Beranda blog Halaman 2901

Satpol-PP dan MUI Razia Klub Malam Tanpa Hasil di Pekanbaru

Penari malam di salah satu klub malam di Pekanbaru
Penari malam di salah satu klub malam di Pekanbaru

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Majelis Ulama Indronesia (MUI) Kota Pekanbaru bersama Satpol PP mengadakan razia pada Kamis malam (16/5/2013) hingga Jumat (17/5/2013) di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Bertuah tanpa membuahkan hasil.
Sekretaris Umum MUI, Hasyim, kepada wartawan, mengaku tidak pusa dengan razia yang digelar malam itu. “Kita tidak puas dengan kinerja Satpol PP pada razia malam itu,” ujarnya.

Walaupun tidak membuahkan hasil pada razia tersebut, namun MUI Pekanbaru tetap berupaya untuk memberantas kemaksiatan di Pekanbaru.

Dia mengatakan, pada razia tersebut, Satpol PP Kota Pekanbaru dibawah Komandan Kompi III, Majoki Harahap, mereka hanya memeriksa izin dan KTP pekerja hiburan malam.

Sebenarnya, banyak cewek berpakaian seronok dan ada juga yang tak memiliki identitas Pekanbaru yang terjaring.

Di MP Club Pekanbaru, katanya, Satpol PP tidak memasuk ke lounge dan ruangan karaoke.

Sementara itu, Kakan Satpol PP Kota Pekanbaru, Baharuddin, ketika dikonfirmasi wartawan, mengatakan pihaknya tidak mungkin memasuki ruangan serta lounge di arena tersebut dan hanya memberikan shok terapi saja.

Masalah perizinannya, dia mengaku sudah kadaluarsa sejak 16 Januari lalu. “Izin MP Club itu sudah mati, dan akan kita panggil manajemennya,” imbuhnya. (r4n/dn/knc)

Indonesia Surga Penyelam

int
int

Indonesia dianugerahi kekayaan alam bawah laut yang begitu melimpah. Tak heran jika negara kita memiliki banyak tempat menyelam yang populer.

Bagi penyelam profesional, Selat Pantar adalah salah satu spot yang paling indah di negeri ini. Bahkan, keindahannya dapat dibandingkan dengan Laut Karibia di dekat Amerika Tengah.

Taman Laut Nasional ini memiliki karakteristik dan keindahan bawah laut yang unik. Anda dapat menemukan beragam biota laut dan terumbu karang karena di sinilah bertemunya perairan Australia yang dingin dan perairan Indonesia yang hangat.

Saat menyelam, Anda akan dibuat tidak henti-hentinya berdecak kagum. Bagaimana tidak, di sini Anda dapat menyelam bersama sunfish dan menemukannya lebih dari sekali. Ini sungguh luar biasa!

Tak hanya biotanya yang membuat Anda terkagum-kagum, juga ada banyak tebing dan jurang di taman bawah laut ini, yang tersusun seperti rak buku. Di dalamnya menjadi tempat beragam biota dan karang yang mengagumkan bermukim.

Selat Pantar terletak di antara Pulau Alor dan Pantar di Kepulauan Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selat sempit ini memiliki sejumlah pulau kecil dan indah, seperti Pulau Kepa, Pura, Ternate, Buaya, dan Kepulauan Tereweng. Selat ini memiliki ombak yang kuat dan suaranya terdengar seperti suara air terjun, seperti dikutip dari Indonesiattravel.

Selain menyelam di Selat Pantar, setidaknya ada 26 lokasi menyelam di sekitar Alor yang kualitasnya sudah diakui dunia. Di antaranya adalah Pulau Kepa, Pulau Pura, Pulau Ternate, dan Pulau Matap Tanjung. Tak hanya itu saja, di Jahe Papa, penyelam bisa bermain dengan sekelompok hiu yang ramah. Hebatnya lagi, di perairan sekitar Jahe Papa, Anda juga bisa menyelam di malam hari.

Berenang bersama sunfish atau bahkan sekelompok orca liar pastinya adalah impian bagi para penyelam dimanapun. Di Alor, Anda akan mendapatkan pengalaman berharga yang tak akan terlupakan dengan menyelam dan berenang bersama sunfish.

Bagi para penyelam, Selat Pantar adalah sebuah surga di Bumi. Bagi Anda yang belum memiliki linsensi menyelam, tidak perlu sedih. Snorkeling di tempat ini juga menyenangkan. Anda dapat berjalan-jalan dan menikmati suasana pantai yang tenang dan bersih di Pulau Kepa dan Alor Kecil sambil menunggu sekelompok lumba-lumba berenang riang di dalam air. **

 

17 Unit Mobdin Kuansing dirusak, Kapolsek Dicopot

Teluk Kuantan (SegmenNews.com)– Buntut kerusuhan di Kecamatan Hulu Kuantan yang mengakibatkan 17 unit mobil dinas milik Pemkab Kuantan Singingi dan mobil dinas Wakapolres Kuansing dirusak OTK. Kapolsek Hulu Kuantan, AKP Suheri dicopot dari jabatannya.

“Sekarang Telegram Rahasia (TR) sudah turun, bahwa Kapolsek Hulu Kuantan segera dimutasi,” ujar Kapolres Kuansing, AKBP Wendri Purbiantoro kepada wartawan via telepon Jumat (17/5).

Mutasi itu, diduga terkait aksi kerusuhan yang terjadi di Hulu Kuantan pada Selasa (14/5) kemarin. Kerusuhan itu terjadi akibat Penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilakukan Tim Gabungan.

Pasalnya, Suheri dinilai tidak mampu melaksanakan tugas pengamanan saat berlangsung razia PETI di wilayah hukumnya. Sehingga, 17 mobil dirusak massa dengan beringas.

Seperti diungkapkan Wakapolres Kuansing, Kompol Haldun, beberapa waktu lalu, gagalnya AKP Suheri mengamankan kerusuhan tersebut karena 20 anggota yang dipimpinnya saat terjadi kerusuhan sedang istirahat makan siang secara bersamaan.

“Seharusnya AKP Suheri memerintahkan 20 personel itu makan bergiliran, misalnya lima personel makan dan 15 personel tetap bertugas melakukan pengamanan. Kalau seluruh petugas pengamanan dibiarkan makan secara bersamaan, jelas melanggar disiplin. Tidak ada lagi yang melakukan tugas pengamanan,” imbuhnya, kepada wartawan. (kir/knc)

Asik, Urus Akte Kelahiran di Rohul Gratis

Drs Yusmar Msi
Drs Yusmar Msi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Sejak di berlakukannya pengurusan akte kelahiran diatas 60 hari di Disdukcapi tanpa sidang di Pengadilan 1 Mei lalu. Pengurusan Akte Kelahiran di Disdukcapil Rohul meningkat drastis.

Dikatakan Kadidukcapil Rohul, Drs Yusmar Msi, Jum’at (17/5/13) bahwa pihaknya melyani 300 permohonan pengurusan akte kelahiran. Walaupun pegawai masih minim, namun pihaknya berupaya tetap memaksimalkan kinerja dan pelayanan.

Sesuai Instruksi Bupati lanjut Yusmar, saat ini masyarakat yang mengurus akte kelahiran di bawah 60 hari maupun diatas digratiskan.

Walaupun Pemda Rohul memberikan kemudahan dan gratiskan bagi pengurusan akte kelahiran, tak serta merta di sukai masyarakat, mereka masih mengeluhkan sulitnya mendatangkan dua orang saksi sebagai syarat pengurusan.

Warga Dwi Fitri Yanti yang datang mengurus akte kelahiran di Disdukcapil mengaku kesulitan membawa 2 orang saksi, sebab hal itu akan menyita waktu para saksi. Apalagi pendatang seperti dirinya.

Menanggapi hal itu, Yusmar menyampaikan akan pentingnya peran saksi tersebut, terutama untuk menghindari tuntutan hukum yang dimungkinkan terjadi dikemudian hari. (adv/hum)

Bupati Siak Paparkan Potensi Kelapa sawit dan CPO di Jakarta

Bupati Siak Menyerahkan Cendera mata
Bupati Siak Menyerahkan Cendera mata

Siak (SegmenNews.com)– Bupati Siak Syamsuar dan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) turut hadir dalam acara Forum bisnis APKASI Pertanian, Kelautan dan perikanan di Pekan Raya Jakarta. Dalam acara tersebut untuk narasumber seperti Ketua Umum AEKI Irfan Anwar, Ketua Umum GAPKI M. Fadhil Hasan, Bupati Bandung dan moderator Prof. Jafar Haruna.

Dalam paparannya, Bupati Syamsuar menyampaikan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Siak, salah satunya kebun kelapa sawit dengan jumlah penyebaran luas kebun kelapa sawit 278.591,19 Ha dan penyebaran pabrik kelapa sawit berjumlah 15 unit.

Produksi kelapa sawit masyarakat Kabupaten Siak saat ini adalah 228.392 Ha (TM) dengan produksi rata-rata 24 ton/Ha/tahun sehingga produksi pada tahun 2012 adalah 5.481.408 ton dan produksi CPO tahun 2012 setara 1.205.909,8 ton (R.22%).

Lebih lanjut Bupati Syamsuar, peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak dalam pengembangan pembangunan perkebunan kelapa sawit, dimaksudkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat secara dan secara umum meningkatkan aktivitas ekonomi daerah.

Disamping itu, ia juga menyinggung potensi Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah Sumber Daya Alam (SDA), antisipasi terhadap kesinambungan bahan mentah dimasa mendatang, perlu kiranya mengoptimalkan peran sektor sekunder yaitu industri.

“Hal penting terkait dengan industri berbasis kelapa sawit antaralain, perlu adanya regulasi yang mengatur agar CPO yang dihasilkan sebagian diolah didalsm negeri, sehingga hilirisasi produk CPO dalam negeri yang berkualitas dapat terjangkau oleh masyarakat kalangan menengah kebawah, usulan penerapan dana bagi hasil pajak eksporproduk CPO antara pusat dan daerah seningga daerah memiliki sumber pendapatan lain untuk membiayai pembangunan,” ujar Bupati Syamsuar.

Serta mencari solusi yangefektif dalam upaya menjaga kestabilan harga buah kelapa sawit, karena selama ini harga sawit cenderung tidak stabil pada saat tertentu.

Sebelumnya Bupati Syamsuar didampingi istrinya Misnarni Syamsuar, meninjau Stand Pameran Kabupaten Siak pada ajang Promosi daerah yang menampilkan berbagai produk unggulan dari kerajinan masyarakat yang di bina oleh Dekranasda Kabupaten Siak yang dibuka oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Menurutnya acara ini dimaksudkan untuk memfasilitasi kerja sama ekonomi antara daerah dengan investor asing yang diharapkan dapat menjembatani antara daerah dan investor. Acara rutin tahunan ini diikuti oleh 399 kabupaten di seluruh Indonesia mulai dari tanggal 15 – 17 Mei 2013.***(rinto/rls)

 

Wabup, Drs.Alfedri,M.Si Buka Musyawarah Ranting Kwarran

wabup kwarranSiak (SegmenNews.com) – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Siak Drs.Alfedri MSi membuka secara resmi Musyawarah Ranting Kwarran 09 02 gerakan pramuka Kecamatan Sungai Apit,Jumat (17/5). Hadir dalam acara tersebut Upika Sungai Apit, Sekretaris Kwarcab Siak Mahadar SPd beserta pengurus, Kepala Sekolah se Kecamatan Sungai Apit dan anggota Pramuka se Kecamatan Sungai Apit.

Ketua Kwarcab Siak, Drs.Alfedri MSi dalam sambutannya mengharapkan Musran ini berjalan dengan baik dan lancar dengan mematuhi segala aturan dalam anggaran rumah tangga, sehingga nanti terpilih kepengurusan Kwaran yang baru dan dapat mengawal dengan serius dan ikhlas gerakan pramuka yang ada di Kecamatan Sungai Apit ini. “Kami atas nama Kwarcab Siak mengaturkan penghargaan, apresiasi dan terimakasih yang sebesar besar kepada pengurus Pramuka Sungai Apit yang dipimpin oleh Mahadar SPd yang telah banyak berbuat untuk Kabupaten Siak,”ujar Alfedri.

Kepada pengurus yang baru dilantik kami mengharapkan, apa yang telah ada selama ini diteruskan dan bila perlu ditingkatkan, karena gerakan Pramuka ini merupakan suatu gerakan yang sangat strategis dan penting untuk menanamkan nilai nilai, norma norma kepada anak kita mulai dari usia siaga, penggalang dan penegak. Dan ini merupakan arahan nasional. Oleh karena itu kedepan pembinaan gerakan Pramuka harus lebih intensif kita lakukan,”tegasnya.

Sementara itu Sekcam Sungai Apit Suparni SSos mengatakan bahwa gerakan Pramuka di Sungai Apit sangat membantu kerja pemerintah dalam menjalankan programnya. Untuk itu kedepan dengan terbentuknya Kwarran yang baru diharapkan akan lebih proaktif terhadap program kerja pemerintah, harap Sekcam.(adv)

Wabup Rohul: Pegawai Kesehatan Bertugas Melayani Bukan Dilayani

Ir Hafith Syukri MM
Ir Hafith Syukri MM

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Ditegaskan Wakil Bupati Rokan Hulu, Ir Hafith Syukri MM bahwa selaku pegawai kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) harus menyadari kerja mereka untuk melayani masyarakat bukan dilayani masyarakat.

Hal itu ditegaskannya saat melakukan Infeksi Mendadak (Sidak) di RSUD PasirPangaraian, Jum’at (17/5/13). Katanya lagi, agar masyarakat dapat terlayani dengan maksimal, maka pegawai harus hadir tepat waktu. Sebab pelayanan kesehatan masyarakat harus lebih di utamakan.

Apalagi terkait kesehatan ini hal terpenting bagi setiap darah. Sebab dasar majunya suatu daerah juga tergantung pada derajat kesehatan masyarakatnya. Untuk itu jika masyarakat yang datang berobat harus mendapatkan pelayanan yang optimal.

Selain itu, ditegaskan wabup lagi, PNS maupun Tenaga Honorer kesehatan di Rokan Hulu harus bekerja Profesional jangan ada yang meminta-minta jabatan maupun pindah tempat tugas.

“Pegawai kesehatan harus siap ditempatkan di mana saja,” tegasnya. (adv/hum)

 

IPHI Rohul Wacana Dirikan Koperasi

Drs T Habrizal
Drs T Habrizal

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Ketua Ikatan Persatuan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Rokan Hulu, Drs Tengku Habrizal terpilih akan dilantik 5 Juni 2013 mendatang di Masjid Agung Madani Islamic Center, Pasir Pangaraian. Direncanakan bakal dihadiri seluruh anggota IPHI se-Riau. Diacara pelantikan direncanakan mengundang ustazd dari Jakarta yakni, H T. Zulkarnain

Ketua IPHI Rohul yang juga menjabat asisten III Setdakab Rohul ini, selaku ketua terpilih berkomitmen menjalankan Program kerja IPHI seperti mendirikan Koperasi kabupaten.

“Ya, Usai pelantikan IPHI mendatang, kita akan lanjutkan dengan rapat pembentukan koperasi Kabupaten, dan dilanjutkan penyusunan keperasi di Kecamatan, sesuai amanat Program kerja IPHI pusat,” ungkap Habrizal menjawab SegmenNews.com di ruang keranya.

Agar pembentukan koperasi IPHI hingga ke kecamatan berjalan lancar, Habrizal mengharapkan dukungan para anggota IPHI se-Rohul, sebab selain Program ini adalah Program kerja IPHI, Koperasi ini juga berguna untuk kepentingan pengurus dan anggota IPHI itu sendiri.

“Kita juga akan mensosialisasikan kesetiap kecamatan, kita butuh dukungan anggota di kecamatan,” harapnya.

Menurutnya, dari 16 kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu hanya di Kecamatan Bonai Darussalam yang belum mendirikan IPHI cabang kecamatan, sebab masih minim anggota yang sudah Haji.

Katanya, saat ini masa kepengurusan IPHI kecamatan masih berlaku ada 6 kecamatan, sisanya ada yang masa kepengurusan sudah habis dan belum mengurusnya. (r4n)

Bupati Mandailing Natal, Sumut di Tangkap KPK

Bupati madina hhMedan (SegmenNews.com)– Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara ditangkap tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama tim Kepolisian dari Polda Sumut, Rabu (15/5) sekira pukul 15.30 WIB. Selanjutnya, langsung diboyong ke KPK.

Hidayat ditangkap bersama dua temannya yang belum diketahui identitasnya di rumah milik seorang pengacara Hamdani Harahap di Jalan Juang 45 nomor 11 dusun IX Desa Medan Estate Kecamatan Percut Seituan.

Informasi diterima Sumut Pos (grup Metro Tapanuli), ada sekitar lima mobil jenis mini bus datang ke rumah bercat putih itu. Namun, proses penangkapan itu, berlangsung cukup cepat karena petugas yang masuk ke dalam rumah, langsung meringkus dan memboyong tersangka ke dalam mobil dan selanjutnya pergi.

Sementara itu, saat Sumut Pos menyambangi kediaman Hamdani Harahap, rumah tersebut tampak sepi dan tidak berpenghuni. Bahkan, di hari yang sudah senja itu, rumah itu tampak gelap tanpa penerangan cahaya lampu. Hanya sepeda motor Honda Supra X BK 2968 KG tampak parkir di halaman rumah itu.

Saat Sumut Pos mencoba mewawancarai beberapa warga sekitar, diketahui kalau 5 unit mobil jenis minibus itu, tiba di rumah Hamdani Harahap sekitar pukul 15.30 WIB. Selanjutnya, tiga unit mobil parkir di halaman rumah dan warung yang berada tepat di seberang depan rumah itu. Sementara 2 unit mobil lagi, parkir tepat di depan gerbang masuk rumah Hamdani Harahap.

Hanya sekitar 10 menit berada di dalam rumah, tampak dari dalam rumah petugas yang mengenakan PIN berlambang KPK dan sejumlah Perwira Polisi berpakaian Dinas, memboyong tiga tersangka. Setelah dimasukkan ke dalam mobil, selanjutnya ketiga orang itu dibawa. Begitu juga dengan sebuah mobil jenis minibus warna silver yang parkir di halaman rumah dan diduga milik ketiga tersangka yang diboyong itu, juga turut dibawa petugas.

“Saya lihat mobil jenis Avanza atau Xenia warna silver itu, sudah ada di halaman rumah sejak subuh. Saat petugas datang, saya lihat tiga orang beserta mobil itu, diboyong petugas. Saya tahunya itu penangkapan tersangka korupsi dari polisi yang pakaian Dinas itu, “ ungkap seorang wanita yang enggan menyebut namanya, yang tinggal di depan rumah Hamdani Harahap.

Sementara itu, salah seorang wanita mengaku isteri Hamdani Harahap, tiba-tiba hadir di rumah itu. Selanjutnya, wanita yang mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 BK 5058 AAG itu, memberi sedikit penjelasan pada Sumut Pos. Disebutnya, ia tidak mengetahui kalau yang ditangkap di rumahnya itu merupakan Bupati Mandailing Natal yang terjerat kasus korupsi.

Dia mengaku, hanya sempat menyediakan makan malam pada 3 orang yang diboyong petugas KPK itu, dan selanjutnya meninggalkan ketiga orang itu tidur siang. “Sebelum suami saya pergi kerja, dia pesan kalau akan ada tiga temannya datang. Sekitar pukul 11.30 WIB, mereka datang dan saya hidangkan makan siang.

Setelah itu, saya tinggal tidur siang. Sekitar pukul 15.00 WIB saya terbangun, saya sempat dengar keributan di dalam rumah saya. Saat saya lihat ke luar, ternyata tiga teman suami saya itu sudah dibawa petugas, “ ungkap wanita berjilbab yang enggan menyebut namanya itu.

Saat disinggung lebih jauh, kronologis penangkapan itu. Wanita enggan menjelaskan. Tampak, dia memasuki halaman rumahnya dan selanjutnya menyalakan aliran listrik melalui meteran listrik yang berada di samping rumahnya. Selanjutnya, wanita itu memasukkan sepeda motor yang dikendarainya itu ke dalam garasi yang ada di rumahnya dan mengunci pintu gerbang rumahnya.

Dari informasi yang didapat, Bupati Mandailing Natal (Madina), Hidayat Batubara sudah berangkat ke Jakarta dengan menumpangin Lion Air dengan nomor penerbangan JT 385, Rabu (15/5) kemarin. Petugas Check in Lion Air di terminal keberangkatan domestik Bandara Polonia Medan, Akhyar Bukhari membenarkan ada beberapa nama orang yang saat ini sedang ramai diberitakan di media. “Kalau Hidayat Batubara tidak ada, yang ada hanya Hidayat,” ujarnya.

Kemudian, meluncurlah berbagai nama dari pria yang berkulit kuning langsat ini. “Bapak itu bersama Suarso, Khairul Anwar Daulay, Sutarman Paulus, Agus Rudianto, Jefri Silitonga, dan Rupriyanto,” ujarnya. Dijelaskannya, mereka melakukan check in secara berkelompok pada pukul 14.00 WIB. Tetapi, dirinya tidak tahu apakah langsung secara personal atau tidak.

“Saya tidak tahu mereka check in nya secara bersamaan atau tidak. Karena, tempat check in ada 3 kan. Mungkin di tempat yang lain. Kalau bangku mereka terpisah,” jelasnya. Ia menegaskan, pesawat ke Jakarta tersebut tidak mengalami delay. Apalagi, penumpang di pesawat tersebut sudah mencapai 203 orang dari kapasitas 213 orang.

Dari info yang beredar, diketahui Hidayat duduk dibangku no 6 F. Sedangkan yang duduk di sebelahnya masyarakat biasa, yang namanya Feri dan Yogi Prasetyo. Sementara itu, nama yang Khairul Anwar Daulay dan Ruprianto duduk di banku nomor 1 D dan E. Sedangkan Jefri Silitonga duduk  di bangku 1 F. Sementara bangku yang bernomor 1 A dan 1 B di duduki oleh Agus Rudianto dan Suarso.

Dari pantauan di lapangan, para penumpang ini menuju bandara pada pukul 16.00 WIB. Langsung masuk ke Gapura Lounge yang terletak dikawasan VIP Bandara. “Tadi memang ada yang ramai masuk ke mari. Ada juga polisi,” ujar petugas penjaga, Rusli.

Dijelaskannya, untuk masuk ke lounge ini per kepala akan dikutip biaya sekitar Rp180 ribu. Hingga pukul 17.00 WIB, ternyata, para penumpang yang dicurigai sebagai penyidik KPK serta Hidayat Batubara dan gerombolannya tidak keluar. “Kalau dari sini, ada jalur khusus ke landasan. Kalau memang berangkat jam 5 sore, berarti sudah berangkat lah,” ujarnya.

Saat dicek ke dalam terminal, salah satu petugas menyatakan, ada jalur khusus dari Gapura Lounge menuju ke dalam terminal. “Itu jalurnya mbak. Dari situ langsung ke gate serta menuju landasan,” ujarnya.

Diduga Terima Suap Rp1 M
Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara, diduga menerima uang suap senilai Rp1 miliar dari kontraktor bernama Surung Panjaitan (SP), terkait sejumlah proyek di daerah itu. Hidayat kini masih diperiksa Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, di Medan.

Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, mengatakan, terbongkarnya kasus suap yang melibatkan Hidayat ini bermula dari informasi yang diperoleh KPK. KPK memeroleh informasi bahwa Selasa (14/5) pukul 10.00, kontraktor SP menemui Hidayat di kediamannya, Jalan Sei Asahan Nomor 76, Medan.

Sekitar pukul 12.00, Penyidik KPK mengamankan SP tak jauh dari rumah Hidayat, di Medan. Bersama SP, ada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mandailing Natal, Khairil Anwar alias KRL. “Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Penyelidik dan Penyidik KPK diketahui bahwa ada serah terima uang sebesar Rp1 miliar yang dilakukan SP kepada KRL,” kata Johan, di Kantor KPK, Rabu (15/5).

Dijelaskan Johan, setelah pemeriksaan terhadap Sulung dan Khairil, KPK kemudian memeriksa rumah Hidayat, di Jalan Sei Asahan Nomor 76, Medan.  “Dalam pemeriksaan di rumah tersebut, Petugas KPK menemukan uang rupiah yang dibungkus plastik di dalam lemari filing cabinet,” katanya.

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan KPK, pemberian suap ini diduga berkaitan dengan proyek dana bantuan. “Istilahnya proyek bantuan dana bawahan dari provinsi ke Kabupaten Mandailing Natal, untuk sejumlah proyek di Mandailing Natal,” katanya.

Dijelaskan Johan, KPK sudah mengamankan Bupati Madina, Hidayat Batubara (HB), Rabu (15/5)siang. “HIB baru saja ditangkap di Medan, kemungkinan akan dibawa ke Jakarta,” kata bekas wartawan ini. Dia mengamankan, usai ditangkap Hidayat diamankan di Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Utara. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Polda Sumut dalam mengamankan HIB,” kata Johan.

Tunggu Statemen Resmi KPK
Ketua DPRD Madina Imran Khaitami Daulay menegaskan, pihaknya selaku lembaga legislatif masih menunggu statemen resmi dari KPK terkait penangkapan Bupati Madina Hidayat Batubara. Ia menduga, penangkapan itu berkaitan dengan kasus korupsi. “Kalau KPK yang bermain itu sudah pasti kasus korupsi,” katanya, Rabu (15/5).

Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah kelompok masyarakat sering datang ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi. Jika kita lihat dari materi-materi aspirasi yang disampaikan dan dokumen-dokumen yang diserahkan, baik itu dokumen tertulis atau video rekaman, maka itu terkait pada urusan penyimpangan-penyimpangan berbentuk pengaturan dan pengelolaan proyek, yang lain terkait dengan perpanjangan izin terhadap investasi tambang, yang lainnya lagi terkait dengan pemakaian alat-alat atau obat terlarang.

Hal-hal seperti inilah yang selalu diteriakkan masyarakat ke gedung DPRD,” beber Imran. Namun, sambung Imran, karena sejauh ini masih domainnya lembaga penegak hukum maka selaku pimpinan DPRD Madina dia masih menunggu informasi resmi dari lembaga terkait sebelum menentukan langkah-langkah yang akan diambil oleh DPRD Madina.

“Informasi yang kita peroleh kan masih simpang siur. Artinya sampai saat ini kita belum menerima statemen atau ekspos resmi dari KPK. Untuk itu h kita hanya berharap kepada masyarakat Madina agar jangan dulu mengambil kesimpulan mengenai sejumlah informasi mengenai OTT KPK itu.

Khusus kepada para pegawai dan pejabat di pemkab Madina agar tidak terpengaruh atas informasi yang ada saat ini, dan tetap menjalankan tugas dan pelayanan publik yang baik. Mari sama-sama kita tunggu statemen resmi dari institusi terkait,” tambahnya. Terpisah, setelah ada OTT oleh KPK terhadap Plt Kadis PU Madina dan kontraktor dan kabarnya juga melibatkan Bupati Madina Hidayat Batubara, berendus kabar bahwa KPK akan datang ke Madina untuk melakukan penggeledahan.

Namun, informasi itu dibantah oleh Kapolres Madina. “Sejauh ini belum ada koordinasi bahwa KPK akan datang ke Madina,” ucap Kapolres Madina AKBP Achmad Fauzi Dalimunthe Sik, kepada METRO, Rabu (15/5) siang.

sumber: metrosiantar

Adukan Nasib, Sopir TMP Tak Ditemui Dewan

demo sopir TMPPekanbaru (SegmenNews.com)– Puluhan sopir, bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) mendatangi gedung DPRD Kota Pekanbaru, Kamis (15/5/2013). Kedatangan mereka ke gedung wakil rakyat itu menuntut Walikota Pekanbaru menata ulang manajemen Trans Metro. Pasalnya, pengelolaannya seperti “Odong-odong”.

Kekecewaan mereka terlihat dalam sejumlah spanduk dan poster yang mereka bawa dengan berbagai macam tulisan, seperti “TMP Odong-odong, Tak Punya STNK, KIR, Izin Trayek dan Asuransi Bus TMP tidak ada, Tangkap Korupsi Pajak, dan Bayar Jamsostek Kami Segera”.

Mereka terus berorasi di gedung wakil rakyat tersebut. Namun, tak satupun dari mereka (anggota Dewan, red) ada di gedung tersebut karena mengikuti acara di salah satu hotel di Pekanbaru.

“Terus terang kami kecewa. Mengapa wakil kita tak ada di kantor. Kalau ada acara di hotel kan bisa perwakilannya datang menemui kami,” ujarnya.

Salah seorang pendemo menceritakan kebobrokannya manajemen pengelolan Bus TMP itu, seperti bus yang tidak memiliki STNK, tunjangan karyawan tidak ada dan masalah lainnya yang masih banyak. “Banyak masalah dalam pengelolaan itu,” katanya lagi. (d3n/knc)