Pekanbaru (SegmenNews.com)- Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan memutuskan akan menunda pengoperasian 25 unit bus Trans Metro Pekanbaru(TMP) yang baru di lelang. Pasalnya, bus tersebut tidak atau belum sesuai spesipikasi yang dijanjikan saat proses pelelangan di lakukan.
Pemerintah kota Pekanbaru hendak mengoperasikan 25 bus penyewaan baru pada pertengahan April 2014. Namun karena beberapa kendala yang sangat fatal sehingga bus itu tidak bisa beroperasi sesuai target yang ditetapkan sebelumnya.
“Kemungkinan bus bisa beroperasi pada awal atau pertengahan bulan depan, karena kalau kita paksakan sekarang sangat tidak mungkin, karena proses balik nama ke plat BM belum selesai, striping (stiker yang bus) tidak sesuai dengan permintaan, sehingga kita minta diganti dulu sebelum dioperasikan,” jelas Dirut PD Pembangunan, Heri Susanto, Selasa (15/4/14).
Kata Heri, sesuai perjanjian, sebelum unit diterima dalam keadaan siap operasi. Tapi pihak ketiga tidak siap maka konsekwansinya kerugian harus ditanggung pihak ketiga.
“Seperti pergantian stiker (striping), biaya harus mereka tanggung sendiri, untuk satu unit bus biasa pergantian stikernya sekitar Rp 9 jutaan,” ujarnya.
Terkait penundaan ini, Heri berharap masyarakat bersabar karena pelayanan TMP masih belum bisa maksimal. namun pihaknya terus melakukan perbaikan-perbaikan untuk pelayanan yang lebih baik.***(chir/ur)
Empat Korban penipuan bermodus hipnotis melapor ke Polsek
Pelalawan (SegmenNews.com)- Pasca ditangkapnya pelaku penipuan bermodus hipnotis dan menjual benda-benda pusaka palsu, pekan kemarin. Baca: Pelaku hipnotis ditangkap Polisi. Para korban mulai mendatangi Mapolsek Pangkalan Kerinci.
Korban yang sebelumnya di ketahui hanya dua orang, ternyata ada emat orang korban lagi menjadi korban penipuan yakni, Karim (55) dan H Ahmad (67) yang berasal dari desa Balam Merah, Kecamatan Bunut, dan dua orang lagi Sutan (54) warga desa Lubuk Terap, serta dan M Nur Jas (68) warga desa Sorek Dua, Kecamatan Pangkalan Kuras.
Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Arwin SH tadi pagi membenarkan, ada korban lagi yang melapor. Keempat korban tersebut juga menjadi korban penipuan tersangka yang sudah tertangkap.
“Kemarin, Senin ada empat korban lagi yang melapor. Mereka juga menjadi korban penipuan dengan modus menjual benda pusaka yakni, guci berisi batu delima yang dilakukan tersangka, Iswandi alias Is (41) dan rekannya Yanto alias Anto (56),” papar Kapolsek.
Dijelaskan Kapolsek, bahwa Karim yang dihipnotis pelaku pada tahun 2011 silam, saat berada di pasar Sorek, kecamatan Pangkalan Kuras, dengan modus yang sama menawarkan barang pusaka jenis guci mini berisi batu delima palsu. Karena dipegaruhi pelaku, uang sebesar Rp1,5 juta dan perhiasan emas berhasil disikat dengan total kerugian sebesar Rp6 juta.
Begitu juga dengan H Ahmad jadi korban di bulan Februari tahun 2011 dihipnotis hingga uang sebesar Rp5 juta berhasil disikat pelaku yang menjual guci mini berisi batu delima. Kemudian selang beberapa waktu kemudian, pelaku yang merasa aksinya tidak terium oleh polisi kembali datang dan Sutan jadi korban, tapi uang yang berhasil diambil hanya sebesar Rp500 ribu, dan diberi guci mini tanpa ada batu delima.
Selanjutnya pada tahun 2013, M Nur juga tidak luput dari korban hipnotis saat berada di desa Lubuk Terap, dan uang di dompet sebesar Rp5 juta berhasil dikuras pelaku. Kini kehadiran empat korban menambah daftar panjang kasus kejahatan kedua tersangka hipnotis tersebut.
“Modusnya sama, setelah uang diterima, korban diminta untuk melaksanakan solat sunat sykur di mesjid atau musalah. Ketika korban solat kesempatan pelaku untuk kabur. Tetapi kita sangat sayangkan sesaat setelah kejadia korban tidak langsung melapor, karena merasa malu. Tapi setelah pelaku berhasil ditangkap baru mereka berdatangan meminta pelaku dapat di hukum berat,” papar Arwin.
Namun sebelumnya dua korban hipnotis telah melapor yakni pasangan suami istri H Daman Huri dan istrinya Hj Alina hingga uang puluhan juta beserta perhiasan dengan total kerugian sebesar Rp90 berhasil disikat pelaku pada akhir Maret 2014 silam. Selanjutnya Fatul Rahiman (28) warga Pangkalan Kerinci ikut jadi korban setelah uang sebesar Rp5 juta ditukar dengan kunci mini berisi batu delima palsu tersebut.
Tetapi petualangan kawanan hipnotis harus berhenti, ketika Fatul memergoki dua pelaku sedang berada di depan SPBU Km 55, Jalan Lintas Timur, kecamatan Pangkalan Kerinci yang telah mengerjainya beberapa waktu lalu. Ketika mendapat laporan aparat Polsek Pangkalan Kerinci langsung bergerak dengan cepat dan dua pelaku berhasil ditangkap, sedangkan rekannya yang lain berhasil kabur dengan mobil ke arah Pekanbaru.
“Seluruh korban barang buktinya sama berupa kunci mini berisi batu delima. Untuk itu kita minta pada masyarakat yang merasa di rugikan atau korban hipnotis dengan ciri-ciri yang sama agar segera melapor ke Polsek,” tambah Kapolsek yang tak henti-hentinya memberikan himbauan pada warga.***(fin)
Pelalawan (SegmenNews.com)– Pelaksanaan Ujian Nasioan (UN) dihari kedua di tingkat SMA menjadi suatu kekhawatiran buat sebagian sekolah di Kabupaten Pelalawan disaat pemadaman listrik (mati lampu), pihak sekolah berharap PLN bisa memberikan pelayanan semaksimal saat UN berlangsung, dan tanpa gangguan listrik.
Senin (14/4), Kepala Sekolah SMAN 1 Pangkalan Kerinci Hj. Nuraida MPd meminta, PLN perlu memastikan tidak adanya pemadaman listrik pada saat UN digelar besok pada Rabu (15/4). Untuk jadwal ujian UN besok adalah Bahasa Inggris listening. Kami berharap tidak ada pemadaman listrik, karna ujian tersebut harus didukung oleh alat elektronik yang memerlukan arus listrik.
Nuraida juga mengatakan, seperti yang terjadi di hari pertama pelaksanaan UN, sempat terjadi mati listrik. Nuraida berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi, agar pelaksanaan UN bisa berjalan lancar dan sukses. Pihaknya memang sudah menyediakan jenset untuk antisipasi terjadinya pemadaman listrik, namun masih mengalami keterbatasan akan perangkat tersebut.
“Dari awal kami sudah mempersiapkan UN ini bisa berlangsung dengan sukses. Beberapa persiapana kami sudah lakukan baik secara internal maupun eksternal melalui Try Out (TO). Kita sangat berharap kepada pihak PLN bisa berkerjasama untuk tidak memadamkan listrik saat UN berlangsung,”
Nuraida berharap besok PLN bisa menunda sejumlah aktivitas pemeliharaan ketika ujian nasional berlangsung. Mengingat aliran listrik menjadi faktor utama dalam melangsungkan UN itu sendiri. Karena, jika saat pelaksanaan ujian terjadi aliran listrik mati, maka ujian akan mengalami gangguan.***(fin)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Wakil Bupati Rokan Hulu, Ir Hafith Syukri MM meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kecamatan Ujung Batu, Selasa (15/4/14).
Wabup memantau, mulai tahap pendistribusian, kesiapan hingga pelaksanaan Ujian. Dalam kunjungan itu, dia berharap kelulusan siswa dan siswi UN tingkat SMA capai 10 persen.
Panitia juga diminta dapat mengawasi jalannya proses ujian dengan baik, apalagi sistem pengawasan ujian, yakni masih seperti tahun-tahun sebelumnya, pengawasan UN dilaksanakan dengan sistem silang.
Dengan adanya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah yang diwakili oleh Wakil Bupati diharapkan menjadi motivasi dan semangat bagi para pelajar dan pengawas untuk mengikuti Ujian khususnya dihari ke 2 ini.
Dalam kunjungan tersebut Wabup didampingi oleh Wakapolres Rokan Hulu, Kompol Indra, Kepala Dinas Pendidiakan Pemuda Dan Olah Raga (Disdikpora) M.Zen,Mpd Serta Kasubbag Peliputan dan Dokumentasi Humas Setda Rokan Hulu, Sumardi,Ss,Msi.
Kedatang mereka diterima langsung oleh masing-masing Kepala Sekolah yakni kedatangan di SMA 1 disambut kepala sekolah Yulisman, Spd, dan peninjauan ke SMK Pemdes di sambut langsung oleh Revi malinda, Spd sedangkan peninjauan ke sekolah SMK N Ujung batu disambut langsung oleh kepala sekolah Leni Marlina,Spd.(adv/hum/r4n)
Jaksa sedang meneliti berkas korupsi puskesmas Bunut Pelalawan
Pelalawan (SegmenNews.com)- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Kerinci kini sedang meneliti hasil berkas acara pemeriksaan (BAP) terhadap kasus korupsi proyek pembangunan puskesmas Teluk Meranti yang dilimpahkan dari penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Pelalawan.
Kajari Pangkalan Kerinci Adnan SH melalui Kasi Pidsus Robi Harianto S SH, mengaku pihanya telah membentuk tim jaksa untuk melakukan penelitan terhadap berkas korupsi puskesmas Teluk Meranti tersebut.
“Sebanyak delapan berkas dengan sembilan tersangka dugaan korupsi proyek puskesmas telah kita terima. Jadi sekarang sedang diteliti hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik kepolisian,” ujar Kasi Pidsus.
Kini pihak Kejari telah membentuk tim jaksa peneliti terhadap delapan berkas setinggi dua meter tersebut. Guna memastikan apa materi pemeriksaan yang telah dilakuka penyidik Tipikor Polres Pelalawan sudah lengkap atau masih ada yang perlu di dalami pemeriksaan saksi atau tersangka.
Begitu juga apa ada kemungkinan penambahan tersangka baru, Kasi Pidsus belum dapat membeberkan, karena seluruh jaksa peneliti yang terliat masih bekerja keras untuk mempelajari satu demi satu lembaran hasil pemeriksaan yang telah dilakuka oleh penyidik Tipikor Polres Pelalawan.
“Kita lihat saja nanti hasil penelitian masing-masing tim jaksa. Kalau sudah rampung diteliti kita akan serahkan kembali pihak kepolisian berkasnya,” tutur Robi.
Sementara kasus ini sebagaimana telah diwartakan, bahwa tim penyidik Tipikor Polres Pelalawan telah menetapkan sebanyak sembilan orang terduga korupsi proyek puskesmas rawat inap di kecamatan Teluk Meranti dengan dua kali anggaran dari APBD Riau tahun 2008 dan 2010 sebesar Rp3 miliar lebih melalui Dinas Kesehatan Riau.
sembilan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka diantaranya Hj Arbaini Yati yang diperiksa kemarin, kemudian Samsari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang juga Kepala UPTD Samsat Kepulauan Meranti, Yulika Kuala ST selaku Pengelola Teknis Kegiatan (PTK).
Kemudian drg Tri Maria Susilawati selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Azmi ST pengawas lapangan dari CV Media Konsultan, Endang Khitop selaku konsultan perencanaan dan Drs Lukman kontraktor pelaksana tahun 2010. Serta Idil Putra selaku Direktur PT Indra Adamar dan Dame Saputra sebagai kontraktor pelaksana tahun 2008.***(fin)
Pelalawan (SegmenNews.com)- Sejak awal pelaksanaan Ujian Nasional (UN), sejumlah personil kepolisian berpakaian sipil mengawal kelangsungan Ujian.
Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Arwin SH, Selasa (15/4/14) menuturkan polisi yang mengawal kelangsungan Ujian berpakaian sipili. Hal itu agar tidak mengganggu konsentrasi para siswa dalam Ujian.
Adapun sekolah yang dikawal Polsek Pangkalan Kerinci baik SMA dan SMK sederajat yang ada di ibu kota Pelalawan tersebut, meliputi SMAN 1, SMAN 2, SMK C9 School, SMA Plus Taruna Andalan, SMK Makmur, SMK PPYHM, SMAN Bernas, SMKN 1 Pangkalan Kerinci.
“Jadi pengawalan kita siapkan mulai dari pengamanan naskah soal dan lembaran jawaban UN yang disimpan di ruang khusus di Mapolsek, hingga pendistribusikan ke sekolah dan pengamanan pelaksanaan UN,” ungkap Arwin.
Selain pengamanan personil berpakaian preman di luar ruang ujian. Juga patroli rutin di lakukan personil Shabara terhadap sekolah-sekolah yang sedang menyelenggarakan pelaksaan UN tersebut. Hingga di hari kedua pelaksanaan UN masih berjalan aman dan lancar.
“Walau sebahagian personil di libatkan pengamanan penghitungan surat suara Pemilihan Legislatif (Pileg) di tingkat kelurahan dan kecamatan. Tapi kita juga tetap siap memberikan pengamanan pelaksanaan UN khusunya di kecamatan Pangkalan Kerinci,” tambah kapolsek.***(fin)
Siak (SegmenNews.com)– Besok, Selasa (15/4/14) masyarakat di dua Tempat Pemilihan Suara (TPS) yakni, TPS 3 di Desa Minas Timur Kecamatan Minas dan TPS 13 di Desa Libo Jaya, Kecamatan Kandis melakukkan Pemilihan Suara Ulang (PSU).
“Direncakan besok (Selasa,red) dua TPS yakni TPS 3 di Kecamatan Minas, dan TPS 13 di Kecamatan Kandis akan melakukan pemilihan ulang. Dan untuk mengawasi terjadinya kecurangan, pihaknya telah menurunkan timnya,” jelas Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Siak Aries Susanto.
Adapun jumlah Dafar Pemilihan Tetap (DPT) untuk TPS 3 atau desa Minas sebanyak 422 orang sedangkan TPS 13 atau Desa Libo Jaya, jumlah DPT 251 orang.
Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Siak Agus Salim bahwa, pemilihan ulang disebabkan tertukarnya surat suara dari dapil II ke IV. Dia memastikan besok akan dilaksanakan pemilihan dengan aman tanpa terkendala logistik lagi.***(rinto)
Wakil Bupati Siak H Alfedri memberi selamat kepada peserta diklat
Siak (SegmenNews.com)- Wakil Bupati Siak H Alfedri membuka Diklat Prajabatan Golongan III angkatan II serta Diklat Prajabatan golongan I dan II angkatan IV formasi K I Provinsi Riau di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak Tahun Anggaran 2014 di Ruang Raja Indra Pahlawan Kantor Bupati Siak, Senin (14/4/14).
Dalam arahannya Wabup menghimbau agar para peserta Diklat untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan ini dengan baik dan penuh disiplin tinggi. Selain itu, PNS sebagai komponen reformasi birokrasi menempatkan PNS sebagai pegawai profesi yang memiliki nilai dasar, etika profesi, kualifikasi dan standar kompetensi yang telah ditetapkan.
Karenanya PNS dituntut profesional, disiplin dan memiliki etos kerja yang tinggi. “Sekarang ini tuntutan terhadap peningkatan kinerja PNS sangatlah tinggi, PNS harus merubah mindset. PNS itu melayani, bukan minta dilayani masyarakat, ini dulu harus benar-benar dipahami para abdi negara,” kata Wabup.
Selanjutnya Wakil Bupati mengharapkan kepada peserta Prajabatan Golongan I, II dan III agar menjadi pegawai yang Profesional, loyal pada pekerjaan dan pimpinan dalam melaksanakan tugas, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan maksimal sebagai konsekwensi kita sebagai abdi masyarakat dan abdi negara.
“Dengan demikian, PNS sebagai unsur utama SDM aparatur Negara, mempunyai peranan yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Sosok PNS yang mampu memainkan peranan tersebut adalah PNS yang mempunyai kompetensi yang diindikasikan dari sikap dan perilakunya yang penuh dengan kesetiaan dan ketaatan kepada negara, bermoral dan bermental baik, professional, sadar akan tanggung jawabnya sebagai pelayan publik, serta mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa, jelasnya.
Wakil Bupati Siak H Alfedri berfoto bersama peserta diklan prajabatan
Pada kesempatan tersebut, kepala BKD Provinsi Riau melalui Sekretarinya Asrizal mengatakan tujuan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan prajabatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika pegawai negeri sipil, disamping pengetahuan dasar tentang penyelenggaraan pemerintahan Negara, bidang tugas dan budaya kerja organisasi agar mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayan masyarakat.
Sebelumnya, Kepala BKD Siak H. Lukman dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan diadakannya Diklat Prajabatan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan Instansi. Selain itu guna menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik dan sasarannya adalah terwujudnya PNS yang mampu melaksanakan tugas-tugas mengelola administrasi yang baik dan professional serta memiliki potensi yang sesuai dengan persyaratan pengangkatan untuk menjadi PNS.
Lebih lanjut Lukman mengatakan, Diklat Prajabatan ini diikuti oleh CPNS golongan III sebanyak 26 orang, CPNS golongan I sebanyak 20 orang dan CPNS golongan II sebanyak 60 orang, dengan jumlah keseluruhan 106 orang. Untuk pelaksanaan CPNS golongan III angkatan II di mulai tanggal 14 sampai 7 2014 selama 24 hari dan untuk golongan I dan II angkatan IV dilaksanakan mulai tanggal 14 April sampai 2 Mei 2014 yaitu selama 19 hari, bertempat di Grand Royal Hotel jalan tengku buang asmara Siak.
Jumlah CPNS yang belum mengikuti diklat prajabatan lanjutnya, sebanyak 807 orang yang terdiri dari formasi K1 sebanyak 271 orang, formasi K2 sebanyak 363 orang dan formasi umum sebanyak 173 orang, Artinya masih ada 701 orang lagi yang belum mengikuti diklat ini. Hal ini akan diselesaikan secara bertahap, jelasnya.
Diklat Prajabatan Golongan I, II dan III dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Siak H Alfedri ditandai dengan pemasangan Tanda Peserta kepada Peserta Diklat. Turut hadir dalam acara tersebut Asisten Administrasi Umum H. Jamaluddin, Sejumlah Staf Ahli Bupati, dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak.***(rinto/adv/hum)
Bupati Syamsuar saat di wawancara media Nasional di Jakarta
Jakarta (SegmenNews.com) – Berbagai langkah & upaya terus dilakukan pemerintah kabupaten Siak dalam menciptakan percepatan pembangunan daerah.
Salah satunya adalah dengan meningkatkan upaya promosi dalam menciptakan peluang investasi. Melalui Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) kabupaten Siak ikut terlibat dalam mempromosikan kabupaten Siak melalui Promosi Perdagangan & Ekonomi atau acara yang bertajuk Apkasi Internasional Trade & Investment Summit 2014 (AITIS).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, senin (14/4) di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta, dan akan berlangsung s/d 17 April 2014.
“Ini adalah upaya percepatan pembangunan ekonomi, salah satunya adalah melakukan promosi potensi daerah guna mencapai peningkatan investasi serta promosi potensi perdagangan.
Peningkatan investasi secara berkelanjutan akan berdampak pada perkembangan dan peningkatan sektor perekonomian masyarakat,” Demikian dikatakan Bupati Siak saat berada di stan pameran BPMPPT Siak, di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, usai mengikuti acara pembukaan.
Kegiatan yang difasilitasi oleh APKASI ini menjadi fasilitator antara pelaku bisnis dalam dan luar negeri dengan para pengambil kebijakan didaerah termasuk pelaku bisnis di kabupaten.
“Dengan demikian pelaku usaha didaerah dapat menjalin hubungan dengan banyak negara secara langsung sehingga daerah bisa memenangkan persaingan pasar,” terang Syamsuar.
Bupati Syamsuar berfoto bersama di Jakarta
AITIS diharapkan dapat meningkatkan daya saing perdagangan dan investasi daerah, baik ditingkat nasional maupun internasional. Dipaparkan Syamsuar, untuk mendukung para pelaku bisnis, kabupaten Siak telah menyiapkan diri untuk memberikan pelayanan dibidang perizinan secara maksimal.
Memberikan kemudahan perizinan dengan cara mendelegasikan wewenang kepada kepala badan terkait termasuk menyelanggarakan PATEN ditingkat kecamatan.
“Memberikan kemudahan-kemudahan bagi para investor terutama dalam pelayanan perizinan, sehingga diharapkan hal ini dapat memacu peluang investasi di Siak,” ujar Syamsuar saat diwawancara JPNN.
Sementara itu menurut Kepala BPMPPT kabupaten Siak Erianto beberapa sektor investasi yang ditawarkan oleh kabupaten Siak diantaranya adalah sektor pertanian dan tanaman pangan yang memiliki jumlah lahan yang cukup luas.
Sektor pariwisata untuk pengembangan kawasan taman nasional zamrud, danau naga sakti termasuk potensi wisata sejarah lainnya. Begitu pula dibidang industri, seperti industri kelapa sawit, industri turunan hasil hutan, industri penunjang migas, pengolahan pupuk, hasil karet dan industri teknologi komunikasi.
Hal yang tak kalah penting lainnya adalah sektor UMKM sebagai bagian dari berkembangnya industri berskala besar. Industri skala kecil seperti UMKM dinilai sangat penting karena sesuai dengan program ekonomi kerakyatan dan mampu bertahan ditengah krisis keuangan global.***(adv/Humas)
Pekanbaru (SegmenNews.com) – Mantan Sekdaprov Riau, H Wan Syamsir Yus, Senin (14/4), diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi Riau., Ia diperiksa sebagai saksi terkait korupsi dana hibah Pemprov di Universitas Islam Riau tahun 2012 lalu.
Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi Riau, Mukhzan SH MH, ketika dikonfirmasi, membenarkan pemeriksaan tersebut. ‘Ia diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi dana hibah Pemprov Riau di UIR,” ujarnya.
Dikatakannya, terkait korupsi dana hibah ini, penyidik Kejaksaan Tinggi Riau sudah menetapkan dua orang tersangka, yakni Said Fazli dan Emrizal. Keduanya merupakan Sekretais dan Bendahara Penelitian Bersama yang berjudul Dampak Pembangunan Terhadap Lingkungan di Riau.
“Jadi, Wan Syamsir Yus kita mintai keterangan terkait proses pencairan anggaran dana hibah ke Pemprov itu. Karena pada tahun 2012 lalu Sekda dijabat oleh Wan Syamsir Yus,” ujarnya.
Dikatakan Mukhzan, dugaan korupsi ini bermula adanya dana hibah sebesar Rp1 miliar yang diberikan Pemerintah Provinsi Riau kepada Universitas Islam Riau tahun 2011 sebesar Rp1 miliar dan tahun 2012, Rp1,8 miliar, sehingga totalnya Rp2,8 miliar.
Dana yang telah dipergunakan ini kemudian dibuat laporan pertanggungjawabannya oleh tim. Dari penyelidikan diketahui laporan pertanggungjawaban tersebut beberapa bagian di antaranya fiktif. (hasran)