Beranda blog Halaman 3042

Rosa Hari Ini Dijadwalkan Bersaksi untuk Angie di Tipikor

Jakarta (segmennews.com)-Angelina Sondakh yang akrab disapa Angie, Kamis (11/10) pagi ini kembali menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan agenda mendengarkan keterangan saksi terkait kasus suap pembahasan anggaran proyek di dua kementerian yang melibatkannya. Sidang kali ini akan menghadirkan saksi yang juga terpidana kasus suap wisma atlet SEA Games, Mindo Rosalina Manulang atau Rosa.

“Ya sidang hari ini, Rosa (sapaan Mindo Rosalina) sebagai saksinya,” ujar kuasa hukum Angie, Tengku Nasrullah, saat dihubungi Kamis pagi (11/10).

Rosa yang juga mantan Direktur Pemasaran Grup Permai itu merupakan salah satu saksi kunci dalam kasus suap wisma atlet sekaligus dalam kasus Angelina Sondakh. Ia adalah salah satu orang kepercayaan Nazaruddin. Dalam kasus ini Rosa dilindungi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), karena posisinya sebagai saksi kunci.

Ia pun dikabarkan mengenal dekat Angie. Kasus dugaan penerimaan suap yang menjerat Angie ini juga merupakan pengembangan kasus suap wisma atlet SEA Games yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat sekaligus bos Grup Permai, Muhammad Nazaruddin.

Dalam kasus ini, Angie dan Rosa terlibat pembicaraan serius untuk menjalankan transaksi mereka. Melalui transkrip percakapan via BlackBerry Messenger (BBM) antara keduanya  diketahui ada aliran dana Grup Permai ke Angie. Ini menjadi salah satu bukti penting dalam kasus itu. Janda Adjie Massaid itu didakwa menerima pemberian atau janji berupa uang senilai total Rp12 miliar dan 2,35 juta dollar AS dari Grup Permai.

Dalam transkrip BBM, terungkap adanya beberapa kali permintaan uang oleh Angie ke Grup Permai. Permintaan  disamarkan dengan kode-kode seperti “apel malang” untuk uang rupiah, “apel washington” untuk dollar AS, serta istilah lain seperti “pelumas” atau “semangka”.

Menurut Jaksa, uang diberikan sebagai imbalan karena Angie setuju mengusahakan anggaran proyek di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sesuai dengan permintaan Grup Permai. Perusahaan itu mengusahakan anggaran karena nantinya menjadi pelaksana proyek.

Grup Permai meminta bantuan Angie karena ia adalah  anggota Badan Anggaran DPR sekaligus Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Komisi X. Uang commitmen fee diserahkan kepada Angie dalam beberapa kali transaksi antara Maret hingga November 2010. (snc/jpnn)

Pelalawan Suguhkan Tari zapin Pecah 12

Pelalawan (Segmennews.com) – Dalam gelaran Pelalawan Expo bersempena HUT Pelalawan ke 13 ini, Dewan Kesenian Kabupaten Pelalawan (DKP) mencoba untuk melakukan kolaborasi seni tari melayu zapin pecah 12 yang akan ditampilkan oleh sejumlah paguyuban yang ada di daerah ini.

Kolaborasi yang pertama rencananya akan digelar di Pelalawan Expo pada Kamis (11/10) malam di lapang sepakbola Pangkalan Kerinci.

“Insya Allah, tarian Melayu pecah 12 ini akan coba kita pentaskan nanti malam dalam Pelalawan Expo di lapangan sepakbola Pangkalan Kerinci. Pagelaran festival tarian Zapin Pecah 12 ini nantinya akan dibawakan oleh sejumlah paguyuban yang ada di Pelalawan diantaranya Nias, Aceh, Jawa, Batak dan Minang. Kita adakan pagelaran ini sebagai tanda bahwa dengan seni kita bisa bersatu sesuai dengan tema yang kita usung,” terang Ketua DKP Pelalawan H Herman Maskar pada sejumlah wartawan di Pangkalan Kerinci, Rabu (10/10).

Herman menjelaskan bahwa festival Tarian Zapin Pecah 12 ini sebenarnya memang asli tarian Melayu. Namun kali ini, DKP ingin mencoba menampilkan hal lain yakni memperlombakan tarian itu pada sejumlah paguyuban yang ada di Pelalawan diantaranya paguyuban Nias, Jawa, Aceh, Batak dan Minang.

“Kita ingin bahwa meski Tarian Zapin Pecah 12 adalah milik Melayu namun masyarakat Kabupaten Pelalawan yang heterogen dengan berbagai suku ini bisa juga membawakan tarian Melayu. Hingga dengan begitu, meski mereka berasal dari suku mana saja namun karena tinggal di Melayu, diharapkan bisa juga membawakan tarian Melayu,” bebernya.

Selain membawakan tarian wajib yakni Zapin Pecah 12, sambungnya, para penari dari sejumlah paguyuban ini sendiri nantinya juga akan membawakan tarian khas daerah masing-masing. Artinya, pihaknya memberikan kesempatan juga pada mereka untuk dapat memperkenalkan kebudayaan seni tari daerah mereka masing-masing.

“Dari berbagai tarian yang akan dibawakan oleh masing-masing paguyuban dengan berbagai latar belakang daerah itu, hikmahnya adalah bahwa meski Kabupaten Pelalawan berpenduduk heterogen namun tetap satu visi dan satu misi dalam membangun daerah ini ke depannya, tegasnya.

Di samping akan diisi oleh kesenian tari dari sejumlah paguyuban yang ada di Pelalawan, lanjutnya, pagelaran tari yang diadakan oleh DKP ini nanti juga akan diikuti oleh kabupaten kota tetangga yakni dari Kabupaten Meranti, Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru yang akan dibawakan oleh Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR).

“Yang jelas, momen ulang tahun kabupaten kali ini akan kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk kegiatan kesenian yang ditampilkan oleh DKP. Jadi selain memperkenalkan kesenian dari paguyuban lain, namun kita tidak meninggalkan kesenian asli masyarakat melayu yakni tarian Zapin Pecah 12. Ini kita lakukan karena Kabupaten Pelalawan adalah milik kita semua dan untuk kita semua, dan semoga saja apa yang kita buat ini bisa menimbulkan kebersamaan dengan menghilangkan perbedaan untuk mewujudkan Kabupaten Pelalawan semakin maju di seluruh bidang,” harapnya. (rz)

Ketua Komisi C DPRD Pelalawan Pertanyakan Pegerjaan Dermaga Senilai Rp 1,4 M

Pelalawan (Segmennews.com)– Sampai saat ini, pembangunan dermaga di Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Kuala Kampar yang dianggarkan lewat Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD) Murni tahun anggaran 2012 tak kunjung dikerjakan. Pasalnya, sampai saat ini belum ada nampak aktivitas kontraktor mulai mengerjakan dermaga yang dianggarkan sebesar 1,4 Milar tersebut di daerah itu.

Terlebih lagi waktu pengerjaan sampai saat ini terus berjalan, sehingga masyarakat setempat terus bertanya-tanya kapan pengerjaan dermaga jenis ponton tersebut akan terealisasi. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Pelalawan yang menanyakan hal serupa, yakni

“Kenapa sampai sekarang tak ada aktifitas kontraktor mulai mengerjakan pembangunan dermaga sebagai pengganti dermaga lama yang sudah rusak? padahal waktu pengerjaan kan terus berjalan,” tanya Ketua Komisi C DPRD Pelalawan, Suprianto SP, kemarin.

Katanya, saat ini Warga setempat sudah banyak yang menanyakan pada dewan soal pembangunan Dermaga di Kelurahan Teluk Dalam itu mulai dikerjakannya.

Diungkapkannya, padahal pekerjaan pembangunan Dermaga telah dianggaran sekitar 1,4 miliar. Rekanan kontraktornya yakni,
PT Brata. Hingga sekarang belum juga ada aktifitas.

“Yang jelas, kalau tidak selesai masyarakat pasti kecewa. Sebab Dermaga yang akan dibangun itu adalah satu-satunya dermaga yang menjadi urat nandi bagi masyarakat Kecamatan Kuala Kampar. Soalnya, semua masyarakat kalau mau pergi terutama menjual hasil panennya semua lewat dari situ. Makanya kita sangat menyesal sekali kalau pembangunan dermaga itu tidak selesai,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Camat Kuala Kampar, T Syafril saat dikonfirmasi via selulernya menyatakan bahwa sejauh ini memang tidak ada aktifitas kontraktor melakukan perakitan dermaga di lokasi pekerjaan tersebut. Namun menurutnya saat ini kontraktor sedang merakit dermaga di tempat lain sampai selesai. Jika dermaga telah selesai di rakit barulah dermaga di bawa ke lokasi dan memasangkannya.

“Ya benar, mereka tak merakit di sini. Informasi yang kita dengar kontraktornya merakit di Teluk Keladi Kecamatan Teluk Meranti, dan kita juga tak tahu apa alasannya mereka merakit di situ tapi yang jelas barang itu harus selesai dan terpasang sebelum waktu pengerjaannya berakhir,” pungkasnya. (rz)

Demo Kantor Bupati Pelalawan, IPMB Tuntut Pembangunan Merata


 Pelalawan (Segmennews.com)- Ikatan Pelajar Mahasiswa Bersatu ( IPM-PB ) Kabupaten Pelalawan turun demo ke kantor Bupati Pelalawan untuk menyampaikan pernyataan sikap mereka yang berjumlah 4 tuntutan.

IPBM  menyampaikan aspirasinya di depan kantor Bupati Rabu ( 10/10 ) dihadapan  Sekda, H. Zardewan. Para demonstran yang menamakan Ikatan Pelajar Mahasiswa tersebut ingin mendengarkan sudah sejauh mana perkembangan Pelalawan, karena mereka menilai perkembangan hanya dirasakan Kecamatan tertentu.
   
“Kami ingin mengetahui perkembangan pembangunan Pelalawan teringat Kabupaten yang kita cintai ini sudah merusia 13 tahun pada tanggal 12 Oktober tahun ini,” teriak Kordinator Lapangan, Zahari dan Firka Maulana.

Menurut Korlap pembangunan yang dilakukan Pelalawan masih tebang pilih atau pilih kasih dalam membangun, salah satunya pangkalan Kerinci gencar-gencarnya sekarang melakukan pembangunan, akan tetapi di Kecamatan lain tidak seperti yang ter realisasi di Pangkalan kerinci.
   
Demikian juga hal yang sangat dibangga-banggakan yakni, Wisata Bono Teluk Meranti, seperti yang kita ketahui, wisata tersebut dapat maju dan dilirik wisatawan bila akses menuju lokasi bagus, padahal sampai saat ini jalan menuju wisata Bono sangat memprihatinkan masyarakat dan ikatan pelajar.

“Kami berharap Pemerintah dapat memperhatikan pembangunan Pelalawan apalagi Kabupaten Pelalawan ini akan berusia tepat 13 Tahun pada 12 Oktober Tahun ini, kami menuang pernyataan sikap tersebut dalam 4 item,1. Pemerintah harus evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten Pelalawan, 2. Pemerataan Pembangunan, 3. Mempertanyakan 44 Desa tertinggal pada tahun 2009, 4. Mengikutsertakan Mahasiswa dalam kegiatan yang dilakukan Pemerintah Pelalawan,” urainya.
   
Sekda Pelalawan, H.Zardewan serta pejabat tinggi Pemda dalam waktu orasi para Mahasiswa mengatakan  menyambut baik kehadiran Mahasiswa karena turut mengingatkan kami selaku pemerintah bila ada kesalahan, kerena kami pasti tidak akan luput dari kesalahan, masukan yang Mahasiswa berikan kan kami ingat. Bisa kami jelaskan,roda pemerintahan dan pembangunan Pelalawan berjalan dengan baik seperti biasa, terkait pembangunan yang dinilai pilih kasih kami  dapat menerangkan tidak ada pilih kasih untuk pembangunan hal itu semua karena keterbatasan dana yang dialokasikan dan tiap pembangunan dilakukan dengan skala prioritas.
   
Lanjut Sekda, Kinerja Pemerintahan  Kabupaten Pelalawan juga kita evaluasi,ini kita lakukan dengan nampaknya Perombakan Struktural dan juga evaluasi dilakukan di Rapat Paripurna Dewan yang dilakukan pada tiap tahunnya di hari ulang tahun Kabupaten Pelalawan.Terkait  Desa tertinggal yang pada tahun 2009 dinyatakan berjumlah 44 Desa, kami dapat sampaikan bahwa jumlah desa tertinggal sampai sekarang sudah menurun, desa yang terbaru Desa tertinggal hanya tinggal 24  Desa lagi sedangkan 20 Desa sudah tidak digolongkan desa tertinggal lagi.

“Kami juga dari Pemerintah Pelalawan akan turut mengundang para Mahasiswa dalam perayaan Hari Ulang Tahun Pelalawan,” ujar Sekda meng akhiri. (yusuf)

Dua Oknum TNI-AD Diduga Terlibat Pencurian Minyak Mentah di Siak

ilustrasi

Siak (Segmennews.com)- Empat tersangka jaringan pencurian minyak mentah milik BOB Siak, yakni Suwarno alias Pak Uban (70) warga Kecamatan Dayun, Siak, Supriadi alias Supri (39) warga Kecamatan Saba’auh, Siak, Lestari alias Sulis (40) warga Palas, Pekanbaru, dan Abdul Razak alias Rozak (36) warga Dumai, Rabu (3/10/12) berhasil diringkus tim jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Siak atas laporan jajaran BOB Siak.

Setelah berhasil ditangkap satu persatu, maka para tersangka dibawa ke Mapolres untuk diperiksa secara intensif. Menurut pengakuan tersangka, Supriadi alias Supri bahwa mereka telah empat kali melakukan aksi pencurian yang sama, yakni di Jalan Lintas Dayun-Siak Kilometer (Km) 6 dan Km 64.

Untuk tempat kejadian perkara (TKP) Km 64 Supri dan reknnya dibantu oknum TNI-AD berinisial GN melancarkan aksinya, namun saat itu gagal.

“Pertama saya bersama GN, tetapi kami gagal,” ungkap salah satu tersangka Sulis.

Namun kegagalan tak membuat dia surut, kali ini ditemani oknum TNI-AD berinisial SP, mereka melancarkan aksinya di Km 6 jalan Lintas Dayun-Siak.

Saat itu mereka berhasil mengeluarkan minyak mentah didalam pipa BOB sebanyak 12.700 Liter, dan kedua kalinya mereka berhasil mengambil minyak sebanyak 24.000 liter. Setelah berhasil mengambil minyak yang dan dibawa dengan mobil pengangkut CPO ke Dumai.

Setibanya di Dumai, mereka berjumpa dengan tersangka Rozak. Saat itu Rozak menjumpai oknum TNI-AD berinisial PN dan minyak mentah tersebut dijual minyak 12.700 liter mereka meraup keuntungan sekitar Rp 4 juta masing-masing, dan untuk yang 24.000 liter mereka mendapatkan uang Rp 6,3 juta per orang.

“Setelah gagal yang pertama, kami kembali beraksi, saat itu bersama SP anggota TNI-AD juga bang! saat itu kami berhasil mengeluarkan minyak dengan peralatan yang telah disiapkan, dan kami jual ke Dumai dengan salah seorang anggota TNI-AD juga berinisial PN,” terang Sulis.

Kapolres Siak, AKBP Sugeng Putut Wicaksono melalui Kasat Reskrim AKP Meilki Bharata, Rabu (10/10) membenarkan adanya penangkapan tersebut, saat ini empat tersangka diamankan, sementara oknum TNI-AD tersebut akan diserahkan pengungkapannya di POM TNI-AD.

“Setelah menerima laporan dari BOB karena minyak mereka sering hilang, dan dilakukan proses pnyelidikan dan akhirnya saya bersama anggota berhasil membekuk tersangka satu per satu, berikut barang bukti juga kita amankan.

Sementara dari pengakuan para tersangka ada dugaan oknum TNI-AD yang terlibat, penanganannya akan kita limpahkan ke POM,” terang AKP Meilki Bharata. (rinto)

Rohul Masih Minim Manfaatkan Kotoran Sapi ke Biogas

int

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Minat masyarakat Kabupaten Rokan Hulu terhadap Program pemanfaatan kotoran sapi menjadi Pupuk dan biogas masih terbilang minim.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Rohul, Ir Mardjoko melalui Kabid Produksi Peternakan, M Muncar, Rabu (10/10) bahwa masyarakat masih kurang meminatinya, disebabkan biaya pengolahan kotoran sapi menjadi Pupuk dan biogas masih terbilang mahal, sementara pemerintah juga belum ada menganggarkannya. Sebab program masih fokus ke daging sapi.

Katanya, saat ini baru ada 3 kelompok tani yang baru menjalankan pengolahan tersebut yakni, kelompok tani di Tapung, Desa III Bono Tapung dan di SKPC. Namun itu baru sebatas untuk kebutuhan kebun mereka, sehingga belum ada yang bisa untuk di pasarkan. 
Padahal, pihak Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) telah melakukan sosialisasi dan mengenalkan pemanfaatan kotoran sapi tersebut kepada kelompok tani dan masyarakat.

“Mungkin karena biaya alat itu mahal, sehingga mereka belum sanggup mengolah kotoran sapi menjadi pupuk dan biogas, sebab mereka harus mengeluarkan biaya untuk membeli alat sendiri,” tukas Muncar.

Tak hanya masyarakat masih minim memanfaatkan kotoran sapi, pihak perusahaan juga minim melakukan pemanfaatan kotoran sapi itu, yang baru melaksanakannya yakni, PTPN V budidayakan kotoran sapi dari 40 ekor sapi. PTPN V di afdeling Ujung Batu juga telah menggunakan listrik bahan bakar Biogas dari Kotoran sapi. Dilanjutkan dengan PT SAI yang bekerjasama dengan kelompok tani dalam pembudidayaan kotoran sapi.

Sedangkan Perusahaan yang lain di Rokan Hulu tercatat belum ada yang melakukannya, karena mereka perusahaan BUMN, sehingga Disnakkan tidak berwenang terhadap perusahaan tersebut.

“Di Rokan Hulu baru sebatas uji coba, sedangkan di Kabupaten Siak mereka sudah memasarkan pupuk hasil olahan kotoran sapi itu,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan jika masyarakat ingin memanfaatkan kotoran sapi jadi pupuk dan biogas, maka diharapkan masyarakat berkoordinasi dengan pihak Disnakkan.

Manfaat Kotoran Sapi

Sebelumnya Kadisnakkan Rohul, Mardjoko menyampaikan bahwa, Ketahanan pangan salah satunya coba diatasi dengan peternakan sapi potong. Ironisnya, produksi kotoran sapi malah menjadi problem tersendiri. Padahal, kotoran itu bisa diolah menjadi energi alternatif untuk mendukung ketahanan energi dan juga menjadi pupuk cair atau pupuk organik.

Produksi kotoran sapi tergantung pada jenis sapi, jenis pakan yang diberikan dan kondisi lingkungan. Sapi pedaging akan menghasilkan kotoran yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan jenis sapi penghasil susu (sapi perah).

Satu ekor sapi perharinya menghasilkan 0,7 meter kubik Bio gas, bisa juga di gunakan untuk memasak selama tiga hari. Dengan cara, 50 persen kotoran sapi dan 50 persen air, setelah di endapkan selam dua minggu, maka akan menjadi bio gas, dan bisa juga di manfaat untuk pembangkit genset.

Sedangkan air seni sapi bisa di gunakan untuk pupuk. Dalam satu hari, seekor sapi bisa menghasilkan 15 liter air seni. Air seni mengandung NH 24 sehingga harus di permentasikan melalui pengendapan terlebih dahulu selama 2 minggu baru bisa di gunakan sebagai pupuk.

“Air seni sapi, dapat menghemat pupuk sebesar 40 persen, dan pertumbuhan TBS juga akan meningkat hingga 30 persen. Tapi air seni tersebut harus di endapkan terlebih dahulu, jika tidak, air seni yang masih mengandung bio gas tersebut akan dapat merusak tanaman,” ungkap marjoko.

Bahkan kotoran sapi yang telah dipermentasikan menjadi biogas bisa dijual antara Rp 1.400 hingga Rp 1.500 per kilogram, sementara harga urine sebelum dipermentasikan dijual Rp1.000 per liter, dan urine yang telah melalui proses permentasi dijual Rp 10.000 per kilogram. (idab)

Tapem Rohul Ukur Ulang Lahan PT SAI

PasirPangaraian (Segmennews.com)- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mengukur ulang lahan milik PT Sawit Asahan Indah. Pasalnya, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan tersebut menggarap lahan di luar hak guna usaha, Selasa (9/10).

Pengukuran ulang itu dilakukan berdasarkan laporan masyarakat dari Kecamatan Rambah Samo. Di mana, luas lahan yang berada diluar hak guna usaha (HGU) yang telah ditanami pihak perusahaan mencapai 144 hektare.

Warga Desa Lubuk Bilang, Kecamatan Rambah Samo mengklaim lahan tersebut berada di wilayah hukum desa mereka.

Tokoh masyarakat Desa Lubuk Bilang, Gafar, didampingi Kepala Desa Lubuk Bilang, Ilisman, di sela sela pengukuran ulang tersebut mengatakan, berdasarkan peta lokasi HGU yang didapatkannya dari Pemkab Rohul, lahan tersebut diduga kuat berada di luar lahan milik PT Sawit Asahan Indah (SAI).

Kabag Tapem, Syofwan, di sela sela pengukuran itu menjelaskan, pengukuran ulang lahan yang telah ditanami dengan kelapa sawit oleh PT SAI perlu dilakukan Pemkab Rokan Hulu untuk mendapatkan kepastian lokasinya, apakah masuk wilayah Desa Lubuk Bilang atau berada dalam HGU perusahaan tersebut.

Pada kesempatan lain, asisten kebun PT SAI, Abdul Haris, yang ikut pada pengukuran tersebut menjelaskan, lahan yang di klaim masyarakat Desa Lubuk Bilang tersebut berada dalam HGU PT SAI.

“Luas HGU yang dimiliki PT SAI di Kecamatan Rambah Samo seluas 7.900 hektare,” katanya.

Hadir pada pengukuran tersebut Camat Rambah Samo, Suharman, Sekcam Zulhendri, Kapolsek Rambah Samo Iptu Dasmaliki, petugas BPN Rohul, Dishutbun Rohul, kepala desa dan tokoh masyarakat Desa Lubuk Bilang. (idab)

Kemenag Rohul dan Balai Diklat Padang Taja Pelatihan Kehumasan dan Protokol

ROKAN HULU (Segmennews.com)- Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA membuka secara resmi Diklat Ditempat Kerja Kehumasan dan Keprotokolan bagi Pejabat di lingkungan Kemenag Rohul, Selasa (9/10/2012) bertempat di aula Kemenag Rohul, Pasir Pengarayan.

Diklat tersebut ditaja oleh Kemenag Rohul bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan Padang, yang akan berlangsung dari tanggal 9 s/d 12 Oktober 2012.

Menurut Ketua Panitia Drs Nur Asril MM, kegiatan ini diikuti 30 orang peserta yang terdiri dari pejabat, Kepala Madrasah dan Kepala Tata Usaha di lingkungan Kemenag Rohul.
Kakan Kemenag Rohul dalam sambutannya menyatakan bahwa tujuan yang  hendak dicapai dari diklat ini adalah untuk mendidik pejabat dan pegawai Kemenag Rohul supaya selalu mampu membangun kepercayaan publik (public trust) dan pencitraan Kementerian Agama di mata publik.

Dikatakannya, kegiatan Kemenag itu sangat banyak, pelayanan kepada masyarakat setiap hari dilakukan, ditambah lagi masyarakat sangat membutuhkan pelayanan Kemenag, sebab kemenag mengurus masyarakat mulai dari kandungan sampai liang lahat, namun terkadang orang lain tidak tahu kalau kita sudah bekerja. Untuk itu orang lain perlu diberitahu melalui pemberitaan oleh media, baik media cetak maupun media elektronik.

Untuk pemberitaan ini, maka diperlukan tenaga kehumasan yang handal, mampu menjalin komunikasi dengan wartawan, memahami semua persoalan yang dihadapi oleh Kemenag dan memahami juga solusi yang diambil oleh pimpinan.
Pada kesempatan itu, Kakan Kemenag Rohul juga berbicara tentang Materi Kebijakan Pimpinan. Ahmad Supardi menyatakan bahwa kebijakan pimpinan diambil berdasarkan pada tiga hal.

Pertama, kebijakan diambil sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, lalu diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang mengitarinya. Kedua, melihat secara riel persoalan yang dihadapi, baik dalam internal instansinya maupun kondisi lingkungan yang mengitarinya, baru diambil langkah-langkah yang tepat.

Ketiga, mengantisipasi persoalan masa depan yang akan timbul, sehingga organisasi beserta perangkat yang ada di dalamnya seperti SDM yang tersedia, dapat menjawab dan mengantisipasi  atas persoalan-persoalan yang mungkin timbul.

Untuk meningkatkan isi muatan dari kegiatan ini, Kemenag Rohul secara khusus mendatangkan instruktur yang professional di bidangnya dari Balai Diklat Keagamaan Padang, yaitu Bapak Prof Drs H Zulbatri MM, Aprianto MA, Drs Nur Asril MM, Besri Efendi S Sos, Dahihul Haq S Sos. (rls/gibson)

Kualifikasi Piala Asia, Indonesia di Grup Neraka

Jakarta (segmennews.com)-Langkah timnas Indonesia untuk berlaga dalam ajang Piala Asia 2015 mendatang bakal tidak ringan. Ini setelah hasil drawing kualifikasi kejuaraan yang digelar di Australia tersebut tidak menguntungkan bagi Indonesia. Timnas Merah Putih tergabung dalam grup berat.

Dalam drawing yang digelar di Melbourne, Selasa (9/10), Indonesia berada dalam grup C. Peluang Indonesia minimal meraih tempat di posisi runner-up grup cukup sulit. Sebab, di grup tersebut Indonesia mesti bersaing dengan tiga negara kekuatan besar sepakbola Asia, di antaranya Iraq, Arab Saudi, dan Tiongkok. (Selengkapnya lihat grafis)
 
Apalagi, dalam kualifikasi yang baru dimulai Februari 2013 mendatang, hanya negara di posisi dua besar di tiap gruplah yang bakal melaju mulus ke babak utama Piala Asia. Minimal, timnas harus bisa mengejar status sebagai peringkat ketiga terbaik dari lima grup.

Pelatih timnas Nil Maizar secara terbuka mengakui bahwa kualitas calon lawannya di atas kertas jauh dari tim asuhannya. Namun, pelatih yang pernah mengarsiteki Semen Padang tersebut tidak mau menyerah sebelum bertanding. Dia menganggap masih ada kesempatan bagi Indonesia untuk lolos dari babak kualifikasi.

Entah itu mengejar posisi satu dan dua, atau hanya posisi ketiga terbaik. “Yang jelas bagaimana semua pihak bersama-sama untuk menyiapkan tim ini dengan semaksimal mungkin. Baik dari sisi teknis, ataupun manajemennya,” ucap Nil Maizar tadi malam.

Pun demikian dengan ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin. Dihubungi terpisah, Djohar menyatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi timnas Indonesia. Masih ada waktu yang cukup panjang bagi timnas untuk mengejar satu tiket berlaga di Piala Asia nanti.

“Sebab, waktu penyelenggaraan kualifikasi ini kan masih cukup lama, yakni sampai tahun 2014. Jadi masih banyak kesempatan bagi tim pelatih untuk membentuk tim ini menjadi yang terbaik,” klaim Djohar.

Lebih lanjut, Djohar menyebut bahwa komposisi tim terbaiknya nanti bukan hanya diisi pemain lokal saja. PSSI bakal mencari amunisi dari pemain-pemain keturunan Indonesia yang saat ini berlaga di klub-klub luar negeri. “Baik itu pemain yang sudah dinaturalisasi atau pemain yang belum dinaturalisasi,” jelas Djohar.(snc/jpnn)

MK Putuskan Gugatan UU Intelijen Sore Ini

Jakarta (segmennews.com)-Uji materi Undang-Undang Nomor 17 tahun 2011 tentang Intelijen Negara (UU Intelijen) akan diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK) sore ini, Rabu (10/10/2012). Uji materi yang dimohonkan oleh beberapa lembaga masyarakat, aktivis HAM dan sejumlah warga negara itu rencananya akan diputus pukul 15.00 WIB.

Juru bicara MK Akil Mochtar, menegaskan hal itu, Selasa (9/10/2012) kemarin. Namun mantan anggota DPR itu enggan memberikan tanggapan mengenai putusan UU tersebut, apakah dikabulkan/diterima, ditolak, ataupun dissenting opinion (berbeda pendapat). “Besok (hari ini) Mahkamah akan putuskan uji materi UU Intelijen. Lihat saja besok,” ucap singkat.

Sebelumnya, sejumlah ormas di antaranya Perkumpulan Inisiatif Masyarakat Partisipatif untuk Transisi Berkeadilan (IMPARSIAL), Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Perkumpulan Masyarakat Setara, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan 13 aktivis dan korban operasi intelijen masa Orde Baru menggugat UU Intelijen.

UU yang disahkan DPR Oktober 2011 lalu itu dimohonkan ke MK karena dianggap pemohon mengancam kebebasan hak-hak sipil, perlindungan HAM dan kebebasan pers dan berpendapat.

Beberapa norma yang diuji yakni Pasal 1 ayat (4), ayat (6) dan ayat (8), Pasal 6 ayat (3), Pasal 22 ayat (1), Pasal 25 ayat (2) dan ayat (4), Pasal 26, Pasal 29 huruf d, Pasal 31, Pasal 34, Pasal 32 ayat (1), Pasal 36, Pasal 44 dan Pasal 45. Baju uji yakni Pasal 1 Ayat (3) dan (8), serta Pasal 28UUD 1945.

Pemohon beralasan, ketentuan dalam UU Intelijen memiliki definisi karet mengenai ancaman, keamanan, kepentingan nasional, dan pihak lawan dan dapat disalahgunakan oleh penyelenggara intelijen negara. Yakni untuk kepentingan kekuasaan dengan melakukan tindakan represif masyarakat atas nama keamanan nasional.

Karenanya pemohon meminta sejumlah pasal dalam UU Intelijen yang tidak sejalan dengan kebebasan hak-hak sipil, perlindungan HAM dan kebebasan pers, dibatalkan oleh MK karena bertentangan dengan UUD 1945.(snc/inc)