Beranda blog Halaman 2997

ADD Rohul Terprogram Efektif

Rokan Hulu (Segmennews.com) Konsitensi Pemerintah Kebupaten  Rokan Hulu (Pemkab-Rohul), dalam meningkatakan potensi pengembangan sektor eknomi pedesaan diaktualisasikan dengan progres kucuran dana bantuan langsung Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2012 senilai Rp 49.66, semua programnya berjalan dan tersalurkan dengan efektif.

Kepala Badan Pemerintahan Desa  (BPD) Rohul, Budhi Kasino di dampingi Kabid Pemberdayaan Desa Sulpan Alwi, SP, di ruang kerjanya, Selasa (11/12), target dalam pemerataan pembangunan di seluruh sektor, sebab desa termasuk ujung tombak  dan akses ekonomi masyarakat.

“ Pengalokasian dana ADD itu antara lain, pembangunan sarana desa, seperti jalan desa, jalan usaha pertanian, masjid dan operasional administrasi desa,”sebutnya.

Kabupaten Rohul ada 153 Desa dan Keluarahan,  tapi untuk kelurahan sudah ada Satuan Kerja (Satker) sendiri, maka tinggal 147 Desa penerima dana ADD, jika tahun 2012 ini hanya 49.66 M, Tahun 2013 mendatang ditambah  Rp 6 M, total penerimaan tahun  depan Rp 55.66 M.

“ Terkait penyalurannya, memang berpariasi sesuai kebutuhan desa dengan kriterianya yakni, jumlah penduduk, jarak tempuh dari Ibu Kota Kabupaten, terkait belanja rutin untuk administasri desa, seluruh desa di Rohul disamakan,”sebutnya.

Diterangkan, pemberdayaan dan pembinaan administrasi desa, termasuk pengelolaan anggaran, adanya kerjasama dengan link sector, yakni Insfektoratdan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan (BKPL) Rohul, khususnya pembinaan sekdes baru-baru digelar di Mutiara Merdeka Hotel Pekanbaru.

“Ke depan pengelolaan dibidang keuangan ditingkat desa bisa ditertibkan dengan sebaik mungkin, sehingga pengelolaanya dapat berjalan dengan tepat sasaran,” pungkasnya. (dab) 

Polda Riau Bongkar Pabrik Ekstasi

Ilustrasi

Pekanbaru (Segmennews.com)- Dir Narkotika Polda Riau Kombes Pol Monang Silitonga mengatakan, pihaknya berhasil membongkar pabrik ekstasi di Jalan Pangeran Hidayat, Pekanbaru.

“Dari pembuatan ekstasi di Jalan Pangeran Hidayat kita amankan tiga tersangka. Salah seorangnya oknum anggota polisi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (10/12).

Dia mengatakan, ketiga tersangka yang diamankan adalah Armansyah (34), warga Jalan Pangeran Hidayat, Ichwan Harahap (44), warga Jalan Ahmad Yani, Gang Arida, Pekanbaru dan Briptu RD.

Selain mengamankan tiga tersangka, pihaknya menyita sejumlah barang bukti, seperti peralatan cetak ekstasi, bahan pembuat ekstasi, sejumlah uang dan beberapa telephon genggam. (rtc/snc)

Mahasiswa Pencabul Sekaligus Penyebar Photo Asal Siak Diringkus di Sumbar

Dayun (Segmennews.com)- Seorang mahasiswa warga Kecamatan Kotogasip, inisial Ws (20) ditangkap Reskrim Polres Siak. Ia ditangkap atas laporan seorang mantan siswi disalah satu SMA di Siak, karena telah menyetubuhi dan menyebar fotonya. Adapun nomor laporannya yakni LP/139-B/2012/Riau/Res Siak, tertanggal 26 Oktober 2012, Tempat Kejadian Perkara (TKP) di KM 05 Desa Pangkalan Pisang Kecamatan Koto Gasib,Siak.

Tersangka ditangkap di daerah Kuranji Kecamatan Pariaman Selatan, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Sementara korban berinisial RO (14) mantan salah seorang pelajar di SMA Siak.

Senin (10/12/12), keterangan Kapolres Siak AKBP S.Putut Wicaksono melalui Kasubag Humas AKP R.Simamora kepada wartawan, membenarkan adanya penangkapan tersebut atas laporan korban RO.

“Setelah ada laporan dari korban RO, maka tim Oprs Reskrim bergerak dan berhasil membekuk tersangka di Provinsi Sumbar, saat ini tersangka masih dalam proses pemeriksaan dan kasusnya masih penyidikan,” terang AKP R.Simamora.

Kronologis kejadian yang dialami korban RO yakni kejadian sekira awal bulan Juli 2012 lalu sekitar pukul 07.30 WIB, pelaku dan korban tengah berpacaran dan melakukan hubungan layaknya suami isteri dengan korban.

Dan setelah tidak pacaran lagi, pelaku mengirim foto korban sedang tidur kepada teman-teman korban dan group SMA 1 korban melalui facebook dengan kata-kata “Inikah didikan guru2 SMA 1 Siak” sehingga korban dikeluarkan dari sekolahnya.(rinto)

Kesra Guru Madrasah Rp 1,5 Milliar di Rohul Cair

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, serahkan dana kesejahteraan kepada 853 orang guru, baik yang PNS 165 orang maupun yang Non PNS (honorer) 688 orang di lingkungan madrasah dan Kementerian Agama Kab Rohul, sejumlah 1,5 Milliar, yang bersumber dari dana hibah Pemda Rohul kepada Kemenag Rohul melalui APBD Tahun 2012.

Pemberian dana ini dimaksudkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru di lingkungan madrasah dan Kementerian Agama, yang selama ini  dikenal kesejahteraannya rendah.

Pemberian dana ini adalah Tahap Kedua atau enam bulan kedua (Juli-Desember), sebab pemberian dana tahap pertama atau enam bulan pertama (Januari-Juni) telah dibayarkan bulan Juli 2012 yang lalu. Besarnya kesra pertahun adalah Rp 6 juta bagi PNS dan Rp 3 juta bagi non PNS.

Guru yang mendapat dana kesejahteraan tersebut sebanyak 135 orang PNS dan 668 orang Non PNS. Guru PNS mendapat Rp 3 juta, karena telah dibayarkan Rp 3 juta sebelumnya. Guru non PNS mendapat Rp 1,5 juta sebab telah dibayarkan sebelumnya 1,5 juta.

Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa pemberian dana kesra adalah salah satu bentuk perhatian dari Pemkab Rohul kepada guru agama dan guru madrasah, dan sekaligus sebagai pertanda betapa eratnya hubungan Pemda Rohul dengan Kemenag Rohul.

Untuk itu, Kakan Kemenag Rohul menyampaikan terima kasih dan tahniyah yang sebesar-besarnya kepada Bupati Rohul Drs H Achmad MSi dan Ketua DPRD Rohul H Hasanuddin Nasution SH yang telah mengalokasikan anggaran Kesra guru ini dalam APBD Rohul 2012.

Ahmad Supardi juga berharap agar dana kesra ini dapat dianggarkan setiap tahun dalam APBD Rohul dan kalau bisa ditingkatkan nilainya, khususnya kepada guru non PNS, yang sekarang Rp 3 juta setahun, menjadi Rp 6 juta setahun, sama dengan kesra guru PNS.

Pemberian dana kesra ini sangat wajar karena honor guru madrasah non PNS hanya Rp 300 ribu setiap bulan. Honor ini sangat tidak wajar, sebab jauh dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK). UMK Rohul saja sudah 1,4 juta per bulan, masak guru Rp 300 ribu per  bulan, kesalnya. (dab)

Marching Band Rohul Optimis Peringkat Pertama

Rokan Hulu (Segmennews.com)- Bupati Rokan Hulu optimis Marching band Gita Karya Praja Kabupaten Rokan Hulu meraih peringkat pertama di Indonesia.

Hal itu disampaikan, Bupati Rokan Hulu, Drs H Achad Msi saat melepas peserta marching band Satpol-PP ke Jakarta usai upacara, Senin (10/12/2012) di halaman Kantor Bupati.

Peserta yang akan berangkat ke Jakarta dalam rangka pertandingan Grand Grixs marching band diistana gelora bung karno jakarta yakni, pelatih 10 marching band 101 cabor gigh 14, official 37, loder 21 diperkuat dengan 3 mayoret.

Bupati mengingatkan agar peserta sellau eksen dan menjaga kekompakan dan kerapian penampilan, agar tercapai keindahan sebuah festival, serta menguatkan kepercayaan diri.

Peserta juga harus menjaga kesehatan dan menjga nama baik kabupaten Rokan Hulu, sebab 2 group ini adalah perwakilan dari Provinsi Riau, mereka harus mengharumkan nama baik Riau.

“Tampilkan  yang tebaik, gita karya dan cendana merupakan 2 goup yang mewakili Riau berikan yang terbaik sehingga akan mengangkat marwah Riau. Kita menargetkan meraih peringkat no 1,” optimis Bupati. (gib)  

KPK Beri Sinyal, Ada yang Lain Setelah Andi

Proyek Hambalang

Jakarta (Segmennews.com)- KPK memberi sinyal, pengusutan kasus Hambalang tak hanya sampai di Andi Mallarangeng. Kasus ini amat mungkin meluas. Tidak sebatas pada penggunaan anggaran. Proses awal proyek Hambalang juga terus diselidiki. Amat mungkin ada tersangka lain.

“Ya, kita lihat perkembangan kasus Andi dulu,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Jakarta, Sabtu (8/12/2012).

Bambang menjelaskan, KPK dengan keterbatasan penyidik terus melakukan pengembangan. Apalagi harapan masyarakat amat tinggi pada KPK untuk membuka seterang-terangnya kasus Hambalang ini.

“Yang penting bagi KPK menemukan dua alat bukti,” jawab Bambang.

Pastinya untuk saat ini, KPK akan konsentrasi lebih dahulu pada kasus-kasus yang tersangkanya sudah ditahan. Termasuk kasus Andi, KPK akan fokus agar bisa segera dilimpahkan ke pengadilan.

“Kita konsentrasi segera menuntaskan kasus ini,” jelasnya.

Kasus Hambalang ini memang banyak menyeret sejumlah nama. Mulai dari politisi Senayan hingga pihak swasta. KPK sudah menetapkan dua tersangka, Dedy Kusnidar yang juga mantan Kepala Biro Perencanaan Kemenpora dan mantan Menpora Andi Mallarangeng. KPK juga sudah memeriksa sejumlah saksi terkait pengadaan lahan dan sampai penggunaan anggaran. (dtc/snc)

Pileg 2014, Jumlah Kursi DPRD Tapsel Bakal Berkurang 15 Kursi

TAPSEL (Segmennews.com)– Kemungkinan besar, jumlah kursi DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang selama ini sebanyak 45 kursi akan berkurang 15, sehinga menjadi 30 kursi di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tapsel, Mustar Edi Hutasuhut SH, KPU Tapsel sudah menerima berkas Data Agregat Kependudukan per-Kecamatan (DAK-2) dari Pemkab Tapsel. Dimana, total penduduk sesuai DAK-2 yang diserahkan Pemkab tersebut sebanyak 285.266 jiwa.

“Berkas DAK-2 kami terima tadi pagi (Kamis 6/12,red),” ujar Mustar Edi kepada METRO, Kamis (6/12). DAK-2 ini, tutur Mustar Edi, menjadi dasar bagi KPU Tapsel untuk mengusulkan jumlah kursi di DPRD Tapsel di pileg 2014 mendatang.

Bila mengacu pada aturan yang berlaku, tutur Mustar Edi, kemungkinan besar jumlah kursi DPRD Tapsel di pileg 2014 mendatang akan menjadi 30 kursi. Karena berdasarkan aturan, jumlah penduduk 100.000-200.000 jiwa jumlah kursi di DPRD kabupaten/kota sebanyak 25 kursi, jumlah penduduk 200.001-300.000 jiwa jumlah kursinya sebanyak 30 kursi, jumlah penduduk 300.001 sampai 400.000 jiwa jumlah kursinya 35 kursi dan seterusnya.

“Melihat DAK ini, kemungkinan besar jumlah kursi DPRD Tapsel di pileg 2014 akan menjadi 30 kursi. DAK-2 yang kami terima dari Pemkab Tapsel tertanggal 6 Desember 2012. KPU Tapsel akan mengusulkan jumlah kursi DPRD Tapsel untuk pileg 2014 pada bulan Maret 2013 mendatang,” ungkapnya.

KPU Yakin Pemilu 2014 Lebih Baik Dibanding 2009
Sementara itu, Mendagri Gamawan Fauzi secara resmi menyerahkan Data Agregat Kependudukan (DAK) per kecamatan ke Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik di gedung Kemendagri, Jakarta, Kamis (6/11).

Di tempat yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) Mary Natalagawa juga menyerahkan data jumlah WNI yang berdomisili di luar negeri yang punya hak pilih, yang mencapai 4.694.484 jiwa.
DAK berisi data warga per kecamatan, yang akan dijadikan dasar bagi KPU untuk menentukan daerah pemilihan (dapil) untuk pemilu legislatif DPRD kabupaten/kota dan DPRD Provinsi. Penyerahan DAK ini tiga hari lebih cepat dibanding ketentuan yang diatur di UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang pemilu.

Ketua KPU Husni Manik menjelaskan, cepatnya penyerahan data dari mendagri dan menlu ini, memberikan harapan bahwa penyelenggaraan pemilu 2014 akan lebih siap, dibanding pemilu 2009.  Jika pada pemilu 2009 mencuat masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT), dia yakin di pemilu 2014 masalah itu tidak muncul lagi.

“Pada pemilu 2009, DPT menjadi persoalan besar yang dianggap mempengaruhi hasil akhir. Meski ini masih debatable, apakah pengaruhnya signifikan atau tidak,” ujar Husni. Sementara, Gamawan menjelaskan, secara serentak, seluruh gubernur dan bupati/walikota pada Kamis (6/12) juga menyerahkan data ke KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota.

Data ini sudah melewati proses pemutakhiran oleh dinas kependudukan kabupaten/kota hingga 20 Nopember 2012, yang diintegrasikan dengan data hasil perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) hingga 26 Nopember 2012.

“Jika masih ada perbedaan data maka akan terus diintegrasikan. KPU punya waktu dua bulan untuk mensinkronkan data ini,” ujar Gamawan Fauzi. (mts/sn)

Puluhan Ton Bawang Diamankan di Perairan Bengkalis

Bengkalis (Segmennews.com)- Patroli bersama Polair Res Bengkalis dengan Polair Mabes Polri berhasil mengamankan Kapal Motor Anugrah Maranatha GT 34 no 140/GGH yang berangkat dari Tanjung Balai Karimun tujuan Pekanbaru  bermuatan puluhan ton  bawang merah dan bawang bombay asal malaysia tanpa dilengkapi  dokumen yang sah diperairan Merbau, Jumat (7/12) kemarin.

Kapolres Bengkalis AKBP Toni Ariadi Effendi melalui Kasat Polair Akp. Angga F. Herlambang membenarkan adanya penangkapan ini. “Kita bekerjasama dengan Kapal Patroli Mabes Polri mengamankan bawang yang diduga ilegal dikarenakan tidak dilengkapi dokumen yang sah,” terang Kasat termuda di Polres Bengkalis ini.

Kapal yang dinahkodai Sulung (45) warga Medan ini langsung digiring ke markas Polair, sebelum diamankan pihak Polair sudah berkoordinasi dengan Karantina Pertanian Wilker Bengkalis untuk proses selanjutnya.

Penanggung Jawab Karantina Pertanian  Wilker Bengkalis Drh. Farida Hanum menerangkan kepada sejumlah wartawan bahwa KM Anugrah Maranatha pengangkut bawang  ini sudah melanggar Peraturan Menteri Pertanian (Permentan-red) no 43 tahun 2012 tentang tindakan karantina tumbuhan untuk pemasukan sayuran, umbi, lapis segar ke dalam wilayah negara Republik Indonesia.

“untuk pelabuhan tumbuhan dari luar negeri sudah ditentukan, ada 4 pelabuhan tersebar di Indonesia, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makasar, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Ada pengecualian untuk pelabuhan Tanjung Balai Karimun tetapi tumbuhan yang masuk tidak diperbolehkan keluar dari wilayah pengecualian tersebut,” terang Ibu berjilbab ini.

Puluhan ton bawang kini diamankan di gudang milik Polair sambil menunggu proses administrasi selama 14 hari kerja untuk selanjutnya dimusnahkan.

Ditanya pasal apa yang dikenakan dan pemilik bawang tersebut, Komandan Kapal Patroli Kedidi Mabes Polri Ipda. Agung Prasetya menjawab. “Nahkoda kapal yang membawa bawang ini kita kenakan pasal 31 ayat 1 UU no 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan dengan ancaman 3 tahun kurungan penjara dan denda 150 juta rupiah, mengenai siapa pemiliknya masih dalam tahap penyidikan,” jawab Agung.(sn/ur)

Jadi Tersangka, Menpora Andi Mallarangeng Mundur

Jakarta (Segmennews.com)- Sehari setelah dicegah ke luar negeri atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lalu dipastikan berstatus tersangka kasus korupsi Hambalang, Menteri Olahraga Andi Mallarangeng menggelar konferensi pers di kantornya. Ia menyatakan mundur.

“Tadi pagi saya menghadap Presiden mengajukan surat pengunduran diri sebagai Menpora mulai hari ini, ” kata Andi di Kemenpora, Jumat (7/12/2012).

Andi mengaku belum menerima sura dari KPK, baik terkait pencekalan maupun penetapannya sebagai tersangka. Namun, “bagi saya pencekalan sudah cukup untuk mengambil keputusan,” tambah dia.

Sebelumnya, Andi menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono di Istana, terkait kenaikan statusnya itu. Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi juga hadir dalam pertemuan itu.

Belum ada tanggapan langsung dari pihak Istana. Presiden SBY siang nanti dijadwalkan menggelar konpers, merespon pengunduran diri Andi.

Status Andi Mallarangeng terkuak dalam surat permohonan cegah nomor 4569/01-23/12/2012 Tanggal 3 Desember 2012 yang diajukan KPK kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Dalam surat itu nama Andi disebut sebagai tersangka.

Status tersangka Andi Mallarangeng juga dibenarkan oleh Ketua KPK, Abraham Samad. Namun, dua orang lainnya, AZM dan MAT hanya dicekal. AZM diduga kuat adalah Andi Zulkarnain Mallarangeng alias Choel, adik Andi Mallarangeng. Sementara MAT adalah Muhammad Arif Taufiqurahman dari PT Adhi Karya.

Sebelumnya, dalam hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahap I untuk proyek P3SON Hambalang, Andi Mallarangeng dianggap melanggar peraturan perundang-undangan. Andi diduga membiarkan Sekretaris Menpora ketika itu, Wafid Muharram, melaksanakan wewenang Menpora. Wafid menandatangani surat permohonan persetujuan kontrak tahun jamak tanpa memperoleh pendelegasian dari Andi.

Kesalahan Andi lainnya, menurut BPK, membiarkan Wafid menetapkan pemenang lelang konstruksi dengan nilai kontrak di atas Rp 50 miliar tanpa ada pendelegasian dari Andi. Tindakan Wafid dinilai melanggar Keppres Nomor 80 Tahun 2003. Atas tindakan membiarkan itu, Andi kembali dianggap melanggar PP Nomor 60 Tahun 2008. (dtc/snc)

Zulkarnain ‘Choel’ Mallarangeng Bantah Terlibat Kasus Hambalang

Proyek gagal Hambalang (int)

Jakarta (Segmennews.com) – Setali tiga uang dengan tersangka kasus Hambalang Andi Alfian Mallarangeng, adiknya Andi Zulkarnain Mallarangeng juga membantah dirinya terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Dia mengaku tidak menjadi penyalur duit proyek Hambalang ke kakaknya sebagaimana tuduhan banyak pihak.

“Saya sedikit pun tidak terkait dengan proyek Hambalang. Saya cukup terkesima saat mendengar tuduhan yang dialamatkan kepada saya. Sebagaimana saya lebih terkesima lagi terhadap pernyataan berbagai pihak kalau saya mainkan peran yang menyalurkan dana Hambalang ke kakak saya, baik dari Wafid Muharam, Mindo Rosalina Manulang, Nazaruddin maupun pihak lain yang disebutkan. Saya tegaskan semua itu tidak benar,” ujar Choel, panggilan akrabnya, dalam jumpa pers di kantor Freedom Institute, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2012).

Namun demikian, Choel yang saat jumpa pers ditemani kakaknya yang lain, Rizal Mallarangeng, menyambut baik proses hukum untuk menuntaskan kasus ini secepatnya. Dia meyakini pada akhirnya kebenaran dan keadilan dalam kasus Hambalang ini akan terungkap.

“Saya percaya pengadilan adalah lembaga yang terbaik untuk menuntaskan kasus ini dengan baik,” tutur pria yang oleh KPK dicegah ke luar negeri dan berstatus sebagai saksi ini.

“Semoga saya dan kakak saya juga kita semua dapat belajar dari kasus Hambalang ini. Kepada pihak-pihak, keluarga, handai taulan dan pihak lain yang begitu banyak memberi simpati kepada kami, saya ucapkan terima kasih dari hati paling dalam,” tutup Choel.(dtc/snc)