Beranda blog Halaman 2922

Bupati Siak : Satukan Suara bangun Daerah

knpi siakSiak (SegmenNews.com)– Bertempat di Gedung Tengku Mahratu Siak, Jalan Sultan Ismail Kelurahan Kampung Dalam Kecamatan Siak, Pelaksana Tugas Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Riau, Toni Werdiansyah, S.Si, Rabu (24/4) kemarin melantik Dewan Pengurus Daerah, Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Siak masa Bhakti 2012-2015.

Bupati-siak-knpiIndra Gunawan, SE, Ketua DPD KNPI Kabupaten Siak yang baru dilantik mengatakan, kemajuan suatu Daerah terletak pada Sumber Daya Manusia didukung dengan sumber daya alam. Akan tetapi kemajuan tersebut tidak akan bisa terwujud jika tidak dibarengi dengan andil strategis yang dilakukan Pemuda.

“Oleh sebab itu, untuk memajukan roda pembangunan yang terus digesa oleh pemerintah Kabupaten Siak ini, Pemuda KNPI harus siap menjadi sayap dalam mendukung setiap kebijakan yang dilaksanakan oleh Pemerintah,” Kata Indra.

Sekapur sirih yang disampaikan Bupati Siak Drs. H. Syamsuar M. Si menyebutkan, semangat yang telah digelorakan oleh kalangan organisasi pemuda baik itu dari DPD KNPI Provinsi Riau maupun dari DPD KNPI Kabupaten Siak merupakan langkah positif bagi semua. Dalam memajukan pembangunan bangsa, masyarakat dan pemuda harus bersama-sama saling bahu membahu dalam memajukan daerah ini.

“Mari satukan suara dan samakan persepsi dalam membangun daerah ini. Pemuda sebagai harapan bangsa citranya harus mampu menunjukkan ide-ide kreatif yang sejalan dengan program pemerintah. Ini penting, karena apa pun juga organisasi pemuda yang ada di negeri ini merupakan bagian dari Pemerintah, dan ia tetap menjadi harapan bangsa,” terang Bupati Siak.

Bupati juga menilai bahwa perjuangan para pemuda bangsa ini akan terus berkobar dan tidak pernah ada kata padam, ditambah pemuda selalu memiliki sikap yang kritis dan selalu menghendaki kemajuan bagi kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, dipaparkan Bupati KNPI harus mampu menjadi peranan strategis dalam melakukan pembangunan bangsa, dan dapat menjawab semua tantangan yang hadir ditengah-tengah kehidupan bangsa dan masyarakat. (rin/rec)

Lion Air Serahkan Santunan untuk 28 Penumpang di Bandung

Lion AirJakarta (SegmenNews.com)- Sebanyak 28 penumpang pesawat Lion Air yang jatuh di laut dekat Bandara Ngurah Rai Bali, Sabtu (13/4/2013) lalu, mendapatkan santunan dari Lion Air. Setiap penumpang diberikan uang sebesar Rp 55 juta.

Pemberian santunan terhadap 28 penumpang itu dilakukan di Arion Swiss-bel Hotel, Jalan Otista, Kota Bandung, Selasa
(23/4/2013) dilansir detikcom.

Direktur Operasional Daniel Putut mengatakan santunan yang diberikan bagi masing-masing penumpang adalah Rp 55 juta. Seorang bayi yang ada dalam pesawat itu juga mendapat santunan dengan besaran yang sama.

“Ini sebagai bentuk tali asih kita kepada penumpang. Apa yang kita berikan sudah lebih dari UU yang jumlahnya sekitar Rp 4,6 juta,” kata Daniel.

Dengan santunan itu, Lion Air berharap rasa kaget dan trauma para penumpang bisa hilang. “Ini supaya yang kaget, terkejut bisa menerima dengan ini,” ucapnya.

Selain mengundang 28 korban, pihak Lion Air juga sedang berupaya mencari pihak keluarga lainnya. “Kita coba hubungi yang lain,” jelasnya.

Mereka yang tidak hadir dalam kesempatan ini, tetap bisa mengambil santunan. “Tinggal hubungi pihak Lion Air,” tutur Daniel.

Tapi ia mengaku tidak memaksa penumpang untuk menerima santunan itu. “Itu terserah penumpang. Intinya kita punya itikad baik,” tandasnya.

Selain di Bandung, penyerahan santunan juga dilakukan di Bali dan Jakarta. (**)

 

Hakim Jabatan Mulia, Tidak Boleh Dugem

palu hakimJakarta (SegmenNews.com)– Sebagai jabatan mulia, hakim diingatkan untuk tetap menjaga harkat dan martabatnya. Untuk menjaga hal tersebut, hakim dilarang melakukan hal-hal yang oleh awam bisa dilakukan semaunya.

“Mestinya hakim tidak boleh dugem. Hakim itu jabatan mulia. Dugem itu punya dampak negatif bagi hakim,” kata Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh saat berbincang dengan detikcom, Selasa (23/4/2013).

Dalam dunia gemerlap (dugem) tersebut, orang akan bersentuhan dengan alkohol, suasana remang-remang, musik yang keras dan hingar bingar. Sebagai tempat mencari kesenangan duniawi, hakim tidak pantas memasuki tempat tersebut.

“Misalnya bisa di dekati orang-orang yang berperkara atau makelar kasus,” tandas Imam menambahkan.

Sebagai ‘wakil Tuhan’, hakim harus bisa menjaga integritas secara utuh. Tak hanya dugem, hakim juga diminta menghindari gaya hidup yang dinilai negatif oleh masyarakat.

“Jadi hakim itu masuk ‘dunia sunyi’ atau dunia asketis. Karena itu KY imbau para hakim untuk tinggalkan dunia gemerlap,” pungkas Imam.

Gaji Kecil Jadi Alasan Guru di Taman Sari Jualan Sabu

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta (SegmenNews.com)– Rahardi (47) guru olahraga sekolah dasar di Penjagalan, Jakarta Utara ditangkap Polsek Taman Sari karena menjual sabu di kawasan Taman Sari. Rahardi mengaku menjual barang haram tersebut karena gajinya sebagai guru non-PNS tidak cukup.

“Nggak cukup biayai keperluan anak saya. Anak saya ada enam. Gaji saya cuma Rp 2 juta jadinya saya jual sabu,” ujar Rahardi di Polsek Taman Sari, Selasa (22/4/2013).

Rahardi mengatakan baru selama 1 bulan menjadi pengedar sabu. Sebelum menjual barang haram tersebut, dirinya juga seorang pecandu.

“Saya makai, terus banyak temen-temen saya yang minta saya cariin sabu,” kata Rahardi yang sudah 14 tahun menjadi guru ini.

Seperti dilansir detikcom, Rahardi menambahkan, sabu-sabu yang dijual didapatnya dari teman-temannya yang merupakan bandar narkoba didaerah tersebut.

“Jadi ada yang saya pakai, ada yang saya jual juga,” imbuh pria yang tinggal di Cilincing, Jakut ini.

Rahardi ditangkap pada Sabtu (20/4) malam di Jalan Kemukus, Pinangsia, Taman Sari. Dari TKP kedua kami dapatkan barang bukti 1 buah mobil Suzuki APV, 1 buah HP dan uang hasil penjualan sebesar ratusan ribu rupiah. (**)

Kemenpora Tak Konsisten Soal ISG III

Bagus Santoso
Bagus Santoso

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Ketua Komisi D Bidang Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat Riau, Bagus Santoso, menilai keputusan Menpora memindahkan perhelatan Islamic Solidarity Games dari Riau ke Jakarta tidak konsisten.

Menurut bagus, keputusan tersebut dinilai sepihak, yang dapat merusak hubungan baik antara daerah dan pemerintah pusat. Pasalnya, ISG merupakan perhelatan dunia yang mempertaruhkan marwah Riau di mata dunia.

“Ini keputusan yang mencla- mencle dan tidak konsisten, ketika pusat memberikan amanah, dan kita sudah siap, justru mereka mempinalti kita dengan alasan yg tidak jelas, ini bisa memperburuk hubungan Riau dengan pusat,” ujarnya, Selasa, (23/4).

Santoso mengaku kecewa dengan keputusan tersebut, menurutnya Riau sudah mempersiapkan perhelatan ISG ini sejak jauh-jauh hari berbarengan dengan persiapan PON lalu. Menurutnya, dalam pertemuan beberapa waktu lalu, Menpora sepakat pengunduruan jadwal ISG dari Juni ke September, tetapi tetap dilakukan di Riau, namun kenyataannya justru Menpora putuskan sepihak ISG dipindahkan ke Jakarta.

Selain terus melakukan persiapan, Riau juga sudah anggarkan dari APBD 45 miliar rupiah untuk ISG. Santoso menyalahkan pemerintah pusat yang selalu memperlambat pencairan dana APBN senilai 200 miliar rupiah. “Anggaran APBN juga tidak jelas kapan cairnya,” ujarnya.

Santoso menyebutkan, dengan adanya keputusan itu membuat segala persiapan Riau selama ini menjadi mubazir dan sia-sia.

Begitu juga telah banyak anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan venue serta membangun venue berstandar internasional yang sudah dianggarkan sebelumnya. Ia khwatir keputusan tersebut akan menjadi masalah dikemudian hari.

“Keputusan sepihak ini akan melahirkan konsekwensi, lihat saja venue dan stadion standar internasional yang sudah dikerjakan kan itu ada anggrannya untuk perbaikan, dan ternyata akhirnya ISG dipindahkan ke Jakarta, nanti kita jangan disalahkan,” ujarnya.

Menpora mengatakan salah satu alasannya suhu politik di Riau memanas jelang Pilgubri September 2013 mendatang, sehingga tidak memungkinkan dilaksanakannya ISG bertepatan dengan pesta rakyat tersebut.

Alasan itu dibantah keras Santoso. Menurutnya tidak ada substansinya antara ISG dengan Pilgubri. “Dimana-mana suhu politik itu lebih panas lagi ketimbang Riau, kecuali ada alasan bencana alam, toh kita di Riau aman-aman saja,” ujarnya.

Santoso menyebutkan, sebagai komisi membidangi olahraga, dewan dan Pemprov Riau akan melayangkan surat protes ke kementrian Pemuda dan Olahraga terhadap keputusan pemindahan ini. “Kita akan layangkan surat protes resmi ke menpora,” ujarnya.

Islamic Solidarity Games ketiga pada awalnya direncanakan diadakan di Pekanbaru, Riau, pada 6-17 Juni 2013. Keputusan pengunduran waktu ISG muncul saat Pemerintah Provinsi tak kunjung bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang menghambat hingga tenggat yang diberikan Menpora.

Menpora mengungkapkan, kemungkinan besar ISG akan diadakan pada 22 September hingga 1 Oktober 2013.

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mengatakan banyak pertimbangan sehingga ibukota menjadi pelaksanaan event tersebut, antara lain persoalan anggaran, kesiapan tuan rumah Riau, hingga suhu politik di Riau jelang dan sampai pemilihan kepala daerah pada September mendatang. (ur/rn)

Warga Resah, Air Sungai Siak Tercemar

Kotogasib (SegmenNews.com)– Warga yang bermukim di pinggir sungai siak, khususnya di Desa Buatan I dan II, Kecamatan Kotogasib, Siak, Selasa (23/4/13) mengaku resah dengan bau busuk sir sungai siak yang didugua tercemar limbah perusahaan. Selain itu juga terdapat banyak ikan yang mengalami stres alias mabuk dan menyebabkan ikan mati.

Menurut keterangan salah seorang warga desa Buatan I kecamatan Koto Gasib, yakni Hasan mengungkapkan bahwa bau busuk air sungai siak tersebut sudah beberapa hari lalu, dan banyak warga lainnya yang menangkap ikan yang tengah mabuk.

“Air sungai siak ini berbau busuk sudah sekitar dua hari ini, entah apa penyebabnya. Yang jelas bau busuknya mengengat, ada juga warga yang pusing, dan ikan banyak mati dan stres,” ungkap Hasan.

Selain itu Cik Awi warga Lingkar Naga Desa Buatan Desa mengatakan dirinya tidak tahan dengan bauk busuk air sungai siak ini dan membuat kepalanya pusing serta mual-mual. Dan air sungai siak yang sering digunakan untuk keperluan sehari-hari, saat ini tidak lagi bisa digunakan.

“Airnya busuk sekali bang! Kepala jadi pusing dan mual, selain itu air sungai ini kemarin kami gunakan untuk keperluan mencuci dan mandi sehari-harinya, saat ini kami takut nanti kena penyakit kulit,” ujar Cik Awi.

Dengan adanya kejadian ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) Siak mengatakan melalui Alhaq Zulkarnain bahwa, mereka sudah mendapatkan informasi tersebut dan akan mengambil sampel air yang akan dilakukan tim lain sesuai dengan bidangnya.

“Kita sudah mendapatkan informasi itu, dan sudah kesana, dalam waktu dekat kita akan mengambil sampel air sungai siak yang dilakukan tim sesuai dengan bidangnya,” ujar Alhaq.

Sementara itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak segera mencari tahu penyebab busuknya air sungai siak tersebut, dan kembali menetralkannya karena air sungai siak tersebut bermanfaat bagi masyarakat. (rinto)

Urus Cerai, Jamal Mirdad Nyaleg Lagi

jamal mirdatJakarta (SegmenNews.com)– Ramai dikabarkan menjalani proses perceraian, Jamal Mirdad malah sibuk di bursa pencalonan anggota legislatif. Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat ini melaju lewat daerah pemilihan sebelumnya.

“Jamal masih mewakili dapil Jawa Tengah 1,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo, Senin, 22 April 2013.

Kata Edhy, Jamal merupakan kader Gerindra yang cukup loyal. Sebagai salah satu dari 26 anggota Partai Gerindra di DPR, mantan artis itu rajin mengikuti sidang komisi dan paripurna. Di daerah pemilihannya pun, Jamal tetap ngetop di kalangan konstituen.
“Dia mendapatkan kursi nomor satu. Karena berdasarkan hasil survei, massanya juga banyak,” ujar Edhy.

Edhy menegaskan, kasus perceraian yang dihadapi Jamal pada saat ini tidak mempengaruhi partai dalam menentukan posisinya sebagai caleg. Alasan Edhy, perceraian itu merupakan urusan rumah tangga Jamal.

“Tidak ada hubungannya dengan partai. Jamal Mirdad digugat cerai oleh istrinya, Lydia Kandou, pada 8 April 2013. Sidang perdana kasus perceraian pasangan selebritas ini digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis pekan lalu. Namun, Jamal tak menghadirinya,” paparnya.

sumber: tempo co

 

 

Wabup Siak Lantik 64 Pengurus BPD Lubuk Dalam

wabup lantikLubukdalam (SegmenNews.com)– Sebanyak 64 orang dari 7 Desa se-Kecamatan Lubuk Dalam dilantik menjadi pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desanya masing-masing, Selasa (23/4/13), pelantikan dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Siak Alfedri di halaman Kantor Camat Lubuk Dalam.

Dalam sambutannya Wabup Alfedri mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk menggalang persatuan dan kesatuan dalam rangka melaksanakan pembangunan di desannya agar desa kita menjadi desa yang terdepan terbilang, gemilang dan cemerlang dibandingkan dengan desa-desa lainnya.

Dan kepada Pengurus BPD yang baru dilantik, agar menjalin kerjasama atau komunikasi dengan Kepala Desa (Kades) dan Instansi terkait.

lanjut Alfedri, dalam hari kartini, peran perempuan yang berkiprah dalam pembangunan sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Negara, untuk melibatkan perempuan dalam rangka kesetaraan gender yang tidak melalaikan tugas utamanya sebagai perempuan.

Wabup Alfedri juga mengharapkan, agar anggota BPD ini untuk mengawasi roda pemerintahan desa, seperti kegiatan dari APBN, APBD maupun APBDesa dan pokmas.

“Saya juga mengingatkan kepada anggota BPD yang baru dilantik agar membuat tata tertib untuk melakukan sidang musyawarah desa sehingga nantinya dapat merumuskan beberapa hal yang positif,” ungkapnya.

Selain itu Alfedri mengungkapkan bahwa, telah ditetapkan peraturan daerah tentang Laporan dan Pertanggungjawaban Pemerintah Desa, artinya Pemerintah Desa setiap akhir tahun harus membuat laporan penyelenggaraan pemerintahan desanya yang disampaikan kepada BPD dan Bupati.

“Disini kami ingatkan kepada kepala Desa dan BPD agar sama-sama merancang atau menyusun dan merumuskan APBD Desa tersebut, sehingga sewaktu membuat laporan pertanggungjawabannya,” ujar Alfedri.

Dengan hasil tersebut tentunya BPD dapat membandingkan bagaimana rencana dulu dengan realisasi dan pencapaian-pencapaian kinerja pemerintah desa, dan takkalah pentingnya lapoaran penyelenggaraan pemerintah desa ini dijadikan sebagai dokumen dalam rangka menggunakan dana silva, Karena pemerintah Desa ini adalah suatu entitas pelaporan karena ada APBDesa sedangkan Camat hanya membuat entitas akuntansi yang dilaporkan kepada Bupati.

“Sebagai entitas laporan, bisa menggunakan dana Silva atau dana sisa anggaran tahun sebelumnya, dengan syarat harus membuat laporan pertanggungjawabanya terlebih dahulu,” tegas Wabup. (rinto/humas)

Aset Perbankan Riau Triwulan I Bertambah Rp6,8 T

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Kondisi perbankan di Riau pada triwulan I tetap membaik. Bahkan kondisi ekonomi Riau yang batal sebagai Pusat penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) masih mampu menjaga kualitas ekonomi Riau.

Rilis Kajian Ekonomi Regional (KER) yang di sampaikan Kantor Bank Indonesia (BI) Wilayah Riau, Selasa (23/4) menyatakan membaiknya ekonomi Riau ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah aset perbankan Riau setahun belakangan ini sebesar 10,09 persen.

“Triwulan I tahun 2013 jumlah aset Perbankan Riau mencapai Rp74,24 triliun, naik dibandingkan triwulan IV tahun 2012 yang hanya Rp73,39 triliun,” ujar Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Wilayah Riau, Muhammad Abdul Majid, Selasa (23/4) di Pekanbaru.

Katanya, Aset perbankan utama masih di dominasi oleh Kelompok Bank milik pemerintah sejumlah Rp51,79 Triliun. Dengan pangsa pasarnya terbesar di Kota Pekanbaru sekitar 50,29 persen. “Kalau dibandingkan dengan jumlah aset pada triwulan yang sama tahun 2012 lalu jumlahnya hanya Rp67,4 Triliun. Ada kenaikan sebesar 10,09 persen,” urainya.

Menurut Majid, meningkatnya jumlah aset ini di topang oleh dana pihak ketiga (dpk) yang tiap triwulan meningkat terus. “DPK tumbuh cukup tinggi sebesar 8,70 persen selama setahun terakhir ini. Atau naik dari Rp 49,17 Triliun pada triwulan I tahun 2012 menjadi Rp53,44 Triliun triwulan I tahun ini,” tandasnya. (rn/ur)

Lima Orang PAW DPRD Riau Dilantik

DPRD RIAUPekanbaru (SegmenNews.com)– Sesuai dengan surat keputusan (SK) Kementerian Dalam Negri lima orang Penggantian Antar Waktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau resmi dilantik.

Lima orang PAW Dewan tersebut yakni, Gumpita Sp MSi, Tomi Hidayat SE, Edi Muhammad Yatim S.Sos, Dra Hj Hikmani MPd, Gustini julianti . Seperti diketahui lima orang tersebut menggantikan anggota dewan yang terjerat kasus korupsi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 lalu.

Hikmani menggantikan Taufan Andoso Yakin (PAN),Gustini Julianti gantikan M.Dunir (PKB), dan dua lainnya politisi Demokrat, Tony Hidayat gantikan T.Azwir dan Eddy M.Yatim gantikan Thamsir Rachman, Gumpita menggantikan Faisal Aswan (Golkar).

Sebagaimana diketahui, kelima anggota DPRD Riau tersangkut kasus Korupsi. Taufan Andoso Yakin , Faisal Aswan, dan M.Dunir tersangkut kasus korupsi PON XVIII Riau. Sementara itu, T.Azwir tersangkut kasus korupsi pengadaan genset Kabupaten Rokan Hulu dan Thamsir Rahman tersangkut kasus korupsi Anggaran Pendapatan Bedanja Daerah (APBD) Kabupaten Indragiri Hulu.

Ketua DPRD Riau, Johar Arifin berharap dengan adanya lima PAW tersebut dapat meningkatkan kualitas DPRD Riau kedepanya. Seperti diketahu semenjak adanya angota DPRD yang tersandung kasus korupsi membuat cintra DPRD dimata masyarakat Riau menurun.

“Kita berharap dengan lima anggota PAW yang baru ini bisa meningkatkan kualitas dan kinerja DPRD Riau kedepan. Mudah-mudahan bisa mendukung forum kita ini,” Kata Johar Firdaus, Selasa (23/04/2013) usai pelantikan.

Sementara itu, lima Dewan yang diPAW, berkomitmen dengan kesempatan yang diberikan dapat terus meningkatkan dan memberikan warna bagi DPRD Riau untuk lebih baik kedepanya.

Tak jauh berbeda dengan Hikmani yang menggantikan ” Dengan kehadira kami lima orang ini dapat memberikan warna dan berharap dapat terus berkomitmen dan dapat dimanfaatkan dengan baik,”Ujar Tony Hidayat.

Tak jauh berbeda dengan Hikmani yang menggantikan Taufan Andoso (PAN). Menurut salah seorang aktivis perempuan ini, DPRD merupakan tempatnya aspirasi rakyat. Dengan demikian selaku perempuan Hikmani tentu akan berjuang untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Yang tentunya berujung untuk mensejahterakan rakyat dan juga meningkatkan SDM melalui pendidikan.

“DPRD merupakan tempat penyampaian aspirasi masyarakat. Saya juga selaku aktivis perempuan akan tetap memperjuang hak-haknya perempuan dan juga saya adalah partisifasi dari pendidikan tentu akan bersama-sama dengan yang lain untuk mensejahterakan masyarakat,” ujarnya. lanjutnya.

Prempuan yang juga aktif sebagai dosen ini berharap kedepan dengan hadirnya lima orang PAW dapat memberikan pencerahan bagi DPRD Riau kedepan. Menurutnya masyarakat juga perlu tau bahwa musibah ataupun kehilafan seseorang bisa terjadi dan masyarakat perlu tau bahwa yang perlu dinilai negatif bukanlah badan DPRDnya melainkan individu yang melakukan kesalahan tersebut.

“Kalu berkaitan dengan masalah yang terjadi di DPRD Riau belakangan ini. Memang imenj masyarakat menjadi negatif. Namun, perlu diketahui oleh masyarakat bahwa satu musibah, kesilapan itu bisa saja terjadi. Nah untuk itu mudah-mudahan dengan kehadiran kami berlima untuk PAW ini bisa membawa pencerahan dan memberikan suati pencitraan yang baik atau menaikan DPRD mengembalikan kepercayaan masyarakat kita kepada DPRD,” harapnya.

Dengan kesempatan kurang lebih satu setengah tahun, Dra Hj Hikmani Mpd berkomitmen bisa berkiprah dan memberikan yang terbaik untuk rakyat.

“Mudah-mudahan diwaktu kurang lebih satu setengah tahun ini kami bisa berkiprah dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tutupnya. (ur/rn)