Beranda blog Halaman 2902

Wuih! Rekening Gendut Aiptu LS 10 kali Lipat Irjen Djoko Susilo

rekening gendutSegmenNews.com– Irjen Djoko Susilo merupakan salah seorang perwira tinggi polisi yang berurusan dengan hukum. Djoko Susilo diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi simulator SIM saat masih menjadi Kakorlantas Polri.

Atas dasar bukti yang dimiliki, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan jenderal polisi bintang dua itu menjadi tersangka dalam kasus simulator SIM.

KPK lantas menelusuri harta kekayaan yang dimiliki Irjen Djoko Susilo. Sebab, KPK menduga Irjen Djoko Susilo melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Alhasil, perlahan tapi pasti KPK menemukan satu persatu aset kekayaan yang dimiliki Irjen Djoko Susilo yang ditaksir total nilainya mencapai Rp 100 miliar lebih.

Harta tersebut berbentuk rumah, tanah, apartemen, SPBU, mobil mewah hingga bus pariwisata. Lokasi aset milik Irjen Djoko Susilo itu berada di Jakarta, Depok, Semarang, Solo, Yogyakarta, hingga Bali.

Sebagai seorang polisi, harta yang dimiliki Irjen Djoko Susilo itu tergolong fantastis nilainya. Sebab, jika hanya mengandalkan gaji yang dimilikinya, tentu saja Irjen Djoko Susilo tak akan mampu memiliki harta yang total nilainya diperkirakan mencapai Rp 100 miliar lebih itu.

Seperi di lansir dari merdeka.com bahwa Aiptu LS, seorang polisi yang bertugas di Sorong, Papua memiliki rekening pribadi senilai Rp 1,5 triliun. Ini sangat mencengangkan, LS diduga punya uang sebanyak itu dari hasil melindungi sejumlah perusahaan dalam kasus ilegal logging dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sorong.

Hal ini tentu sulit diterima dengan akal sehat. Bayangkan, seorang bintara polisi yang hanya bergaji Rp 3 jutaan punya harta kekayaan fantastis.

Jika dihitung-hitung, kekayaan Aiptu LS 10 kali lipat kekayaan Djoko Susilo yang seorang jenderal. Jika kekayaan Djoko saja sudah membuat geleng-geleng, apalagi kekayaan Aiptu LS.

Korps Bhayangkara kembali tercoreng. Mulai jenderal hingga bintara terjerat rekening gendut.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto mengaku heran Aiptu LS di Papua memiliki simpanan sampai triliunan rupiah. Meski demikian, Djoko mengajak masyarakat untuk memantau kinerja Polri dalam mengungkap simpanan milik LS.

“Heran yah? Aku juga heran. Sekarang kan sedang diusut, kita monitor saja Polri. Kapoldanya sudah turun ke Sorong,” ujar Djoko di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (15/5).

Suara senada juga disampaikan Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurrahman. Dia mengatakan komisi sudah memiliki data awal terkait rekening pribadi milik Aiptu LS. Dia berjanji akan menyelidiki kasus ini lebih dalam beberapa waktu ke depan.

Anggota Komisi III DPR dari Partai Persatuan Pembangunan, Ahmad Yani meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengusut rekening milik seorang anggota Polres Sorong, Papua, Aiptu LS. Menurut dia, hal ini perlu dilakukan agar Aiptu LS dapat dijerat menggunakan delik pencucian uang.

“PPATK harus mengusut dan silakan segera juga apakah kejaksaan, KPK, atau polisi mengusut ini,” ujar Yani.

(d3n/mdc)

Asik, Sapi Penyaluran BAZ Siak Lahir Perdana

Nazarudin menunjukkan anak sapi
Nazarudin menunjukkan anak sapi

Siak (SegmenNews.com)– Satu dari lima sapi dari Bantuan Amil Zakat (BAZ) kabupaten Siak sdudah melahirkan sapi yang pertama.

Sapi yang telah berproduksi tersebut yakni sapi yang diberikan BAZ kepada Nazaruddin warga Desa Kampung Tengah, Kecamatan Mempura. Sapi anak sapi tersebut lahi Selasa (14/5/13) kemarin.

Dikatakan Ketua BAZ Kecamatan Mempura, H. Sudirwan kabar kembira tersebut merupakan rezeki dari Allah Swt kepada Nazaruddin, sebab dari lima ekor sapi yang diberikan BAZ Kab Siak baru inilah yang beranak.

“Kita masih menunggu kabar gembira berikutnya ujarnya, hingga saat ini ternak sapi (zakat pola usaha produktif) yang sudah disalurkan oleh BAZ Kabupaten Siak berjumlah 168 ekor untuk tahun 2012-2013 dan masih akan terus bertambah mengingat masih ada penyaluran di kecamatan lainnya,” ujarnya.

Kepala desa Kampung Tengah Iskandar menyampaikan lima ekor sapi yang diberikan BAZ akan terus dipantau dan dibina untuk kelangsungan perkembang biakannya, dia mengharapkan sapi yang diberi tidak langsung dijual oleh penerima, karena ini otomatis akan memutuskan usaha produktif yang di tetapka oleh BAZ.

Namun jika sapi-sapi tersebut telah berkembang biak, maka pemilik dipersilahkan untuk menjualnyaguna menopang perekonomian mereka. (humas/rinto)

450 Anak PAUD Ujung Batu Ikuti Karnaval

Maghdalini memotong pitaRokan Hulu (SegmenNews.com)– Sebanyak 450 anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) Se-Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu mengikuti Panggung Gembira dan Karnaval di Kecamatan Ujung Batu, Kamis (16/15/13).

Berbagai kegiatan ditaja, mulai dari lomba busana, bernyanyi dan lainnya. Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Ketua Forum PAUD Rohul, Hj.Maghdalisni, Ketua GOW Rohul Hj.Rahayuwati, Ketua DWP Rohul Ny.Radias.

Maghdalisni menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menampilkan kreatifitas anak, mendidik anak usia dini untuk tampil percaya diri. Sebab di usia dini ini merupakan umur emas yang perlu didikan yang benar sehingga akan menghasilkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

“Anak di Usia dini harus digali kreatifitasnya, serta diberikan bimbingan keahklakan, sehingga kelak mereka menjadi seorang pemimpin yang berakhlak mulia,” ujarnya. (r4n)

Bupati : Prospek Bisnis Komoditas Alternatif, Prospek Bisnis Sektor Pendukung Pertanian

bup prospekJakarta (SegmenNews.com) – Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si menyampaikan paparan terkait  CPO dan industri hilirnya pada acara forum bisnis Apkasi Pertanian, Kelautan dan perikanan di Pekan Raya Jakarta, Kamis 16/05. Turut hadir pada kesempatan tersebut sejumlah kepala Satker terkait lingkup Kabupaten Siak, dan narasumber lainnya seperti Ketua Umum AEKI Irfan Anwar, Ketua Umum GAPKI M. Fadhil Hasan, Bupati Bandung dan moderator Prof. Jafar Haruna.

Dalam paparannya Bupati menyampaikan potensi potensi yang ada di kabupaten Siak salah satunya kebun kelapa sawit dengan jumlah penyebaran luas kebun kelapa sawit 278.591,19 Ha  dan penyebaran pabrik kelapa sawit berjumlah 15 unit.

Produksi kelapa sawit masyarakat Kabupaten Siak saat ini adalah 228.392 Ha (TM) dengan produksi rata-rata 24 ton/Ha/tahun sehingga produksi pada tahun 2012 adalah 5.481.408 ton dan produksi CPO tahun 2012 setara 1.205.909,8 ton (R.22%).

Lebih lanjut Bupati menjelaskan peran Pemerintah Kabupaten Siak dalam pengembangan pembangunan perkebunan kelapa sawit dimaksudkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat secara dan secara umum meningkatkan aktivitas ekonomi daerah.   Disamping itu Bupati juga menyinggung potensi  Kawasan Industri Tanjung Buton sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah sumberdaya alam, antisipasi terhadap kesinambungan bahan mentah dimasa mendatang, perlu kiranya mengoptimalkan peran sektor sekunder yaitu industri.

Hal penting terkait dengan industri berbasis kelapa sawit antaralain perlu adanya regulasi yang mengatur agar CPO yang dihasilkan sebagian diolah didalsm negeri, sehingga hilirisasi produk CPO dalam negeri yang berkualitas dapat terjangkau oleh masyarakat kalangan menengah kebawah, usulan penerapan dana bagi hasil pajak eksporproduk CPO antara pusat dan daerah seningga daerah memiliki sumber pendapatan lain untuk membiayai pembangunan dan mencari solusi yangefektif dalam upaya menjaga kestabilan harga buah kelapa sawit, karena selama ini harga sawit cenderung tidak stabil pada saat tertentu.

Sebelumnya Bupati Siak didampingi Ibu Ny. Hj. Misnarni Syamsuar meninjau Stand Pameran Kabupaten Siak pada ajang Promosi daerah yang menampilkan berbagai produk unggulan dari kerajinan masyarakat  yang di bina oleh Dekranasda Kabupaten Siak yang dibuka oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Menurutnya acara ini dimaksudkan untuk memfasilitasi kerja sama ekonomi antara daerah dengan investor asing yang diharapkan dapat menjembatani antara daerah dan investor.  Acara rutin tahunan ini diikuti oleh 399 kabupaten di seluruh Indonesia mulai dari tanggal 15 – 17 Mei 2013.(adv)

Regu Tembak Siap Eksekusi Mati 3 Terpidana Pembunuhan Sadis

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta (SegmenNews.com)– Kejaksaan Agung (Kejagung) siap-siap menyeret 3 terpidana mati ke depan regu tembak. Ketiganya terlibat dalam pembunuhan berencana sadis yang memutilasi korbannya.

“Kami dapat kabar 3 terpidana mati siap dieksekusi,” kata Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Alvon Kurnia Palma, Kamis (16/5/2013) dilansir dari detik.com.

Ketiga terpidana mati itu adalah Ibrahim, Jurit dan Suryadi Swabuana. Ibrahim dijatuhi hukuman mati oleh PN Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan karena melakukan pembunuhan berencana secara bersama-sama terhadap Soleh pada tahun 1997.

Ibrahim dalam aksinya dibantu Sofyan, Muhamad Dani dan Jurit. Setelah korban meninggal, mereka memutilasi Soleh dan menguburkannya secara terpisah. Saat melakukan aksinya, Jurit berusia 32 tahun sementara Ibrahim berusia 36 tahun.

Vonis yang dijatuhi PN Sekayu pada 19 Februari 1998 ini sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Putusan PN Sekayu ini diperkuat hingga Mahkamah Agung (MA) baik ditingkat kasasi maupun Peninjauan Kembali. Ibrahim telah mengajukan permohonan PK sebanyak 2 kali dengan putusan PK kedua diketok pada 26 September 2007.

Adapun Suryadi Swabuana alias Edi Kumis alias Dodi bin Sukarno merupakan terpidana pembunuhan dan pencurian di Palembang. Penolakan grasinya berdasarkan Keppres Nomor 20/G/2003 bertanggal 3 Februari 2003. Ketiganya saat ini mendekam di LP Nusakambangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pejabat Kejagung soal eksekusi ini.
(r4n/dn)

Wuih! Fathanah Akui Indehoy dengan Maharani di Hotel

Maharani Suciyono
Maharani Suciyono

Jakarta (SegmenNews.com)– Tersangka kasus suap izin impor daging sapi, Ahmad Fathanah, mengaku sedang berasyik-masyuk saat ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi pada 29 Januari lalu. Pengakuan Fathanah kepada penyidik, dia mengaku menyewa kamar di Hotel Le Meridien khusus untuk berduaan dengan Maharani Suciyono, perempuan yang ikut diciduk bersamanya.

“Saya menyewa satu kamar dengan nomor 1740 untuk indehoy bersama-sama,” katanya seperti tertulis dalam dokumen yang diperoleh Tempo. “Saat itu kemudian pintu kamar saya diketuk oleh petugas dan setelah saya buka, saya ditangkap oleh petugas KPK.” Menurut Fathanah, pertemuan dengan Maharani diawali dengan teleponnya ke mahasiswi Universitas Moestopo itu.

Sebelum indehoy dengan Maharani, Fathanah mengambil duit Rp 1 miliar dari kantor PT Indoguna Utama, perusahaan pengimpor daging sapi. Duit itu rencananya akan diberikan untuk Luthfi Hasan Ishaaq, saat itu Presiden Partai Keadilan Sejahtera. Barulah dia meluncur ke Le Meridien dengan Toyota Land Cruiser Prado hitam yang dikemudikan sopirnya.

Seperti dilansir dari tempo.co, Soal indehoy dengan Maharani, cerita Fathanah berbeda dengan versi penyidik. Sumber Tempo di KPK mengatakan penyidik masuk ke kamar Fathanah bersama petugas keamanan hotel yang membawa kunci duplikat. Sebelum masuk kamar, penyidik mendengar suara berisik dari kamar tempat Fathanah dan Maharani berduaan. Kepada penyidik, Fathanah mengaku membayar Rani Rp 10 juta untuk berkencan selama dua jam.

Maharani pada 5 Februari lalu membeberkan pertemuannya dengan Fathanah. Dia mengaku bertemu Fathanah di sebuah kafe di Senayan City. Seorang pelayan kemudian memberikan secarik kertas bertuliskan nomor telepon Fathanah. Ia mengaku diundang Fathanah makan malam di Le Meridien. “Karena saya berpikir positif, biar enggak dibilang sombong, saya temuin. Tapi saya tidak memiliki niat sedikit pun untuk mencari keuntungan dalam perkenalan itu,” ujar Rani.

Fathanah sebenarnya sudah memiliki beberapa istri. Salah satunya adalah Sefti Sanustika yang mengaku kecewa dengan kelakuan suaminya. Fathanah juga dekat dengan sejumlah perempuan seperti model majalah Popular Vitalia Shesya yang mengaku dibelikan mobil oleh Fathanah, dan pedangdut Dewi Kirana. Baca selengkapnya: Perempuan di Sekitar Fathanah. (D3n)

Gawat! Kelamin Abdul Muhyi dipotong Kekasih Sampai Putus

pisauSegmenNews.com– Petugas hingga saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang memotong alat kelamin Abdul Muhyi, di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa subuh. Polisi memastikan pelaku seorang wanita bukan waria.

Kapolsek Metro Pamulang, Komisaris Muhammad Nasir mengatakan, penyidik telah memeriksa seorang wanita berinisial U, sesuai dengan ciri-ciri yang diberikan korban.

“Tetapi setelah dilakukan penelusuran terhadapnya, ternyata bukan orang tersebut pelakunya. Itu hanya sama nama saja,” ujar Nasir, Rabu 15 Mei 2013.

Selain memeriksa saksi, petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Disana tidak ditemukan satu bukti yang menguatkan peristiwa itu. Bahkan, kata Nasir, darah korban juga tidak ada yang tercecer di tempat itu.

“Kita agak kesulitan mendapatkan informasi karena korban juga masih tertutup menceritakan kejadiannya yang menimpanya itu. Kita juga belum menemukan saksi yang mengetahui kejadian ini di TKP,” katanya.

Korban, kata dia masih menjalani perawatan intensif di Unit Gawat Darurat RSUD Tangerang. Peristiwa ini terjadi pada selasa 14 Mei 2013 pukul 04.30 WIB di lorong dekat kampus Universitas Pamulang.

Ditempat itu pelaku tiba-tiba memotong kemaluan korban menggunakan benda tajam, sampai terputus. Korban kemudian mendatangi Puskesmas terdekat. Sepanjang perjalanan menuju puskemas itu, pemuda asal Serua, Bojong Sari, Depok ini memegangi kelaminnya yang sudah terpotong.

sumber:vivanews

Eitt, Tahanan Titipan Kabur dari Rutan Siak

Tahanan kabur dari rutan Siak, Jaka Sutrisno alias Joko
Tahanan kabur dari rutan Siak, Jaka Sutrisno alias Joko

Siak (SegmenNews.com)– Joko Sutrisno, seorang tahanan titipan penyidik Polsek Lubuk Dalam terkait kasus pencurian dengan kekerasan (Curas), Selasa (14/5/13) sekitar pukul 14.00 WIB kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Siak.

Tim Rutan dan Polres Siak, Polsek Siak dan Polsek Lubuk Dalam melakukan perburuan. Dari Informasi bahwa tersangka merupakan pelaku perampokan/penggelapan mobil yang terjadi di Km 11 dan berhasil ditangkap tim Ops Polsek Lubuk dalam di Km 51.

Saat proses penyidikan tersangka dititipkan di Rutan Siak guna keamanan, sementara berkas perkaranya masih berjalan hingga berkasnya dinyatakan P21 di kejaksaan.

Pengejaran terhadap Joko dilakukan hingga dini hari, tersangka berhasil keluar dari areal perkuburan menuju turap pinggir sungai Siak, pengejaran terus dilakukan hingga tersangka kepepet dan terjun ke sungai Siak. Atas kejadian tersebut dimana tempat terjunnya tersangka ke sungai siak sempat dikerumuni orang ramai.

Kepala LP Siak Hensa, A. Md. Ip, SH, MH, membenarkan adanya tahanan yang lepas, dijelaskannya, Joko merupakan tersangka kasus pencurian yang dititipkan oleh Polsek Lubuk Dalam, 2 bulan lalu karena berkasnya masih belum lengkap atau belum memasuki tahap P21.

“Tersangka melanggar pasal 363 tentang pencurian yang dititipkan Polsek Lubuk Dalam,” terang Hensa.

Selain itu terkait tahanan titipan kabur tersebut, Kapolsek Lubuk Dalam AKP Fridolin Nababan kepada wartawan membenarkan bahwa, tersangka merupakan tahanan titipan dari Polsek Lubuk Dalam yang dititipkan sejak bulan Maret.

Fridolin menjelaskan, bahwa tersangka sudah dititipkan penuh ke LP Siak, terkait kasus kabur ini pihaknya tidak bisa banyak campur tangan, dan juga tidak bisa banyak berkomentar. Informasi terakhir hari ini tersangka belum ditemukan. (rinto)

Kemendagri-Disdukcapil Rohul Kerjasama Serasikan Program Kependudukan

kemenRokan HUlu (SegmenNews.com)– Sebagai upaya menserasikan data penduduk daerah. Kemendagri RI bekerjasam dalam mensosialisasikan sistem kependudukan di pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (15/5/13) bertempat di hotel Sapadia PasirPangaraian.

Wakil Bupati Rohul, Hafith Syukri MM menyampaikan bahwa rapat Fasilitasi Pelaksanaan Penyerasian Kebijakan Kependudukan ini disebabkan adanya kebijakan baru dari pusat untuk penertiban data kependudukan.

Walau belum ideal, dan masih ada data penduduk ganda, masyarakat diminta untu segera melapor termasuk yang belum mendapatkan e-ktp. UPTD Capil di 16 Kecamatan juga bertanggung jawab untuk menertibkan sistem kependudukan.

Apalagi kian hari, kian tahun jumlah penduduk di Kabupaten Rokan Hulu terus bertambah, maka ketelitian dalam administrasi data harus lebih komplit. Awalnya jumlah penduduk Rohul hanya 486 ribu lebih semakin majunya Kabupaten maka jumlah penduduk terus bertambah menjadi 601 ribu jiwa lebih.

Agar pendatang tidak semakin banyak dan mengacaukan data kependudukan, Wabup meminta kepada seluruh perusahaan agar lebih mengutamakan tenaga kerja tempatan (lokal), bukan dari luar daerah yang sifatnya musiman.

Selain itu dikatakan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Amin Bhakti Pulungan pihaknya ada 3 agenda yang akan di sosialisasikan di Rohul yakni, sosialisasi surat edaran larangan memperbanyak fotocopy e-KTP bagi instansi.

Terkait pengurusan akte kelahiran diatas satu tahun, serta beberapa tahapan yang mendukung Pemilu agar warga Rohul yang belum mengikuti perekaman e-KTP untuk segera mengikuti proses perekaman data.

“Tidak ada larangan bagi masyarakat untuk meng-copy e-ktp namun bagi instansi pelayanan diharuskan menggunakan card reader, sehingga data pemilik sudah lengkap dalam chip e-KTP. (adv/hum)

Aib Pemerkosaan Massal Menyedihkan

menutup-aibSegmenNews.com– Sebagai salah satu anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998, Sandyawan Sumardi melihat pemerkosaan merupakan cara efektif untuk menimbulkan kepanikan sekaligus ketakutan di masyarakat.

Hingga saat ini, kasus pemerkosaan dalam kerusuhan Mei 1998 kian pudar dari ingatan publik. Bahkan, tidak sedikit kalangan meragukan kejadian itu. “Saya punya data lengkap sekitar 52 orang (korban pemerkosaan) pada Mei 1998 di beberapa tempat. Tapi ada etika, identitas korban tidak bisa disebarkan. Itu buat keselamatan dan nama baik korban,” kata Sandyawan saat ditemui merdeka.com Senin lalu di kantornya di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Dia mengakui perlu perjuangan berat untuk meminta pengakuan para korban. Namun setelah laporan tim pencari fakta selesai disusun, pemerintah malah menganulir temuan itu. Mereka bahkan menyebarkan foto-foto korban pemerkosaan. “Itulah cara-cara pemerintah mendiskreditkan tim pencari fakta dan menganggap pemerkosaan tidak ada,” ujarnya.

Sandyawan menilai propaganda pemerintah untuk membantah pemerkosaan massal dalam kekacauan 15 tahun lalu berhasil. Dia mengakui bakal sulit menuntaskan kasus ini lantaran pelaku dan penggerak kejadian masih menjabat.

Meski begitu, Sandyawan berharap kasus itu harus terus diangkat sehingga masyarakat tidak lupa dengan aib bangsa ini. Dia meminta teman-teman seperjuangannya pada Mei 1998, seperti Andi Arif, Budiman Sujatmiko, dan Pius Lustrilanang kini masuk dalam pemerintahan terus mendorong penyelesaian kasus itu.

Sandyawan masih menekuni kegiatannya mendampingi warga miskin di bantaran Sungai Ciliwung dari kawasan Pasar Minggu sampai Kampung Pulo lewat lembaga Ciliwung Merdeka. “Saya tidak akan menilai pilihan kawan-kawan, tapi tolong jangan saling menyerang dan membalik fakta-fakta untuk kepentingan tertentu.”

Sumber: Merdeka.com