Beranda blog Halaman 2869

Asyik Bercinta, Pasangan di China Tewas Jatuh dari Apartemen

ilustrasi
ilustrasi

SegmenNews.com-Sepasang kekasih dilaporkan tewas di kota Wuhan, China, akibat terjatuh dari jendela apartemen mereka. Sebelum terjatuh, keduanya diketahui sedang berhubungan intim.

Laman New York Daily News, Jumat 28 Juni 2013, melansir polisi menemukan jenazah keduanya tergeletak di trotoar di bawah apartemen. Darah terlihat berceceran di sekitar trotoar, sedangkan petugas polisi sedang menyelidiki lokasi kejadian.

Menurut seorang saksi yang berbicara kepada media China, saat jenazah pasangan itu ditemukan polisi, keduanya terlihat masih berpelukan erat tanpa busana.

“Mereka terlihat berpelukan erat saat terjatuh keluar dari gedung apartemen,” ujar seorang sumber di China dan dikutip harian The Sun.

Di trotoar itu juga ditemukan sebuah sepeda. Namun, belum diterima laporan apakah ada orang di trotoar tersebut yang terluka akibat tertimpa jenazah keduanya. Namun, di dunia maya telah beredar foto yang diambil dari lokasi kejadian.

Dalam foto tersebut terlihat jenazah sepasang kekasih itu ditutupi oleh kain penutup oleh polisi. Hingga saat ini, polisi belum mengidentifikasi kedua jenazah.

Polisi juga belum menerima informasi dari ketinggian lantai berapa sepasang kekasih itu terjatuh. Hasil laporan sementara menyebut, pasangan itu sengaja membiarkan jendela terbuka, karena ingin membiarkan udara masuk ke dalam kamar apartemen mereka.

Saat ini, suhu udara di kota Wuhan sangat panas. Namun, laporan lain menyebut kualitas jendela di apartemen itu memang rendah, sehingga mudah hancur.

sumber:vivanews

 

Aksi Brutal Petugas Rutan di Kaltim Disaksikan Warga.

Tahanan kabur dipukuli oleh petugas Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur
Tahanan kabur dipukuli oleh petugas Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur

SegmenNews.com – Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur berhasil menangkap dua tahanannya yang mencoba melarikan diri.

Dilansir dari vivanews, bahwa aksi penangkapan tahanan kabur itu berbuntut panjang. Petugas Rutan memukuli dua orang tahanan itu dengan brutal di depan warga.

Dua narapidana itu diseret, kemudian diinjak-injak. Sementara, beberapa warga yang kebetulan berada di lokasi menonton aksi petugas Rutan. Tindakan anarkis petugas Rutan ketika menangkap tahanan itu sempat direkam dan beredar secara luas.

Peristiwa tragis itu penangkapan dua tahanan kabur itu terjadi Jumat tanggal 21 Juni lalu. Ranti, warga Jalan Mangga II Gang Pelangi, Tanjung Redeb yang menyaksikan pemukulan tersebut mengkisahkan insiden tersebut.
Semula, dia mendengar ada dua tahanan yang berhasil kabur dari dalam Rutan. Kemudian, di sekitar tempat kejadian di Jalan Mangga ramai dengan petugas yang berusaha mengejar tahanan kabur.

Tak lama kemudian, petugas rupanya berhasil menemukan dua orang yang dikejarnya. Mereka bersembunyi di semak-semak tak jauh dari kawasan Rutan.

Petugas yang marah kemudian menyeret dua tahanan itu dari semak ke gang yang jalannya masih bermaterikan pasir dan batu (sirtu).

Di jalanan yang kondisinya buruk itu, dua orang tahanan itu dibaringkan. Lalu, para petugas Rutan bergantian menganiaya. Ada yang menendang perut, menginjak perut bahkan menginjak bagian kepala dua tahanan tersebut.

“Dua tahanan yang kabur itu diperlakukan seperti binatang. Mereka diangkat dari semak kemudian diinjak dan ditendang-tendang,” kata Ranti.

Ada dua versi video penganiayaan yang beredar. Versi pendek berdurasi hanya 12 detik. Sedangkan versi panjangnya berdurasi 2 menit 12 detik. Di dalam adegan itu, terlihat jelas bagaimana petugas Rutan menendang, menginjak dan memukul bagian kepala serta perut tahanan yang berhasil ditangkap itu.

Tak puas hanya menganiaya, dua tahanan itu kemudian diikat kaki dan tangannya kemudian kembali dipukuli secara bergantian. Pemukulan baru berhenti ketika sebuah mobil pikap datang. Petugas kemudian mengangkat tubuh dua tahanan itu dan melemparkannya ke bak bagian belakang mobil pikap.

“Paling banyak dipukul di bagian kepala. Warga sudah ada yang berusaha mengingatkan, tapi petugas itu marah. Mereka bilang, biarkan saja. Ini pantas mati. Kalau mereka kabur, saya bisa dipecat,” kata Ranti, menirukan ucapan petugas rutan.

Ada sekitar 5 petugas yang melakukan pengejaran. Mereka menggunakan seragam dinas. Warga menyayangkan aksi brutal petugas rutan itu. Sebab, ketika pemukulan itu terjadi ada beberapa anak-anak yang melihat langsung pemukulan brutal itu.

Tanggapan Karutan

Kepala Rutan Klas IIB Tanjung Redeb, Budi Prajitno, membenarkan perihal pemukulan yang dilakukan anak buahnya terhadap dua tahanan yang kabur. Namun, dia membantah jika dua tahanan itu tewas pasca peristiwa penangkapan itu.

Dua tahanan itu kabur dengan cara memanjat tembok pembatas Rutan. Begitu berhasil memanjat tembok, dua tahanan kemudian berada di kawasan perumahan warga.

Petugas yang tahu bahwa ada tahanan kabur kemudian berusaha melakukan pengejaran. Tahanan yang diketahui bernama Dodi dan Kunding itu lalu mengancam akan memukul penjaga yang memergokinya menggunakan besi yang dia temukan di sekitar rumah warga.

Petugas kemudian menghindar sembari menunggu bantuan datang. Ketika beberapa petugas Rutan datang, penangkapan kemudian terjadi.

Dia membenarkan ada pemukulan ketika penangkapan dilakukan. Namun, dia berkilah ketika itu anggotanya terbawa emosi karena sebelumnya sempat diancam oleh Kunding.

“Sempat ada perlawanan, awalnya satu lawan satu dengan petugas. Pada akhirnya ketika sudah dikepung dan kakinya dalam keadaan sakit, dia tidak mampu melarikan diri. Yang meninggal itu tidak ada, mereka sehat semua di dalam Rutan,” katanya.

Budi menyatakan permohonan maafnya atas penganiayaan para anggotanya di depan umum dan menjadi tontonan. Dia akan melakukan penindakan dan pemeriksaan terhadap kejadian tersebut.

Namun, Budi menyebutkan, penyebab kaburnya dua tahanan itu adalah kurangnya jumlah personel Rutan. Ketika kejadian, hanya ada tiga anggotanya yang bertugas mengawasi.

Seharusnya ada empat petugas di dalam Rutan, satu lainnya meminta izin tak bisa turun. Dengan kondisi seperti itu, dia mengakui pengawasan lemah dan kurang kontrol. (***)

Belum Cukup Bukti, Polres Rohul Belum Tetapkan Tersangka Karhutla

AKBP Onny Trimurti Nugroho
AKBP Onny Trimurti Nugroho

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Kapolres Rokan Hulu, AKBP Onny Trimurti Nugroho menegaskan, hingga saat ini terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Rokan Hulu pihaknya belum menetapkan satu orang pun sebagai tersangka pembakaran.

“Kita sudah memeriksa sejumlah saksi-saksi termasuk pemilik lahan. Tapi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangkanya. Karena belum cukup bukti, Kita masih terus mendalami kasus ini,” tukas Kapolres, Sabtu (29/6/13).

Mereka yang diperiksa merupakan terduga pelaku pembakaran lahan di daerah Bonai Darusalam.

“Meski diantara para saksi yang diperiksa ada yang telah mengaku sebagai pelaku namun dikarenakan belum cukup alat bukti menyebabkan penyidik belum bisa menetapkan status tersangka bagi mereka,karena dikhawatirkan mereka akan mengelak saat di persidangan.”jelas Ony

Onny berjanji akan mengintensifkan pemantauan, terutama di Daerah-daerah rawan sperti di Kecamatan Bonai Darussalam dan Rokan IV Koto. (r4n/rp)

Korsleting Listrik, Gedung ITB Terbakar

Bandung (SegmenNews.com)– Rektor Institut Teknologi Bandung Akhmaloka mengatakan kebakaran di gedung Teknik Industri ITB terjadi karena adanya hubungan arus pendek listrik di salah satu ruangan. Ia menjelaskan asap itu muncul dari satu ruangan yang tertutup sebelum terjadi kebakaran. “Tidak ada unsur kesengajaan,” katanya di gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Sabtu, 29 Juni 2013.

Kebakaran terjadi di gedung Teknik Industri pada Jumat malam, 28 Juni 2013. Ruangan yang terbakar adalah ruang kerja sebagian dosen Teknik Industri ITB di lantai dua. Ruangan yang terbakar sekitar 350 meter persegi. “Saat coba dipadamkan, petugas harus mendobrak pintu yang terkunci dan memecahkan kaca,” ujarnya.

Akhmaloka belum bisa menghitung jumlah kerugian akibat kebakaran sekitar pukul 11 malam pada Jumat, 28 Juni 2013 itu. Kekhawatirannya, data riset dosen dan mahasiswa di ruangan itu jadi musnah. ITB masih mendata dokumen penting dan inventaris apa saja yang terbakar.

Api diketahui awalnya dari mahasiswa jurusan astronomi yang sedang berada di lantai empat gedung. “Ketika dia ke WC, ada asap yang naik. Kemudian dia langsung lapor petugas keamanan,” kata dia. Karena api sudah besar, petugas keamanan minta bantuan Unit Pemadaman Kebakaran Kota Bandung. Akhmaloka memastikan, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Penyelidikan perihal muasal api sedang diolah petugas laboratorium forensik kepolisian. ITB ikut mengerahkan ahli listrik untuk memastikan dugaan hubungan arus pendek sebagai penyebab kebakaran.

Sumber: www.tempo.co

Hilang Dua Hari, Kadis Perikanan dan Kelautan Bengkalis Ditemukan Tewas

Plat merahSiak (SegmenNews.com)– Pasca kecelakaan dan menghilangnya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Kadis PK) Kabupaten Bengkalis, Ahmad Ramli, Kamis (27/6/13) lalu yang diduga mengalami perampokan. Kadis PK tersebut akhirnya ditemukan telah tewas, Sabtu (29/6/13).

Jasat Ahmad Ramli ditemukan sekitar 7 Km dari lokasi terperosoknya mobil Dinas milik Pemda Bengkalis di Koto Gasib, Siak. Saat ini jenazah korban berada di Rumah sakit Siak guna visum.

Sementara ini pelaku pembunuhan tersebut mengarah kepada rekannya yang berada satu mobil saat berangkat dari Bengkalis hendak ke Pekanbaru yakni, Purwanto. Purwanto diamankan di Mapolres Siak untuk dimintai keterangannya.

Kapolres Siak, AKBP Sugeng Putut Wicaksono, mengatakan, korban ditemukan sekitar 7 km dari lokasi mobilnya yang terbalik.
“Korban diduga dihabisi pelaku di dalam mobil. Setelah itu, mayat korban dicampakkan ke parit, dan pelaku langsung melarikan diri menggunakan mobil korban dan terbalik di Koto Gasib,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. “Kita masih memeriksa pelaku dan mencari motif pembunuhan ini,” katanya. (bkl/knc/snc)

Aihh, Tugu di Simpang SKA Pekanbaru Pakai Masker

tugu mondekPekanbaru (SegmenNews.com)– Akibat kabut asap yang melanda sejumlah daerah di Riau, tugu ‘mondek’ yang berada di perempatan Jalan Tuanku Tambusai-Soekarno Hatta atau lebih dikenal simpang SKA dipasang masker.

Masker tersebut dipasang oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Sakai Universitas Riau menggelar aksi damai di kawasan tersebut, Jumat (28/6/2013) kemarin.

Pemasangan masker tersebut sebagai bentuk protes atas maraknya aksi pembakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

“Ini kami lakukan sebagai bentuk keprihatinan atas banyaknya aksi pembakaran hutan dan lahan. Sehingga, menimbulkan kabut asap,” kata Adi Putra, koordinator aksi.

Dengan kondisi saat ini, pihaknya mendesak pemerintah menangkap pelaku pembakaran hutan dan lahan yang melakukannya dengan sengaja, sehingga ada efek jera.

Pemandangan itu menjadi perhatian warga yang melintas di perempatan tersebut. Karena tugu tersebut tepat berada di tengah-tengah jalan. (rpc/knc/snc)

Sambut Ramadhan, Warga Kota Tengah Rehap Tugu

Tugu Luhak Kepenuhan
Tugu Luhak Kepenuhan

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Keberadaan Tugu yang terletak di jantung kota Tengah, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu yang dibangun tahun 2006 lalu saat ini menjadi simbol luhak (eks kerajaan) Kepenuhan sebagai Negeri Beradat (bersih, elok, ramah, agamis, dinamis, akademis dan terpimpin).

Jelang bulan ramadhan 2013 ini masyarakat merehap dan mempercatik tugu tersebut. Agar suasana daerah itu akan semakin bersahaja dan terpelihara hingga ke anak kemenakan nantinya.

Dikatakan warga setempat, Indrayani ST, Sabtu (29/6/13) mereka sangat peduli dan terus menjaga tugu yang telah menjadi simbo Luhak Kepenuhan itu. Katanya, tugu tersebut juga telah direhap tahun 2010 lalu, dan tahun 2013 ini tugu itu kembali direhap melalui anggaran APBD Rohul.

“Kita juga berharap kepada Pemerintah Rokan Hulu agar mempercepat penggaspalan jalan pada jalur dua kota yang dianggarkan dalam APBD kab rohul tahun 2013 ini sebesar RP. 2 milyar, sebab jalan itu sudah banyak yang berlobang,” paparnya.

Antoni, warga setempat juga apresiasi kinerja anggota DPRD, Ismail Hamkaz. Dia menilai anggota Dewan tersebut telah banyak memberikan perhatiannya terhadap perkembangan Kecamatan Luhak Kepenuhan.

Sementara itu di tempat terpisah, Ismail Hamkaz menuturkan bahwa berkembangnya pembangunan dan berjalannya berbagai kegiatan tersebut atas aspirasi masyarakat yang masuk ke DPRD.

“Kita mendukung perkembangan Luhak Kepenuhan. Pembangunan tugu dan lainnya itu adalah berkat aspirasi masyarakat yang disampaikan ke DPRD Rokan Hulu. Sementara terkait jalan yang sudah banyak berlobang tersebut, dia meminta kepada Dinas terkait agar segera melakukan pengaspalan jalan,” urainya. (r4n)

BBM Naik Harga Melonjak, Dewan Rohul Motivasi Masyarakat

Ismail Hamkaz berbincang-bincang dengan pedagang di pasar tradisional
Ismail Hamkaz berbincang-bincang dengan pedagang di pasar tradisional

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu, Ismail Hamkaz, SAg,Msi peduli terhadap jeritan masyarakat terkait kenaikan harga BBM seiring dengan kenaikan sejumlah bahan pokok. Untuk itu, Ismail terjun langsung kepasar-pasar di Kecamatan Kepenuhan guna mengetahui secara langsung jeritan tersebut.

Setibanya di pasar tradisional Kota Tengah, Sabtu (29/6/13) pukul 10:00 Wib tadi pagi, sejumlah pedagang langsung menyampaikan keluhannya kepada anggota DPRD dapil Kepenuhan itu.

Seperti keluhan pedagang ikan salai, Omak Aisya semenjak kenaikan BBM otomatis semua barang naik tanpa terkendali, sehingga dia juga menjualnya dengan harga yang tinggi. Akibatnya dagangannya sepi pembeli. Sementara dia sebagai tulang punggung perekonomian dikeluarga termasuk membiayai anak sekolah.

“Pagi ini ikan saya baru laku 1 kg, biasanya jam segini sudah banyak yang terjual,” keluhnya.

Sementara di tempat lain, Ismail juga menerima keluhan masyarakat petani, Utet yang mengeluhkan harga sawit dan karet juga turun akibat kenaikan BBM.

“Pak dewan bagaimana ini, apakah masyarakat ini dibiarkan terus seperti ini,” adunya.

Sejumlah masyarakat lain juga mengadu, bahwa diambang terhimpitnya perekonomian sekarang, bahkan untuk meminjam modal usaha ke BUMDes saja harus menunggu lama, itu juga belum tentu di kabulkan.

Mendengar keluhan masyarakat tersebut, Ismail Hamkaz turut perihatin, dia memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus semangat jangan putus asa, sebab kantanya, dibalik ini semua pasti ada hikmahnya.

“Kita akan mengupayakan menyampaikan keluhan ini kepada Dinas terkait, dan beberapa BUMDes yang ada supaya mempercepat proses peminjaman. Sehingga masyarakat dapat terbantu. Sementara terkait melonjaknya harga, Kita akan upayakan kepada Pemkab Rohul agar terjun kelapangan mendengarkan jeritan rakyat kecil ini,” tegas Ismail. (r4n)

Mobdis Ringsek, Kadis Perikanan Kelautan Bengkalis Hilang

Mobil Kepala Dinas Perikanan Kelautan Kabupaten Bengkalis, Ahmad Ramli rusak berat akibat masuk terjun kedalam parit, namun Kepala Dinasnya Justru hilang bak ditelan bumi
Mobil Kepala Dinas Perikanan Kelautan Kabupaten Bengkalis, Ahmad Ramli rusak berat akibat masuk terjun kedalam parit, namun Kepala Dinasnya Justru hilang bak ditelan bumi

Mobil Plat Merah Terjungkal, Kadis Perikanan Kelautan Hilang

Mobil Dinas Kadis Perikanan dan Kelautan kabupaten Bengkalis remuk terjungkal ke parit diduga sebelumnya dirampok
Mobil Dinas Kadis Perikanan dan Kelautan kabupaten Bengkalis remuk terjungkal ke parit diduga sebelumnya dirampok

Siak (SegmenNews.com)– Mobil Plat merah Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Kelautan Kabupaten Bengkalis, Ahmad Ramli terjungkal kedalam parit, Kamis (27/6/13) sekitar pukul 21:00 Wib di jalan Lintas Siak-Kotogasib Kabupaten Siak. Namun hanya rekannya yang terselamatkan, sedangkan Kepala Dinasnya hilang.

Menurut Purwanto, Jum’at (28/6/13) saat di Puskesmas Koto Gasib kepada wartawan mengatakan bahwa mobil Nissan Extril warna hitam berplat merah BM 1521 D yang dikemudikan Ahmad Ramli dari Bengkalis hendak ke Pekanbaru.

Ditengah perjalanan, tiba-tiba mereka dipepet sepeda motor yang tidak diketahui jenisnya, pria tersebut juga menodongkan sesuatu sehingga Ahmad Ramli hilang kendali, sehingga menyebabkan mobil mereka terjungkal kedalam parit.

“Kami dipepet orang pakai motor, dan menodongkan sesuatu dan Ahmad Ramli hilang kendali dan kamipun terjatuh,” ujarnya.

Sementara itu, Warga, Ruli yang menolong mengaku hanya mendengarkan suara keras di jalan dan mereka melihatnya sambil berjalan mendekati sumber suara tersebut, setelah salah satu mobil lainnya melintas barulah kelihatan ada mobil yang terbalik di dalam parit.

“Kami mendengar suara keras dijalan usai mobil tersebut lewat, dan kami mendekatinya. Karena gelap, kami berangsur mendekati dan ternyata ada mobil terbalik, dan kami mendengar ada yang minta tolong, dan kami menolongnya. Disana hanya seorang aja,” ungkapnya.

Pihak kepolisian Polsek Lubuk Dalam melakukan olah kejadian dan melakukan pemeriksaan keterangan, begitu juga dengan jajaran Satlantas Polres Siak. Saat ini kasus tersebut masih diselidiki polisi, dan Purwanto yang tadinya dirawat di Puskesmas sudah membaik dan dibawa ke Polres Siak guna mempermudah penyelidikan. (rinto)