Pelalawan (SegmenNews.com)– General Manager (GM) PT PLN Wilayah Riau-Kepri, Dodi S Pangaribuan diperiksa tim penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Pelalawan selama 9 jam. Pemeriksaan tersebut terkait penelusuran aset tersangka kasus dugaan korupsi pembayaran tagihan listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) PT PLN Ranting Pangkalan Kerinci, Ali Marzboy.
Ada indikasi gaji tersangka saat menjabat Supervisor Penagihan PT PLN ranting Pangkalan Kerinci tahun 2008 dipotong oleh PT PLN. Gaji tersebut rencananya akan disita oleh Negara. Tapi dalam pemeriksaan pihak pihak PT PLN tidak bisa memberikan penjelasan. Namun pihaknya bersedia menyerahkan hasil pemotongan gaji dan bonus tersangka senilai Rp 190 juta.
“Gaji dan bonus tersangka dipotong pihak PT PLN sejak terkuaknya dugaan mark up tagihan PJU di bendahara Setda Pelalawan,” ungkap Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIK melalui Kasat Reskrim AKP Bimo Ariyanto SH SIK, Selasa (2/7/13).
Saat ini tersangka, masih mendekam dalam sel Mapolres Pelalawan, untuk menunggu proses perbaikan terhadap Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) yang di kembalikan oleh JPU.
Perkara bermula atas pembayaran listrik PJU yang berjalan setahun tersebut tanpa ada verifikasi oleh pihak Setda Pelalawan, hingga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp646 juta lebih. (fin)
Anggota DPRD Pelalawan Komisi A, Nazaruddin Arnazh
Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Aneh, tidak ada penerimaan tenaga honorer, tapi tenaga honorer baru semakin bertambah di lingkungan Pemerintahan kabupaten Pelalawan. Hal itu membuat kalangan anggota DPRD Pelalawan gerah dan mempertanyakan proses rekrutnya kepada sejumlah SKPD.
Tenaga Honorer yang direkrut tersebut juga ada indikasi titipan dari para pejabat ataupun jatah oknum pejabat. Padahal, para tenaga honorer baru itu juga diinformasikan baru tamat SLTA, dan belum mampu mengoperasikan komputer secara maksimal. Tenaga honorer baru itu juga akan membebani APBD.
Seperti yang disampaikan salah satu nara sumber PNS yang enggan disebutkan namanya, menyebutkan tenaga honorer baru tersebut hanya datang kekantor untuk isi absen, sementara mereka belum bisa bekerja.
“Kita takut memerintahkan tenaga honorer itu bekerja, kalau kita desak dia keluarga pimpinan. Nanti malah kita yang kena marah, mereka keluarga pejabat,” ungkapnya.
Sementara itu, anggota DPRD Pelalawan Komisi A, Nazaruddin Arnazh, kemarin sore menegaskan, bahwa penerimaan pegawai honorer sudah dilarang sesuai dengan Surat Edaran Mendagri tertanggal 10 Januari 2013 yang ditujukan kepada semua kepala daerah di Indonesia, seperti Gubernur, Bupati dan Walikota.
“Kita juga sudah menerima sejumlah laporan, terkait banyaknya tenaga honorer baru yang direkrut secara diam-diam tanpa adanya pengumuman penerimaan. Ini jelas akan membebani APBD Pelalawan,” tegas Ketua DPD PAN Pelalawan ini.
Kalau penerimaan secara profesional dan sesuai ketentuan tidak ada masalah. Namun pihaknya menerima laporan tenaga honorer yang baru tersebut baru menamatkan SMA atau sederajat. Sehingga kemampuan mereka belum maksimal.
“Yang masih di pertanyakan kemampuannya langsung diterima masuk kerja tanpa tes,” tukasnya.
Waktu dekat pihak DPRD akan memanggil pimpinan satker yang telah menerima pegawai honor baru, guna meminta pertanggung jawaban apa alasan mereka yang disampaikan secara transparan dan jumlah pegawai honor yang telah di rekrut serta sistem pengajiannya seperti apa.
“Kita akan lakukan rapat bersama komisi lain untuk membahas rencana pemanggilan para pimpinan Satker yang telah melakukan perekrutan pegawai honor,” imbuhnya.
Sementara itu, sesuai sidak yang dilakukan Bupati beberapa waktu lalu banyak ditemukan pegawai honorer yang tidak masuk kerja. tapi mereka menandatangai absen. (fin)
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kab Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa saat ini terjadi kelangkaan ulama, sebagai konsekuensi logis dari tidak berperannya secara maksimal pondok pesantren dan madrasah sebagai basis produsen terbesar lahirnya para ulama di tengah-tengah masyarakat.
Oleh itu perlu adanya pembekalan bagi Da’i dan Da’iyah, Muballigh-Muballighah Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Khususnya di Kab Rohul. Sebab ulama adalah pewaris Nabi yang akan memberikan pencerahan bagi umat.
Kekurangan jumlah ulama baik secara kuantitas dan apalagi secara kualitas, akan berdampak negative bagi kemajuan umat.
Untuk mengantisipasi kelangkaan ulama tersebut, diperlukan berbagai cara, daya dan upaya, untuk dapat melahirkan ulama-ulama yang kompeten dalam bidangnya. Sehingga dengan demikian, diharapkan dimana-mana ada ulama yang siap memberikan petunjuk dan pencerahan bagi umat.
Ahmad Supardi Hasibuan berharap, agar para ulama bisa memasuki semua lini kehidupan masyarakat, sehingga mengetahui secara persis apa yang dihadapi oleh umat dan dapat mencarikan solusi untuk mengatasinya. Jangan sampai pengajian yang dilakukan oleh seorang ulama, tidak sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakatnya.
Salah satu contoh, yang dilakukan Majelis Dakwah Islamyah (MD) di kabupaten Rokan Hulu, Selasa (2/7/13). Sebanyak 53 orang Da’i dan Da’iyah yang akan diterjunkan ke 52 masjid se kota Pasr Panagaraan sebelumnya mendapatkan pelatihan dan bimbingan dakwah.
“Persiapan para Da’i dan Da’iyah ini sangat bagus, apalagi dalam memasuki bulan Ramadhan, para da’i harus betul-betul memahami yang disampaikan kemasyarakat,” paparnya. (r4n)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Kabupaten Rokan Hulu terpilih sebagai tuan rumah Lokakarya Pengelolaan UED-SP dan BUMDes tingkat Provinsi Riau. Kegiatan tersebut di buka oleh Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi diwakilkan oleh Asisten Kesra dan Ekonomi Pembangunan Setda Rohul, Syaiful Bahri, Selasa (2/7/13) malam di hotel Sapadia pasirpangaraian.
Syaiful Bahri menyampaikan dukungan Kabupaten Rokan Hulu terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Sebab kegiatan ini berguna untuk perkembangan perekonomian masyarakat, melalui dana simpan pinjam yang digunakan untuk peningkatan usaha kemasyarakat.
Katanya, UED-SP dan BUMDes ini juga bisa membuka lapangan usaha bagi masyarakat. Namun hal itu haru ditunjang dari pengurus yang benar. Oleh itu, pengurus juga pelu mendapatkan pembekalan dalam pengurusan ued sp.
Ketua BPMPD Rohul, Drs Budhia Kasino sambutannya, mengatakan bahwa agenda Lokakarya ini berakhir hingga 4 Juli mendatang yang diikuti oleh sebanyak 800 peserta dari 2 angkatan. Angkatan pertama diikuti oleh 400 orang yang berasal dari kabupaten Kiuansing, kampar, Pelalawan, Rokan Hulu, Pekanbaru, Dumai.
Sedangkan angkatan kedua diikuti oleh 6 kabupaten lainnya yang ada diprovinsi riau. Budhia Kasino menyampaikan bahwa kabupaten Rokan Hulu merupakan daerah yang terbaik dalam pengelolaan UED-SP dan BUMDes. Dengan dana awal Rp 500 juta, hingga sekarang dana terus terus bergulir dan berkembang pesat hingga beraset Rp 3 miliar.
Dengan adanya Lokakarya ini, diharapkan peserta dari luar kabupaten Rokan Hulu bisa mempelajari dan memahami akan tupoksi dalam pengelolaan dan memahami manajemen pengelolaan BUMDes dengan benar. (adv/hum)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Jalan menuju kampung asal muasal masyarakat Luhak Kepenuhan (Nogoi Tinga, Kepenuhan dan Kepenuhan Hulu) sepanjang 1 KM di antara Kelurahan Kepenuhan Tengah dan Desa Kepenuhan Barat sei Rokan Jaya, Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu masih memperihatinkan.
Jalan disana hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Padahal daerah tersebut banyak terpendam situs sejarah yang berguna untuk pembelajaran dan objek wisata religius. Seperti kuburan datuk Meah Dado Bodarah Putih, dimakamkan sejak 1801 M.
Ada juga peninggalan meriam kuno. Konon meriam tersebut hanya bisa ditemukan oleh orang yang berhati bersih.
Lurah Kepenuhan Tengah, H Basri, Rabu (3/7/13) menyampaikan bahwa situs sejarah tersebut perlu dilestarikan, terutama untuk pembelajaran bagi masyarakat dan keturunan anak kemenakan. Disamping itu situs sejarah tersebut bisa sebagai objek wisata religius.
Beberapa kegiatan yang perlu dibangun kembali kotra asal muasal masyarakat luhak kepenuhan tersebut seluas 10 ha.
Walaupun jalan tersebut telah dibuka dan diperlebar oleh masyarakat sekitar Senin lalu, namun untuk perbaikan maksimal masih membutuhkan bantuan Pemda setempat.
Sementara itu, anggota DPRD Rohul dan juga tokoh adat Kepenuhan, Ismail Hamkaz. SAg, Msi saat dilapangan pengerjaan jalan bersama masyarakat berjanji terus mengupayakan perkembangan daerha apalagai untuk pengembangan situs sejarah yang banyak terpendam di Kepenuhan.
“Kita akan upayakan perjuangkan pembangunan jalan tersebut melalaui APBD Perubahan 2013. Sebab ini juga sudah menjadi agenda kita kedepan pada pelaksanaan kegiatan perencaan atau desain engenering detail,” ungkapnya. (r4n/rls)
Jakarta (SegmenNews.com)– Lokasi penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) III menemui titik temu. Pada rapat terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Jakarta, Selasa, (2/7/2013), Pemerintah memutuskan Palembang menjadi tuan rumah penyelenggaraan itu.
“Kami ingin daerah bisa dilibatkan dalam penyelenggaraan ivent internasional. Jadi, tidak Jakarta melulu,” ucap Menko Kesra, Agung Laksono.
Pemerintah ingin memberikan kesempatan kepada pemerintah daerah dalam mengelola acara-acara besar. Hal ini selaras dengan semangat otonomi daerah.
Selain itu, dipilihnya Palembang sebagai tuan rumah ISG tak lepas dari pengalaman Palembang sebagai tuan rumah SEA Games 2011.
Kemudian, Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, mengatakan, pergeseran tempat penyelenggaraan ISG dari Jakarta ke Palembang tidak menimbulkan masalah.
Menurut dia, Islamic Solidarity Sport Federation (ISSF) telah menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah ISG tanpa menyebutkan kota khusus lokasi pelaksanaannya.
Menpora menambahkan, setelah memeriksa sejumlah tempat pertandingan di Jakarta, ternyata ada yang belum siap, Menpora mencontohkan atletik, renang, dan senam. Untuk memperbaiki arena tersebut, perlu waktu untuk menggelar tender lebih dulu.
Sedangkan dari sisi pendanaan, dia berharap Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin, bisa membantu seperti yang pernah ditawarkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. “Harapannya kekurangan dana Rp46 miliar bisa dibantu daerah dan Pemerintah pusat tetap menyediakan Rp131 miliar,” katanya.
Semula ISG III direncanakan digelar di Pekanbaru, Riau pada Juni. Karena sejumlah arena pertandingan tidak layak, pemerintah mengundurkannya menjadi bulan September. Pengunduran ini untuk membenahi fasilitas yang tidak memadai.
Meski waktu penyelenggaraan telah digeser, ternyata Gubernur Riau Rusli Zainal tersandung kasus dugaan korupsi dan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Walhasil, karena tidak ada pejabat yang mau bertanggung jawab, Pemerintah memutuskan untuk memindahkan lokasi ISG ke Jakarta.
Pelalawan (SegmenNews.com)– Tim ahli kontruksi Universitas Sumatera Utara (USU) akhirnya tiba di kabupaten Pelalawan guna mendalami penyelidikan atas dugaan korupsi proyek pembangunan Puskesmas rawat inap senilai Rp 3 miliar ambruk di kecamatan Teluk Meranti.
Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIK melalui Kasat Reskrim AKP Bimo Ariyanto SH SIK, Selasa (2/7/13) mereka (tim USU) turun, Senin kemarin untuk memastikan konstruksi kelayakan bangunan. Setelah sebelumnya dilakukan audit investigasi dari BPKP Riau.
Tim ahli kontruksi dari USU Medan dipimpin oleh Ir Indra Jaya MT bersama Irwan Suranta ST MT didampingi Kanit Tipikor Sat Reskrim Polres Pelalawan Aiptu Masril turun ke Teluk Meranti, kabupaten Pelalawan untuk melakukan pengecekan langsung terhadap bangunan puskesmas rawat inaf yang dibiayai dari APBD Riau tersebut.
Setibanya tim di lokasi langsung melakukan penelitian dan mengecek satu persatu sisi bangunan dengan peralatan yang mereka bawa. Bukan saja kwalitas bangunan tapi besi yang digunakan serta pancang cerucuk ditemukan tidak sesuai dalam
perencanaan.
Dimana dugaan penyimpangan terjadi untuk base besi yang seharusnya 14 mm dipasang hanya 8 sampai dengan 10 mm, begitu juga untuk besi begel tidak sesuai standar yang ada dalam kontrak. Lebih mengejutkan untuk tiang pancang cerucuk tiap pondasi
hanya satu buah.
Hingga bangunan yang belum selesai di kerjakan jadi ambruk. Setelah banguna di kerjakan oleh rekanan asal-asalan. Walau
telah dianggarkan dua kali yakni tahun 2008 sebesar Rp1,6 miliar lebih. Tetapi tidak rampung di kerjakan kembali di lanjutkan
tahun 2010 dengan nilai sebesar Rp1,4 miliar lebih.
Namun pekerjaan yang di lakukan oleh PT Indra Adanmar dengan di subkan pada pihak kedua, pekerjannya tidak selesai.
Sementara pihak Dinas Kesehatan Provinsi Riau terkesan kurang pengawasan ketika kontruksi bangunan yang dibangun tidak kokoh
hingga retak dan jadi ambruk, alias gagal bangunan.
Kini bukan saja bangunan telah ambruk, tapi bak bangunan tua yang terkesan angker. Pasalnya harapan masyarakat Teluk
Meranti dapat menikmati pelayanan medis untuk pasien rawat inaf hanya tinggal mimpi. Sedangkan hanya ada puskesmas induk
untuk pelayanan umum saja.
“Setelah nantinya ditemukan ada indikasi kecurangan terhadap pembangunan proyek puskesmas Teluk Meranti itu. Maka lidik ditingkatkjan ke sidik,” tegasnya. (fin)
Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Seperti tahun sebelumnya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rokan Hulu pada tahun 2013 ini kembali menyalurkan dana zakat yang terhimpun pada tahun 2013 ini. Total yang sudah tersalurkan sebanyak Rp.178 juta untuk dua kecamatan.
Ketua Baznas Kabupaten Rokan Hulu, Ir.H.Sam Rikardo, M.Si melalui Sekretarisnya, H. Elfalisman,S.Ag mengatakan, Rp 178 juta itu baru untuk dua kecamatan, yakni Kecamatan Bonai Darussalam sebesar Rp.98 juta dan Pendalian IV Koto sebesar Rp.80 juta.
Lebih lanjut Elfalisman mengungkapkan, dari total Rp 98 juta yang disalurkan untuk Kecamatan Bonai tersebut terdiri dari 1 unit Rumah Sehat Layak Huni senilai Rp 35 Juta, bantuan zakat produktif senilai Rp 35 juta dan bantuan zakat konsumtif senilai Rp 28 juta.
Sedangkan untuk Kecamatan Pendalian IV koto terdiri dari 1 unit Rumah Sehat Layak Huni senilai Rp 35 juta, bantuan zakat produktif senilai Rp 25 juta dan bantuan zakat konsumtif Rp 20 juta dengan total Rp.80 juta.
Untuk 14 Kecamatan lainnya, menurut Elfalisman, akan segera disalurkan secepatnya dengan rincian, Rambah Rp.322 juta, Rambah Samo Rp.161 juta, Rambah Hilir Rp.152 juta, Bangun Purba Rp.98 juta,Rokan IV Koto Rp 161 juta, Kabun Rp 89 juta, Tandun Rp 116 juta, Ujung Batu Rp 80 juta, Pagaran Tapah Rp 80 juta, Kunto Darussalam Rp152 juta, Kepenuhan Rp 161 juta, Kepenuhan Hulu Rp 80 juta, Tambusai Rp 143 jutan dan Tambusai Utara Rp.134 juta, dengan total penyaluran yang dialokasikan sebesar Rp 2,107 Miliar.
Dari total penyaluran tersebut, sambung Elfalisman, Rp 595 juta dialokasikan untuk 17 unit rumah sehat layak huni, Rp 840 juta produktif dan Rp 672 juta bantuan konsumtif. (r4n/rls)
Peringatan Hari Koperasi Ke-66 Tahun 2013 Tingkat Kabupaten Siak
Siak (SegmenNews.com)-Sebagai wadah ekonomi rakyat sejati keberadaan koperasi harus menjadi penyangga dalam perekonomian anggota dan masyarakat. Para petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dapat bersinergi jika mereka memiliki kekuatan bersama yakni dalam koperasi. Penguatan dan perbesaran skala ekonomi hanya dapat dilakukan dan jauh lebih efisien jika dilakukan dengan cara bekerjasama dalam bentuk berkoperasi/berkelompok.
Hal tersebut disampaikan Bupati Siak pada peringatan Hari Koperasi ke 66 Tahun 2013 yang pada tahun ini di pusatkan di Desa Buana Bakti SP 2 Kecamatan Kerinci Kanan, Selasa 02/072013. Hadir pada kesempatan tersebut unsur Muspida kabupaten Siak, Sejumlah Pejabat diligkungan Pemkab Siak, Camat Kerinci Kanan
Lebih lanjut Bupati mengatakan Hari Koperasi ke-66 Tingkat Nasional Tahun 2013 tanggal 12 Juli 2013 akan diperingati dalam suasana Ramadhan 1434 H. Suasana hikmah dibulan kebersamaan (Syahrul Ukhuwah) dan bulan penuh kasih (Syahrul Rahman) perlu dijadikan momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, peringatan Hari Koperasi ke-66 tahun 2013 Kabupaten Siak kali ini berbeda dengan peringatan pada tahun-tahun sebelumnya.
Peringatan Hari Koperasi sebelumnya dilaksanakan di Ibu Kota Kabupaten, dan hanya dihadiri para pegawai dan pejabat di Kabupaten Siak, Kali ini diadakan ditengah masyarakat Koperasi di Desa Buana Bakti SP 2 Kecamatan Kerinci Kanan. Sehingga, Koperasi sebagai Gerakan Ekonomi Rakyat benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat. Hal ini bertujuan agar masyarakat termotivasi untuk bergabung dalam gerakan dan usaha koperasi serta untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran masyarakat koperasi akan pentingnya kebersamaan dan berbagi, disamping perlunya menciptakan kesan (image) tentang eksistensi usaha dan gerakan koperasi nasional, serta sebagai upaya untuk mensosialisasikan nilai-nilai, jati diri dan strategi gerakan koperasi.
Untuk itu marilah hadirin sekalian, dalam usia yang ke 66 tahun ini kita maknai sebagai tahun kemandirian koperasi dengan mewujudkan koperasi menjadi koperasi yang besar, mandiri, kuat, dan tangguh sehingga dapat lebih cepat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat bersama koperasi.
Dengan tekad yang kuat dan kerja keras, melalui Koperasi ini kita wujudkan kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, marilah bersama-sama kita perkuat koperasi dengan kemandirian untuk kemakmuran bersama.
Saya menyadari, sebagaimana yang dilaporkan oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, bahwa masih terdapat banyak koperasi yang tidak aktif. Untuk itu, melalui Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP), kita harus mendorong agar koperasi-koperasi yang tidak aktif tersebut segera bangkit aktif untuk menggapai kemakmuran. Saya berharap agar semua pihak termasuk para Camat, Lurah/Kades agar ikut membina koperasi agar Kabupaten Siak menjadi Kabupaten Penggerak Koperasi sesuai surat saya No. 518/DPPK-UMKM/IV/2012/151 tanggal 24 April 2012.
Tema peringatan Hari Koperasi pada tahun ini adalah Sejahtera Bersama Koperasi, untuk itu Kepada Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Siak beserta staf serta Dinas/Instansi terkait, saya harapkan harus lebih meningkatkan pembinaan, pengawasan terhadap koperasi.
Melalui pembinaan yang intensif koperasi dapat tumbuh, kuat, besar, mandiri, dan tangguh serta menjadikan koperasi yang memiliki sumber daya manusia, manajemen, penguasaan teknologi yang tinggi dan berkualitas. Saya menyadari, bahwa dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan Koperasi adalah tidak mudah, penuh tantangan dan kendala. Untuk itu, diperlukan perhatian dan komitmen yang tinggi. Tingkatkan pembinaan dan pengembangan perkoperasian dengan jiwa, semangat, prinsip, dan nilai-nilai koperasi.
Tingkatkan terus sinergi dan kerjasama antar koperasi atau koperasi dengan Badan Usaha lainnya, beri dukungan dan fasilitasi baik dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, kelembagaan dan usaha, serta kemudahan koperasi dalam mengakses perijinan maupun permodalan melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan murah. Semangat kebangsaan dan gotong royong harus dijadikan sebagai salah satu spirit dalam pemberdayaan koperasi secara integral dari seluruh komponen bangsa.
Terbitnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian, bagi gerakan koperasi Indonesia “bagaikan pedang bermata dua”. Disatu sisi, akan menjadikan badan usaha professional dengan tetap berlandaskan jati diri koperasi dan disisi lain mengikat pemerintah untuk melaksanakan kewajiban konstitusinya dalam koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat agar tepat sasaran.
Salah satu yang menjadi tujuan peringatan Hari Koperasi ini adalah terwujudnya era baru gerakan koperasi Indonesia yang kuat sebagai dasar pengembangan kekuatan ekonomi rakyat yang mampu mendorong pembangunan ekonomi nasional secara mandiri, berkeadilan sosial dan berkelanjutan. (rinto/humas)
Kerumutan (SegmenNews.com)– Edi Kusman alias Edi tato (32) pelaku pembunuhan terhadap seorang petani bernama M Arifin Kurniawan (20) warga desa Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, akhirnya berhasil ditangkap Polisi setelah buron 3 tahun.
Tersangka yang melakukan pembunuhan tahun 2011 silam itu saat ini mendekam di Mapolsek Kerumutan. Tersangka tertangkap saat dia kembali membuat ulah atas kasus penganiayaan di dusun Kopau, Kelurahan Kerumutan, Senin (1/7) kemarin, setelah ditangkap ternyata dialah pelaku pembunuhan terhadap petani tahun 2011 lalu.
Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIK melalui Kapolsek Kerumutan Iptu Sahardi SH, Selasa (2/7) mengatakan awalnya pria bertato tersebut ditangkap atas dituduhan penganiayaan, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata tersangka juga pelaku pembunuhan tahun 2011 silam. (fin)