Beranda blog Halaman 2674

Tampil Sexi Saat Kampanye, Lia Emilia Pernah Dicekal

Lia Emilia (kapanlagi.com)
Lia Emilia (kapanlagi.com)

SegmenNews.com– Sudah jadi rahasia umum, dangdut merupakan alat pengumpul massa yang ampuh saat kampanye. Karena itu ketika musim kampanye tiba, penyanyi dangdut pun ketiban.

Namun hampir semua pedangdut perempuan mengenakan busana ketat dipadu rok pendek. Sehingga kadang, maaf, terlihat bagian pribadi si artis kala melenggak lenggok mengikuti alunan musik di sela nyanyi. Moment ini pun diabadikan media untuk kemudian diberitakan. Alhasil si penyanyi akhirnya dicekal, dan hal tersebut pernah dialami Lia Emilia.

“Paling aman untuk gak jadi incaran para insan media, ya harus pake kostum yang lebih sesuai. Karena Lia pernah alami juga, bahkan sampai kena cekal, tapi itu dulu. Dengan berjalannya waktu kan kita bisa belajar untuk tampil lebih baik lagi,” tuturnya, Selasa (1/4/14).

Lia Emilia (kapanlagi.com)
Lia Emilia (kapanlagi.com)

Apalagi saat musim kampanye, lanjutnya kepada KapanLagi.com, para peserta selalu membawa anak-anak. Sehingga secara tidak langsung mereka menyaksikan aksi penyanyi dangdut di atas panggung.

“Apalagi ketika kampanye, anak-anak kecil sangat banyak,” kata pelantun Cinta Stereo ciptaan Fahim ini.

Karena itu ia meminta agar pedangdut jeli melihat lokasi manggung. Sehingga tidak lagi jadi incaran media yang tugasnya mencari berita menarik.

“Ya namanya media, itu pasti satu hal yang sangat menarik perhatian khusus. Karena itu pasti akan jadi bahan berita yang menarik, di mana seorang artis nyanyi sampe CD terlihat tanpa disadari,” ucap Lia.

Red: Sondri
sumber: kapanlagi.com

Daus Mini Menangis Ingat Anak

yunita dausSegmenNews.com – Komedian Daus Mini memang terlihat tegar saat membicarakan perceraiannya dengan sang istri, Yunita Lestari.

Namun, saat awak media menanyakan soal anak, Ivander Haykal, yang akan ikut ibunya setelah bercerai, dia langsung menangis.

“Sekarang gini, bapak mana yang nggak sayang anak? Sebejat-bejatnya bapak, yang namanya anak pasti punya rasa kangen, begitu juga saya sama Babang (panggilan Daus untuk Ivander Haykal),” ujarnya di kawasan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (31/3).

Karena tidak kuat, Daus meminta agar pertanyaan soal anak tidak lagi ditanyakan. “Yang Daus tangisin itu kalau sudah bahas anak, orang tua, ayah, itu paling nggak kuat. Kalau masalah perceraian insya Allah Daus siap. Kalau memang jalannya begini ya sudah,” katanya.

“Kok mau bahas Babang, kan sudah bilang nanti nangis lagi, jangan bahas Babang, kasihan, dia nggak tahu apa-apa, jangan bahas Babang lah,” pinta Daus.

Daus sendiri hingga kini juga tidak mau blak-blakan soal penyebab utama perceraian rumah tangganya yang dibangun sejak 17 Juli 2011 lalu itu.***

Red: deni
sumber:kapanlagi.com

Lamborghini, Jadi Mobil Sport Impian Baby Sexiola

Baby Sexiola © KapanLagi.com
Baby Sexiola © KapanLagi.com

SegmenNews.com- Memiliki sebuah mobil sport Peugeot RCZ belum membuat penyanyi Baby Sexiola puas. Dia masih memiliki impian untuk memiliki mobil sport jenis lain, yakni Lamborghini.

“Yang diincer lagi ada sih pengen ada peningkatan. Pengen punya Lamborgini, tapi ini gak kalah keren. Seperti yang tadi aku bilang selain sporty mobil ini sensual,” ungkapnya saat ditemui di kawasan Sentul, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Kecintaan Baby pada mobil sport muncul sejak kecil. Dia merasa, saat mengendarai mobil sport makin percaya diri. Saking bermimpi ingin memiliki mobil sport, Baby pun memajang poster-poster mobil sport di rumahnya.

Cita-citanya sih dari kecil ya. Alhamdulillah selalu ditanam dalam pikiran dan hati dan selalu dipajang foto-foto mobil sport di kamar akhirnya tercapai juga beli mobil sport,” terangnya.

Pilihannya saat ini memang jatuh kepada mobil Peugeot RCZ. Menurutnya, mobil yang dimilikinya kini memiliki keunikan dibanding mobil sport lainnya.

“Mobil ini antik juga dan jarang yang pakai. Karena ini lihat ada belahannya di belakang. Ini sport tapi cewek banget,” katanya.***

Red: deni
sumber:kapanlagi.com

Jelang Pemilu, Dana Bansos kok Meningkat Tajam

rupiahSegmenNews.com- Menjelang Pemilu 2014, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus ada indikasi kementerian ditunggangi petinggi partai politik terkait pencairan dana bantuan sosial atau bansos. KPK menduga terdapat 14 kementerian.

Hal itu disampaikan Direktur Litbang KPK, Roni Dwi Santoso saat jumpa pers di Gedung KPK. Dia menambahkan, terdapat kenaikan luar biasa dari dana tersebut.

“Ada kenaikan spektakuler dari hibah dari APBD sebanyak 30 persen. Ada kenaikan dana itu ada di 14 kementerian itu. Jadi ada kenaikan angka. Saya lupa persisnya. Kementerian itu di antaranya, Kementan, Kemenkop, Kemensos, Kemenpera, Kementerian Pertanian, Kemendikbud ada, Kementerian Kesehatan ada dan lain-lain,” kata Roni di Jakarta, Selasa (1/4/14).

Roni menambahkan, setidaknya dalam kajian lembaga komisi antikorupsi tersebut ditemukan modus-modus yang dipakai dalam penyelewengan dana bantuan sosial. Di antaranya, ada bansos yang tidak tepat sasaran, tumpang tindih, tidak akuntabel, dan tidak transparan.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menyebut banyaknya penyelewengan dana bansos akibat sistem pemerintahan yang tidak tepat. Sebab, banyak kementerian yang dipimpin orang dari partai politik.

Walaupun hal lumrah, kata Busyro, hal itu mempunyai dampak rumit ke depannya. Maka dari itu, pihaknya berharap presiden pengganti Susilo Bambang Yudhoyono mampu mengambil pelajaran atas hal tersebut.

“Itu hal lumrah yang tidak terhindarkan. Tapi timbulkan permasalahan-permasalahan yang rumit. Ini pelajaran bagi presiden yang akan datang. Kalau pilih (menteri) jangan dari politisi-politisi sepenuhnya,” tegasnya.***

Red: hasran
sumber: merdeka

Bus Sentosa Trans Terbalik di Siak, 15 Luka-luka

Bus Sentosa Trans Terbalik di Siak jalan simpang gondrong Kecamatan Tualang
Bus Sentosa Trans Terbalik di Siak jalan simpang gondrong Kecamatan Tualang

Tualang (SegmenNews.com)- Sebanyak 15 orang penumpang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan, akibat mobil bus Sentosa Trans nomor polisi (Nopol) BK 7841 LC yang mereka tumpangi tergelincir hingga keluar jalur, sehingga mobil tersebut terbalik hilang kendali.

Kejadian naas tersebut terjadi, Selasa (1/4/14) sekitar pukul 06.00 WIB dikitaran jalan simpang gondrong Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.

Bermula, bus yang di kemudikan oleh Parlindungan Sihombing (44) melaju dengan kecepatan tinggi menuju Pangkalan Keinci, ntah kenapa tiba-tiba mobil tergelincir dan terbalik.

“Kami mau ke Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Pas di simpang gondrong itu, saya kurangi kecepatan, tapi tiba-tiba bus terasa melayang dan terbalik. Saat itu penumpang sekitar 15 orang,” kata Parlindungan Sihombing.

Rata-rata 15 penumpang mengalami luka-luka, tapi setelah dirawat, 12 penumpang diperbolehkan pulang, sementara 3 orang penumpang lagi masih dirawat. Masing-masing 1 di RS Pelalawan, dan 2 di RSUD Arifin Ahman Pekanbaru.

Saat ini sopir bus tersebut diamankan di Mapolsek Tualang Siak.***(rinto)

Waduh! Mobil Anggota DPRD Kuansing Diembat Maling

int
int

Teluk Kuantan (SegmenNews.com)- Mobil L-300, milik anggota DPRD Kuantan Singingi H Nayarlis yang juga tokoh masyarakat Kecamatan Pangean dibawa kabur pencuri pada Senin (31/3/2014) dinihari.

Atas kejadian itu, tokoh masyarakat Kecamatan Pangean ini mengalami kerugian sekitar Rp140 juta. Atas kehilangan itu, korban sudah melaporkan peristiwa itu ke pihak Kepolisian.

“Kita sudah laporkan kepada pihak kepolisian, mudah-mudahan polisi bisa menangkap pelakunya,” ujar Nayarlis, Selasa (1/4/2014).

Sebelum dibawa kabur kata Nayarlis, Mobil L-300 dengan nomor polisi BM 9858 KB miliknya itu diparkir di rumah anaknya Ison, yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya di Dusun Bunga Tanjung, Desa Pasar Baru Pangean.

Sekitar pukul 11.00 sampai 00.00 WIB, mobil tersebut masih terparkir di rumah Ison. Menurut Nayarlis, mobil diketahui telah hilang sekitar pukul 03.00 Wib dinihari. “Memang rumahnya tidak dipagar sama sekali,” katanya.

Sementara itu Kapolres Kuansing AKBP Bayuaji Irawan SH SIK melalui Kasubag Humas Polres, Ipda Musabi yang dikonfirmasi secara terpisah mengaku mengetahui kejadian tersebut. Namun pihaknya dari Polres belum dilaporkan oleh Polsek setempat. “Memang benar infonya ada mobil L-300 milik pak haji Nayarlis dibawa maling,” katanya.***(ktc/sn)

Kasus Karhutla, Kejati Riau Hanya Terima Berkas Masyarakat, SPDP PT NSP Belum

Kebun Sagu Terbakar
Kebun Sagu Terbakar

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Meski Kapolda Riau, Brigjen Pol Condro Kirono, menyatakan pihaknya sudah meningkatkan status perkara kebakaran lahan ke penyidikan, namun hingga kini Kejati Riau belum menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan.

Hal ini dibenarkan Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Riau, Akmal Abbas, SH MH, ketika ditemui, Selasa (1/4/2014).
“Kita memang ada mendengar melalui media bahwa ada korporasi yang telah ditingkatkan penyidikannya terkait kebakaran lahan, namun kita belum ada menerima SPDP nya,” ujar Akmal Abbas.

Dikatakannya, sejauh ini Kejaksaan Tinggi Riau baru menerima berkas dan SPDP kebakaran lahan atas tersangka masyarakat. “Seharusnya apabila penyidik sudah melakukan penyidikan terhadap suatu perkara, maka sesegera mungkin mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan,” ujarnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, saat ini ada 27 berkas perkara dengan 33 tersangka yang diserahkan penyidik Polda ke Kejati Riau dengan 33 tersangka,” ujarnya.

Dari 27 berkas perkara itu, lanjut Akmal Abbas, 16 di antaranya SPDP. 6 berkas perkara sudah tahap I dan 5 perkara lagi dikembalikan kepada penyidik untuk dilengkapi (P19).

“Perkara yang P19 itu salah satunya kasus lahan di Rumbai, Pekanbaru. Pada kasus ini kita melihat ada keanehan. Masyarakat dijadikan tersangka kebakaran lahan orang lain padahal antara lahan tersangka dan orang lain itu masih ada lahan milik lainnya namun tidak terbakar, sehingga perlu pembuktian apakah kebakaran lahan milik orang lain itu disebabkan kebakaran lahan masyarakat ini,’ terang Akmal.***(Fai/achir)

Isu Jokowi akan Dibunuh untuk Sudutkan Prabowo

Calon Presiden PDI Perjuangan Joko Widodo menyambangi para petani di Dusun Dirgo, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (31/3/2014).
Calon Presiden PDI Perjuangan Joko Widodo menyambangi para petani di Dusun Dirgo, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Senin (31/3/2014)tribun

SegmenNews.com- Merebaknya isu rencana pembunuhan terhadap capres PDIP, Joko Widodo (Jokowi) diduga sebagai upaya menggiring wacana untuk menyudutkan Prabowo Subianto. Hal ini dimaksudkan, agar capres Partai Gerindra itu, dituding sebagai aktor intelektualnya.

“Setelah mencermati makin derasnya isu pembunuhan terhadap Jokowi itu, saya menduga ada upaya menggiring wacana bahwa Prabowo Subianto sebagai aktor intelektualnya. Saya yakin isu ini sengaja dikembangkan untuk menyudutkan Prabowo,” kata Sekjen DPP Partai Republik, Heru B Arifin dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Selasa (1/4/2014).

Menurutnya, ada pihak ketiga yang dengan sengaja ingin menggagalkan kemenangan Prabowo pada dalam Pilpres 2014 nanti.

“Ada sejumlah indikator penting yang diciptakan, agar Prabowo gagal menjadi presiden. Prabowo ‘digergaji’ dari luar dan dalam,” ungkapnya.

Ada beberapa faktor untuk sengaja terus mengembuskan isu tersebut. Pertama, sabotase PDIP. Dengan begitu ada yang sengaja menciptakan, agar Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengkhianati perjanjian Batu Tulis yang disepakatinya dengan Prabowo pada 2009.

“Sesuai perjanjian, seharusnya PDIP mendukung Prabowo sebagai capres pada Pemilu 2014 ini. Itu komitmen politik yang harus dipatuhi PDIP. Tapi dengan berbagai alasan, ada yang menggiring agar PDIP mengingkari perjanjian ini,” ungkap Heru.

Faktor kedua, yakni memunculkan Jokowi sebagai capres dan mengkhianati komitmen yang dibangun antara Prabowo dan Jokowi.
“Yang membawa Jokowi maju sebagai Gubernur DKI adalah Prabowo. Komitmennya agar Jokowi mendukung Prabowo sebagai capres. Ada pihak-pihak yang kemudian memutarbalikkan fakta-fakta ini, sehingga Jokowi menciderai komitmennya sendiri,” ujarnya.

Faktor ketiga, ancaman pembunuhan Jokowi untuk menyudutkan Prabowo dengan alasan sebagai pihak yang ingin balas dendam akibat dikhianati.

“Skenario pembunuhan ini ternyata dikembangkan oleh pihak-pihak tertentu agar semua orang menuding Prabowo sebagai pelakunya. Motifnya balas dendam akibat dikhianati Megawati dalam perjanjian Batu Tulis dan dikhianati Jokowi,” imbuh Heru.

Heru sangat berharap ancaman pembunuhan terhadap Jokowi tidak terjadi. Ia meyakini kabar ini dikembangkan untuk mengadu domba kepentingan dalam negeri, agar asing bisa leluasa mengatur pemerintahan ke depan. “Ini bagian dari konspirasi asing untuk terus menguasai Indonesia,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Presiden SBY dalam rapat paripurna kabinet, telah menginstruksikan aparat kepolisian untuk bekerja serius menjaga keamanan selama pelaksanaan Pemilu 2014. Tidak hanya bagi caleg parpol, melainkan juga bagi capres.

Hal itu dilakukan, agar caleg dan capres bisa menyampaikan visi misi dan debat dengan suasana aman, serta bebas dari ancaman dan intimidasi.

Sebelumnya diberitakan, adanya ancaman pembunuhan terhadap Jokowi, setelah dia maju sebagai capres PDIP. Isu ini sudah merebak lima bulan sebelumnya, namun baru terungkap baru-baru ini. Sebelumnya, juga ramai diberitakan Jokowi juga disadap dan mendapat serangkaian teror.***

Red: Sondri
sumber: tribunnews.com

Kisah Cabe Cabean, Dini Lepas Kegadisannya Rp 15 juta

cabe-cabean-jakartaSegmenNews.com– Kisah pelaku cabe-cabean ada macam-macam. Lain Dini dan lain pula cerita Sasya. Dini tadinya ‘cabe’ di arena balapan liar. Dia jadi piala bergilir ‘pebalap liar’ remaja sejak kelas 1 SMP.

Saat masih kelas II SMP, Dini sudah melepas kegadisannya senilai Rp 15 juta. Sekarang Dini sudah berhenti jadi ‘cabe’ di balapan liar.

Chito kenal Dini sudah lama. Sejak Chito sering ikut balapan liar ketika Dini masih SMP sudah jadi ‘cabe-cabean’ di balapan liar. Dini tertarik dengan Chito karena terkenal.

Setelah lama hubungan antara Chito dan Dini berakhir, tiba-tiba Dini menghubungi Chito tiga bulan lalu. Dini meminta Chito memasarkan dirinya. Chito pun mengiyakan. Rupanya sejak tak berhubungan lagi dengan Chito, Dini menjajakan sendiri.

Imbalan untuk Chito tak besar. Setiap habis disewa Dini cuma mengajak Chito nongkrong, dibelikan minuman keras dan makanan lain. “Paling dia habiskan Rp 100.000 untuk saya,” ucap Kemplang kepada Warta Kota. (Warta Kota)

Keterangan foto: Tiga gadis belia yang ditangkap di arena balap liar di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (29/3/2014)

Red: hasran
sumber: tribunnews.com

 

Tes Urin, Lima Oknum Polisi di Polresta Pekanbaru Positif Narkoba

Petugas BNNK Pekanbaru mengumpulkan urine semua anggota Polresta Pekanbaru untuk diperiksa (foto tribun)
Petugas BNNK Pekanbaru mengumpulkan urine semua anggota Polresta Pekanbaru untuk diperiksa (foto tribun)

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Keterlibatan oknum polisi dalan penyalahgunaan narkoba terungkap sudah. Selasa (1/4/2014) pagi, sebanyak lima oknum polisi yang menjalani pemeriksaan urine di Mapolresta Pekanbaru, dinyatakan positif narkoba. Bahkan, kelima oknum tersebut, langsung diamankan oleh pihak Propam Polresta Pekanbaru.

Hal ini, diungkapkan Waka Polresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono kepada Tribunpekanbaru.com usai memantau pengambilan urine semua personil di lingkungan Mapolresta Pekanbaru. Kelima oknum polisi itu, kata Putut, akan segera menjalani pemeriksaan di Propam Polresta Pekanbaru.

“Selama menjalani pemeriksaan, kelima oknum tersebut juga menjalani proses pembinaan di Mapolresta Pekanbaru. Setelah proses pemeriksaannya selesai, kelima oknum itu langsung menjalani sidang disiplin,” ujarnya Putut.

Untuk sanksinya, lanjut putut, bermacam-macam. Ada yang menjalani kurungan selama 21 hari, ada juga yang demosi dan mutasi.

“Kalau untuk dipecat, kemungkinan tidak ada. Pemecatan dilakukan melalui Komisi Kode Etik Polri. Dan itu, hanya untuk oknum polisi yang sudah lebih tiga kali terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba,” bebernya.

Tes urine narkoba ini, tambahnya, diikuti 565 personil Polri yang terdiri dari periwa dan bintara. Namun, untuk hari ini, yang baru mengikuti tes urine, hanya 480 orang. Sisanya, menyusul dalam waktu dekat ini, karena sedang ada tugas.
“Kemungkinan, besok pagi, semuanyua sudah klir,” tutur Putut.***

Red: Son
sumber: pekanbaru.tribunnews.com