Melinda Babyana, dari The Bespoke Fashion (TBF) Consultant, memberi pemaparan terkait bagaimana membangun bisnis fashion yang menguntungkan.(foto:humas rapp)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- PT Asia Pacific Rayon (APR), produsen viscose-rayon terintegrasi di Asia dari hutan taman industri terbarukan hingga serat rayon, menggelar pelatihan bisnis fashion ‘Fashion Accelerator: Siap Menjadi Pengusaha Fashion’, 30-31 Mei 2024, di Pekanbaru, Provinsi Riau.
Program pelatihan bisnis fashion inovatif ini digelar untuk membekali para pengusaha fashion dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk sukses di industri fashion yang kompetitif.
Fashion Accelerator menawarkan perpaduan unik antara strategi bisnis praktis dan wawasan kreatif, yang disesuaikan khusus untuk sektor fashion. Para peserta yang merupakan para local heroes binaan APR dan juga anggota Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Riau, diberi serangkaian ilmu baru guna mempertajam skill bisnis mereka melalui program workshop, mentoring, showcasing, dan akhirnya pemilihan peserta terbaik.
Salah satu pembicara pada Fashion Accelerator ini adalah Melinda Babyana, dari The Bespoke Fashion (TBF) Consultant. Dengan pemahamannya yang sangat mendalam di industri fashion, Baby, sapaan akrabnya, mengajak para peserta untuk berfikir bagaimana bertahan dan berhasil di bisnis fashion.
Lewat materi “Membangun Bisnis Cuan”, wanita yang sudah dua dekade lebih berkarier di dunia fashion ini menjelaskan sangat sering pelaku bisnis fashion salah dalam menentukan harga produknya.
“Sering, produk sudah laku banyak, tapi ternyata tidak untung. Yang salah bukan produk brand. Tapi salah menghitung harga. Faktor penentu harga adalah pelanggan, pesaing, biaya, dan benefit untuk bisnis,” jelas Baby yang pernah dipercaya menjadi CEO sebuah industri fashion dan mengelola tiga brand lokal.
Head of Corporate Affairs APR Djarot Handoko mengatakan, APR mendukung visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat modest fashion global. Fashion Accelerator adalah salah satu upaya APR untuk mendukung mewujudkannya.
“Kegiatan ini khusus untuk mitra bina APR dan anggota API Riau. Pembicara kegiatan ini adalah para expert di bidangnya, yang sudah merasakan jatuh bangun hingga akhirnya brand mereka eksis, bertahan, bahkan tetap berkembang hingga saat ini,” jelas Djarot.
Para peserta sendiri adalah desainer dan pengrajin batik lokal di Riau. Hal ini sejalan dengan komitmen berkelanjutan APR2030 untuk mendukung terwujudnya Riau sebagai textile hub di Indonesia, serta membantu merevitalisasi kerajinan wastra Indonesia dengan memberikan akses kepada para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan desainer di Riau untuk mengembangkan keterampilan di bidang fashion.
Salah satu peserta, Eka Lestari, pemilik Brand Neeka, sangat antusias mengikuti jalannya pelatihan ini. Sebagai salah satu penerima beasiswa APR, Eka sudah terbiasa harus memanfaatkan kesempatan menimba ilmu yang diberikan dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam pelatihan ini.
“Banyak banget ilmu yang saya dapat. Terutama penghitungan harga jual produk. Sekarang saya tahu ternyata selama ini keuntungan saya sangat tipis,” ungkap dara manis yang baru berusia 25 tahun ini.
Eka juga mengutarakan apresiasi kepada APR yang terus meneruskan memberi support kepadanya, mulai dari beasiswa sekolah, kuliah fashion, hingga saat ini. Kini Eka telah memiliki rumah jahit Neeka, dengan tim yang siap membantu. Ia juga telah berhasil menamatkan kuliahnya.
Peserta lainnya, Yusmaini, juga mengutarakan hal yang sama. Pemilik Rumah Batik Yus Pelalawan ini mengaku belajar banyak dari Fashion Accelerator.
“Saya banyak belajar, terutama di bidang teknik pemasaran. Saya sangat senang berkesempatan mengikuti pelatihan ini,” tutupnya.
Dari seluruh peserta yang mengikuti pelatihan, nantinya akan terpilih 12 orang yang akan difasilitasi showcasing pada Indonesia Womenpreneurs Conference (IWC) 2024 di Jakarta pada Juli mendatang.***(rn)
Bantan(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berupaya menurunkan angka Prevalensi Stunting di Negeri Junjungan, hal itu ditandai dengan dilaksanakannya Bulan Penimbangan Serentak sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Bengkalis.
Adapun isi dari SE tersebut mengimbau kepada seluruh Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Bengkalis untuk bersama menyukseskan Bulan Penimbangan Serentak di masing-masing Posyandu.
Hal itu dikemukakan langsung oleh Sekretaris Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Bengkalis H Hambali pada launching Bulan Penimbangan Serentak, Kamis, 6 Juni 2024 di Posyandu Kartini Desa Selat Baru.
Hambali mengatakan pada tahun 2023 angka Prevalensi stunting di Kabupaten Bengkalis mengalami kenaikan, sebelumnya di angka 8,4 persen menjadi 17,9 persen. Hal ini harus selalu diwaspadai dan selalu berhati-hati buat orang tua, semoga kedepannya angka tersebut bisa turun kembali bahkan bisa zero stunting.
“Hari ini posyandu mulai dibuka, kami harapkan setiap orang tua untuk hadir setiap bulan nya untuk mengecek kondisi anaknya dengan dilakukan pengukuran seperti, berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala,” kata Hambali.
Selanjutnya Hambali menekankan kepada pengurus TPPS agar selalu mensurvei dan mengecek kembali terhadap anak-anak yang di anggap memiliki gejala stunting.
Hambali yang juga merupakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ini juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Kecamatan Bantan karena memiliki sejumlah prestasi yakni tidak memiliki lokasi khusus masyarakat stunting di Kecamatan Bantan, kemudian pelayanan Keluarga Berencana (KB) terbaik di Kecamatan Bantan.
“Prestasi ini tentu harus ditingkatkan dan kalau bisa dipertahankan dimasa yang akan datang,” katanya.
Sementara itu Camat Bantan Rafli Kurniawan mengucapkan terimakasih kepada Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Bengkalis yang telah terjun langsung di Kecamatan Bantan.
“Semoga apa yang telah bapak ibu laksanakan ini dapat menekan angka zero stunting di Kabupaten Bengkalis, semoga langkah ikhtiar bersama kita ini dapat terwujud,” kata Rafli.
Rafli mengatakan melalui penimbangan serentak yang dilaksanakan ini tentunya akan ada target yang ingin dicapai untuk menekan angka stunting.
“Melalui penimbangan serentak yang dilaksanakan sampai 30 Juni mendatang tentu Pemerintah Kecamatan dan Desa akan selalu terus bersinergi dan berkolaborasi untuk bersama-sama menyukseskan Bulan Penimbangan Serentak ini,” tutup Rafli.***(imam/)
PLN Galang Kolaborasi Global Akselerasi Transisi Energi
Jakarta(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) kembali menggelar forum diskusi dan kolaborasi bisnis bertajuk Road to PLN Investment Day 2024 di Jakarta, pada Rabu (04/06). Agenda yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan mulai dari sektor pemerintahan, bisnis, perbankan, akademisi, hingga investor dalam dan luar negeri merupakan upaya membangun kolaborasi dalam mengaksekerasi transisi energi bersih di tanah air.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Nurul Ichwan mengapresiasi keseriusan PLN dalam mendukung program transisi energi Pemerintah. Hal tersebut terlihat dalam usaha PLN untuk terus mereduksi emisi karbon di sektor ketenagalistrikan dan meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) secara masif.
”Tadi Dirut PLN (Darmawan Prasodjo) menyampaikan bagaimana kiat-kiatnya dan memberikan kepastian pada kita bahwa PLN firm akan meningkatkan energi terbarukan dengan sangat serius,” ungkap Nurul.
Dirinya melanjutkan bahwa Pemerintah sangat mendukung dan siap bekerja sama untuk menarik investor bergabung pada agenda transisi energi di Indonesia. Terutama untuk mengakselerasi pengembangan sektor EBT yang sekarang telah gencar dijalankan PLN.
”Kami dari Kementerian Investasi sangat mendukung sekali dan siap bekerja sama untuk menarik investor asing mengambil partisipasi dalam pertumbuhan EBT,” tegas Nurul.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa pemanasan global telah menjadi persoalan seluruh negara di dunia. Maka dari itu, PLN terus berupaya untuk menjalin kolaborasi global yang akan menjadi kunci mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan mencapai _Net Zero emissions (NZE) di tahun 2060.
“Ingat, dampak dari emisi 1 ton itu sama di manapun. Maka ini adalah tantangan global. Kita butuh menyelesaikan ini dengan pendekatan solusi global. Maka kami di sini ingin menyampaikan, PLN komitmen penuh untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ucap Darmawan.
Darmawan juga mengungkapkan, Pemerintah bersama PLN kini tengah menyusun program Accelerating Renewable Energy Development (ARED) yang akan dituangkan menjadi Rencana Usaha Penambahan Tenaga Listrik (RUPTL). Melalui ARED, penambahan porsi pembangkit akan berasal dari EBT sebesar 75% dan gas sebesar 25% hingga tahun 2040.
“RUPTL ini akan kembali menjadi RUPTL paling hijau sepanjang sejarah Indonesia. RUPTL ini juga telah selaras dengan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN),” tambah Darmawan.
Dengan ARED, PLN membangun pemerataan kelistrikan nasional melalui Green Enabling Super Grid. Menjadikan sistem kelistrikan Indonesia yang sebelumnya terpisah antar pulau menjadi terhubung satu sama lain dan potensi EBT berskala besar yang belum dimanfaatkan selama ini dapat dimaksimalkan. Pasokan listrik berbasis EBT akan meningkat dari 22 GW menjadi 61 GW pada tahun 2040.
Kemudian, untuk mengatasi tantangan intermitensi dari sumber EBT, PLN juga membangun smart grid dengan smart power plant dan flexible generation yang dilengkapi smart transmission, smart distribution, smart control center_ dan smart meter.
Darmawan mengakui bahwa program besar transisi energi tidak akan mampu dijalankan oleh PLN sendiri. Untuk itu, lewat acara ini pihaknya mengajak entitas bisnis baik lokal maupun global untuk menjalin kolaborasi yang saling menguntungkan sekaligus memperkuat portofolio bisnis masing-masing.
”Ini adalah suatu kesempatan untuk berkolaborasi bersama dalam rangka menyediakan listrik yang bukan hanya terjangkau, tetapi juga andal dan berkelanjutan. Kenapa? Karena kita perlu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini terus berjalan dan dalam prosesnya kita membangun kapasitas nasional yang bisa menciptakan lapangan kerja, memerangi kemiskinan dan pada saat yang sama menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Darmawan.***(rl)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sentra UMKM BRK Syariah yang beralamat di Jalan Arifin Ahmad Kota Pekanbaru, Riau berkomitmen membantu nasabah dalam pengurusan sertifikat halal untuk produk-produk usahannya. Pasca diresmikan 19 April 2024 lalu, Sentra UMKM BRK Syariah menggelar workshop perdana dengan tema ‘Penerbitan sertifikasi halal untuk usaha yang lebih berkah’.
Kelas bisnis yang diikuti oleh 21 pelaku UMKM itu berlangsung di ruang Sentra UMKM lantai 3 kantor BRKS Pekanbaru Arifin Ahmad pada Kamis (6/6/2024) pagi. Dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kota Pekanbaru (Satgas Sertifikasi Halal) Dr. Hj. Rasdanelis, S. Ag, SS, M. Hum. Beliau juga merupakan Pendamping Proses Produk Halal UIN Sultan Syarif Kasim Riau.
Direktur Dana dan Jasa BRK Syariah, MA Suharto saat membuka acara workshop tersebut menyampaikan apresiasinya kepada nasabah yang antusias mengikuti kegiatan itu. Sertifikasi Halal pada produk usaha ini sudah wajib dimiliki setiap pelaku UMKM untuk memberikan kepastian barang yang dijual halal, bersih dan sehat.
“Dengan adanya pertemuan dan workshop hari ini mudah-mudahan menjadi wadah diskusi dan sharing antara UMKM dan perbankan serta lembaga terkait lainnya. Workshop ini diharapkan bisa menambah pertumbuhan ekonomi khususnya di segmen produk UMKM. Peserta workshop akan mendapat pemahaman tentang pentingnya sepertifikat halal ini dalam memasarkan produk,” kata MA Suharto.
Suharto mencontohkan di Negara Thailand untuk produk pertanian hampir menyeluruh sudah tersertifikasi halal. Sehingga wisatawan muslim yang datang ke Negara tersebut sudah tahu harus memilih produk mana saat berbelanja. Demikian juga di Negara yang mayoritas muslim seperti Malaysia, pelaku usaha di sana sudah mengutaman sertifikat halal ini pada setiap produknya.
“Kalau ilmu dari narasumber workshop dapat diterima dengan baik, kami juga berharap dapat ditransfer juga kepada pelaku UMKM lainnya. Banyak keuntungan yang akan diperoleh pelaku usaha ketika produknya sudah tersertifikasi halal ini, salah satunya produk tersebut akan menjadi pilihan utama konsumen muslim karena konsumen merasa aman saat menggunakannya,” kata Suharto.
Owner UMKM Kue Basah Cikgu Irma, Irma Suryani mengaku terbantu dengan program UMKM BRK Syariah. Produk kue basahnya sudah memiliki sertifikat halal yang proses pengurusannya dibantu oleh BRK Syariah. Di Sentra UMKM ini, pelaku UMKM juga mendapat fasilitas klinik bisnis, pelatihan, bincang bisnis, promosi produk, ruang bisnis serta pendampingan dalam menjalankan usaha.
“Ga cuma dapat pembiayaan untuk mengembangkan usaha saja, kami juga dibimbing dan dibantu dalam pengurusan sertfikat halal, jadi sekarang kue dari Cikgu Irma sangat mudah dipromosikan. Selama bergabung di sini juga kami bisa saling sharing ilmu bisnis dan mengupgrade usaha kami agar semakin populer di pasaran. Banyak manfaat yang kami dapat bergabung di sini, dalam kegiatan workshop ini juga kami jadi lebih tahu banyak produk BRK Syariah seperti tabungan haji, tabungan kurban dan lainnya,” kata Irma di sela kegiatan workshop.
Dalam kesempatan yang sama, Wening Tresnaning Asih selaku Ekonom Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta workshop. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Sentra UMKM ini memiliki manfaat yang besar bagi pelaku UMKM. Kegiatan ini juga dapat mengembangkan ekonomi syariah melalui pemberdayaan UMKM.
“Industri halal memang memiliki potensi yang sangat besar, tidak hanya dikalangan penduduk Indonesia tetapi juga pasar global. Dari industri halal semakin tahun itu semakin besar permintaan dari produk halal. Secara global capaiannya itu sekitar 2,02 triliun US Dollar, jadi memang secara potensi semakin lama eh produk yang diekspor ini juga diminta sertifikasi halalnya,” kata Ekonom Kantor BI Riau ini.
Masih dikatakan Wening, secara rangking yang memang dirilis oleh global islami ekonomi produk halal, Indonesia masuk peringkat ke Sembilan. Bank Indonesia akan berperan sebagai akselerator, inisiator dan regulator dengan melakukan perumusan kebijakan terkait dengan bagaimana bersinergi dengan perbankan syariah dalam rangka mendukung ekonomi syariah.
“Pembiayaan pada sektor industri halal mungkin masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh bisnisman dan bisnis women terutama terkait dengan UMKM di sektor halal tersebut dan bagaimana kompleksitas dari regulasi halal yang kalau misalnya kita masuk ke pasar ekspor mungkin nanti perkembangannya dapat berbeda-beda. Tinggal bagaimana meningkatkan kualitas dan juga infrastruktur dari industri halal sendiri,” tuturnya.
Dalam kegiatan workshop itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara BRKS dengan Asosiasi UKM – IKM Nusantara Wilayah Riau. Turut hadir juga dalam acara tersebut, Pengawas Jaminan Produk Halal Kemenag Kota Pekanbaru Anizar, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMRI Mizan Asnawi, Ketua UKM – IKM Nusantara Wilayah Riau Prama Widayat, Pemimpin Divisi MKM Muhammad Jazuli serta Branch Manager BRKS Pekanbaru Arifin Ahmad, Marwan Setiadi.***(rn)
Kejati Rohul dan BPJS-K Pekanbaru Teken MoU Pendampingan Hukum
Rohul(SegmenNews.com)– Kejaksaan Negeri Kabupaten Rokan Hulu dan direksi Kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Pekanbaru meneken Memorandum of Understanding (MoU) pendampingan hukum urusan keperdataan dan tata usaha negara.
Perjanjian kerja sama ini diteken langsung oleh Kajari Rohul, Fajar Haryowimbuko, S.H., M.H dan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekanbaru Panam, Ruszian Dedy, Rabu (6/6/24).
Usai meneken MoU di kantor Kejari Rohul, Ruszian Dedy mengatakan, dengan adanya nota kesepahaman ini dapat dapat meningkatkan pelayanan dan kepastian hukum dalam program jaminan sosial tenaga kerja sekaligus untuk meningkatkan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja.
Ia berharap BPJS Ketenagakerjaan cabang Pekanbaru Panam dapat bersinergi bersama Kejari Rohul dalam pendampingan hukum sebagai Pengacara Negara, serta dapat melaksanakan tugas dan fungsi para pihak dalam penyelesaian masalah hukum.
Sementara, Kajari Rohul Fajar Haryowimbuko, SH MH mengatakan, Kejari Rohul sebagai Pengacara Negara memberikan pelayanan, penegasan, kepastian tindakan hukum dalam rangka Pengoptimalan kepesertaan jaminan sosial tenaga kerja
“Fungsi bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) memberikan pertimbangan hukum, pendampingan hukum,” ungkapnya.
Kegiatan Mou dihadiri Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Rohul M Agung Wibowo, S.H., M.H., Kasubsi Datun Nurul Annisa S.H., M.H., Jaksa berserta staff dan sejumlah pegawai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cabang Pekanbaru Panam.**(rn)
Profesor Evelyn, Ketua Prodi TPK Unri memberikan cinderamata kepada Gan Seng Bun, Talent Coordinator RAPP, usai memberikan materi pada training soft skill Prodi TPK Unri, Sabtu (2/6/2024) kemarin.(foto: humas RAPP)
MENJADI satu-satunya program studi (Prodi) DIII Teknogi Pulp dan Kertas (TPK) di Indonesia di bawah pengelolaan universitas negeri, Prodi TPK Universitas Riau (Unri) terus berkontribusi dalam menciptakan lulusan yang siap kerja di industri pulp dan kertas.
Guna mendorong upaya tersebut, pihak prodi kembali menyelenggarakan training soft skill yang bertemakan “Set your goals, changes your life”. Kegiatan yang dilaksanakan di ruangan Power Boiler TPK Unri, Sabtu (2/6/2024) kemarin, diikuti dengan antusias oleh peserta yang terdiri dari mahasiswa aktif dan mahasiswa yang baru saja lulus.
Ratusan mahasiswa prodi TPK terlihat serius saat menyimak pemaparan yang disampaikan trainer. Training juga diwarnai pemberian merchandise kepada peserta yang aktif dalam kegiatan ini.
Training yang rutin dilakukan setiap bulan ini mendapat dukungan dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan perusahaan lainnya yang beroperasi di wilayah Provinsi Riau.
Seng Bun, yang merupakan Talent Coordinator RAPP, membagikan materi untuk training soft skill di Prodi TPK Unri, Sabtu (2/6/2024) kemarin.(foto:hms rapp)
Salah satu trainer, Gan Seng Bun, yang merupakan Talent Coordinator RAPP, tidak hanya membagikan pengetahuan seputar soft skill. Gan juga berbagi kisahnya saat bergabung di RAPP, yakni perjalanannya bersama RAPP yang dimulai sejak tahun 1997 lalu.
Menurutnya, RAPP telah berinvestasi banyak hal dalam hidupnya dan ia ingin semangat tersebut ditularkan kepada generasi muda.
“Saya tidak mengatakan 27 tahun, tetapi baru 27 tahun, artinya saya benar-benar menikmati bekerja di perusahaan ini dan perusahaan sudah berinvestasi besar dalam diri saya. Saat ini tugas saya adalah bagaimana melanjutkan spirit ini dengan memberdayakan dan menularkan kepada generasi muda. Saya menjadikan pekerjaan ini sebagai passion,” sebut Gan.
Menurut Gan, terdapat empat tugas yang harus dimiliki oleh seorang leader. Pertama, adalah fact finding, pemimpin harus memahami arah yang ingin dicapai oleh departemen yang dipimpin. Kedua, empowering, memberdayakan anggota tim. Ketiga, aligning, menyeimbangkan tuntutan terhadap anggota tim, dan terakhir, adalah modeling yakni dapat menjadi contoh.
Gan juga membagikan pengalaman berkesannya ketika pertama kali kali memimpin sebuah departemen di RAPP, di mana 85% karyawan yang dipimpinnya berasal dari daerah setempat.
“Dengan penuh dedikasi, saya berhasil memberikan pemahaman dan memberdayakan departemen yang saya pimpin. Tim saya, yang mayoritas terdiri dari putra-putri daerah, adalah aset berharga bagi saya. Saya memberi mereka kesempatan untuk membuktikan potensi dan kemampuan mereka,” kata Gan.
Di tempat yang sama, Profesor Evelyn, Ketua Prodi TPK Unri menekankan pentingnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini dengan harapan mahasiswa memperoleh pengetahuan baru. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh di luar ruang kelas dapat melengkapi pemahaman teoritis dan memperkaya keterampilan praktis yang diperlukan di dunia kerja.
“Selama pembelajaran di kelas, mahasiswa telah banyak menerima pelajaran-pelajaran terkait keterampilan teknis, tentu saja hal tersebut tidaklah cukup. Mahasiswa juga perlu dibekali dengan kemampuan soft skill untuk mempersiapkan karier mereka di masa depan,” ucap Evelyn.
Lebih lanjut, Evelyn menyampaikan bahwa sejak tahun pertama pendirian program studi ini, RAPP selalu berkomitmen memberikan dukungan fasilitas yang diperlukan untuk proses pembelajaran, termasuk penyediaan peralatan laboratorium untuk pratikum dan penelitian dalam bidang pulp dan kertas.
Baik Evelyn maupun Gan, mereka sama-sama percaya jika prodi TPK akan terus berkembang di masa yang akan datang, sebagai salah satu studi vokasi yang berkualitas dan menjadi kebanggaan masyarakat Riau.
Prodi TPK Unri merupakan bentuk kepedulian Tanoto Foundation dan investasi pendidikan yang dilakukan RAPP pada jenjang pendidikan tinggi yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi yang memiliki keahlian di bidang pulp dan kertas yang siap kerja, dan mampu bersaing secara global.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang diselenggarakan BPS. Pada Februari 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Riau untuk lulusan Diploma I/II/III merupakan yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 8,53 persen.
Tingginya tingkat pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi di Provinsi Riau ini tentu menjadi perhatian bersama untuk mengupayakan solusi yang tepat dalam menyerap tenaga kerja terdidik tersebut ke dalam sektor lapangan kerja yang tersedia.
Untuk mengatasi persoalan tersebut RAPP mengambil langkah serius melalui prodi TPK Unri, guna terus melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Terbukti, pada tahun 2022, APRIL Group menerima penghargaan Best Practices Pengembangan Vokasi dari Kementerian Perindustrian.
Dengan konsep link and match TPK Unri memastikan kurikulum pembelajaran yang diberikan selaras dengan kebutuhan pada dunia kerja. Sejak dibuka pada tahun 2018 lalu, TPK Unri terus konsisten dalam mendistribusikan lulusan yang siap kerja. Saat ini 90% lulusan TPK Unri telah tergabung dan menjadi bagian dari karyawan RAPP.
Keunggulan lain dari prodi TPK Unri yakni tenaga pengajar diisi oleh dosen berpengalaman dan praktisi yang telah lama berkecimpung di dunia industri pulp dan kertas. Mahasiswa juga akan mengikuti program magang, untuk memperdalam ilmu sebelum memasuki dunia kerja.
Terkait fasilitas, gedung TPK Unri seluas 2.092 meter persegi menjadi pusat kegiatan mahasiswa yang dilengkapi 6 ruang kelas, 6 laboratorium penelitian, 2 ruang pertemuan, dan sebuah perpustakaan. Lingkungan dan ruang kelas yang bersih menciptakan suasana nyaman bagi mahasiswa untuk berdiskusi dan belajar.
Bangunan dengan cat abu-abu ini tidak hanya sekadar menjadi wadah untuk kegiatan akademis, tetapi juga menjadi saksi dari perjalanan mahasiswa TPK Unri yang setiap tahunnya lulus dan bergabung dengan RAPP.
Salah satu peserta training, Novita Erawati, mahasiswa lulusan ke-4 yang baru saja menyelesaikan studi di Prodi TPK, mengaku sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan. Novi juga salah satu dari ratusan mahasiswa yang merasakan langsung manfaat program community development (CD) yang disalurkan RAPP.
Novi merupakan putri daerah asal Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Pelalawan dan telah menjadi penerima beasiswa dari RAPP, sejak masih duduk bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Pangkalan Kerinci. Novi berharap dia dapat menjadi bagian dalam langkah transformatif perusahaan dan berkontribusi untuk kemajuan Pelalawan ke depannya.
“Saya merupakan putri daerah yang tinggal di daerah sekitar operasional perusahaan, berbekal dengan pendidikan yang sudah saya tempuh, ditambah dengan pengetahuan soft skill yang diberikan, saya berharap nantinya dapat menjadi bagian dari perusahaan dan berkontribusi untuk kemajuan Pelalawan,” ucap Novi.
Sama halnya dengan Novi, Hiras Manatap Bezalel Sinurat, mahasiswa Jurusan Teknik Kimia, Prodi DIII TPK Unri angkatan 2022, turut merasa bangga karena bisa bersaing dan dinyatakan lulus menjadi mahasiswa di Prodi TPK.
“Saya bersyukur karena bisa masuk ke prodi ini. Mengingat juga bahwa Prodi TPK ini memang dipersiapkan dalam bidang pembuatan pulp dan turunannya yang juga menarik minat mahasiswa S1. Saya juga bersyukur dan bangga mampu duduk dan berkuliah serta bersaing sambil bekerjasama dengan orang orang hebat lainnya di jurusan dan prodi ini,” sebut Hiras.***(rn)
Wabup Husni Merza Lantik Penghulu Kampung Rempak (foto: hms )
Siak(SegmenNews.com)- Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Siak, Husni Merza melantik Penghulu Kampung Rempak, Kecamaran Sabak Auh, Kamaruzzaman,Spd, Rabu (5/6/24).
Pemberhentian dan pengangkatan penghulu tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) 100.3.3.2/457/HK/KPTS/2024
Kamaruzzaman melanjutkan tugas sebagai Pejabat Penghulu Kampung Rempak, yang mana ia merupakan seorang guru Bimbingan Konseling (BK) SMP 1 Negeri Sabak Auh. Sedangkan Pejabat Penghulu lama Waryono SI,p kembali melanjutkan jabatannya sebagai Kepala Seksi Pemerintahan di Kecamatan Sabak Auh.
Usai melantik Husni Merza ucapkan terima kasih kepada Pejabat Penghulu lama Waryono atas mendedikasikan dan pengabdiannya selama menjabat di segala usaha dan pengabdiannya kepada masyarakat Kampung Rempak telah selesai dan sukses.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak, kami mengucapkan ribuan terima kasih dan apresiasi setinggi-tinggi nya atas segala pengabdian melaksanakan roda pembangunan bersama-sama masyarakat, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membalas dengan pahala yang berlipat-lipat atas pengabdiannya sebagai seorang Penghulu Kampung Rempak,” ucap Wabup.
Dan kepada Pejabat Penghulu Kampung Rempak yang baru saja di lantik bapak Kamaruzzaman agar segera melakukan konsolidasi dan utamakan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat, tentunya tantangan kedepan harus lebih baik lagi dalam malayani masyarakat Kampung Rempak.
“Tugas utama harus menjadikan Kampung Rempak Zero/Nol miskin extrim dan stunting. Oleh karena itu mari lakukan aksi turun langsung pintu ke pintu rumah masyarakat memastikan dan apa yang butuhkan masyarakat,” ungkap Husni Merza.
Selain itu Husni Merza juga mengajak masyarakat menyukseskan Pemilihan Umum Gubernur, Bupati dan Walikota serentak di Provinsi Riau yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 nanti.
“Kami yakin dan percaya bahwa masyarakat Kampung Rempak ini mendukung sepenuhnya dan turut serta menyukseskan Pilkada mendatang, sebab telah terbukti pada saat Pemilihan Umum kemaren sukses terlaksana,” harapan Husni Merza.***(inf)
Bakal Calon Bupati Rohul Anton Jalani Fit and Proper Test PDIP Riau
Rohul(SegmenNews.com)– Bakal calon Bupati Rokan Hulu, Anton, ST., MM menjalani fit and proper test calon kepala daerah yang diadakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai PDI Perjuangan Provinsi Riau, di kantor sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Selasa 4 Januari 2024.
Fit and proper test calon kepala daerah ini merupakan tahapan yang dilakukan Partai PDI Perjuangan untuk semua calon kepala daerah (Cakada) yang telah mengembalikan formulir pendaftaran di DPC Partai PDI Perjuangan ditingkat kota/kabupaten.
Para bakal calon bupati dan wakil bupati yang sudah mengembalikan formulir sebanyak 27 orang terdiri dari kotamadya Pekanbaru, Kabupaten Bengkalis, Siak dan Rokan Hulu.
Para panelis melakukan wawancara terhadap Cakada soal kesiapan maju sebagai cakada di kabupaten Rokan Hulu, bentuk kesiapannya seperti apa dan seperti apa infrastruktur tim yang terlibat.
Kepada para panelis, putera daerah asli Pasir Pengaraian ini berterima kasih kepada Partai PDI Perjuangan yang telah mengakomodir dirinya sebagai bakal Cakada.
Anton mengaku komunikasi dengan semua partai politik secara intensif terus dilakukan. Ia mengapresiasi Partai PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik yang komunikatif dengan semua bakal Cakada termasuk dirinya.
“Insya Allah saya siap mendedikasikan diri untuk bersama-bersama membangun Rokan Hulu. Saya minta restu dari seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan pengabdian ini. Semoga saya diberi amanah dan kesempatan untuk mengabdikan diri di Negeri Seribu Suluk yang kita cintai ini,” ucapnya usai fit and proper test.
Usai mengikuti fit and proper test di DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau, dihari yang sama Anton, ST., MM juga mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Jalan Raden Saleh Nomor 9 Jakarta Pusat.
Anton ST., MM mengatakan melalui proses tahapan wawancara dirinya diminta penguji memaparkan visi dan misi, serta strategi pemenangan pada pertarungan pesta demokrasi Pilkada serentak nanti.
Ia berharap usai mengikuti fit and proper test, partai PDI Perjuangan dan PKB bersedia memberikan kesempatan untuk mengusung dirinya nanti pada pemilihan orang nomor satu di Negeri Seribu Suluk mendatang.
” Saya siap berkomitmen dan membangun komunikasi dengan partai politik manapun untuk mengusung visi dan misi yang sama, yaitu bersama membangun Rokan Hulu lebih baik ke depan,” ujarnya.
Anton, ST., MM selama ini dikenal sebagai birokrat berpengalaman dan paham akan kebutuhan masyarakat Rokan Hulu. Hal itu terbukti tiga kepala daerah sebelumnya memberikan amanah kepadanya menduduki jabatan strategis sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Rokan Hulu hingga saat ini.
Berbekal 20 tahun menjqbat sebagai birokrat, tentunya menjadi modal besar bagi Anton, ST., MM seperti pendahulunya Drs. H. Achmad, M.Si yang sukses mengharumkan nama Rokan Hulu sampai ke tingkat nasional dengan segudang prestasi membangun disegala bidang khususnya infrastruktur, yang sampai saat ini menjadi icon Rokan Hulu, yaitu Mesjid Islamic Center.
Sosok Anton, ST., MM dan Drs. H. Achmad, M.Si memiliki latar belakang yang sama sebagai birokrat yang mengerti dan paham akan kebutuhan daerah dan keduanya sama-sama putra jati Rokan Hulu.***(rl)
Pj. Bupati Herman Sosialisasikan SE Bupati Inhil HET Gabah
Kempas(SegmenNews.com)- Penjabat Bupati Indragiri Hilir H. Herman, SE, MT bersama Dandim 0314/Inhil dengan didampingi Kadis PUPR dan Kadis Perkebunan Pemkab Inhil menghadiri pertemuan bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kempas Jaya, Rabu (05/06/2024).
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor BPP Kempas Jaya ini turut dihadiri Camat serta Danramil Tempuling dan juga perwakilan pengusaha rice milling / penggilingan padi.
Dihadapan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kempas Jaya, Penjabat Bupati Indragiri Hilir H. Herman, SE, MT mensosialisasikan isi Surat Edaran (SE) Bupati Inhil tentang penetapan harga eceran terendah (HET) gabah dalam wilayah Kab. Inhil dan meminta kepada PPL untuk membantu mensosialisasikannya kepada petani.
“Harga gabah yang kita tetapkan ini bertujuan untuk memberikan kepastian dan melindungi para petani kita sehingga gabah yang dihasilkan tidak keluar dari Kab. Inhil sekaligus memakmurkan para petani dan menjadikan Indragiri Hilir sebagai lumbung padi”, ujar Herman.
“Dengan adanya kepastian harga ini diharapkan untuk kedepannya para petani dapat meningkatkan produksinya dari IP 100 menjadi IP 200 dan selanjutnya menuju IP 300”, ucap Pj. Bupati.
Sementara Komandan Kodim 0314/Inhil menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh jajaran Kodim 0314/Inhil ini hanya bertugas menjabarkan MoU Bapak Kasad dengan Bapak Mentan RI dimana hal tersebut telah ditindaklanjuti oleh Pj. Bupati Inhil dengan jajaran Kodim 0314/Inhil yang menyangkut optimalisasi lahan, pengelolaan pasca panen termasuk ikut mensupport penjualan beras tersebut.
“Harapan kita pertanian yang ada di Indragiri Hilir dapat menjadi ajang bisnis yang menjanjikan dan mensejahterakan para petani serta kembali mewujudkan Kab. Inhil menjadi lumbung padi”, ucap Dandim.
Menanggapi hal tersebut, kordinator PPL menyambut baik langkah yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan siap mensosialisasikan hasil pertemuan ini kepada seluruh petani yang ada, dengan harapan apa yang dilakukan ini dapat meningkatkan produksi serta kualitas padi.***(sup/hm)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemadaman listrik akibat gangguan jaringan di Sumatera Selatan menyebabkan sejumlah wilayah di Riau gelap gulita. Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal minta personel meningkatkan patroli mencegah gangguan keamanan.
“Saya sudah minta sama Kapolresta dan Kapolres jajaran untuk meningkatkan patroli. Khususnya bhabinkamtibmas dan Polisi RW untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” kata Kapolda Riau, Rabu (5/6/2024).
Jenderal bintang 2 itu meminta personel siaga dan memantau rumah-rumah warga. Terutama wilayah pemukiman yang mengalami pemadaman listrik dan kondisi gelap gulita.
“Semua saya sudah minta patroli, cek rumah-rumah warga yang kondisi listriknya padam. Jangan sampai ada gangguan kamtibmas, kapolsek-kapolsek semuanya turun, tingkatkan pengamanan ke rumah-rumah warga,” imbuh mantan Kadiv Humas Polri tersebut.
Selain perumahan, Irjen Iqbal minta personel Ditlantas dan Satlantas jajaran patroli di jalan raya. Mengingat sejumlah ruas jalan juga lampu penerangan jalan ikut terdampak padam.
“Satlantas juga saya minta turun karena jalanan juga gelap akibat pemadaman. Tentunya pengamanan juga bersama dengan teman-teman TNI di lapangan sampai situasi benar-benar listrik pulih,” kata Iqbal.
Hal senada juga disampaikan Karo Ops Polda Riau Kombes Ronny Lumban Gaol. Sesuai instruksi Kapolda, Kapolres hingga Bhabinkamtibmas diminta meningkatkan kesiagaan dan patroli mencegah terjadi gangguan kamtibmas.
“Sesuai arahan Bapak Kapolda semuanya dari Kapolres, Kapolsek, Polisi RW sampai Bhabinkamtibmas patroli. Ini tentunya sampai situasi listrik benar-benar pulih,” kata Ronny.***(mr)