Beranda blog Halaman 2675

Siti Badriah Ramaikan Kampanye Akbar Partai Golkar di Pelalawan

sitiPelalawan (SegmenNews.com)- Artis dangdut Ibukota Jakarta, Siti Badriah menggoyang ribuan kades dan simpatisan partai Golkar dalam kampanye akbar di lapangan sepak bola Pangkalan Kerinci, Selasa (1/4/14).

Kampanye akbar Partai Golkar tersebut dihadiri Ketua Dewan Penasehat DPP Partai Golkar Akbar Tanjung, Ketua DPD 1 Propinsi H Annas Ma’amun dan Ketua DPD II Kabupaten Pelalawan HM Harris serta caleg-caleg yang di daerah kabupaten pelalawan.

Sebanyak puluhan paduan suara dari SMA Bernas Pangkalan Kerinci juga ikut meriahkan kampanye dengan menyayikan lagu Indonesia Raya dan lagu Hipmi Partai Golkar.

Saat sambutan Ketua Dewan Penasehat DPP Partai Golkar Akbar Tanjung mengatakan, selama kampanye Partai Golkar tahun 2014 di 15 Propinsi yang di Indonesia, mengacungkan jempol buat simpatisan Kabupaten Pelalawan yang paling ramai.

Partai Golkar sebuah partai yang besar yang berdiri pada tahun 1971 sampai 2009 sebanyak 60 atau 70 persen yang bergabung dan sangat peduli.

Akbar Tanjung juga mengatakan, bukti peduli kepada masyarakat, sudah banyaknya pembangunan yang sudah didirikan oleh Bupati Pelalawan yang berasal dari Partai Golkar. Partai Golkar akan bangun dari tidur, dengan menyongsong era reformasi yang baru.

“Partai Golkar akan menyusun agenda pembangunan setiap daerah di Indonesia, agenda itu bukan 5 tahun lagi melainkan 10 tahun akan datang,” ungkapnya.

Katanya lagi, Kabupaten Pelalawan yang mempunyai sumber daya alam (SDA) yang sangat luas, dengan dipilihnya Bupati dari Partai Golkar akan memanfaatkan SDA dengan membangunan daerah Teknopolitan di Indonesia khususnya Propinsi Riau untuk menciptakan SDM yang siap bersaing secara nasional maupun internasional.

Hal yang sama juga disampaikan, Ketua DPD II Kabupaten Pelalawan HM Harris mengatakan, bahwa semua kadernya yang maju menjadi Caleg, baik untuk Kabupaten Pelalawan, Provinsi maupun untuk DPR RI sudah siap memikul amanah untuk periode lima tahun kedepan. Sebab caleg Partai Golkar Pelelawan, sudah lulus seleksi. Semuanya, adalah intelektual yang mampu memegang amanah dengan baik.

Diakui Harris, pihaknya teliti dalam hal memilih kader yang diusung menjadi Caleg. Sehingga semuanya sudah lulus seleksi.
“Jadi, saya juga berharap agar masyarakat Pelalawan, jangan tidak mengunakan hak pilihnya. Pilihlah caleg yang bisa mewakili aspirasi masyarakat untuk lima tahun ke depan,” imbaunya.***(fin)

Pemkab Siak dan BPKP Riau Entry Briefing

Bupati Siak H Syamsuar pimpin rapat entri briefing bersama BPK RI Perwakilan Riau di kantor Bupati Siak
Bupati Siak H Syamsuar pimpin rapat entri briefing bersama BPK RI Perwakilan Riau di kantor Bupati Siak

Siak (SegmenNews.com)– Pemerintah Kabupaten Siak bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Riau, Selasa (1/4/2014) menggelar Entry Briefing yang dilaksanakan di ruang Raja Indra Pahlawan Kantor Bupati Siak.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Siak tahun 2013. Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Siak H Syamsuar, Wakil Bupati Siak H Alfedri, Sekda H.T Said Hamzah, Tim Pemeriksa dari BPK RI dan seluruh pimpinan SKPD yang ada di kabupaten Siak.***(hms)

Waduh, Warga Serobot Tanah SMAN Bernas Pelalawan

Bangunan rumah warga masuk tanah sekolah
Bangunan rumah warga masuk tanah sekolah

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Tanah sekolah SMAN Bernas di Jalan Abdul Jalil, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan merupakan aset Pemda diduga telah diserobot warga. Bahkan, Warga membangun dapur masuk ke dalam tanah pekarangan sekolah hingga kawat pembatas rusak.

Wakil Bupati (Wabup) Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim yang mendapat laporan dari Kepala Sekolah SMAN Bernas Syamsuar didampingi Kadisdik Pelalawan MD Rizal MP turun mengecek ke lahan tersebut, Selasa (1/4/14).

“Dulunya ini lahan bakti Praja dan telah di hibahkan untuk pembangunan sekolah Bernas seluas 3 hektar. Tapi sekarang malah ada bangunan rumah warga, jadi kita akan cek dulu tapas batasnya,” ujar Wabup.

Kedatangan Wabup bersama rombongan itu sebelumnya untuk melihat pelaksanan UASBN di SMPN Bernas, setelah itu menijau bangunan SMAN Bernas yang letaknya bersebalahan. Tapi setibanya di halaman SMAN Bernas, dibibir pagar ditemukan pipa paralon besar menemper di tembok banah.

“Pipa saluran pembuangan air rumah warga ke parit juga masuk ke halaman sekolah, selain bangunan rumah telah menengenai tahan sekolah. Kita sudah laporkan ke pihak RT setempat, secara lisan tapi tidak ada tanggapan, dan mereka tetap membangun,” kata Kepsek SMAN Bernas.

Maka kondisi dugaan penyerobotan lahan sekolah itu tidak disia-siakan oleh Kepsek untuk di sampaikan kepada Wabup dan Kadisdik mengenai kondisi tersebut. Hingga pembatas yang dibaut pagar kawat mengelilingi sekolah rusak akibat terkena bagunan dapur rumah warga yang permanen.

“Jadi nanti kita bandingkan surat tanah sekolah yang merupakan aset Pemda dengan warga. Karena mereka membangun sudah pasti ada dasar surat tanahnya,” ulas Marwan.***(fin)

 

Bocah Kelas 1 SD Tewas Dikeroyok

matiSegmenNews.com – Malang benar nasib MS (6). Siswa kelas I sebuah SD Inpres itu mengembuskan nafas terakhir di RSU Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (31/3/2014) dini hari.

Korban dirawat selama lima hari setelah sebelumnya dikeroyok oleh tiga teman sekelasnya saat jam istirahat.

Peristiwa pengeroyokan yang menewaskan MS sempat ditutupi keluarga korban. Pihak Polsek Tamalanrea pun mengaku belum menerima laporan dari keluarga korban.

Kapolsek Tamalanrea, Kompol Ahmad Yulias, mengatakan, pihaknya baru mengetahui kasus tersebut berdasarkan laporan masyarakat. Ia langsung memerintahkan anggotanya ke rumah korban. Namun sampai saat ini belum ada laporan lanjutan.

Menurut Yulias, kasus ini diduga pengeroyokan oleh teman kelas korban yang masih sama-sama di bawah umur.

”Ketiga pelakunya masih anak-anak. Mereka di bawah umur. Kami tidak bisa menahannya. Tapi kami akan proses jika ada laporan resminya ke kantor polsek,” kata Yulias.

Pengeroyokan diketahui terjadi di halaman sekolah. Belum diketahui pasti motif pengeroyokan tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Mahmud BS, mengaku belum mendapat laporan resmi dari sekolah tersebut. Namun, ia mendesak kepolisian agar segera mengusut kasus ini.***

Red: Sondri

Sumber : okezone

 

Hari Pertama UASBN, Wabup Marwan Kunjungi SMPN Bernas

Drs H Marwan Ibrahim
Drs H Marwan Ibrahim

Pelalawan (SegmenNews.com)- Wakil Bupati Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim meninjau pelaksanaan ujian akhir sekolah berstandart nasional (UASBN) dihari pertama pelaksanaan di SMPN Bernas, Pangkalan Kerinci, Selasa (1/4/14).

Siswa SMPN Bernas yang mengikuti UASBN sebanyak 113 siswa, yang terbagi menjadi 6 ruangan. Para siswa bersemangat untuk menjawab pertanyaan dilembar pertanyaan yang telah dibagikan.

Pengawasan ujian yang dilakukan oleh pihak guru sangat ketat, siswa tidak bisa melirik keteman sebelah. Ujian berjalan dengan tenang dan lancar. Ujian akan berlangsung selama seminggu nantinya.

Wabup mengatakan, tinjauan pagi memastikan pelaksanaan ujian UASBN tingkat SMP se Kabupaten Pelalawan. Dia berharap tidak ada kendala yang berarti dalam ujian. Sehingga para siswa SMP bisa meraih nilai tertinggi tingkat Propinsi maupun Nasional nantinya.

Bagi pengawas, Marwan meminta agar memberi pengawasan yang baik selama ujian berlangsung dan meminta para pengajar dan pemangku kepentingan lainnya dalam dunia pendidikan terus membimbing para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih lanjut guna menjalankan program wajib belajar sembilan tahun.

“Alhamdulillah, di hari pertama ini, tak ada kendala yang terjadi. Artinya, semua soal-soal lancar begitu juga dengan lembar jawabannya. Untuk pelaksanaan UN tingkat SMP ini, tak ada kita dapati permasalahan-permasalahan yang krusial,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan, MD Rizal mengatakan, untuk soal UASBN pihak Disdik Pelalawan yang membuat, namun untuk kisi-kisinya tetap dari pusat. “Kisi-kisi dari pusat, namun soal kita yang membuat,” ungkapnya.

“Saat ini semua siswa yang ada di 12 kecamatan sudah siap untuk menghadapi UASBN. Berbagai kegiatan pemantapan belajar dan uji coba ujian telah dilaksanakan di sekolah,” jelasnya.

Lanjutnya, pemantapan belajar merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan nilai prestasi siswa. Tetap menargetkan tingkat kelulusan UASBN tahun ajaran 2013-2014 bisa mencapai 100 persen.***(fin)

Caleg Stres Masalah Serius Bukan Sebuah Lelucon

caleg stresSegmenNews.com- Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof HB Saanin, Gadut, Padang Kurniawan S, menyebutkan stres yang dialami calon legislatif (caleg) setelah mengalami kegagalan dalam pemilihan umum (Pemilu) bukan sebuah lelucon ini akan menjadi lebih serius jika tak ditangani dengan cepat.

“Sikap yang menganggap lucu stresnya para caleg (yang gagal dalam pemilu) itu karena masih banyak yang tidak mengetahui jika permasalahan jiwa bukan permasalahan kecil,” katanya di Padang, Senin (31/3/14).

Ia mengatakan jangan berfokus kepada status orang tersebut sebagai caleg, melainkan kepada permasalahan stres yang sedang dialaminya. Ia juga menyesalkan dampak dari opini lelucon yang ada di masyarakat tersebut, seakan menghukum para caleg yang gagal dalam pemilu sehingga mengalami stres.

Ia mengatakan hal ini akan berefek pada keinginan keluarga dari caleg yang mengalami stres tersebut untuk berobat atau merawatnya hanya karena tidak ingin menjadi tertawaan masyarakat.

“Opini itu harus segera diubah. Yang harus diingat adalah mereka (caleg yang stres) adalah seorang yang sedang sakit, dan butuh kesembuhan,” katanya.

Ia menyebutkan, permasalahan jiwa itu harus dilakukan penanganan sesegera mungkin untuk menghindari meningkatnya permasalahan gangguan jiwa tersebut menjadi lebih berat. “Jika telah masuk dalam gejala berat, penyembuhannya pun lebih susah. Untuk itu penyembuhan secepatnya dalam gejala ringan diperlukan,” katanya.***

Red: hasran
sumber: republika.co.id

Penantian Hukuman Mati, Satinah Rajut Tas dan Topi Untuk Anaknya

Satinah (41, tengah), tenaga kerja Indonesia asal Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang terancam hukuman mati di Arab Saudi, ketika bersama kakaknya, Paeri (43) dan anaknya, Nur Afriana (20) yang berkunjung ke penjara Buraidah. (foto kompas)

SegmenNews.com- Apa saja yang dilakukan Satinah selama menunggu eksekusi hukuman pancung di dalam penjara Arab Saudi?

Sulastri (41), kakak ipar Satinah, mengungkapkan, selain menyibukkan diri beribadah dan membaca Al Qur’an, Satinah juga membuat kerajinan tangan aneka rajutan dari benang wol berupa tas dan topi.

Otoritas penjara setempat, memberikan cukup penghargaan kepada Satinah atas ketekunannya membuat kerajinan tangan dari benang wol tersebut.

Ia menerima beberapa riyal setiap bulannya, untuk bisa sedikit ditabung. Sedikit hasil karyanya yang bisa dilihat di Indonesia adalah, dua tas masing-masing berwana merah dan coklat dengan motif bunga.

Selain itu, ia juga membuat sebuah topi. Tas dan topi itu, pernah dikirimkan Satinah untuk anak tunggalnya, Nur Apriana (20).

Hasil karya Satinah tersebut, bisa sampai ke tangan Nur tentu tidak melalui proses yang mudah. Ketatnya penjagaan untuk para pesakitan di penjara Arab, membuat Satinah mustahil memberikan ataupun mengirimkan sesuatu ke keluarganya di Ungaran.

Menurut Sulastri, buah tangan Satinah itu dititipkan kepada TKW teman satu selnya yang sudah terlebih dahulu bebas sekitar tahun 2010.

“Tas dan topinya itu dititipkan Satinah lewat temannya, TKW asal Demak,” ungkap Sulastri didampingi suaminya yang juga kakak kandung Satinah, Paeri Al Feri, Senin (31/3/2014).

Dua tas dan topi rajut itu, mungkin nilai rupiahnya tidak seberapa. Namun, menurut Sulastri, bagi Nur Apriana dan keluarganya di Ungaran, barang-barang itu sangatlah berharga dan akan selalu menjadi kenangan yang tak akan dilupakan.

Hari-hari terakhir menjelang batas akhir pembayaran diyat Satinah yang diketahui masih sampai 3 April 2014 itu menjadi masa paling dramatis bagi keluarganya di Ungaran.

Menurut Sulastri, hanya doa yang selalu dipanjatkan oleh keluarga agar Tim Khusus Pemerintah yang tengah melakukan negosiasi dengan keluarga eks majikan Satinah, bisa meloloskan Satinah dari hukuman pancung.***

Keterangan foto: Satinah (41, tengah), tenaga kerja Indonesia asal Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, yang terancam hukuman mati di Arab Saudi, ketika bersama kakaknya, Paeri (43) dan anaknya, Nur Afriana (20) yang berkunjung ke penjara Buraidah. (foto kompas)

Red: hasran
sumber: tribunnews.com

Polisi Buru Pemilik 10 Ton Pupuk Ilegal

ilus.jpkPangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Pasca penangkapan pupuk non SNI dan dokumen merk Gurita yang diduga ilegal. Tim Sat Reskrim Polres Pelalawan saat ini masih dalam pelacakan dan pengejaran terhadap pemilik dan penampung pupuk.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Bimo Ariyanto SH SIK, Senin (31/3/14) mengaku pihaknya sedang menyelidiki pemilik dan penampung pupuk tersebut.

“Sekarang kasus penangkapan pupuk itua masih kita kembangkan untuk mencari siapa pemilik dan penampung pupuk itu,” ujar Kasat Reskrim.

Sementara pihak kepolisian masih mengamankan supir truk bernopol BA 8275 LU yang membawa pupuk, Jase Saputra (48) warga obilin, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar bersama 10 ton pupuk sebagai barang bukti.

Untuk sementara supir truk hanya mengaku sebagai supir pengantar barang dari Cianjur menuju Pekanbaru, sementara pemiliknya tidak diketahuinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, truk pengangkut pupuk ilegal seberat 10 ton itu di amankan di Bandar Sei Kijang oleh Satlantas saat razia, Kamis (27/3/14) . Sayangnya sopir truk tak bisa menunjukkan SIM dengan alasan ditilang diperjalanan.

Curiga, polisi memeriksa barang bawaan, dam ditemukan pupuk non SNI dan tanpa dokumen lengkap.***(fin)

Keluarga Indra Kini Tak Milik Rumah Lagi

ilustrasi
ilustrasi

Pelalawan (SegmenNews.com)- Pasca terbakarnya rumah semi permanen di dusun Kepayang, RT04/RW02, desa Sungai Ara, Kecamatan Pangkalan Pelalawan milik keluarga Indra (44) bersama keluarganya. Kini keluarga kecil itu tak mempunyai rumah lagi.

Dikatakan Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Paur Humas Ipda Edy Haryanto, Senin (31/3/14) dalam kebakaran yang terjadi, Sabtu (29/3) dini hari sekitar 03.00 WIB dinihari itu diduga akibat arus pendek, rumah Indra rata dengan tanah. Sementara kerugian ditaksir senilai Rp150 juta.

Dalam peristiwa itu, tak satupun harta benda terselamatkan, hanya pakaian yang melekat dibadan yang bisa mereka pakai. Sebab, saat kejadian, keluarga indra sedang tertidur pulas, hanya saja istri yang terbangun melihat api sudah mengelilini rumah mereka.

“Kebakaran itu tidak ada korban jiwa, namun dari hasil penyelidikan kebakaran diduga dari arus pendek dengan kerugian ditaksir sebesar Rp150 juta,” jelas Paur Humas.

Warga yang mendengar jeritan minta tolong dari Indra yang dibangunkan istrinya saat itu berbondong-bondong memberikan pertolongan. Namun apalah daya, warhga hanya berusaha semampu mereka memadamkan api dengan peralatan seadanya. Walaupun ada warga yang berusaha memadamkan api dengan menggunakan mesin robin, namun kobaran apiyang begitu besar tak mampu dipadamkan begiusaja, rumah Indra akhirnya luluh lantah di telan api.

Walau keluarga Indra selamat dari api, keluarga malang itu sedih, sebab tak satupun barang yang berhasil diselamatkan. Kini keluarga itu sangat membutuhkan bantuan dari tangan-tangan dermawan.***(fin)

Dua Orang Tewas, Korban Keganasan Jalan Raya Pangkalan Kerinci

ilustrasi
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Dalam sehari dua nyawa melayang sia-sia di jalan raya akibat kecelakaan lalulintas. Kedua korban yang tewas yakni Suheri (20) warga desa Simpang Perak Jaya, SP VII, kecamatan Kerinci Kanan, kabupaten Siak, dan Hendra Saputra (35) warga Jalan Sumatera, Kulim Pekanbaru.

Data yang berhasil dirangkum di kepolisian menyebutkan kecelakaan pertama terjadi, Sabtu (30/3) sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Sultan Sarip Hasim, tepatnya di depan mesjid Islamik Center Pangkalan Kerinci, ketika korban mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX tanpa plat nomor dari arah kantor BUpati Pelalawan menuju bundaran perkantoran Bakti Praja.

Namun tiba-tiba dari arah berlawanan datang pengendara sepeda motor menerobos jalan yang seharusnya dua jalur tersebut. Walau sempat menghentikan laju sepeda motornya, tapi kondisi jalan menurun tidak mampu dihentikan karena kecepatan cukup tinggi.

Alhasil tabrakan tak terhindari kedua sepeda motor laga kambing. Hingga membuat Suheri jatuh terpental ke terotoar sebelah kiri dan tidak sadarkan diri akibat luka berat dibagian kepala dan meninggal dunia setelah di larikan ke rumah sakit Amelia Medika Pangkalan Kerinci.

Sedangkan lawan tabrakannya Andi Saputra (15) warga jalan Cempaka, Pangkalan Kerinci juga harus di rujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, akibat muntah. Setelah indikasi areal perkantoran Bakti Praja itu kerap di jadikan ajang balap liar di saat malam libur tersebut.

Belum lagi selesai petugas Unit Lakalantas Polres Pelalawan mengevakuasi kedua korban tabrakan itu, kembali kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Timur, di Km 47, desa Kiyap Jaya, kecamatan Bandar Sekijang, sekitar pukul 21.10 WIB. Setelah sepeda motor yang ditunggangi oleh Hendra menabrak mobil truk balak yang parkir di pinggir jalan.

Karena tidak ada tanda-tanda dan petunjuk, di malam hari mobil truk BM 8070 FY yang dikemudikan oleh Erizon Situmeang langsung ditabrak dari belakang oleh Hedra yang mengemudikan sepeda motor Yamahan Zupiter Z BM 3051 UE. Hingga mengalami luka berat dan di larikan ke RSUD Selasih, Pangkalan Kerinci.

Walau petugas medis telah berusaha maksimal untuk menyelamatkan nyawa Hendra, tapi Tuhan berkehendak lain hingga akhirnya meninggal dunia. Usai dilakukan visum kemudian jenazah korban di jemput keluarga dan di kebumikan di pemakaman umum dekat tempat tinggalnya.

Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Paur Humas Ipda Edy Haryanto, membenarkan adanya dua kasus kecelakaan yang menewaskan dua orang dan satu luka-luka.

“Kini kasusnya telah ditangani oleh Unit Satlantas Polres Pelalawan untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut,” ujar Edi.***(fin)