Beranda blog Halaman 2905

DPRD dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan Kunjungi Siak

Asisten Perekonomian & Pembangunan Setda Kab Siak Drs H Syafrilenti MSi Menerima Cendramata dari Ketua Pansus 1 DPRD Kab Luwu Timur Ir Abdul Munir Rajak MM pada Acara Kunker DPRD & Pemkab Kab Luwu Timur di Raja Indra Pahlawan Room
Asisten Perekonomian & Pembangunan Setda Kab Siak Drs H Syafrilenti MSi Menerima Cendramata dari Ketua Pansus 1 DPRD Kab Luwu Timur Ir Abdul Munir Rajak MM pada Acara Kunker DPRD & Pemkab Kab Luwu Timur di Raja Indra Pahlawan Room

Siak (SegmenNews.com) – Pemerintah Kabupaten Siak tak henti-hentinya mendapatkan kunjungan dari dari berbagai pemerintah Daerah dan kota, Selasa (14/5) kedatangan tamu dari DPRD dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Kedatangan rombongan dari Kabupaten Luwu Timur disambut ramah oleh Asisten II Pemkab Siak Drs. H. Syafrilenti M.Si,. Yang mana pansus Kunjungan kerja ini diketuai oleh Abdul Munir Razak MM.

Ketua Pansus DPRD Kabupaten Luwu Timur  Ir Abdul Munir Razak MM pada pertemuan itu menyampaikan, bahwa kedatangan Pansus DPRD Luwu timur dan Pemerintah Kabupaten Luwu timur ke Kabupaten Siak guna belajar Ranperda BUMD  sebagai mana yang telah di miliki oleh Kabupaten Siak.

“Kami dari Pansus I DPRD Kabupaten Luwu Timur saat ini sedang membahas Ranperda BUMD, oleh sebab itu  sebelum  Ranperda BUMD di sahkan menjadi Perda nantinya, maka kami perlu belajar di Kabupaten Siak,” jelasnya

Lebih lanjut iya mengatakan,  Pansus I DPRD Luwu Timur  selain membahas Ranperda  BUMD juga membahas ranperda HO atau ranperda izin gangguan.

Dia juga menceritakan, bahwa Kabupaten Luwu timur saat ini memilik 107 Desa yang terdiri dari 11 Kecamatan yang pada umumnya pengasilan di Kabupaten luwu bertani dan  pertambangan batu bara.

Untuk APBD Kabupaten Luwu Timur tahun 2013 ini hanya sebesar 820 Meliyar sangat jauh di bawah Kabupaten Siak yang mencap[ai 2,9 triliyun lebih.

Oleh sebab itu, untuk meningkatkan PAD Kabupaten Luwu timur tersebut,maka dengan adanya BUMD yang akan di bentuk nantinya akan bisa meningkatkan APBD Kabupaten Luwu nantinya sebagai mana yang telah di lakukan oleh Kabupaten Siak.(adv)

Pembangunan Kantor DPRD Paluta, Dinilai Asal Jadi

PALUTA (SegmenNews.com)– Pembangunan kantor DPRD Paluta tahun 2009 lalu bernilai Rp 3,5 miliar dinilai dikerjakan asal jadi. Diduga proyek ini dikerjakan Wabup Paluta Riskon Hasibuan bersama mitra kerjanya.

Wakil Ketua Forum Kajian Peduli Paluta Topan Harahap Minggu (12/5) mengatakan, hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa bagian kantor yang mengalami kerusakan saat ini. Disinyalir, dibangun tidak sesuai dengan perencanaan, diantaranya seperti fasilitas ruang kamar mandi, plafon dan aula rapat terlihat sejumlah lubang akibat penurunan pada tanah.

“Seharusnya dengan adanya bukti ini, sudah bisa dijadikan jalan untuk penegak hukum untuk melakukan penelusuran apakah ada kejanggalan atau tidak. jika ada, sudah seharusnya ditindaklanjuti,” ungkapnya dikutip dari metrosiantar.com.

Dikatakannya, dari hasil investigasi yang dilakukan, ternyata proyek pembangunan gedung DPRD Paluta ini diduga dikerjakan Wakil Bupati Paluta Riskon Hasibuan bersama mitra kerjanya.

“Jangan gara-gara pejabat tidak diusut. Secara kasat mata sudah kita lihat bersama bahwa kerusakan gedung Kantor DPRD Paluta itu. Bukti nyata pekerjaan yang dilakukan tidak becus melakukan pekerjaannya.

Yang pasti, itu telah menimbulkan kerugian negara, karena proyeknya asal-asalan. Hasil penelusuran kita proyek itu dikerjakan oleh Wabup Paluta Riskon Hasibuan melalui mitranya. Ini saja sudah menyalahi mana boleh pejabat setingkat orang nomor dua didaerah main proyek,” tegasnya.

Topan mengungkapkan, sudah seharusnya Kejaksaan menulusuri dan membuka, apa ada dugaan pelanggaran dalam proyek pembangunan gedung DPRD Paluta tahun 2009 lalu. Sebab diduga kuat ada tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan proyek ini dan diduga melibatkan pejabat daerah.

“Jika persoalan ini tidak ditindaklanjuti, maka sudah pasti publik akan meragukan kinerja kejaksaan. Kejaksaan harus membuktikan kinerjanya, jangan sampai ada penilaian bahwa kejaksaan tidak mampu karena intervensi dari pemegang kekuasaan di daerah ini,” ungkapnya.

Padahal, sambungnya, bukti-bukti itu sudah sangat jelas dan dapat dipakai oleh kejaksaan untuk mengusut tuntas akan kasus ini. “Semua orang sudah tahu di Paluta ini kalau sejumlah proyek di Paluta itu banyak yang bermasalah dan dikerjakan oleh kalangan pejabat, contohnya pembangunan gedung DPRD Paluta yang nilainya sekitar Rp 3,5 miliar pada tahun 2009 lalu yang diduga dikerjakan Wabup Riskon Hasibuan bersama mitra kerjanya.

Meskipun banyak proyek yang ditangani bersamalah, namun masih saja dipercayakan untuk menangani proyek di Paluta. Bupati juga kita minta tegas dalam hal ini melakukan tindakan,” tegasnya.

Dirinya menilai aparat penegak hukum tidak bertaring untuk menyeret sejumlah pejabat yang berproyek di Paluta sepereti diduga Wabup Paluta Riskon Hasibuan.

Dan hal ini diperparah dengan diamnya DPRD Paluta yang tampaknya tidak berani untuk memberikan rangsangan kepada kejaksaan untuk mengusut kasus-kasus proyek di Paluta. Salah satunya kasus proyek pembangunan gedung DPRD Paluta yang terindikasi pekerjaan proyek miliaran ini sudah keluar dari perencanaan.

Wakil Bupati Paluta Riskon Hasibuan ketika dimintai keterangannya melalui telepon seluler, Minggu (12/5) sore mengatakan, bahwa hal tersebut tidaklah benar. Jika memang benar, maka akan ada namanya dalam daftar penerima proyek pada 2009 lalu.

“Proyek pemerintah di Paluta ini semua proyek saya, itu tidak benar. Lagi pula saya kan kepala daerah, wajarlah saya tahu proyek pemerintah. Kenapa juga harus gedung DPRD Paluta saja yang dicontohkan, kenapa tidak yang lain. Kalau menuding punya buktilah,” bantahnya. (r4n)

Herliyan saleh: Masyarakat Jangan Terkotak-kotak

Bupati Bengkalis Herliyan saleh
Bupati Bengkalis Herliyan saleh

Bengkalis (SegmenNews.com)– Senin (13/05), Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh dengan tegas mengungkapkan dalam masa era kepemimpinannya masayarakat diharapkan tidak ada lagi terkotak-kotak, dan tidak ada lagi yang namanya Tim Sukses, hendaknya seluruh masyarakat di Kabupaten Bengkalis harus mendukung program yang telah dibuat Pemerintah Daerah.

“Saya sebagai Bupati Bengkalis dengan tegas mengatakan tidak ada lagi yang namanya tim sukses, sejak saya dilantik saya milik masyarakat Kabupaten Bengkalis,”Ujar Herliyan usai menyerahkan bantuan kepada penyandang cacat di Sungai Pakning beberpa hari yang lalu.

Begitu juga dengan kebijakan yang telah dibuat juga harus didukung untuk kepentingan masyarakat, seperti program UEDSP,
INBUP-PPIP, ADD, itu semua di programkan untuk kesejahteraan masyarakat yang ada di setiap desa di Kabupaten Bengkalis.

Contoh tersebut tidak harus dimulai dari tngkat desa, seperti pemilihan Kades apa bila calon yang diusung sekelompok orang
memenangi Pilkades tersebut, maka sejak ia dilantik harus memberikan pemerataan kepada dusun yang ada di desanya.

“Ini sebuah contoh dari bawah dan hal itu juga saya lakukan sejak saya dilantik sebagai Bupati,”ungkap Herliyan.

Akan tetapi kata Herliyan ia sebagai Bupati tentu tidak bisa melarang kalau memang ada yang mengaku sebagai tim sukses
lagi ditengah masyarakat , kalau memang ada hanya dilakukan oleh individu.

“Kalau bersifat individu biar kan saja , kenyataannya sekarang saya tidak pernah membedakan untuk kepentingan masyarakat”,kata herliyan dengan tegas.

Terpisah sepertinya pernyataan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh Timsus masih berkeliaran secara individu di masing- masing SKPD dilingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkalis ditahun 2013 ini.

Hal demikian seperti beredar kabar bahwa kegiatan fisik atau penunjukan langsung (PL) dikantor Camat Siak Kecil diborong oleh Timsus.

Hal demikian seperti diutarakan salah seorang masyarakat Siak Kecil Adi dirinya mengaku kegiatan fisik penunjukan langsung (PL) dikantor Camat Siak Kecil sudah diborong hampir setengah dari seluruh kegiatan yang ada dikantor Camat Siak Kecil tersebut.

“Kita pernah meminta tolong oleh Pak camat Siak Kecil supaya tahun 2012 lalu diberikan pekerjaan kegiatan yang ada dilingkungan Camat Siak Kecil. Tetapi justru sudah habis dibagi- bagikan, katanya untuk timsus. Tahun 2013
inipun dikabarkan telah habis”,terang Adi.(Adv)

Nenek 70 tahun Jantungan Diancam Pakai Golok

ilustrasi
ilustrasi

Siak (SegmenNews.com)– Zaidar, nenek berumur 70 tahun Sabtu (11/5/13) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siak karena menderita penyakit jantung diduga disebabkan ancaman yang dilakukan, Rudi (20) warga Jalan Lingkungan, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, dengan menggunakan parang (golok).

Atasa kejadian yang menimpa Nenek dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Siak, anak korban, Zaifrinal (34) tidak terima, sehingga melaporkan ke Polsek Siak.

Kapolres Siak AKBP Sugeng Putut Wicaksono Melalui Paur Humas Briptu Bastian Ricardo, Senin (13/5/13) membenarkan adanya kasus dugaan pengancaman tersebut. Kejadian dilaporkan Minggu (12/5/13) sekitar pukul 21.40 WIB.

“Laporan dugaan pengancaman tersebut dilaporkan anak korban ke Polsek Siak, sementara korban dirawat di RSUD Siak. Ia dirawat karena jantungan diduga karena mendapatkan ancaman dari Rudi, saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan,” terang Bastian.

Ceritanya, dari anak korban kepada polisi, Sabtu (11/5/13) sekitar pukul 20.00 WIB, saat anak korban sedang berada dirumah, mendapat telefon dari saudara kandungnya Aznawati yang menyampaikan bahwa ibunya diancam dengan menggunakan parang oleh Rudi dan sekarang orangtuanya dibawa ke RSUD karena penyakit jantungnya kambuh.

Mendengar kabar yang tidak mengenakkan itu Zaifrinal bergegas menjenguk ibunya di RSUD. (rinto)

Material Proyek Jalan di Tualang-Siak Membahayakan

Material membahayakn dan jalan berdebu
Material membahayakn dan jalan berdebu

Tualang (SegmenNews.com)– Akibat tumpukan material jenis Base B dijalan mengabaikan penggunaan rambu-rambu atau tanda-tanda adanya material tersebut, dan juga debu yang cukup tebal saat kendaraan melintas sehingga membahayakan pengendara.

Kepala Satuan Lalulintas (Kasat Lantas) Polres Siak AKP Nurhadi Ismanto, akan melayangkan surat teguran kepada pihak rekanan yang mengerjakan yakni PT. Harapan Riau Bedelau Sejahtera dan Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) untuk memperhatikan lingkungan sekitar proyek pemeliharaan sekitar Rp 13 miliar tersebut.

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan saat pengerjaan proyek pemeliharaan jalan tersebut, kita akan memberikan surat kepada kontraktor dan dinas terkait untuk dapat memperhatikan tumpukan material yang tidak dilengkapi dengan rambu-rambu, dan juga menyarankan agar dilakukan penyiraman agar debu tidak tebal saat kendaraan melintas, kasihan masyarakat kita,” terang Kasat Lantas Polres Siak.

Sementara itu, Kepala UPTD BMP Kecamatan Tualang Dodi Eka Putra mengaku akan segera memberitahukan ke kontraktor untuk segera dipasang dan juga kepada PPTK proyek tersebut.

“Seharusnya ini wewenangnya PPTK, tapi karna saya UPTD nya, ya! Untuk itu kita akan segera memberitahukan hal tersebut ke kontraktor untuk segera memasang rambu-rambunya, dan hal itu juga demi kelancaran proyek tersebut,” ungkap Dodi Eka Putra.

PPTK dalam pelaksanaan proyek pemeliharaan jalan tersebut yakni Achmad Husin, belum dapat mengkonfirmasikannya karena Hp miliknya dihubungi tidak diangkat dan pesan singkat atau SMS belum dijawab. (rinto)

Ratusan Pendukung Mengarak Achmad dengan Motor Gede

Achmad diarak denegn mengendarai Motor Gede
Achmad diarak denegn mengendarai Motor Gede

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Drs H Achmad Msi, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Rokan Hulu, mendaftar penjaringan bakal calon Gubernur Riau, Senin (13/3/2013). Pada pendaftaran itu, Bupati Rokan Hulu itu diikuti ratusan pendukungnya dengan mengendarai motor gede (moge) hingga ke Sekretariat DPD Demokrat Riau di Jalan Diponegoro, Pekanbaru.

“Secara resmi tadi kita telah mendaftar sebagai Cagubri dari Partai Demokrat dengan membawa persyaratan yang lengkap,” katanya kepada wartawan usai mendaftarkan dirinya sebagai Cagubri dari Partai Demokrat.

Achmad optimis jika nantinya DPP Demokrat akan mengeluarkan surat rekomendasi untuk dirinya agar bisa membawa nama Partai Demokrat dalam memperebutkan kursi Gubernur Riau pada pemilihan nantinya.

“Biasanya DPP Demokrat sebelum memutuskan nama, mereka akan melihat sejauh mana kualitas, elektabilitas dan konstribusi seorang calon, baik itu terhadap partai maupun daerah. Inilah yang membuat kita semakin optimis kalau DPP nanti mengeluarkan rekomendasinya untuk kita,” jelasnya.

Dia berharap, agar segala persyaratan bakal calon Gubernur Riau yang telah diserahkan kepada Tim 7 DPD Demokrat Riau tidak menemui permasalahan lagi.

“Ini salah satu bentuk demokrasi yang ada di Partai Demokrat. Meskipun banyak calon yang telah mendaftar sebagai Cagubri partai Demokrat, kita tetap yakin dan optimis, DPP akan merekomkan kita nantinya,” katanya lagi.

Sementara itu, Ketua Tim Tujuh DPD Demokrat Riau, Chaidir kepada wartawan, mengatakan Achmad merupakan bakal bakal calon Gubernur Riau pertama yang mengembalikan formulir pendaftaran sekaligus mendaftarkan dirinya kepada Tim Tujuh DPD Partai Demokrat. (den)

 

11 Kades Caleg Rohul Belum Serahkan Surat Pengunduran Diri

kpu caRokan Hulu (SegmenNews.com)– Hasil ferivikasi KPUD kabupaten Rokan Hulu, dari 11 Kepala Desa yang mendaftar sebagai Calon Legislatif (Caleg) hingga saat ini belum menyerahkan surat pengunduran diri yang ditandatangani oleh Bupati.

Hal itu di sampaikan oleh Ketua Pokja KPUD Rohul, Ramzi SH, MH, Senin (13/5/13). Namun para Kades yang mencaleg masih diberi kesempatan menyerahkan surat pernyataan pengunduran diri tersebut hingga 1 Agustus 2013.

Namun karena akhir ferivikasi Caleg tanggal 22 Mei, maka ditanggal itu para Kades harus menyerahkan minimal surat pernyataan bahwa Surat Pengunduran diri masih dalam pengurusan.

“Kades yang mencaleg harus mengundurkan diri dari jabatannya, begitu juga anggota DPRD harus ada surat PAW-nya, jika mereka belum menyerahkan surat pengunduran diri Kades dan PAW DPRD maka mereka akan gugur,” tegas Ramzi.

Disamping itu, hasil ferivikasi 535 Caleg yang telah memenuhi syarat hanya 15 persen, sedangkan yang lainnya masih banyak kekurangan persyarakatan, seperti cap partai, perbedaan nama daftar dan KTP, tidak melampirkan Ijazah SMA dan tidak ada pas fotonya.

Peserta Caleg diwajibkan melengkapi kekurangan persyarakat hingga 22 Mei, jika tidak peserta akan dinyatakan gugur. (adv/hum)

Warga Segel Kantor Camat Mandau

Duri (SegmenNews.com)– Aliansi Masyarakat Jalan Jendral Sudirman, Kota Duri menyegel dan menggembok gerbang Kantor Kecamatan Mandau, di Duri, Senin (13/5/2013). Pasalnya, warga kesal karena tanah mereka tak kunjung diganti rugi oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Bentangan spanduk serta pintu pagar yang digembok menjadi pandangan aneh bagi warga yang melintas di depan kantor tersebut.

Pada spanduk tersebut bertuliskan “Aliansi Masyarakat Jalan Jendral Sudirman Duri menuntut Ganti Rugi seperti proses ganti rugi jalan Hang Tuah”.

Camat Mandau, Hasan Basri, ketika dikonfirmasi terkait penyegelan itu belum ada jawaban. (knc/rn)

Pertamina Ungkap Kuota Gas 3 Kg Jebol

int
int

Jakarta (SegmenNews.com)– PT Pertamina mengungkapkan hingga kuartal I 2013 penyaluran gas elpiji 3 kilo gram sudah melebihi kuota sebanyak 6,8% dari yang ditentukan. Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan kuota Elpiji 3 kg yang telah ditetapkan dalam APBN 2013 sebesar 3,86 juta metrik ton.

Kuota tersebut dialokasikan baik untuk penyaluran paket perdana Elpiji 3 kg untuk program konversi Kerosene ke Elpiji 3 kg yang dianggarkan untuk tahun ini dan juga penyaluran Elpiji 3kg untuk masyarakat yang sudah terkonversi.

“Pertamina (Persero) telah menyalurkan Elpiji 3kg sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan realisasi penyaluran hingga akhir April 2013 sebanyak 1,37 juta metrik ton atau 6,8% di atas kuota pada periode berjalan yang ditargetkan sebesar 1,29 juta metrik ton,” ungkap Ali dalam surat elektroniknya yang diterima detikFinance, Minggu (12/5/2013).

Jebolnya kuota berjalan gas melon (elpiji 3 kg) ini kata Ali karena tingginya permintaan masyarakat. “Over kuota 8,6% atau mencapai 1,29 juta metrik ton ini dikarenakan tingginya penyaluran Elpiji 3 kg tersebut di antaranya disebabkan oleh faktor tingginya permintaan masyarakat, terutama yang berada di daerah yang baru terkonversi,” jelasnya.

Apabila melihat realisasi penyaluran yang sudah dilakukan Pertamina, kata Ali, tidak ada satu pun dari tujuh kantor penjualan (Region) Pertamina yang realisasi penyalurannya di bawah kuota. Sebagai contoh, Kepulauan Riau dan Lampung telah melampaui kuota 11% dan 12%, Jawa Barat melebihi 3,5% serta Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing sebanyak 6%.

“Seluruh daerah, termasuk yang diinformasikan mengalami kesulitan Elpiji 3kg akhir-akhir ini sebenarnya telah dipasok melebihi kuota. Bahkan, di beberapa daerah yang baru digulirkan program konversi Kerosene ke Elpiji 3kg, seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Nangroe Aceh Darussalam, Gorontalo, Riau dan Nusa Tenggara Barat mengalami kelebihan hingga 50% yang disebabkan tingginya animo masyarakat untuk menggunakan Elpiji 3kg,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Ali, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena Pertamina telah menyalurkan Elpiji 3kg ke masyarakat dengan cukup. Masyarakat juga bisa mendapatkan Elpiji 3kg dari agen dan pangkalan terdekat, waralaba yang ditunjuk sebagai agen penjual Elpiji 3kg serta SPBU.

Karena Elpiji 3kg merupakan komoditas yang dapat dibeli secara terbuka di pasar, untuk mencegah dan mempersempit celah bagi upaya penyelewengan Elpiji 3kg, Pertamina juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk melaporkan kepada aparat yang berwajib apabila mendapati kegiatan mencurigakan yang terkait dengan LPG 3 kg.

“Pertamina juga secara proaktif menerapkan monitor yang ketat terhadap agen-agen Elpiji 3kg untuk memastikan penyaluran dilakukan secara tepat sasaran. Apabila terbukti ada agen Elpiji 3kg yang melakukan atau menfasilitasi tindak penyelewengan Pertamina akan memberikan sanksi tegas hingga pemutusan hubungan usaha,” tegas Ali. (detikfinance.com)

 

Polisi Amankan 3 Pasangan Mesum di Wisma, Rohul

ilustrasi
ilustrasi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Polsek Rambah Hilir berhasil menjaring 3 pasangan mesum di salah satu penginapan kelas melati , Wisam 99 di Dusun Simpang D, kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (13/05) sekitar pukul 01:00 Wib dini.

Tiga pasangan mesum tersebut yakni, Bs (27), RR (24), FH (27), IN (21), AF (20) dan ID (20), mereka terjaring saat Polsek Rambah Hilir menggelar razia pekat.

Kapolsek Rambah Hilir, Iptu Adi Gunawan SH, menuturkan bahwa ketiga pasanagan mesum yang terjaring tersebut didata dan mereka diberikan pembinaan.

“Pelaksanaan razia pekat ini rutin dilaksanakan jajaran Polsek Rambah Hilir-Polres Rokan Hulu. Hal ini untuk mengantisipasi tindakan penyakit masyarakat yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri” Tegas Adi Gunawan.

Menurutnya, razia pekat tersebut juga dilaksanakan dalam rangka bentuk komitmen jajaran kepolisian di Rokan Hulu untuk menciptakan masyarakat yang aman dan tertib. Terlebih lagi dengan semakin dekatnya pelaksanaan MTQ Riau ke XXXII yang akan selenggarakan di Kabupaten Rokan Hulu. (r4n)