Beranda blog Halaman 2662

Pesinetron Shasya Yunisha Meninggal Dunia

Shasya Yunisha bersama Fesya dan Ferdi Ali (Twitter)
Shasya Yunisha bersama Fesya dan Ferdi Ali (Twitter)

SegmenNews.com- Wanita yang pernah bermain sebagai pemeran pendukung di sinetron Rama & Ramona, Kesetiaan Cinta, dan Kasih & Amara ini meninggal Selasa (15/4) pagi pukul 07.30 WIB.

Manajemen yang menaunginya, Fafa, mengumumkan kabar duka melalui akun Twitter mereka: “Innalillahiwainnailaihirojiun . Telah meninggal dunia sahabat kami Shasya Yunisha . Mohon doanya.”

Beberapa pesinetron menumpahkan duka cita melalui akun Twitter. “Innalillahiwainailaihrahirajiun.. Bener2 gaada yang tau umur manusia ya..Baru pulang kembali kesisinya @ShasyaYunisha. Mohon doanya tmn2 :(“ tulis Sonya Fatmala, pemeran utama sinetron Kasih & Amara.

“Turut berduka atas meninggalnya sasha yunisha… Smg di brkan ketabahan dan penghiburan kpd keluarga yg di tinggalkan,” tulis pesinetron dan pemain film Marcell Domits.

Sampai tulisan ini dibuat, belum diketahui apa penyebab Shasya meninggal. Info yang kami dapat, Shasya sempat dirawat karena Demam Berdarah.

Shasya merupakan istri dari pesinetron Ferdi Ali atau Ferdinal Arnaz. Pasangan ini dikaruniai putri yang masih bayi, Fesya.

Selamat jalan Shasya. Semoga keluarga yang ditinggalkan ikhlas dan tabah. Aamiin.***

Red: Son
sumber: tabloidbintang.com

Nyoblos Ulang di Marpoyan Damai Sempat Molor

tpsPekanbaru(SegmenNews.com)– Karena tidak adanya kepastian honor, petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) 45 Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai sempat enggan menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Menurut Ketua TPS 45, Nasrul, Selasa (15/4/2014) belum dilakukanya PSU ini sesuai dengan kesepakatan Petugas TPS 45 yang lainya. “Ini juga kesepakatan anggota saya. Karena mereka juga tentu ingin kepastian honor tersebut,” jelasnya.

Lebih jauh, disampaikannya kepastian ini sudah coba menghubungi pihak Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Tangkerang Tengah.

“Jadi, kesepakatan kita semalam kalau sampai jam 7 pagi tidak ada kejelasan kita tentu tidak bisa melakukan PSU. Kemudian kita sudah hubungi PPS dan katanya silahkan pertanyakan ke KPU. Setelah kita tanya KPU juga malah mempersilahkan kita bertanya kepada PPS. Jadi, seperti bola kita dioper-oper,” lanjutnya.

Setidaknya, menurut Nasrul harus ada kepastian hitam diatas putih.”Kita tidak minta hari ini. Cuma harus ada kepastian kapan dibayarkan. Karena saya juga tidak ingin nanti anggota TPS saya menekan kepada saya,” lanjutnya.

Di TPS 45 masyarakat yang akan mencoblos terlihat sudah mengantri untuk mengikuti PSU, namun pelaksanank pencoblosan belum juga dimulai.

“Sementara tempat yang kita gunakan ini toko orang juga. Malah terganggu nantinya,” jelasnya.

Hingga akhirnya sesuai dengan kesepakatan bersama, sekitar pukul 08.30 wib PSU pun dimulai dan dilaksanakan. Meskipun sudah sekitar satu setengah jam tertunda masyarakat setempat nampak tetap menunggu dan antusias untuk melakukan PSU.

Ada 215 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 45 Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai ini.***(ARD/ur)

191 Pelajar SMKN 1 Tualang Antusias Ikuti Try Out Program CSR PT SIR

Para pelajar SMKN 1 Tualang-Siak foto bersama diacara Try Out yang ditaja oleh PT SIR
Para pelajar SMKN 1 Tualang-Siak foto bersama diacara Try Out yang ditaja oleh PT SIR

Siak (SegmenNews.com)– Sebanyak 191 siswa dan siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tualang, Kabupaten Siak antusias mengikuti kegiatan Try Out yang ditaja oleh PT. Surya Intisari Raya (SIR) kebun sei Lukut melalui Program CD Corporate social responsibility (CSR).

Try Out tersebut dilaksanakan di SMKN 1 Tualang dimulai tanggal 7, 8 dan 10 April 2014 lalu, dengan mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Pelaksanaan Try Out tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan bagi masyarakat sekitar.

Manager Regional Sustainability, Erwan Efendi Msi kepada wartawan menyampaikan bahwa pelaksanaan Try Out tersebut sangat berguna untuk menghadapi UASBN yang akan datang. Disamping itu, Try Out tersebut dapat membangun SDM masyarakat setempat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan nilai yang tinggi diraih oleh para pelajar.

Dengan memiliki generasi yang cerdas dan handal, kedepan mereka dapat membangun daerah mereka sendiri dan menjadi generasi yang bermanfaat bagi daerahnya, dan dapat bersaing di nasional maupun Internasional nantinya.

Dilanjutkan Erwan, PT SIr yang merupakan anak cabang perusahaan First Resources Group selalu berkomitmen dalam mencerdaskan anak bangsa terutama bagi anak-anak di lingkungan perusahaan, diharapkan program CSR PT SIR dapat menyentuh langsung kepada masyarakat.

Disamping itu, dia berharap dengan adanya komitmen perusahaan tersebut, dia berharap masyarakat sekitar dan masyarakat terus menjalin keharmonisan, seiring dengan perkembangan Perusahaan.

Di sela-sela kegiatan Try Out itu, Kepsek SMKN 1 Tualang, Yeni Marlina, MPd mengucapkan terimakasihnya kepada pihak perusahaan yang telah memberikan perhatiannya untuk peningkatan pendidikan. Program CSR perusahaan ini juga sejalan dengan program Pemerintah.

“Kita akan terus menjaga kemitraan dengan perusahaan. Sebab Program perusahaan ini sangat baik dan bermanfaat bagi kecerdasan generasi,” pujinya.

Yeni juga berharap pihak perusahaan terus memberikan perhatian, khususnya dunia pendidikan bagi masyarakat yang ada di wilayah kerjanya.

Selain itu, dukungan kepada perusahaan juga datang dari masyarakat yang di wakilkan oleh tokoh masyarakat Tualang, Padmi. Menurutnya, komitmen perusahaan dalam dunia pendidikan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga masyarakat juga berharap perusahaan terus memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat sekitar.

“Kita mendukung Program Perusahaan terhadap dunia pendidikan. Kami ucapkan terima kasih atas kepeduliannya dalam peningkatan SDM masyarakat kearah yang lebih baik lagi terutama bagi generasi muda yang berpotensi sebagai penerus dalam mengisi pembangunan daerah dan Negara,” imbunya.***(r4n/rls)

Mantan Kadistanak Siak Di Tuntut 2 Tahun Penjara

korupPekanbaru (SegmenNews.com)- Mantan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Kadistanak) Siak Syahrin Rasbi, dituntut jaksa selama dua tahun penjara. Syahrin terbukti merugikan negara dalam pengadaan Intensifikasi Tanaman Padi, senilai Rp236 juta lebih.

Dalam amar tuntutannya, jaksa Emri Kurniawan SH, Ayatul Khomaini SH dan Iwan Roy SH, Senin kemarin (14/4/14) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru menyatakan, Syahrin terbukti bersalah melanggar pasal Pasal 3 junto Pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Terdakwa juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp50 juta. Jika tidak dibayarkan, dapat diganti dengan hukuman kurungan selama tiga bulan,” jelas jaksa dilansir riauplus.

Selain Syahrin, tiga terdakwa lainnya yakni, mantan Kabid Pertanian Lismar dan Direktur CV Aidilindo Nusa Abadi (ANA) Desra Mukhlis, juga dituntut dua tahun penjara. Sementara Dedi Armen, selaku kontraktor dihukum 3,5 tahun.

Atas tuntutan jaksa tersebut, keempat terdakwa mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang mendatang. Sidang yang dipimpin majelis hakim Masrul SH ini, dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi.

Dugaan korupsi ini terjadi pada Mei 2011 silam. Berawal ketika itu Dinas yang dipimpin Syafrin melakukan kegiatan pengembangan Intensifikasi Tanaman Padi, Belanja Bahan Kimia Herbisida sebanyak 8.000 liter, dengan pagu anggaran sebesar Rp800 juta dalam APBD 2011.

Berdasarkan hasil perkiraan sementara (HPS) Syafrin dan Lismar, menetapkan harga pembelian herbisida sebesar Rp54.950 per liter dan biaya ongkos angkut dengan total biaya keseluruhan Rp573.452.000. Keduanya menetapkan HPS itu, seolah-olah telah melakukan survei harga herbisida di pasaran.

Kemudian, para terdakwa melakukan kongkalikong dalam proses lelang pengadaan herbisida itu. Hingga akhirnya, dimenangkan perusahaan CV ANA, milik terdakwa Desra dan Dedi.

Ternyata dalam perjalanannya, pembelian bahan kimia herbisida ini tidak sesuai dengan spesifikasi merek yang ditetapkan dalam kontrak. Seharusnya merek herbisida itu bermerek SEE TOP.

Akibatnya, terjadi penggelembungan harga herbisida yang dibeli kontraktor. Berdasarkan audit, ditemukan kerugian negara mencapai Rp236.774.000.***(rpl/son)

Dinilai Belum Sesuai Spesifikasi, PD Tunda Pengoperasian TMP

Bus Trans Metro Pekanbaru
Bus Trans Metro Pekanbaru

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan memutuskan akan menunda pengoperasian 25 unit bus Trans Metro Pekanbaru(TMP) yang baru di lelang. Pasalnya, bus tersebut tidak atau belum sesuai spesipikasi yang dijanjikan saat proses pelelangan di lakukan.

Pemerintah kota Pekanbaru hendak mengoperasikan 25 bus penyewaan baru pada pertengahan April 2014. Namun karena beberapa kendala yang sangat fatal sehingga bus itu tidak bisa beroperasi sesuai target yang ditetapkan sebelumnya.

“Kemungkinan bus bisa beroperasi pada awal atau pertengahan bulan depan, karena kalau kita paksakan sekarang sangat tidak mungkin, karena proses balik nama ke plat BM belum selesai, striping (stiker yang bus) tidak sesuai dengan permintaan, sehingga kita minta diganti dulu sebelum dioperasikan,” jelas Dirut PD Pembangunan, Heri Susanto, Selasa (15/4/14).

Kata Heri, sesuai perjanjian, sebelum unit diterima dalam keadaan siap operasi. Tapi pihak ketiga tidak siap maka konsekwansinya kerugian harus ditanggung pihak ketiga.

“Seperti pergantian stiker (striping), biaya harus mereka tanggung sendiri, untuk satu unit bus biasa pergantian stikernya sekitar Rp 9 jutaan,” ujarnya.

Terkait penundaan ini, Heri berharap masyarakat bersabar karena pelayanan TMP masih belum bisa maksimal. namun pihaknya terus melakukan perbaikan-perbaikan untuk pelayanan yang lebih baik.***(chir/ur)

Ternyata Korban Hipnotis di Pelalawan Bertambah Empat Orang

 

Empat Korban penipuan bermodus hipnotis melapor ke Polsek
Empat Korban penipuan bermodus hipnotis melapor ke Polsek

Pelalawan (SegmenNews.com)- Pasca ditangkapnya pelaku penipuan bermodus hipnotis dan menjual benda-benda pusaka palsu, pekan kemarin. Baca:  Pelaku hipnotis ditangkap Polisi. Para korban mulai mendatangi Mapolsek Pangkalan Kerinci.

Korban yang sebelumnya di ketahui hanya dua orang, ternyata ada emat orang korban lagi menjadi korban penipuan yakni, Karim (55) dan H Ahmad (67) yang berasal dari desa Balam Merah, Kecamatan Bunut, dan dua orang lagi Sutan (54) warga desa Lubuk Terap, serta dan M Nur Jas (68) warga desa Sorek Dua, Kecamatan Pangkalan Kuras.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Arwin SH tadi pagi membenarkan, ada korban lagi yang melapor. Keempat korban tersebut juga menjadi korban penipuan tersangka yang sudah tertangkap.

“Kemarin, Senin ada empat korban lagi yang melapor. Mereka juga menjadi korban penipuan dengan modus menjual benda pusaka yakni, guci berisi batu delima yang dilakukan tersangka, Iswandi alias Is (41) dan rekannya Yanto alias Anto (56),” papar Kapolsek.

Dijelaskan Kapolsek, bahwa Karim yang dihipnotis pelaku pada tahun 2011 silam, saat berada di pasar Sorek, kecamatan Pangkalan Kuras, dengan modus yang sama menawarkan barang pusaka jenis guci mini berisi batu delima palsu. Karena dipegaruhi pelaku, uang sebesar Rp1,5 juta dan perhiasan emas berhasil disikat dengan total kerugian sebesar Rp6 juta.

Begitu juga dengan H Ahmad jadi korban di bulan Februari tahun 2011 dihipnotis hingga uang sebesar Rp5 juta berhasil disikat pelaku yang menjual guci mini berisi batu delima. Kemudian selang beberapa waktu kemudian, pelaku yang merasa aksinya tidak terium oleh polisi kembali datang dan Sutan jadi korban, tapi uang yang berhasil diambil hanya sebesar Rp500 ribu, dan diberi guci mini tanpa ada batu delima.

Selanjutnya pada tahun 2013, M Nur juga tidak luput dari korban hipnotis saat berada di desa Lubuk Terap, dan uang di dompet sebesar Rp5 juta berhasil dikuras pelaku. Kini kehadiran empat korban menambah daftar panjang kasus kejahatan kedua tersangka hipnotis tersebut.

“Modusnya sama, setelah uang diterima, korban diminta untuk melaksanakan solat sunat sykur di mesjid atau musalah. Ketika korban solat kesempatan pelaku untuk kabur. Tetapi kita sangat sayangkan sesaat setelah kejadia korban tidak langsung melapor, karena merasa malu. Tapi setelah pelaku berhasil ditangkap baru mereka berdatangan meminta pelaku dapat di hukum berat,” papar Arwin.

Namun sebelumnya dua korban hipnotis telah melapor yakni pasangan suami istri H Daman Huri dan istrinya Hj Alina hingga uang puluhan juta beserta perhiasan dengan total kerugian sebesar Rp90 berhasil disikat pelaku pada akhir Maret 2014 silam. Selanjutnya Fatul Rahiman (28) warga Pangkalan Kerinci ikut jadi korban setelah uang sebesar Rp5 juta ditukar dengan kunci mini berisi batu delima palsu tersebut.

Tetapi petualangan kawanan hipnotis harus berhenti, ketika Fatul memergoki dua pelaku sedang berada di depan SPBU Km 55, Jalan Lintas Timur, kecamatan Pangkalan Kerinci yang telah mengerjainya beberapa waktu lalu. Ketika mendapat laporan aparat Polsek Pangkalan Kerinci langsung bergerak dengan cepat dan dua pelaku berhasil ditangkap, sedangkan rekannya yang lain berhasil kabur dengan mobil ke arah Pekanbaru.

“Seluruh korban barang buktinya sama berupa kunci mini berisi batu delima. Untuk itu kita minta pada masyarakat yang merasa di rugikan atau korban hipnotis dengan ciri-ciri yang sama agar segera melapor ke Polsek,” tambah Kapolsek yang tak henti-hentinya memberikan himbauan pada warga.***(fin)

Selama UN, PLN Diminta Tak Padamkan Lampu

Ujian
Ujian

Pelalawan (SegmenNews.com)– Pelaksanaan Ujian Nasioan (UN) dihari kedua di tingkat SMA menjadi suatu kekhawatiran buat sebagian sekolah di Kabupaten Pelalawan disaat pemadaman listrik (mati lampu), pihak sekolah berharap PLN bisa memberikan pelayanan semaksimal saat UN berlangsung, dan tanpa gangguan listrik.

Senin (14/4), Kepala Sekolah SMAN 1 Pangkalan Kerinci Hj. Nuraida MPd meminta, PLN perlu memastikan tidak adanya pemadaman listrik pada saat UN digelar besok pada Rabu (15/4). Untuk jadwal ujian UN besok adalah Bahasa Inggris listening. Kami berharap tidak ada pemadaman listrik, karna ujian tersebut harus didukung oleh alat elektronik yang memerlukan arus listrik.

Nuraida juga mengatakan, seperti yang terjadi di hari pertama pelaksanaan UN, sempat terjadi mati listrik. Nuraida berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi, agar pelaksanaan UN bisa berjalan lancar dan sukses. Pihaknya memang sudah menyediakan jenset untuk antisipasi terjadinya pemadaman listrik, namun masih mengalami keterbatasan akan perangkat tersebut.

“Dari awal kami sudah mempersiapkan UN ini bisa berlangsung dengan sukses. Beberapa persiapana kami sudah lakukan baik secara internal maupun eksternal melalui Try Out (TO). Kita sangat berharap kepada pihak PLN bisa berkerjasama untuk tidak memadamkan listrik saat UN berlangsung,”

Nuraida berharap besok PLN bisa menunda sejumlah aktivitas pemeliharaan ketika ujian nasional berlangsung. Mengingat aliran listrik menjadi faktor utama dalam melangsungkan UN itu sendiri. Karena, jika saat pelaksanaan ujian terjadi aliran listrik mati, maka ujian akan mengalami gangguan.***(fin)

Wabup Tinjau UN di Ujung Batu

Wabup Rohul, Ir Hafith Syukri MM Tinjau Ujian
Wabup Rohul, Ir Hafith Syukri MM Tinjau Ujian

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Wakil Bupati Rokan Hulu, Ir Hafith Syukri MM meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kecamatan Ujung Batu, Selasa (15/4/14).

Wabup memantau, mulai tahap pendistribusian, kesiapan hingga pelaksanaan Ujian. Dalam kunjungan itu, dia berharap kelulusan siswa dan siswi UN tingkat SMA capai 10 persen.

Panitia juga diminta dapat mengawasi jalannya proses ujian dengan baik, apalagi sistem pengawasan ujian, yakni masih seperti tahun-tahun sebelumnya, pengawasan UN dilaksanakan dengan sistem silang.

Dengan adanya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah yang diwakili oleh Wakil Bupati diharapkan menjadi motivasi dan semangat bagi para pelajar dan pengawas untuk mengikuti Ujian khususnya dihari ke 2 ini.

Dalam kunjungan tersebut Wabup didampingi oleh Wakapolres Rokan Hulu, Kompol Indra, Kepala Dinas Pendidiakan Pemuda Dan Olah Raga (Disdikpora) M.Zen,Mpd Serta Kasubbag Peliputan dan Dokumentasi Humas Setda Rokan Hulu, Sumardi,Ss,Msi.

Kedatang mereka diterima langsung oleh masing-masing Kepala Sekolah yakni kedatangan di SMA 1 disambut kepala sekolah Yulisman, Spd, dan peninjauan ke SMK Pemdes di sambut langsung oleh Revi malinda, Spd sedangkan peninjauan ke sekolah SMK N Ujung batu disambut langsung oleh kepala sekolah Leni Marlina,Spd.(adv/hum/r4n)

Kejari Teliti Berkas 9 Tersangka Korupsi Puskesmas

Jaksa sedang meneliti berkas korupsi puskesmas Bunut Pelalawan
Jaksa sedang meneliti berkas korupsi puskesmas Bunut Pelalawan

Pelalawan (SegmenNews.com)- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Kerinci kini sedang meneliti hasil berkas acara pemeriksaan (BAP) terhadap kasus korupsi proyek pembangunan puskesmas Teluk Meranti yang dilimpahkan dari penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Pelalawan.

Kajari Pangkalan Kerinci Adnan SH melalui Kasi Pidsus Robi Harianto S SH, mengaku pihanya telah membentuk tim jaksa untuk melakukan penelitan terhadap berkas korupsi puskesmas Teluk Meranti tersebut.

“Sebanyak delapan berkas dengan sembilan tersangka dugaan korupsi proyek puskesmas telah kita terima. Jadi sekarang sedang diteliti hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik kepolisian,” ujar Kasi Pidsus.

Kini pihak Kejari telah membentuk tim jaksa peneliti terhadap delapan berkas setinggi dua meter tersebut. Guna memastikan apa materi pemeriksaan yang telah dilakuka penyidik Tipikor Polres Pelalawan sudah lengkap atau masih ada yang perlu di dalami pemeriksaan saksi atau tersangka.

Begitu juga apa ada kemungkinan penambahan tersangka baru, Kasi Pidsus belum dapat membeberkan, karena seluruh jaksa peneliti yang terliat masih bekerja keras untuk mempelajari satu demi satu lembaran hasil pemeriksaan yang telah dilakuka oleh penyidik Tipikor Polres Pelalawan.

“Kita lihat saja nanti hasil penelitian masing-masing tim jaksa. Kalau sudah rampung diteliti kita akan serahkan kembali pihak kepolisian berkasnya,” tutur Robi.

Sementara kasus ini sebagaimana telah diwartakan, bahwa tim penyidik Tipikor Polres Pelalawan telah menetapkan sebanyak sembilan orang terduga korupsi proyek puskesmas rawat inap di kecamatan Teluk Meranti dengan dua kali anggaran dari APBD Riau tahun 2008 dan 2010 sebesar Rp3 miliar lebih melalui Dinas Kesehatan Riau.

sembilan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka diantaranya Hj Arbaini Yati yang diperiksa kemarin, kemudian Samsari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang juga Kepala UPTD Samsat Kepulauan Meranti, Yulika Kuala ST selaku Pengelola Teknis Kegiatan (PTK).

Kemudian drg Tri Maria Susilawati selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Azmi ST pengawas lapangan dari CV Media Konsultan, Endang Khitop selaku konsultan perencanaan dan Drs Lukman kontraktor pelaksana tahun 2010. Serta Idil Putra selaku Direktur PT Indra Adamar dan Dame Saputra sebagai kontraktor pelaksana tahun 2008.***(fin)

 

 

Polisi Berpakaian Sipil Kawal Pelaksanaan UN

Pelalawan (SegmenNews.com)- Sejak awal pelaksanaan Ujian Nasional (UN), sejumlah personil kepolisian berpakaian sipil mengawal kelangsungan Ujian.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Arwin SH, Selasa (15/4/14) menuturkan polisi yang mengawal kelangsungan Ujian berpakaian sipili. Hal itu agar tidak mengganggu konsentrasi para siswa dalam Ujian.

Adapun sekolah yang dikawal Polsek Pangkalan Kerinci baik SMA dan SMK sederajat yang ada di ibu kota Pelalawan tersebut, meliputi SMAN 1, SMAN 2, SMK C9 School, SMA Plus Taruna Andalan, SMK Makmur, SMK PPYHM, SMAN Bernas, SMKN 1 Pangkalan Kerinci.

“Jadi pengawalan kita siapkan mulai dari pengamanan naskah soal dan lembaran jawaban UN yang disimpan di ruang khusus di Mapolsek, hingga pendistribusikan ke sekolah dan pengamanan pelaksanaan UN,” ungkap Arwin.

Selain pengamanan personil berpakaian preman di luar ruang ujian. Juga patroli rutin di lakukan personil Shabara terhadap sekolah-sekolah yang sedang menyelenggarakan pelaksaan UN tersebut. Hingga di hari kedua pelaksanaan UN masih berjalan aman dan lancar.

“Walau sebahagian personil di libatkan pengamanan penghitungan surat suara Pemilihan Legislatif (Pileg) di tingkat kelurahan dan kecamatan. Tapi kita juga tetap siap memberikan pengamanan pelaksanaan UN khusunya di kecamatan Pangkalan Kerinci,” tambah kapolsek.***(fin)