Beranda blog Halaman 3043

Momen 111111, Ratusan Pasangan Nikah di Pekanbaru

PEKANBARU (RS) Jumlah pasangan pengantin yang menikah di Pekanbaru, Riau tanggal 11 bulan 11 tahun 2011 meningkat. Umumnya, calon suami istri tertarik menikah hari ini karena dianggap momen terbaik.

Jumlah pasangan yang menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tampan, Pekanbaru tepat tanggal 11 bulan 11 terdata 52 pasangan. Padahal biasanya, di hari lain hanya dua sampai tiga pasangan calon pengantin.

“Jumlah pernikahan meningkat tajam. Kami terpaksa menikahkan dua pasangan setiap satu jam,” kata penghulu KUA Tampan Suhardi.

Selain di Kecamatan Tampan, peningkatan juga terjadi di Senapelan, Lima Puluh, Rumbai dan Sukajadi. Kantor Urusan Agama se-Pekanbaru mencatat jumlah pernikahan hari ini mencapai 379 pasangan.

Pengantin mengaku tertarik menikah di momen tanggal 11 bulan 11 karena dinilai membawa berkah. Selain itu, tanggal pernikahan hari ini lebih mudah diingat. “Ini hari baik. Jadi kami pilih karena tanggalnya cantik,” kata calon pengantin Zamroni. (asr)

Aksi Pembunuhan Sadis di Pondok Gurih Terekam CCTV

PEKANBARU (RS) Pembunuhan sadis di Rumah Makan Pondok Gurih, Jl Sudirman, Pekanbaru, Kamis (10/11) malam terekam kamera CCTV. Pelaku pembunuhan terlihat menggunakan senjata tajam menyerang korban dari belakang.

Aksi pembunuhan seorang pengusaha ini terjadi saat pengunjung Pondok Gurih terlihat mulai ramai. Dari kamera CCTV rumah makan, korban terlihat santai memasuki Pondok Gurih dan berjalan menuju tempat duduk.

Namun, tidak berapa lama dari belakang muncul seorang pemuda menggunakan helm menyerang korban dengan parang. Pelaku membacok pengusaha ini lima kali dan langsung meninggalkan rumah makan. Korban yang teridentifikasi bernama Halomoan Gurning, pengusaha perkebunan diduga tewas di tempat kejadian. Korban tinggal di Jl Mekar Sari, Tangkerang Selatan, Pekanbaru.

Kepala Polsek Bukit Raya Kompol Wawan menyatakan pihaknya sudah memeriksa lima saksi, yakni karyawan rumah makan dan pengunjung yang melihat langsung peristiwa pembunuhan. Polisi masih memburu pelaku pembunuhan. Sejauh ini, belum diketahui motif kasus tersebut. “Tampaknya pelaku sudah mengintai korban sebelum masuk rumah makan. Kami masih memburu tersangka,” kata Kapolsek Tampan Kompol Wawan. (asr)

Talang Mamak Belum Tersentuh Sarana Kesehatan

INDRAGIRI HULU (RS) Suku Talang Mamak di pedalaman Indragiri Hulu masih terisolasi dari dunia luar. Bahkan, suku terasing ini belum tersentuh sarana kesehatan. Akibatnya, ratusan anak-anak dan orang tua menderita berbagai penyakit yang ditanggung turun menurun.

Sungai Batang Gansal adalah salah satu jalur untuk menembus pemukiman suku Talang Mamak. Perjalanan air ke perkampungan suku asli ini memakan waktu 16 jam. Arus deras dan tikungan sungai yang sempit membuat pengunjung perlu ekstra hati-hati. Arus Batang Gansal dikenal ganas, terutama saat musim hujan.

Talang Mamak menempati enam dusun di Kecamatan Siberida, Indragiri Hulu. Salah satunya di Dusun Sadan yang dihuni lebih 100 penduduk. Konon, leluhur Talang Mamak berasal Kerajaan Pagaruyung, Sumatera Barat. Mereka melarikan diri ke Indragiri Hulu karena konflik adat dan agama.

Kehidupan sosial, ekonomi dan budaya suku ini masih sederhana. Penduduk tinggal di rumah tradisional yang terbuat dari kayu, bambu dan atap daun rumbia. Talang Mamak memang terisolasi dari masyarakat modern karena kuatnya ikatan adat.

Buruknya sanitasi membuat keluarga miskin di daerah terpencil ini menderita berbagai penyakit. Mereka terpaksa menanggung TBC, diare dan penyakit kulit turun temurun karena ketiadaan fasilitas kesehatan.

Dokter dan tenaga perawat masuk ke pedalaman Indragiri Hulu hanya satu kali dalam setahun. Mereka harus melawan arus sungai dan belantara Sumatera untuk sampai ke perkampungan Talang Mamak.

“Kondisi medan yang berat membuat kami harus siap menghadapi berbagai resiko,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hulu Zainal.

Perjalanan dengan perahu mesin semakin beresiko karena beratnya muatan berupa obat-obatan dan peralatan medis. Dokter yang dikirim ke Dusun Sadan dan Datai berasal dari Dinas Kesehatan Indragiri Hulu.

Biasanya, tim medis tiba di lokasi pengobatan gratis menjelang malam. Penduduk asli langsung menyambut kedatangan mereka dan minta dilayani. Umumnya, suku Talang Mamak lebih percaya pada dukun dan obat dari alam. Perlahan-lahan, sebagian penduduk mulai beralih ke pengobatan modern. Namun, kemiskinan membuat suku Talang Mamak yang sadar kesehatan modern tidak mampu berobat ke kota.

“Faktor kemiskinan menyebabkan penyakit mereka sulit diobati. Sementara, fasilitas kesehatan belum ada di pemukiman suku asli,” kata Zainal

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Indragiri Hulu, 158 warga suku asli saat ini menderita penyakit kulit. Kasus penyakit yang ditemukan terus bertambah karena menular dalam satu keluarga dan ke warga lain.

Selain penyakit kulit, banyak juga warga terserang TBC dan diare yang disebabkan bakteri. Pengobatan terpaksa dilakukan di tempat terbuka, bahkan di atas perahu karena tidak ada puskesmas di tengah hutan Bukit Tiga Puluh. (asr)

Edarkan Kupon Judi, Lima Warga Ditangkap

ROKAN HULU (RS) Polres Rokan Hulu menangkap lima pengedar kupon judi toto gelap (togel) di Pasir Pengarayan, Senin (7/11). Kelima warga ditangkap dalam razia anti penyakit masyarakat.

Lima penjual kupon togel ditahan di Markas Polres Rokan Hulu, Pasir Pengarayan. Mereka tertangkap saat mengedarkan kupon judi di tengah pemukiman penduduk. Salah satu tersangka mengenakan kaos Partai Golkar, ditangkap karena meresahkan masyarakat akibat kegiatan judi yang dilakukannya.

Polisi menyita uang Rp2 juta, sejumlah kupon togel, pena, kalkulator, buku rekapitulasi dan lampu. Para tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Peredaran kupon judi di Rokan Hulu mendapat kecaman masyarakat. Penjualan togel bahkan dilakukan terang-terangan di warung dan pusat perdagangan. Menurut Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu, Antoni Lumban Gaol, peredaran togel semakin meresahkan. Oleh sebab itu, Polres Rokan Hulu bertekad menghentikan praktek perjudian ini. “Kami tidak akan pandang bulu, siapapun pelakunya harus ditangkap,” tegas Antoni. (dri)

LAZISMU Riau Gelar Penyembelihan Hewan Kurban di Mesjid Al Fida’

PEKANBARU (RS) Kegiatan Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah di Pekanbaru dipusatkan di Mesjid Al Fida’ Jl Ahmad Dahlan, Minggu (6/11). 12 ekor sapi kurban disembelih untuk dibagikan kepada warga miskin dan jemaah sekitar mesjid tahun ini.

LAZISMU Riau menggelar penyembelihan hewan kurban, bekerja sama dengan panitia kurban pengurus Mesjid Al Fida.’ 12 ekor sapi dan empat kambing dikurbankan. Satu ekor sapi di antaranya merupakan hewan kurban yang disalurkan LAZISMU Pusat. Sedangkan 11 ekor lainnya hewan yang disumbangkan warga di sekitar Mesjid Al Fida.’

Puluhan warga menyaksikan pemotongan kurban mulai pagi usai shalat Idul Adha. Daging kurban akan dibagikan usai shalat Zuhur kepada masyarakat dan warga miskin di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.
Selain melakukan kegiatan penyembelihan hewan kurban, LAZISMU Riau juga menggelar pengobatan gratis untuk masyarakat. Petugas LAZISMU Riau, Dede Firmansyah mengharapkan kegiatan amal ini mampu meringankan beban masyarakat miskin di tengah tingginya harga kebutuhan pokok.

“Ini benar-benar kegiatan untuk meringankan beban warga miskin. Tahun ini, Riau mendapat jatah 3 ekor hewan kurban dari LAZISMU Pusat. Masing-masing disalurkan ke Pekanbaru dua ekor dan Pelalawan satu ekor,” kata Dede. (asr)

Jaksa, Ardiansyah Pingsan Dihajar Pendemo

Pasirpangaraian (Segmennews.com)- Sekitar lima ratus warga Desa Payung Sekaki, Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu melakukan aksi demo di kantor Bupati, Kejaksaan Negeri pasirpangaraian (Kejari) dan DPRD. Mereka menuntut pembebasan 5 orang rekannya yang di tahan Kejaksaan. Dalam Aksi bringas di kantor Kejari Massa mengamuk dan menghajar Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ardiansyah SH hingga pingsan, Senin (10/10/2011). Sebelum menuju Kejari, massa sempat datang sekitar pukul 9:00 Wib ke kantor Bupati dan terjadi aksi dorong-dorongan dengan Satpol-PP dan kepolisian yang berjaga. Dengan bringasnga Pendemo melempari pagar bertuliskan kantor Bupati dengan telor. Namun aksi tersebut hanya berlangsung setengah jam. Pendemo kemudian bertolak ke kantor Kejari. Dengan mudahnya pendemo berhasil menerobos masuk hingga kedalam kantor Kejari. Demo yang dipimpin oleh Jon Hendri Lubis, Suyadi dan kawan-kawan mengejar JPU, Ardiansyah SH dari pintu masuk hingga keluar dari belakang. Di belakang kantor ardiansyah di ganyang dan dihajar oleh pendemo, dengan pengawalan pihak polisi Ardiansyah yang babak belur, dari hidungnya mengeluarkan darah sudah tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RSUD oleh Satpol-PP. Pihak polisi sempat melepaskan tiga kali tembakan, sehingga para pendemo bubar dan keluar dari pagar Kejari. Korlap berikut 5 orang rekan pendemo di amankan pihak kepolisian, sehingga meredakan aksi bringas pendemo. Korlap, Jon Lubis dalam orasinya meminta agar 5 orang temannya yang di tahan pihak kejaksaan karena dituduh mencuri sawit milik PT MAN. Menurutnya, sawit yang di ambil rekannya tersebut bukan milik PT Merangkai Artha Nusantara (MAN) melainkan milik warga, karena lahan yang tanami sawit tersebut adalah milik warga. Mantan Camat Tambusai Utara, sekarang menjabat kepala Satpol-PP, Drs Roy Roberto kepada wartawan mengatakan hal yang sama, bahwa sejauh ini lahan yang digarap PT MAN tersebut adalah milik warga. Tahun 96 lalu warga dan PT MAN sepakat akan malaksanakan program KKPA, sat itu surat tanah warga di minta oleh PT MAN dengan janjian perorangnya mendapat 34 Ha lahan kepada 220 KK yang ditanamai sawit setelah 4 tahun nantinya. Namun hingga saat ini PT MAN tidak memberikan sesuai yang di janjikan, malah PT MAN mengklaim lahan tersebut milikinya. Sebelumnya Bupati sudah mengeluarkan surat putusan nomor 509 tahun 2010 tentang penetapan peserta pembangunan kebun pola KKPA dan nama-nama masyarakat peserta pola KKPA. “karena warga merasa lahan tersebut adalah tanah mereka, maka warga mengambil sawit, namun PT MAN melaporkan warga melakukan pencurian sebanyak 6 ton sawit, sehingga 5 orang warga tersebut di tahan pihak kejaksaan. Dalam hal ini pendemo meminta warga yang ditahan dikeluarkan,” paparnya. Kepala kepolisian Resor Rokan Hulu, AKBP Yudi Kuniawan menuturkan ke 5 warga yang dituduh mencuri sawit PT MAN tersebut pernah di periksa polisi, namun mereka tidak ditahan, dan di serahkan ke kejaksaan. Dalam aksi demo tadi karena mengakibatkan pemukulan terhadap JPU maka saat ini 5 orang ditahan polisi sebagai penanggung jawab dalam aksi yang di laporkan ke polisi sebelumnya. yakni Jon hendri Lubis, Suyadi, Joko Firmansyah, Dul Rohim dan Rafi. Kelima warga tersebut sekarang masih tahap penyelidikan terhadap pemukulan tersebut. “ke lima warga tersebut sekarang masih dalam pemeriksaan, karena sesuai surat pemberitahuan aksi mereka kepolisi, mereka adalah sebagai penanggung jawab aksi,” tukas Kapolres. (idab)

Mahasiswa Tuntut Gubernur Riau Mundur

PEKANBARU (RS) Ratusan mahasiswa berunjuk rasa menyambut Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011 di Pekanbaru, Jumat (28/10). Mahasiswa menuntut Gubernur Riau Rusli Zainal mundur karena dinilai gagal mewujudkan janji politiknya mensejahterakan rakyat.

Dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-83, sekitar 150 mahasiswa menggelar aksi di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma, Jl Sudirman, Pekanbaru. Mahasiswa dari berbagai elemen kampus ini menyatakan kehidupan masyarakat semakin memprihatinkan dari waktu ke waktu.

Menurut pengunjuk rasa, Rusli Zainal gagal melaksanakan pemerintahan daerah. Mahasiswa menilai Rusli sudah menghabiskan dana APBD triliunan rupiah untuk berbagai kegiatan seremonial, namun manfaatnya tidak dirasakan masyarakat.

“Rusli Zainal musuh bersama para pemuda karena gagal mewujudkan harapan rakyat,” tegas Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pekanbaru Dani Suhlika.

Kegiatan seremonial yang menyedot anggaran daerah antara lain Festival Film Indonesia (FFI), pembangunan sarana untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) dan sejumlah kegiatan budaya. Menurut mahasiswa, kegiatan tersebut hanya menghamburkan dana APBD dan tidak membawa dampak ekonomi untuk rakyat.

Rusli juga dianggap gagal dalam bidang lingkungan karena pembalakan liar semakin marak selama delapan tahun kepemimpinannya. Oleh sebab itu, pengunjuk rasa mendesak Rusli Zainal mundur dari jabatan.

“Kami menilai tidak ada lagi solusi untuk Riau, kecuali gubernur mundur secara sukarela,” kata Dani. (tpn)

Partai Nasdem Riau Optimis Lolos Verifikasi

38.899 Anggota Berhasil Direkrut

PEKANBARU (RS) Partai NasDem Riau menyatakan optimis lolos verifikasi Kementerian Hukum dan HAM karena berhasil melengkapi seluruh persyaratan. Hingga saat ini, Partai NasDem sudah merekrut 38.899 anggota di wilayah Riau.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Riau Iskandar Hoesin menjelaskan berkas verifikasi provinsi, 12 kabupaten dan kota serta 155 kecamatan lengkap 100 persen. Sejak awal pembentukan pengurus 15 Februari 2011, Partai NasDem mengembangkan sayap sampai kepengurusan tingkat rukun warga atau rayon. Bahkan partai ini menjangkau daerah pedalaman dan kepulauan.

“Kami yakin tidak ada kendala untuk verifikasi. Seluruh persyaratan sudah lengkap,” kata Iskandar.

Total jumlah anggota NasDem yang terdaftar di Riau mencapai 38.899 orang dari berbagai latar belakang profesi dan etnis. Jumlah anggota NasDem terbanyak berada di Kota Pekanbaru, yakni 5.400 orang.

“Kami juga berhasil membentuk 168 pengurus dari tingkat provinsi hingga rukun warga,” ujar Iskandar.

Partai NasDem terus melakukan sosialisasi di sejumlah daerah di Riau, antara lain di Kota Pekanbaru. Partai dengan misi gerakan perubahan ini akan menggelar rapat kerja wilayah (rakerwil) pertama di Pekanbaru, Sabtu (29/10) mendatang. Tujuannya antara lain untuk memperkuat basis massa dan program kerja di daerah. (tpn)

Diduga Curi Karet, Warga Tewas Dihakimi Massa

PELALAWAN (RS) Seorang warga tewas dihakimi massa karena dituduh mencuri karet di Desa Balam Merah, Kecamatan Bunut, Pelalawan. Sedangkan satu warga kritis, satu melarikan diri, dua ditangkap dan diserahkan ke polisi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan AKP Edwar menyebutkan peristiwa ini terjadi, Selasa (25/10) pagi. Kelima pelaku tertangkap basah oleh masyarakat saat mencuri tanaman karet milik petani, Yunus. Warga yang sudah curiga gerak-gerik kawanan pencuri itu langsung menghakimi mereka.

“Akibatnya, Aso warga asal Nias meninggal dunia. Yang luka parah yakni Syafri, kami larikan ke RS Selasih untuk divisum,” kata Edwar kepada wartawan.

Edwar mengungkapkan pelaku pencurian yang telah diintai warga masuk ke perkebunan karet menggunakan mobil Toyota Avanza BM 1291 JB. Saat sedang beraksi, warga langsung mengepung dan menyergap mereka.

Puluhan warga langsung menendang dan memukul pencuri dengan benda tumpul. “Polisi sudah menahan dua tersangka. Untuk pelaku pengerokan sejauh ini belum diperiksa. Sebab, mereka ramai. Jadi ada banyak pertimbangan,” kata Edwar.

Dua pencuri yang telah ditangkap ditahan di Mapolsek Bunut bersama sejumlah barang bukti. Sementara korban meninggal dunia akan diotopsi. “Satu pelaku yang kabur masih dalam perburuan,” kata Edwar. (tpn)

Dinas Kehutanan Riau Masih Selidiki Kasus Perambahan Hutan di Rokan Hilir

Diduga Libatkan Pejabat Daerah

PEKANBARU (RS) Dinas Kehutanan Riau tetap melanjutkan penyelidikan kasus perambahan hutan seluas 500 hektare di Desa Tanah Putih, Kecamatan Ujung Tanjung, Rokan Hilir. Sejumlah saksi sudah diperiksa, di antaranya lima pekerja yang akan menanam bibit kelapa sawit.

Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Riau Said Nurjaya menyatakan proses hukum kasus perambahan hutan ini masih ditangani polisi kehutanan. Said mengungkapkan tidak tertutup kemungkinan pihaknya memeriksa Kepala Dinas Kehutanan Rokan Hilir dan Kepala Dinas Perkebunan Rokan Hilir.

“Kami tidak main-main. Kalo ada pejabat daerah yang terlibat, akan diproses sesuai prosedur,” tegas Said, Selasa (25/10).

Tim gabungan pemberantasan illegal logging Riau menemukan aksi perambahan hutan di Desa Tanah Putih, Rabu (19/10). Menurut Said, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir sengaja membabat hutan produksi seluas 500 hektare. Proyek perkebunan kelapa sawit untuk masyarakat miskin tersebut dikerjakan PT Anugerah Kelola Artha.

Said menduga pengerjaan proyek hanya berdasarkan surat keputusan Bupati Rokan Hilir Anas Makmun. Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, izin pengelolaan dan pelepasan kawasan harus diterbitkan langsung Menteri Kehutanan.

“Jadi, ini sudah melanggar aturan. Kami terpaksa menghentikan aktivitas di lokasi dan menyita satu alat berat” kata Said.

Tim gabungan yang terdiri dari Polisi Kehutanan Riau, Polisi Militer TNI Angkatan Darat dan Polda Riau juga mengambil paksa 300 bibit kelapa sawit, dua mobil, 200 liter solar, dan 50 karung pupuk. Dinas Kehutanan Riau berjanji akan menyelidiki kasus ini hingga tuntas dan menghukum pejabat daerah dan pengusaha yang terlibat. (tpn)