
kapolsek menimbau kepada masyarakat yang merasa menjadi Korban hipnotis, agar datang untuk memastikan pelaku: Baca Berita Terkait:Penipu bermodus Jual Pusaka dan Menghipnotis Korbannya di Tangkap

kapolsek menimbau kepada masyarakat yang merasa menjadi Korban hipnotis, agar datang untuk memastikan pelaku: Baca Berita Terkait:Penipu bermodus Jual Pusaka dan Menghipnotis Korbannya di Tangkap

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Kotak suara yang terkumpul di kantor Lurah Bunut, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan diduga dibuka paksa oleh oknum pejabat kecamatan, Kamis (10/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Pelalawan, Pandapotan Marpaung, Jumat (11/4) membenarkan adanya kotak suara yang dikumpulkan di kantor kelurahan Bunut di rusak orang.
“Benar ada kotak suara yang dibuka dan segelnya telah di rusak dan beberapa dokumen ikut dibawa. Tapi apa isi yang diambil kita masih menunggu laporan dari Panwaslu Kecamatan dan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian,” ujar Ketua Panwaslu Pelalawan.
Dijelaskan Pandapotan, bahwa pembukaan surat suara itu tidak serta merta dapat dilakuan oleh siapapun termasuk aparat kecamatan. Harus ada mekanisme dan di saksikan seluruh saksi dari partai politik, panitia pemugnutan suara (PPS) dan pihak ke amanan.
“Siapapun kalau sudah dipasang segel kotak suara tidak boleh dibuka. Jadi terkait dugaan pelanggaran ini akan kita dalami, bukan saja memeriksa saksi-saksi juga termasuk orang yang diduga pelaku akan kita undang untuk dimintai keterangan,” ulasnya.
Namun apabila oknum pejabat Kecamatan tersebut terbukti melakukan pelanggaran pemilu. Maka kasusnya akan kita serahkan ke Gakumdu untuk diproses lebih lanjut. Karena indikasi telah terjadi ke curagan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) di kecamatan Bunut, kabupaten Pelalawan tersebut.
Sementara data yang diperoleh menyebutkan bahwa kota suara yang berisi hasil rekapitulasi dan kertas suara yang telah dilakukan penghitungan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) oleh PPS di kumpulkan ke kantor Lurah untuk di lakukan penghitungan rekapitulasi di tingkat kelurahan.
Tetapi saat salah satu kota suara yang telah terkumpul di kantor Lurah Bunut diam-diam telah di buka secara paksa yang diduga dilakukan oleh pejabat Kecamatan. Atas dugaan kerugaian itu akhirnya di laporkan ke Panwacab dan di teruskan ke Panwalu kabupaten Pelalawan.
“Panwaslu kecamatan telah turun tadi malam, setelah mendapat laporan. Jadi sekarang kita masih menelusuri adanya dugaan ke curangan. Mudah-mudahan kalau saksi yang di undang segera hadir untuk dimintai keterangan dan terduga pelaku dilakukan klarifikasi,” tambah Pandapotan.***(afin)
Siak (SegmenNews.com)- Diduga memberikan uang Rp 100 ribu dan hadiah mainan kunci kepada masyarakat, salah satu Calon Legislatif Kabupaten Siak, dari Parpol Gerindra, JA Dapil Siak III dilaporkan ke Panwaslu Siak.
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Siak Aries Susanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan proses penelitian dan mengumpulkan bahan keterangan saksi-saksi dan barang bukti lainnya.
“Ya, saat ini kita masih melakukan proses atas adanya gudaan praktik manney politik yang dilakukan JA dari Partai Gerindra Dapil Siak III, saat ini kita mengumpulkan bahan keterangan saksi-saksi. Untuk barang bukti, kita sudah ada,” papart Aries.***(rinto)

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Setelah beberapa bulan menjadi target Kepolisian Resort Pelalawan, akhirnya pelaku hipnotis, Iswandi alias IA (41) warga asal Payakumbuh, kecamatan Lima Puluh Kota, dan rekannya Yanto alias Anto (56) warga Jalan Swadaya, kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru dibekuk.
Kapolres Pelalawan AKBP A Supriyadi SIK MH melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Arwin S, Jum’at (11/4/14) dua orang pelaku hipnotis dan menipu masyarakat berhasil di tangkap, namun saat penangkapan hanya dua orang yang tertangkap, sementara satu orang lagi yang sudah diketahui identitasnya berhasil melarikan diri dengan mengendarai mobil.
“Dua tersangka penipu bermodus jual benda pusaka berhasil ditangkap, satu orang lagi masih dalam pengejaran,” ungkap Kapolsek.
Kapolsek menghimbau kepada masyarakat yang merasa tertipu oelh pelaku bermodus hipnotis menjual barang-barang pusaka palsu seperti, gendi kuning berukuran mini, batu delima palsu dan lainnya agar segera melapor ke Polsek.
Saat penangkapan, korban hipnotis, yang merupakan pasangan suami istri (Pasutri), H Damehuri (48) bersama istrinya Hj A Lina (42)sebelumnya belum melapor menjadi korban hipnotis penipuan, mendatangi kantor Polisi untuk memastikan pelakunya. Ternyata benar, pelaku juga yang telah menipu mereka.
Diceritakan Pasutri ini, mereka ditipu, Senin 31 Maret 2014 silam. Saat itu mereka sedang berada di Jalan Lintas Timur, Sorek, depan Bank BNI Pangkalan Kuras.
Namun salah satu pelaku bertubuh kecil yang kini masih dalam pengejaran polisi, menghampiri korban. Dengan modus berpura-pura menanyakan alamat salah satu anggota DPRD Riau yang tinggal di Pelalawan tersebut.
Niatan pelaku ingin bertemu anggota DPRD itu untuk menjual barang pusaka berupa kendi mini berisi batu delima merah. Saat itu, korban hendak pergi, tapi pelaku meminta tumpangan ke Simpang Bunut. Ketika di dalam mobil itulah pelaku mulai mempegaruhi pasangan suami istri yang sedang membawa mobil tersebut.
Setibanya di Simpang Bunut, dua pelaku yakni Is dan Anto telah menunggu berpura-pura sebagai warga negara asal Malaysia berminat ingin membeli barang pusaka tersebut. Dengan berbagai bujuk rayu akhirnya pasutri yang sehari-hari bekerja sebagai petani sawit mulai terbedaya.
Uang sebesar Rp3 juta di dalam dompet mulau diserahkan, tetapi pelaku masih kurang, hingga terpaksa pulang mengambil uang dan perhasan istrinya berupa kalung, gelang, dan cincin untuk diserahka ke pelaku hipnotis tersebut. Dengan total kerugian sebesar Rp90 juta lebih.
Setelah berhasil, pelaku menyuruh korban shalat di masjid di daerah Simpang Bunut. Usai shalat barulah korban menyadari kalua mereka telah tertipu.***(afin)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Rumah Sakit Umum (RSUD) Daerah Kabupaten Rokan Hulu di Pasir Pangaraian tangani bayi laki-laki yang lahir tanpa otak dan tempurung kepala bagian atas.
Bayi tersebut anak dari pasangan SF dan KN warga Trans 500 Desa Rimba Jaya, Kecamatan Kuntodarussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Dari Informasi dari bibi bayi yang enggan disebut namanya, Jum’at (11/4/14) menyampaikan, bayi yang belum sempat dinamai itu lahir, Kamis (10/4/14) sekitar pukul 01:00 wib dini hari dirumahnya yang ditangani oleh bidan.
Karena ada kelainan, maka bidan menyarankan dirawat di Rumah Sakit. Bayi dirujuk ke RSUD PasirPangaraian sekitar pukul 06:00 wib pagi. Saat ini bayi itu di rawat di ruangan Perinatologi RSUD Pasirpangaraian.
“Bayi lahir dirumah, dibantu bidan, tapi karena ada kelainan, bidan menyarankan dirujuk ke RSUD ini. Saya ikut langsung membawa bayi kesini sekitar pukul 06:00 wib. Orangtua bayi cuma punya KTP Rokan Hulu, makanya dibawa kemari,” sampai bibi bayi.

Sementara, dr Arif, yang menangani bayi, menuturkan, saat ini bayi tersebut berada di ruangan inkubator. Namun karena bayi tidak memiliki otak untuk mengatur metabolisme, maka bayi akan susah untuk bertahan.
Menurutnya, penyakit yang diderita bayi malang itu adalah penyakit anensefali. Adapun faktor utama yang menyebabkannya adalah kekurangan asam folat. Penyakit itu juga bisa ditimbulkan ibu yang hamil diatas umur 35 tahun.
“Ibu bayi ini, berumur diatas 50 tahun, itu bisa menjadi faktor kelainan bayi. Namun kekurangan asam folat juga akan menyebabkan kelainan pada bayi, seperti tidak ada tempurung kepala,” paparnya.
Arif menyarankan kepada ibu-ibu yang sedang mengandung agar rajin mengkonsumsi asam folat dan melahirkan di umur 20 hingga 35 tahun. Sebab, melahirkan diatas umur 35 tahun akan beresiko kelainan pada janin atau penyakit anensefali atau Sindrom Down.***(r4n)

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Jumat (11/4) sekitar pukul 02.00 Kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil) ludes dilahap si jago merah. Menurut saksi mata anggota Satpol PP Dodi Pradika yang berada di pos satu penjagaan, dini hari itu ia mendengar suara kaca pecah. Lalu ia bergegas melihat asal suara tersebut bersama petugas piket lainnya Safriansah.
Alangkah terkejutnya anggota piket itu saat masuk kedalam, karena melihat api sudah menyala di ruangan bagian umum. Selanjutnya anggota satpal PP yang piket melaporkan ke petugas kebakaran untuk dilakukan pemadaman.
Mendapat laporan tersebut petugas pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Inhil bergegas turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.00 setelah mengerahkan 4 unit mobil pemadam.
Saat ini kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo kepada wartawan, pihak Polres Inhil masih melakukan penyelidikan dan belum bisa menentukan penyebab kebakaran. Menurutnya, yang terbakar itu kantor Bupati lama.
“Akibatnya dokumen-dokumen dalam kantor itu ludes terbakar dan tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian belum bisa ditentukan,” ujar Guntur dialnsir tribun pekanbaru.
Lebih jauh Guntur menambahkan, untuk mengungkap kebakaran itu penyidik sudah meminta keterangan 4 saksi mata. “Mereka yang kita periksa itu adalah petugas Satpol PP yang piket yakni, Dodi Pradika,Safriansah, Husaini Tahar dan Riko,” ucap Guntur.***(tbn/son)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Hamonangan Hasibuan (39) pemilik salah satu grosir beras di PasirPangaraian, Kabupaten Rokan Hulu roboh di tembak dua orang pelaku perambok saat hendak pulang kerumahnya di Rambah Tengah Barat, Kaiti, Kecamtan Rambah.
Kejadian naas yang menimpa pria tersebut terjadi, Kamis (10/4/14). Peluru senjata api perampok bersarang di paha korban, uang Rp 50 juta beserta sepeda motornya raib dibawa kabur perampok.
Informasi berhasil dihimpun di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP), kalau korban Warga RTB-Kaiti atas nama Hamonangan Hasibuan (39), ketika hendak pulang dari tokonya di depan Taman Batang Lubuh Pujasera, Keluarahan Pasir Pangaraian.
Ketika sedang perjalan menuju rumahnya tepat dipenurunan Jalan Kihajar Dewantara-Kaiti/RTB, pelaku ditembak OTK hingga pahanya tembus. Diketahui kalau korban ini kebiasaan sehari-harinya sebagai penjual beras di depan Puja Sera, Kecamatan Rambah-Rohul.
Saat ditembak, korban biasa dipanggil Ucok Monang membonceng anaknya Cici (8) kelas II SD, bahkan anaknya sempat ditampar lehernya, perampok itupun langsung membawa kereta dan kabur.
Warga sekitar mendengar suara tembakan itu langsung mendatangi TKP, namun warga melihat korban sudah dalam keadan tergeletak, masyarakatpun akhirnya mengambil inisiatif dan membawa korban dengan becak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasir Pangaraian.
Korban pulang kerumah dengan menggunakan Sepeda Motor merek Honda Vario Tekhno kemudian di dalam jok honda ada uang tunai Rp 50 juta, baik honda maupun uang tersebut habis digasak pelaku tersebut.
Namun saat di RSUD Pasir Pangaraian anak korban bernama Cici, mengatakan kalau pelaku itu menggunakan dua sepeda motor, diakuinya pelaku malah sempat memukulnya, hingga memar dibagian pipinya.
” Pipi saya ditampar orang itu, orang tu pakai honda kecil orangnya pak,” ujarnya.
Kapolres Rohul AKBP H. Onny Trimurti Nugroho, SE, SIK, MH melalui Kapolsek Rambah IPTU Khaidir mengatakan, pihak sudah mengambil informasi-informasi penting terhadap korban
“Hingga kini belum mengetahui indentitasnya, namun kita melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku,” ujar Khaidir.***(r4n/acce)
SegmenNews.com- Dari jumlah masyarakat di 5 Desa sengketa Rohul-Kampar 6.313 orang yang datang ke Tempat Pemungutan suara hanya 3.681 orang atau sekitar 58,03 persen saja.
Warga tidak hadir dengan berbagai alasan seperti, masih memiliki KTP Rokan Hulu, kurang sosialisasi dan tidak mengenal Caleg.
Hingga Kamis (10/4/14) pukul 22:00 WIB, data yang dirangkum dari TPS yakni:
1) Desa Tanah Datar:Jumlah Pemilih: 1054
Hadir: 296
Tidak Hadir: 758
2) Desa Rimba Makmur:Jumlah Pemilih:1608
Hadir: 871
Tidak Hadir: 737
3) Desa Rimba Jaya: Jumlah Pemilih : 1952
Hadir: 603
Tidak Hadir: 1349
4) Desa Muara Intan: Jumlah Pemilih: 794
Hadir: 452
Tidak Hadir: 342
5) Desa Intan Jaya: Jumlah Pemilih : 905
Hadir: 410
Tidak hadir: 495
Total Pemilih : 6313 yang ikut mencoblos hanya sebanyak, 3681.***(tim)