Beranda blog Halaman 2644

Berdalih Urusan Perut, Aktivis Tolak Penutupan Lokalisasi Dolly

Lokalisasi Dolly.  Jalan Doli/Dolly Surabaya di kenal sebagai kawasan prostitusi terbesar di Asia Tenggara. FOTO SI/AKBAR INSANI
Lokalisasi Dolly. Jalan Doli/Dolly Surabaya di kenal sebagai kawasan prostitusi terbesar di Asia Tenggara. FOTO SI/AKBAR INSANI

SegmenNews.com- Upaya Pemkot Surabaya untuk menutup Lokalisasi Dolly menuai ganjalan. Kali ini penolakan datang dari kalangan aktivis. Penutupan Dolly, menurut para aktivis, harus dipertimbangkan karena menyangkut masalah ekonomi masyarakat sekitar.

Irwanto, salah satu aktivis Surabaya menganggap wacana penutupan Dolly ini hanyalah pencitraan di tahun politik. “Kebijakan ini setengah-setengah dan akan menumpuk masalah besar. Jika mau memberantas prostitusi jangan tebang pilih. Sekalian panti pijat, warung remang-remang, dan cafe juga ditutup agar tidak ada kesan tebang pilih,” kata Irwanto, saat dikonfirmasi, Rabu (7/5/2014).

Ia menjelaskan, lokalisasi Dolly sebelumnya adalah makam di zaman Belanda yang diubah menjadi tempat pemuas nafsu bagi pasukan Belanda dan para orang kaya lokal. Hingga akhirnya menjadi tempat yang berubah kelas seperti sekarang ini.

“Menurut saya seharusnya tak perlu ditutup karena banyak perut yang bergantung di sana. Namun diatur seketat mungkin,” katanya.

Ada upaya yang membuat Dolly akan tutup dengan sendirinya. Contohnya, adalah dinaikkan tarif PSK seperti pelacuran high class. Tujuannya, adalah agar Dolly dijauhi peminat. Lambat laun akan tutup dengan sendirinya.

Pemkot Surabaya, menurut dia, harus sadar dan jangan memandang rendah para PSK serta mucikari dengan memberinya uang saku lantas selesai. Tapi harus memanusiakan mereka. “Batalkan Penutupan Dolly yang disinyalir cuma isu menjelang Pilpres untuk Wali Kota Surabaya,” kata Irawanto.***

Red: hasran
sumber: okezone

Puluhan Calon Jemaah Umroh di Medan Tunda Keberangkatan

hajiSegmenNews.com – Maraknya pemberitaan mengenai penyakit Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) membuat calon jemaah umroh di Medan, Sumatera Utara resah. Sebagian dari mereka bahkan memutuskan untuk menunda keberangkatan ke Tanah Suci.

Itulah yang dilakukan puluhan calon jemaah umroh yang akan berangkat lewat biro perjalanan PT Siar Tour (PT Siar Haraman Internasional). Mereka beramai-ramai mendatangi kantor biro yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja Medan, untuk menunda keberangkatan.

“Kami ragu membawa keluarga dan saudara umroh. Kami takut terjangkit virus MERS. Kami juga takut membawa virus itu ke Indonesia,” ujar Sartimah, calon jemaah umroh yang menunda keberangkatannya, Rabu (7/5/2014).

Hal senada disampaikan Ngatimah Sipahutar. Perempuan ini mengaku membatalkan keberangkatannya yang terjadwal pada 9 Mei mendatang. “Ya khawatirlah, kan belum ada obatnya,” ucapnya.

Sementara itu, pemilik biro perjalanan PT Siar Haraman Internasional, Alam Ria Asmardy, mengaku tidak bisa menolak permintaan penundaan tersebut.

“Ya mau bagaimana lagi, terpaksalah diundurkan. Bagaimana pun kan ini karena kondisi. Biaya perjalanan mereka ya kami kembalikan tanpa potongan,” jelas Alam Ria.

Seperti diberitakan, sudah dua pasien suspect MERS dirawat di RSUP H Adam Malik. Seorang di antaranya berinisial KS (54) meninggal dunia pada Minggu 4 Mei lalu.

Sementara seorang lagi berinisial SHN (50) hingga kini masih dirawat rumah sakit yang sama. Keduanya sama-sama baru saja kembali dari Tanah Suci.***

Red: hasran
Sumber : okezone

Gawat, Tiga Warga Pekanbaru Terjangkit Virus MERS-Cov

mersPekanbaru (SegmenNews.com)- Mengejutkan, tiga warga Pekanbaru diduga terserang virus MERS-Cov yang saat ini tengah mewabah di Timur Tengah.

Saat ini, dua diantaranya dirawat di RSUD Arifin Achmad dan satu lagi dirawat di RS Awal Bros. Belum diketahui secara pasti apakah ketiga warga tersebut memang terkena wabah virus MERS-Cov atau tidak. Karena saat ini masih dilakukan suspeck. Saat ini tim medis tengah melakukan karantina dan pemeriksaan secara khusus.

“Kita belum bisa pastikan itu positif dari Virus MERS-Cov, namun saat ini tengah dilakukan uji sampel darah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin, Rabu (7/5/2014) dilansir Goriau.com.

Virus MERS-Cov yang saat ini sedang mewabah diduga berasal dari Timur Tengah dan sejauh ini belum ada obat atau vaksin yang tepat untuk mengobati pasien maupun memutuskan mata rantai penyebarannya.

Karena orang yang paling rentan terserang virus MERS-Cov adalah mereka yang melakukan perjalanan ke timur Tengah atau menjalankan ibadah haji maupun umroh, jadi saat kembali ke Maluku perlu diawasi kondisi kesehatannya.

Seseorang yang sudah terinveksi virus MERS-Cov bisa diketahui dari demam atau gangguan pernapasan bagian bawah berupa batuk dan sesak napas yang berlanjut selama dua minggu. Apalagi kalau penderita diketahui baru selesai melakukan perjalanan dari Timur Tengah, maka yang bersangkutan disarankan diperiksa ke dokter.

MERS atau sindrom pernapasan Timur Tengah adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus korona MERS atau disebut dengan istilah MERS-Cov dan korban pertama kali yang terjangkiti pada 2012 di Arab Saudi.

Virus ini berbeda dengan virus korona lainnya yang telah ditemukan sebelumnya dan berbeda dengan penyebab Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS), tetapi mirip dengan virus korona yang terdapat pada kelelawar.***(lis)

Senin, KPU Bakal Tetapkan Caleg Terpilih

politiPelalawan (SegmenNews.com)- Bila tak ada aral melintang, rencananya pada Senin (12/5/2014) mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pelalawan akan melaksanakan Rapat Pleno Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan hasil pada Pilcaleg 9 April lalu. Kegiatan ini akan dilaksanakan di gedung daerah Datuk Laksamana Mangkudiraja Pangkalan Kerinci.

“Masih dalam tahapan Pemilu legislatif tahun 2014, Senin depan KPU akan menetapkan 35 anggota dewan DPRD Pelalawan sebagai peraih suara terbanyak pada Pileg 9 April 2014 lalu. Rapat Pleno ini terbuka untuk umum,” terang Ketua KPU Pelalawan, Nasaruddin SH Rabu (7/5/2014).

Nasaruddin mengatakan bahwa dalam rapat pleno ini nanti akan dihadiri lima orang perwakilan dari Partai Politik, Forkopimda, camat, PPK dan tokoh masyarakat.

Paling tidak ada 300 undangan yang akan mengikuti Rapat Pleno nanti dengan penjagaan oleh aparat kepolisian guna menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. Ditambahkan Nasaruddin, bahwa hasil penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan ini akan dilaporkan selanjutnya ke pihak provinsi untuk penetapan Tingakat Provinsi.

Kemudian dilanjutkan di tingkat nasional. “Kita berharap tahapan pemilu Legislatif ini berlangsung aman lancar tanpa kendala hingga anggota dewan yang terpilih dilantik,” pungkasnya.***(chir/ur)

Senin Depan Pendaftaran Jalur SBMPTN UNRI Dibuka

INRIPekanbaru (SegmenNews.com)– Pendaftaran calon mahasiswa baru jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri (SBMPTN) Universitas Riau (Unri) mulai dibuka, Senin (12/5/2014).

Dingan dibukanya jalur ini maka kesempatan untuk masuk ke Universitas Riau kembali terbuka bagi calon-calon mahasiswa dan mahasiswi yang memiliki keinginan untuk menuntut ilmu di Univeritas Riau.

Demikian disampaikan Biro Administrasi Akademis Kemahasiswaaan (BAAK) Drs Afrinaldi, Rabu (7/5/2014) diruang kerjanya. ” Untuk pendaftaran 12 Mei sampai 6 Juli,” jelasnya.

Sedangkan untuk ujian tertulis menurutnya akan dilakukan 17 Juli 2014. “Kemudian untuk ujian keterampilan akan dilakukan tanggal 18 dan 19 Juli. Dan ini biasanya untuk jurusan Penjas. Karena ada ujian keterampilan,” paparnya.

Seperti diketahui pada tahun 2014 ini terbuka kesempatan bagi yang ingin melanjutkan pendidikan ke Universitas Riau masih terbuka untuk 8.519 calon mahasiswa baik jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri (SBMPTN) dan jalur lainya.

Sementara itu, untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) yang sudah dilakukan beberapa waktu lalau akan diumumkan pada 16 Juli mendatang.***(ARD)

Besok, Tiga Petinggi PT Adei Jalani Sidang

hukumPelalawan (SegmenNews.com)- Rencana Kamis (8/5) siang, tiga petinggi PT Adei yakni Danesuvaran KR Singam selaku General Manejer (GM), Goh Tee Meng Presiden Direktur dan Tan Kei Yong Direktur, akan menjalani sidang perdana kasus pengelolaan lahan pola KKPA di desa Batang Nilo Kecil, kecamatan Pelalawan tanpa izin.

Maka setelah berkas acara pemeriksaan (BAP) dan ketiga tersangka di limpahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Kerinci ke Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan. Kini dua tersangka yakni Goh Teen Meng dan Tan Kei Yong telah ditahan di Rutan Pekanbaru. Sedangkan Danesuvaran sebagai tahanan kota PN Pelalawan.

“Kedua terdakwa kini ditahan di Rutan Pekanbaru selama 30 hari, sedangkan terdakwa Danesuvaran tidak dilakukan penahanan, karena statusnya tahan kota dalam perkara lain,” ujar Humas PN Pelalawan A Rico H Sitanggang SH MKN.

Kemudian lanjut Rico, setelah menerima pelimpahan ketika petinggi PT Adei, Ketua PN Pelalawan langsung menujuk majelis hakim untuk memeriksa dan mengadili ketiga perkara tersebut yakni A Rico H Sitanggang selaku ketua majelis hakim didamping dua hakim anggota Bangun S Rambe SH, dan Ria Ayu Rosalny SH.

“Atas perbuatan ketiga terdakwa di jerat pasal 46 ayat 1 junto 17 ayat 1 Undang-Undang nomor 18 tahun 2004 tentang perkebunan dan junto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun dan denda Rp2 miliar,” papar Rico.

Sementara terdakwa Danesuvaran juga sedang menjalani sidang dalam kasus pembakaran hutan dan lahan (Kahutlah), bersama dengan Tan Kei Yong mewakili pihak perusahaan selaku terdakwa kasus korporasi. Dengan agenda sidang yang digelar Rabu (7/5) mendegarkan saksi adecat atau yang meringankan terdakwa.

Sedangkan lahan pola KKPA seluas 541 dikelola tanpa izin usaha Budi Daya Tanaman Perkebunan tahun 2013 tersebut dan mulai mencuat saat dari fakta persidangan yang disampaikan para saksi. Hingga kasusnya ditindak lanjuti tim gabungan Sat Reskrim Polda Riau dan Mabes Polri.

Hingga akhirnya kembali menyeret tiga warga negara asal Malaysia yakni GM PT Adei bersama Presiden Direktur dan Direktur Utama ikut terlibat. Sedangkan perkara Kahutlah kini belum rampung disidang di PN Pelalawan, yang telah minyita waktu dua bulah lebih tersebut.***(fin)

SPBU Bandar Seikijang Belum Miliki Amdal Lalin

Pelalawan (SegmenNews.com)– Setelah banyak menuai kritikan dan penolakan terhadap Bangunan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Jalan Lintas Timur, desa Seikijang, kecamatan Bandar Sekijang. Ternyata izinya juga belum lengkap, salah satunya izin Amdal Lalin dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Pelalawan.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dishubkominfo Pelalawan, Tengku Ridwan Mustafa SH. Setelah pembangunan SPBU di Sekijang berada di jalan tikungan dinilai telah menyalahi aturan.

“Seharusnya membangun SPBU yang berada di pinggir jalan, harus memiliki izin Amdal. Tapi sampai sekarang pengelola belum mengurus izin Amdal lalin ke kita,” ujar Kadishubkominfo Pelalawan.

Dijelaskan Tengku Ridwan, bahwa Amdal Lalin atau Analisis Dampak Lingkungan Lalu Lintas perlu sebagai syarat berdirinya bagunan yang ada ditepi jalan. Apalagi dengan kondisi lalu lintas di sekelilingnya sangat ramai, ditakutkan menjadi potensi rawan kecelakaan lalu lintas.

Namun hingga sekarang, izin itu belum diurus padahal salah satu syarat beroperasinya SPBU yang sedang dalam tahap pembangunan yang kini hampir rampung. Sementara arus lalin setiap hari padat di lalui berbagai kenderaan yang melintas antar Provinsi tersebut.

Sementara stasiun pengisian minyak yang dibangun ditepi jalan tikungan tajam dan sekaligus pendakian. Irnonisnya, standar pelayanan sebuah SPBU seharusnya memiliki lapangan yang luas untuk parkir dan antrian kendaraan hendak mengisi bahan bakar.

Selain itu, lalulintas keluar masuknya kendaraan sangat berpengaruh terhadap kelancaraan pengguna jalan yang tidak mengisi minyak. Setelah beroperasi nanti yang akan berdampak kemacetan dan rawan menimbulkan kecelakaan lalulintas yang selama ini dikenal rawan.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BP2TPM) Pelalawan, Tengku Mukhtaruddin, menjelaskan pihaknya telah memberikan izin kepada pengelola SPBU tersebut. Seluruh izin yang berkaitan mulai dari izin prinsip hingga operasional, telah diterbitkan pihaknya.

“Penerbitan izin usaha diberikan pada pimpinan sebelum saya. Tapi apa ada kekurangan saya kurang tahu, karena hanya melihat sekilas saja yang diurus sebelum saya menjabat,” tambah Mukhtaruddin.***(fin)

Hasil Rekapitulasi Ulang KPU Riau, Budi Suroso Yakin Lolos ke DPRD Rohul

Budi Suroso, Caleg DPRD Kabupaten Rohul Dapil II
Budi Suroso, Caleg DPRD Kabupaten Rohul Dapil II

Tambusai (SegmenNews.com)- Budi Suroso, Calon legislatif (Caleg) dari partai PDI-P Dapil II, nomor urut 1 saat ini mengaku lega setelah pengaduan penghitungan suara ulang ke Bawaslu Pusat, dikabulkan. Sesuai hasil penghitungan ulang yang dilaksanakan pada Sabtu (3/5/14) oleh KPU Provinsi Riau, Budi Suroso dipastikan lolos sebagai Caleg, setelah suara yang diduga digelembungkan dikembalikan ke posisi semula.

“Sesuai hasil rekapitulasi penghitungan suara ulang yang dilakukan KPU Provinsi Riau sabtu kemarin, alhamdulillah saya lolos. Karena suara yang diduga digelembungkan ke salah seorang caleg sesama partai PDI-P telah dikembalikan seperti semula. Jumlah suara saya saat ini paling tinggi dari caleg lainnya yakni, 1.410,” sampai Budi Suroso, Selasa (6/5/14).

Dijelaskannya, dugaan penggelembungan suara tersebut diketahui setelah terjadinya selisih suara antara C1 dengan DA-1. Atas kejadian tersebut Budi Suroso, langsung melaporkan kejadian itu kepada Bawaslu Pusat bernomor No. 128/Bawaslu-Riau/5/2014 mengeluarkan rekomendasi untuk segera dilakukan rekapitulasi ulang atau pembentulan data.

Ditempat terpisah, Ketua KPU Rohul, Fahrizal, membenarkan hal itu. Disampaikannya, sesuai hasil rekapitulasi penghitungan suara ulang lalu memang terjadi pergeseran suara. “Meski pergeseran tersebut terjadi namun belum bisa ditentukan siapa suara terbanyak. Yang jelas ada perubahan karena belum kita hitung,” katanya.

Diakui Fahrizal lagi, rekapitulasi penghitungan suara ulang itu dilakuan untuk menindak lanjuti rekomendasi Bawaslu Provinsi atas laporan Budi Soruso. “Perbedaan suara itu memang terjadi, namun untuk saat ini kita belum menghitung siapa suara terbanyak karena belum dilakukan penghitungan,” kata Fahrizal, ST, MT.***(r4n)

MTQ Rohul Ditetapkan 20 Juni 2014

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kab Rohul tahun 2014, yang akan diikuti 16 kafilah kecamatan se Rohul, dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 24 Juni 2014 yang akan datang, bertempat di purna MTQ Riau Kota Pasir Pengaraian.

Demikian salah satu butir hasil kesepakatan dalam rapat Panitia MTQ ke 14 Tingkat Kab Rohul Tahun 2014, yang dipimpin oleh Bupati Rohul diwakili oleh Asisten II H Syaiful Bahri S Sos MSi dan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supatrdi Hasibuan MA, Selasa (6/5/2014) bertempat di aula lantai tiga Kantor Bupati Rohul, Pasir Pengaraian.

Hadir dalam rapat tersebut, Kapolres Rohul, Kepala Badan/Dinas/.Kantor terkait di lingkungan Pemkab Rohul, Pengurus LPTQ Kab Rohul, Kabag Kesra H Fathanalia Putera SSTIP, Camat se Rohul, Ka KUA se Rohul, Panitia pelaksana MTQ Tingkat Kab Rohul Tahun 2014.

H Syaiful Bahri SSos MSi menyatakan bahwa pelaksanaan MTQ ini seharusnya dilaksanakan awal bulan Juni ini, namun karena pengesahan APBD Rohul masih dalam proses dan diperkirakan baru selesai akhir Juni, maka pelaksanaan MTQ kita undur menjadi minggu ketiga atau akhir bulan Juni 2014 ini.

Syaiful Bahri, mengharapkan kepada seluruh panitia dan dinas/badan/kantor terkait, agar mempersiapkan sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing, sehingga tidak ada kendala lagi dalam pelaksanaannya nanti. Kepada seluruh Camat dan semua Kepala Dinas/Badan/Kantor agar menyiapkan pawai ta’aruf dan pameran pembangunan.

Kakan Kemenag Rohul yang juga Ketua Harian LPTQ Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa pelaksanaan MTQ ini hendaknya tidak mengalami pengunduran lagi, sebab akhir bulan Juni kita Puasa Ramadhan, mengikuti agenda nasional yaitu Pilpres dan lain sebagainya.

Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan bahwa mata lomba yang akan dipertandingkan adalah Tilawatil Quran yang meliputi Tilawah anak-anak Pa Pi, Tilawah Remaja Pa Pi, Tilawah Dewasa Pa Pi, Tartil Quran Pa Pi, Cacat Netra Pa Pi, dan Qiroah Sabaah Pa Pi.

Selain itu adalah Tahfizh Quran 1 Juz dan Tilawah Pa Pi, 5 Juz dan Tilawah Pa Pi, 10 Juz Pa Pi, 20 Juz Pa Pi, dan 30 Juz Pa Pi. Selain itu, Tafsir Alquran Bahasa Arab Pa Pi, Bahasa Inggris Pa Pi dan Bahasa Indonesia Pa Pi. Juga Fahmil Quran beregu, Kaligrafi Dekorasi Pa Pi, Kaligrafi Naskah Pa Pi, Kaligrafi Hiasan Mushaf Pa Pi. Dan juga Syarhil Quran beregu, serta M2IQ Pa Pi.***(acce)

Wow, Tukang Parkir ‘Naik Pangkat’ Jadi Polisi

 

Bripda Isal
Bripda Isal

Jakarta (SegmenNews.com) – Bagi sebagian orang, menjadi anggota polisi adalah hal yang sulit. Di samping proses seleksi yang ketat, apalagi katanya ada upaya sogokan dan faktor jaringan, menjadi salah satu ‘saingan’ terberat bagi para calon peserta saat mengikuti kompetisi tersebut. Tidak terkecuali bagi Bripda Noer Isal Rizky.

Isal adalah satu dari sekian ribu peserta yang lolos dalam pendaftaran Brigadir Polisi Tahun Ajaran 2013 silam. Namun, tanpa harus mengeluarkan uang dan mengandalkan jaringan, Isal lolos melewati semua tahapan seleksi dari awal hingga akhir.

“Menjadi polisi memang cita-cita saya. Saya bangga bisa menjadi polisi. Bagi saya polisi adalah tugas yang mulia yaitu mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat,” ujar Isal kepada detikcom, Selasa (6/5/2014).

Sebelum menjadi anggota polisi, Isal bekerja serabutan sebagai juru parkir di depan kantor leasing WOM Finance di Jl HOS Cokroaminoto, Ciledug Raya, Tangerang Selatan, yang tidak jauh dari rumahnya. Putra dari pasangan suami-istri Iskandar (49) dan Badriah (41) ini sudah 2 tahun menjadi juru parkir.

Mengisi waktu senggangnya, pemuda tamatan SMAN 12 Tangerang tahun 2010 itu menjadi juru parkir untuk mencari tambahan uang jajan. Isal menjadi juru parkir sejak kelas 3 SMA. Sebelum akhirnya jadi polisi, Isal sempat nganggur selama 1 tahun.

“Saya kan masuk sekolah kadang pagi, kadang siang. Kalau masuk pagi, saya markirin seusai pulang sekolah. Tapi kalau masuk siang, sebelum berangkat sekolah saya kerja,” terang pemuda kelahiran 12 Mei 1986 itu.

Keinginan pemuda berusia 20 tahun sebagai anggota polisi ini awalnya disangsikan oleh pihak keluarga. Keluarga menganggap, Isal tidak akan lolos menjadi polisi karena hanya berasal dari keluarga yang berkecukupan. Kedua orangtua Isal, tidak memiliki uang untuk ‘memuluskan’ putranya itu dalam proses seleksi. Ayah Isal adalah seorang tukang ojek, sementara Ibunda berjualan nasi.

“Awalnya waktu itu saya lagi di warung ibu saya, lagi bantu-bantu. Kebetulan di samping warung ibu itu ada anaknya yang jadi polisi. Sy bilang sama ibu ‘Ma, kapan ya saya bisa kayak gitu (jadi polisi)’, terus kata ibu saya ngimpi kali, duit dari mana,” kenang Isal.

Mendengar jawaban ibunda yang tidak memberikan dukungan saat itu, tak membuat pemuda asal Tangerang itu berkecil hati. Hingga suatu hari, ia menemani temannya mendaftarkan diri menjadi anggota polisi di Polres Tangerang. Usai menemani temannya mendaftar, Isal lalu pulang dengan membawa brosur.

“Pas waktu itu dibuka pendaftaran di Polres Tangerang di situ ada tulisan tanpa dipungut biaya. Lalu saya bilang lagi sama orangtua kalau pendaftarannya nggak ada pungutan biaya alias gratis,” cetusnya.

Mendengar hal itu, orangtua Isal pun memberikan restu bagi Isal untuk mendaftar Brigadir Polisi. Juni 2012, Isal mendaftarkan diri ke Polres Tangerang. Sebelum menjalani proses seleksi, anak kedua dari empat bersaudara itu mempersiapkan diri.

Isal mempersiapkan fisiknya untuk menjalani tes kesehatan, hingga persiapan akademik. Hingga akhirnya, Juli 2012 pengumuman kelulusan. Isal pun dipanggil untuk menjalani serangkaian tes mulai dari tes kesehatan pertama, tes psikologi, tes kesehatan kedua hingga tes akademik.

“Alhamdulilah, setelah ada pengumuman kelulusan ternyata saya lulus. Rasanya percaya nggak percaya saya lulus,” kata Isal menggambarkan kegembiraannya saat itu.

Setelah pengumuman kelulusan, pemuda yang asal Larangan Utara, Tangerang itu pun mengikuti pendidikan di Lido Sukabumi pada tanggal 1 Agustus 2012. Selama 7 bulan Isal mengikuti pendidikan di Lido Sukabumi dengan ketekunannya. Sebagai salah satu siswa Lido 38 BSD (Bara Satya Darma), Isal kembali menunjukkan kemampuannya sebagai peserta didik terbaik. (den/detik)