Beranda blog Halaman 3020

55 Group Bertarung di Festival Budaya Daerah Rohul 2012

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Sebanyak 35 group ikut ramaikan Festival Budaya Daerah Tingkat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Tahun 2012. Lomba diprakarsai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Riau dan Disbudpar Rohul.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Rohul, Yurikawati,S,sos, kemarin menyampaikan bahwa pelaksanaan  festival ini sempat ditunda karena adanya kegiatan-kegiatan agendanya sebelumnya, Festival tahun ini merupakan iven kedua kalinya, yang diikuti sebanyak 55 group dari berbagai Kecamatan.

Katanya, Budaya yang diperlombakan pada Festifal ini yakni, Budaya Bakobah, Gondang Barogong, Tari Tradisional, Dzikir Berudah dan Pencak Silat Tradisional.

“Kita akan terus berupaya mengembangkan budaya melayu di mulai dari kecamatan dan pedesaan dengan membagikan peralatan musik. Dan usaha tersebut terlihat semakin meningkat perkembangannya dan terlihat sudah mulai  bangkit kembali,” tukasnya.

Yurika juga menyebutkan, iven pertama dilaksanakan tahun 2002 lalu, jumlah peserta hanya tiga peserta, melalui bantuan peralatan musik yang diberikan sejak lima tahun terakhir, secara perlahan budaya Rohul mulai diminati masyarakat terutama kalangan muda.

Wabup Rohul Ir.H.Hafith Syukri MM,saat membuka Festifal mengaku akhir-akhir ini warisan budaya mulai luntur, disebabkan karena masyarakat tidak bangga dengan budaya leluluhurnya, namun lebih cinta kepaa budaya luar terutama budaya barat.

“Di era globalisasi sekarang ini, agar tidak terjadi krisis budaya,maka kita  harus  membentengi kaum muda agar tidak lupa budaya, maka secara perlahan budaya akan bangkit kembali.Seperti  Festival seperti ini cukup membantu hal itu,” terangnya.

Hafith juga mengharapkan agar, festival serupa ini terus digelar rutin setiap tahunnya, tujuannya agar masyarakat lebih mencintai budaya sendiri daripada budaya luar. (son)

Kejari Rohul Segera Lelang BB

BB truk berjejer di Kantor Kejari Rohul

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Menindak lanjuti perintah Kejati Riau, Babul Khoir Harahap agar Kejaksaan Negeri (Kejari) PasirPangaraian, Kabupaten Rokan Hulu segera melakukan pelelangan Barang Bukti (BB) sebelum bulan Desember. Saat ini panitia Lelang sedang menunggu penafsiran harga ke Dinas Koperasi dan Perdaganagan (Diskoperindag) Rohul. Diperkirakan akhir November 2012 lelang sudah di mulai.

Kasubagbin Kejari Rohul, Hj Elfi Samni SH juga sebagai ketua panitia lelang, kepada Segmennews.com, Jum’at (2/11/2012) diruang kerjanya menuturkan, sejauh ini pihaknya telah membentuk kepanitiaan lelang BB, juga sudah mendapatkan izin dari Kajari Rohul.

Untuk unit kendaraan yang akan di lelang berupa, Sepeda Motor (Spm) sebanyak 20 unit dan mobil truk 7 unit sedang dalam persiapan cek fisik ke Dinas Perhubungan dan Informatika (Dishubkominfo) Rokan Hulu. Aada juga BB 1 unit mesin pompa dan 1 unit genset kecil, Sedangkan BB berupa beberapa kubik kayu olahan telah dilakukan pengecekan kayu ke Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun) Rohul.

“Berkas BB yang akan dilelang sedang dalam penegcekan baik fisik maupun harga, untuk penafsiran harga kita masih menunggu dari Diskoperindag, setelah itu berkas BB akan dikirimkan ke kantor lelang di pekanbaru,” jelas Elfi.

lanjutnya, diperkirakan 20 hari setelah berkas dikirim ke Kantor Lelang Pekanbaru, proses pelelangan sudah bisa di mulai. Diperirakan bulan November 2012 lelang sudah bisa di gelar. (den)

BMP Rohul Dinilai hanya Prioritaskan Multiyears

int

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Dinas Bina Marga (BMP) Kabupaten Rokan Hulu dinilai hanya memprioritaskan proyek Multiyears di RAPBD murni Rohul 2013 yang diajukan ke DPRD Rohul.

Padahal saat ini masyarakat sangat membutuhkan pembangunan jalan dan jembatan, sebab saat ini diakibatkan curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir, sehingga membuat sebagian ruas jalan rusak dan ada juga jembatan yang rusak dan ambruk.

Hal itu diakui oleh Ketua DPRD Rohul melalui Anggota Komisi III, T.Syafril Arief S,sos, Jumat (2/11/2012), Sebutnya, akibat banjir salah satunya, yang terjadi di Kecamatan kepenuhan, gorong-gorong pecah dan tebing runtuh, sehingga jalan menjadi putus arus lalulintas akan terganggu. Kemudian tebing erosi di Desa pekan tebih Kecamatan kepenuhan Hulu, akibat hujan deras mengakibatkan tebing juga mengalami erosi sehingga 2 rumah nyaris terjun ke sungai.

“Saya melihat dari kegiatan yang diajukan oleh Dinas BMP lebih banyak dana untuk pembangunan Multiyears ketimbang untuk pembangunan Prasarana jalan yang perlu dibenahi sesegera mungkin, agar tidak ada kendala bagi warga. Seharusnya, BMP menyusun Program kegiatan di RAPBD Murni tahun 2013 lebih mengutamakan pembangunan jalan dan jembatan. Sebab saat ini cukup banyak sarana transportasi yang perlu perbaikan,” ungkapnya

Menurut Syafril Arief, pembangunan dengan Multiyears tersebut akan memakan waktu yang cukup lama, sementara buah sawit masyarakat harus dipanen satu kali dalam dua minggu, jika terlambat panen dan dibawa keluar, maka buah akan mejadi busuk dibatang.

“Sesuai jadwal, Sabtu depan akan Hearing dengan Dinas BMP, kita akan menyampaikan masalah itu kepada mereka secara lisan. Agar Dinas BMP mencari jalan keluarnya,” terang Syafril Arief yang juga sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Rekrutmen DPC PDI Perjuangan Rohul. (idab)

Banjir, Berkah Bagi Warga Bonai

ilustrasi

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Banjir, ternyata tidak semua masyarakat yang menganggap hal itu sebagai momok yang menakutkan. Contohnya, bagi warga di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu malah menganggap banjir sebagai berkah bagi mereka.

Walaupun banjir telah menggenangi kampung mereka sejak seminggu yang lalu, sebagian warga disana malah bersemangat, sebab dengan keadaan banjir, penghasilan mereka sebagai penangkap ikan, kian bertambah.

Hal itu juga di benarkan oleh Camat Bonai Darussalam, Taslim AM, Jumat (2/11/2012) sejak satu minggu yang lalu dari 7  desa di Kecamatan Bonai Darussalam,  5 Desa diantaranya terendam banjir yakni, Desa kasang mungkal, Kasang padang, Sontang, Desa Bonai dan Desa Titian gading. Banjir diakibatkan oleh tingginya curah hujan, sehingga Hulu sungai yang terletak di Rokan kiri meluap.

Namun banjir tersebut cukup banyak membawa berkah bagi sebagian warga Bonai, sebab selain banjir dapat membuat tanaman subur, penghasilan masyarakat nelayang akan bertambah. Pasalnya, di saat banjir ikan-ikan akan keluar dan mudah di tangkap.

“Saat ini jumlah ikan di sungai semakin berkurang, karena selalu di pasang jaring oleh warga. Namun jika banjir datang ikan akan semakin banyak dan mudah di tangkap, sebab ikan-ikan akan sampai di parit-parit dan pekarangan rumah warga,” paparnya

Dijelaskan Taslim, hingga hari ini, air sudah mulai surut, ketinggian air capai setengah sampai satu meter, fenomena banjir sudah menjadi langgananan di Bonai, apalagi di musim penghujan.
         
“Saat ini beberapa ruas jalan di beberapa titik  masih terendam air, seperti dari Sontang ke kasang padang, namun ruas jalan masih bisa dilewati oleh kenderaan bermotor,” sampainya.

Namun bagi warga yang memiliki rumah tidak berlantai panggung, mereka akan kesulitan membersihkan lantai rumah saat air surut, sebab lantai rumah akan di penuhi dengan lumpur.

Taslim menghimbau kepada seluruh warga di Kecamatan Bonai yang rawan banjir agar tetap waspada, mengingat curang hujan diakhir bulan ini cukup tinggi.

“Kita khawatir akan terjadi banjir besar-besaran akibat curah hujan yang cukup tinggi, oleh itu kita himbau kepada warga agar terus waspada,” imbaunya. (idab)

Serap Aspirasi Masyarakat, Ian Siagian Reses di Siak

SIAK (Segmennews.com)- Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PDI-P Ian Siagian memanfaatkan waktu resesnya dengan menggali aspirasi ke daerah-daerah didapilnya, salah satunya di Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak, Kamis (01/11).

Reses yang dipusatkan di Desa Kemuning Muda Kecamatan Bungaraya dan dihadiri dihadiri anggota DPRD Siak dari PDI-P Darmadi, Kadistanak Robiati, BPTP, BPKP, Dinas perkebunan, Upika, Kapolsek, Kades dan Gapoktan se-Kecamatan Bungaraya tersebut, terlihat sangat ‘hidup’, hampir seluruh perwakilan gapoktan tampil menyampaikan aspirasinya didepan Ian yang hadir bersama pimpinan Petrokimia dan SHS.

Pantauan wartawan, dari sekian banyak aspirasi yang disampaikan, infrastruktur jalan yang berkaitan langsung dengan akses pengangkutan hasil pertanian hingga masalah bibit dan pupuk, menjadi isu dominan yang dikemukakan.

Menurut salah seorang perwakilan Gapoktan, Hartono, tiga hal tersebut (infrastruktur, bibit dan pupuk) menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, mengingat satu sama lain saling berkaitan erat dalam menunjang suksesnya sebuah pertanian, untuk itulah dikatakannya, petani sangat membutuhkan kepastian keberadaan bibit unggul dan stok pupuk yang memadai setiap kali menghadapi musim tanam, tidak seperti saat ini, dimana ketersediaan pupuk seringkali tidak mencukupi atau harganya yang melampau harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, juga menjadi aspirasi yang disampaikan para petani, dimana dikatakannya, petani masih membutuhkan cetak sawah baru guna mendukung program pemkab Siak dalam hal memenuhi angka ketahanan pangan.

Maraknya alih fungsi sawah menjadi kebun sawit, juga disampaikan masyarakat sebagai hal yang terpaksa dilakukan, sebagai akibat dari merosotnya hasil panen yang disebabkan oleh beberapa kendala seperti pengairan dan pupuk yang kurang terjamin kecukupannya atau karena harga yang mahal.

“Untuk itulah kami mohon perhatiannya dari pemerintah agar hal tersebut tidak menjadi kendala buat kami para petani dan kalau bisa, pemerintah juga memberikan insentif buat kami sehingga kedepan tidak ada lagi keinginan alih fungsi lahan,” ujar perwakilan gapoktan lainnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ian berjanji akan mengupayakannya semaksimal mungkin dengan penegasan khusus kepada dinas terkait seperti Dinas Pertanian, Badan penyuluhan dan lain-lain, agar juga turut membantu masyarakat petani, apalagi kata dia, kecamatan Bungaraya telah secara spesifik ditetapkan sebagai sentra padi di Kabupaten Siak bersama 3 kecamatan lain yakni Sungai Apit, Sabak Auh dan Sungai Mandau.(rinto)

Diisukan Padi tak Layak Konsumsi, Petani Ngadu ke MPR

BUNGARAYA (Segmennews.com)- Merebaknya isu beras hasil panen para petani padi di Kecamatan Bungaraya, Siak tidak layak di konsumsi menjadi perhatian saat reses salah seorang anggota MPR/DPR RI Ian P Siagian disana, Kamis (1/11/12).

Hal itu diungkapkan Hartono, salah seorang petani padi di Desa Kemuning Muda, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, ia mengungkapkan rasa kekawatirannya tentang merebaknya isu-isu tersebut sehingga para petani merasa was-was.

“Saat ini, merebak isu kalau beras hasil panen kami ternyata tidak layak di konsumsi, untuk itu kami minta tanggapan atau kejelasan dari intansi atau dinas terkait, agar kami petani padi ini tidak merasa was-was lagi dan percaya diri kembali timbul,” terang Hartono.

Menanggapi isu tersebut, Ian P Siagian cukup terkejut dan meminta Dinas Pertanian dan Perikanan Siak untuk segera melakukan langkah-langkah terbaik untuk menyelesaikan isu-isu yang dinilai tidak baik tersebut.

“Ya, tentunya saya cukup kaget juga mendengarkan bahwa ada beras hasil panen para petani padi yang tidak layak dikonsumsi, dan kalau ada ini pertama kali nya di Riau, untuk itu diharapkan kepada dinas untuk mencari tahu kebenaran isu yang cukup mengkhawatirkan masyarakat itu,” ujar Ian.

Sementara itu keterangan Dinas Pertanian dan perikanan Siak Rubiati, bahwa isu tersebut memang sudah terdengar olehnya, dan saat ini tengah dilakukan proses dan bekerja sama dengan Badan Penyuluh untuk mencari tahu kebenaran isu tersebut.

“Kita sudah mendengar isu-isu itu dan sudah dilakukan koordinasi dengan Badan Penyuluh dan kita masih menunggu hasil penelitian dilapangan, sejauh ini beras hasil panen petani padi di bungaraya ini cukup banyak dikonsumsi masyarakat dan tidak ada apa-apa,l terang Rubiati. (rinto)

132 Mahasiswa UPP Rohul di Wisuda

Bupati menyalami Mahasiswa yang diwisuda

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Universitas Pasir Pangaraian (UPP) Kabupaten Rokan Hulu, Kamis(1/11) mewisuda 132 Mahasiswa dari berbagai Jurusan.

132 Mahasiswa tersebut terdiri dari Jurusan Prodi D-III Kebidanan 37 orang, D III Kontruksi Sipil 12 orang, DIII mesin peralatan pertanian 7 orang, DIII Agrobisnis 7 orang, D III Akuntansi 7 orang, D III Administrasi Niaga 29 orang dan Prodi S 1 Agrobisnis 3 orang,sedangkan para pemincak dari masing-masing Program tersebut sebanyak 6 orang.

Rektor UUPP Rohul, Prof.Dr.Ir.H.Feliatra,DEA pada Wisuda Sarjana tersebut mengatakan,Unipersitas Pasir Pengaraian saat ini sudah masuk pada tahun ke tiga setelah dikembangkan dari Politeknik pasir Pengaraia, dimana saat ini sudah memiliki 11 Program Study yang masih aktif,dan 5 program Studi Diploma peninggalan Pr ogram Politeknik dulu yang sudah mulai ditinggalkan oleh calon Mahasiswa.

Para mahasiswa lebih mengutamakan untuk Program sarjana, adanya Program akedemi komunitas yang sedang di Programkan Dirjend Dikti kemungkinan tidak akan diminati oleh para calon mahasiswa,dimana jumlah Mahasiswa yang terdaftar pada saat ini sebanyak 1749 orang tetapi yang mendaftar ulang sampai hari ini sebanyak 1541.

Dari 1542 orang tersebut, sebanyak 200 orang mahasiswa belum melunasi kewajibannya yakni SPP.Hal ini tidak terlepas dari anjloknya harga Kelapa sawit,yang mempunyai pengaruh nyata terhadap perekonomian Masyarakat Rokan Hulu.

Feliatra menghimbau kepada Wisudawan/wati bahwa Rokan hulu dan Indonesia adalah sangat berpotensi dari semua lini kehidupan, untuk itu jangan sampai negeri kaya ini dikendalikan oleh bangsa lain.

“Jangan beri kesempatan yang lain memanfaatkan daerah ini, baik Potensi ekonomi, Budaya dan bahkan ideology kita,’’katanya.

Sementara itu Bupati Rokan Hulu, Drs.H.Achmad Msi dalam sambutannya mengatakan menyambut baik dengan Wisuda sarjana yang dilakukan UPP,dimana dengan telah dilakukannya Wisudah kepada 132 orang mahasiswa tersebut akan mampu menjadi Estafet pelaksanaan Pembangunan yang dilaksanakan di kabupaten Rokan Hulu.

Untuk itu dihimbau kepada seluruh Wisudawan/Wati agar memanfaatkan Ilmu yang didapat selama di unipersitas ini untuk berkiprah ditengah-tengah Masuarakat dan supaya mampu menciptakan lapangan kerja sendiri tanpa mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah.

“Mahasiswa itu sebaiknya dapat meningkatkan karirnya untuk mencapai S2 agar nantinya mampu memenej seluruh Program yang akan dibutuhkan oleh Masyarakat,” ujar Bupati.

Achmad Juga mengatakan sebagai penghargaan yang diberikan oleh pemerintah daerah,yakni bagi para pemuncak dari masing-masing Program Studi yakni  Pemerintah akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menjadi tenaga Honorer di Lingkungan Pemerintah Rohul untuk pengganti tenaga Honor yang diberhentikan.

Acara tersebut juga dihadiri Ketua Kompertis Wilayah X Prof.DR.Damsir Msc,Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang diwakili Kepala Bidang Akreditasi dan Pengembangan Sumberdaya Kesehatan Drs.H,A,hanif Badrun,Prof.Muktar Achmad,Msc,para kepala Dinas,Para Orang tua Wisudawan,Pimpinan Dosen,Pegawai dan mahasiswa universitas pasir pengaraian.(gibson)

Jembatan Rusak, Dinas PU Riau Dinilai Acuh

Ismail Hamkaz meninjau jembatan rusak baru-baru ini

PasirPangraian (Segmennews.com)- Jembatan di Babussalam Desa Kepenuhan timur, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu sejak lebaran Idul Adha mengalami kerusakan, yang di akibatkan tingginya curah hujan, sehingga gorong-gorong jembatan rusak parah dan sulit di lalui kendaraan.

Walaupun jembatan tersebut telah di coba di perbaiki warga melalui swadaya maupun bantuan dari pihak perusahaan PT PIS 2, namun itu hanya sementara, tidak membuat jembatan kuat karena hanya di timbun batu bes dan sertu dua truk.

“Kita sangat menyesali sikap dari phak Provinsi yang dingin menanggapi rusaknya jembatan ini. Padahal kita sudah terbitkan di semua media baik cetak, elektroni maupun online, namun tidak ada tidakan dari pihak PU Provinsi,” kesal anggota DPRD komisi II, Ismail Hamkaz, Kamis (1/11/2012).

Hingga saat ini jembatan tersebut masih dalam keadaan rusak yang mengakibatkan beberapa kendaraan roda 4 dan truk terbanyak yang terperosok sehingga mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang, jika hal ini terus berlanjut, maka perekonomian masyarakat sekitar akan putus.

“BKD Provinsi harus memperhatikan sikap mereka (PU Riau) terhadap masyarakat, sebab masyarakat Kepenuhan sangat membutuhkan perbaikan dsan pembangunan BOX Colvert kembali,” ungkapnya. (idab)
     

Banjir Landa Jalan Protokol Pasir Pangaraian, Sejumlah Kendaraan Mogok

Pengendara melalui jalan banjir di jalan Protokol PasirPangaraian

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Jalan Protokol Pasil Pangaraian, Kecamatan Rambah Simpang Supra, Kabupaten Rokan Hulu mengalami banjir, alhasil jalan macet sepanjang 1 Km tak terhindari.

Warga, Ardi, kepada Segmennews.com, Kamis (1/11) megatakan jalan protokol selaku jalan kota PasirPangaraian kerap dilanda banjir, apalagi dalam musim hujan seperti sekarang.

“Jalan ini selalu langganan banjir, hampir tiap tahun ini terjadi, bahkan jika curah hujan meningkat jalan pros kota ini selalau banji,” ungkapnya.

Pengendara Mobil, Yantri juga mengatakan hal yang sama, selain langganan banjir, hingga saat ini fenomena ini tak kunjung teratasi. Banjirnya jalan protokol ini sebutnya, juga di akibatkan meluanya air di Sungai batang Lubuh.

“Kita harapkan Pemda secepatnya mengatasi permasalahan ini, agar tiak mengganggu aktifitas di jalan raya, ditakutkan lagi air akan merembes kerumah warga di sekitarnya,” harapnya.

Pantauan dilapangan, sejumlah pengedara terpaksa memutar haluan untuk menghinadri banjir, namun ada juga pengendara yang nekat menerobosnya, alhasil tak sedikit kendaraan yang mogok, sehingga harus di dorong di bantu masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, air menggenangi jalan tersebut semakin meninggi. (idab)     

Puluhan PNS dan Kasi Satpol PP Pekanbaru Kena Razia di Kedai Kopi

Kasi satpol-PP kena razia (int)

Pekanbaru (Segmennews.com)- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Riau, menggelar Razia  Pegawai Negeri Sipil (PNS) di beberapa tempat warung kopi di Kota Pekanbaru sekitarnya, di antaranya kedai kopi Kimteng Jalan Senapelan, kedai kopi Jalan Juanda, belakang Lativa lama, Ahmad Yani, Cempaka, Melur, dan Pepaya, Rabu (31/10).

Dalam razia ini, terjaring beberapa oknum PNS yang kedapatan lagi nongkrong di warung kopi. Pegawai PNS yang kedapatan oleh Satpol PP, hanya didata nama dan jabatan serta golongan tempat dia bekerja. Salah satu pegawai PNS kabur ke toilet saat Satpol PP mendatanginya.

Malah ada Pegawai PNS yang tidak mau didata dan marah-marah kepada petugas Satpol PP. “Saya ini bukan penjahat, anda lihat saya punya lambang,” ujar pegawai PNS sambil keluar menuju mobilnya.

Setelah puas mengobok-obok kedai kopi di belakang Lativa lama, petugas Satpol PP Riau bergerak menuju Jalan Pepaya, di sana didapat Kasi Satpol PP Kota Pekanbaru kedapatan sedang nongkrong di warung kopi. Bahkan Kasi Satpol PP tersebut tetap dimintai datanya. Saat dimintai data, pegawai Satpol PP Kota tersebut tidak mau dimintai datanya, namun petugas Provost tetap meminta mengisi form untuk di data.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Riau (Kasatpol PP) Nizhamul SE MM mengatakan, diadakannya razia tersebut sifatnya dadakan, hal ini merupakan pekerjaan rutin bagi Satpol PP untuk permasalahan disiplin pegawai. Dalam razia ini, Nizhamul menambahkan merupakan gelar razia yang terbesar. Sekitar empat tim yang diturunkan. Masing-masing terdiri dari utara, selatan, timur dan barat.

“Satu grup terdiri dari 25 orang. Dan dikomandani pejabat eselon tiga atau kepala bidang. Personel yang diturunkan terdiri dari Satpol PP, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Intel dan Provost,” sebut Kasatpol PP itu.

Dalam razia ini, Kasatpol PP Riau menambahkan terjaring Puluhan PNS, terdiri dari PNS Provinsi, Kotamadya dan Kabupaten. Hasil dari penjaringan tersebut akan di proses ke BKD. Jika terbukti akan diberi sanksi.

Penyakit yang menjangkiti oknum PNS suka nongkrong di kedai kopi pada jam kerja ini, diikuti pula dengan model penyakit lain yang dijangkiti oknum dokter, PNS kesehatan yang cepat pulang kantor padahal masih jam kerja.

Ini terutama terdapat di instalasi Rumah Sakit, Laboratorium Pemerintah Daerah seperti di Jalan Mustika Pekanbaru, RSJ Tampan dan beberapa Puskesmas di Pekanbaru. Pada pukul 13.00 WIB ke atas jarang tim medis yang mau melayani masyarakat dan mereka sudah tak ada lagi di kantor karena ada yang praktik di luar kantornya.(rpc/snc)