Beranda blog Halaman 3035

Ini Dia Dalih Kepolisian Tentang Penangkapan Novel Baswedan

Jakarta (segmennews.com)-Kepala Badan Reserse kriminal Kepolisian Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Sutarman, keberatan jika upaya penangkapan terhadap Komisaris Novel Baswedan disebut sebagai kriminalisasi. Menurut dia, kasus penembakan terhadap pencuri sarang burung walet di Bengkulu yang diduga melibatkan Novel merupakan pelanggaran hukum.

“Jangan latah menyebut kriminalisasi. Itu artinya perbuatan yang tadinya bukan kriminal lalu dijadikan kriminal,” katanya saat memberi keterangan pers di Markas Besar Kepolisian RI, Sabtu, 6 Oktober 2012.

Kasus di Bengkulu yang diduga melibatkan Novel pada 2004 silam itu, menurut Sutarman, sudah jelas. “Diborgol, dibawa ke markas, lalu dibawa ke pantai dan ditembak sampai salah satu meninggal. Peristiwanya memang ada. Tapi siapa yang melakukan, sedang disidik,” kata dia.

Dikatakan Sutarman, penyelesaian kasus tersebut harus diselesaikan di pengadilan. Saat ini masyarakat maupun polisi tak bisa menentukan Novel bersalah atau tidak. “Selama proses penyidikan tidak boleh menentukan salah atau benar. Penyidik hanya mengumpulkan bukti-bukti,” tuturnya.

Dia juga menolak jika kasus tersebut dikaitkan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM yang sedang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Apalagi Novel adalah penyidik yang menangani kasus simulator dan menyidik Inspektur Jenderal Djoko Susilo saat diperiksa kemarin. “Ini murni penegakan hukum, jangan dibentur-benturkan,” kata dia.

Menurut dia, polisi sama sekali tak bermaksud mengerdilkan KPK. Ia menyebut kepolisian sebagai salah satu institusi yang membesarkan KPK. Contohnya dengan memberikan penyidik dan mengajak KPK menangkap Nazaruddin di Bogota. “Kalau terus dibawa seperti ini, kapan kita bekerja dan menangkap koruptor,” ucapnya.

Sutarman pun menambahkan, “Bisa dilihat rekayasa atau tidak. Yang membuktikan nanti pengadilan,” katanya. Di lain pihak, Direktur Reserse Kriminal Polda Bengkulu, Dedy Irawan, yang turut memberikan keterangan pers pun mengatakan kasus Novel telah ditindak melalui prosedur pelanggaran disiplin dan kode etik. Namun, kasus pidananya memang belum disentuh sejak 2004.

Ketika ditanya mengapa pengusutan kasus pidana itu baru dilakukan sekarang, Dedy hanya beralasan korban baru melakukan tuntutan. “Baru ada tuntutan sekitar sebulan lalu. Kami didesak terus,” katanya.

Oleh sebab itu, kemarin malam malam akhirnya Dedy bersama dua anggotanya dan empat personel Polda Metro Jaya mendatangi kantor KPK untuk berkoordinasi. Mereka membawa serta berita acara pemeriksaan, surat-surat, dan kelengkapan administrasi untuk menangkap Novel.

Peparnas Ajang Mengangkat Martabat Kaum Difabel

Pekanbaru (segmennews.com)-Wapres Boediono, besok Sabtu, 07 Oktober 2012,akan membuka secara resmi Event olahraga Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XIV/2012 di Riau. Selain ajang yang sepaket dengan pelaksanaan PON, ajang ini juga menjadi salah satu langkah guna mengangkat harkat dan martabat kaum  difabel (orang yang hidup dengan keterbatasan fisik) di tanah air.

Sebab, kaum difabel, seperti diketahui memiliki keterbatasan diluar manusia normal. Namun, jika melihat semangat juang mereka dalam menjalani sebuah pertandingan, merupakan suatu hal yang patut diacungi jempol. Sportif dan punya jiwa pejuang untuk memenangi pertandingan.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) National Paralympic Committe (NPC), Senny Marbun. Menurutnya, dengan adanya Peparnas, maka seluruh masyarakat Indonesia mengetahui bahwa kaum paralympian (atlet cacat, red) juga bisa muncul dengan sejumlah prestasi. Dan bisa menghidupi mereka dalam mata pencaharian yang layak

“Kita tau, Paralympian yang berprestasi, juga mendapat bonus. Mereka bisa membeli rumah, bisa memiliki pencaharian yang layak dan lainnya. Saya merasakan benar karena saya adalah mantan atlet,” ujarnya.

Namun usaha agar bisa berprestasi dan mengangkat harga serta martabat tersebut bukanlah hal yang gampang. Karena untuk bisa berprestasi haruslah memberikan pengorbanan dan usaha yang sangat keras.

“Jangan sekali-kali pernah puas berprestasi di Peparnas saja, karena perjalanan sebagai atlet itu panjang, ada tingkat Asia bahkan tingkat dunia. Dan bermimpilah untuk bisa menjadi yang terbaik,” sebut lelaki 57 tahun dengan rambut panjangnya.

Dikatakannya, penuh semangat sambil duduk diatas kursi rodanya, karena kedua kakinya tidak sempurna. Senny bangga harkat dan martabat kaum difabel bisa lebih baik dengan mampu berprestasi di bidang olahraga.

Karena, cerita Mantan atlet lempar cakram ini bahwa banyak yang memulai karir sebagai atlet berasal dari peminta-minta di jalanan. Namun karena mampu berprestasi bisa merubah nasib dan hidup lebih baik dan layak.

“Di Riau saja, bisa kita lihat, banyak PNS yang berawal dari Paralympian. Dan momen olahraga memang positif untuk mengangkat keterbatasan kaum difabel untuk berbuat lebih baik,” paparnya.

Senny juga memberikan apresiasi sangat besar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang menyiapkan penyelenggaraan Peparnas dengan matang. Bahkan dikatakannya, pelaksanaan di Riau merupakan salah satu yang terbaik dari 13 kali perhelatan tersebut sebelumnya.

“Riau beruntung punya orang-orang yang mendukung penuh Peparnas ini. Saya memberikan acungan jempol untuk itu,” tutupnya.

Pada Peparnas Riau, ada penambahan Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan. Dari sebelumnya sembilan. Kini menjadi 11 Cabor. Yakni Panahan, Voli duduk, Atletik, Renang, Tenis Kursi Roda, Futsal, Catur, Angkat Berat, Bulutangkis, Tenis Meja, dan Boling.

Pertandingan yang digelar 7-13 Oktober tersebut diikuti 1432 Paralympian. Dan diperkirakan sekitar 4.000 an orang akan memadati Pekanbaru selama sepekan pelaksanaan nantinya.(snc/jpnn)

Malam Ini Aparat Kepolisian di Pekanbaru Gelar Operasi Geng Motor

Pekanbaru (segmennews.com)-Sabtu malam ini (6/10) sekitar pukul 23.00 WIB jajaran Polresta
Pekanbaru dalam hal ini Sat Lantas Polresta Pekanbaru akan mengadakan operasi dan
aksi dalam acara “malam ikrar masyarakat” terkait masalah genk motor yang marak dan
meresahkan masyarakat Kota Pekanbaru akhir-akhir ini.

Kapolresta Pekanbaru melalui Kasat Lantas Kompol Mustofa dalam penjelasan singkatnya melalui SMS kepada pers Sabtu siang tadi (6/10) mengundang rekan-rekan pers, masyarakat untuk hadir malam nanti pukul 23.00 WIB di Jalan Gajah Mada Pekanbaru dalam aksi acara “malam ikrar masyarakat” bersama Sat Lantas Polresta Pekanbaru.

Hal ini menurut Kompol Mustofa terkait dengan masalah genk motor di Pekanbaru Sat
Lantas Polresta Pekanbaru terpanggil untuk menyelamatkan anak bangsa “genk motor”
tersebut.

Sepekan terakhir, sudah beredar informasi ke masyarakat luas di Kota Pekanbaru
termasuk kepada para oknum pelajar yang bandel bahwa polisi akan mengadakan razia besar-besaran Sabtu malam nanti terhadap genk motor. Maka warga jangan sembarangan keluyuran malam karena bisa jadi korban salah tangkap aparat polisi, baik polisi yang berpakaian dinas maupun polisi berpakaian preman. Berhembus juga issu sejumlah agen-agen intelijen khusus yang datangnya entah dari mana juga merapat ke Kota Pekanbaru untuk meringkus para pemuda genk motor yang berperilaku menyimpang.(snc/rpc)

Ribuan Massa Hadiri Kampanye Andar-Isnan

Padang Sidempuan (Segmennews.com)– Ribuan massa pendukung Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Sidempuan (PsP) Tapanuli Selatan Andar Amin Harahap S,STP,MSi dan Muhammad Isnandar Nasution S,Sos (Andar Isnan) padati lapangan bola, SMAN 3 Psp, Jumat (5/10).

Andar-Isnan menyampaikan komitmennya dalam membangun Padang Sidimpuan  kedepan, dirinya bertekat lebih mementigkan kesejahteraan masyarakat. Dia juga menyebutkan akan bekerja dengan ihklas dan jujur semata-mata demi kepentingan masyarakat, apabila mereka dipercaya memimpin Padang Sidimpuan 5 tahun kedepan.

Andar Amin Harahap Pasangan nomor urut 3 pada Pilkada tanggal 18 Oktober 2012 mendatang ini sudah tak asing lagi bagi masyarakat Padang Sidimpuan dengan kerendahan hati, kesantunan dan kepeduliannya kepada masyarakat, sehingga Andar mudah berbaur dengan masyarakat dan mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat.

Kepeduliannya terhadap masyarakat juga terlihat pada komitmennya untuk membangun PsP kedepan, dirinya berjanji 100 persen gajinya sebagai Walikota nanti akan di sumbangkan untuk masyarakat fakir miskin.

“Kami tidak menebar janji tapi akan kami buktikan, bahwa kami tidak akan pernah melupakan rakyat, yakinlah, saudara-saudaraku semua, sebab kepentingan masyarakat adalah tujuan kami, namun kami juga manusia, jika ada kesilafan nanti mohon kami ingatkan,” urainya.

Selain itu, calon wakil walikota Muhammad Isnandar Nasution menambahkan bahwa jika mereka terpilih nantinya, akan mengupayakan segala kebijakan pemerintah akan di rembukkan dengan masyarakat, dengan kekompakan itu, maka akan tercipta hubungan yang baik antara masyarakat dan Pemerintah. Keharmonisan hubungan akan memperlancar segala program pemerintah.

“Sebelum mengambil kebijakan, kami akan menyampaikannya kepada masyarakat. Agar Program pemerintah bisa menyentuh langsung kerakyat, dan program akan berjalan dengan baik,” janji pria yang sudah mengabdikan diri sebagai anggota DPRD PsP dua periode ini.

Pernyataan pasangan nomor urut 3 ini disambut gembira oleh masyarakat, menurut salah satu dari masyarakat yang hadir, Yusup mengaku terharu dengan segala program dan kebijakan pasangan Cawako Psp ini.

“Mudah-mudahan mereka terpilih, khusunya saya akan memilihnya, sebab mereka layak memangku jabatan Walikota dan Walikota yang akan membawa PsP lebih baik kedepan, dan mereka juga lebih mementingkan kesejahteraan masyarakat ketimbang jabatan,” pujinya.

Kampanye Andar-Amin bertambah meriah dengan penampilan artis ibukota asal PsP, Rahman Kdi. Penampilannya mampu memukau masyarakat, sebab Rahman juga tidak asing lagi bagi mereka, yang sudah menjadi bagian dari masyarakat PsP.

Kegembiraan masyarakat semakin larut, dengan turutnya Andar-Isnan berjoget diatas panggung. Begitu juga dengan mesyarakat mulai berjoget khas mereka.

“Saya juga Putra Daerah PsP, Saya tahu betul karakter Bang Andar dan Isnan. Mereka layak memimpin PsP kedepan dan peduli rakyat. Mari kita coblos nomor 3, jangan terpengaruh dengan iming-imingan, mari kita solidkan diri,  jangan lupa pilih Andar-Amin,” ajak Rahman. (Snc/man)

Novel, korban memanasnya hubungan KPK & Polri?

Jakarta (segmennews.com)-Sejak ditangkapnya penyidik KPK, Novel Baswedan oleh pihak kepolisian, masyarakatpun mulai bertanya-tanya siapa sebenarnya Novel?.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menyebut Novel Baswedan sebagai salah satu penyidik terbaik yang dimiliki KPK. Sepupu Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan itu bertugas menjadi penyidik KPK sekitar enam tahun. Novel menjadi Wakil Ketua Satgas kasus simulator yang ditangani KPK. Novel pernah bersitegang dengan kepolisian saat menggeledah Kantor Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri.
Novel juga menjadi penyidik dalam kasus Muhammad Nazaruddin. Ia bahkan sempat dipanggil ke pengadilan atas permintaan pengacara Nazaruddin yang merasa keberatan dengan proses penyidikan di KPK. Novel datang memberi kesaksian di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor Jakarta). Novel pula yang menyidik kasus suap cek pelawat yang berhasil menjebloskan Nunun Nurbaeti, istri Mantan Wakapolri Adang Daradjatun, ke penjara.
Meski bukan termasuk dalam 20 nama penyidik yang ditarik Polri, Novel adalah salah seorang penyidik yang menyatakan memilih menjadi pegawai KPK. Niat itu sudah dikabulkan KPK. “Dia sudah menjadi pegawai tetap KPK. Seharusnya semua institusi lain menghormati. Pak Novel adalah pegawai negeri yang statusnya sebagai pegawai KPK,” katanya.
Sejak menangani kasus simulator, berbagai ancaman kerap diterima Novel dan keluarganya. Kakak kandungnya, Taufik Baswedan mengatakan, satu jam setelah berita penangkapan Novel, ia sempat berkomunikasi lewat BBM, lalu terputus. Novel sempat menelepon. Ia hanya bilang, “Jaga ibu.”
Sepak terjang Novel yang gigih bekerja membongkar kasus korupsi di bawah naungan KPK, diduga kuat mengapa ia menjadi korban kriminalisasi. Novel yang terakhir berpangkat Kompol itu berani membongkar korupsi di institusi Polri. Untuk kali pertama, seorang perwira aktif diproses hukum karena kasus korupsi.
Bambang mengatakan, KPK melakukan semua upaya untuk melindungi Novel dan keluarganya. Demikian pula dengan penyidik KPK yang lain. KPK membentuk tim hukum dan menyediakan pengacara untuk melindungi penyidiknya.

Dalam kesempatan lain, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad yakin Novel Baswedan tidak melakukan kesalahan. Keyakinan yang ia sampaikan ini terkait fakta hasil penelitian yang ia lakukan. “Novel tidak melakukan seperti yang dituduhkan. Dengan begitu, saya siap mem-back-up agar tidak dilakukan kriminalisasi,” ujar Abraham seusai dialog dengan ulama dan tokoh agama di Kota Semarang, Sabtu, 6 Oktober 2012.

Ia menilai, upaya pelemahan dengan cara kriminalisasi terhadap KPK ini dilakukan sistematis terorganisasi, termasuk puncaknya pada upaya penjemputan secara paksa di kantor yang ia pimpin, Jumat malam kemarin. Upaya kriminalisasi ini dinilai sebagai teror psikis berupa tekanan terkait kasus yang ditangani para penyidik.
“Saat itu, situasinya sudah tak kondusif dan sangat mencekam bagi penyidik idealis yang selama ini dari polisi. Mereka punya hati nurani dan ingin tetap bergabung dengan KPK,” ujar Abraham.

Dia mengaku sudah melaporkan insiden ini ke Presiden lewat Menteri Sekretaris Negara serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Namun, ia belum mendapatkan jawaban dari Presiden.

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md. menilai upaya melemahkan KPK ini terjadi sejak lama. Ia membeberkan upaya kriminalisasi sejak zaman Antasari ditahan.
“Saat itu, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat mengusulkan untuk membubarkan (KPK). Dengan alasan kolektif kolegial, karena Antasari ditahan,” ujar Mahfud pada kesempatan sama.
Upaya melemahkan KPK juga terjadi pada kriminalisasi atas Bibit (Bibit Samad Rianto) dan Chandra (Chandra M. Hamzah), yang kemudian ada upaya mengajukan gugatan pembubaran ke Mahkamah Konstitusi. Ia menilai persoalan korupsi itu diwarnai saling sandera, yang saat ini masih diarahkan ke KPK. (snc/prc)

Tangkap Novel, Penyidik Tak Perlu Lapor Kapolri

Jakarta (segmennews.com)-Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengaku tidak mengetahui sepak terjang bawahannya yang mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat (5/10) malam. Hal itu dibenarkan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman. Menurutnya, Polda Bengkulu yang berencana menangkap penyidik KPK, Novel Baswedan memang tidak harus mengabari Kapolri ketika akan melakukan penangkapan kasus tindak pidana umum. Koordinasi hanya dilakukan dengan Polda Metro Jaya.

“Pak Kapolri juga enggak dikabari. Kewenangan penyidik kan melakukan penangkapan. Penyidik itu kan independen. Kalau sama Polda Metro ada,  karena kalau ingin melakukan penangkapan di wilayah orang, harus diberitahukan supaya tidak diteriakin maling. Katakanlah, seperti KPK mau nangkap di Buol. Kalau enggak bisa nangkap, minta sokongan polisi sana boleh. Nggak perlu ke Kapolri, ke polisi daerah saja,” papar Sutarman dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (6/10).

Ketidaktahuan Kapolri juga sempat mengundang tanda tanya dari Menkopolhukam Djoko Suyanto. Ia mempertanyakan bagaimana bisa hal tersebut tidak dikoordinasikan kepada Kapolri Timur Pradopo. Mengingat situasi antara KPK dan Mabes Polri, akhir-akhir ini semakin panas semenjak mencuatnya kasus dugaan korupsi simulator SIM.

Apalagi, dari pemberitaan media massa saat itu menyebut suasana kedatangan anggota Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya, membuat suasana KPK seperti tengah diintimidasi Polri secara tidak langsung. Berbagai spekulasi pun muncul. Ada yang mengatakan ini bentuk intervensi karena KPK melakukan pemeriksaan pada Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka kasus dugaan suap simulator di Korlantas Polri. Ada pula kalangan yang mengira kedatangan polisi untuk menjemput paksa lima penyidik polisi di KPK, yang tak mau kembali ke satuannya.

Meski, Polri mengaku kedatangan sejumlah perwira menengah itu karena akan berkoordinasi dalam penangkapan penyidik KPK Novel Baswedan. Ia diduga terlibat dalam kasus penganiayaan berat di Bengkulu, Februari 2004 silam.

“Saya perlu jelaskan, murni ini ada penyidikkannya dan saya sudah mendapatkan laporan langkah-langkah yang diambil oleh penyidik. Kalau sesuai ketentuan silakan dilakukan penyidikannya. Penyidikannya independen. Tidak boleh orang memerintahkan orang untuk menangkap, tidak menangkap, menahan atau tidak menahan. Sepenuhnya itu wewenang di penyidik,” pungkas Sutarman.(snc/jpnn)

Mencekam, Polisi Kepung Kantor KPK

Jakarta (segmennews.com)-Suasana kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jum’at malam mencekam. Puluhan polisi mengepung kantor KPK. Mereka menyebar ke berbagai penjuru.

Sumber di KPK mengatakan bahwa personel kepolisian tersebut sebagian berasal dari Kepolisian Daerah Bengkulu, Polda Metro Jaya, dan Markas Besar Kepolisian. Di antara mereka, ada yang berpakaian preman dan ada juga yang berseragam lengkap Provos.

 Mereka menyebar di beberapa titik. Tiga pintu masuk pekarangan gedung KPK dijaga ketat oleh polisi berpakaian preman. Ada juga polisi berpakaian lengkap tepat di depan pintu masuk gedung KPK. Sebagian lainnya, yang berpangkat komisaris besar, berada di ruangan steril KPK. Selain itu, beberapa orang di lantai satu KPK terlihat berpakaian batik.

 “Kami sudah melaporkan kepada pemimpin KPK Bambang Widjojanto,” kata seorang sumber. Tapi sumber tersebut mengaku belum mengetahui maksud pengepungan polisi itu.

 Belum diketahui maksud kedatangan para polisi tersebut. Tersiar kabar bahwa mereka akan menjemput penyidik KPK yang tidak diperpanjang masa tugasnya oleh Mabes Polri. Namun ada juga yang mengatakan bahwa seorang penyidik berinsial N, yang pernah bertugas di Bengkulu, akan dijemput paksa malam ini.

 Pada buku tamu KPK, enam orang dilaporkan mengisi buku tamu. Mereka berasal dari Polda Bengkulu. Tidak seorang pun di antara mereka yang bersedia berkomentar.

 Pada 14 September lalu, Polri telah menyatakan tidak akan memperpanjang masa tugas 20 penyidiknya di KPK. Lalu, sebanyak 15 orang memilih menghadap ke Trunojoyo, sebutan lain Mabes Polri. Lima orang lainnya memilih bertahan. Sebelum penarikan penyidik itu dilakukan, KPK memiliki 78 penyidik.

 Kemarin, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan bahwa kelima penyidik itu memilih bertahan. Selain itu, Busyro menyatakan sudah mengangkat 28 penyidik sebagai penyidik tetap KPK.(snc/tempo)

Taharuddin Ungguli Pilkades Simpang Beringin Pelalawan

PELALAWAN (Segmennews.com)- Taharuddin, ungguli pemilihan suara Kepala Desa (Pilkades) Simpang Beringin, Kecamatan Bandar Sie Kijang Kabupaten Pelalawan, dengan perolehan suara sebanyak 401 suara.

Sementara lawannya, Jumaidi hanya memperoleh uara sebanyak 325 suara. Turut hadir dalam pelaksanaan Pilkades tersebut Camat Sei Kijang Surakhmat, Kapolsek Bandar Sei Kijang AKP Amril, Ketua BPD Simpang Beringin Bustami, Lembaga adat Pelalawan, Tokoh Agama, LKMD, Kepala Dusun Beringin Jaya, Kepala Dusun Beringin Indah, tokoh masyarakat dan Kaur Pemerintahan Desa, pekan lalu.

Ketua Panitia Pilkades Simpang Beringin, Sutikno SIp tadi pagi, menyebutkan Taharuddin akan memimpin Desa lima tahun kedepan. Diharapkan kepemimpinannya dapat membangun Desa dan mensejahterakan masyarakatnya.

“Alhamdulillah, proses pemilihan berlangsung tertib dan lancar tanpa ada hambatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan segera dilakukan pelantikan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Bandar Sei Kijang, Surakhmat menuturkan pejabat kepala desa merupakan bagian penting dari kelengkapan pemerintahan dalam pelaksanaan otonomi daerah saat ini. Tak hanya itu, jabatan seorang Kepala Desa merupakan amanah yang dibebankan dari masyarakat untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Ditempat terpisah, Kaharuddin dengan penuh semangat berjanji dan bertekad akan memperjuangkan kemajuan desanya untuk periode lima tahun mendatang. Dia meminta masyarakat agar dapat bekerja sama dalam membangun Desa kedepannya. (rz)

Ketua DPD PAN Dukung Mutasi Pejabat Pelalawan

PELALAWAN (Segmennews.com)- Rencana Pemkab Pelalawan akan melaksanakan mutasi pejabat eselon dalam waktu mendapat dukungan dari Ketua DPD PAN Pelalawan, Nazaruddin Arnazh.

Menurutnya, langkah mutasi yang dilakukan Bupati Pelalawan merupakan bagian dari strategi peningkatan performa pemerintah daerah melalui penyegaran.

“Saya dukung langkah Pemkab Pelalawan yang akan melaksanakan mutasi dalam waktu dekat, tapi saya menyarakan agar Pak Bupati bisa menempatkan posisi pejabat sesuai dengan bidang dan disiplin ilmu yang ia dimiliki,” usul Nazaruddin., Jum’at (5/10).

Sebab jika tidak, maka pejabat yang duduk tidak sesuai dengan kemampuannya akan mengurangi kinerja dan keahliannya dalam menjalankan program Pemerintah.

Dia juga mengharapkan mutasi, harus mengedepankan nilai Ojektif bukan Subjektif, artinya jangan hanya melihat taman atau kerabat.

Dihimbau juga kepada pejabat yang mendudui jabatan penting, agar bekerja dengan penuh keihklasan dan penuh tanggung jawab. (rz)

Besok, Pelalawan Ekspo Dibuka

PELALAWAN (Segmennews.com)- Besok, Sabtu (6/10) malam, Bupati Pelalawan, HM Harris akan buka pameran Pelalawan Expo ke 10 yang dilaksanakan selama 6 hari di lapangan sepak bola Pangkalan Kerinci.

Ekspo Pelalawan dipersiapkan 70 stand, peserta ekspo berasal dari bebagai daerah hingga kabupaten Rokan Hilir. Sementara dari luar Provinsi telah melirik, namun belum mendaftar.

Dikatakan Kepala badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Pelalawan, Ir Zuhelmi, Jum’at (5/10), bahwa acara ekspo Pelalawan di hari kedua dilangsungkan tablik akbar yang dipimpin oleh anak almarhum “Kyai Sejuta Umat” Zainuddin MZ yakni, Fikri Zainuddin.

Selain itu, di malam ketiga dan keempat, panitia ekspo Pelalawan bekerja sama dengan Dinas pariwisata menyuguhkan berbagai festival hiburan tari-tarian dan lagu bagi pelajar. Dewan kesenian juga turut menampilkan kesenian tai zapin di hari kelima. Sementara untuk acara penutupan ekspo Pelalawan juga di rencanakan akan dihub oleh artis ibukota. 

“Dengan adanya ekspo Pelalawan ini, selain memperkenalkan produk-produk unggulan Pelalawan, baik swasta maupun Pemerintah, diharapkan juga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat,” harapnya.

Dia juga mengharapkan, kegiatan rutin tiap tahun ini, bisa menjadikan kabupaten Pelalawan lebih di kenal oleh daerah lain akan potensi SDM, adat maupun kesenian dan produk unggulan Pelalawan. (yus)