Beranda blog Halaman 2734

Wakil Menag Terlibat Korupsi Alquran!

wamenagJakarta (SegmenNews.com) – Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar disebut dalam persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta terlibat dalam korupsi proyek pengadaan Alquran tahun 2011-2012.

Dalam dakwaan mantan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Ahmad Jauhari yang dibacakan Senin (6/1/2014), nama Nasaruddin disebut turut serta.

Jauhari dipandang Jaksa KPK melakukan perbuatan tersebut secara bersama-sama Nasaruddin Umar, Abdul Karim, Zulkarnaen Djabar, Fahd El Fouz, Ali Zuffrie dan Abdul Kadir Alaydrus.

Dalam dakwaan primair, jaksa menilai Jauhari telah melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sedangkan dakwaan subsider, terdakwa melanggar pasal 3 UU jo pasal 18 UU Pemeberantasan Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Jaksa Antonius menjelaskan pada proyek pengadaan Alquran tahun anggaran 2011, Ditjen Bimas Islam mendapatkan anggaran Rp22,875 miliar.

Pada proyek ini, Jauhari selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menetapkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia sebagai pemenang lelang.

Jauhari dianggap berperan menyetujui penambahan syarat teknis yakni kepemilikan gudang penyimpanan minimal 5 ribu m2.

“Dengan tujuan memenangkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia,” kata Jaksa Antonius.

Sementara itu, Nasaruddin Umar pernah menjalani pemeriksaan di KPK saat penyidikan kasus ini. Saat itu, Mantan Dirjen Bimas Islam itu membantah terlibat dalam proyek itu. ***

Sumber : inilah

PAD Tower di Rohul Menurun

net
net

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Retribusi tower telekomunikasi di Kabupaten Rokan Hulu tahun 2013 menurun dari tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan, karena para vendor menolak membayar sebelum Pemda Rohul melakukan audit terhadap NJOP menara yang terlalu tinggi.

Hal itu disampaikan, Sekretaris Dinas Perhubungan dan telekomunikasi Rokan Hulu, M Abrar, Senin (6/1/14). Katanya, ditahun 2013 anggaran Pendapan Asli Daerah (PAD) dari tower hanya Rp 929 juta dari 156 tower. Sementara tahun sebelumnya mencapai Rp 1,80 miliar.

“Kita menghimbau kepada vendor yang menunggak membayar retribusi agar segera melunasinya, sehingga PAD tersebut dapat digunakan untuk pembangunan Daerah,” imbaunya. ***(r4n)

Bupati Siak: Pegawai Kesehatan Jangan Tebang Pilih Pasien

Bupati Syamsuar menyalami pegawai kesehatan usai acara rapat evaluasi
Bupati Syamsuar menyalami pegawai kesehatan usai acara rapat evaluasi

Siak (SegmenNews.com)- Bupati Siak H Syamsuar Msi menegaskan kepada seluruh pegawai kesehatan maupun para Dokter agar memberikan pelayanan dengan sepenuh hati, jangan membeda-bedakan pasien atau tebang pilih.

“Siapapun dia, dari manapun asalnya harus dilayani apalagi menyangkut nyawa pasien. Jangan tebang pilih pasien. Layani pasien sesuai bantuan medis yang dibutuhkan,” tegas Syamsuar di acara rapat evaluasi pelayanan kesehatan, Program tahun 2013, bersama Dinas kesehatan (Diskes), Senin (6/1/14).

Begitu juga kepada supir ambulan, tidak sekali-kali mengutip biaya transportasi kepada pasien yang menggunakan jasa ambulan. Jika kedapatan maka yang bersangkutan harus siap di pecat.

Disampaikan Bupati lagi bahwa, pegawai kesehatan merupakan PNS, maka mereka harus siap menjalankan amanah dan tugas sesuai sumpah dan janji saat pengangkatan PNS lalu.

Selain itu, dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan, Pemda sudah merubah Puskemas menjadi UPTD Kesehatan. UPTD Kesehatan akan ditambah jika disalah satu kecamatan berpenduduk banyak.

Di rapat itu, Bupati juga menyampaikan program jamkesmas, jamkesda yang mana program tersebut diperuntukan oleh Pemerintah Daerah dalam hal memberikan pelayan yang prima dan pengobatan gratis. Sebagai pelayan kesehatan harus mampu menyuguhkan yang terbaik kepada masyarakat yang memerlukan.

Rapat evaluasi tersebut dihadiri asisten Pemerintahan Drs H Fauzi Asni MSi dan Asisten Administrasi Drs H jamaludin M,Si.***(rinto/humas)

Pedagang Banjiri Jembatan SSH Maredan Siak

Pengunjung dan pedagang membanjiri Jembatan SSH Maredan Siak
Pengunjung dan pedagang membanjiri Jembatan SSH Maredan Siak

Siak (SegmenNews.com)- Meski ada himbauan dan larangan dari Pemerintah Siak kepada pedagang agar tidak menggelar dagangan di Jembatan Sultan Syarif Hasim (SSH) Maredan atau yang lebih dikenal Jembatan Maredan. Kian hari jembatan tersebut malah semakin dibanjiri pedagang.

Pantauan dilapangan, Minggu (5/1/14) para pedagang kaki lima yang membanjiri jembatan tersebut malah memancing para wisatawan lokal untuk berhenti, sambil menikmati alam.

Pamandangan tersebut hampir setiap hari terlihat. Padahal, tak jauh dari Jembatan Maredan itu terdapat pos jaga Dinas Perhubungan (Dishub) Siak. Dan seolah-olah pembiaran masuknya para pedagang kaki lima dan para wisatawan lokal dengan mamarkirkan kendaraannya di jalan jembatan tersebut.

Salah seorang pedagang mengaku, dia tergiur berdagang di jembatan tersebut karena pengendara kerap berhenti di di jembatan sambil menikmati alam dari atas jembatan.

“Dagang disini lumayan bang. Banyak pengendara yang berhenti sambil santai,” ujarnya.

Sementara wisatawan lokal, JA mengetahui larangan berhenti di jembatan, tapi dia tetap berhenti di jembatan untuk menikmati alam.

“Memang dilarang bang, tapikan hanya sebatan larangan. Masih banyak orang yang berhenti kok bang. Belum ada dari Pemerintah yang menegur pengendara, padahal mereka selalu melintas di jembatan ini,” akunya.***(rinto)

Diduga Korupsi Jampersal, Bidan di Kampar Ditahan

int
int

Pekanbaru (SegmenNews.com)- FK (45), seorang bidan di Pusat Kesehatan Masyarakat, Kecamatan Tapung Hulu, ditahan pihak Kepolisian, karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana jaminan persalinan (Jampersal).

“Penahanan dilakukan karena yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka, dan untuk kepentingan penyidikan,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kampar, Ajun Komisaris Eka Ariandy Putra kepada wartawan, Rabu (1/1/2014).

Dia menjelaskan, kasus tersebut terjadi pada 2011 lalu, dengan dugaan tersangka menggelembungkan dana tagihan Jampersal.

Ketika itu, kata dia, ada beberapa bidang di kecamatan ini mengajukan klaim dana Jampersal untuk 48 pasien ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar melalui Puskesmas Tapung Hulu.

“Nah, yang mengajukan dana tersebut adalah pelaku FK. Yang bersangkutan tidak jujur dan mencoba korupsi dengan menambah jumlah penerima bantuan Jampersal itu menjadi 216 pasien,” katanya.

Menurut saksi-saksi dan barang bukti yang telah diamankan, katanya, saat itu pemkab melalui Dinas Kkesehatan mencairkan dana sebesar Rp90,7 juta dengan perhitungan persorang pasien senilai Rp420 ribu.

Pelaku, kata dia, malah menyalurkan dana ke para bidang yang mengajukan anggaran itu hanya senilai Rp20 juta dengan perincian 48 pengajuan pasien dikalikan Rp420 ribu.

“Sementara sisanya sekitar Rp70,5 juta diambil untuk kepentingan atau memperkaya diri sendiri,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kasus tersebut masih terus diproses dan masih akan dibutuhkan pemeriksaan saksi-saksi untuk menguatkan tuduhan terhadap pelaku.

Menurut dia, ini merupakan kasus korupsi Jampersal pertama yang ditangani oleh Mapolres Kampar sepanjang 2013.***

Sumber : antara

Oknum Marinir Penganiaya Tukang Parkir Nyaris Dipermak Warga

ilustrasi
ilustrasi

Segmen News.com – Diduga melakukan penganiayaan, seorang oknum anggota marinir nyaris dihakimi ratusan warga Pasir Putih, Sawangan Depok, Rabu (1/1/2014).

Kapolresta Depok, Komisaris Besar Achmad Kartiko mengatakan, kejadian berawal ketika Wani 30 tahun (korban) yang tengah mengatur jalan terlibat cek-cok mulut dengan oknum anggota Marinir Cilandak, Jakarta, Lettu Sigit (pelaku).

Namun ternyata, aksi cek-cok mulut itu berbuntut panjang. Pelaku, bersama sejumlah rekannya kembali mendatangi korban. Tanpa banyak basa-basi, mereka pun langsung mengeroyok korban hingga luka parah.

“Diduga permasalahan awalnya sepele. Hanya karena mengatur jalan. Saat itu, korban mengatur jalan yang sedang macet. Pelaku yang menggunakan motor tidak mau diatur dan malah marah-marah. Sambil mengancam, pelaku kemudian kembali mendatangi korban dan langsung memukulinya hingga terluka,” kata Kartiko pada VIVAnews.

Dalam keadaan bersimbah darah akibat hantaman benda tumpul di bagian kepala, korban ditinggalkan pelaku di jalan. Sejumlah warga yang melihatnya kemudian melarikan korban ke Rumah Sakit Bhakti Yudha.

Kesal dengan ulah pelaku, ratusan warga akhirnya mendatangi rumah pelaku yang tak jauh dari lokasi kejadian. Pelaku pun nyaris diamuk warga. Kemarahan warga redam setelah sejumlah polisi mengamankan dan membawanya ke Subgar Kodim Depok.

“Karena menyangkut oknum Marinir, kasusnya ditangani pihak TNI AL,” demikian Kartiko.***

Sumber : viva

Lima Fakta ‘Kiamat’ di Bumi Sudah di Depan Mata

Sepasang pemain ski terdampar di laut es Swedia(yahoo7)
Sepasang pemain ski terdampar di laut es Swedia(yahoo7)

Segmen News.com- Planet Bumi makin bertambah tua. Para ilmuwan mulai mengkhawatirkan kondisi Bumi yang rapuh dan tidak mampu lagi mendukung kehidupan, termasuk bagi umat manusia.

Para ilmuwan menyatakan, bentuk nyata dari kehancuran Bumi sudah dapat dilihat dari bencana perubahan iklim, serangan asteroid dari ruang angkasa, sampai munculnya berbagai penyakit pandemi, seperti penyakit menular yang menyebar melalui populasi manusia di kawasan yang luas, misalnya benua, atau bahkan di seluruh dunia.

Beberapa film juga sudah menceritakan tentang berakhirnya kehidupan di Bumi. Misalnya The Day After Tomorrow. Di film fiksi ilmiah itu menggambarkan kehancuran Bumi akibat dari pemanasan global.

Meskipun hanya sebuah fiksi, tapi banyak ilmuwan yang meramalkan pemanasan global menjadi salah satu penyebab kehancuran Bumi yang terbesar.

Berikut lima penyebab nyata kehancuran Bumi dilansir Live Science, Minggu, 29 Desember 2013.

1. Pemanasan global

Ketakutan utama dari kehancuran Bumi adalah kerena perubahan iklim. Perubahan iklim dapat menyebabkan cuaca ekstrem, meningkatnya kekeringan di beberapa daerah, penyebaran penyakit ke seluruh dunia, dan daerah dataran rendah di planet Bumi akan tenggelam akibat naiknya permukaan air laut akibat mencair es di Kutub.

Bahkan, banyak ilmuwan yang menyatakan, perubahan iklim bisa menciptakan ketidakstabilan politik, bencana kekeringan, rusaknya ekosistem. Sehingga pada akhirnya Bumi tidak nyaman dan layak untuk ditempati.

2. Serangan Asteroid

Tercatat, hantaman meteor terdahsyat ke permukaan Bumi pada 30 Juni 1908, ke wilayah Siberia, Rusia menjadi ledakan meteor terbesar yang pernah terjadi sepanjang peradaban manusia.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian yang populer disebut Peristiwa Tunguska itu telah membumihanguskan 2.000 kilometer persegi wilayah hutan Siberia.

Para ilmuwan di dunia juga sangat mengkhawatirkan ancaman hujan batuan ruang angkasa yang sewaktu-waktu bisa menghantam Bumi.

Para astronom hanya mengetahui sebagian kecil dari jumlah batuan ruang angkasa, padahal masih banyak asteroid-asteroid yang tersembunyi di sistem Tata Surya.

3. Ancaman Penyakit

Penyakit baru selalu muncul setiap tahun. Beberapa penyakit yang menimbulkan pandemi di seluruh dunia adalah wabah penyakit pernapasan akut (SARS), flu burung, dan baru-baru ini muncul virus korona yang dikenal dengan MERS di Arab Saudi.

Sekarang, manusia di suatu negara memiliki hubungan dengan menusia lain di negara lain. Sehingga itu yang menyebabkan pendemi penyakit-penyakit berbahaya bisa menyebar dengan cepat.

“Ancaman pandemi global sudah sangat nyata terjadi,” kata Joseph Miller, dalam bukunya yang berjudul Biology.

4. Perang Nuklir

Saat ini, keberadaan teknologi nuklir, oleh sebagian masyarakat dipersepsikan sebagai senjata, bom, atau hal-hal lain yang negatif.

Nuklir memang menakutkan. Korea Utara pernah memamerkan kekuatan senjata nuklir. Belum lagi, negara-negara lain yang masih menyembunyikannya.

Jika senjata nuklir berada di tangan yang salah, bisa dibayangkan betapa besar dampaknya bagi kesenjangan makhluk di Bumi, tak terkecuali manusia.

5. Efek Bola Salju (Snowball)

Penyebab-penyebab kehancuran Bumi yang disebutkan di atas bisa saja terjadi. Tapi, beberapa peneliti sangat yakin, efek bola salju dari beberapa penyebab itu akan lebih mungkin terjadi.

Contohnya, pemanasan global akan mengakibatkan perubahan iklim pada suatu negara, sehingga ekosistem pada negara tersebut akan rusak. Seperti, tanaman yang tidak bisa menghasilkan makanan.

Bencana itu memang terlihat kecil, karena terjadi pada satu negara. Tapi, sebenarnya bencana kecil itu lama-kelamaan akan terus meluas ke seluruh dunia. Dan akan terus menggerogoti Bumi secara bertahap.***

www.vivanews.com

Kecelakaan Maut Salah Siapa?

kecelakaan mautSegmen News.com– Kecelakaan maut kembali terjadi di pengujung 2013. Pukul 16.00 WIB, Sabtu 28 Desember, sebuah mobil pikap berisi 32 orang “beradu banteng” dengan truk gandeng di Jalan Togas, Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Tubuh 32 orang yang akan takziah itu terpental mencium aspal jalan, dilindas kendaraan yang lalu lalang. Sebanyak 18 orang meregang nyawa.

Sebagian kasus kecelakaan maut di jalan raya diduga dipicu kesalahan manusia (human error), entah akibat si pengemudi memacu kendaraannya dengan kencang atau mengantuk. Peristiwa di Probolinggo ini pun tak luput dari masalah serupa.
Bermula saat sopir mobil pikap B 2625 XCU berwarna hitam yang melaju kencang dari arah Probolinggo menuju Pasuruan, nekat menyalip satu kendaraan kecil dan dua bus yang ada di depannya. Padahal, ruas jalan tidak terlalu luas.

Belum berhasil menyalip bus yang terakhir, dari arah berlawanan muncul truk gandeng bermuatan tepung bernopol P 8568 UL. Kecelakaan pun tak bisa dihindari. Mobil pikap yang seyogyanya hanya untuk mengangkut barang itu remuk tak berbentuk.
Pentakziah yang sebagian besar wanita dan anak-anak tidak mampu menyelamatkan diri. Sebanyak 15 Orang langsung meninggal di lokasi kejadian. Tiga orang lainnya mengembuskan napas terakhir saat perawatan di rumah sakit, termasuk sopir mobil pikap bernama Slamet.

Jasad mereka dikebumikan Minggu pagi, 29 Desember 2013. Tujuh di antara korban tewas dimakamkan secara berdampingan di TPU Dusun Klampean, Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih.

Kapolda Jatim, Irjen Unggung Cahyono, mengakui, tabrakan maut di akhir 2013 ini merupakan peristiwa paling menyita perhatian di wilayahnya, karena jumlah korban jiwa mencapai 18 orang.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan, terutama mengumpulkan keterangan dari korban yang selamat dan mendata penyebab kematian korban meninggal. Setelah mengurus para korban, polisi baru akan melanjutkan ke penyelidikan berikutnya.
“Sejauh ini kami belum menetapkan tersangka. Sopir truk dan kernetnya masih jadi saksi,” kata dia.

Untuk menghindari peristiwa serupa, kepolisian akan menambah marka jalan di jalur terjadinya kecelakaan dan membenahi marka jalan yang sudah ada agar kendaraan tidak menyalip di lokasi jalur yang menyempit.

Kecelakaan ini juga menyedot perhatian Mabes Polri. Kepala Badan Korp Lalu Lintas Polri (Kakorlantas), Irjen Pudji Hartanto, langsung terbang melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Irjen Pudji juga mengaku sudah mengecek kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Ia menyayangkan penggunaan kendaraan barang untuk mengangkut penumpang, sehingga jumlah korban tewas sangat banyak. Ke depan, polisi akan memperketat pengawasan peruntukan kendaraan barang agar tidak terjadi lagi peristiwa yang tidak diinginkan.
“Angkutan barang tidak boleh lagi untuk mengangkut orang. Kami akan menindak tegas,” kata dia.

Deretan Kecelakaan Maut di 2013

Kecelakaan maut dengan banyak korban tewas bukan kali ini saja terjadi. VIVAnews mencatat sederet tragedi di jalan raya dengan angka korban yang tidak sedikit.

23 Februari 2013, sebuah kecelakaan beruntun terjadi pukul 06.45 WIB di jalur padat Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, KM 36, Desa Bangbayang, Kecamatan Gebrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kecelakaan itu menyebabkan 16 orang meninggal dan belasan lain luka parah.

Kecelakaan beruntun tersebut disebabkan sebuah truk kontainer bermuatan oli yang hilang kendali saat melintas dari arah Sukabumi menuju Cianjur.

Truk yang remnya diduga blong itu menabrak lima rumah, 30 motor, dan sebuah angkot yang ada di jalan. Sopir truk tewas terjepit di dalam kabin truk yang baru berhenti setelah menabrak rumah kelima. Korban tewas terbanyak merupakan karyawan pabrik sepatu GSI yang sedang antre masuk pabrik.

27 Februari 2013, tragedi maut kembali terjadi empat hari kemudian. Sebuah bus pariwisata milik PO Mustika Mega Utama celaka di kawasan Ciloto, Cianjur, Jawa Barat. Sebanyak 16 orang meninggal dunia, satu di antaranya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Cimacan, Cianjur.

Kapolres Cianjur, Ajun Komisaris Besar Agus Tri Hariyanto, menuturkan, selain korban meninggal dunia, kecelakaan juga membuat 32 orang mengalami luka berat dan 24 orang luka ringan.

Sebelum kejadian nahas itu, bus pariwisata itu hilang kendali dan melaju kencang di turunan Ciloto dari Bogor menuju Cianjur. Karena menghindari jurang, sopir bus terpaksa menabrakkan bus ke tebing sebelah kiri yang berada dekat Bumi Aki.

Para korban merupakan peziarah yang berangkat dari kampung Sukajaya, Cikemang, Kabupaten Bogor. Mereka akan menuju lokasi peziarahan di Cikundul, Kabupaten Cianjur.

6 Maret 2013, kecelakaan maut kembali terjadi di Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Sumedang. Truk Colt Diesel bertabrakan dengan minibus Suzuki Futura. Delapan orang tewas dan empat lainnya luka berat.

Kejadian berawal saat dua kendaraan yang berlawanan arah tersebut melintas di Jalan Raya Nyalindung, Dusun Warung Buah, Desa Nyalindung, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara sementara, truk colt diesel diduga mengalami rem blong, sehingga sopir tidak menguasai kendaraan. Ditambah lagi trek di jalur Nyalindung yang berkelok-kelok.

7 April 2013, lokasi kecelakaan masih di Jawa Barat. Kali ini di ruas tol Kopo KM 135, Bandung. Kecelakaan ini melibatkan Daihatsu Xenia dengan nomor polisi R 1881 NK dan Nissan Juke AB 241 TA. Pengemudi Nissan Juke, Muhammad Dwigusta Cahya, diduga memacu mobilnya dengan kecepatan di atas 100 km/jam, sehingga mobil terbang melewati pembatas jalan dan menimpa Xenia yang melintas di jalur berlawanan.

Dalam peristiwa kecelakaan yang terjadi pukul 13.30 WIB itu lima orang yang berada di mobil Xenia meninggal seketika.

8 September 2013, kecelakaan maut terjadi di KM 8+200 Tol Jagorawi. Kecelakaan ini melibatkan putra bungsu musisi kondang Ahmad Dhani dan Maia Estianty, AQJ. Sebanyak tujuh orang meninggal dunia.

Mobil yang dikemudikan AQJ dari arah Cibubur menuju Jakarta pada Minggu dini hari itu menabrak Daihatsu Gran Max bernomor polisi B 1349 TFM berpenumpang 13 orang dan Toyota Avanza bernomor polisi B 1882 UJZ. Dua mobil yang ditabrak ini berada di jalur sebaliknya, yaitu Jakarta menuju Bogor. Enam orang tewas seketika di lokasi kejadian, dan satu orang lagi meninggal beberapa hari kemudian.***

sumber: viva

Konflik 5 Desa, Achmad Minta Rekomendasi Mambang Mit Dicabut

ilustrasi
ilustrasi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Bupati Rokan Hulu Achmad meminta Penjabat (Pj) Gubernur Riau Djormansyah Djohan mencabut surat rekomendasi penetapan lima Desa yang dibuat oleh dari PLT Gubri, HR Mambang Mit sebelumnya. Pasalnya penetap 5 Desa masuk ke Kabupaten Kampar tersebut dinilai cacat hukum.

Bupati Achmad juga menilai penetapan 5 Desa malah menyebabkan kebingungan di tengah masyarakat.

“Penetapan 5 desa masuk ke daerah administratif kampar cacat hukum dan memiliki banyak ke anehan. Selain terkesan mendadak, hanya satu hari sebelum masa jabatan PLT Gubri habis. Surat penetapan tersebut dikeluarkan tanpa ada penetapan tapal batas seperti instruksi mendagri. Tak hanya itu, Pemkab Rohul sebagai pihak terkait sama sekali tidak mendapatkan salinan resmi dari surat penetapan 5 Desa itu. Kita minta surat rekom PLT Gubri Dicabut,” tegas

Achmad

Lima Desa yang menjadi rebutan dua Kepala Derah di Riau tersebut yakni, Desa Muara Intan, Intan Jaya, Desa Tanah Datar, Desa Rimba Jaya dan Rimbo Makmur.***(r4n)

BPBD Rohul Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

banjir (dok)
banjir (dok)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Hingga saat ini curah hujan terus tinggi, ratusaan ruymah terendam banjir. Sehingga Badan Penangulangan Bencana (BPBD) Rokan Hulu menetapkan status tanggap darurat banjir.

“Banjir juga telah melanda 2 kecamatan, Sabtu dini hari tadi. Menyebabkan ratusan warga di 6 desa kehilangan tempat tinggal. Untuk mempermudah langkah penanggulangan BPBD hari ini menetapkan status tanggap darurat banjir di Rohul hingga sepekan kedepan,” ungkap Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana, Minggu (29/12/13).

Aceng memperkirakan beberapa hari kedepan Rokan Hulu masih dilanda banjir. Sebab intesitas hujan terus meningkat. BPBD sudah menyiagakan beberapa Posko banjir, kesehatan dan bantuan lainnya.***(r4n)