Beranda blog Halaman 3041

Dana Rp 3,7 M Kabur, Ketua Koperasi Desa Telayap Diganti

ilustrasi

Pelalawan( Segmennews.com)- Setelah beberapa minggu kemarin, Amrul dan Sukur penahanannya ditangguhkan Polres Pelalawan, Amrul dan masyarakat direncanakan akan melakukan pemilihan pengurus baru, karena Ketua Koperasi Harapan Maju Desa Telayap yang baru, Dasrijal dinilai tidak transparan dengan dana yang sudah diperoleh pihak koperasi diperkirakan mencapai Rp 3,7 Miliar.

Niat mantan Kepala Desa, Amrul dan juga masyarakat ingin meluruskan dan memperjelas tentang penggunaan dana yang berjumlah 3,7 Miliar tersebut kepada pengurus baru yakni, Dasrijal dan kawan-kawan. Sebab dari data yang diperoleh Amrul dan Sukur telah beberapa kali pencairan dana kepada koperasi Harapan Maju. Di bulan Agustus saja koperasi telah mendapat dana Rp 2,7 M dengan dua kali pencairan, sedangkan pencairan dana terakhir senilai Rp 1 M, jadi total dana koperasi berjumlah Rp 3,7 M.

Menurut salah satu anggota koperasi, Kamis ( 11/10 ) kemarin, tidak bersedia disebut namanya. Rencananya, masyarakat dan juga mantan Kades, Sukur akan membuat rapat terlebih dahulu di Desa Telayap, Rabu ( 10/10) untuk memilih peserta yang nantinya diangkat menjadi panitia pelaksanaan menggantikan ketua koperasi.

Konsep kepanitiaan akan dilakukan dengan cara membuat perwakilan tiap wilayah, misalnya saja Pangkalan Kerinci harus 2 orang, Pangkalan Kuras 2 orang,  dari Desa Telayap 2 orang. Namun acara pemilihan kepanitiaan tertunda karena salah satu perwakilan tidak dapat hadir. Rapat akan diundur sampai waktu yang belum ditentukan, ujar wanita separuh baya itu.

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa dana yang sudah ditangan pengurus tersebut belum ada data ril kegunaannya. Sebab kemarin yang cair dari perusahaan PT. Adei, pengurus masih mengeluarkan dana Rp 500 Ribu/ Kavling bagi tanah yang memiliki sertifikat dan juga pembangunan kantor koperasi baru.

Selain itu tidak ada lagi dana keluar yang diketahui anggota. “Kami sebagai anggota koperasi menilai ada yang tidak beres di tubuh koperasi,” kesalnya.

Ketua Koperasi aktif, Dasrijal tidak dapat hadir pada pemilihan pengurus koperasi, sedangkan Kamaruddin ( Wakil Ketua Koperasi ) pada hari Rabu ( 10/10) kemarin ketika diminta penjelasan oleh warga terkait penggunaan dana Miliaran itu, dia tidak dapat menjelaskan. (yusuf)

150 JCH Rohul Tinggalkan Madinah

ROKAN HULU (Segmennews.com)- Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang disampaikan petugas daerah Rohul Elfalisman Sag dari Madinah, saat ini 150 JCH Rohul yan tergolong dalam kloter 14 Bth telah meninggalkan Madinah dan berangkat menuju Makkah sebab mereka telah selesai melaksanakan  Arba’ien (sholat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi).

“JCH Rohul bersama JCH Inhil dan Meranti yang tergolong dalam kloter 14 tersebut, telah selesai melaksanakan Arba’ien dan telah juga selesai melaksanakan ziarah-ziarah di Kota Madinah, termasuk ziarah di luar kota Madinah. Semua JCH Alhamdulillah sehat wal afiat.” terang Supardi.

Berdasarkan perhitungan sesuai keberangkatan dan ketibaan di Madinah, para JCH Rohul Kloter 14 telah selesai melaksanakan Arba’ien tadi pagi waktu subuh, Jum’at 12/10/2012) dan insya Allah sekitar pukul 08.00 WAS atau 12.00 Wib JCH kloter 14 akan meninggalkan Madinah menuju Kota Makkah”, tegas Ahmad Supardi.

Menurut Ahmad Supardi, JCH Rohul tersebut akan menempuh 7 jam perjalanan menuju Makkah dan akan singgah di Bir Ali tempat Miqat untuk berniat umrah dan memakai pakaian ihram. Setelah itu mereka langsung ke Makkah untuk melaksanakan umrah, dengan melakukan thowaf, sa’I dan tahallul.

Selesai umrah, para JCH akan bersenang-senang terlebih dahulu sambil menunggu waktu wuquf tanggal 9 Zulhijjah di Arofah, sebab mereka mengambil haji tamattu’ yaitu Umrah terlebih dahulu baru menunaikan ibadah haji.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari petugas daerah Abdul Haris S Sos MSi dari Madinah, melaporkan bahwa 247 JCH Rohul bersama 188 JCH Kota Pekanbaru kloter 15, akan menyelesaikan Arba’ien, Sabtu (13/10/2012) waktu subuh dan Kloter ini akan diberangkatkan menuju Makkah hari itu juga pukul 16.00 WAS atau 20.00 WIB.    

“JCH Rohul kloter 15 ini sungguh sangat beruntung, sebab mereka ini mendapat bonus tambahan  dua waktu sholat, sehingga sholat berjamaahnya di Masjid Nabawi menjadi 42 waktu”, tegas Kakan Kemenag Rohul. (rls/son)

Bupati Rohul dan Ketua PN, MoU Sidang Akte keliling

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Bupati Rokan Hulu, Drs.H.Achmad Msi menandatangai kesepakatan MoU dengan pihak Pengadilan Negeri PN, Pasir Pangaraian tentang sidang Keterlambatan akte kelahiran secra kolektif, Jum’at (12/10) di kesempatan HUT Rohul ke 13 di halaman Kantor Bupati.

Adanya kesepakan tersebut, akan mempermudah masyarakat dalam mengurus akte kelahiran anak mereka. Hal itu mengingat jauhnya tempat tinggal mereka di Daerah-daerah sehingga sampai saat ini masih banyak warga yang belum mengurus Akte kelahiran.

Pihak pengadilan dan Disduk Capil akan melakukan pengurusan akte kelahiran keliling, yang sebelumnya telah dilaksanakan. Sedangkan bayi masih berumur satu tahun keatas akan disidang secara langsung ditempat tinggal mereka untuk penerbitan akte kelahiran.

“Kita lakukan kerja sama seperti ini adalah mempermudah urusan Masyarakat untuk membuat Akte kelahiran agar seluruh warga kabupaten Rohul memilki akte,” terang Bupati.

Sesuai dengan hal itu, Bupati menghimbau kepada seluruh Masyarakat yang belum memiliki Akte kelahiran agar dapat mengurusnya kepada petugas keliling dan tidak perlu lagi datang ke Ibukota Pasir pengaraian.(son)

AMPKR Minta BPK Usut Dugaan Korupsi di RSUD AA

Ketua BPK Riau, Widiantoro Temui masa AMPKR

Pekanbaru (Segmennews.com)- Demonstrasi LSM IMD di BPK masih berlangsung, Kamis (11/10) pagi, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemberantas Koruptor Riau (AMPKR) juga tiba di BPK dan bergabung dengan massa yang ada sebelumnya.

Puluhan massa AMPKR membawa spanduk tuntutan bertuliskan tindak lanjuti proses hukum kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung bedah central Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad.

“Sampai saat ini belum ada tindakan BPK dalam mengusut kasus pelanggaran dalam dugaan korupsi di RSUD,” kata Baik Elhamra Simanjuntak selaku Koordinator aksi.

Mereka menuntut Polda Riau segera menangkap Direktur Utama RSUD AA, Yulwiriati Moesa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek tersebut dan telah dilaporkan masyarakat pada 8 Juni 2012 lalu.

Terakhir, massa juga menuntut BPK Riau agar kembali ke jalan yang benar dalam mengaudit setiap lembaga pengguna anggaran negara agar sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Ketua BPK Riau, Widiantoro yang akhirnya menemui massa, dia menegaskan bahwa pihak BPK akan mengkaji laporan massa sesuai aturan yang berlaku. Terkait kapan hasil kajian tersebut, pihaknya juga meminta perwakilam massa untuk mengirimkan surat mengajukan pertemuan dengan BPK selanjutnya.

“Ya, nanti setelah diproses dari surat yang masuk ke biro hukum kita, akan kita agendakan kapan pertemuan dengan bapak-bapak bisa dilakukan,” ucapnya.

Usai massa membubarkan diri, kepada wartawan, Widiantoro menyampaikan peran BPK dalam memantau penggunaan anggaran negara oleh lembaga terkait. Menurutnya BPK hanya memantau penggunaan anggaran dari laporan pertanggungjawaban.

Dengan adanya laporan dari masyarakat, maka akan dikaji dan ditindak lanjuti apakah hanya provokasi atau benar adanya.

Menurutnya, Prosedur awal BPK yakni, yakni pengumpulan data, susun langkah-langkah dan barulah melakukan pemeriksaan terkait laporan keuangan.

Bila ada fakta yang terungkap secara hukum, itu harus  terbukti di peradilan, bukan hanya dugaan semata, proses akan berlanjut bila merugikan uang negara bukan perusahaan.

“BPK hanya sebatas mengaudit penggunaan anggaran negara dalam kegiatan penyelenggaraan negara,” terangnya (den/akira)

Polair Pelalawan Tangkap 22 Rakit Kayu Olahan

TELUK MERANTI (Segmennews.com)- Jajaran Polisi air (Polair) Polres Pelalawan berhasil mengamankan sebanyak 22 rakit kayu olahan jenis meranti di perairan Labuhan Bilik, Pulau Untut, kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Selasa (9/10) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
    
Selain mengamankan ratusan batang kayu olahan di pos Teluk Meranti bersama kapal motor (KM) bersama nakhodanya berinisial Ar(35) warga Desa Segamai, Kecamatan Teluk Meranti.
    
Kapolres Pelalawan, AKBP Guntu Aryo Tejo SIK, melalui Kasat Polair, Iptu Afril, kemarin membenarkan adanya penangkapan kayu olahan tersebut.

“Sekarang BB kayu telah kita amankan di pos Teluk Meranti, sedangkan satu orang nakhoda telah kita tetapkan sebagai tersangka, sedangkan tiga ABK masih di periksa sebagai saksi,” ujar Kasat Polair.
     
Dijelaskan Kasat, bahwa penangkapan kayu olahan itu saat anggota Polair melakukan patroli dengan speedboad di perairan Kuala Kampar, namun saat melewati di dekat pelabuhan bilik curiga ada kapal motor menarik kayu yang dirakit dalam air. Ketika dihadang petugas patroli Polair Polres Pelalawan nakhoda langsung menghentikan laju kapalnya tersebut.
     
Kemudian petugas patroli dibawa pimpinan Briptu Judarto langsung  naik ke kapal penarik kayu dan nakhoda diminta untu memperlihatkan dokumen kayu yang ditariknya tersebut. Tetapi dengan polos nakhodanya mengaku hanya disuruh menarik kayu dari Pulau Muda, ke Sungai Mas tanpa mengantongi surat-surat.
     
“Atas perbuatan tersangka kita jerat pasal 50 ayat 3 huruf f dan h junto pasal 78 ayat 5 dan 7 Undang-undang Ri no 41 tahun 1999, tentang undang-undang kehutanan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” ungkap Kasat Polair.
 
Sementara tiga ABK berinsial Hl (27), Tr (30) dan Ut (25) mengaku hanya ikut di kapal untuk menjemput tabung gas tiga kilo di Penyalai dengan mengunakan kapal motor milik Ar. Tanpa mengetahui di tengah jalan mereka harus manarik kayu olahan yang telah di rakit.
     
Sedangkan ketika nakhoda yang ditemui Pekanbaru MX, usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Pelalawan, mengatakan dirinya hanya membantu rekannya membawa kayu dengan upah uang minyak, tanpa disebutkan berapa nilai nominalnya.

“Dalam perjalanan kami sempat dihantam angin ribut dan gelomganb besar. Makanya sempat terdamdar di tebing, dan sebahagian kayu hilang dibawa arus, dari 22 rakit kemungkinan sekarang hanya tinggal 13 rakit saja,” tutur Ar.
    
Ditambahkan Kasat Polair, selain dari satu dari empat orang yang diamankan sebagai tersangka, juga orang yang disebut-sebut pemilik sedang dalam penyelidikan, guna mengungkap kasus ilegal logging hingga tuntas. (rz)

Rohul Bebas LKS Berbau Porno

int

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Kepala Dinas pendidikan Pemudan dan Olah Raga (Disdikpora) Rohul, H.M,Zen,M,Mpd memastikan bahwa Lembaran Kerja Siswa (LKS) di kabupaten Rohul tidak ada yang bergambar Porno. Hal ini disampaikannya terkait berdedarnya isu sejumlah LKS bergambar porno di Riau.

Ditegaskannya, bahwa khusus Rohul pihaknya menjamin tidak akan ada LKS yang ber gambar porno, sebab mulai dari Tingkat PAUD, TK, SD, SLTP dan SLTA, seluruh  Kepala sekolahnya diintruksikan untuk memastikan isi seluruh buku baik menyangkut gambar dan tulisan dalam kondisi baik.

“Kita periksa semua buku berdedar, kita pastikan dan tidak ada buku cetak baik tulisan dan gambar berabu porono,” tegasnya.

Menurut M Zen lagi, selama ini pihak Disdikpora Rohul memesan buku cetak seluruh pelajaran itu dari penerbit Erlangga. Buku-buku tersebut juga harus melaui Dinas Pendidikan, hal tersebut dilakukan untuk mengantisifasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk itu diminta kepada  Mentri Pendidikan pusat agar tidak mengganti penerbit atau kurikulum, agar buku tersebut tidak terkotori dan tetap utuh kemudian lagi. Sebab biaya penggantian buku siswa itu sangat mahal dan akan menyengsarakan Masyarakat.

“Dulu buku pelajaran itu masih bisa digunakan selama 5 tahun, jadi kalau ada dalam 1 rumah itu punya siswa 3 orang kakak beradik, masih bisa dipakai secara berganti-ganti,” ucapnya.

SEbut M zen, Pemkab Rohul melalui Disdikpora tetap berkomitemen manjadikan kualitas pendidikan di Kabupaten Rohul, terbaik di Provinsi Riau. (son)

Pejabat Lomba Masak di Rohul

PasirPangaraian (Segmennews.com)- SEmpena Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu ke 13, Pejabat eselon III di Satuan Kerja Pengarkat Daerah (SKPD) se Kabupaten  Rohul turut memeriahkan dengan mengikuti lomba memasak, Kamis (11/10) di halaman kantor Bupati.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rohul, Ir. Damri menghadiri acara tersebut menuturkan bahwa kegiatan yang melibatkan pejabat eselon ini untuk mendukung program cipta menu atau pangan Khusus non beras sebagai pengganti makanan pokok.

Lanjutnya, iven lomba masak non beras ini juga akan di perlombakan tingat Provinsi dan Nasional.

“Kita sengaja memilih Iven lomba memasak ini pada rangkaian kegiatan menyambut HUT Rohul, agar para SKPD merasa bertanggung jawab untuk memperingati HUT Rohul, namun dari jumlah SKPD yang ada cuma Dinas Pertambangan Energi Mineral yang tidak ikut, sebab pejabatnya sedang tugas ke Thailand,” sebutnya.(son)

RAPBD Murni Rp 1,3 Triliun Bakal Diserahkan ke DPRD Rohul

ilutrasi

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu akan menyerahkan RAPBD untuk tahun 2013 pada tanggal 17 Oktober mendatang senilau Rp 1,3 triliun.

Demikian diungkapkan Bupati Rokan Hulu, Drs.H.Achmad Msi melalui Sekretaris Daerah Ir.Damri, kamis (11/10) di Ruang kerjanya. katanya, setelah disahkannya APBD Perubahan tahun 2012 oleh DPRD Rohul maka saat ini sedaang mempersiapkan penyampaikan Rancangan APBD murni untuk tahun 2013. Sebab KUA/PPAS RAPBD tersebut sudah dibahas oleh DPRD sebelum Pembahasan RAPBD Perubahan akhir bulan lalu.

Menurut Damri besaran RAPBD tahun 2013 yang akan diajukan naik sebesar 10 persen dari APBD tahun 2012 dimana APBD tahun 2012 diajukan sebesar Rp 1,1 Triliun, sedangkan untuk RAPBD 2013 diajukan sebesar Rp 1,3 Triliun.

Sementara itu Ketua DPRD Rohul, H.Hasanudin Nasution SH bahwa setelah RAPBD tahun 2013 nanti diajukan diajukan oleh Pemerintah maka Badan Anggaran (Banggar) akan melakukan Pembahasan secara marathon, sebagaimana seperti dilakukan pada pembahasan RAPBD Perobahan tahun 2012 lalu.

“Kita tinggal menunggu penyerahan Nota RAPBD tahun 2013 dari pemerintah, dan jika sudah diserahkan nantinya akan dilakukan pembahasan secara marathon dengan memanggil seluruh SKPD untuk penyesuaian kegiatan yang diajukan dengan KUA/PPAS yang sudah disepakati. Diperkirakan akhir Nopember 2013 APBD Murni sudah disahkan,” katanya. (rz)

Wakapolri Akui Ada Korupsi di Kepolisian

Jakarta (segmennews.com)-Wakil Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Nanan Sukarna, membenarkan bahwa praktek korupsi juga terjadi di lingkup lembaga Kepolisian RI. Namun, praktek tersebut terkadang sulit dihindari karena berbagai faktor.

Nanan mengatakan salah satu kendala Polri dalam memberantas korupsi adalah gaji yang rendah. “Masalah gaji itu memang menjadi salah satu kesulitan dalam pemberantasan korupsi,” kata Nanan, saat membawakan materi di Seminar Nasional Komisi Kejaksaan di Hotel Atlet Century, Kamis, 11 Oktober 2012.

“Dikatakan jangan korupsi, tapi bagaimana kalau gajinya tidak cukup untuk menyekolahkan anaknya?” kata Nanan.

Nanan mengatakan terkadang penyidik sudah bersikap independen dalam mengusut kasus. Tetapi, ada saja pihak tertentu yang berusaha membujuknya agar melakukan korupsi.

“Terkadang klepak-klepak juga penyidiknya kalau ada yang bawa duit di depannya. Ini fakta di lapangan,” kata Nanan.

Di samping itu, kata Nanan, praktek korupsi juga terjadi karena terpengaruh ketidaktegasan pimpinannya. Karena itu, pimpinan harus berintegritas, tauladan, antigratifikasi, dan menolak korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Dikatakan bahwa atasan harus berani pecat anggotanya. Hukum dari mana kalau dia terima dari bawah?” kata dia.

Namun, dari sekian banyak paparan Nanan, dia tidak mencontohkan secara detail kasus korupsi yang mendera lembaganya tersebut.

Meski demikian, saat ini KPK dan Polri sedang mengusut kasus korupsi simulator alat uji surat izin mengemudi dengan menetapkan beberapa tersangka. KPK menetapkan dua jenderal polisi sebagai tersangka, yaitu Inspektur Jenderal Djoko Susilo dan Brigadir Jenderal Didik Purnomo.(snc/tempo)

Rosa:Angie Terima 15 Miliar untuk Bahas Anggaran Proyek 16 Universitas

Jakarta (segmennews.com)-Mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang menguatkan dakwaan jaksa pada Angelina Sondakh yang menyebut bahwa istri almarhum Adjie Massaid itu menerima uang senilai Rp 15 miliar untuk membahas usulan anggaran proyek 16 universitas sebesar Rp 610 miliar dengan Kemendiknas di Badan Anggaran DPR RI. Uang itu, menurut Rosa, diberikan bertahap. Hal ini diungkapkan Rosa saat menjadi saksi persidangan Angelina alias Angie di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (11/10).

“Itu adalah 50 persen awal dari fee 5 persen total usulan anggaran yang dijanjikan bapak (Nazaruddin) pada bu Angie. Nanti 50 persennya lagi diberikan setelah usulan anggaran universitas diterima. Sebenarnya bu Angie minta tujuh persen, kata yang lain biasanya tujuh persen, tapi karena Nazaruddin temannya jadi enggak papa lima persen feenya,” tutur Rosa.

Setelah itu, keduanya membahas rencana transaksi menggolkan usulan anggaran 16 universitas tersebut dalam beberapa kali pertemuan di Mall FX, Jalan Sudirman dan kantor Angie, lantai 23, ruang 2301, Gedung DPR RI. Uang yang diberikan pada Angie biasanya dititipkan pada kurir. Nilai uang terdiri dari dollar Amerika dan rupiah. Rosa mengaku jika tak bisa bertemu, keduanya berdiskusi mengenai penyerahan uang melalui Blackberry Messenger. Hal ini sempat dibantah oleh Angie, pada sidang-sidang sebelumnya. Namun, Rosa dalam kesaksiannya berkali-kali menyebutkan ia terlibat pembicaraan dengan Angie melalui BBM.

Dalam proses penggiringan untuk mendapatkan anggaran ini, Angie ternyata belum bisa menikmati semua fee yang dijanjikan oleh perusahaan Nazaruddin. Rosa mengatakan tidak semua usulan proyek di 16 perguruan tinggi (PT) akhirnya didapatkan oleh perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Permai milik Nazaruddin. Melainkan, hanya mendapatkan proyek di enam PT, yakni Universitas Tadulako, Universitas Negeri Malang, IPB, USU, Universitas Patimura dan Universitas Cendrawasih. Angie masih kurang 15 miliar lagi.

“Saya tidak tahu lagi, 50 persen berikutnya didapat lagi atau tidak, karena saya waktu itu sudah ditangkap. Tidak ada lagi obrolan mengenai uang itu setelah saya ditangkap. Bu Angie pernah mengunjungi saya, tapi tidak bahas itu,” ujar Rosa.

Rosa menyatakan, seharusnya Angie tetap mendapatkan bagian fee terakhirnya, Rp 15 miliar, meski 16 universitas itu tak semua mendapat anggaran yang diusulkan.

“Itu resiko perusahaan kami, meski tidak semua anggaran usulan didapat, kami tetap memberikan feenya,” pungkas Rosa. (snc/jpnn)