Beranda blog Halaman 2804

Distan Diminta Susun Rencana Replanting

ilustrasi
ilustrasi

Siak (SegmenNews.com)- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Siak diminta untuk menyusun perencanaan dini terkait pelaksanaan replanting kebun kelapa sawit seluas hampir 1.500 Ha di kecamatan Koto Gasib tahun 2014 mendatang.

Menurut Ketua komisi II DPRD Siak, Sunardi, perencanaan terkait alternatif ekonomi warga petani yang kebunnya kena
replanting, yang secara otomatis menjadikan sumber nafkah petani akan hilang.

“Ini yang harus difikirkan sebagai antisipasi timbulnya pengangguran yang tentu saja akan berpengaruh terhadap perekonomian
Siak secara global. Dan inilah harus diantisipasi sedari awal,” ujarnya, Senin (23/9-2013) di Siak.

Dikatakan, Dinas Pertanian tidak perlu pusing dan tinggal menindaklanjuti program bantuan Kementrian pertanian berupa bibit
palawija seperti jagung dan kedelai, yang nantinya bisa ditanam di sela-sela tanaman sawit. Hal ini tentunya dapat membuat
ekonomi warga tidak terhenti, selama menunggu kebun sawit kembali menghasilkan.

Untuk mendapatkan program Kementrian tersebut, lanjutnya, Dinas Pertanian tentu harus segera mengurus segala sesuatunya sejak
awal, guna memenuhi prosedur yang diperlukan dalam mendapatkan bantuan pemerintah pusat tersebut. Dengan demikian, pada
waktunya nanti maka tidak ada kendala lain sebagai penghalang untuk meraih bantuan.

Sementara itu, Kadis Pertanian Siak, Robiati, membenarkan adanya program bantuan pusat tersebut. Untuk itu, jelasnya, pihak
Distan sedang melakukan tindaklanjut di lapangan.

Diungkapkan, melalui UPTD Pertanian Kecamatan Gasib, saat ini sudah dilakukan pendataan di lapangan terkait luasan lahan yang
akan direplanting, termasuk jumlah petani serta bibit/benih yang dibutuhkan.

“Terkait bibit yang dibutuhkan, kita bahkan sudah melayangkan pengajuan ke Kementrian sesuai permintaan petani yakni berupa
padi gogo, jagung dan kedelai,” singkatnya.***(adv/rin)

Zulfi Mursal, Pelayanan Berobat Gratis Cukup di Prioritaskan

WasiatNews_Miris--Pelayanan-RSUD-Siak-Belum-Maksimal-Siak (SegmenNews.com) – Masyarakat Siak belum sempurna merasakan biaya pengobatan gratis dan pelayanan kesehatan prima, karena pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siak banyak yang harus membeli obat ke apotek dan mengeluarkan uang untuk membeli obatnya.
Diketahui bahwa RSUD Siak tidak banyak menyediakan obat-obat yang diperlukan masyarakat, apalagi obat-obatan tersebut termasuk banyak digunakan. Informasi yang dirangkum dilapangan bahwa, sesuai dengan fakta dan bukti surat salinan resep obat yang diberikan doter RSUD Siak banyak menumpuk di salah satu Apotek di Jalan Raja Kecik Siak.
Dan obat-obat tersebut diantaranya yakni Banyaknya masyarakat Kabuapaten Siak yang harus mengeluarkan uang untuk biaya berobat karena obat Urinten untuk gangguan kantong kenih, Sirup lavipet untuk batuk dan radang tenggorokan, Amobiotik untuk anti biotik anak, Betaistin, Betason N untuk salap kulit, Hyalid sakit mata, dan Otilon untuk inveksi telingga.
Keterangan penjual obat yakni berinisial H, kepada sejumlah media bahwa banyak pasien yang datang dengan surat salinan itu untuk membeli obat, Senin (30/9/13) lalu belasan surat salinan diterima dan obatnya tergolong penyakit yang tidak langka atau sering digunakan masyarakat diantaranya obat batuk atau radang tenggorokan, antibiotik, dan obat kulit.
“Memang rata-rata, pasien yang datang ke sini (Apotek) banyak yang membawa surat salinan resep dari dotekter untuk membeli obat-obat yang diperlukan pasien bang,” ujar H penjual obat di salah satu apotek.
Untuk menanggapi hal tersebut, segmennews.com mencoba untuk mengklarifikasikannya ke Direktur RSUD Siak Ulfa Hanum, ternyata ia sangat sibuk dan belum bisa melayani hal tersebut dan mengarahkannya ke Kabid Pelayanan dan ternyata ia juga tidak ditempat.
Sementara itu Ketua DPRD Siak Zulfi Mursal, menanggapi keterbatasan obat-obatan di RSUD Siak tersebut mengatakan kepada segmennews.com bahwa, untuk kesehatan khususnya pelayanan pengobatan gratis cukup diprioritaskan dan termasuk anggarannya karena hal itu masuk dalam visi dan misi Kabupaten Siak.
“Masak iya! Untuk pelayanan berobat gratis ini cukup di prioritaskan dan itu sesuai dengan visi dan misi kita, jd kita berharap pihak RSUD Siak agar melakukan pengecekan ulang dan kita akan tanyakan hal itu,” terang Ketua DPRD Siak.

Malam ini, Nasib Ruhut Ditentukan Demokrat di Komisi III DPR

ruhutSegmenNews.com– Fraksi Partai Demokrat menggelar rapat internal untuk membahas nasib Ruhut Sitompul di Komisi III DPR, Selasa 1 Oktober 2013. Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, hasil rapat akan dibawa ke rapat DPP Partai Demokrat, malam ini.

Hal ini terkait dengan penunjukkan Ruhut sebagai Ketua Komisi III DPR. Namun, keputusan Fraksi Demokrat itu ditolak sebagian besar anggota Komisi III DPR. Beralasan Ruhut tak layak, legislator dari fraksi lain menolak dipimpin Ruhut.

“Saya akan melaporkan apa yang menjadi masukan dari pimpinan-pimpinan fraksi dan mudah-mudahan besok fraksi sudah mendapat arahan,” kata Nurhayati di Gedung DPR, Selasa 1 Oktober 2013.

Sejauh ini, baik Fraksi maupun DPP Partai Demokrat tetap mempertahankan Ruhut sebagai Ketua Komisi III meski sebagian anggota komisi III menolak. “Nanti kami akan bicarakan hasil lobi-lobi itu sendiri,” ujar dia.

Sebagian besar anggota komisi III dari fraksi lain berharap Partai Demokrat mengganti Ruhut. Menanggapi hal ini, Nurhayati mengatakan bahwa kewenangan mengganti Ruhut ada di DPP Partai Demokrat, bukan Fraksi.

“Ini bukan masalah sulit atau tidak. Pimpinan fraksi, komisi adalah menjadi wewenang DPP untuk memutuskannya.Sehingga dalam menjalankan tugas kami selalu mengkonsultasikan ke DPP,” ujar dia.
Nurhayati pun mengakui bahwa ada beberapa fraksi yang meminta agar Demokrat mengajukan nama lain untuk menjadi ketua Komisi III.

sumber: viva

Mobil Murah Datang, Mobil Bekas Bakal Cuci Gudang?

mokasSegmenNews.com– Pasar otomotif nasional kedatangan pemain baru, mobil murah atau Low Cost Green Car (LCGC), pada September lalu. Dengan harga mulai Rp75-120 juta, mobil murah diharapkan bisa dilirik banyak masyarakat Indonesia.

Namun keberadaan mobil murah tetap saja menimbulkan kontrovesi, mulai dari kemacetan khususnya Jakarta, hingga berpotensi membuat anjlok mobil bekas.

Meski begitu, pelaku bisnis mobil bekas optimis dampak mobil murah tidak akan mempengaruhi penjualan mobil bekas.

“Masih berjalan lancar, tidak ada pengaruh atau masalah,” kata Senior Manager Marketing Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, jakarta Pusat, Herjanto Kosasih saat dihubungi VIVAnews, Selasa 1 Oktober 2013.

Lebih lanjut, Herjanto mengatakan, mobil murah belum bisa mengimbangi berbagai kelebihan yang ada seperti pada mobil bekas. “Kalau dipikir pakai akal sehat, misalkan banderol 120-135 itu paling komplit, yah mending beli Yaris, itu jauh lebih komplit (fitur, mesin, dan lainnya) bahkan masih 2012,” kata Herjanto.

Tidak hanya itu, kata dia, dimensi mobil murah yang kecil tentunya berbeda dengan keinginan masyarakat pada mobil berkapasitas luas seperti di kelas hatchback, yakni Yaris, Jazz, dan Swift.

Dengan harga paling mahal Rp130 juta, konsumen juga bisa membeli mobil bekas yang sesuai dengan kebutuhan keluarga–dapat angkut penumpang dan barang yang banyak–seperti Avanza, Xenia, Kijang Innova.

“Bahkan bisa juga dapat Sirion bekas 2013 dengan harga yang beda tipis,” ujar dia.

Dia menambahkan, situasi ini belum membuatnya melakukan cuci gudang atau diskon besar-besar guna menarik konsumen.

sumber: viva

DPRD Berharap Akademi Komunitas di Siak Direalisasikan

Gedung DPRD Siak
Gedung DPRD Siak

Pekanbaru (SegmenNews.com)- DPRD Kabupaten Siak, Provinsi Riau, berharap Pemda Siak agar merealisasikan Akademi Komunitas untuk warga miskin, dan mereka dapat menempuh pendidikan pada perguruan tinggi dengan biaya murah.

“Itu merupakan impian bagi warga miskin yang ingin kuliah, maka Akademi Komunitas adalah solusi terbaik,” kata Ketua DPRD Siak Zulfi Mursan dihubungi dari Pekanbaru, Selasa.

Menurut Zulfi bahwa dalam rapat dengan Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Siak, Kadri Yafis dijelaskan secara terinci tentang perencanaan proyek akademi tersebut.

Bahkan rencananya terwujud mulai Januari 2014 dengan tujuan utama menampung warga tidak mampu yang tidak dapat melanjutkan ke perguruan tinggi.

Akademi Komunitas tersebut dipersiapkan untuk warga Kabupaten Siak yang tidak mampu secara ekonomi maupun keterbatasan kemampuan intelegensi (IQ). Anaka orang kaya berpeluang masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terkenal. Sedangkan yang pandai tapi miskin bisa ke PTN favorit dengan jalur beasiswa dan bagi warga ekonomi lemah dan kemampuan ekonomi juga lemah dapat ke Akademi Komunitas.

Dia menambahkan, bahwa pemerintah setempat sudah menyiapkan lahan seluas dua hektar untuk proyek Akademi Komunitas tersebut.

Sedangkan anggaran untuk proyek itu seluruhnya berasal dari pemerintah pusat melalui Direktorat Jendral Perguruan Tinggi Negeri Kementerian Pendidikan Nasional.**adv/ant)

Konflik PT MAI dan warga Batang Kumu, 7 rumah terbakar

7Tambusai (SegmenNews.com)– Konflik antara masyarakat Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai dengan PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) kembali bergejolak. Tujuh rumah terbakar, namun nihil korban jiwa.

Konflik antara masyarakat Batang Kumu dengan PT MAI ini sebenarnya sudah lama terjadi, namun hingga kini permasalahan terrsebut belum juga terselesaikan dengan baik. Bahkan, Senin Sore (30/9) bentrok kembali terjadi.

Dari rekaman video amatir yang diberikan warga kepada wartawan terlihat jelas bagaimana aksi kedua belah pihak dilapangan yang masing masing membekali diri dengan senjata tajam bahkan dari pihak perusahaan ada yang dibekali dengan senjata api yang membuat warga mundur serta melakukan doa bersama disalah satu tempat, namun disaat mundurnya warga tersebut pihak perusahaan melakukan pembakaran terhadap 6 rumah warga dan warga pun membalas dengan membakar pos keamanan milik Perusahaan di lokasi kejadian.

Dari informasi yang dihimpun sekitar pukul 04.00 wib dini hari (1/10/13), tiga unit rumah warga kembali dibakar oleh orang tak dikenal. Meskipun tidak terjadi korban jiwa dalam insiden tersebut, namun hal ini terjadi karena lemahnya pengamanan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Polres Rokan Hulu maupun dari Danramil setempat sehingga terjadinya konflik dan aksi kericuhan antara masyarakat Batang Kumu dengan Pihak PT MAI.

Sengketa lahan kedua belah pihak seluas 5004 hektar yang hingga kini belum terselesaikan dengan baik. (war/ur)

Tape Mobil Pemko Hilang, Tujuh Satpol-PP Pekanbaru di Sanksi

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Tujuh anggota Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru dikenakan sanksi skorsing selama sepekan serta pemotongan gaji. Skorsing selama satu pekan dimulai hari Senin kemarin.

Selama itu mereka tidak boleh bertugas. Tak hanya itu, oleh Kepala Kantor Satpol PP Pekanbaru, Baharuddin, mereka juga dijemur sambil menghormat bendera serta lari keliling halaman Kantor Walikota Pekanbaru.

“Hukuman ini diberikan karena mereka lalai dalam menjalankan tugas dan tak taat aturan,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (30/9/2013). Akibat kelalaian itu, satu tape mobil di saah satu unit kendaraan operasional Pemko Pekanbaru raib digondol maling.

Mobil bagian Umum Pemko Pekanbaru itu terparkir tidak jauh dari Kantor Satpol PP sejak Jumat malam hingga Sabtu malam. Lalu, tape diketahui hilang pada Minggu malam disaat ketujuh anggota Satpol PP tersebut mendapat giliran piket.

Menurut Baharuddin, pihaknya tidak tahu apakah anggotanya ketiduran lantaran capek atau alasan lainnya. Namun yang jelas ketujuh anggota Satpol PP itu lalai sehingga ada barang yang hilang dalam kawasan penjagaan mereka.

Baharuddin berharap, sanksi yang diberikan kepada tujuh Tenaga Honor Lepas Satpol PP ini diharap menjadi perhatian seluruh anggota agar taat dengan tugas dan aturan yang berlaku. Menurut Baharuddin, ia sudah mengingatkan seluruh anggota agar bertugas dengan baik. Anggota Satpol PP juga sudah mendapat jadwal piket dan harus siaga penuh ketika menjalaninya.***(bs/knc)

Sebut “Anak Pelacur” Warga Sumut Dibunuh di Siak

Kapolsek Siak, Kompol Suparno
Kapolsek Siak, Kompol Suparno

Siak (SegmenNews.com)- Bani (46) asal langkat Sumatera Utara (Sumut) tewas mengenaskan akibat dibunuh oleh rekannya sendiri, wanto Pangestu (17) asal Jombang Jatim di tepi sungai siak menggunakan balok kayu ukuran 5×10, mengakibatkan rahang dan tulang dada korban patah.

Kapolres Siak, AKBP Dedy Rachman Dayan melalui Kapolsek Siak, Kompol Suparno, Selasa (1/10/13) menjelaskan tersangka saat ini mendekam di ruang tahanan guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Keterangan tersangka saat pemeriksaan bahwa, sebelum kejadian tersangka menyimpan dendam terhadap korban karena tersangka tidak terima dengan ucapan korban yakni, “Kamu tak ada ibu, kamu anak pelacur”. Dan saat itu tersangka, tidak senang dengan korban dan merencanakan pembunuhan tersebut.

Akhirnya tersangka nekad membunuh, Jum’at (29/9/13) sekitar pukul 19:00 Wib. Setelah korban dipastikan tewas, tersangka menyeret korban dan memasukkan mayat korban dibagian lobang bawah turap, sementara darah yang berserakan di lantai turap tersebut disiram tersangka. Setelah itu tersangka pergi, dan seolah-olah tidak ada kejadian.

Pihak kepolisian mengamankan barang bukti yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa korban yakni berupa kayu balok ukuran 1 meter, dan ember. Sementara untuk otopsi mayat korban, polisi masih menunggu hasilnya.

“Saat ini, kita telah mengamankan barang bukti, dan sudah memeriksa saksi-saksi, serta masih menunggu hasil otopsi mayat korban. Saat ini ia mendekam di sel tahanan dan dikenakan pasal 340 KUHP, ancaman hukuman 20 tahun penjara,” ujar Kapolsek Siak.***(rinto)

Pasien RSUD Siak Terpaksa Rogoh Kocek Beli Obat di Apotik

Bukti salinan resep dokter RSUD Siak di apotik
Bukti salinan resep dokter RSUD Siak di apotik

Siak (SegmenNews.com)- Pengobatan gratis sebagai program Pemda, ternyata belum dirasakan masyarakat sepenuhnya. pasalnya, untuk obat-obatan penyakit ringan saja seperti penyakit batuk, inveksi telinga, antibiotik dan radang tenggorokan pasien terpaksa membelinya di apotik sesuai dengan resep dari dokter RSUD.

Padahal jauh hari Pemerintah telah mendeklarasikan pengobatan gratis kepada masyarakat, nyatanya masyarakat harus merogoh kocek hanya untuk membeli obat penyakit ringat yang tidak tersedia di RSUD.

Pembelian obat di apotik dengan resep dokter RSUD tersebut tak hanya isapan jempol belaka, di salah satu apotik di jalan raja Kecik Siak terbukti telah menumpuk salinan resep dokter RSUD.

Karyawan apotik, inisial H, Senin (30/9/13) mengaku rata-rata salinan resep dokter RSUD yang di beli di apotiknya hanya penyakit ringan dan tidak langka, obatu itu juga sering digunakan masyarakat seperti, penyakit batuk, radang tenggorokan, antibiotik dan obat kulit.

“Memang rata-rata, pasien yang datang ke sini (Apotek) banyak yang membawa surat salinan resep dari dokter untuk membeli obat-obat yang diperlukan pasien bang,” ujar H penjual obat di salah satu apotek

Guna mengetahui penyebab kelangkaan obat penyakit ringan di RSUD, Dirut RSUD Siak, Ulfa Hanum yang dicoba di konfirmasi ternyata belum bisa melayani wartawan disebabkan kesibukannya. Dia hanya mengarahkan mengkonfirmasi kepada Kabid Pelayanan.

SegmenNews.com terus mencari tahu penyebabnya dengan mencari Kabid sesuai arahan Dirut RSUD. Ternyata Kabid yang di sebut tak ditempat.

Ketua DPRD Siak Zulfi Mursal yang ditemui merasa heran tak tersedianya obat-obatan tersebut. Dia berharap pihak RSUD Siak agar melakukan pengecekan ulang.

“Masak iya! Untuk pelayanan berobat gratis ini cukup di prioritaskan dan itu sesuai dengan visi dan misi kita, jadi kita berharap pihak RSUD Siak agar melakukan pengecekan ulang dan kita akan tanyakan hal itu,” terang Ketua DPRD Siak.***(rinto)

Terdeteksi 27 Titik Api di Riau

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, berdasarkan pendeteksian Satelit “National Oceanic and Atmospheric Administration” (NOAA), kembali muncul 27 titik panas atau “hotspot” di wilayah kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Setelah sebelumnya sempat hilang, pada Selasa (1/10), Satelit NOAA kembali mendeteksi kemunculan 27 titik panas, terbanyak di Kabupaten Rokan Hilir mencapai 12 hotspot. Titik panas itu diindikasikan sebagai peristiwa kebakaran hutan atau lahan yang selama ini terjadi secara terus menerus di Riau.

Hasil rekaman Satelit NOAA yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, di Kabupaten Rokan Hulu terdeteksi 11 titik panas dan di Bengkalis terdapat dua titik. Kemudian di Kabupaten Siak dan Pelalawan masing-masing terdeteksi kemunculan satu hotspot.

Sementara itu, hasil rekaman Satelit Terra dan Aqua yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, pada Senin (30/9) sore, terdapat lima titik panas di Riau. Tiga di antaranya berada di Kabupaten Bengakalis sementara dua lainnya di Kabupaten Rokan Hilir dan Siak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau sejauh ini masih terus berupaya memadamkan titik kebakaran lahan atau hutan dengan melibatkan beberapa helikopter. “Upaya pemadaman dilakukan lewat jalur udara dan darat. Termasuk upaya pemantauannya juga dengan dua jalur ini,” kata Kepala BPBD Riau, Said Saqlul Amri di Pekanbaru dilansir antarariau.

Peristiwa kebakaran lahan tersebut sebelumnya juga telah menyebabkan kuwalitas udara di sejumlah daerah termasuk Pekanbaru menjadi menurun atau tercemar kabut asap. Meski belum begitu tebal, namun sejumlah masyarakat di berbagai kawasan mengkhawatirkan hal itu dapat menganggu kesehatan mereka. (**ant)