Beranda blog Halaman 2755

Dugaan Korupsi KTIB, Arwin AS Diperiksa Kejati

Ariwin saat menjalani persidangan (dok)
Ariwin saat menjalani persidangan (dok)

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Tim Penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau memeriksa mantan Bupati Siak, Arwin AS dan Nana S Yusuf, selaku Direktur PT Kreasi Laksana dalam penyidikan dugaan korupsi yang dilakukan PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) Siak, Selasa (19/11/2013).

Keduanya tiba di Kantor Kejati Riau sekitar pukul 09.00 WIB. Sesampainya di Kejati Riau, Arwin langsung masuk ke Gedung Pidsus untuk menjalani pemeriksaan.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Mukhzan SH didampingi Kasi Penyidikan Rachmat Lubis SH kepada wartawan, Selasa (18/11/2013) mengatakan, Arwin AS dan Nana S Yusuf diperiksa masih sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan dana penyertaan modal Pemkab Siak ke PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang dilakukan PT KITB senilai Rp37 miliar dengan tersangka Direktur Utama (Dirut) PT KITB, Syarifuddin.

“Untuk Arwin AS diperiksa oleh jaksa penyidik Satria SH dan Rohim SH. Sedangkan Nana S Yusuf diperiksa oleh jaksa penyidik Bunadi SH,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan itu tambah Mukhzan, Arwin AS diberikan pertanyaan sekitar 25 pertanyaan. “Pertanyaan yang kita lontarkan seputar alasan Pemkab Siak membentuk PT KITB dan apa tujuannya,” kata Mukhzan.***(rn/kn)

2014, UMK Kuansing Rp1.770.000

uangTeluk Kuantan (SegmenNews.com)– Rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Kuantan Singingi pada Selasa (12/11/2013) lalu menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2014 sebesar Rp1.770.000.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Kuantan Singingi, Muharlius, ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu (16/11/2013).

Dia mengatakan, UMK tahun 2014 mengalami kenaikan dari tahun 2013 lalu, yakni hanya sebesar Rp1.470.800.

Muharlis menjelaskan, pada rapat tersebut dihadiri Asosiasis Pengusaha Indonesia (Apindo), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Badan Pusat Statistik (BPS) dan akademisi serta wakil dari pemerintah.

Sebelum dilakukan pembahasan terlebih dahulu dilakukan survei, berdasarkan itulah telah ditetapkan survei biaya hidup minimum yang layak di masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, besarannya juga mengacu kepada Upah Minimum Provinsi (UMP) Riau yang telah ditetapkan.

Setelah UMK Kuansing ditetapkan, hasilnya itu akan disampaikan ke Pemprov Riau supaya diterbitkan SK-nya oleh Gubernur Riau.***(ul/kn)

Sekdaprov Siapkan Rumdis Pj Gubri Djohermansyah

djohermansyahPekanbaru (SegmenNews.com)- Pasca ditunjuknya Djohermansyah sebagai penjabat Gubernur Riau (Gubri), Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, H Zaini Ismail berharap, seluruh masyarakat Riau dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mendukung Pj Gubri.

“Alhamdulillah, akhirnya Presiden menunjuk seorang Penjabat Gubri. Ini tentunya kita sambut baik. Mudah-mudahan, ini awal yang baik,” ujar Zaini dilansir riauplus.

Lebih jauh Zaini mengatakan, Pemprov Riau sendiri tengah mempersiapkan seluruh kelengkapan dan fasilitas yang akan diperlukan oleh Pj Gubri saat bertugas nantinya. Termasuk, rumah dinas yang akan ditempati Pj Gubri.

“Beliau nanti akan tinggal di Rumah Dinas Gubernur Riau di Jalan Diponegoro. Sekarang semuanya sedang dalam tahap persiapan,” kata Zaini yang mengaku sedang berada di Jakarta.

Zaini juga menyebutkan, jika Djohermansyah akan dilantik oleh Mendagri Gamawan Fauzi di Jakarta. Begitu dilantik, Djohermansyah langsung bertolak ke Riau.

Kemudian lanjut Zaini, tugas pertamanya Djohermansyah nanti adalah, melantik Bupati Indragiri Hilir HM Wardan di Tembilahan. Dijadalkan, Jumat (22/11/13) lusa,”terangnya.

Ditunjuknya Pj Gubri, kata Zaini, otomatis akan mempermudah jalannya roda pemerintahan di Riau. Sehingga diharapkan, seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan lancar.***(rn/rpl)

 

Jalan Rusak Parah, Perekonomian Dua Desa di Kepenuhan Terancam

Jalan rusak (ilustrasi net)
Jalan rusak (ilustrasi net)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)- Akibat tingginya curah hujan, membuat jalan di Dua Desa Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu rusak parah. Bahkan saat ini jalan sepanjang 8 Kilometer penghubung dua Desa Ulak Patian dan Rantau Binuang Sakti itu dan akses keluar tidak bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Cobalah lihat pak, penderitaan kami ini pak,” keluh warga Ulak Patian Jufri kepada SegmenNews.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (19/11/13).

Sebahagian besar perekonomian masyarakat di Dua Desa tersebut adalah perkebunan, dengan rusak parahnya jalan sehingga masyarakat tidak lagi bisa menjual hasil panen kebun mereka. Saat ini jalan itu hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Masyarakat dua Desa itu saat ini membutuhkan bantuan Pemerintah Rokan Hulu untuk perbaikan jalan bahkan mereka mengharapkan ada peningkatan jalan, agar kedepan perekonomian masyarakat tidak terganggu dan lancar.

“Kami berharap pihak terkait memperbaiki jalan, karena saat ini ekonomi kami terancam,” harapnya.***(r4n)

Terkait Penyadapan SBY, Australia Tolak Minta Maaf

Perdana Metri Australia dan SBY
Perdana Metri Australia dan SBY

Perdana Menteri Australia Tony Abbott menolak permintaan Indonesia untuk meminta maaf maupun memberikan penjelasan atas penyadapan oleh intelijen Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sejumlah pejabat pemerintah Indonesia.

Sebagaimana diberitakan ABC, Abbott berbicara di parlemen Selasa (19/11/2013) sore waktu setempat. Ia menegaskan pernyataan sebelumnya bahwa semua pemerintahan di negara manapun melakukan pengumpulan informasi dan semua negara juga tahu itu.

Abbott menyatakan Australia tak perlu meminta maaf kepada Indonesia atas langkah yang dilakukan untuk melindungi negara (Australia). “Penting digaris bawahi, dalam kasus Australia, kita menggunakan semua sumber daya kita, termasuk informasi untuk membantu kawan dan sekutu kita, bukan untuk melukai mereka,” ujarnya.

Menurutnya, Australia tidak perlu meminta maaf atas tindakan demi melindungi negara, baik di saat ini maupun di masa lalu.

“Itu berarti, Australia tidak perlu menjelaskan secara detail apa yang kita lakukan untuk melindungi negara kita seperti halnya negara lain tidak perlu menjelaskan secara detail apa yang mereka lakukan untuk melindungi negara mereka. Negara lain seharusnya bertindak seperti halnya yang mereka lakukan sendiri,” tegas Abbott.

Ia juga menegaskan bahwa penyadapan itu merupakan tindakan yang beralasan dan bisa diterima. “Saya berpendapat Australia tidak perlu meminta maaf atas tindakan intelijen dalam tindakan pengumpulan informasi karena itu sangat beralasan. Seperti halnya negara lain tidak seharusnya meminta maaf atas upaya pengumpulan informasi oleh intelijennya,” kata Abbott menjawa pertanyaan anggota parlemen.

Menurutnya, Australia sangat menghormati tetangga terdekatnya dan mengatakan, “Ini merupakan hubungan yang paling penting bagi Australia.”

Meskipun menolak meminta maaf, Abbot menyesalkan penyadapan pembicaraan telepon Presiden SBY. “Saya menghormati Presiden Yudhoyono sebagai seorang sahabat Australia. Bahkan, beliau merupakan salah seorang sahabat terbaik bagi Australia. Karena itu, saya menyesalkan hal memalukan seperti diberitakan media massa,” tegas Abbott.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia, melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa meminta agar Australia meminta maaf atas penyadapan itu dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi di masa depan.***(rn)

Sumber : inilah

Diduga Tak Mampu Biayai Sekolah, Pelajar ini Nekat Gantung Diri

Pelajar tewas gantung diri
Pelajar tewas gantung diri

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Sementara Kapolres Kampar, AKBP Ery Apriyono melalui Kapolsek Kuok, Iptu, Zuhri Siregar mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi termasuk dari pihak keluarga korban.

Informasi awal, katanya, korban nekat mengakhiri hidupnya karena orang tua tidak lagi mampu membayar hutang biaya sekolah dan buku di sekolah.

“Korban merupakan warga Dusun Suka Maju, Desa Ganting Damai, Kecamatan Salo. Menurut saksi-saksi, kejadiannya ketahuan tadi pagi sekitar jam 06.30 WIB,” katanya.

Korban menurut dia, pertamakali ditemukan oleh ibunya dalam kondisi tergantung di dekat pintu dapur.

“Tali gantungan mengikat leher korban hingga menghambat pernafasan dan akhirnya korban meninggal dunia,” kata dia.

Kapolsek mengatakan, anggota juga telah melakukan olah tempat kejadian serta menyita sejumlah barang bukti berupa tali yang digunakan korban untuk bunuh diri dan lainnya.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan. Sementara ini, saksi-saksi termasuk ibu korban telah dimintai keterangannya. Bisa jadi pihak sekolah juga akan dimintai keterangan terkait indikasi korban mengakhiri hidupnya itu,” imbuhnya.***(rn/kn)

Gempa 5,5 Skala Richter Guncang Kupang

Gempa bumi berkekuatan 5,5 skala Richter mengguncang Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (19/11/2013) pagi. Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 05.35 Wita.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang melaporkan, pusat gempa tersebut berada pada kedalaman 29 kilometer. Lokasi pusat gempa berada pada jarak 25 kilometer di tenggara Kota Kupang.

Belum ada laporan korban maupun kerusakan akibat gempa ini. Meski demikian, gempa dilaporkan terasa sampai kawasan pesisir pulau tersebut.

Sumber : ANT

IRT Diperkosa di Depan Suami dan Anak-anaknya

BN (31), warga Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, memerkosa seorang ibu rumah tangga (IRT) di kamar tidur korban.
BN (31), warga Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, memerkosa seorang ibu rumah tangga (IRT) di kamar tidur korban.

BN (31), warga Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, memerkosa seorang ibu rumah tangga di kamar tidur korban. Tindakan tak terpuji itu bahkan dilakukan di depan suami dan tiga anak korban yang masih kecil.

Wakil Kepala Polres Kupang Kota Komisaris Yulian Perdana SIK kepada Kompas.com, Senin (18/11/2013), mengatakan, pelaku memerkosa korban seusai menggelar pesta minuman keras (miras) bersama sejumlah teman-temannya.

“Tadi malam sekitar pukul 22.00 Wita, tersangka mabuk-mabukan minum minuman keras (miras) jenis moke (miras asal pulau Flores) bersama rekannya di Jalan Bajawa, kemudian pukul 04.00 Wita dini hari tadi, pelaku mulai menaiki sepeda motor miliknya untuk mencuri,” urai Yulian.

Pukul 05.00, pelaku melihat sebuah rumah di Jalan Frans Seda. Pelaku kemudian masuk melalui samping rumah. Pada saat masuk kamar, lanjut Yulian, pelaku melihat korban sedang tidur. Niat untuk memerkosa pun muncul di benak pelaku. Namun, ketika pelaku hendak memerkosa, korban berteriak sehingga suaminya bangun dan langsung menyerang pelaku.

“Serangan dari suaminya dengan menggunakan tangan kosong pun dipatahkan. Pelaku, yang membawa senjata tajam, balik menyerang suami korban sehingga, karena terdesak, suami korban terpaksa membiarkan istrinya diperkosa,” sambung Yulian.

Pelaku mengancam, bila suami melawan, maka istri akan dibunuh. “Pelaku perkosa korban dengan pisau di leher di depan suami dan anak-anaknya yang terbangun dan menangis,” tambahnya lagi.

Ia mengatakan, setelah memerkosa wanita ini, pelaku sempat menyandera korban sampai di depan pintu, lalu lari dengan sepeda motor.

“Korban sempat melihat nomor polisi sepeda motor pelaku, yakni DH 5299 HG, dan tanpa banyak bicara korban lalu lapor polisi,” kata Yulian.

Yulian melanjutkan, seusai menerima laporan, tim gabungan dari Reskrim dan Intel Polres Kupang Kota melakukan pengejaran. Setelah kepemilikan kendaraan bermotor dilacak, pelaku akhirnya diringkus di tempat persembunyiannya.

“Barang bukti berupa pisau dan kendaraan bermotor sudah diamankan di Mapolresta, dan pelaku bakal dijerat Pasal 285 dan 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya.***

sumber: kompas

Bimtek Kehumasan Pertajam wawasan

Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Drs. H. Amzar menyampaikan sambutan pada Bimtek Humas dan Wartawan di Royal Hotel, 18 11Siak (SegmenNews.com)-  Peranan Humas dan wartawan dinilai sangat penting agar pengajian informasi dari pemerintah melalui media masa bisa dimuat secara sempurna dan mampu membangun citra pemerintah. Untuk itu perlu mempertajam wawasan dalam ilmu komunikasi media massa.

Atas dasar pemikiran itu, pemerintah kabupaten Siak menggelar Bimbingan Teknis Pembinaan dan pengembangan Sumberdaya Komunikasi dan Informasi bagi aparatur pegawai Negri sipil dan umum, Senin (18/11/13) di Hotel Grand Royal, Siak

Peserta dari kegiatan ini yakni perwakilan dari tiap SKPD di lingkungan kabupaten Siak, anggota Humas dan Wartawan yang bertugas di wilayah kabupaten Siak.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Siak yang diwakili oleh Setdakab Siak, Drs. H. Amzar, hadir pada kesempatan ini Kabag Humas Siak, Julfikri. Bertindak sebagai pembicara di hari pertama yakni, mantan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi universitas Riau, Belli Nasution, S.IP., MA

Dalam sambutannya, Amzar menyampaikan bahwa Humas memiliki beberapa peran dan fungsi, terutama dalam komunikasi dan pelayanan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

“Humas memiliki peran mengemas informasi dan menyampaikan pada wartawan untuk ditemukan atau di Cetak pada media masa, dengan itu tentu diperlukan kemampuan dalam menyajikan informasi untuk meningkatkan pencitraan pemerintah dimmata masyarakat luas,” jelas Amzar

Kesiapan pemerintah pada era keterbukaan informasi menuntut para pejabat pemerintah di berbagai institusi bersedia menyampaikan informasi secara terbuka, namun demikian keterbukaan terbut harulas dimaknai dengan jeli, untuk memilih mana informasi yang layak menjadi konsumsi publik

“Konsep transparansi, tidak identik dengan keterlanjangan, melainkan mengarah pada keterbukaan,” ujar Amzar
Lanjut Amzar, dalam menyampaikan informasi, seorang wartawan atau media relation harus mempertimbangkan dampak sosial dari informasi yang akan disajikan.***(rinto)

Kejati Riau Periksa Syafril Tamun, Kadis PU Menyusul

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)- Tim Kejaksaan Tinggi Riau, Senin (18/11/2013) memeriksa mantan Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Riau, Syafril Tamun.

Pemeriksaan terkait proyek penataan Danau Kebun Nopi, Kuansing senilai Rp 15,7 miliar tahun 2011 lalu.

Syafril Tamun diperiksa jaksa penyidik Maesner Manalu SH.

Kasi Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau, Rahmad Lubis, SH, membenarkan pemeriksaan tersebut. “Syafril Tamun diperiksa sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau waktu itu,” ujarnya.

Selain, Syafril Tamun menurut Rahmad, pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan sejumlah pejabat di Dinas PU Riau lainnya.

Ketika ditanya apakah juga termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau, SF Hariyanto, Rahmad, belum bersedia menegaskannya.

“Yang jelas sejumlah pejabat di Dinas PU Riau, kita lihat saja nanti,” ujarnya.

Dikatakan Rahmad, berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap proyek tersebut, ditemukan indikasi kerugian negara mencapai miliaran rupiah.***(chir/fa’i)