Beranda blog Halaman 2888

Bank Pemda Minta Agunan untuk KUR, Adukan Ke Menkop

Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan
Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Mentri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Syarief Hasan menegaskan, jika terdapat Bank Pemerintah Daerah meminta agunan (jaminan) untuk Kredit Usaha Rakyat (UKR), dengan pinjaman dibawah Rp 20 juta adukan ke Menteri Koperasi dan UKM.

“Untuk memajukan usaha, masyarakat bisa mengajukan kredit Usaha Rakyat sebanyak Rp 20 juta di bank-bank Pemerintah. Jika ada Bank Pemerintah Daerah yang meminta agunan laporkan ke Bupati, bisa juga ke Gubernur, bahkan adukan juga ke Mentri Koperasi,” tegas Syarief Hasan di Rokan Hulu, Rabu (5/6/13).

Tapi sambungnya, kredit tersebut harus betul-betul digunakan untuk usaha. Sebab, prioritas Pemerintah Daerah untuk memajukan Daerah terdapat pada peningkatan perekonimian rakyat. Oleh itu butuh dukungan bagi masyarakat mendapatkan bantuan usaha.

Hal itu juga akan menekan angka kemiskinan di Daerah-Daerah. Jika dipilih dari Negara Indonesia, maka Provinsi Riau yang terbaik, dengan angka pengangguran dibawah rata-rata Nasional yang 3 persen.

“Keberhasilan pelaku Usaha Kecil Menengah, Petani dan Nelayan adalah kunci utama keberhasilan suatu Daerah, mari kita dukung dan bantu peningkatan usaha mereka,” ajak Menteri. (r4n)

Menkop Kunjungi Peda-KTNA RIAU di Rohul

Dari kanan, Bupati Rohul Drs H Achmad Msi, Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan MBA, MM, Gubernur Riau, HM Rusli Zainal memukul tabu pertanda diresmikannya Peda-KTNA Riau
Dari kanan, Bupati Rohul Drs H Achmad Msi, Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan MBA, MM, Gubernur Riau, HM Rusli Zainal memukul tabu pertanda diresmikannya Peda-KTNA Riau

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan didampingi Gubernur Riau, Rusli Zainal meninjau pelaksanaan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (Peda-KTNA) Provinsi Riau di kabupaten Rokan Hulu, pendopo Kecamatan Rambah samo, Rabu (5/6/13).

Rombongan Menkop dan Gubri disambut langsung Bupati Rohul Drs H Achmad M.Si, bersama wakil Ir.H. Hafith Syukri MM, serta kalangan pejabat teras Pemkab Rohul sejak dari Bandara Tuanku Tambusai Pasirpangaraian.

Bupati Rohul, menyampaikan dalam sambutannya bahwa, Peda KTNA Riau 2013 yang digelar selama lima hari mulai tanggal 3 hingga 8 Juni 2013 dilaksanakan berbagai pameran produk unggulan dari berbagai Kabupaten di Riau.

“Kita harapkan pelaksanaan Peda KTNA Riau tahun ini bisa menjadi dampak positif dalam langkah-langkah mensejahterakan petani dan nelayan di Provinsi Riau. Pameran ini juga bisa sebagai motifasi mereka dalam mengembangkan pertanian,” harap Bupati.

Gubernur Riau, Rusli zainal, dikesempatan itu tak lupa memberi pujian kepada Pemda Rohul yang berhasil melakukan peningkatan pembangunan tiap tahunnya salah satunya pembangunan Airport, jalan dan lainnya. Katanya, keberhasilan seorang pemimpin adalah dilihat dari seberapa besar dia melakukan peningkatan pembangunan.

“Peningkatan perekonomian Riau saat ini peringkat 5 besar Nasional. Secara geografis Riau sangat strategis, sebab ke Negara Malaysia dan Negara tetangga lainnya. Dengan kita terus meningkatkan program pembangunan, insya allah Riau akan cemerlang dan gemilang,” imbuh Rusli.

Sementara itu, Menkop, Syarief Hasan menuturkan, keberhasilan petani dan nelayan adalah kunci keberhasilan Daerah. Seperti Provinsi Riau tingkat ekonomi rata-rata diatas 8 persen, sementara rata-rata Nasional hanya 6 persen. Begitu juga dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten lain di Riau diatas rata-rata Nasional.

“Ini sangat membanggakan, tingkat perekonomian Riau begitu meningkat. Obsesi saya jika saya tidak jadi menteri lagi, saya saya akan memilih tinggal di Riau, karena Riau begitu maju,” ujarnya.

Selain itu, kata Syarief di bawah kepemimpinan Presiden Bambang Yudhoyono, angka kemiskinan menurun drastis, Pemerintah menggelontorkan 4 ratus triliun untuk subsidi masyarakat seperti dibidang Migas, Kesehatan dan lainnya. (r4n)

Panglima Geng Motor Pelaku Perkosaan Ditangkap di Sumbar

ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Hampir sebulan diburu, akhirnya pelaku perkosaan dari kelompok geng motor Klewang berhasil ditangkap oleh Polresta Pekanbaru. Panglima geng motor itu dibekuk di Sumatera Barat (Sumbar).

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar, mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Rabu (5/6/2013) di Pekanbaru. Adang menjelaskan, tersangka perkosaan itu adalah Yogi Febriadil alis Yogi (23). Yogi merupakan satu di antara pelaku pemerkosaan yang dilakukan di bedang Stadion Utama Riau di Panam.

Adang menyebutkan, tersangka ditangkap, Selasa (4/6/2013) sekitar pukul 23:00 WIB di Desa Jorong Beringin Kecamatan Limo Kaum Kabupaten Tanah Datar, Sumbar.

“Hari ini tersangka tiba di Mapolres setelah ditangkap di provinsi tetangga. Tersangka tengah kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Adang.

Adang menjelaskan, Yogi ini memiliki jabatan Wakil Ketua XTC dan Panglima Tinggi pada kelompok geng motor ARC binaan Klewang (58) yang kini telah mendekam dalam tahanan. Yogi merupakan pelaku perkosaan terhadap KA (19) yang dilakukan pada 7 Mei 2013 di stadion utama.

“Selain memperkosa, tersangka juga merampas sepeda motor korban, mengambil cincin emas dan merampas HP-nya. Yogi sengaja mempertontonkan aksi perkosaannya di depan anggota geng motornya,” kata Adang.

Masih menurut Adang, masih ada beberapa pelaku perkosaan lainnya dari geng motor yang masih diburu. “Pelaku lainnya masih kita buru. Kasus ini akan kita usut tuntas,” kata Adang. (detiknews.com)

 

Perpisahan MIS, Supardi Ingatkan Siswa Raih S1 dan S2

Drs H Ahmad Supardi mengambil sekapur sirih perpisahan MIS
Drs H Ahmad Supardi mengambil sekapur sirih perpisahan MIS

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darul Ihsaniyah Desa Muara Musu Kec Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (4/6/2013) melakukan perpisahan sekolah bertempat di MIS Darul Ihsaniyah Desa Muara Musu.

Hadir dalam acara tersebut Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA beserta Kasi Pendis Khairuddin SAg, Pengawas Pendidikan TK/RA/SD/MI Ibu Kamela Sari SPdI, Kepala MIS Darul Ihsaniyah Siti Muti’ah SPdI, Kepala MTs Tamrin Yahya Wan Nasir SPdI, Kepala UPTD Dikpora Rambah Hilir Ibu Yuliarnis SPd, Kepala SD Muara Musu, Kepala TK se Muara Musu, Majelis guru, dan orang tua murid.

Dalam acara perpisahan tersebut, siswa/i MIS Darul Ihsaniyah menampilkan beberapa atraksi, kesenian, kebolehan, dan kreatifitas mereka, seperti seni tari, pidato oleh Da’i cilik, nyanyi bareng, kelompok Asmaul Husna, dan lain sebagainya.

Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan menyampauian pendidikan madrasah adalah model pendidikan yang bernuansa masa depan, dimana kebutuhan duniawi dan ukhrowi terpenuhi sekaligus. Di Madrasah ini, anak-anak belajar ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama sekaligus, tandasnya.

Ahmad Supardi menyatakan, bahwa orangtua murid harus bersyukur kepada Allah SWT, karena telah dapat menyekolahkan anaknya di madrasah. Pendidikan madrasah adalah pendidikan yang akan dapat memenuhi kebutuhan anak sesuai dengan zamannya.

Nabi Muhammad SAW dalam salah satu haditsnya bersabda : Ajarilah anak-anak kamu sebab mereka hidup tidak satu masa dengan kamu. Artinya, Nabi telah menggambarkan kepada kita 15 abad yang lalu, bahwa tantangan yang dihadapi oleh seorang anak tidak sama dengan yang dihadapi oleh orang tuanya, sebab mereka hidup pada masa dan tantangan yang berbeda.

Untuk itu, Kakan Kemenag mengharapkan kepada seluruh orang tua murid untuk dapat menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi dan setinggi mungkin.

Dahulu, tahun delapan puluhan, tamat SMA/MA saja sudah cukup dan sudah bisa diangkat jadi PNS. Tetapi saat ini, untuk jadi PNS harus Strata Satu (S1). Ke depan sudah harus S2 dan atau S3, tegasnya.

Kepala MIS Darul Ihsaniyah Siti Muti’ah SPdI menyatakan bahwa pihaknya telah bekerja keras mendidik, membimbing, dan membina anak-anak di sini, dan saat ini kami kembalikan lagi kepada orang tuanya untuk disekolahkan lebih lanjut. (r4n)

Empat Tersangka Korupsi Pelalawan Diserahkan ke Kejati

KejatiPekanbaru (SegmenNews.com)– Penyidik Polda Riau, Rabu (5/6/2013), menyerahkan empat tersangka korupsi pengadaan lahan Bakti Praja Kabupaten Pelalawan ke Kejaksaan Tinggi Riau.

Keempat tersangka masing-masing Syarizal Hamid, mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional Pelalawan, Lahmudin alias Attak, Kadis Pendapatan Pengelolaan aset dan Keuangan Daerah. Kemudian dua orang staf, masing-masing Tengku Alfian dan Azmi.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Andri Ridwan, membenarkan hal tersebut. “Empat tersangka tersebut dibuat dalam tiga berkas perkara,” ujarnya.

Sebelumnya, Penyidik Ditreskrimsus Polda Riau, menahan ke empat tersangka sejak Jumat (8/2/2013) lalu, karena diduga melakukan penyalahgunaan wewenang atau jabatan, sehingga dalam pengadaan lahan tersebut merugikan negara sebesar Rp17 miliar.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang (UU) No.31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Selain itu, mereka juga dijerat dengan pasal 3 UU No.31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.(r4n/knc)

Galeri Foto Bupati Rohul Achmad Buka Peda KTNA Riau

Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi menggunting pita pertanda dibukanya pameran Peda-KTNA
Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi didampingi ketua KTNA Pusat menggunting pita pertanda dibukanya pameran Peda-KTNA

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi resmi membuka Perayaan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA) Riau XIV bertempat di Pendopo Desa Rambah Utama, Kecamatan Rambah samo, Rokan Hulu, Senin (3/6/13)

Kegiatan yang berlangsung hingga tanggal 8 Juni mendatang ini kesempatan Kabupaten Rokan Hulu menampilkan berbagai keunggulan di instansi melalui stand pameran yang disediakan sebagai promosi Daerah. Begitu juga peserta KTNA dari Kabupaten lainnya di 11 Kabupaten di Riau kecuali Kabupaten Rokan Hilir yang tidak hadir.

Disampaikan Bupati seluruh peserta diharapkan membawa pulang produk yang promosikan untuk memajukan usaha, baik dibidang pertanian maupun peternakan. Sebab di acara ini tersedia berbagai pameran untuk peningkatan pertanian dan peternakan.

Untuk peningkatan kesejahteraan Pertanian, KTNA perlu adanya 3 unsur yakni, Komitmen, Konsisten dan Gerakan. Sebab jika ke tiga unsur tersebut di jalankan KTNA maka akan terwujud pertanian yang sejahtera.

“Kami Pemerintah Daerah Rokan Hulu sangat peduli dengan pertanian dan mensejahterakan petani,” komit Bupati.

Cerita Bupati bahwa, demi untuk pengembangan pertanian dirinya pernah mencabut perkebunan karet untuk pertanian dan persawahan. Sebab pertanian harus dipertahankan tanpa ada alih fungsi lahan pertanian ke perkebunan karet maupun sawit.

Kedepan 50 ribu lahan di Provinsi Riau menjadi sumber swasembada pangan, dari Rokan Hulu sebanyak 5 ribu hektare lahan tanaman pangan.

Kata Bupati, tak hanya tanama padi yang prospek, bahkan umbi-umbian juga sangat prospek di Rohul. “Tanggal 5 mendatang kita akan membawa investor untuk pengembangan umbi-umbian,” katanya.

Dikesempatan itu Bupati menghimbau kepada masyakat agar memberikan pelayanan yang baik kepada tamu dan peserta Peda KTNA. Apalagi peserta di tempatkan di rumah-rumah warga.

Dari kanan, Bupati Rohul Drs H Achmad Msi, Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan MBA, MM, Gubernur Riau, HM Rusli Zainal memukul tabu pertanda diresmikannya Peda-KTNA Riau
Dari kanan, Bupati Rohul Drs H Achmad Msi, Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan MBA, MM, Gubernur Riau, HM Rusli Zainal memukul tabu pertanda diresmikannya Peda-KTNA Riau

 

Bupati Achmad Menerima buku pertanian dari Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan
Bupati Achmad Menerima buku pertanian dari Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan

 

Bupati Achmad memberikan sambutan di pembukaan Peda-KTNA Riau di Pendopo Kecamatan Rambah Samo
Bupati Achmad memberikan sambutan di pembukaan Peda-KTNA Riau di Pendopo Kecamatan Rambah Samo

 

Bupati Achmad beserta rombongan mengunjungi stand pameran durian
Bupati Achmad beserta rombongan mengunjungi stand pameran durian

 

Bupati Achmad mengunjungi stand peserta Peda-KTNA menampilkan sayur-sayuran
Bupati Achmad mengunjungi stand peserta Peda-KTNA menampilkan sayur-sayuran
Bupati Achmad didampingi Ketua KTNA Pusat , Ir Winarno Tohir dan rombongan mengunjungi stand
Bupati Achmad didampingi Ketua KTNA Pusat , Ir Winarno Tohir dan rombongan mengunjungi stand
Bupati Achmad melihat alat pengelola pertanian
Bupati Achmad melihat alat pengelola pertanian
Bupati Achmad beserta Ketua KTNA Pusat dan rombongan berfoto bersama di stand Pekanbaru
Bupati Achmad beserta Ketua KTNA Pusat dan rombongan berfoto bersama di stand Pekanbaru
Bupati Achmad bersama peserta KTNA dari Kabupaten Kuantan Singingi
Bupati Achmad bersama peserta KTNA dari Kabupaten Kuantan Singingi

Puskesmas di Pelalawan Ambruk, Polisi Turunkan Tim Audit Investigasi

Kondisi puskesmasyang ambruk dan retak memperihatinkan
Kondisi puskesmasyang ambruk dan retak memperihatinkan

Pelalawan (SegmenNews.com)– Polres Pelalawan akan segera menurunkan tim Audit Investigasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau, guna mempermudah penyelidikan kasus ambruknya proyek pembangunan Puskesmas rawat senilai Rp 3 miliar di kecamatan Teluk Meranti

Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIK melalui Kasat Reskrim AKP Bimo Ariyanto SH SIK didampingi Kanit Tipikor Polres Pelalawan Aiptu Masril SH, kemarin mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan meminta bantuan BPKP Riau ke lokasi guna audit.

Kata Kanit Tipikor lagi, sebelumnya tim penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Pelalawan telah memeriksa beberap saksi baik dari pihak kontraktor, Dinas Kesehatan Riau dan pihak Inspektorat Riau yang mengatakan kalau proyek Puskesmas Teluk Meranti adalah gagal bangunan, setelah kondisi bangunan sudah mulai ambruk.

Pembangunan puskesmas Teluk Meranti tersebut dianggarkan dari tahun 2008 sebesar Rp1,6 miliar lebih dan tidak selesai kembali di anggarkan tahun 2010 sebesar Rp1,4 miliar dari APBD Provinsi Riau yang di kerjakan oleh PT Indra Adanmar.

Saat ini kondisi puskesmas pasca ambruk tersebut tela di tumbuhi ilalang. (fin/rz)

Polisi Tangkap Dua Perampok Truk Sawit di Pangkalan Kerinci

Dua tersangka perampokan berhasil diringkus polisi Pelalawan
Dua tersangka perampokan berhasil diringkus polisi Pelalawan

Langgam (SegmenNews.com)– Tim gabungan Polsek subsektor Langgam dan Polsek Pangkalan Kerinci berhasil meringkus dua kawanan perampok truk sawit yang berisi 8 ton sawit, Selasa (4/6) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat ini kedua tersangka Dn (22) dan Sh (23) diamankan di Mapolsek Pangkalan Kerinci bersama dua truk cold disel BM 9482 CT milik korban dan truk cold disel BM 9737 CI milik pelaku.

Kapolres Pelalawan AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, menjelaskan bahwa aksi perampokan itu terjadi, Selasa dini hari sekitar pukul 00.30 WIB saat korban Adrianto (30) warga SP 6, Pangkalan Kerinci membawa buah sawit milik Andar Situmorang (36).

Dua pelaku berhasil ditangkap saat melarikan diri di simpang Koran, dekat Pos PJR, Kampar, Walau 2 tersangka tertangkap, masih ada pelaku lainnya yang berhasil kabur dan masih dalam buruan pihak kepolisian.

Aksi perampokan tersebut terjadi di Jalan Akses RAPP, Km 72, desa Segati, kecamatan Langgam. Truk korban di hadang oleh truk tersangka. Tiba-tiba dua pelaku turun dan langsung menarik supir sawit ke bawah. Tanpa banyak bicara pelaku langsung memukuli kepala korban dengan mengunakan besi kunci roda. Alhasil kepala korban robek dan banyak mengeluarkan darah. Korban terus dipukuli hingga pingsan. Kedua tangan korban diikat saat pingsan oleh pelaku.

Lalu korban dibuang ke dalam parit tidak jauh dari lokasi kejadian dan membawa kabur mobil truk berisi buah sawit sekitar 8 ton tersebut. Namun saat para kawanan rampok memindahkan buah sawit di pergoki warga dan langsung kabur ke arah Simpang Koran.

Aparat kepolisian dari Polsek Subsektor Langgam dan Pangkalan Kerinci dibawa pimpinan kapolsek subsekotr Langgam Iptu Yayang Rizki Pratama didampingi Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Ipda Sahrul yang mendapat laporan langsung turun melakukan pengejaran terhadap pelaku. Hingga aksi kejar-kejaran terjadi saat pelaku berusaha kabur bersama dua mobil truk.

Namun saat kabur, mobil pelaku terpuruk di tengah jalan saat itulah pelaku berhasil ditangkap tidak jauh dari Pos PJR Simpang Koran. Tetapi saat disergap dua pelaku berhasil kabur masuk ke dalam hutan, setelah meninggalkan truk miliknya di pinggir jalan. Sedangkan dua pelaku lagi Dn dan Sh berhasil ditangkap yang mengendarai mobil korban. (fin/rz)

Antisipasi Gejolak Pasca Kenaikan BBM, Pemkab Bentuk Tim Pemantau

bbmtRokan Hulu (SegmenNews.com)– Sesuai instruksi Presiden nomor 2 dan 5 tahun 2013 tentang penanganan keamanan gangguan dalam Negeri dan sosialisasi kebijakan penyesuaian Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu membentuk tim pemantau dilapangan oleh Diskoperindag, Camat, Satpol-PP dan pihak terkait lainnya.

“Kita membentuk tim pemantau, agar suasana penyesuaian subsidi BBM nanti aman,” papar asisten 1 setdakab Rohul, Munif di acara rapat penyesuaian subsidi BBM di aula rapat kantor Bupati yang di hadiri seluruh camat, Selasa (4/6/13).

Katanya, dampak penyesuaian BBM akan terjadi kenaikan biaya transportasi, penurunan daya beli masyarakat dan juga akan berpengaruh pada iklim usaha. Perubahan ini akan menjadi pemahaman yang berbeda-beda ditengah masyarakat.

Jika tidak diantisipasi maka akan terjadi gejolak demo dari berbagai elemen dan pengaruh lainnya. Untuk itu tim pemantau yang diarahkan langsung Bupati dan Sekda kepada Diskoperindag harus benar-benar bekerja ekstra selama 4 hari dilapangan.

“Memang tugas ini tidak ada anggaran kegiatan, tapi tim harus bekerja ekstra antisipasi terjadinya gejolak pasca penyesuaian BBM nantinya,” ujar Munif. (r4n)

BI Utus 30 Petani Inhil Belajar SRI di Sukabumi

BIPekanbaru (SegmenNews.com)– Bank Indonesia (BI) memilih 30 orang petani dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebagai perwakilan Provinsi Riau mengikuti pelatihan Sistem Over Rice intensifikation (SRI) di Nagrak Sukabumi untuk meningkatkan produksi pertanian tanaman pangan.

Pelatihan tersebut berlangsung dari tanggal 3 hingga 6 Juni 2013. Muhammad Madjid Ikram Peneliti Ekonomi Madya BI Perwakilan Riau, Selasa (4/6/13) menyampaikan bahwa program khusus peningkatan ketahanan pangan. Pemilihan peserta dari Inhil dipicu petani disana masih kurang maksimal memanfaatkan lahan pertanian untuk menanam padi.

Selain itu ada juga komitmet Pemerintah Inhil untuk membangkitkan ketahanan pangan yang dikelola petani di Inhil. Yang selama ini petani hanya bisa memproduksi padi sekali setahun. Kedepan akan lebih maju lagi.

“Dengan diikutkannya petani inhil belajar di Sukabumi, diharapkan mereka bisa maksimal dalam mengelola pertanian padi secara efisien dan terintegrasi,” harap Majid.

Katanya, pemilihan peserta juga telah melewati survei berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Inhil. Menurut SRI ini sangat cocok dipelajari dan di terapkan di Riau. Selain simpel, mudah cara menanamnya, dan memiliki resistensi yang tinggi dan bisa mengoptimalkan lahan yang ada.

“Kedepan, BI jadikan INhil Pilot Projek pertanian yang dibiayai BI,” ujar Majid. (kir/ur)