Siak (SegmenNews.com) – Bupati Kabupaten Siak, Drs Syamsuar MSi, memanfaatkan waktu di sela-sela kesibukannya, Senin (29/7/201). Sebelum masuk kantor, Syamsuar meninjau sejumlah proyek tahun 2013 di Kelurahan Kampung Dalam Kecamatan Siak.
Syamsuar didampingi Kepala Dinas Bina Marga, Irving Kahar, Kepala Dinas Tata
Ruang Cipta Karya, Amrul. Proyek yang ditinjau di antaranya proyek irigasi,
proyek box culvert dan pengaspalan jalan di Balai Kayang II.
Syamsuar meminta kepada dinas terkait dan kontraktor yang sedang melaksanakan
kegiatannya agar bisa mengesa pekerjaanya sehingga Volume kerja bisa meningkat. Diakuinya, dari peninjauan dilakukan diketahui kalau pelaksanaan proyek fisik di
lapangan tidak ada masalah. Diperkirakan pekerjaannya sudah mencapai 70 persen.
“Kita berharap proyek fisik yang diluncurkan tahun 2013 ini, sudah selesai
sebelum akhir tahun ini. Tidak ada proyek tidak selesai di
kerjakan. Untuk itu kita minta rekanan menggesa pekerjaan,” ucap Syamsuar.(adv)
Siak (SegmenNews.com) – Bupati Kabupaten Siak, Drs H Syamsuar, meminta dinas terkait untuk memperhatikan kelayakan angkutan mudik saat Idul Fitri 1434 H. Dengan armada yang layak, maka keselamatan pemudik akan lebih terjamin.
Hal itu dikatakan Syamsuar usai memimpin rapat yang dihadiri oleh Kapolres Siak,
AKBP Putut Wicaksono, Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom, Drs Said Arifadilah,
Adpel, syahbandar, Organda dan pimpinan perusahaan yang ada di Siak, Senin
(29/7/2013).
Syamsuar menegaskan, angkutan Lebaran baik itu angkutan darat dan angkutan jalur
Sungai perlu diperhatikan. Tujuan agar masyarakat yang mudik lebaran tidak ada
masalah nantinya.
“Itu harus dipikirkan dari sekarang pada setiap terminal dan pelabuhan yang ada
di wilayah Kabupaten Siak. Ini merupakan salah satu langkah dalam rangka
memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Syamsuar juga menjelaskan, selain memperhatikan angkutan, kepada Dinas
Perhubungan untuk memperhatikan angkutan barang ke Siak. Jangan sampai kebutuhan
masyarakat jadi terhambat karena kendala angkutan.
Syamsuar juga minta kepada petugas pengaman angkutan Lebaran khususnya di
Pelabuhan Tanjung Buton agar bisa melakukan pengamanan dengan maksimal. Ponton
yang ada di pelabuhan harus diperbaiki untuk kenyamanan pengunjung.
“Kita tak mau ada penumpang jatuh ke laut karena kelalaian kita sebagai petugas
keamanan Lebaran,” ingatnya.(adv)
Siak (SegmenNews.com) – Dalam melaksanakan pemerintahan desa, antara Kepala Desa dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hendaknya terjalin komunikasi yang baik dan saling berkoordinasi. Dengan demikian pemerintahan desa akan berjalan lancar dan pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan maksimal.
Demikian disampaikan Bupati Siak saat memberikan sambutan pada kegiatan pelantikan pejabat Kepala Desa Mandi Angin Kecamatan Minas. Hubungan kedua pihak yakni Kepala Desa dengan BPD harus harmonis dalam kerjasama penyelenggaraan pemerintahan.
Kepada pejabat Kepala Desa yang baru dilantik diharapkan Bupati dalam melaksanakan tugas dan fungsinya agar benar-benar merujuk kepada sistem perundang-undangan yang berlaku. “Penyelenggaraan pemerintahan desa harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” kata Bupati.
Dalam kesempatan itu Bupati menambahkan, di Kecamatan Minas akan dibangun beberapa proyek Infrastuktur Vital, seperti Puskemas, Jalan tol dan SPBU yang lengkap dengan tempat istirahat dan rumah makan. Pembangunan ini diharapkan bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. “Insyaallah 2014 mendatang sudah dimulai pengerjaannya,” tutup Bupati.(adv)
Siak (SegmenNews.com) – Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M. Si, Jumat pekan kemarin secara simbolis menyerahkan santunan kepada 42 orang anak yatim, kaum duafa dan anak piatu. Penyerahan santunan dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 02 Kecamatan Siak, Jalan Said Ali Kelurahan Kampung Dalam.
Usai menyerahkan santunan, Bupati mengatakan gerakan pengumpulan dana yang dilakukan oleh para siswa-siswi SMPN 02 ini merupakan langkah positif yang harus di dukung dan dimotivasi secara berkesinambungan. Terlebih lagi di bulan suci Ramadhan.
“Jerih payah yang telah ditunjukkan oleh para pelajar ini, seperti mencari donatur sedikit banyaknya mampu membantu untuk meringankan beban saudara-saudara kita untuk ikut bergembira dalam suasana lebaran nanti. Diharapkan gerakan seperti ini ke depannya dapat terus berkesinambungan.
“Sebab gaya hidup tolong menolong ini, adalah bagian rasa kebersaman antara sesama kita dan dapat terus ditingkatkan,” imbau Bupati.
Kepala Sekolah SMPN 2 Siak Dra. Syafraini menyebutkan, gerakan pengumpulan dana yang dilakukan oleh pelajar sekolahnya ini merupakan salah satu kegiatan amal. Tujuannya adalah membantu kaum Dhuafa dan anak yatim.
Dari gerakan tersebut pihak sekolah berhasil menumpulkan dana sebesar Rp22,632,000. Dana tersebut telah dibagikan kepada kaum Dhuafa dan anak-anak yatim. (adv)
Siak (SegmenNews.com) – Pasokan daging untuk wilayah Kabupaten Siak selama Ramadhan 1434 H hingga memasuki lebaran Idul Fitri mendatang masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan tidak perlu dikhawatirkan. Hingga saat ini belum ada kendala berarti.
Kepala Dinas Peternakan dan Kelautan Kabupaten Siak, Drh. Hj. Susilawati kepada wartawan Ahad (28/7) menyebutkan, pasokan daging untuk wilayah Siak tidaklah menjadi kekhawatiran. Namun yang dikhawatirkan adalah maraknya daging impor dan daging glonggongan. Masuknya daging ini sulit untuk memantaunya.
“ini dikarenakan tingginya permintaan daging. Kendati demikian, kita dari Dinas Peternakan dan Kelautan terus berupaya melakukan pemantauan terhadap keberadaan daging yang masuk di wilayah Kabupaten Siak ini, terutama terhadap masuknya daging glonggongan,” kata Susi.
Dilihat dari bentuknya daging glonggongan ini sepintas tidak ada masalah. Namun yang dikhawatirkan adalah zat pewarna yang digunakan pada daging itu. “Kita akan terus lakukan pemantauan,” tukas Kadis Peternakan dan Kelautan ini. (adv)
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri menyatakan bersedia diangkat menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Kesediaan ini disampaikan SBY setelah bertemu dengan Ketua Dewan Pimpinan Demokrat Daerah di Nusa Dua, Sabtu pagi (30/3). TEMPO/Dhemas Reviyanto
Bogor (SegmenNews.com)– Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan 16 calon anggota komite konvensi calon presiden dari partai berlambang mirip logo Mercy itu di kediaman pribadinya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu malam, 27 Juli 2013. Pertemuan, yang juga dihadiri sebagian anggota majelis tinggi partai, dimulai pukul 20.00 WIB hingga dua jam setelahnya.
“Mereka (calon anggota komite) diundang oleh beliau (SBY) dan dijelaskan apa yang akan dilakukan dalam konvensi calon presiden Partai Demokrat,” kata Sekretaris Majelis Tinggi Demokrat Jero Wacik seusai pertemuan.
Menurut Jero, SBY menjelaskan bahwa konvensi partainya dilakukan dengan sangat serius guna mencari pemimpin bangsa sebagai pengganti SBY, yang sudah dua kali menjabat presiden. “Beliau (SBY) tidak maju lagi karena undang-undang-nya tidak memungkinkan,” ujarnya. “Kalaupun memungkinkan, beliau tetap tidak ingin maju lagi. Cukup dua kali masa jabatan,” Jero menambahkan. Karena itu, gagasan melaksanakan konvensi calon presiden akhirnya muncul.
Demokrat pun memastikan konvensi ini bukan ajang pura-pura. “Banyak yang memperkirakan akal-akalan, sudah punya calon, dan lain sebagainya, tidak begitu,” kata Jero. “Pak SBY tadi mengkonfirmasi bahwa konvensi ini serius.”
Mandau (SegmenNews.com)– Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit , mengunjungi pedagang dan pembeli sekaligus melihat langsung kondisi Pasar Dewi Sartika , Duri Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis.
Kedatangan Wagubri Mambang Mit di tengah rintik hujan pasar rakyat yang buka setiap hari disambut hangat para pedagang juga pembeli di pasar tersebut .Wakil Gubernur Riau itu diharapkan membawah berkah , seiring hujan rintik mengiringi kunjunganya ke pasar itu.
“Hujan ni Pak, mudah-mudahan kedatangan Bapak memberik berkah kepada kami yang berjaualan disini,”ungkap salan seorang pedagang bernama Salim sambil menyalami Wagubri HR Mambang Mit.
Sementara beberapa pedagang dan pembeli lain di pasar itu mengeluhkan jalan pasar yang rusak dan berlobang besar, sehingga kalau hujan akan tergenang air dan pasar menjadi sangat becek dan kotor.
“Tolonglah jalan pasar kami ini, Pak, sudah bertahun-tahun rusak begini, belum lagi drainase disini tidak lagi berfungsi baik sehingga menjadikan pasar ini terkesan tidak teratur dan bau serta kotor,” ujar salah seorang pembeli Yasnimar kepada Cawagubri yang akrab disapa Ayah MM.
Menaggapi hal itu, Mambang Mit mengatakan, keberadaan pasar sangat penting karena tempta transaksi jual beli kebutuhan masyarakat sehari-hari, yang selalui di kunjungi masyarakat.
Oleh karenanya ,pasar yang nyaman , bersih dan teratur merupakan kebutuhan masyarakat sehingga pasar juga menjadi perhatian untuk di tingkatkan infratrutkurnya, apakah jalanya, saluran pembuangan air serta sarana lainnya sehingga pasar akan indah dan teratur, dengan demikian masyarakat berjualan dan berbelanja juga akan merasa lebih nyaman lagi.
“Kita komit untuk memperhatikan infratsrutktur pasar-pasar tradisonal, dan akan kita benahi agar masyarakat yang bertransaski di sini juga enak, karena pasarnya akan bersih dan tertata dengan baik,” jelas Mambang Mit.(Rls)
Pangkalan Kuras (SegmenNews.com)– Budi (23) warga asal desa Sawit Permai, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak tewas dihajar massa di desa Bukit Kesuma, kecamatan Pangkalan Kuras, kabupaten Pelalawan, karena mencuri sepeda motor.
Dari informasi, korban mencuri sepeda motor Honda Beat BM 2546 IB milik Eko (40) warga setempat di tahun 2012 silam. Saat itu tersangka kabur dan tak pernah terlihat lagi. Namun, Jumat (26/7/2013) sekitar pukul 21:00 WIB malam. Korban melihat tersangka sedang asik duduk di kedai tuak di Pelalawan, tersangka ditangkap dan di amankan oleh Polisi Masyarakat (Polmas).
Sementara korban pergi melapor ke Pospol Bukit Kesuma. Saat itu skitar 300 an warga datang menemui tersangka dan menghajarnya beramai-ramai menggunakan tangan kosong dan kayu balok. Aggota Polmas tak bisa berbuat banyak dengan amukan ratusan massa itu.
Kepolisian Pospol Bukit Kesuma saat itu datang dan berhasil meredakan amukan massa. Tersangka langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat. Namun nyawa tersangka tidak dapat tertolong akibat banyaknya mengeluarkan darah, tersangka tewas dalam perjalanan.
Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIK melalui Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol H Rekson SH MH didampingi Kanit Reskrim Ipda Syaidina Ali, Minggu (28/7/13) membenarkan adanya tersangka pencuri motor tertangkap tewas di hajar massa.
“Korban mengalami luka parah, belum sempat sampai di Puskesmas tersangka sudah meninggal dunia,” ungkapnya.
Menurut Rekson, jenazah tersangka dijemput keluarganya dari Dayun Kabupaten Siak, Sabtu (27/7) keluarganya untuk dimakamkan. Sementara barang bukti (BB) sepeda motoryang telah di jual itu sedang dalam penyelidikan kepolisian. (fin)
Kepala Bagian (Kabag) Anggaran biro Keuangan Pemrov Riau, Arbaini Yati, SE menjalani pemeriksaan.
Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Puskesmas rawat inap di kecamatan Teluk Meranti, kabupaten Pelalawan yang menelan dana Rp3 miliar lebih terus bergulir. Satu persatu saksi mulai diperiksa.
Direncanakan, besok Senin (29/7/13) tim penyidik tipikor Sat Reskrim Polres Pelalawan bakal memeriksa Panitia lelang proyek dan mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, guna mencari titik terang pengungkapan gagalnya proyek Puskesmas tersebut.
“Rencana Senin depan kita akan memerikas para Panitia lelang dan mantan Kepala Dinas Kesehatan Riau,” ungkap Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Bimo Ariyanto SH SIK dan Kanit Tipikor Aiptu Masril kemarin.
Sebelumnya, Kamis (25/7/13) kemarin pengguna kuasa anggaran (KPA) dalam proyek puskesmas masa itu, Arbaini Yati, SE yang sekarang menjabat Kepala Bagian (Kabag) Anggaran biro Keuangan Pemrov Riau telah menjalani pemeriksaan selam 7 jam. Namun saat istirahat menjalani pemeriksaan, Arbaiti tidak bersedia memberikan komentar kepada wartawan.
“No komen ya, saya masih mau diperiksa,” ucapnya kepada wartawan sambil berlalu.
Sebelumnya untuk memastikan gagalnay proyek Puskesmas tersebut pihak Tipikor Polres Pelalawan sudah mengundang tim kontruksi dari USU Medan. Puskesmas di Kecamatan Teluk Meranti tersebut hingga saat ini terbengkalai dan ambruk. Padahal proyek tersebut telah dianggarkan dua kali yakni tahun 2008 sebesar Rp1,6 miliar lebih. Tetapi tidak rampung di kerjakan kembali di lanjutkan tahun 2010 dengan nilai sebesar Rp1,4 miliar lebih.
Namun pekerjaan yang di lakukan oleh PT Indra Adanmar dengan di subkan pada pihak kedua, pekerjannya tidak selesai.
Sementara pihak Dinas Kesehatan Provinsi Riau terkesan kurang pengawasan ketika kontruksi bangunan yang dibangun tidak kokoh
hingga retak dan jadi ambruk, alias gagal bangunan. (fin)
Kendal (SegmenNews.com)-Sedikitnya 400 warga dari Sukorejo dan sekitarnya menjadi penjamin penangguhan penahanan empat warga yang ditahan kepolisian, karena menjadi tersangka dalam bentrok antara Front Pembela Islam di Sukorejo 19 Juli 2013 lalu. Para penjamin merupakan anggota keluarga keempat tersangka, tetangga, serta tokoh masyarakat.
Empat warga yang ditahan adalah, Agus Riyadi alias Gudel, 33 tahun, warga Pucak Wangi, pageruyung, Agus Atriyono, 27 tahun warga Tembelang, Pageruyung, Edy Bowo Dwiyanto, 30 tahun, warga Tembelang, Pageruyung dan Paedo Gogi Kulkarimah, 25 tahun warga Kauman, Sukorejo. Sejak 21 Juli, mereka ditahan dan dijadikan tersangka dengan tuduhan merusak mobil FPI.
Perwakilan warga didampingi kuasa hukum tersangka, Jumat, 26 Juli 2013 mendatangi markas Kepolisian Resor Kendal untuk menyampaikan permohonan penangguhan penahanan. “Akan lebih bijak, jika polisi melakukan penangguhan penahanan,” kata kuasa hukum tersangka, Deni Septiviant kepada Tempo.
Alasan penangguhan penahananan, kata Deni, karena tindakan tersangka lebih sebagai mempertahankan diri dan menjaga keamanan Sukorejo. Penyidikan terhadap orang tersebut juga hampir selesai, dan tidak mungkin melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.
Alasan lain, keempat orang itu bukan preman sebagaimana yang dituduhkan FPI. “Kami yakin, polisi akan mengabulkan penangguhan penahanan,” kata Deni.
Kepala Desa Pucakwangi, Teguh, yang ikut menjadi penjamin mengatakan, mereka yang ditahan adalah tulang punggung keluarga. “Mereka juga bukan preman,” ujarnya. Penegasan mereka bukan preman disampaikan Teguh guna menjawab pernyataan dari Ketua FPI Habib Riziq yang menyatakan pihaknya meminta Kepolisian untuk menghentikan penyidikan, jika memang mereka bukan preman.
Menurut Teguh, Agus Riyadi misalnya, sehari-hari bekerja sebagai cleaning service di sebuah kantor bank Perkerditan Rakyat di Sukorejo. “Dia bukan preman. Saya bertetangga dengannya”.
Kepala Satuan Reserse Polres Kendal, Ajun Komisaris Polisi Agus Purwanto mengatakan, “Kami akan mempelajari permohonan yang disampaikan warga,” ujarnya. “Selanjutnya menunggu hasil konsultasi kepada pimpinan”.