Beranda blog Halaman 2699

Penyuntik Putaw ke Tubuh Roger Danuarta Masih Misterius

rogeriJakarta (SegmenNews.com)- Keberadaan pria berinisial M yang menyuntikkan putaw ke tubuh Roger Danuarta masih misterius. Pasalnya, Roger mengaku baru kenal dengan pria tersebut. Sementara, pihak kepolisian merasa masih minim informasi terhadap M.

“Masih minim pernyataan dia (Roger). Dia bilang baru ketemu tiga kali. Setiap ketemu, kata dia, sama temannnya juga. Ketemu terakhirnya katanya di restoran di kawasan Kelapa Gading,” kata Kapolsek Pulo Gadung, Kompol Zulham Effendy, di kantornya, Selasa (18/2/2014)..

Mantan kekasih Sheila Marcia itu juga sempat membantah kabar identitas pria M merupakan manajernya bernama Michael. Akan tetapi, polisi masih akan coba mendalaminya. Dikhawatirkan Roger berbohong mengenai sosok M yang dimaksud sebagai penyuplai narkoba.

“M itu bukan manajernya, itu dari pengakuan dia (Roger) begitu. Dia juga baru kenal, dia katanya nggak tahu (siapa M), katanya teman. Kami tetap mau cari tahu itu, benar apa ngarang-ngarang nih (omongan Roger tentang M),” tutur Zulham.

Beberapa ciri-ciri pelaku M telah dikantungi oleh polisi. Namun, Zulham masih enggan membeberkannya. “Dia sudah kasih tahu (ciri-ciri). Kami sudah tahu juga. Tapi nantilah ya,” ujarnya.

Sejak berstatus tersangka pada Senin (17/2/2014) lalu, Roger Danuarta resmi menjadi tahanan Polsek Pulo Gadung. Pesinetron Siapa Takut Jatuh Cinta itu harus menjalani rutinitas sebagai penghuni sel bersama tiga orang pelaku kriminal lainnya.

Mengenakan baju tahanan berwarna biru dongker, Roger hanya bisa dibesuk sebanyak dua kali dalam seminggu. Tak hanya itu, dalam sel yang sempit, mantan pacar Shandy Aulia itu kesulitan untuk tidur nyenyak.

“Sekarang sudah lebih sehat. Kami tanya teman satu sel Roger, dibilangnya dia agak kesulitan tidur, tidur bangun-tidur bangun gitu. Sakaw sudah tidak ada,” ucap Kapolsek Pulo Gadung, Zulham Effendy di Polsek Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu (19/2/2014).

Meski sulit tidur, namun diakui Zulham, kondisi artis 33 tahun ini mulai membaik dari sejak diciduk. Wajah Roger terlihat lebih segar dibanding beberapa waktu lalu. Kala itu Roger terlihat lesu dengan kantung mata yang tebal.

“Yang pasti kondisi Roger sudah cukup segar, jauh berubah dari sewaktu kami amankan,” pungkas Zulham.***(son/liputan6)

Kabut Asap Menebal, 4 Pesawat Tak Bisa Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru

bandaraPekanbaru (SegmenNews.com) – Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, kembali terganggu imbas dari keberadaan kabut asap yang menyelimuti. Ada empat pesawat tidak bisa mendarat di Pekanbaru.

Penerbangan tersebut dua di antaranya penerbangan domestik dan dua lagi penerbangan internasional. Pesawat yang belum mendarat yakni Lion Air nomor penerbangan 388 dan Garuda Indonesia GA 170, sama-sama dari Jakarta.

“Kemudian dari Singapura yakni Slik Air dan dan Sky Aviation dari Malaysia juga belum bisa mendarat. Seharusnya empat maskapai itu sudah mendarat sekitar pukul 7.10 WIB,” kata Airport Duty Manager Bandara SSK II Pekanbaru Ibnu Hasan kepada Okezone, Rabu (19/2/2014).

Dia menjelaskan, jarak padang di sekitaran bandara pada pukul 07.00 WIB hanya mencapai 800 meter, namun kini sudah kembali normal mencapai 1.000 meter. “Yang baru bisa mendarat saat adalah Citylink dari Medan,” tukasnya.

Menurutnya, hanya pendaratan yang mengalami gangguan, sementara pesawat yang akan berangkat dari Bandara SSK II tidak mengalami gangguan. “Pesawat yang berangkat, terbang sesuai jadwal,” tutupnya.

Kabut asap sejak beberapa pekan terakhir melanda sejumlah wilayah di Riau termasuk Kota Pekanbaru. Keberadaan kabut asap dipicu kebakaran hutan yang diduga sengaja dibakar oleh masyarakat dan pihak perusahaan untuk membuka lahan. Polisi sudah menetapkan sejumlah tersangka atas kasus tersebut.***(ris)
red:son
Sumber : okezone

Kabut Asap Belum Teratasi, Sekolah Sering Libur

kabut asap
kabut asap

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)- Hingga saat ini kabut asap yang menyelimuti Provinsi Riau terus menebal, walaupun berbagai pihak telah berupaya memadamkan api yang membakar ratusan hektare lahan.

Dampaknya, proses belajar mengajar sekolah terganggu, bahkan murid-murid sekolah dari tingkat TK hingga SMA sering diliburkan, untuk mencegah mereka agar tidak terjangkit penyakit ISPA.

Di Kabupaten Pelalawan saja, setelah empat sekolah diliburkan sejak Jum’at kemarin dan kembali masuk hari Senin, namun di hari Selasa, (18/2/14) murid belum bisa belajar dengan maksimal, akibat kabut asap kian menebal, akhirnya Kadisdik Pelalawan meliburkan seluruh sekolah, begitu juga di Kabupaten Rokan Hulu, sekolah juga diliburkan.

“Kemarin, Selasa (18/2/14) siang sebahagian sekolah terpaksa memulangkan muridnya karena kabut asap makin tebal yakni tingkat Paud dan TK. Tapi mulai ini seluruh sekolah diliburkan mulai tingkat TK hingga tingkat SMA sampai hari, Jumat (21/2/14) mendatang,” kata Kadisdik Pelalawan, MD Rizal MPd, Rabu (19/2/14).

Namun Kadisdik belum menjamin siswa akan dapat mengikuti proses belajar mengajar Jum’at depan, Katanya, kalau masih kabut akan kembali diambil kebijakan sekolah diliburkan kembali.***(fin)

Kualitas Udara Ekstrim, Penderita ISPA Terus Meningkat

kabut asap
kabut asap

Pelalawan (SegmenNews.com)- Kian hari, kualitas udara semakin ekstrim, diakibatkan kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh Kabupaten/Kota di Riau, termasuk Kabupaten Pelalawan. Hal itu mengakibatkan jumlah penderita  Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terus mengalami peningkatan.

Dari data Dinas Kesehatan Pelalawan, dr Endid Romo Pratiknyo, hingga hari ini (Rabu, 19/1/14) jumlah penderita ISPA di Kabupaten Pelalawan mencapai 1503 kasus, perharinya penderita meningkat hingga 637 kasus.

“Jumlah kasus ISPA dikabupaten Pelalawan meningkat sangat signifikan. Kemarin, Selasa (18/2/14) jumlah penderita ISPA hanya 866 kasus. Tapi hari ini (Rabu) mencapai 1503 kasus, atau meningkat sebanyak 637 kasus dalam sehari,” ungkap Kadiskes.

Berdasarkan laporan data yang disampaikan puskesmas-puskesmas di daerah ini, maka ada empat kecamatan yang kasus ISPA nya meningkat sangat tajam yakni kecamatan Pangkalan Kerinci dengan jumlah yang paling banyak dengan total 294 kasus, kecamatan Pangkalan Kuras dengan jumlah kasus ISPA sebanyak 286 kasus. Sementara di kecamatan Kuala Kampar 276 kasus, Kerumutan 179 kasus, selebihnya di sumbang dari kecamatan lain seperti Pangkalan Lesung dan Langgam.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pelalawan Samsul Anwar SH MH mengungkapakan bahwa titi hos spot Pelalawan mengatakan, bahwa berdasarkan pantauan satelit NOAA ada 5 titik hot spot yang terpantau dinegeri Bono tersebut yakni di Desa Segati Langgam dengan jumlah sebanyak 2 titik hot spot. Kemudian menyusul di kecamatan Pelalawan 2 titik hot spot yang berada didaerah Delik dan desa Telayap dan yang terakhir dikecamatan Teluk Meranti 1 titik hot spot.

Untuk menghindari bertambahnya jumlah penderita, Diskes Riau menghimbau kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas diluar rumah atau diruang terbuka. Agar tidak terinfeksi penyakit ISPA terutama para anak-anak yang rentan terkenak penyakit tersebut. Terutama peningkatan di empat kecamatan yakni kecamatan Pangkalan Kerinci, Pangkalan Kuras, Kuala Kampar dan Kerumutan.***(fin)

Sidang Pembakaran Lahan PT Adei Memanas

Suasana Ruang sidang memanas saksi memberikan keterangan berbelit-belit
Suasana Ruang sidang memanas saksi memberikan keterangan berbelit-belit

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Sidang lanjutan kasus pembakaran lahan PT Adei, kian seru. Pasalnya saat menghadirkan saksi dari Bendaharan Koperasi KKPA Batang Nilo Kecil Afrin sempat terjadi berdebatan sengit, antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan Penasehat Hukum (PH) terdakwa General Menejer PT Adei Danesuvaran KR Singham.

Sidang digelar, Rabu (19/2/14) siang sekitar pukul 10.00 WIB dengan agenda mendegarkan lima saksi dari pengurus koperasi KKPA Teso Nilo Kecil. Saat itu, Arifin yang juga karyawan PT Adei sempat memberikan keterangan berbelit-belit.

Membuat suasana memanas, Pengacara terdakwa sempat naik pitam dan berdebat dengan JPU. Namun suasana ruang sidang yang sempat tegang tersebut berhasil diredam oleh Hakim Ketua, Danovan Akbar Kusuma Bhuworou SH, dengan didampingi dua hakim anggota Yopy Wijaya SH dan Ayu Amelia SH.

Sedangkan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syafril SH didampingi tiga jaksa lainnya Zurwandi SH, Banu Lesmana SH dan Surbani Binzar SH, sementara PH terdakwa dari penasehat hukum terdakwa Adnan Buyung Nasution SH yang mendampingi terdakwa GM PT Adei warga negara asing (WNA) asal Malaysia tersebut.

Kemudian kondisi sidang mulai normal, saksi kembali menerangkan dan menjawab baik pertanyaan majelis hakim, JPU dan PH terdakwa. Setelah saksi memberikan keterangan sidang diskor sementara untuk istirahan makan siang. Dan dilanjutkan kemudian untuk mendegarkan keterangan empat saksi lainnya yang juga anggota KKAP Teso Nilo Kecil tersebut.

Sementara Danesuvaran KR Singham selaku terdakwa pembakaran lahan di areal perkebunan pola KKPA tidak ditahan. Setelah majelis hakim mengalihkan statusnya sebagai tahanan kota dengan jaminan keluarga dan uang sebesar Rp200 juta. Selain sidang pembakaran lahan juga PT Adei selaku terdakwa korporasi yang diwakili oleh Direktur PT Adei Tan Ke Yong warga asal Malaysia.***(fin)

10 Markas Polisi dan 4 Rumdis di Siak Diresmikan

Kapolda Riau menandatangani Prasasti peresmian Markas Polisi dan Rumdis
Kapolda Riau menandatangani Prasasti peresmian Markas Polisi dan Rumdis

Siak (SegmenNews.com)- Kapolda Riau Condro Kirono resmikan tiga Pos Polisi yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak dari anggaran daerah. Markas Komando (Mako) Sub Sektor Koto Gasib, Mako Polisi Sektor (Polsek) Sabak Auh dan Mako Satuan Polisi (Satpol) Air Polres Siak.

Selain itu yang menggunakan dana APBN adalah, Mako Polsek Sei Apit Kabupaten Siak, Mako Polsek Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan, Mako Polsek Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Mako Polsek Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Mako Polsek Lubuk Batu Jaya, Mako Polsek Reteh Indragiri Hilir (Inhil), Mako Polsek Kuindra Inhil.

Dan Rumah Dinas (Rumdis) yakni Rumdis Kapolsek Lubuk Batu Jaya, Rumdis Kapolsek Tapung Hulu Kampar, Rumdis Kapolsek Kuindra Inhil, Rumdis Polsek Kateman.

“Terimakasih kepada pemerintah daerah yang telah membangun dengan anggaran APBD Siak dan APBN Polri. Diharapkan ini dapat memberikan pelayanan lebih prima kepada masyarakat. Diamana masyarakat lebih dekat mengadukan kepada masyarakat,” jelas Kapolda, Selasa (18/02/14).

Selain Markas Polisi, Pemkab Siak juga menghibahkan 6 unit mobil oprasional yakni 5 unit mobil Oprasional dabel kabin merk Toyota Hilux, dan 1 unit mobil merk Toyota Avanza. Dengan bantuan yang diberikan tersebut, Condro berpesan kepada anggotanya agar memberikan apa yang diharapkan pemerintah daerah. Dengan pemberian bantuan tersebut, menurutnya Pemda Siak benar-benar memberikan harapan kepada Kepolisian memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat.

“APBD itu kan uang rakyat. Berarti kita dibangunakan dari uang rakyat. maka harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tambahnya.

Dalam sambutanya, Bupati Siak Syamsuar menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan untuk pelayanan kepada masyarakat. Bersama Kepolisian ia komitmen akan meningkatkan keamanan hingga ketingkat desa dengan program Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) dengan meletakkan satu polisi di setiap desa.

“Sementara ini kita mencoba akan membangunkan 83 pos Polisi dari 131 desa yang ada. Harapanya, selain pelayanan kepolisian lebih dekat kepada masyarakat, tentu keamanan daerah lebih terjamin,” terang Syamsuar.***(rinto/adv)

Fakultas Hukum UPP Dibuka, Pemda Rohul Komit Majukan Pendidikan

Drs H Achmad Msi
Drs H Achmad Msi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Drs.H.Achmad MSi hadiri pembukaan sekaligus peresmian Fakultas Hukum di Universitas Pasir Pengaraian (UPP) yang di laksanakan di Aula gedung Universitas Pasir Pengaraian, Selasa (18/2/14).

Bupati Rokan Hulu Drs.H.Achmad,MSi mengharapkan kepada mahasiswa serta dosen di UPP, agar dapat melaksanakan dan memanfaatkan pendidikan yang ada saat ini dengan baik, karena pendidikan sangat penting, apalagi dengan di tambahnya Fakultas baru di Universitas Pasir Pengaraian.

Pemerintah Rokan hulu berkomitmen untuk memajukan pendidikan di Rokan Hulu, Karena untuk merubah karakter suatu Bangsa salah satunya dengan meningkatkan Kualitas pendidikan.

Dalam hal ini Bupati berharap, putra-putri Rokan Hulu yang ada di UPP menjadi Putra-Putri terbaik, pemerintah memerlukan Orang-Orang yang enerjik, muda dan yang paling penting memiliki semangat (spirit) karena mahasiswa UPP merupakan Calon pemimpin Rokan hulu di masa depan.

Kedepannya Bupati harap UPP Universitas Pasir Pengaraian menjadi Universitas Negeri. karena dengan adanya Universitas Pasir pengaraian akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Rokan Hulu baik dibidang Sosial, Ekonomi, politik dan budaya.

Sementara itu Prof.Drs.H.Feliatra selaku Rektor Universitas Pasir Pengaraian menambahkan dengan di bukanya fakultas hukum akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Universitas Pasir Pengaraian.

Dan acara pembukaan Fakultas baru di Universitas Pasir Pengaraian,dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan atas nama ANDI WIRATAMA,AMd sebagai Dosen Terbaik Universitas Pasir Pengaraian tahun ini, sekaligus penandatanganan MOU pembukaan Fakultas Hukum oleh bupati Rokan Hulu.

Acara peresmian pembukaan Fakultas hukum di Universitas pasir pengaraian yang di hadiri oleh,staf ahli bupati rokan hulu, protokoler bupati, kepala dinas, badan dan kantor di pemerintahan Rokan Hulu, kapolres Rokan Hulu, ketua yayasan serta sekretaris Universitas Pasir Pengaraian dan seluruh dosen di Universitas Pasir Pengaraian.***(r4n/adv/hum)

APBD Belum Sah, Tenaga Kontrak Pemko Pekanbaru Belum Terima Gaji

petugas kebersihanPekanbaru (SegmenNews.com) – Ratusan pekerja harian dengan status tenaga kontrak Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemerintah Kota Pekanbaru, belum menerima gaji selama dua bulan, akibat pengesahan APBD 2014 masih diperdebatkan DPRD setempat.

“Kami khawatir saja mereka melakukan mogok kerja sehingga kota menjadi kotor,” kata Kepala Dinas Kebersihan Pemkot Pekanbaru Safril, Selasa (8/2/2014).

Safril mengatakan ada sebanyak 750 pekerja kontrak yang setiap hari menyapu jalan, membersihkan taman dan pengemudi angkutan sampah belum menerima gaji bulan Desember 2013 dan Januari 2014.

Dia menambahkan bahwa total gaji yang harus dibayar kepada pekerja kontrak itu sekitar Rp1,3 miliar.

Menurut dia, gaji tersebut berasal dari APBD, tapi hingga kini belum kunjung ada pengesahan dari DPRD Kota Pekanbaru.

Namun alasan DPRD Pekenbaru belum mengesahkan karena pengajuan RAPBD 2014 oleh Pemkot Pekanbaru sebesar Rp2,79 triliun adanya proyek tahun jamak sebesar Rp1,4 triliun.

Padahal proyek tahun jamak itu diantaranya untuk membangun proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kecamatan Tampan demi kepentingan publik.

Demikian pula proyek tahun jamak lainnya untuk membangun kantor pusat pemerintahan di Kecamatan Tenayan Raya. (*)

red: son
Sumber : antara

Mendagri Resmi Melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Riau

 

Annas Maamun-Arsyadjuliand Rahman beserta istri berfoto bersama
Annas Maamun-Arsyadjuliand Rahman beserta istri berfoto bersama

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi resmi melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rachman periode 2014-2019, melalui rapat paripurna istimewa DPRD Riau yang digelar di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru, Kamis (19/2/14) sekitar pukul 09.45 WIB.

Pelntiakan dihariri pulah ribu pejabat dari Kabupaten Kota di Riau dan Sumbar dan tokoh masyarakat serta tamu undangan. Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Riau Johar Firdaus didampingi tiga wakil ketua, Almainis, Noviwaldy Jusman dan Helmi Setiadi. Hadir seluruh anggota DPRD Riau.

Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Presiden RI Sosilo Bambang Yudoyono dengan nomor 10/P/2014 tanggal 14 Februari 2014. Saat disumpah Mendagri, Annas dan Andi tampak mantap mengikuti ucapan Mendagri.***(son)

Indonesia Darurat Lingkungan

Hutan Gundul
Hutan Gundul

SegmenNews.com – Setiap tahunnya sekira 1,1 juta hektare hutan dibabat untuk pembukaan lahan baru, sehingga Indonesia saat ini tengah dalam darurat lingkungan. Darurat lingkungan ditandai terjadinya bencana alam yang tidak bisa dilepaskan akibat tata ruang yang rusak.

Ketua Pelaksana Pokja Audit Lingkugan sedunia Working Group on Auditing Environment (WGEA) Ali Maskur Musa mengungkapkan, ada tiga masalah lingkungan yang dihadapi Indonesia saat ini.

Pertama deforestasi atau pembabatan hutan yang kian meluas, di mana setiap tahunnya mencapai 1,1 juta hektare. “Setiap tahunnya alih fungsi lahan produktif sangat massif dan tidak terkendali,“ katanya, Selasa (18/2/2014).

Dari catatannya, setiap tahun tak kurang 120 ribu hektare lahan produktif beralih fungsi. Lahan yang semula untuk pertanian diubah menjadi tempat pemukiman maupun tempat akomodasi pendukung pariwisata seperti di Pulau Bali.

Di Bali keberadaan subak atau sistem irigasi tradisonal semakin tergerus oleh alih fungsi lahan. Demikian juga Hutan mangrove mulai Sumatra hingga Sulawesi yang berperan penting dalam menjaga lingkungan dari ancaman abrasi keberadaanya makin terancam.

Hutan mangrove tergerus tingga 13 persen total hutan mangrove yang ada untuk berbagai kepentingan reklamasi hingga kepentingan pariwista.

Kata dia, Indonesia yang tengah menghadapai darurat lingkungan itu tentunya sangat membahayakan. Karenanya, atas beberapa fakta tersebut Ali merekomendasikan tiga hal.

Pertama, hentikan pemberian izin konsesi hutan untuk kepentingan produktif. Yang kedua, dilakukannya moratorium izin pemanfaatan hutan untuk industri. Dalam banyak laporan dan fakta di lapangan lahan baru untuk industri seperti perkebunan turut menambah kerusakan lingkungan. “Kerusakan lingkungan di hulu disebabkan ekosistem yang rusak,“ kata anggota Badan Pemeriksa Keuangan BPK RI itu.

Industri tambang dan perkebunan yang membuka lahan baru harus dihentikan perizinan atau perpanjanggn konsesi hutannya. “Yang ketiga bagaimana dilakukan percepatan kebijakan clear and clean di bidang kehutanan,“ tuturnya. (ful)

Red: son
Sumber : Okezone