Beranda blog Halaman 2889

Waspada! Indonesia Peringkat 4 Dunia Pengidap TBC

ilustrasi
ilustrasi

SegmenNews.com– Penyakit Tuberculosis atau TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium Tuberklosa. Umumnya penyakit yang ditularkan melalui udara ini menyerang pria maupun wanita di usia 15-35 tahun.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia menduduki peringkat 4 dunia yang warganya mengidap TBC. Untuk memerangi penyakit tersebut, dibentuklah Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) yang diketuai oleh Arifin Panigoro.

“FSTPI dibentuk untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan Tuberculosis,” ujar Arifin saat peluncuran program FSTPI di Soehanna Hall, The Energy Building Lt 2, Kawasan SCBD Jl Jenderal Sudirman, Kav 52-53, Jakarta, Kamis (30/5) dilansir dari Merdeka.com.

Kata Arifin saat ini ada 65 anggota FSTPI yang terdiri dari 8 kelompok. “Yakni pemerintah, organisasi masyarakat madani baik yang berbasis masyarakat maupun agama, akademisi, ikatan profesi, sektor swasta, intitusi pelayanan kesehatan, mitra internasional dan perorangan,” urainya.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Ali Ghufron Mukti berharap FSTPI dapat menjadi mitra pemerintah guna mempercepat pengendalian penyebaran TBC di Indonesia.

“Semoga arah dan strategi pelaksanaan program tepat, pelaksanaan program efektif dan efisien,” tuturnya.

Saat ini, pengendalian penyebaran penyakit TBC sendiri telah diakselerasi dan diekspansi ke seluruh fasilitas kesehatan.

Beberapa hal yang harus dibenahi FSTPI yakni, tiap tahunnya terdapat 450.000 kasus TBC di Indonesia. Dan 64 jiwa harus meninggal tiap tahunnya akibat penyakit TBC.

Kemudian, manajemen dan kesinambungan pembiayaan untuk pengendalian penyakit TBC belum optimal. Pemahaman masyarakat tentang pencegahan dan pengobatan penyakit TBC masih kurang. Dan yang terakhir, faktor kemiskinan yang turut mempengaruhi tingginya morbiditas penyakit TBC di Indonesia.

“Hal-hal inilah yang menjadi tantangan kita,” ucap Arifin.

Selain itu, FSTPI juga meresmikan website www.stoptbindonesia.org , facebook : Stop TB Indonesia dan juga akun twitter @StopTBIndonesia , guna memberikan pengetahuan kepada khalayak tentang bahaya dan juga pencegahan penyakit TBC.

 

sumber: merdeka.com

Penyakit Langka Gerogoti Mahasiswi di Solo

int
int

Solo (SegmenNews.com)– Aqin Rizka Ayati Seorang Mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, harus menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit dr Oen Solo.

Akibat digerogoti penyakit langka, Guillain Barre Syndrome tersebut badan Aqin lumpuh. Hingga saat belum lagi sembuh, walaupun sudah menghabiskna dana Rp 140 juta.

Seperti dilansir Tempo.co, penyakit yang menyerang jaringan syaraf dan sistem kekebalan tubuh tersebut disebabkan oleh sejenis virus. “Kami juga heran mengapa virus langka ini memilih anak saya untuk bersarang,” kata ayahnya, Agus Wibowo Hadi saat ditemui di rumah sakit, Senin petang 3 Juni 2013.

Sebelumnya, mahasiwi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan jurusan Kimia itu dikenal sebagai anak yang sehat. Baru sekitar sebulan lalu, dia mengeluhkan sakit di perutnya. “Akhirnya kami bawa ke rumah sakit lantaran kejang perut,” kata Agus.
Semula, Aqin didiagnosa menderita penyakit maag. Hanya saja, kejang perutnya tidak berhenti meski telah dirawat selama sepekan.

“Akhirnya Aqin harus menjalani perawatan di ICU,” kata Agus. Setelah empat hari di ICU, Aqin kembali dibawa ke bangsal lantaran kondisinya membaik.

Hanya saja, kondisi Aqin kembali memburuk. Dia bahkan menjadi lumpuh dan tidak bisa menggerakkan anggota badan sejak leher ke bawah. Penyakitnya telah menyerang sistem jaringan syaraf. Setelah dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh, Aqin diketahui terkena virus yang cukup langka, Guillain Barre Syndrome.

Akibat serangan penyakit tersebut, Aqin hanya bisa bertahan hidup melalui peralatan ventilator yang dipasang di ruang ICU.
“Saat alat dicoba dilepas, Aqin hanya mampu bertahan enam jam,” kata Agus. Kondisinya belum membaik meski telah lebih dari sebulan dirawat di rumah sakit.

Selain lumpuh, organ dalam Aqin juga ikut terganggu. Paru-parunya terkadang ‘lupa’ untuk bekerja saat dia tertidur. “Kami harus membangunkannya saat alat pendeteksi paru-parunya berbunyi,” kata Ayahnya. Kondisi itu menyebabkan Aqin harus ditunggui 24 jam nonstop.

Biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan itu juga cukup besar. “Hingga pekan lalu sudah habis Rp 140 juta,” kata buruh bangunan tersebut. Terpaksa, dia harus meminta bantuan pembiayaan kepada keluarga serta mencari pinjaman ke sejumlah kenalannya. Kebetulan, dia tidak memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah.

Dia mencontohkan, Aqin harus mendapat obat jenis Gamares yang harganya Rp 3,2 juta per botol. Tiap hari, mahasiswi semester dua itu harus menghabiskan empat botol. “Obat impor tersebut harus diberikan selama empat hari,” katanya.

Juru bicara RS dr Oen Solo, Ajeng Sekar Arum mengatakan bahwa biaya pengobatan Aqin memang cukup besar. “Obat untuk penyakit ini memang tergolong mahal,” katanya. Saat ini Aqin berada di bawah pengawasan tim dokter yang terdiri dari dokter spesialis dalam dan dokter syaraf.

Mengutip laman Wikipedia, Guillain Barre Syndrome memang penyakit langka, hanya ditemukan satu hingga dua kasus per 100 ribu orang. Meski demikian, penyakit ini menjadi penyebab utama kelumpuhan non-traumatic akut. Guillain Barre Syndrome ditemukan oleh seorang dokter asal Perancis, Georges Guillain dan Jean Alexandre Barre pada 1916. ***

Hakim Dipecat Gara-gara Pertanyakan Dana BOSDa

Abdul Hakim
Abdul Hakim

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Hanya dipicu pertanyakan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa), Kepala Sekolah SMAN 1 Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu tega memecat guru komite, M Abdul Hakim SPd, SH, MH.

Hakim kepada SegmenNews.com, Selasa (4/6/13) mengaku dirinya dipecat secara tidak hormat oleh Kepsek, Humrah Ismail, Rabu (22/5/13) lalu. Menurutnya, pihak sekolah tidak transparan dalam penggunaan dana BOSDa, bahkan kurun waktu 2 tahun, para guru dan dirinya tidak mengetahui penggunaan anggaran BOSDa di sekolah dan juga uang pembangunan.

“Kami para guru sepakat ingin mengklarivikasi penggunaan anggaran BOSDa. Tapi Kepsek malah marah-marah, bilang saya provokator dan memecat saya,” kesal Hakim yang sudah mengajar 3 tahun disekolah itu.

Hakim merasa Kepsek telah mencemarkan nama baiknnya dan perbuatan tidak menyenangkan.

Cerita Hakim, awalnya, dia dan beberapa guru berkumpul di ruang guru, saat itu guru Bahasa Ingris, Karsiman SPd menyampaikan bahwa penggunaan dana BOSDa disekolah tak jelas, begitu juga dana pembangunan tak pernah di jelaskan kepada mereka.

Selain itu, kata Hakim lagi, keluhan lain juga disampaikan oleh guru Penjas, Zulkifli Darwis SPd, dia pernah meminta dibelikan bola volly untuk olahraga siswa, namun hal itu tidak gubris.

“Masak, dana BOSDa ada bola volly tak terbeli,” keluh Zulkifli ditirukan Hakim.

Hakim dan guru-guru lainnya sepakat untuk mempertanyakan penggunaan anggaran BOSDa. Saat mereka sedang berdiskusi, Zulkifli bertanya kepada Bendahara BOSDa, Perdinal Zefri SPd yang saat itu datang terkait permintaan pembelian bola volly untuk siswa.

Namun Zefri menolaknya dengan alasan pembelian bola kaki tidak dimasukkan dalam RKA, sebab itu hanya membuat mubazir.

“Tak ada gunanya, jika tak percaya coba tanya ke Disdikpora,” celetuk Bendahara lantang, masih ditirukan Hakim.

Saat perdebatan terjadi, sekitar pukul 12:30 Wib Kepsekpun muncul dan sepakat dengan para guru rapat. Saat rapat, Hakim menyampaikan permintaan para guru agar penggunaan anggaran BOSDa dan anggaran lainnya transparan, dengan memampangkannya di papan mading. Sebab selama ini mereka tidak tahu pos penggunaan anggaran yang telah dikeluarkan dari BOSDa dan RKAnya.

Namun Kepsek malah marah-marah dan menyebut Hakim sebagai provokator dan memecatnya.

“Kau Provokator, Mulai besok pagi jangan kulihat lagi kau di sekolah ini. Kau kupecat, kupecat kau, kupecat kau,” bentak Kepsek sambil menunjuk wajah Hakim, ditirukan Hakim.

Sementara itu, Kepsek Humrah dihubungi SegmenNews.com melalui telephon, mengakui pemecatan Hakim, menurutnya Hakim tidak pantas mempertanyakan hal itu sebab dia hanya guru Komite yang digaji Rp 400.000 perbulan dari dana BOSDa.

“Dia hanya guru honor, kalau dibiarkan lama-lama akan menusuk dari belakang. Sudah saya bilang kalau ada sisa uang baru dibeli bola, tapi dia (Hakim) terus ngotot tanya uang BOSDa,” tukasnya.

Diakui Kepsek bahwa selama ini penerimaan dan penggunaan dana BOSDa tidak dipampangkan di papan dinding sekolah. Kedepan dirinya akan melakukan itu, agar transparan.

Sementara uang pembangunan, diakuinya lagi telah digunakan untuk membangun 4 MCK. Terkait peselisihan tersebut, Kata Kepsek, dirinya sudah mengupayakan damai, namun Hakim tidak datang. (r4n)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dinas BMP Siak Perbaiki Jalan yang Berlobang

jln_berlobangSiak (SegmenNews.com) – Untuk mengatasi jalan berlobang di jalan pemda koto gasib menuju ke koto Siak. Dinas BMP kabupaten Siak terus mengadakan perbaikan jalan yang berlobang dengan cara pengerjaan secara pecing yang di kerjalan oleh anggota dinas BMP kabupaten SIak.

“Dengan adanya perbaikan jalan tersebut mendapat tanggapan positif dari masyarakat kecamatan Koto Gasib, yang sangat mendukung dengan adanya perbaikan jalan oleh dinas BMP kabupaten Siak “tutur Hasan (30) tahun Selasa (4/6)

Menurut Hasan, sebelum adanya perbaikan jalan ini, sangat rawan pada kecelakaaan.

Pasalnya masyarakat yang melintas pada malam hari sering terjadi kecelakaan akibat terperosok lobang pada jalan tersebut.

“Dengan adanya perbaikan jalan tersebut, tidak ada lagi jalan yang berlobang dan sekarang jalan menjadi mulus”terang Hasan

Hal yang sama juga di sampaikan oleh warga lainya. Supriyadi (45) mengatakan “Kita sangat mengharapkan kepada Dinas BMP kabupaten siak untuk selalu tanggap dengan kondisi jalan yang berlobang yang tentunya sangat meresahkan masyarakat. Dengan jalan berlobang sangat berpotensi pada tinggkat kecelakaan yang sangat tingggi”jelas Supriyadi.(adv)

DPR Tuding Pemerintah Ciptakan Orang Miskin Baru

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta (SegmenNews.com)– Pemerintah kerap mengklaim telah berhasil menekan angka kemiskinan. Namun, DPR justru menuding pemerintah telah menciptakan 800.000 orang miskin baru setiap tahunnya.

Anggota Badan Anggaran DPR RI, Dolfie OFP mengatakan hal tersebut karena masyarakat yang rentan miskin tidak dimasukkan ke dalam program pengentasan kemiskinan.

“Rentan miskin anggaran sudah besar, enggak pernah jadi target. Targetnya yang miskin penghasilan Rp 8.500 per hari. yang Rp 10.000 per hari enggak pernah dihitung. Harusnya dijadiin target, biar jelas,” ujar dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/5), dikutip dari merdeka.com.

Menurut Dolfie, dalam empat tahun terakhir, angka kemiskinan naik 1,1 juta per tahun. Namun, data yang diperolehnya, angka kemiskinan meningkat menjadi 1,9 juta per tahun. “Jadi ciptakan 800.000 per tahun miskin baru pemerintah itu. Ini harus dievaluasi,” tegas dia.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana membantah hal tersebut. Menurutnya, pemerintah telah menyasar masyarakat yang rentan miskin.

“Kita sasar, tidak betul. Yang sangat miskin, miskin dan hampir miskin. Yang miskin berkurang jadi rentan miskin. Dijaga betul,” ucap Armida. ***

Gubernur BI Klaim Menaikkan BBM Bulan ini Tak Tepat

int
int

Jakarta (SegmenNews.com)– Akibat lajunya inflasi cukup besar di Bulan Juni 2013 ini. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menegaskan bahwa pemerintah tidak tepat jika menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pada bulan ini.

Namun, kata Agus, penyesuaian harga BBM subsidi memang harus dilakukan. Jika pemerintah ngotot menaikkan harga BBM bulan ini, perlu ada koordinasi yang naik dengan semua sektor untuk meredam tekanan inflasi.

“Kalau kita melakukan penyesuaian harga BBM di bulan Juni, itu sesuatu harus dilakukan tapi tidak ideal, karena idealnya April, pada saat secara umum sedang panen dan ada deflasi,” ujar dia yang ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/5) sperti dilansir dari merdeka.com.

Menurut Agus, tekanan inflasi pada bulan-bulan ke depan juga diakibatkan adanya peningkatan konsumsi yang terjadi karena masuknya tahun ajaran baru dan menjelang hari raya lebaran.

Dia memperkirakan inflasi tertinggi akan terjadi pada bulan ini. Dampak inflasi akibat kenaikan BBM akan terjadi dalam waktu 3 bulan.

“Jadi karena dinamika pelaksanaan penyesuaian BBMnya baru akan terwujud setelah APBNP, ya kita harus pro aktif berkoordinasi agar dampaknya tidak besar,” katanya. ***

Demo Walikota, PKL HR Subrantas Tolak Dipindahkan

demo pklPekanbaru (SegmenNews.com)– Pedagang Kaki Lima (PKL) HR Subrantas tetap ngotot menolak pemindahan mereka, walaupun telah terjadi insiden beberapa waktu lalu.

Para pedagang menyampaikan penolakan dengan berunjuk rasa ke Kantor Walikota Pekanbaru Senin (3/5), namun sayangnya walikota Firdaus MT tidak berada ditempat sehingga mereka hanya bisa berorasi didepan kantor walikota.
Seorang dari pedagang, Adi menyampaikan keinginan mereka untuk bertemu walikota, meminta agar Pemkot Pekanbaru duduk bersama menyelesaikan permasalahan tersebut. Dan juga terkait insiden yang terjadi antara pedagang dengan Satpol-PP.

“Walikota pengecut, mengapa kita tidak di dudukan bersama untuk memindahkan kita,” teriaknya.

Sementara itu, Korlap mahasiswa UIN Suska Riau, Indra Gunawan menyebutkan bahwa Satpol-PP arogan dalam menindak PKL. Apalagi sampai jatuh korban.

Alasan pedagang tidak mau dipindahkan karena lokasi baru tersebut tidak sesuai. “Kami tidak mau di pindahkan ke lokasi yang baru, dan becek tidak layak untuk berdagang,” ujarnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Walikota Pekanbaru Firdaus MT menyebutkan terkait terjadinya insiden beberapa waktu lalu telah disusupi provokator.

“Kejadian tadi malam ada yang mempropokasi. Makanya PKL jangan mau di propokasi. Karena tempat yang disediakan ada 700, dan itu pedagang lama sudah mendaftar, yang demo pedagang baru,” ujar Firdaus geram.

Ditegaskannya, jika pedagang merasa tidak cocok dengan lokasi dagang baru, yakni di pasar Arifin Achmad, Purwodadi, dan belakang Giante. Para pedagang di sarankan mencari tempat sendiri.

“Silahkan pilih tempat yang cocok dan nanti pemerintah akan bantu kalau lokasinya tidak menyalahi,” sarannya.

Firdaus juga menghimbau kepada pedagang jangan terprovokasi. Terkait pengrusakan aset akan diproses secara hukum. (kir/ur)

Warga Malaysia Ditangkap Bawa Sabu di Bengkalis

int
int

Bengkalis (SegmenNews.com)– Petugas Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tipe Pratama Bengkalis, Minggu (2/6/2013) sekitar pukul 16.45 wib, kembali menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 358,21 gram senilai ratusan juta rupiah di pelabuhan Bandar Sri Setia Raja Selat Baru Bengkalis. Keempat warga Malaysia ini ditangkap sesaat turun dari KMV Mulia Kencana 99 dari Malaysia menuju Bengkalis.

Kepala kantor Pengawasan dan Pelayanan BC Bengkalis Nurhasan Ashari didampingi Kasi P2 BC Bengkalis, H Dahwir kepada sejumlah wartawan, Senin (3/6/2013) mengungkapkan bahwa terungkapnya penyelundupan sabu ini berawal dari kecurigaan petugas saat melakukan pengecekan terhadap penumpang kapal Mulia Kencana 99 dari Malysia.

“Pasa saat melakukan pemeriksaan petugas mencurigai empat penumpang berinisial GR, SBK, RN, dan MTG berkewarganegaarn Malaysia dimana salah satu dari mereka tercium aroma alkohol oleh petugas,” kata Nurhasan dilansir halloriau.com.

Atas kecurigaan tersebut keempat warga Malaysia tersebut di periksa dan ternyata mereka tidak mengisi formulir Cutoms Declaration kepada petugas, dan setelah dilakukan penggeledahan ditemukan sabu yang disembunyikan dalam celana dalam dan kaos kaki.

“Saat digeledah dari SBK ditemukan 2 paket sabu didalam celana dalam, sedangkan RN dan MTG sabu tersebut disembunyikan dalam kaos kaki,” jelasnya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut ke empat warga Malaysia tersebut digelandang ke Kantor Bea cukai Bengkalis dan dilakukan penimbangan terhadap barang bukti 7 paket sabu seberat 358,21 gram dengan nilai diperkirakan RP 483 juta lebih. dikenakan pasal 113 ayat (1) dan (2) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana 15 tahun dan denda Rp 10 Milyar,

“Untuk ancaman pidana hukuman mati, pidana semumur hidup, atau paling lama 20 tahun karena membawa melebihi dari 5 gram,” ungkap Nurhasan. **

Polda Telusuri Perdagangan Senpi Ilegal di Riau

pistol rakitanPekanbaru (SegmenNews.com)– Kepolisian Daerah Riau terus menelusuri indikasi adanya perdagangan senjata api secara galap yang digunakan untuk aksi-aksi perampokan di wilayah setempat.

“Sebelumnya di tahun 2011 dan 2012 kami sempat mengungkap adanya jual beli senjata di Riau. Namun senjatanya masih senjata jenis rakitan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Hermansyah, di Pekanbaru, Senin. Seperti dikutip dari antarariau.com

Beberapa contoh kasus yang telah diberitakan Antara semisal peristiwa perampokan bersenjata api di Bank Rakyat Indonesia (BRI), Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar Riau pada awal April 2013.

Pada kasus ini, diketahui pelaku merupakan oknum anggota polisi air di Polres Pelalawan, Riau, yang nekad melakukan aksinya seorang diri.

Kasus kedua terjadi pada Minggu (2/6) di Desa Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar yang menewaskan seorang warga.

Pada kasus ini, kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah enam orang sempat menembaki warga dengan menggunakan senjata laras pendek diduga jenis FN yang biasa digunakan oleh kesatuan TNI.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan enam selongsongan dan tiga butir proyektil yang diduga milik pelaku.

“Pada kasus ini, kami belum dapat memastikan apakah senjata api tersebut memang milik salah satu kesatuan atau tidak,” katanya.

Bisa jadi, demikian Hermansyah, senjata api milik pelaku tersebut didapat dari prdagangan gelap yang memang diindikasikan selama ini ada mengingat letak Provinsi Riau yang berdekatan dengan sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Terlebih, kata dia, beberapa wilayah di Riau juga merupakan daerah persinggahan kapal-kapal yang sangat sulit untuk diawasi dengan maksimal.

“Apalagi, seperti yang kita ketahui, bahwa garis pantai Indonesia terlalu panjang sehingga juga sulit untuk diawasi dengan baik. Belum lagi maraknya pelabuhan-pelabuhan ‘tikus’ (pelabuhan ilegal) di Riau,” katanya. **

Bupati Rohul Lantik 2 Kades di Kecamatan Rambah Samo

Bupati Achmad memberikan selamat kepada 2 Kades yang di Lantik
Bupati Achmad memberikan selamat kepada 2 Kades yang di Lantik

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi resmi melantik dua Kepala Desa sekaligus yakni, Kades Karya Muliya, Suwarno dan Kades Marga Muliya, Sutarno SPdi di halaman kantor Camat Rambah samo, Senin (3/6/13).

Diacara pelantikan yang dihadiri ratusan masyarakat tersebut, Bupati berpesan agar Kades dilantik agar menjalankan tugasnya dengan baik dan bersinergi dengan masyarakat dalam membangun Desanya. Tak lupa Bupati menyampaikan terimakasihnya kepada kades terdahulu yang berhasil membangun Desa dan menjadi percontohan BUMDes.

Selain itu Bupati juga berpesan agar pembinaan anak-anak lebih ditingkatkan. Sebab di era globalisasi dan berkembangnya tegnologi tantangan akan semakin berat, oleh itu masyarakat harus membimbing anak mereka dengan akhlak dan agama yang baik.

Seperti yang diterapkan Pemda akan keagamaan dan sholat berjemaah di Masjid, magrib mengaji dan lainnya. Selain membina akhlak pegawai hal itu juga akan berdampak pada anak-anak mereka. Orang tua juga harus menerapkan keagamaan kepada anaknya dirumah.

“Pemda dan Masyarakat bertanggung jawab atas akhlak anak-anak. Oleh itu Pemda dan Masyarakat harus bersama-sama memberikan bimbingan keakhlakan dan keagamaan kepada anak remaja,” tegas Bupati.

Diakui Bupati bahwa Kabupaten Rokan Hulu sebagai perlintasan Narkoba, dan telah masuk ke sekolah-sekolah bahkan ke Pesantren sekalipun.

“Dengan adanya pembekalan akhlak dan keagamaan mudah-mudahan anak remaja akan terhindar dari perbuatan yang di benci allah,” (adv/hum)