Beranda blog Halaman 2670

Berbuat Mesum, Mahasiswa Asal Tanjung Pinang Dipelasah Warga

Dua sejoli pelaku mesum saat di Mapolsek Bukit Raya (SNC)
Dua sejoli pelaku mesum saat di Mapolsek Bukit Raya (SNC)

Pekanbaru(Segmennews.com)- IN (25 thn) pria asal Tanjung Pinang yang merupakan salah seorang mahasiswa di perguruan tinggi Pekanbaru digrebek warga saat bersama kekasihnya TW(23 thn) didalam kamar kost di jalan Kasah Gg. Mawar I, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Saat penggerebekan, Minggu (20/4/14) sekitar pukul 00:10 dini hari, sejoli ini terlihat buru-buru mengenakan pakaiannya. Warga yang geram lantas melepas bogem mentahnya kepasa si lelaki yang berbadan bonsor (gemuk) itu.

Melalui kesepakatan pihak RT setempat, pelaku mesum diserahkan ke Polsek Bukit Raya.

Warga, Endri mengatakan di rumah kosan tersebut tak jarang, anak kos lelaki membawa wanita ke dalam kamar, hal itu membuat mereka geram, bahkan ada seorang penghuni kos yang sudah diperingatkan malah menantang warga. Oleh itu warga terus memantau adanya perempuandi kamar kos, ternyata setelah di grebek benar ada wanita dan laki-laki tanpa ada ikatan suami istri di dalam kamar.

Sementara itu ketua RT setempat, Junaidi Salim menyampaikan, sesuai pertemuannya dengan pemilik kos, ia berjanji akan terus memantau anak kosnya, sedangkan sejoli yang ditangkap akan dinikahkan, orang tua laki-laki dan perempuan berada di Tanjung Pinang.

“Kedua orangtua laki-laki dan perempuan itu tinggal di Tanjung Pinang, keluarga mereka sudah sepakat akan menikahkan anak mereka yang tertangkap itu. Sedangkan ibu kos berjanji akan mengosongkan kamar kosan, dan akan mengisinya dengan orang yang sudah berkeluarga,” sampai Salim kepada masyarakat yang juga di hadiri pemilik kos.

Sekitar pukul 10:00 Wib malam hari Minggu, IN  bertemu dengan warga di rumah ketua RT, dia meminta maaf akan kejadian itu, dia mengaku sudah berbuat mesum yang sudah membuart masyarakat setempat geram dan marah.

“Saya minta maaf kepada masyarakat disini, saya mengaku salah sudah mencoreng warga disini, sekali lagi saya minta maaf,” kata IN.***(chir)

Bupati Achmad Buka Ajang O2SN, FLS2N dan Popda Tahun 2014

Bupati melepas balon pertanda dibukanya ajang O2SN, FLS2N dan Popda Tahun 2014
Bupati melepas balon pertanda dibukanya ajang O2SN, FLS2N dan Popda Tahun 2014

Rokan Hulu (SegmeNNews.com)- Sebanyak 1.938 pelajar dari SD,SMP, SMA dan SMK berasal dari 16 kecamatan se-Rohul, ikut ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), serta Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) juga Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Kabupaten Rohul tahun 2014.

Lebih dari 3000 atlet serta official dan peramai, ikut semarakan pembukaan O2SN, FLS2N juga Popda, yang dibuka Bupati Rohul, Drs H Achmad M.Si, Kamis (17/4/2014) di halaman kantor Bupati Rohul, dihadiri Wabup Ir H Hafith Syukri MM, Sekda Rohul, Ir Damri, Kepala Disdikpora Rohul, HM Zen, Ketua MUI Rohul, serta para kepala dinas lainnya, kepala badan, kepala kantor serta pejabat dari Forkompinda Rohul lainnya.

Dalam kegiatan pembukaan, digelar parade dari masing-masing kontingen yang akan berlomba termasuk seluruh official. Kegiatan itu sendiri, menurut laporan Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Rohul, Dahnil S.Pd, akan digelar dari 17 hingga 26 April 2014, dipusatkan di Pasir Pengaraian.Dimana untuk cabang olahraga yang dipertandingkan yakni, 9 cabang mulai atletik, catur, bola volly, bulu tangkis, tenis meja, bola basket, futsal, silat dan karate, dengan jumlah atlet 1.527 orang.

“Sedangkan untuk nomor seni yang dilombakan, ada 20 nomor, seperti pidato berbahasa Indonesia, pantomime, gambar bercerita, seni karya anyam, menyanyi solo, tari tradisional, seni lukis, desain motif batik, cipta lagu, cipta cerpen, seni baca Al Quran, vocal group, kreatifitas berbahas Inggris (story teling),”.

“Selain itu, juga ada lomba desain foster, cipta puisi, menari berpasangan, drama dan teater, baca puisi, musik tradisional, juga seni gitar klasik tunggal dengan peserta 411 orang. Sedangkan atlet yang akan bertanding 1572, sehingga total dan atlet serta peserta seni yang akan bertanding nantinya 1938 orang, ,”kata Dhanil.

Bupati Rohul Drs H Achmad M,Si berharap, dengan digelarnya O2SN, FLS2N juga Popda tingkat Riau, sebagai bentuk pembinaan fisik dan kerohanian. Paling tidak, nantinya ada 3 kegiatan yang dilaksanakan dari ajang loma tersebut, yakni nantinya diharapkan dapat mencari bibit atlet sesuai cabang yang dipertandingkan termasuk bibit pelaku seni. Kemudian, juga akan mendidik watak serta karakter dan jujur, lalu melalui kegiatan tersebut maka terjalinnya tali silaturrahmi dengan seluruh atlet dan pelaku seni yang terlibat diajang lomba.

“Saya berharap, seluruh atlet yang akan bertanding mewakili sekolah maupun kecamatan, bisa menjung sportipitas bertanding. Termasuk bagi yang lomba seni, bisa menunjukan kemampuannya secara baik, sehingga nantinya bisa dapat meningkatkan prestasi, bukan hanya tingkat kabupaten saja, namun ke tingkat Provinsi Riau bahkan nasional,”himbau Bupati.

Selain itu, Bupati juga berharap, agar seluruh peserta yang akan berlomba, bisa menjaga kesehatan, karena dalam perlombaan diperlukan kesiapan fisik yang sempurna. Juga diharapkan pula, juri dan wasit, bisa bersikap netral sehingga pelaksanaan pertandingan yang digelar tersebut, nantinya menghasilkan bibit-bibit yang memang bisa membawa harum nama Rohul diajang Provinsi Riau maupun tingkat nasional.

Kegiatan itu, juga dikakukan dengan dibuka secara resmi oleh Bupati Rohul, dengan melepas balon terbang, disaksikan seluruh pejabat lainnya, juga seluruh atlet yang akan bertanding.

Ke 1938 atlet nantinya akan bertanding, dengan tempat yang sudah disiapkan dari Lapangan purna MTQ, lapangan Disdikpora Rohul, GOR PGRI Rambah, Aula SMAN I Rambah, SMKN I Rambah, SMPN I Rambah serta aula TK Islamic Centre Pasir Pengaraian.(adv/hum/r4n)

Rekaman Gubernur Riau Berkata Kotor Heboh Hingga ke Kota Lain

anasDumai (SegmenNews.com)- Ada-ada saja komentar Gubernur Riau Annas Maamun saat ditanya wartawan mengenai adanya dinasti politik di Pemerintahan Provinsi Riau. Ia sempat berkata kotor, sehingga menjadi pembicaraan hangat di tengah-tengah masyarakat.

Tidak hanya itu, rekaman suara Annas Maamun saat diwawancara wartawan di Pekanbaru tersebut pun menyebar luas ke smartphone masyarakat. Tidak hanya menyebar di Pekanbaru, tetapi juga menyebar hingga ke Dumai. Bahkan, rekaman suara Annas Maamun itu telah menjadi bahan tertawaan masyarakat.

Di Dumai, sejak Kamis (17/4/2014) malam hingga Jumat (18/4/2014) siang, kiriman rekaman suara Annas Maamun berkata kotor melalui jaringan sosial, seperti Blackberry Messenger, WhatsApp dan lain-lain terus terjadi. Hampir di setiap kalangan masyarakat, di dalam rumah, warung-warung kopi, kata-kata kotor Annas Maamun itu telah menjadi trending topik.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Riau, Annas Maamun mengeluarkan kata kotor saat ditanya wartawan tentang pengangkatan anak menantu dan keluarganya di pemerintahan Provinsi Riau. Hal itu terjadi saat kunjungannya secara mendadak ke KPU Riau, Kamis (17/4/2014) siang.

Anas mengatakan anak menantunya tersebut mampu melakukan tugas dengan baik. Seperti Dwi Agus Sumarno yang diangkatnya menjadi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau baru-baru ini. Ia pun tidak mau dibahas soal politik dinasti yang ditanyakan wartawan.

“Kalau diangkat kepala dinas pendidikan apa salahnya. Dulu dia kepala IPDN di Rokan Hilir. Jangan dinasti-dinasti lagi, p*****,” ujar Annas dengan nada tinggi, lalu langsung meninggalkan kantor KPU Riau, dan naik mobil yang sudah menunggunya di luar.

Kata p***** di Melayu merupakan ucapan kotor yang tidak layak disebut oleh siapa pun, apalagi seorang gubernur. Sedangkan di Minang, p***** merupakan sebutan kemaluan perempuan yang paling kurang ajar.

Tidak hanya kali ini saja Annas Maamun melecehkan wartawan, sejak ia menjadi gubernur, beberapa kali hal ini terjadi, bahkan pemberitaannya juga sampai ke Kompas, dan media-media nasional lainnya.

Sebelumnya, Annas Maamun dan Wakil Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman secara mendadak mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, Kamis siang. Kehadiran kedua pejabat tersebut kontan membuat para komisioner KPU Riau terkejut, karena hadir tanpa memberi tahu sebelumnya. Ketika wartawan menanyakan agenda kehadirannya di KPU Riau, Annas mengaku hanya melakukan kunjungan biasa.***

Red: Son
sumber: tribunnews

Warga Hadang Mobil Truck Penimbunan Lahan Milik Pemko Pekanbaru

Lahan Pemko (kiri) dan Penyiraman jalan usai di hadang warga.
Lahan Pemko (kiri) dan Penyiraman jalan usai di hadang warga.

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Warga jalan Kasah, Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru sempat menghadang mobil-mobil truck yang akan menimbun lahan milik pemko Pekanbaru, Jum’at (18/4/14) sekitar pukul 15:00 Wib.

Penghadangan mobil tersebut dipicu kekesalan masyarakat terhadap kontraktor yang tidak menepati janjinya akan menyiram jalan tiga kali sehari. Agar jalan tidak berdebu dan mengganggu kesehatan masyarakat.

“Mereka tidak menepati janjinya. Sesuai janji, mereka menyiram jalan tiga kali sehari, supaya jalan tidak berdemu dan mengganggu masyarakat,” kesal Arip earga jakan Kasah.

Katanya, mobil-mobil truck tersebut membawa tanah timbun, untuk menimbun lahan milik Pemko yang akan di bangun perumahan sebanyak 170 unit.

Setelah masyarakat melampiaskan kekesalannya dengan menghadang mobil tersebut. Barulah pihak kontraktor penimbunan melakukan penyiraman jalan. Seteleh disiram, mobil-mobil truck pun diperbolehkan lewat.***(den)

Eih, Sekolah Belakang Masjid Annur Bakal Dipindah ke Pinggir Sungai Siak

anasPekanbaru (SegmenNews.com)– Sekolah yang ada dibelakang Masjid Agung An-Nur, akan dipndahkan ke pinggir sungai Siak. Hal itu dijelaskan Gubernur Riau H Annas Maamun saat melakukan peninjauan ke Masjid Agung An-Nur yang terletak dijalan Hang Tuah Pekanbaru, Kamis (17/4/14) siang.

“Sekolah yang ada dibelakang masjid ini, akan kita carikan lahan untuk lokasi pembangunannya di sekitar pinggir sungai Siak, ini agar kompleks Masjid Agung ini betul-betul menjadi lebih tenang dan nyaman bagi jemaah saat melaksanakan ibadah,” kata Annas.

Dalam peninjauannya itu, Annas yang didampingi Sekdaprov Riau Zaini Ismail, dan ikut juga sejumlah pejabat dilingkungan Pemprov Riau seperti Kepala Biro Perlengkapan Abdi Haro, Kepala Biro Umum Ayub Khan dan lainnya tersebut, Annas juga merancang fasilitas baru untuk masjid Agung Annur.

Seperti lantai jalan yang langsung berada dipintu masuk masjdi, Annas minta agar semuanya di keramik, dengan demikian, mobil atau kenderaan lainnya tidak boleh lagi sampai ke area tersebut. “Kan tempat parkir sudah ada dan besar, karena itu, saya menginginkan ini semua dipasang keramik,” ujar Annas sambil menunjukkan lokasi-lokasi yang dimintanya untuk dipasngai keramik. ***(ris)

Polisi Amankan 6.000 Liter Solar Ilegal di Inhil

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com) – Aparat Kepolisian Perairan Daerah Riau mengamankan 6.000 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari satu kapal motor tanpa nama yang melintas di wilayah Perairan Jepun, Kabupaten Indragiri Hilir.

“Penangkapan dan pengamanan barang bukti tersebut berawal dari informasi masyarakat pada Senin (14/4/2014) sekitar pukul 20.30 WIB,” kata Direktur Polisi Perairan Dearah Riau, Kombes Lukas Gunawan kepada pers lewat pesan elektronik, Kamis (17/4/2014).

Saat itu, Kapal Polisi dengan nomor lambung IV-2003 dipimpin Aipda Suwarjono sedang melaksanakan patroli di sekitar lokasi kejadian.

Tidak lama kemudian, kata dia, anggota berhasil mengamankan kapal motor tanpa nama yang dinahkodai IMR serta satu anak buah kapal (ABK).

Dari keterangan keduanya, kata dia, kapal tersebut datang dari Tempuling dengan tujuan Sei Ular bermuatan BBM jenis solar sebanyak 200 jerigen atau 6.000 liter (6 ton) yang tidak dilengkapi dokumen kepemilikan.

“Saat itu juga, anggota kemudian dia menggiring kapal tersebut ke dermaga Satpolair Polres Indragiri Hilir untuk pengamanan pelaku dan barang bukti,” katanya.

Sampai saat ini, kata dia, penyidikan lebih lanjut dilaksanakan oleh Subdit Gakkum Ditpolair Daerah Riau.

“Indikasi kerugian negara yang dapat diselamatkan dan kalau solar tersebut solar subsidi adalah 6.000 liter dikalikan Rp5.500 dengan total menjadi Rp33 juta. Tapi kalau BBM tersebut BBM industri, maka 6.000 liter dikalikan Rp13.560 dan kerugian totalnya mencapai Rp813 juta,” katanya.

Sementara itu, kata dia, untuk asal usul solar masih dilidik, termasuk pemiliknya. “Kasusnya masih terus dikembangkan,” katanya. ***

Red: Son

Sumber : antara

Buntut Demo Warga Tumang, Dua Warga Tertembak, Diduga dari Pistol Polisi

Iwan terkena tembakan di kaki kiri mendapat pertolongan medis di RSUD Siak
Iwan terkena tembakan di kaki kiri mendapat pertolongan medis di RSUD Siak

Siak (SegmenNews.com)- Buntut dari aksi Demo masyarakat Desa Tumang, Kecamatan Siak, Kamis ( 17/4/14) mengakibatkan dua warga tertembak, diduga peluru dari pistol polisi yang melepas tembangan peringatan.

Korban tembakan tersebut yakni, Sunar yang merupakan ketua RT 03 dengan luka tembakan di bokong, sedangkan Iwan terkena tembakan di kaki kiri. Saat ini kedua korban dirawat di RSUD Siak.

Menurut warga, Badul Roni (34) kericuhan demo terjadi saat para ibu-ibu hanya berebut makanan di salah satu mobil. Saat itu polisi melepas tembakan. Tiba-tiba dua warga berteriak kesakitan. Ternyata dua warga terkena tembakan.

“Suara tembakan pistol Polisi banyak entah dari mana. Saat Sunar mencoba menenagkan ibu-ibu, tiba-tiba Sunar tumbang dan berteriak minta tolong, dia tertembak. Kami lantas melarikan Sunar ke rumah sakit,” uangkapnya.

Dilapangan, Kasat sabara Polres Siak AKP Ade Pranyoto masih mencoba menenangkan masyarakat yang berteriak-teriak dan memukul-mukul drum. Setelah itu, masyarakat mulai diam, akan tetapi masih tetap bertahan.

Aksi demo masyarakat tersebut dipicu penuntutan warga agar pihak kepolisian melepaskan Kades dan warga mereka yang ditangkap Polisi. (Baca Selengkapnya: Ratusan Massa Tuntut Pelepasan Kades).***(rinto)

Asyik, Pejabat Kemenag Rohul Study Wisata ke Danau Toba

Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA
Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa dirinya bersama 39 orang pejabat Kemenag lainnya se Rohul, berangkat study wisata ke Istana maimun Kota Medan, tempat wisata Berastasi, dan terakhir menikmati indahnya Danau Toba Sumatera Utara.

Demikian disampaikannya kepada sejumlah media di kantornya, jalan ikhlas kompleks perkantoran pemerintah Pasir Pengaraian, Kamis (17/4/2014). Dikatakannya, study wisata ini dilakukan secara swadaya atau atas biaya sendiri, dan bukanlah merupakan biaya dinas, sebab hal itu tidak dibenarkan dan tidak tersedia dananya untuk itu.

Peserta yang ikut adalah Kakan Kemenag, Kasubag TU, para Kasi, Kepala MIN/MTsN/MAN, dan Kepala KUA se Rohul. Jumlah seluruhnya sebanyak 40 orang. Berangkat sore hari ini sekitar pukul 17.00 Wib dengan menggunakan bus wisata, diperkirakan tiba di Kota Medan besok pagi jam 05.00.

Selepas melihat peninggalan sejarah kebudayaan Islam yang gemilang, yaitu Istana Maimun Kota medan, perjalanan dilanjutkan menuju obyek wisata Berastagi sekaligus melihat dari dekat kondisi Gunung Sinabung yang meletus beberapa waktu yang lalu, sebagai sebuah musibah yang tak dapat ditolak oleh manusia.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke Danau Toba, diperkirakan tiba sore hari dan langsung menginap di salah satu hotel sederhana. Pagi hingga sore harinya menikmati indahnya ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, obyek wisata tiada taranya di dunia yaitu Danau Toba yang indah dan terkenal.

Sore harinya langsung pulang menuju Kota Pasir Pengaraian dan diperkirakan akan tiba pada pagi harinya, Minggu (20/4/2014). Dan besok paginya, yaitu Senin langsung masuk kantor, melaksanmakan tugas sebagaimana biasanya.

Ahmad Supardi menyatakan, kebetulan hari Jumat ini adalah hari libur nasional, maka dirinya sengaja mengajak para pejabat, yang selama ini telah banyak bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat, untuk berlibur ke Kota medan, Berastagi, dan Danau Toba, sekedar untuk menghilangkan penat dan kejenuhan bekerja.

Namun demikian, yang terpenting adalah menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan, yang dihamparkan bagi umat manusia untuk dinikmati dan dikaji sesuai petunjuknya. Yah…. semacam mempelajari ayat-ayat kauniyah (alam semesta ciptaan Allah) sebagai bukti nyata adanya Allah SWT.

Saya berharap, study wisata ini diharapkan mampu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, papar Ahmad Supardi.***(acce/rls)

Sidang Perkara Hutan HPT, Ketua KUD BJL Beri Keterangan Berbelit-Belit

Saksi kasus penyerobotan lahan HPT di PN Pelalawan
Saksi kasus penyerobotan lahan HPT di PN Pelalawan

Pelalawan (SegmenNews.com)- Ketua KUD Bina Jaya Langgam (BJL) Jhoni Afrizal SE sebagai saksi memberikan keterangan berbelit belit di persidangan penyerobotan kawasan hutan produksi terbatas (HPT) yang melibatkan terdakwa Kades Gondai non aktif H Atiman bersama Mulyadi Candra dan putranya Wiliam yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pelalaan jadi perhatian, Rabu (16/4) sore.

Sidang tersebut dipimpin oleh Ketua PN Pelalawan Hj Melfiharyati, SH, MH, didampingi dua hakim anggota Hendah Karmila Dewi, SH, MH dan Ega Shaktiana SH, MH berbelit-belit ketika dua saksi di hadirkan oleh jaksa penuntu umum (JPU) Banu Lesmana SH LLM bersama Sorbani Binzar SH.

Awal sidang Ketua KUD Bina Jaya Langgam (BJL) Jhoni Afrizal SE sebelum memberkan kesaksian disumpah oleh majelis hakim. Sempat kembali disampaikan oleh Penasehat Hukum terdakwa yang merasa jawaban yang di lontarkan oleh saksi terkesan di tutup-tutupi.

Anehnya lagi selaku Ketua KUD BJL sejak tahun 2010 sampai 2013 tidak mengetahui berapa jumlah pasti anggota koperasi yang dipimpinnya tersebut. Termasuk titik kordinat kawasan HPT yang dipercayakan KUD untuk di kelola oleh pemerintah tersebut.

“Saudara saksi tau sebelum sidang sudah di sumpah dan kalau memberikan keterangan palsu dapat di pidana,” ujar Penasehat Hukum terdakwa Wiliam kepada Jhoni.

Setelah mendapat penegasan itu, barulah kembali Ketua KUD BJL mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaiman awal kawasan HPT Teso Nilo eks PT Siak Raya Timber dan dipercayakan KUD BJL untuk mengelola. Begitu juga proses jual beli yang dilakukan oleh terdakwa Mulyadi Candra dan kemudian di jual kepada Atiman melalui Wiliam seluas 500 hektar.

“Saya tidak melihat, tapi hanya mendapat informasi kalau lahan itu dibeli oleh Atiman dari Wiliam putra dari pak Candra. Karena saat KUD itu milik Pak Harris (Bupati Pelalawan),” tutur Jhoni terbatah-batah.

Melihat saksi berbelit-belit ketika mendapat cercaan pertanyaan dari para penasehat hukum terdakwa, langsung ditengahi oleh majelis hakim. Hingga suasana kembali tenang, walau JPU sempat keberatan terhadap pertanyaan yang disampaikan oleh para penasehat hukum terdakwa tersebut.

Karena kesaksian Ketua KUD juga mengejutkan majelis, karena sebuah koperasi yang berbadan hukum tetapi tidak memiliki kantor dan administrasi yang amburadul. Karena hanya di kerjakan oleh Ketua bersama Sekertaris yang berkantor di rumahnya di daerah Langgam.

Sehingga ketiga terdakwa diminta tanggapan langsung membantah beberapa keterangan di persidangan tersebut, karena tidak benar, kalau pihak KUD sebelum mengelola lahan itu sudah jauh-jauh hari melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tetapi kenyataan menuru Atiman baru dilakukan pada tahun 2012 lalu di pasar Gondai.

Tidak ketinggalan juga keterangan Sekertaris KUD Drs H Jaruddin, dirinya hanya sekali mengecek lokasi lahan KUD yang diserobot oleh Atiman Cs tersebut. Hingga saat ditanya majelis hakim apa isi tanaman yang ada di dalam kawasan jadi bingung apa tanaman kehidupan berupa karet, atau sawit.

Maka setelah keterangan dua saksi dari pengurus KUD BJL dihadirkan, sidang ditunda pekan depan untuk mendegarkan saksi lain. Sementara ketiga terdakwa dapat melenggang keluar dari ruang sidang, karena statusnya tahanan kota. Setelah majelis hakim mengabulkan permohondan ketika terdakwa dengan jaminan uang sebesar Rp50 juta perorang serta orang.***(fin)

Mantan Kades Terantang Manuk Juga Jagi Korban Hipnotis, Tertipu Rp50 juta

Prelaku Hipnotis saat ditangkap Polisi
Prelaku Hipnotis saat ditangkap Polisi

Pelalawan (SegmenNews.com)- Pasca ditangkapnya pelaku penipuan bermodus menjual benda pusaka palsu dengan menggunakan hipnotis, satu persatu korban mulai melapor ke Polsek, (Baca:  4 Korban melapor jadi Korban Hipnotis). Hari ini, Kamis (17/4/17) seorang korban lagi melapor, korban merupakan mantan Kepala Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Alamzah.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Arwin SH, mengatakan korban mantan Kades tersebut melapor telah ditipu pelaku hipnotis sebesar Rp 50 juta.

Sementara modus pelaku hipnotis sama dengan korban lainnya yakni, dengan menjual guci mini berisi batu delima yang klaim pelaku mampu memperkaya diri dan mengobati segala macam penyakit.

Tak hanya itu, pelaku juga menguras harta para korbannya, mulai dari uang tunai hingga perhiasan. Pelaku tersebut saat ini telah ditangkap, (Baca: Pelaku Hipnotis Ditangkap).

Setelah mendatangi Polsek, mantan Kades tersebut memastikan yang ditangkap adalah pelaku, ternyata benar, pelaku yang di sel Polsek juga telah menipu dirinya.***(fin)