyusunan arsip Pemda.

“Ruangan itu berfungsi kok, ada 3 orang pegawai sini (kantor Bupati Siak,red) yang menitipkan anaknya di ruangan tersebut. Tapi sementara ini, di ruangan itu digunakan untuk menyusun arsip-arsip Pemda,” dalih Roni.***(rinto)

Wau, Kapolpos di Kuansing Ditangkap Saat Asik Main Judi

ilustrasi judi
ilustrasi judi

Teluk kuantan (SegmenNews.com) – Aiptu Eko Mugi, Kapolpos Desa Logas Kecamatan Singingi, ditangkap Reskrim Polsek Kuantan Tengah, bersama tiga warga pada Rabu (4/6/2014), disaat mereka lagi asik bermain judi jenis qiu-qiu, di salah satu warung di Desa Sawah, Kecamatan Kuantan Tengah.

“Penangkapan ini dari laporan warga,” kata Kapolsek Kuantan Tengah, Kompol JE Manurung, melalui Kanit Reskrim, Ipda Rapidin, Kamis (5/6/2014).

Katanya, saat penangkapan itu ada 4 orang yang sedang asik main judi, satu di antaranya merupakan anggota Polisi aktif yang berdinas di Polres Kuansing yaitu sebagai Kapolpos Desa Logas.

Empat tersangka tersebut katanya, Aiptu Eko Mugi (42), anggota Polri, Venus (40), Alrizal (43), dan Kadarusman (51) warga Desa Sawah, Kuantan Tengah.

“Mereka bersama barang bukti berupa kartu domino merek kabuki dan uang tunai sekitar Rp750.000 kita amankan. Sekarang mereka kita titipkan di sel Mapolres Kuansing,” jelasnya.

Untuk anggota Polri yang ditangkap saat itu, katanya, tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. “Semuanya akan kita proses secara hukum. Mereka akan kita kenakan pasal 303 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun dan denda 10 juta,” tutupnya.***(kn)

Ribuan Hektare Kebun Kelapa di Inhil Terkena Intrusi Air Laut

Kebun kelapa warga di Inhil terkena intrusi air laut
Kebun kelapa warga di Inhil terkena intrusi air laut

Tembilahan (SegmenNews.com) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, HM Wardan, mengatakan, hingga kini lebih dari 100 ribu hektare areal perkebunan masyarakat di Inhil terkena intrusi air laut.

Akibatnya, produksi kelapa masyarakat di Inhil turun drastis. Kemudian, masyarakat juga mengalihfungsikan lahannya itu dengan berkebun kelapa sawit.

“Sekarang lebih 100 ribu hektare perkebunan kelapa masyarakat yang terkena intrusi air laut. Tentunya, berdampak langsung masyarakat karena kepala itu tidak produksi lagi,” katanya kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Menurut Bupati, agar Kabupaten Indragiri Hilir tetap dikenal sebagai daerah yang memproduksi kepala terbesar di Indonesia, tentu saja diambil sejumlah langka-langka.

Seperti melalui Program Gerakan Masyarakat Tanam dan Pelihara Pohon Kelapa. Kemudian, membantu masyarakat dengan membuat trio tata air, yakni membangun tanggul, pintu klep dan drainase. Sehingga, air laut itu tidak lagi menggenai kebun masyarakat. ***(war/ni)

Dalih Bertahan Hidup, Pria Perantau Nekat Mencuri di Ramayana

Sinarta, tersangka pencurian baju di ramayana
Sinarta, tersangka pencurian baju di ramayana

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Berdalih ingin bertahan hidup di Kota Pekanbaru, Sinarta (35) asal kota Medan nekat mencuri 10 helai baju kemeja di ramayana jalan Sudirman Pekanbaru. Alih-alih ingin bertahan hidup, pria perantau itu malah mendekam di sel tahanan Mapolsek Kota Pekanbaru. Karena perbuatannya tersebut di ketahui oleh sekuriti.

Dikatakan Kanit Reskrim, Iptu RA Gisman, Kamis (5/6/14) pria tersebut dilaporkan sekuriti ramayana telah melakukan pencurian beberapa helai pakaian, Selasa (3/6/14). Dari keterangan tersangka dia baru merantau ke Pekanbaru, karena tak punya kerjaan, sehingga dia nekat mencuri pakaian untuk dijual.

“Tersangka mencuri 10 helai baju kemeja yang di sembunyikan di dalam bajunya,” terangnya.

Akibat perbuatan tersangka, pihak Ramayana mengalami kerugian sekitar Rp 2.466.000, tersangka dikenakan pasal 362 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.***(chir)

Cerdaskan Masyarakat, BPN Rokan Hulu Interaktif Lewat Radio

Kabid Pertanahan, H Hisbun
Kabid Pertanahan, H Hisbun

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Untuk memberikan pengetahuan tentang ilmu sosial pertanahan, pengurusan sertifikat tanah. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Rokan Hulu melakukan interaktif langsung dengan masyarakat melalui media elektronik radio lokal, Harmoni.

Dikatakan Kepala BPN Rohul, M. Syukur melalui Kabid Pertanahan, H Hisbun, Kamis (5/6/14) kepada SegmenNews.com diruang kerjanya, bahwa dari interaktif yang dilakukan setiap Senin pukul 16:00 wib sore, banyak masyarakat yang menyampaikan keluhannya tentang sertifikat tanah.

Diantaranya, masyarakat yang tidak memiliki surat tanah, masyarakat yang hanya memiliki surat jual beli namun tidak memiliki sertifikat, masalah tanah waris. Bahkan ada juga masyarakat yang salah mengartikan pembagian tanah warisan, mereka memotong berkas sertifikat tanah dibagi empat kepada ahli waris.

Dengan adanya interktif tersebut, BPN mengetahui segala permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam pengurusan sertifikat tanah, maupun surat tanah warisan dan surat tanah wakaf. Sebab dalam interaktif BPN Rokan memberikan penjelasan dan mekanisme pengurusan sertifikat dan surat tanah lainnya.

“Kita perlu mencerdaskan masyarakat, dengan interaktif di radio ini, kita menerangkan mekanisme pengurusan sertifikat tanah dan memberikan solusi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Sehingga kedepan akan mengrangi sengketa tanah yang dihadapi masyarakat,” imbuhnya.

Hisbun juga menghimbau kepada masyarakat agar pengurusan surat tanah tidak melalui calo, sebab calo akan merugikan mereka, seperti biaya tentunya akan lebih besar begitu juga kendala waktu dan lainnya.

“Alhamdulillah setelah kita adakan interaktif langsung dengan masarakat melalui radio, banyak masyarakat yang sudah mengetahui mekanisme dan pentingnya pengurusan surat tanah mereka. Masarakat juga langsung datang sendiri kekantor BPN tanpa melaui calo,” tandasnya.***(r4n)

Bangunan Gedung Daerah dan Turap Sedot APBD Siak Rp 70 Miliar

Bupati Siak lakukan Pemancangan Pertama Gedung Daerah Siak di kecamatan Mempura
Bupati Siak lakukan Pemancangan Pertama Gedung Daerah Siak di kecamatan Mempura

Siak (SegmenNews.com)-  APBD Kabupaten Siak disedot sekitar Rp 70 miliar. Rp 40 Miliar bakal digunakan untuk pembangunan Gedung Daerah yang dilengkapi dengan bangunan prasarana, seperti hotel, arena bermain, masjid, joging track, taman air mancur, lapangan olah raga dan fasilitas umum pada lainya yang dikerjakan oleh rekanan PT.Hutama Karya.

Sedangkan sisanya sekitar Rp 30 Miliar lagi akan digunakan untuk pekerjaan pembangunan turap pasar lama oleh rekanan PT.Waskita Karya. Kedua proyek muliyears tersebut akan dikerjakan secara bertahap.

Menurut Bupati Siak, H Syamsuar menyebutkan bahwa infrastruktur merupakan salah satu penentu daya saing suatu daerah. Hal tersebut terlihat dari semakin banyak ketersedian infrastruktur yang berkualitas maka semakin tinggi pula nilai daya saing suatu daerah, dan tentunya semakin besar pula peluang daerah untuk menarik investasi.

Hal tersebut dikemukakan Bupati dalam pidatonya diacara pemancangan pertama Gedung Daerah siak, pembangunan asrama haji, pengembangan asrama haji dan juga pembangunan turap pasar lama siak, Rabu (4/6/14).

Lanjutnya, terlebih lagi Kabupaten Siak ditetapkan sebagai pusat budaya melayu dan daerah wisata. Maka sarana dan prasaran insfrastruktur diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan dan wadah unjuk keterampilan.***(rinto)

Sarat Penyimpangan, Program UED-SP Terancam Dihapuskan

Daswanto
Daswanto

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPM-Bangdes), H Daswanto mengungkapkan telah banyak di temukan penyimpangan dana penggunaan dana hibah Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) di kabupaten/kota.

Temuan tersebut berdasarkan hasil audit Inspektorat Riau di empat daerah yaitu, Kabupaten Inhu, Bengkalis, Rokan Hulu dan Siak. Atas hasil audit Inspektorat Riau itu papar Daswanto, ada kemungkinan besar program UED-SP ini akan dihapuskan. Namun, Pemprov Riau terlebih dahulu akan membayar gaji fasilitator PPD, terhitung Januari-Mei 2014.

“Dari hasil audit Inspektorat itu, ternyata rata-rata di semua daerah ditemukan penyimpangan dana UED-SP itu,”terang Daswanto, Rabu (4/6/2014)dilansir bertuahpos.

Diantara penyimpangan yang ditemukan tim audit lanjutnya, banyak penerima dana UED-SP yang bukan dari kalangan orang miskin. Bahkan, penerima manfaatnya, orang-orang yang memiliki usaha yang sudah mapan dan orangnya itu-itu saja.

Selain itu yang meminjam dana UED-SP ini justru para pendamping desa atau fasilitator Program Pemberdayaan Desa. Bahkan, ada juga kepala desa, istri kepala desa dan pejabat desa lainnya.”Dalam aturannya, kepala desa maupun fasilitator PPD itu, tidak boleh meminjam dana UED-SP itu. Karena tujuan program ini untuk masyarakat miskin pedesaan,”ulasnya.

Kecurangan lainnya kata Daswanto, ada pendamping desa yang melarikan dana UED-SP, seperti yang terjadi di Kabupaten Inhil. Bahkan satu diantaranya, sudah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.Lebih parahnya kata Daswanto, 278 fasilitator PPD yang melakukan aksi demo itu, selama ini memiliki tunjangan yang sangat memuaskan seperti, uang makan, uang transpor, uang kontrak rumah dan lainnya. Namun, para fasilitator itu, justru ti dak menjalankan tugasnya ke pedesaan.

“Bayangkan, setiap bulan mereka mendapatkan tunjangan dana untuk kontrak rumah. Tetapi, mereka mengontrak rumah di Pekanbaru dan tidak tinggal di desa tempatnya ditugaskan,”ujarnya. Lalu, dalam laporan yang disampaikan tentang dana pengembalian simpan pinjam itu, tidak semuanya benar. Ternyata, para peminjam dana UED-SP ini, banyak yang tidak melunasi angsurannya.

“Sejak program UED-SP digulirkan tahun 2005 silam, baru sekitar 30 persen yang mengembalikannya. Sementara laporannya ke Pak Gubernur, 95 persen. Kan sudah menyalah namanya itu,”tandasnya.***(son)

Sekuriti Tangkap Pencuri Kabel RAPP

Tersangka pencurian Kabel RAPP
Tersangka pencurian Kabel RAPP

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Sekuriti PT Satria Rajawali Persada (SRP) berhasil menangkap seorang pelaku berinisial EY (40) yang terduga mencuri kabel tembaga milik PT RAPP di areal Pabrikasi gate-3, Pangkalan Kerinci, Selasa (3/6/14). Kini pelaku telah diserahkan ke Polsek Pangkalan Kerinci.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Arwin SH, kemarin membenarkan adanya pelaku pencurian besi di areal PT RAPP ditangkap sekuriti.

“Pelaku ditangkap saat membawa hasil curiannya dan kini telah diamankan di Mapolsek untuk diproses lebih lanjut,” ujar Kapolsek.

Dijelaskan Kapolsek, bahwa penangkapan pelaku itu berawal saat sekuriti PT SRP menjaga areal pabrik kertas terbesar di Asea tersebut. Namun saat dini hari curiga melihat ada seseorang membawa karung lalu dicegat. Ketika diperiksa ternyata pelaku baru mencuri kabel power.

Atas penangkapan pelaku pencurian itu digiring ke Pos Sekuriti untuk di intograsi, dan terkuat kalau pelaku mengambil kabel tembaga dengan mengunakan mesin gerinda. Kemudian sekuriti PT SRP menyerahkan pelaku yang terduga mencuri kabel PT RAPP tersebut ke Mapolsek Pangkalan Kerinci.

Pelaku tertangkap tangan membawa karung berisi 174 batang kabel tembaga, beserta mesin gerida yang digunakan untuk memotong. Walau mendapat perlakuan baik dan tidak dianiaya oleh sekuriti yang menangkapnya, tetapi pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatanya.

“Pelaku diserahkan dalam kondisi baik dan tidak dianiaya. Jadi sekarang telah diamankan untuk diproses lebih lanjut dengan di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” ungkap Arwin.

Sementara pelaku yang tinggal Pelita Ujung, Pangkalan Keirnci hanya bisa pasrah saat di jebloskan ke dalam sel dan hanya bisa menyesali perbuatanya. Akibat ulah nekatnya itu harus berurusan dengan polisi dan perpisah sementara dengan anak serta istrinya.***(fin)