Beranda blog Halaman 40

Electrifying Agriculture PLN Tingkatkan Produktivitas Petani Bunga Krisan di Tomohon

Electrifying Agriculture PLN Tingkatkan Produktivitas Petani Bunga Krisan di Tomohon

Tomohon(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) terus memperluas penerapan program Electrifying Agriculture (EA) sebagai komitmen dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Melalui pemanfaatan energi listrik, petani bunga krisan atau _chrysanthemum_ di Desa Kakaskasen II, Kota Tomohon, Sulawesi Utara telah merasakan manfaatnya, proses budidaya menjadi lebih efisien dan produktif, hasil panen meningkat, dan kesejahteraan petani pun ikut tumbuh.

Ketua Kelompok Tani Krekleli, James Mogi mengungkapkan bahwa penggunaan listrik membawa perubahan besar bagi usaha taninya. Ia merasakan proses budidaya kini lebih mudah dan hasil panen meningkat signifikan.

“Dulu, bunga yang kami tanam hanya bisa dipanen sekitar 60 persen. Setelah ada binaan dan dukungan dari PLN, kami bisa memproduksi lebih baik, sampai 90 persen. Karena pengaruh lampu terhadap bunga ini sangat menentukan produksi,” ujar James.

James menjelaskan, penggunaan listrik tidak hanya untuk penerangan di area _green house_, tetapi juga untuk sistem penyiraman berbasis pompa air listrik dan pengoperasian peralatan pertanian lain yang mendukung proses budidaya.

“Sekarang kami pakai listrik daya 5.500 VA (voltampere), cukup untuk penerangan dan pompa air. Biaya listriknya sekitar Rp600 ribu per bulan, tapi hasil panen bisa mencapai Rp15 juta. Dulu sebelum ada bantuan PLN, penghasilan kami hanya sekitar Rp5 juta,” tambahnya.

Kelompok Tani Krekleli yang beranggotakan 10 petani ini juga telah merasakan manfaat ekonomi yang lebih luas. Selain memenuhi permintaan lokal dari Kota Tomohon yang dikenal sebagai Kota Bunga, kelompok ini bahkan sempat menembus pasar ekspor ke Singapura.

“Waktu itu kami sempat ekspor sedikit ke Singapura. Bunga dari Tomohon diterima karena kualitasnya sangat baik,” kata James.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa program EA merupakan bagian dari strategi PLN dalam mendorong transisi energi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

“PLN tidak hanya menghadirkan listrik sebagai kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai penggerak produktivitas ekonomi rakyat. Melalui EA, kami membantu petani mengadopsi teknologi modern berbasis listrik yang efisien, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian,” ujar Darmawan.

Sementara itu, General Manager Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun menjelaskan bahwa selain memperkenalkan EA, PLN juga hadir di tengah masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk meningkatkan produktivitas dan mewujudkan kemandirian energi di sektor pertanian.

“Keberhasilan petani bunga Krisan di Tomohon menjadi wujud nyata bahwa transisi energi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami akan terus memperluas program ini ke berbagai daerah agar manfaatnya dirasakan semakin luas,” ujar Usman.

Lebih lanjut, Usman menyampaikan bahwa PLN tidak sebatas memberikan bantuan fasilitas, tetapi juga aktif mendampingi petani melalui edukasi dan solusi teknis untuk pemanfaatan energi yang optimal dan efisien.

“PLN hadir membantu petani di Tomohon melalui penyediaan fasilitas _green house_ dan peralatan berbasis listrik yang mendukung proses produksi bunga Krisan. Dengan penerangan yang cukup, pertumbuhan bunga menjadi lebih optimal,” jelas Usman.

Program EA tidak hanya menyasar petani bunga, tetapi juga peternak dan kelompok usaha lain yang membutuhkan teknologi listrik untuk meningkatkan efisiensi dan hasil produksi.

“Kami ingin menciptakan ekosistem berkelanjutan antara PLN, petani, dan masyarakat sekitar. Dengan listrik, produktivitas naik, ekonomi daerah tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat pun meningkat,” tutup Usman.***(inf)

Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Plt Gubri Sampaikan 3 Teladan Utama

Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Plt Gubri Sampaikan 3 Teladan Utama

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Pahlawan sebagai momentum untuk menyalakan kembali semangat perjuangan para pendahulu bangsa.

Ia menegaskan, perjuangan hari ini bukan lagi di medan perang, melainkan melalui pengabdian, kerja keras, dan dedikasi untuk kemajuan Indonesia.

Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Plt Gubri Sampaikan 3 Teladan Utama

“Di Hari Pahlawan ini, kita peringati dan tentu bangkitkan semangat untuk pembangunan Indonesia, supaya kita bekerja lebih giat lagi,” tegas Plt Gubri pada peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 di halaman Kantor Gubernur, Senin (10/11/2025).

Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Plt Gubri Sampaikan 3 Teladan Utama

Dalam amanatnya, Plt Gubri menyampaikan tiga teladan utama yang harus diterapkan di kehidupan. Pertama, kesabaran dalam berjuang menempuh ilmu dan membangun kebersamaan.

“Kedua, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. Ketiga, pandangan jauh ke depan berjuang untuk generasi penerus, menjadikan perjuangan sebagai ibadah,” terangnya.

Plt Gubri sampaikan, walau perjuangan bukan lagi di medan perang, namun semangat generasi penerus harus tetap sama. Tetap membela yang lemah dan menegakkan keadilan.

“Kita memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dari kemajuan. Semangat inilah yang dihidupkan,” tegasnya.

Ia ingatkan kembali seluruh masyarakat untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan. Karena mereka telah memberi segalanya untuk kemerdekaan Indonesia.

“Sekarang giliran kita untuk menjaga api perjuangan tetap tak pernah padam,” katanya.***(galeri)

Bupati Bengkalis Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

Bupati Bengkalis Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyatakan komitmennya dalam mendukung percepatan serta optimalisasi Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan (KMPDK) sebagai penggerak ekonomi baru masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bengkalis melalui Sekretaris Daerah (Sekda), dr. Ersan Saputra, saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pemetaan Lahan dan Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar di Ruang Rapat Melati, Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman No. 460 Pekanbaru, Senin 10 November 2025.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UKM) Provinsi Riau, Ir. H. M. Taufiq Oesman Hamid, dan turut dihadiri Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Kementerian Koperasi dan UKM, Koko Haryono, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta sejumlah kepala dinas dan pejabat dari kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

Sekda Ersan dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemkab Bengkalis memberikan dukungan penuh terhadap program nasional ini.

“Kami yakin Koperasi Merah Putih merupakan wujud nyata penguatan ekonomi kerakyatan dari desa. Pemerintah Kabupaten Bengkalis siap berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam mempercepat pemetaan lahan serta pengembangan koperasi di tingkat desa dan kelurahan,” ujar Ersan.

Ia juga menambahkan, Pemkab Bengkalis tengah melakukan inventarisasi lahan-lahan potensial untuk mendukung terbentuknya koperasi merah putih yang produktif.

“Kami ingin koperasi desa tidak hanya menjadi wadah formal, tetapi benar-benar menjadi motor ekonomi masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis koperasi merah putih desa dan kelurahan di Bengkalis dapat tumbuh menjadi role model ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kadis Perindagkop dan UKM Provinsi Riau, Taufiq Oesman Hamid, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Penguatan Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Pemerintah menargetkan koperasi merah putih menjadi ujung tombak distribusi ekonomi di tingkat desa, guna memperkuat kedaulatan ekonomi masyarakat dari bawah. Namun, diakui Taufiq, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses, kurangnya kolaborasi antar lembaga, serta belum optimalnya pemetaan dan pemanfaatan lahan untuk pengembangan koperasi.

“Melalui forum ini, kami berharap dapat menyatukan langkah dan mempercepat pembangunan koperasi merah putih yang berdaya saing di seluruh Riau,” ujarnya.

Hingga saat ini, terdapat 1.861 koperasi desa/kelurahan merah putih di Provinsi Riau, dan sekitar 98% telah terdaftar secara digital melalui aplikasi Mikro Side. Namun, baru 5% koperasi yang memiliki pemetaan aset lahan secara lengkap, kendala utamanya adalah biaya pembebasan lahan dan keterbatasan regulasi di daerah.

Selain itu, 209 aset koperasi saat ini tengah dikembangkan untuk memperkuat struktur permodalan serta memperluas akses usaha masyarakat. Program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi lokal, dan membuka peluang pemasaran produk daerah hingga ke tingkat nasional.

Turut mendampingi Sekda Bengkalis dalam kegiatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Andris Wasono, serta Kadis Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten .***(imam/hm)

Sempat DPO, Polda Riau Sita Aset Bandar Narkoba Rp15 Miliar, ada Kapal dan Ruko

Sempat DPO, Polda Riau Sita Aset Bandar Narkoba Rp15 Miliar(foto:hasran/segmennews)

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengamankan Aset bandar narkoba senilai Rp15 miliar lebih.

Wakapolda Riau Brigjen Adrianto Jossy Kusumo, dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Pekanbaru, Selasa (11/10/2025) mengatakan penyitaan aset senilai total Rp 15.264.376.996 disita dari tindak pidana narkoba dengan tersangka MR alias Abeng.

MR sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah kaki tangannya berinisial H alias Asen di Jalan Perniagaan No. 348, Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau pada Jumat (25/7/25) lalu.

Dari tangan Asen diamankan sabu seberat 40,05 gram, 57,5 butir pil ekstasi, dan 220 butir pil happy five yang disimpan di lemari pakaian.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa barang bukti tersebut diperoleh Asen dari MR alias Abeng yang sempat melarikan diri.

Alhasil Abeng berhasil diamankan di sebuah rumah di Jalan Perniagaan, Kecamatan Bangko, Rokan Hilir, pada 30/10/25) sekitar pukul 19.30 WIB.

Abeng mengaku telah lima kali bertransaksi narkotika dengan Asen alias sejak Maret hingga Juli 2025.

Hasil penyelidikan, dan penelusuran aset-aset Abeng dari hasil kejahatan narkotika. Diketahui Tersangka Abeng menggunakan rekening atas nama istrinya sebagai rekening penampungan.

Uang hasil narkoba itu diduga kuat digunakan untuk membeli sejumlah aset, pembayaran ruko di Tanjung Balai senilai Rp 550 juta, uang tunai Rp 11,34 miliar, beberapa surat berharga dan tiga bidang tanah seluas total enam hektare.

Aset lainnya satu kapal laut, satu ruko dua lantai, dua bidang tanah di Kota Pekanbaru dan Sumatera Utara, sebidang kebun sawit seluas 2.560 meter persegi, serta dua unit mobil jenis Toyota Fortuner dan Toyota Rush.

Total nilai aset yang telah disita dan masih dalam proses pendalaman diperkirakan mencapai Rp15,26 miliar.

Tersangka kini diamankan di Mapolda Riau. Mereka dijerat dengan Pasal 114 dan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.***(ran)

Pj Sekdako Pekanbaru Geram Praktek Pungli Retribusi Sampah Marak

Int

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Zulhelmi Arifin, menyoroti ulah oknum tidak bertanggung jawab yang memungut retribusi pengangkutan sampah kepada pelaku usaha. Mereka memungut dengan mengaku sebagai petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru.

Praktek oleh oknum tidak bertanggung jawab ini sudah masuk kategori pungutan liar atau pungli. Zulhelmi mengaku geram dengan ulah oknum tersebut.

Tim Pengawasan Daerah yang dulunya bernama Tim Saber Pungli siap mengambil tindakan. Aparat gabungan ini bakal menindak pelaku pungli sehingga bisa menyeretnya ke penjara.

Keberadaan oknum ini sudah sangat meresahkan banyak pihak. Mereka menyasar para pelaku usaha dengan modus mengaku sebagai petugas retribusi DLHK Kota Pekanbaru.

“Petugas DLHK tidak pernah mengambil uang retribusi, mereka ambil QRIS atau transfer, tidak ada pembayaran cash, kalau ada itu pungli,” tegasnya.

Dirinya menegaskan bahwa semua pihak bakal mengawasi proses pungutan retribusi pengangkutan sampah. Ia tidak ingin ada praktek pungli serupa masih terjadi sehingga merugikan banyak pihak.

“Parahnya ada pelaku usaha mengaku sudah bayar setahun, padahal tidak ada pembayaran retribusi seperti itu,” paparnya, sebagaimana dilansir pekanbaru.go.id.

Zulhelmi menjelaskan bahwa Tim Pengawasan Daerah ini berisikan petugas dari Inspektorat Kota Pekanbaru, Satreskrim Polresta Pekanbaru dan Seksi Pidana Umum Kejari Pekanbaru. Mereka siap turun ke lapangan setelah mendapat laporan adanya praktek pungli retribusi pengangkutan sampah.

Sementara itu, Plt Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra menegaskan bahwa maraknya praktek pungli membuat pelaku usaha enggan bergabung dengan pengangkutan Lembaga Pengelola Sampah (LPS). Padahal ada 32 ruas jalan yang pengangkutan sampahnya dibantu tim DLHK Kota Pekanbaru.

Reza menegaskan bahwa petugas dari LPS tidak pernah memungut retribusi secara tunai. Mereka hanya melayani proses pembayaran non tunai dari pelaku usaha.***(dkm)

Siap Melaju ke Nasional, Tiga Siswi Bengkalis Raih Juara di FTBI Riau 2025

Bengkalis(SegmenNews.com)- Dunia pendidikan Kabupaten Bengkalis kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat Provinsi Riau. Tiga siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbaik Bengkalis berhasil memborong gelar juara pada ajang bergengsi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) se-Provinsi Riau Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau.

Ketiga srikandi muda tersebut adalah Syafira Rashikah (SMPN 1 Bengkalis), Pemenang 1 Lomba Menulis & Membaca Puisi Bahasa Melayu. Hayatul Husna Ramadhani (SMPN 2 Bantan), Pemenang 1 Lomba Mendongeng Bahasa Melayu. Dan, Resti Nadira Aryani (SMPN 3 Bantan), Pemenang 1 Lomba Menulis Cerpen Bahasa Melayu.

Kompetisi yang berlangsung pada Minggu hingga Senin, 9–10 November 2025 di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, ini merupakan bagian penting dari upaya dalam Revitalisasi Bahasa Melayu Riau.

Kegiatan ini didahului dengan pelatihan intensif bagi kepala sekolah dan guru SD serta SMP, yang bertujuan untuk memperkuat akar budaya dan bahasa daerah di kalangan peserta didik.

Dalam lomba tersebut, para peserta dari berbagai kabupaten/kota di Riau menampilkan bakat dan kemampuan terbaik mereka dalam berbahasa Melayu.

Delegasi Kabupaten Bengkalis yang didampingi oleh Kasi Pembinaan Karakter SMP, Musa Ismail, M.Pd, serta Guru Pendamping, tampil penuh percaya diri dan sukses mengharumkan nama daerah.

Atas raihan prestasi gemilang ini, ketiga siswi juara 1 dari Kabupaten Bengkalis tersebut dipastikan akan melaju dan mewakili Provinsi Riau di Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Nasional.

“Prestasi ini adalah bukti nyata keberhasilan program revitalisasi bahasa daerah di Bengkalis. Kami sangat bangga dan berharap mereka dapat kembali meraih hasil maksimal di tingkat Nasional,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, ST., M.Si.

Disamping itu, atas Komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam melestarikan bahasa ibu juga mendapat apresiasi khusus.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, ST, M.Si, turut menerima penghargaan dari Balai Bahasa Riau bersama 7 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota lainnya karena telah berperan aktif dan keikutsertaan dalam menyukseskan Festival Tunas Bahasa Ibu 2025.

“Tentu kita sangat mengucapkan terima kasih kepada Balai Bahasa Riau, yang telah memberikan penghargaan kepada Kabupaten Bengkalis. Di bawah kepemimpinan Ibu Bupati Bengkalis Kasmarni dan Wabup H Bagus Santoso, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Disdik Bengkalis, tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru baik di tingkat SD maupun SMP yang terus memberikan muatan-muatan pendidikan kepada peserta didik sesuai dengan program kurikulum yang ada saat ini dengan sangat baik. Semoga dunia pendidikan di Kabupaten Bengkalis khususnya, dapat mempercepat terwujudnya Visi Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju dan Sejahtera, serta Unggul di Indonesia,” pungkas Kepala Disdik Bengkalis.***(imam/hm)

DPRD Riau Rapat Bahas PI 10 Persen Bersama PT.PHR

Oplus_131072

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Komisi III DPRD Provinsi Riau menggelar rapat kerja bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Senin. Rapat yang digelar di Ruang Rapat Komisi III DPRD Provinsi Riau ini untuk membahas potensi pendapatan daerah serta Participating Interest (PI) 10 persen.

Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Edi Basri didampingi anggota Komisi III, Abdullah, Imustiar, dan Sofyan. Turut hadir dalam rapat ini, General Manager PT PHR, Erwin Sianturi, beserta jajaran manajemen perusahaan.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Edi Basri mengatakan, pertemuan ini penting sebagai sarana menyampaikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait kondisi aktual yang tengah dihadapi PT PHR. Hal ini supaya dewan bisa menjelaskan kepada masyarakat kondisi yang sebenarnya.

Dalam pemaparan PT PHR dijelaskan, bahwa investasi yang dilakukan perusahaan berpengaruh langsung terhadap arus kas (cashflow). Adapun komposisi bagi hasil saat ini adalah 64 persen untuk PHR dan 36 persen untuk pemerintah, sesuai dengan ketentuan peraturan menteri. Sepanjang periode Januari hingga September 2025, porsi 36 persen tersebut telah disalurkan ke kas negara.

Sementara itu, General Manager PT PHR, Erwin Sianturi menyampaikan, bahwa perusahaan menghadapi beban pajak yang cukup besar dan berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau untuk meringankan beban operasional.

”Kita sangat bergantung pada pajak dan investasi. Banyak pajak yang harus ditanggung. Semoga ada keringanan untuk mengurangi beban operasi kita, karena besaran pajaknya sangat signifikan,” kata Erwin.

Komisi III DPRD Provinsi Riau mendorong PT PHR agar memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi, BUMD), serta SKK Migas dalam rangka optimalisasi pengelolaan wilayah kerja.

”Hari ini kita boleh negatif, tapi besok harus untung besar. Dalam pandangan umum, sulit dipahami apabila perusahaan sebesar PHR berada pada posisi minus,” tegas Edi Basri. (Adv)

Bapemperda DPRD Provinsi Riau Matangkan Data RTRW

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Riau menggelar rapat pembahasan finalisasi data Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebelum dilakukan konsultasi resmi ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senin (10/11/2025).

Pertemuan ini menitikberatkan pada harmonisasi data, penyelarasan substansi, serta penegasan batas kawasan hutan yang menjadi bagian strategis dalam penetapan tata ruang berbasis regulasi nasional maupun daerah.Ketua Bapemperda DPRD Riau, Sunaryo menekankan pentingnya ketepatan data agar tidak menimbulkan persoalan saat konsultasi ke pemerintah pusat.“Hari ini kita fokus pada persiapan konsultasi ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Semua data harus selesai dan seragam agar tidak ada lagi ketidaksesuaian saat sampai di tingkat pusat,” ujarnya.Anggota Bapemperda, Edi Basri menambahkan, sinkronisasi antara verifikasi teknis dan kondisi lapangan mutlak diperlukan agar tidak memunculkan tumpang tindih aturan.“Data yang kita bawa harus benar-benar valid. Jangan sampai terjadi perbedaan persepsi antara provinsi dan kabupaten/kota, atau bahkan ada regulasi yang saling bertentangan,” tegasnya.Dari Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Arif Budiman memaparkan kompilasi usulan kawasan hutan, termasuk peta pelepasan kawasan yang telah disusun tim teknis.

Namun, Anggota Bapemperda Ginda Burnama menyoroti adanya ketidaksinkronan signifikan antara data usulan Kota Pekanbaru dan data provinsi.

“Terdapat perbedaan yang cukup jauh. Pekanbaru hanya mengusulkan 46 hektare, sementara dari provinsi lebih dari 2.000 hektare. Ini harus dikoordinasikan kembali agar tidak menimbulkan tumpang tindih,” jelasnya.Rapat berlangsung dinamis dengan masukan dari berbagai anggota dan instansi teknis. Seluruh peserta sepakat bahwa penyeragaman dokumen dan pemutakhiran data menjadi syarat utama sebelum bertolak ke KLHK.

Menutup rapat, Sunaryo kembali menegaskan komitmen untuk menyempurnakan dokumen RTRW secara menyeluruh.

“Kita ingin ketika sampai ke Kementerian Kehutanan, seluruh dokumen sudah benar-benar siap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya.(Galeri)

Plt Gubri SF Hariyanto Pasikan Assesmen Jabatan PTP Bejalan Seuai Aturan

Plt Gubri SF Hariyanto pimpin upacara

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, memastikan pelaksanaan asesmen jabatan Pejabat Tinggi Pratama (PTP) dilingkungan Pemprov Riau tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku. Hari ini, Senin (10/11), seluruh peserta yang dinyatakan memenuhi syarat kelulusan tes pertama, memasuki seleksi tahap kedua atau tes kompetensi dan penulisan makalah oleh tim Panitia seleksi.

“Asesmen tetap kita jalankan inikan ada biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah tetap dilaksanakan. Siapapun gubernurnya tetap dilaksanakan,” ujar Plt Gubri SF Hariyanto, usai menjadi inspektur upacara peringatan hari Pahlawan di Kantor Gubernur Riau.

Selain melanjutkan proses asesmen terhadap 168 peserta seleksi kompetensi bidang atau penulisan makalah, pada tanggal 10-14 November. SF Hariyanto juga telah menunjuk Pelaksana tugas (Plt) untuk 10 jabatan kepala OPD yang kosong. Penunjukan Plt ini disesuaikan dengan kompetensi ataupun kinerja yang telah dijalani oleh Plt.

“Kemarin itu ada beberapa OPD yang ditunjuk Plt, ini kan hanya dua bulan. Jadi perdua bulan dan ada yang kosong kita isi. Dan intinya kita memilih yang untuk sebaiknya biarlah Sekretatis tidak mengambil dari kadis yang lain biarlah sekretarisnya, kan cuma dua bulan,” jelas SF Hariyanto.

Sementara itu, terkait dengan masih adanya dua jabatan yang kosong yakni Kepala Dinas PUPR PKPP yang kepala dinasnya di tahan okeh KPKP karena kasus OTT, serta kepala Inspektorat yang di demosi ke eselon III, SF Hariyanto menyampaikan segera akan dibuka proses assementnya. Namun tidak untuk tahun ini tapi di tahun 2026.

“Yah itu kita buka, Insya Allah tetap dilaksanakan tahun depan, ini waktunya pendek anggaran terbatas dan waktu pun terbatas, 2026 kita buka awal,” kata SF Hariyanto.

Untuk diketahui saat ini dari proses asesmen, terdapat sebanyak 168 peserta yang lulus seleksi administrasi asesmen 20 JPTP Pemprov Riau, dan seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat. Seluruh peserta juga telah mengikuti seleksi kompetensi manajerial dan sosial. Setelah diumumkan memenuhi syarat peserta yang menjalani seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural.

Berikut 20 OPD dilingkungan Pemprov yang dibuka, Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik. Lalu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu,Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kemudian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pendapatan Daerah, Badan Kepegawaian Daerah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah.

Selanjutnya, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah, Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, dna Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad.***(adv)

Sekdaprov Riau dan Forkopimda Tabur Bunga

Sekdaprov Riau dan Forkopimda Tabur Bunga

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Dalam memperingati hari Pahlawan Nasional tahun 2025, Pemprov Riau diwakili Sekdaprov Riau Syahrial Abdi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau melaksanakan upacara dan tabur bunga di TMP Kusuma Dharma, Senin (10/11/2025) pagi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Sekdaprov Riau Syahrial Abdi bertindak sebagai Inspektur Upacara. Upacara diawali dengan penghormatan kepada para pahlawan, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, dan peletakan karangan bunga.

Usai upacara, seluruh peserta, termasuk Sekdaprov Riau Syahrial Abdi, beserta Forkopimda Riau, berziarah ke makam-makam para pahlawan. Dengan penuh takzim, mereka menaburkan bunga di atas pusara para pahlawan sebagai simbol penghormatan terakhir.

Sekdaprov Riau Syahrial Abdi mengatakan bahwasanya pahlawan memiliki artinya luas.  Pahlawan merupakan orang yang sudah memperjuangkan atas berdirinya republik Indonesia ini, terlepas dari penjajahan yang telah terjadi.

“Akan tetapi, tadi dalam pidato upacara peringatan di Kantor Gubernur, pahlawan kita ingin kemerdekaan. Bahkan tadi ada kata-kata ‘Jangan bermimpi untuk hidup tenang, kalau kita belum merdeka’. Nah merdeka inikan luas maknanya hari ini, jika dulu itu perjuangan tapi hari ini adalah semangat kita untuk terus bergerak dan membangun bangsa ini,” kata Syahrial Abdi.

Menurutnya, siapapun pada hari ini bisa menjadi pahlawan, dalam artian semua yang telah di perjuangkan untuk negara itu sesungguhnya adalah bagian dari jiwa pahlawan.

“Baik untuk Gen Z hari ini, generasi milenial maupun orang-orang yang berkhidmat di pemerintahan, orang-orang yang berkhidmat sebagai abdi negara, para siswa yang belajar hari ini menempuh pendidikan suatu saat pasti punya cita-cita untuk memajukan bangsa, hal ini memperlihatkan kita akan makna lebih luas siapa itu pahlawan,” ungkapnya.

Ia mengaku bahwa Pemprov Riau sangat menghargai pahlawan, di Riau ini memiliki beberapa pahlawan yang diakui secara nasional yaitu Sultan Syarif Kasim, Tuanku Tambusai juga ada yang sedang diusulkan Mahmud Marzuki.

“Bahkan ada lagi beberapa tokoh seperti M Yamin juga dalam proses pengusulan sebagai pahlawan nasional. Mudah-mudahan ini bisa kita perjuangkan,” terang Syahrial Abdi.

“Pengusulan Pahlawan Nasional Mahmud Marzuki saat ini sudah dua tahun proses, untuk di provinsi sendiri prinsipnya sudah di setujui dan sudah diusulkan secara nasional. Tinggal nunggu instruksi dari pusat apa yang harus dipenuhi, bisa di cross chek lagi jika ada diperlukan dan kita siap untuk itu,” ujarnya.

Dengan diselenggarakannya upacara dan tabur bunga ini, diharapkan semangat juang para pahlawan dapat terus hidup di hati setiap individu, sehingga bangsa Indonesia dapat terus maju dan berkembang.***(mr)