Beranda blog Halaman 2663

Wabup Siak Hadiri Pembukaan Perkemahan Kebudayaan Nasional di Surakarta

Wabup Siak H Alfedri menyambut Ibu Wamen Kemendikbud Bidang Budaya Pada acara pembukaan Perkemahan kebudayaan Nasional tahun 2014 di Kota Surakarta
Wabup Siak H Alfedri menyambut Ibu Wamen Kemendikbud Bidang Budaya
Pada acara pembukaan Perkemahan kebudayaan Nasional tahun 2014 di Kota Surakarta

Siak (SegmenNews.com)- Wakil Bupati Siak selaku Kakwarcab Gerakan Pramuka Siak H Alfedri menghadiri pembukaan pada tanggal 28 April 2014 di Kawasan Wisata Balai Kambang, Manahan Surakarta, Jawa Tengah, Senin, (28/4/14).

Turut hadir mendampingi Wabup Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kab Siak H Kadri Yafis, Sekretaris Kwarcab Siak Mahadar dan sejumlah pengurus kwartir cabang gerakan pramuka Siak.

Kehadiran Kakwarcab Siak beserta pengurus dalam acara kemah Budaya Nasional di Surakarta ini tidak lain untuk melihat secara langsung berjalannya acara pembukaan perkemahan kebudayaan Nasional Tahun 2014.

Menurut Wabub tahun 2015 mendatang untuk pelaksanaan kemah budaya nasional di laksanakan di kabupaten Siak. pihaknya telah melakukan kunjungan ke kantor kemendikbud di Jakarta beberapa waktu yg lalu terkait kabupaten Siak siap untuk pelaksanaan kemah budaya nasional (KBN) tahun 2015 mendatang. untuk masalah anggaran ditanggung oleh pihak Kemendikbud melalui dana APBN dan Kabupaten Siak hanya membantu dari segi transportasi.

Untuk itu kata Wabup, selanjutnya kita akan melakukan pembenahan sarana dan prasarana di lokasi Bumi Perkemahan Tengku Buang Asmara sebagai tempat KBN 2015 mendatang. Selanjutnya nanti tanggal 21 Mei mendatang di Siak akan digelar uji coba kemah Budaya khusus untuk Kabupaten Siak saja dan Insya Allah akan dihadiri oleh ibu Wamen dan Direktur Kebudayaan Kemendikbud.

Tujuan diadakannya Kemah Budaya Nasional adalah sebagai proses persemaian budaya kepada Pramuka dalam upaya menanamkan wawasan kebangsaan, membekali pengetahuan pada Pramuka untuk mengedepankan hidup damai dalam budaya yang beragam, menumbuh kembangkan karakter dan jatidiri yang baik kepada Pramuka.
Pada kesempatan itu Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan, Dr Wiendu Nuryanti mengatakan Terampil Berbudaya, Peduli dan Mandirimenjadi tema Kemah Budaya Nasional kali ini memiliki makna bahwa adanya generasi muda Indonesia yang berkarakter, berbudaya dan beradap merupakan pondasi dan kekuatan yang kuat untuk memperkokoh negara Indonesia.

“Sudah menjadi takdir dan karakter bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. memiliki keragaman suku bangsa, budaya dan adat istiadat. Meskipun demikian kesejarahan kita telahmembuktikan mampu hidup rukun dan damai,” jelasnya.

Sementara itu, dalam kaitan dengan rangkaian kegiatan Kemah Budaya Nasional digelar permainanpersaudaraan dan temu tokoh budayawan, permainantradisional, kreativitas kerajinan tangan, gelar kesenian, lombakuliner tradisional dan sebagainya.

Peserta dibagi-bagi menjadi beberaparegu dan menetap di dalam kemah. Adapun ruang lingkup kegiatan Kemah Budaya terdiri dari: Kegiatan Pengantar, Kegiatan Inti, dan Kegiatan Pelengkap. Kegiatan Pengantar dilakukan pada hari pertama yang meliputi Orientasi, Permainan Persaudaraan, yang bertujuan untuk mempererat daya kesatuan para peserta pramuka yang didominasi oleh berbagai suku dan bangsa.

Usai mengikuti pembukaan kemah budaya nasional, sekitar pukul 12.00 WIB Wabup dan rombongan dari Siak menghadiri acara pelantikan Ibu Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan, Dr Wiendu Nuryanti sebagai Majelis Pembimbing Saka Widya Budaya Bakti di Hotel Sahid Kusuma oleh Ka Kwarnas Adiyaksa Daud.

Kemah Budaya Nasional yang diselengarakan hingga 2 Mei 2014 tersebut, diikuti peserta Pramuka tingkat Penggalang berasal dari 34 propinsi.

Setiap propinsi mengirim satu regu dan satu orang pendamping. Khusus Kota Solo sebagai tuan rumah, pesertanya sebanyak 135 orangatau 15 regu, dan dari propinsi Jawa Tengah sebanyak 234 orangatau 26 regu.***(adv/hum/rinto)

 

 

Pihak Hukum Diminta Penjarakan dan Usut Otak Pelaku Penggelembungan Suara di Rokan Hulu

 

Rapat pengecekan ulang suara dua Desa yang berlangsung di aula KPU Rokan Hulu
Rapat pengecekan ulang suara dua Desa yang berlangsung di aula KPU Rokan Hulu

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Hasil pengecekan suara yang dilakukan oleh KPU Rokan Hulu, atas dugaan terjadinya pelanggaran yang terjadi ditingkat PPK Kecamatan Pendalian IV Koto, akhirnya terungkap dan benar telah terjadi dugaan penggelembungan suara dalam rapat pengecekan ulang suara yang dilaksanakan di aula KPU Rokan Hulu, Senin (28/4/14).

Atas temuan tersebut, para saksi Parpol yang hadir bersama KPU dan Bawaslu Riau, yang dihadiri PPK Kecamatan Pendalian Rokan IV Koto, menyepakati melakukan perbaikan dengan mengembalikan suara semula yang disesuaikan dengan C1.

Meski pengecekan suara ulang tersebut ditemukan adanya dugaan pelanggaran, ternyata tidak serta merta para saksi menghentikan pengusutan kasus tersebut. Para saksi dengan tegas tetap meminta kasus dugaan penggelembungan suara dipidanakan.

“Kehadiran kami disini, bukan semata-semata melegalkan pelanggaran pemilu. Kami menginginkan pemilu ulang dan mempidanakan penyelenggar pemilu yang melakukan pelanggaran dengan tujuan untuk memberikan efek jera. Agar perbuatan serupa tidak diulanginya lagi,” bantah para saksi Parpolyang hadir.

Nono Patria Pratama, salah seorang caleg pemenang pemilu dari Dapil IV kepada wartawan mengatakan, dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi di Kecamatan Pendalian IV Koto, dinilai sudah layak untuk diseret keranah hukum karena selain melanggar aturan juga sangat merugikan para caleg tertentu.

“Saya membaca berita disalah satu media massa terbitan hari ini red. (Senin (28/4) membantah terjadinya pelanggaran. Namun dengan hasil penghitungan ulang suara yang dilakukan hari ini ternyata sudah terbukti. Itu artinya, ada pihak yang mencoba menutup-nutupi hal ini. Sebagai caleg pemenang pemilu merasa kecewa dan meminta agar kasus ini ditindak lanjuti dengan serius,”kesal Nono Patria Pratama.

Sementara itu caleg DPRD Rohul, dari Dapil IV Acce Nauli Harahap mengaku kecewa kepada KPU dan Panwaslu Rohul. Dia menilai KPU kurang maksimal dalam melaksanakan tugas sebagai penyelenggara pemilu. Pihak hukum diminta mempidanakan PPK yang bersalah dan mengusut otak dibelakang PPK tersebut.

“Dengan banyaknya dugaan pelanggaran,sebagai caleg, saya meminta kasus ini diusut secara tuntas karena banyak pihak yang dirugikan, otak dibelakang pelaku juga harus diusut. Dan dilakukan pemilihan ulang di dapil bermasalah itu,” tegasnya.

Ketika hal itu ditanyakan kepada KPU Rohul, Fahrizal, usai acara menyampaikan indikasi pelanggaran yang terjadi di PPK masih menunggu proses dari Panwaslu Rohul. Dan kepada PPK yang terindikasi melakukan pelanggaran akan di evaluasi.“Sekarang masalahnya sudah jelas.Untuk itu kita menunggu sejauh mana Panwaslu memprosesnya. Kemudian untuk PPK yang bermasalah akan dievaluasi,” singkat Fahrizal.

Ditempat terpisah Ketua Panwaslu Rohul, Suherman, menegaskan dalam dalam waktu dekat pihak akan melaukan verifikasi terhadapi seluruh PPS. Hal itu dilakukan untuk mengecek keabasahan suara yang ada.

“Proses awal, kita lakukan verifikasi ditingkat PPS. Karena dugaan pelanggaran awal itu terjadi di PPS. Dari hasil itu akan kita bicarakan bersama Gakkumdu. Kemudian di plenokan lalu hasilnya diserahkan kepada pihak Kepolisian untuk ditindak lanjuti,” katanya.***(r4n)

Dua Tersangka Sabu Masih tahap Penyidikan

AKP Seno Aryadi
AKP Seno Aryadi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Dua tersangka pengguna sabu-sabu inisial, ED dan EL warga Ujung Batu, Rokan Hulu saat ini masih tahap penyidikan. Kedua tersangka ditangkap, pekan lalu.

Dikatakan Kasat narkoba Polres Rokan Hulu, AKP Seno Aryadi, Senin (28/4/14) diruang kerjanya, dari tangan kedua tersangka diamankan tiga paket kecil sabu-sabu, plastik hitam, termos warna orange, uang tunai Rp140 ribu, hp merk Nokia. Kedua tersangka dijerat pasal 112 dan 127 uu nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dengan tertangkapnya dua tersangka tersebut, maka jumlah kasus narkotika di Kabupaten Rokan Hulu berambah. Katanya, sejak Januari hingga Maret 2014 jumlah kasus Narkotika sebanyak 17 kasus, dengan 20 tersangka, saat ini tersangka sudah ditahan.

“Kasus Narkotika tahun ini meningkat dari tahun lalu. Tahun 2013 lalu julah kasus narkotika sebanyak 72 kasus dengan 95 tersangka. Sedangkan ditahun 2014 ini baru empat bulan jumlah kasus narkotika sudah mencapai 17 kasus,” terangnya.

Untuk menekan angka pengguna dan pengedar Narkotika, baik itu jenis bukan tanaman dana yang berjenis tanaman di Kabupaten rokan Hulu. Pihaknya terus melakukan berbagai penyuluhan di sekolah-sekolah, Perguruan tinggi dan fasilitas umum lainnya seperti di persimpangan jalan.

“Kita imbau kepada masyarakat agar menghindari Narkotika, karena akan merugikan diri sendiri dan orang banyak, jadilah pelajar yang berprestasi dan masyarakat yang berguna bagi bangsa kelak,” imbaunya.***(r4n)

Pemkab Pelalawan Tandatangani MoU Dengan Pusat Tekhnologi Produksi Pertanian (PTPP)

 

penandatanganan MoU untuk pengembangan teknologi peternakan sapi australia
penandatanganan MoU untuk pengembangan teknologi peternakan sapi australia

Pelalawan (SegmenNews.com) –  Bertempat dilantai 2 ruang rapat Bupati Pelalawan, Senin (28/4/2014)  Pemerintah Kabupaten Pelalawan menandatangani kerjasama MoU dengan Pusat Tekhnologi Produksi Pertanian (PTPP) untuk pengembangan teknologi peternakan sapi australia di Kabupaten Pelalawan. Dalam penandatanganan ini, Pemerintah Kabupaten Pelalawan yang diwakili Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Pelalawan Wahidudin sementara  Pusat Tekhnologi Produksi Pertanian diwakili oleh Direkturnya, Ir.Nenie Yuistiningsih,M.Sc dan disaksikan Bupati Pelalawan HM.Harris beserta Dr.Ir.Listiyani.W. Deputi TAB – BPPT ( Tekhnologi Agro Industri dan bio teknology). 

Dalam sambutannya,Bupati Pelalawan HM.Harris menyatakan bahwa pertemuan yang dilakukan hari ini merupalkan lanjutan dari pertemuan Pemkab Pelalawan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Yekhnologi BPPT saat berada di Australia.Dimana Pemkab Pelalawan menyatakan keseriusan untuk melakukan pengembangan tekhnologi ternak sapi Australia di lahan Tekhnopolitan,papar Bupati.

” Pelalawan sejak lama bersama BPPT melakukan pengkajian soal pengembangan. Tekhnologi sapi import asal Australia di Pelalawan seiring dengan persiapan Pelalawan dalam membuka lahan kawasan Tekhnopolitan sebagai tempat riset dan pengembangan produksi melalui tekhnologi.Lahan di kawasan Tekhnopolitan Pelalawan sangat memenuhi aspek untuk pengembangan ternak sapi.Untuk tahap awal,sebanyak 30 sapi Australia akan didatangkan.Untuk lokasi awal peternakan alkan sepenuhnya akan diserahkan ke Disnak Pelalawan.” Tutur Bupati.

Sementara itu,Dr.Ir.Listiyani.W. Deputi TAB – BPPT ( Tkhnologi Agro Industri dan bio teknology) Pusat mengungkapkan bahwa Pemkab Pelalawan sangat serius dan peduli dengan pengembangan tekhnologi.Kita sudah bersama – sama membahas kawasan tekhnopolitan.Kawasan ini dinilai sangat potensial dalam pengembangan produksi sapi berbasis tekhnology.Disinggung soal pakan dari limbah industri sawit,Dr.Ir.Listiyani.W. Menyatakan bahwa masih dalam kajian dan akan menjadi prioritas dimana tata pelaksanaannya masih digodok di Kementerian pertanian.  

” Tidak diragukan lagi potensi produksi perkebunan sawit di Pelalawan cukup besar yang mejadi salah satu keunggulan industri hilir dalam pembangunan kawasan yekhnopilitan.Namun limbah industri sawit yang akan digunakan sebagai pakan ternak perlu menjadi prioritas untuk mengurangi emisi serta menangkis isu Black campaigne.Kita beri apresiasi buat Pelalawan.” Terangnya.

Dalampertemuantersebut,Dr.Ir.Listiyani.W. Deputi TAB – BPPT ( Tkhnologi Agro Industri dan bio teknology) datang dengan 3 orang ahli ternak yang menyampaikan persentasi pengembangan ternak sapi import.Sedangkan dari Pemkab Bupati Pelalawan didampingi,Asisten 2 Atmonadi,Kepala Bappeda Ir.Syahrul Syarif,Kadisnak Wahidudin,Kabag Humas Drs.Farid Mukhtar dan sejumlah staff Bappeda dan Disnak Pelalawan.(den)

Pemkab Pelalawan Taja Bimtek Pelaporan Keuangan Daerah

 

Bupati Pelalawan, HM. Harris
Bupati Pelalawan, HM. Harris

Pelalawan (SegmenNews.com) – Kegiatan Bimbingan Teknis ini merupakan upaya wujud nyata dari Pemkab Pelalawan meningkatkan ketrampilan dan profesionalitas SDM dalam mengelola keuangan daerah sesuai dengan aturan dan kaidah hukum yang berlaku. Program-program kerja Pemkab Pelalawan yang terangkum dalam gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan secara baik guna mewujudkan terciptanya kesejahteraan masyarakat. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi PP 60 tahun 2008 tentang SPIP yang dapat meningkatkan kompetensi, ketrampilan, dan pengetahuan pegawai Pemkab Pelalawan dalam pengelolaan keuangan daerah dan strategi penyusunan pertanngungjawaban di lingkungan pemerintah Kabupaten Pelalawan . Diharapkan setelah kegiatan bimtek ini, didapat satu pencerahan berupa perubahan paradigma atau pola pikir atas masalah keuangan daerah yang pada akhirnya menghasilkan peningkatan kinerja.

Dalam sambutan di depan para peserta, Senin (28/4), Bupati Pelalawan HM Harris mengatakan, dilaksanakannya Bimtek Penatausahaan Pengelolaan Keuangan Daerah  ini sebagai langkah positif dalam upaya lebih mengoptimalkan pelaksanaan keuangan daerah, dan meningkatkan kemampuan para  pejabat penatausahaan keuangan (PPK) di semua SKPD lingkup Pemkab Pelalawan dalam melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada satuan kerjanya.

Harris juga mengatakan, dengan semakin meningkatnya wawasan dan pengetahuan aparatur di bidang penatausahaan dan pengelolaan keuangan daerah diharapkan dapat menjadi solusi terbaik dalam rangka mengeliminir dan menghilangkan berbagai permasalahan yang menyangkut proses adaministrasi keuangan daerah. Sehingga pelaksanaan kegiatan  penatausahaan dan pengelolaan keuangan daerah dapat berjalan secara optimal, utamanya dalam mendukung pelaksanaan kegiatan percepatan pembangunan daerah.

” Selamat datang peserta bimbingan teknis pengelolaan keuangan daerah dan strategi penyusunan pertangungjawaban di lingkungan pemerintah Kabupaten Pelalawan,”ungkapnya.

Harris menambahkan, Melalui bimbingan teknis  pengelolaan keuangan daerah, dapat meningkatkan kinerja yang setidaknya untuk tujuan jangka pendek di mana akan terjadi perubahan opini laporan keuangan pemkab Pelalawan mencapai WTP dan tujuan jangka panjang yakni pengelolaan keuangan lebih efisien, ekonomis, transparan, dan akuntabel. (den)

Polres Pelalawan Sosialisasi Penerimaan Taruna Akpol Tahun 2014

 

Taruna Akpol
Taruna Akpol

Pelalawan (SegmenNews.com) – Untuk lebih memperluas informasi dan menjaring keikutsertaan masyarakat luas, Polres Pelalawan melakukan sosialisasi penerimaan taruna Akpol tahun 2014. Sosialisasi dilakukan ke sekolah-sekolah dan pusat keramaian di kabupaten Pelalawan.

”Bagi putra-putri Pelalawan yang ingin menjadi Polisi bisa mendaftarkan diri untuk didik menjadi Taruna Akpol. Pendaftaran dilaksanakan di Mapolda Riau yang dibuka sejak 19 April lalu hingga 25 Mei mendatang,” ujar Kapolres Pelalawan AKBP A Supriadi SIK MH melalui Paur Humas Ipda Edy Haryanto, Senin (28/4).

Dijelaskan Paur Humas, bahwa sesuai telegram Kapolri yang disampaikan kepada Kapolda Riau dan diteruskan ke seluruh Polres untuk disampaikan pada masyarakat. Terkait dibukanya penerimaa Taruna Akademi Kepolisian (AKpol) dengan mencantumkan beberapa persyaratan.
”Kita lakukan sosialisasi ke sekolah dan pasar untuk membagi-bagikan selebaran dan browsur penerimaan Taruna Akpol. Bagi yang berminat dapat langsung mendaftar ke Polda Riau tanpa di pungut biaya alias gratis,” ungkap Edy.

Adapan persyaratan umum dan persyaratan tambahan yang harus dicantumkan yakni sebagai warga negara Indonesia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari instansi kesehatan.

”Tidak sedang terlibat kasus tindak pidana atau pernah dipidana karena melakukan kejahatan yang dibutktikan dengan surat  keterangan catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres masing-masing. Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan baik, tidak tercela,”  tegas Edy.

Setelah lulus dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) dengan gaji  sebesar Rp3,6 juta belum termasuk remunerasi dan bersedia ditempatkan di seluruh NKRI dan bersedia ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian. Selain itu lanjut Paur Humas persyaratan umum, ada persyaratan lain seperti, bagi yang berusia kurang dari 16 tahun, sampai 17 tahun berlaku ketentuan dengan nilai rata-rata ujian nasional 8.00 atau nilai rata-rata ujian nasional,7,25-799,  harus memiliki kemampuan Bahasa Inggris dengan Toefl di atas 500.

Sementara bagi yang berusia 17-21 tahun, memiliki nilai rata-rata ujian nasional minimal 7,25. Bagi lulusan tahun 2014 (yang masih kelas III), menggunakan nilai rata-rata rapor A  kelas III semester satu dengan ketentuan, bagi yang berusia kurang dari 17 tahun nilai rat-rata 8. Bagi yang berusia  17-21 tahun nilai rata-rata 7,25.

Kemudian tingg tinggi badan minimal (berat badan seimbang) Pria 163 Cm Wanita 160 Cm serta beberapa persyaratan lain, seperti belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan. Bersedia menjalani ikatan dinas 10 tahun, terhitung mulai saat diangkat menjadi perwira Polri.

 

”Bagi calon pendaftar Taruna Akpol jangan percaya pada pihak manapun yang menawarkan kelulusan dengan membayar sejumlah uang atau imbalan. Termasuk dari anggota kepolisian itu sendiri. Untuk informasi lainnya bisa lihat di  www.penerimaan.polri.go.id atau mendatangi langsung Polres Pelalawan,” tambah mantan Paur SIM Satlantas Polres. (den)

Dua Dari Tiga Tersangka Sindikat Curanmor di Pelalawan, Dihajar Massa

curanmorPelalawan (SegmenNews.com) – Tim Opsnal Polres Pelalawan berhasil membekuk tiga kawanan pencurian sepedamotor (Curanmor), dua pelaku yakni Andika (16) dan Sandi (19) babak belur dimassa. Sedangkan otak pelaku Ramadan alias Madan (38) ditangkap Tim Opsnal Polres Pelalawan, setelah melakukan pengembangan kasus.

Awalnya dua pelaku Andika dan Sandi kepergok warga saat mencuri sepeda motor Honda Beat BM 2317 EV di Jalan Keluarga, Gang Horas, Pangkalan Kerinci, Minggu (27/4) dini hari sekitar
pukul 00.30 WIB.

Warga yang memergoki aksi kedua pelaku yang mendorong motor milik Safrizal (25) disaat hujan lebat menguyur kota Pangkalan Kerinci, menghajar beramai-ramai hingga kedua pelaku babak belur. Untung aksi massa dapat segera di redam setelah keduanya digiring ke Mapolres Pelalawan.

Dari hasil penangkapan kedua pencuri motor terkuak kalau motor yang digunakan untuk beraksi juga motor hasil curian jenis Yamaha Jupiter Z yang dilakukan di depan warnet di Jalan Lintat Timur, sebulan lalu. Untuk menghilangkan jejak pelaku motor hasil curian telah diubah warna dengan dicat ulang.

Tetapi setelah dicek nomor rangka dan mesin ternyata benar motor Jupiter itu milik Budi yang dipinjam karyawan Bengkelnya yang hilang di Warnet. Atas temuan barbuk motor hasil curian, Tim Opsnal Polres Pelalawan langsung turun melakukan pengembangan.

Tidak butuh waktu lama akhirnya tersangka Madan berhasil diringkus di salah satu warung di belakang Pajore kota Pangkalan Kerinci. Mantan napi kasus yang sama itu tak berkutik dicokok polisi dan kemudian digiring ke Mapolres Pelalawan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH ketika dikonfirmasi melalui Paur Humas Ipda Edy Haryanto, Senin (28/4) membenarkan adanya penangkapan tiga pelaku curanmor tersebut. ”Kini ketiga pelaku telah kita amankan, setelah dua diantaranya sempat di hajar massa dengan barang bukti dua motor hasil curian,” ujar Paur Humas.

Ditambahkan Edy, selain ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif, juga pengembangan kasusnya terus dilakukan untuk mengungkap sindikat lainnya, setelah terkuak kalau pelaku telah melakukan aksinya sebanyak tujuh lokasi di kabupaten Pelalawan yang sedang dilacak kemana motor hasil curiannya tersebut dijual.(den)

Lima Kasus Pelecehan Seksual Anak Terungkap di RSUD Duri

ilustrasi
ilustrasi

Duri (SegmenNews.com) – Kasus pelecehan seksual yang dialami Ai (11) ternyata merupakan kasus pelecehan kelima yang ditangani RSUD Duri. Sebelumnya juga ada kasus pelecehan lain yang menimpa bayi hingga remaja berumur 12 tahun.

“Ini temuan kelima yang kita data sepanjang tahun 2014 ini. Sebelumnya juga ada kasus-kasus pelecehan seksual dengan kisaran umur 1,8 tahun hingga 12 tahun,” jelas dr Aryuni Mas’udah, S.pa, didampingi Kabid Humas RSUD Duri, Heri Prayitno dan Iwan Ridwan di RSUD Duri, Senin (28/4/2014).

Dijelaskannya, kasus-kasus pelecehan seksual yang ditemuinya rata-rata dilakukan oleh orang-orang terdekat. Ada bayi An (1,8) yang pelakunya diketahui sepupu korban yang tinggal serumah. Kemudian, Gy (9) pelajar kelas 3 SD dicabuli temannya murid kelas 2 SD, dan R (7), pelakunya satu desa dengannya serta Z (12) dicabuli oleh ponakan ibunya.

“Kasusnya beda-beda. Ada yang sudah robek selaput daranya. Ada juga yang trauma benda tumpul tapi tidak sampai masuk. Kita sudah edukasi kekeluarga untuk melaporkan kasus ini. Hanya saja tentu kasusnya terpulang ke keluarga masing-masing,” jelasnya.

Mengingat kasus demi kasus yang sudah ditanganinya, Aryuni mengimbau para orang tua lebih hati-hati menjaga anaknya. Tidak hanya itu pihaknya juga mensinyalir, pengaruh warnet bagi anak-anak juga membawa dampak negatif jika tidak diawasi.

“Bayangkan saja, anak SD kelas 2 sudah bisa mencabuli temannya yang kelas 3. Dari mana dia tahu. Ini kan sudah sangat mengkhawatirkan,” ujarnya prihatin.(Rzq)

Ini Dia Kisah Azwar, Tersangka Sodomi JIS Yang Bunuh Diri di Toilet

Azwar tersangka sodomi di JIS yang bunuh diri
Azwar tersangka sodomi di JIS yang bunuh diri

Jakarta (SegmenNews.com) – Azwar, salah satu tersangka pelecehan seksual dan sodomi di Jakarta International School (JIS) ditemukan tewas di toilet Polda Metro Jaya. Azwar tewas dengan menegak obat pembersih toilet usai diperiksa penyidik.

Setelah tewas, terungkap banyak kisah tentang sosok Azwar sebenarnya. Dari seorang pria yang berperilaku baik hingga pengurus masjid di lingkungan rumahnya.

Almarhum juga akan melangsungkan pernikahannya setelah lebaran.

Orangtua tersangka Azwar mengaku mendapat firasat aneh sebelum mendengar kabar duka anaknya. Dimulai dari sang ibunda yang mengaku sempat didatangi pria berpakaian putih malam sebelum Azwar dikabarkan tewas.

Ibu dan adik Azwar menuturkan ihwal pertanda jika anak keduanya itu akan meninggalkan keluarga untuk selamanya.

“Pas malam itu diciumin diusapin sama dia. Tapi kenapa jadi kayak gini,” ucap sang ibu kepada pelayat di dalam rumah duka, Jalan Haji Salam RW 1/2, Pangkalan Jati, Cinere, Depok, Minggu (27/4).

“Dia bilang ‘Kurusan ya mak jadinya’. Dia bilang entar hari Sabtu insya Allah selesai, senin udah rapi,” tambah ibunya.

Lewat tayangan televisi lah kabar duka itu diketahui keluarga. Kepastian itu pun dipertegas setelah kakak pelaku mendatangi rumah sakit.

“Malam-malam tahu beritanya di TV. Kita pada enggak percaya, pas nelpon si (Kakak). Dia (Kakaknya) bilang sabar aja ya mak. Ya udah deh ikhlas aja,” kata ibunya.

“Terus muncul pakai kaos putih, mungkin mau pamitan ya. Saya bilang emak ikhlas, emak doain, saya bacain Al Fatihah, abis itu udah enggak ada lagi,” pungkasnya.

Almarhum Azwar (27) berencana akan melangsungkan pernikahan setelah lebaran. Acara tunangannya sendiri sebenarnya akan dilakukan bulan depan.

“Rencana tunangan bulan depan. Nikahnya sih abis lebaran,” tutur seorang tetangga di rumah duka di rumah duka, Jalan Haji Salam RW 1/2, Pangkalan Jati, Cinere, Depok, Minggu (27/4).

Kabar itu benar adanya ketika seorang perempuan terlihat akrab dengan pihak keluarga. Namun perempuan berkerudung itu masih enggan dimintai keterangan.

Ada pihak keluarga yang melarang wartawan untuk melakukan wawancara dan menyuruh untuk langsung bertanya langsung ke pihak kuasa hukum.

Para tetangga tersangka almarhum Azwar (27) tak menyangka jika Azwar memiliki kelainan seksual. Menurut tetangga, Azwar adalah sosok pria yang baik, bahkan pengurus masjid.

“Saya enggak percaya kok dilakukan tindakan itu. Anaknya baik kok. Orang pengurus masjid juga,” kata rukun tetangga (RT) tempat Azwar tinggal, Suryadi kepada wartawan, di rumah duka di rumah duka, Jalan Haji Salam RW 1/2, Pangkalan Jati, Cinere, Depok, Minggu (27/4).

Suryadi mengatakan, selain mengenal sosok yang baik, para tetangga juga mengetahui kalau Azwar sudah memiliki calon pendamping. “Ini saya buktikan kalau Azwar normal,” ucapnya sambil menunjukkan tunangan Azwar.

Menurut Suryadi, rencananya pada Mei nanti kedua insan itu akan melakukan pertunangan. “Mei nanti mau tunangan,” tegasnya.

Selain dikenal sebagai pribadi yang santun. Para tetangga Azwar, juga mengetahui bahwa selama ini pria yang merencanakan pernikahan setelah lebaran nanti itu merupakan tulang punggung keluarga.

“Saya juga kurang tahu bener orangnya kayak gimana. Karena kan dia sibuk kerja dan pergi pagi dan pulangnya malem. Tapi kata orang-orang sih anaknya emang baik,” kata salah satu tetangga di lokasi.

“Setahu saya dia juga tulang punggung keluarga semenjak ayahnya meninggal. Sekolah adiknya dia yang biayain,” katanya.

Azwar diketahui anak kedua dari empat bersaudara. Azwar memiliki seorang kakak laki-laki dan dua orang adik yang terdiri dari laki serta wanita. Pria berusia 27 tahun itu sendiri diketahui merencanakan pernikahannya setelah lebaran nanti.(den/merdeka)

Kecelakaan, 5 Pekerja PT.PSA Tewas 2 Luka-luka

Jenazah Ringan Hati Bao (42) korban kecelakaan di PT.PSA ditemani anak dan sanak keluarganya (foto: SegmenNews.com)
Jenazah Ringan Hati Bao (42) korban kecelakaan di PT.PSA ditemani anak dan sanak keluarganya (foto: SegmenNews.com)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Lima orang pekerja PT. Panca Surya Agrindo (PSA), Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu tewas dan dua orang mengalami luka-luka, Senin (28/4/14).

Peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 07:30 wib diakibatkan mobil truck BM 9163 AT yang ditumpangi oleh tujuh pekerja tersebut terbalik di kebun avdeling VIII. Masing-masing korban tewas adalah, Ringan Hati Bao (42), Yusmaniar (31), Merina (42), Niscahaya (43) dan Nurini laholo (34). Sementara, Filidina waruhu (40) hanya mengalami luka lebam dibagian kaki dan tangan, satu orang lagi dikabarkan dirawat di RSUD mengalami kritis.

Saat ini sopir truck perusahaan, Yan Firman tersebut belum diketahui keberadaannya, diduga sopir melarikan diri saat terjadi kecelakaan.

Filidina salah satu korban yang mengalami luka lebam, kepada SegmenNews.com menuturkan, pagi itu dia dan enam rekannya menumpang mobil truck yang sudah dimodifikasi menjadi mobil pemadam kebakaran, mobil tersebut kerap digunakan untuk menyemprot pohon sawit diperkebunan.

Entah mengapa tiba-tiba saat di avdeling VII, mobil yang mereka tumpangi oleng ke kiri, karena disitu ada bekas tankos (tandan kosong), saat itu juga ban mobil turun keparit, mobil terus berjalan, saat itulah mobil terbalik.

“Mobil itu oleng kekiri masuk parit, tapi mobil terus jalan. Melihat itu saya langsung loncat dari mobil. Tiba-tiba saat saya dibawah mobil itu terbalik dan menimpa saya. Tangan dan kaki saya sekarang terasa sakit sekali pak,” ujar Filidina.

Sementara itu suami Ringan Hati Bao salah satu korban tewas yakni, fiharota nduru mengisahkan, pagi itu istrinya berangkat kerja yang sehari-harinya bekerja sebagai penyemprot sawit, sebagai Buruh harian Lepas (BHL) di PT.PSA. Tiba-tiba dia mendapat kabar mobil truck itu terbalik dan istri saya meninggal dunia

Katanya, istrinya dan sejumlah BHL penyemprot sawit sudah satu tahun menggunakan mobil tersebut keperkebunan. Istrinya sudah bekerja semenjak tahun 2001 lalu sebagai BHL. Atas kejadian itu dia berharap kepada perusahaan agar memperhatikan korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Kita harap perusahaan memberikan bantuan untuk proses pemakaman di kampung halaman kami di pulau Nias. Say masih memiliki tanggungan anak untuk dibiayai,” pinta Fiharota dengan mata yang sembab usai menangis.

GM PT .PSA, HM Yusuf Siregar kunjungi langsung korban kecelakaan
GM PT .PSA, HM Yusuf Siregar kunjungi langsung korban kecelakaan

General manager (GM) PT. PSA yang dikonfirmasi mengaku, atas kejadian itu pihak perusahaan akan bertanggung jawab sesuai aturan ketenaga kerjaan yang berlaku.

“Perusahaan tetap bertanggung jawab untuk memberikan santunan dan bantuan lainnya kepada korban yang sesuai aturan yang berlaku,” tukasnya.

Dijelaskan Yusuf, mobil penyemprotan kelapa sawit itu adalah fasilitas dan aktifitas rutin yang dilaksanakan setiap hari bagi pekerja, tempat duduk pekerja juga disediakan dibelakang. Saat kejadian memang ada tumpukan tankos dipinggir jalan.

Dikonfirmasi terkait sopir mobil. Yusuf mengatakan kemungkinan besar dia melarikan diri karena takut kepada keluarga korban.

Hingga sore hari, pihak perusahaan masih mengurus keberangkatan jenazah ke kampung halaman masi-masing.***(r4n)