Beranda blog Halaman 2670

Napi Lapas Bengkalis di Tangkap Sedang Pesta Narkoba

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com) – Sebanyak 11 narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis, diamankan petugas saat berpesta narkotika jenis sabu.

“Satuan Tugas (Satgas) Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis menggerebek 11 narapidana yang tengah berpesta sabu,” kata Kepala Lapas Kelas II A Bengkalis, Bawon, melalui sambungan telepon, Jumat.

Ia mengatakan satgas tersebut dipimpin oleh Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Lapas Bengkalis, Sugiyanto.

“Tim Satgas ini sengaja dibentuk untuk memerangi peredaran narkoba di Lapas,” katanya.

Tindakan ini, kata dia, dilakukan dalam beberapa hari, pertama pada Minggu (30/3/2014) malam saat melakukan razia ke kamar-kamar tahanan.

“Saat memamasuki kamar 15 A petugas mencurigai aktivitas para penghuni kamar itu. Para tahanan yang berjumlah 9 orang di kamar tersebut di suruh ke luar kamar, untuk kemudian petugas melakukan penggeledahan,” katanya.

Saat itu, kata dia, anggota menemukan alat penghisap sabu di kamar mandi dan lima paket sabu.

Namun seluruh napi yang ada di dalam sel tersebut, kata dia, tidak ada yang mengakui kepemilikan barang haram itu sehingga kemudian dilakukan tes urine.

“Hasilnya semua positif menggunakan narkoba. Temuan ini telah kami serahkan ke Polres Bengkalis untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Dua Tahanan

Selanjutnya pada Kamis (4/4/2014) sekitar pukul 19.15 WIB, tim kembali memergoki dua tahanan saat sedang mengkonsumsi sabu.

“Dua orang tahanan yang berstatus titipan kejaksaan dan terangkut kasus perampokan dan narkoba. Mereka menghuni kamar nomor 9. Kasusnya juga telah diserahkan ke pihak kepolisian,” katanya.

Kedua tahanan tersebut yakni, Abdullah alias Dul bin Mustafa (30) tahanan kasus pencurian dan pemberatan (Curat), Harianto alias Daeang bin Arsyad (27) warga Desa Jangkang, Kecamatan Bantan.***(wan/ant/ur)

 

Ini Daftar Korban Tewas Kecelakaan Kereta Api Malabar

mati1SegmenNews.com – Proses evakuasi korban Kereta Api (KA) Malabar yang terguling di Tasikmalaya terus berlangsung, Sabtu pagi, 5 April 2014. Tiga korban tewas dibawa ke kamar mayat RSUD Tasikmalaya, dan sudah diketahui identitasnya.

Total ada lima tewas dalam insiden itu, dua di antaranya masih dalam proses evakuasi karena tergencet gerbong. Sementara puluhan penumpang lainnya luka-luka.

Kereta tujuan Solo-Malang itu terguling akibat bantalan rel tergerus longsor pada Jumat malam. Tiga gerbong berikut lokomotif anjlok hingga masuk jurang.

Tiga korban yang tewas sudah diketahui identitasnya adalah Sri Hartanto (60) alamat Jalan Mujair VII/02 RT 007/002 Kelurahan Minomartani, Kecamatan Ngaglik Slemat. Lalu Ayu, karyawati PT KA dan Harisma Budi Cahyono alamatnya belum diketahui.

Semua penumpang selamat untuk sementara ditampung di madrasah kampung setempat. Salah seorang penumpang, Hana (34) warga Bandung, mengatakan bahwa dia berhasil selamat karena ditolong warga. Dia mengaku naik kereta Malabar karena hendak pergi ke Solo.

 
Red: Son
© VIVA.co.id

Lima Tewas, Isak Tangis Warnai Evakuasi Korban Kereta Api Malabar

Proses evakuasi Kereta Api (viva)
Proses evakuasi Kereta Api (viva)

SegmenNews.com- Lima orang meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat malam kemarin. Penumpang tewas setelah terjepit gerbong kereta yang ambles masuk jurang.

Salah satu petugas outsourcing Stasiun Balapan yang bertugas di pemeriksaan tiket, Anggono mengatakan para calon penumpang yang sedianya akan naik KA Malabar tujuan Malang terpaksa dialihkan dengan menaiki KA Bima tujuan Surabaya.

“Kalau menurut jadwal KA Malabar tiba di Balapan Solo pukul 00.25 WIB. Tetapi adanya kecelakaan itu para calon penumpang dialihkan naik KA Bima yang berangkat pukul 01.25 WIB,” kata dia di Stasiun Balapan Solo, Sabtu dinihari, 5 April 2014.

Disebutkan dia, jumlah penumpang KA Malabar yang turun maupun naik di Stasiun Balapan Solo hanya sedikit. Hal ini disebabkan Solo bukan merupakan kota tujuan terakhir, namun hanya stasiun persinggahan. “Ya biasanya tidak sampai 10 orang penumpang KA Malabar yang akan berangkat menggunakan kereta itu. Jumlahnya hany sedikit saja,” ucapnya.

Kecelakaan kereta api Malabar tujuan Bandung-Malang itu terjadi di Kampung Terung, Mekarsari, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Dua gerbong dan satu lokomotif terguling akibat bantalan rel ambles terbawa longsoran tanah.

Hingga Sabtu dinihari, tiga orang penumpang dipastikan tewas akibat terjepit gerbong kereta. Proses evakuasi jenazah berlangsung dramatis diwarnai isak tangis keluarga.

Petugas juga mengevakuasi dua orang warga yang terjepit, namun masih dalam keadaan hidup. Seluruh korban baik luka atau yang meninggal dibawa ke madrasah Kampung Mekarsari.

Kereta api Malabar dari Bandung tujuan Malang ambles setelah lokasi bantalan rel diguyur hujan deras. Diperkirakan amblesnya kereta mencapai 15 meter dari lintasan. Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung mengingat banyak korban dalam kereta.

Menurut Kapolresta Tasikmalaya Ajun Komisaris Besar Noffan Widyayoko, longsornya bantalan menyebabkan rel terputus total. “Belum bisa dilewati, rel terputus,” kata Noffan.

Penumpukan penumpang

Dampak kereta anjlok itu juga menyebabkan ratusan penumpang kereta ekonomi tujuan Yogyakarta-Surabaya menumpuk di Stasiun Kiaracondong, Bandung. Penumpukan terjadi akibat terlambatnya jadwal pemberangkatan kereta.

PT Kereta Api Bandung melakukan antisipasi dengan cara mengalihkan jalur pemberangkatan kereta melalui jalur utara atau ke arah Cirebon.

Menurut pantauan, saat ini ratusan calon penumpang kereta api ekonomi Kahuripan dan Kutojaya tujuan Yogyakarta dan Surabaya menumpuk di Stasiun Kiaracondong. Mereka harus menunggu dua jam hingga kereta datang dan kembali diberangkatkan.

Kereta lain yang ikut terganggu keberangkatannya adalah Lodaya malam tujuan Solo dan Turangga.

Para penumpang berharap jalur anjlok di Tasikmlaya segera dipulihkan sehingga tidak perlu melalui jalur utara.

Red: hasran
sumber: © VIVA.co.id

 

KPK Tunggu Putusan Hakim Hadirkan Boediono Sebagai Saksi Century

akil ketua kpkSegmenNews.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto, berharap Wakil Presiden Boediono dapat hadir sebagai saksi di persidangan jika memang keterangannya dibutuhkan terkait pengungkapan kasus dugaan korupsi Bank Century.

Menurut Bambang, semua orang diperlakukan sama di hadapan hukum. “Equality before the law (semua orang sama kedudukannya di hadapan hukum),” kata Bambang, Jumat malam, 4 April 2014.

Jaksa Penuntut Umum KPK sebelumnya telah menyatakan bahwa Boediono, masuk dalam daftar saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan. Namun, hal tersebut tergantung kepada keputusan majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Terkait pemeriksaannya sendiri, Bambang mengungkapkan bahwa Boediono bisa saja tidak secara langsung hadir di pengadilan, namun bisa melalui telekonferensi.

Bambang mengungkapkan, sebelumnya mantan anak buah Nazaruddin yakni Mindo Rosalina Manulang sempat disiapkan skenario tersebut saat akan dihadirkan di pengadilan. Itu dipersiapkan karena mempertimbangkan faktor keselamatan saksi.

“Kalau Rosa tidak cukup keberanian untuk itu, kami sudah siapkan telekonferensi, kami siapkan ruangannya, siapkan alatnya. Tapi Rosa kemudian berani menjadi saksi dengan dipasangi rompi,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Budi Mulya didakwa melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan sejumlah pejabat Bank Indonesia (BI) dalam menggelontorkan Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) ke Bank Century. Salah satu nama yang disebut dalam dakwaan ini adalah Boediono dalam kapasitasnya sebagai Gubernur BI.

Selain itu, Budi juga didakwa melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan sejumlah pejabat BI lainnya dalam menetapkan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Dari penetapan bank gagal ini, Century mendapat kucuran dana talangan hingga Rp6,7 triliun.

Juru bicara Wakil Presiden RI Yopie Hidayat meminta agar semua pihak tidak buru-buru membuat kesimpulan bahwa Boediono melakukan korupsi, meski namanya masuk dalam dakwaan. Disebut dalam dakwaan memang tidak otomatis terlibat dalam kasus korupsi.
Yopie berargumen, banyak anggota DPR yang disebut-sebut dalam persidangan korupsi. Namun, kata dia, tidak semua terbukti bersalah dan tidak semua masuk penjara.

Oleh karena itu, penyebutan Boediono dalam dakwaan itu, menurut Yopie, bukan suatu hal yang istimewa. Ketika itu, Boediono adalah Gubernur BI dan tentu mempunyai tanggung jawab besar dalam membuat keputusan.
Yopie menegaskan bahwa proses penyelamatan Bank Century, sudah sesuai kewenangan Bank Indonesia. “Kalau ada yang mengambil kesempatan, silakan diusut. Tapi, Boediono tidak ada niat (melanggar aturan).”

Beberapa waktu lalu, Boediono sendiri pernah membantah ikut korupsi dalam proses penyelamatan Bank Century itu. Dia menegaskan bahwa tindakan mengucurkan FPJP sebesar Rp689,394 miliar dan dana talangan sebesar Rp6,7 triliun sebagai tindakan mulia untuk menyelamatkan bangsa dan negara dari ancaman krisis ekonomi.

“Saya telah melakukan tanggung jawab saya waktu itu sebagai Gubernur BI. Saya laksanakan itu dengan segala ketulusan hati untuk menyumbangkan yang terbaik bagi bangsa,” kata Boediono usai diperiksa KPK, 23 November 2013.***

Red: Son
sumber: © VIVA.co.id

Kantor Camat Pangkalan Kerinci Terbakar Disambar Petir

Pelalawan (SegmenNews.com)- Disambar petir, Kantor Camat Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan terbakar, beruntung yang terbakar hanya ruang PKK lantai II.

petirPetir menyambar, Kamis (3/4/14) sore hari diiringi hujan deras Hujan deras. Camat Pangkalan Kerinci, Dahnil, Jum’at (4/4/14) membenarkan peristiwa menimpa instansi yang dipimpinnya tersebut.

“Kebakaran terjadi menjelang salat Magrib. Dugaan api berasal dari aliran AC saat listrik pada disambar petir. Akibat percikan api, langsung membesar dan membakar ruangan,” ujar Camat.

Dijelaskan Camat lagi, selain ruangan yang nyaris ludes kantor Camat, juga api sempat menghanguskan dua meja yang ada d ruangan dan satu unit AC. Setelah para pegawai camat telah pulang kerja dan kondisi ruangan aulu kosong yang bisa di gunakan untuk rapat dan kegiatan PKK kecamatan Pangkalan Kerinci.

“Yang ada hanya Ac dan meja, jadi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, akibat sambaran petir saat lampu mati,” ungkap Dahnil.

Namun saat terjadi kebakaran, mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemda Pelalawan. Segera turun ke lokasi kejadian, hingga api yang sempat menjalar dapat segera diatasi hingga tidak meludeskan seluruh kantor Camat Pangkalan Kerinci.

Pasca kantor Camat disambar petir, pagi ini Pelayanan tetap berjalan seperti biasa dan tak terganggu sama sekali. Karena tidak ada data dan perlatan yang terbakar.

“Aktifitas seperti biasa, bagi masyarakat ingin melakukang pengurusan adminitrasi ke kantor camat segera datang dan tetap dilayani. Karena kebakaran langsung dapat dicegah sebelum merembes ke seluruh ruangan,” tambah Camat.***(fin)

Bupati Buka Dialog Bahaya Liberalisme di Masjid Islamic

Drs H Achmad Msi
Drs H Achmad Msi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Bupati Kabupaten Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi membuka acara dialog tentang bahaya liberalisme yang ditaja oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rohul, Jum’at (4/4/14).

Agenda yang dilangsungkan satu hari ini di laksanakan di lantai dasar Masjid Agung Madani Islamic Center. Disampaikan Bupati, bahwa ulama merupakan pigur yang memberikan bimbingan dan pencerahan untuk umat, untuk itu para organisasi islam yang merupakan wadahnya para ulama dapat berhimpun dan bersama-sama dapat memerangi ajaran sesat yang ada dikabupaten Rokan Hulu ini.

“Para ulama dan Ormas Islam hendaknya dapat menyatukan umat agar tidak terpecah belah dan tidak menimbulkan konflik ditengah umat, serta bersama-sama memerangi ajaran sesat,” sampainya.

Dalam hal ini bupati juga mengatakan agar para ulama dapat mendukung kebijakan yang saat ini akan dilaksanakan yakni, perturan daerah tentang wajib mengaji, wakaf, rumah ibadah, lembaga pendidikan islam, tata pakai muslim dan muslimah, Satpol pp syariah, memakmurkan masjid dan program lainnya.

“Mari kita bersama-sama bersatu dalam pengembangan ajaran Islam di Bumi Seribu Suluk ini,” seru Bupati.

Turut hadir dalam acara tersebut wakil Buati Kabupaten Rokan Hulu Ir H. Hafit Syukri, MM, Kemenag Rokan Hulu. Ahmad supardi, ketua mui Rokan Hulu, dan pimpinan Ormas Islam NU, Muhammadiyah, dan nara sumber yang sengaja diundang oleh MUI yakni DR Amirsyah Tambunan, Wakil Sekjen MUI Jakarta.***(adv/hum/r4n)

Wakil Ketua dan Humas PN Rokan Hulu Dimutasi

Tumpal Marbun disalami rekan kerja dan tamu undangan usai acara pengantar tugas di PN Pasir. (SegmenNews.com)
Tumpal Marbun disalami rekan kerja dan tamu undangan usai acara pengantar tugas di PN Pasir. (SegmenNews.com)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Wakil ketua Pengadilan Negeri (PN) PasirPangaraian Kabupaten Rokan Hulu, Tumpal Marbun, SH, MH dan Humas, Dicki Candra, SH pindah tugas. Acara Pengantar Tugas di laksanakan, Jum’at (4/4/14) di ruang sidang PN.

Tumpal Marbun akan menduduki jabatan barunya sebagai Kepala Pengadilan Negeri di Balige, Sumatra Utara, sedangkan Dicki Candra ditugaskan sebagai Hakim di PN Kuningan.

Acara tersebut dihadiri oleh, Kapolres Rohul, AKBP Onny Trimurti, Kepala Lapas Klas IIb Pasir, Maizar,Bc.IP Sh, Kasubag Pembinaan Kejari Pasirpangaraian, Elfi Samni, SH dan sejumlan pegawai Pengadilan.

Kepala PN Pasir, Mahmuriadi, SH mengatakan, banyak pengalaman suka duka dan suka cita dalam menjalankan tugas, kedua pejabat tersebut dinilai menjalankan tugas cukup profesional.

Tumpal Marbun sudah menjalankan tugasnya di PN Pasir Pangaraian selama 1,3 tahun sedangkan Dicki Candra selama empat tahun. Mutasi tersebut merupakan prestasi yang membanggakan baginya.

Sementara itu, Dikatakan Tumpal Marbun, dirinya akan dilantik tanggal 14 April di Pengadilan Negeri Sumatra Utara. Kepada rekan kerja yang ditinggal, dia berpesan agar selalu menjalankan tugas dengan Profesional dan selalu menegakkan keadilan.

“Mungkin besok saya sudah berangkat ke Balige Sumatera Utara. Kepada rekan kerja di PN Pasir saya ucapkan selamat tinggal dan selamat menjalankan tugas dan selalu profesional dalam menjalankan tugas,” pesan Tumpal.

Usai acara sambutan dan penyerahan cendera mata, acara diakhiri dengan menyalami pejabat yang dipindah tugas dan bernyanyi bersama diiringi organ tunggal.***(acce)

Kisah ‘Pernikahan’ Haru Gadis 11 Tahun

Josie melangsungkan pernikahan kecil sebelum ayahnya meninggal karena kanker kronis. (Dok. Lindsey Villatoro)
Josie melangsungkan pernikahan kecil sebelum ayahnya meninggal karena kanker kronis. (Dok. Lindsey Villatoro)

SegmenNews- Josie punya mimpi yang tak mungkin terkabul. Gadis 11 tahun itu takkan bisa menikah didampingi seorang ayah. Jim Zetz, ayahnya yang berusia 62 tahun, didiagnosis dengan kanker pankreas stadium 4. Josie menyadari, Jim tengah menunggu dijemput kematian.

Seorang fotografer kemudian menyelamatkan impian Josie. Ia membuatkan pesta pernikahan kecil, sehari setelah hari ulang tahun Josie. Lindsey Villatoro, fotografer itu, menyiapkan segala detail dengan sempurna. Gaun, riasan, bunga, dekorasi, katering, sampai pendeta.

Hanya dalam tiga hari, pernikahan itu siap. Josie sama sekali tak menyadari kejutan apa yang tengah disiapkan untuknya. Saat akhirnya diberitahu bahwa ia punya kesempatan diantarkan oleh sang ayah menuju altar, mulanya Josie sangat panik dan gugup.

Namun Villatoro meyakinkan, itu akan sangat berarti bagi Jim. Maka pada hari yang ditentukan, Josie keluar dengan gaun putih berenda dan sebuket bunga. Tangan kirinya dipegang erat oleh Jim. Saat mereka sampai di hadapan pendeta, Josie tak mampu menahan tangisnya.

“Ayahmu mungkin tak bisa melihatmu menikah kelak. Tapi dia di sini, mengantarmu menyusuri lorong ke altar hari ini. Ayah dan anak adalah hubungan paling istimewa dalam hidup,” kata pendeta Gary Galbraith yang meresmikan upacara, sekaligus membuat suasana makin trenyuh.

Jim memberi cincin untuk Josie, dan isak pun tertumpah di pelukannya. Adegan demi adegan itu terekam jelas oleh kamera Villatoro. Ia menjepret berkali-kali, juga menjadikannya video rekaman. Pesta cilik itu diberinya judul “Walk Me Down the Aisle Daddy”. Banyak orang terharu dibuatnya.

Villatoro merekamnya, agar Josie bisa menyetel video itu kelak di hari pernikahannya. Dengan begitu, ia bisa merasa sang ayah tetap ada di sampingnya. Meski menangis tergugu, Josie menyebut momen “pernikahan” itu sebagai hari terbaik sepanjang hidupnya.

Mengutip laman Today, Jim pun tampak bahagia memiliki kesempatan mengantar putrinya menuju altar. “Ini akan banyak berarti baginya. Dia anak selalu mengingatnya,” kata Jim pada The Press-Enterprise, yang pada saat kejadian hadir di lokasi.
Villatoro, merupakan pemilik Love Song Photography. Sejak tahun lalu saat Jim didiagnosis mengidap kanker parah, ia menjadi fotografer yang mengabadikan momen-momen indah hidup pria itu masih hidup. Sebagai fotografer yang berbasis di California, Villatoro mengkhususkan diri merekam memori orang-orang berpenyakit kronis.
Tujuannya, mengabadikan kenangan bersama orang tercinta.

Sebagai ibu dengan tiga anak, Villatoro tersentuh melihat Josie. Ia menyadari, gadis itu akan kehilangan ayahnya di usia yang sangat muda. Ia lantas berpikir untuk melakukan sesuatu yang istimewa. “Aku membayangkan Josie di pernikahannya 20 tahun lagi, dan muncul ide ini,” ujarnya.

Ia pun merasa tersanjung bisa menyelenggarakan momen indah untuk Jim dan Josie. “Ini adalah momen spesial yang harus dirayakan saat anggota keluarga masih di sini. Dan mereka harus menikmati kebahagiaan momen ini bersama-sama,” ungkap Villatoro dalam laman Today.***

Red: hasran
Sumber: © VIVA.co.id

ARB Boyong Dua Menantu Kampanye Hari ini

arbSegmenNews – Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB), akan berkampanye terbuka di Kabupaten Bandung hari ini, Jumat 4 April 2014. Lokasi kampanye terletak di Desa Cingcin, Soreang, Kabupaten Bandung.

“Lokasi kampanyenya di Terminal Gading Tutuka, Soreang,” kata Manager Roadshow ARB Syahdan Nurdin.

Dalam kampanye ini, seperti biasa ARB akan ditemani oleh keluarganya, yaitu istrinya Tatty Aburizal Bakrie, dan putranya Anindya Bakrie dan Ardi Bakrie. Menantu ARB rencananya juga akan ikut mendukung kampanye mertuanya itu.

“Selain istri Ardi Bakrie, Nia Ramadhani, yang memang selalu ikut. Istri Anindya Bakrie, Dini Bakrie, rencananya juga akan ikut,” ujar Syahdan.

ARB dan keluarga akan terbang dari Jakarta siang ini menggunakan helikopter. Setibanya di Kabupaten Bandung, ARB akan diarak oleh kader dan simpatisan menuju lokasi kampanye dengan naik delman.***

Red: Sondri
sumber: © VIVA.co.id

Indonesia Bayar Diyat, Satinah Terbebas dari Hukuman Pancung

Satinah (kiri)SegmenNews.com– Jumlah uang darah untuk membebaskan Satinah, TKI yang divonis hukuman mati di Arab Saudi, sebesar SAR 7 juta atau sekitar Rp 21 miliar telah disetujui setelah diadakan perundingan.

Hal ini diungkap Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Gatot Abdullah Mansyur Kamis siang (03/04) setelah mengikuti rapat di Kemenkopolhukam dengan Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menlu Marty Natalegawa dan Menakertrans Muhaimin Iskandar.

Dari uang diyat SAR 7 juta tersebut, tiga juta diantaranya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara sedangkan sisanya berasal dari donatur di Indonesia, Arab Saudi dan asosiasi pengerah tenaga kerja.

“Yang sudah disetorkan di pengadilan sekarang ini lima juta Riyal. Jadi tinggal akan memproses dua juta Riyal itu dalam satu, dua hari ini,” kata Gatot kepada Rizki Washarti dari BBC Indonesia.

Tenggat waktu pembayaran uang darah adalah hari Kamis siang (03/04) dan masih dalam proses negosiasi mengenai kapan dan bagaimana sisa uang akan dibayar.

Proses hukum

Dengan pembayaran uang diyat, Satinah akan terbebaskan dari hukuman pancung. Meski demikian, kasus Satinah belum sepenuhnya selesai.

“Nanti Satinah akan menghadapi pengadilan hak umum yaitu pelanggaran terhadap negara. Kalau yang kemarin itu kan pelanggaran antarpersonal. Artinya sejauh mana, Satinah itu menggangu ketertiban umum dengan melakukan pelanggaran hukum itu,” tambah Gatot.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan pemerintah seharusnya tidak membayar uang diyat untuk Satinah.

“Dimana letak keadilan, bagi kita rakyat Indonesia yang berada di sini (Indonesia). Kalau misalnya uang pajak itu digunakan untuk pembayaran diyat yang seharusnya dilakukan secara kontraktual,” ucap Hikmahanto.

Ia juga khawatir pembayaran diyat akan menimbulkan kesan pemerintah Indonesia bersedia membayar berapapun, sehingga akan ada pihak yang meminta uang diyat tinggi di masa datang dan tidak menimbulkan efek jera.

Klik Satinah, tenaga kerja Indonesia asal Ungaran, Jawa Tengah, divonis hukuman mati tahun 2010 karena dinyatakan terbukti membunuh majikan perempuannya.***

Red: has
sumber: bbc.co.uk