Beranda blog Halaman 46

Kolaborasi PLN – KAI, Siap Elektrifikasi Jalur Kereta Indonesia

Kolaborasi PLN – KAI, Siap Elektrifikasi Jalur Kereta Indonesia

Jakarta(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) berkomitmen untuk mendukung terciptanya transportasi publik rendah emisi sekaligus efisiensi energi di Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan _Memorandum of Understanding_ (MoU) tentang Rencana Kerja Sama Elektrifikasi Jalur Kereta Api bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi di Jakarta Railway Center pada Senin (20/10). Melalui MoU tersebut, PLN dan KAI akan membentuk tim kerja bersama untuk menyusun kajian teknis, finansial, dan operasional termasuk pemetaan jalur prioritas elektrifikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi mengapresiasi inisiatif kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mewujudkan ketahanan energi nasional dan transportasi publik rendah karbon. Melalui elektrifikasi ini, tentunya akan menciptakan sistem transportasi publik yang semakin modern, aman, dan ramah lingkungan.

“Apa yang kita lakukan salah satunya adalah mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ke depannya kereta api sudah tidak perlu lagi menggunakan solar, bahan baku fosil sehingga ketergantungan kita akan impor bahan bakar minyak menjadi berkurang ataupun tidak sama sekali khususnya untuk kereta api,” ujar Dudy.

Dudy mengatakan, elektrifikasi jalur kereta api tidak hanya menghadirkan fasilitas transportasi massal berbasis energi rendah karbon, tetapi juga mendukung efisiensi negara melalui pengurangan impor bahan bakar fosil. Dirinya berharap nota kesepahaman antara kedua pihak ini dilanjutkan dalam bentuk kerja sama untuk membangun elektrifikasi jalur kereta api di seluruh Indonesia.

“Jadi saya sangat mengapresiasi apa yang menjadi langkah dari PT Kereta Api maupun dari PT PLN yang berinisiatif untuk menyediakan layanan publik yang bersih,” ucapnya.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut kerja sama dengan PLN ini sebagai lompatan besar dalam sejarah perkeretaapian nasional. Ia mengatakan elektrifikasi jalur kereta ini merupakan terobosan pertama yang dilakukan tanpa dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“ini merupakan salah satu _breakthrough_. Pertama kali elektrifikasi dari jalur kereta tidak melibatkan pemerintah. Di mana elektrifikasi jalur kereta ini kita lakukan _business to business_, antara PT Kereta Api dengan PT PLN,” ujar Bobby.

Bobby menjelaskan, melalui kerja sama ini PT KAI dapat memperluas jaringan layanan kereta api berbasis listrik dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk pelanggan.

“Salah satu programnya kita dengan PLN ini adalah melakukan elektrifikasi dari beberapa jalur kereta yang penting. Antara lain, _quick win_ yang akan kita lakukan itu adalah Padalarang-Cicalengka, yaitu sekitar 40 kilometer. Kemudian kita bicara juga Rangkasbitung Area, kita bicara juga yang ke Timur, yang ke arah Cikampek. Kemudian kita bicara juga bagaimana nanti kita melakukan peningkatan elektrifikasi jalur yang ada di Jawa Tengah,” jelas Bobby.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, sebagai _backbone_ ketenagalistrikan nasional, PLN siap mendukung Pemerintah dalam memperkuat infrastruktur transportasi publik yang lebih hijau. Upaya ini sekaligus mendukung dekarbonisasi di sektor transportasi, selaras dengan target _Net Zero Emissions_.

“PLN berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon di sektor transportasi. Melalui kerja sama ini, ke depan kereta api akan menjadi transportasi publik masa depan yang semakin efisien dan ramah lingkungan,” ucapnya.

Darmawan menambahkan, elektrifikasi kereta akan memberikan manfaat strategis dari sisi efisiensi energi dan kemandirian nasional.

“Kalau lokomotifnya diubah menjadi energi listrik, efisiensinya 70 persen lebih murah. Jadi, emisi gas rumah kacanya akan semakin rendah. Dari energi impor menjadi domestik, energi mahal menjadi murah, sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya.***(rl)

Gubri Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025

Jakarta(SegmenNews.com)- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid dianugerahi penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 dari Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), kategori pemerintah daerah.

AKI 2025 yang diberikan kepada Gubri Abdul Wahid itu atas komitmen dan kontribusi Pemprov Riau dalam upaya memajukan kebudayaan di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau.

Penghargaan AKI 2025 tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Syahrial Abdi dalam perhelatan tahunan AKI 2025, yang diselenggarakan di Plasa Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2025) malam.

Selain Pemprov Riau, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi juga diganjar penghargaan yang sama untuk kategori pemerintah daerah kabupaten/kota.

Adapun tema yang diangkat AKI 2025 ini yaitu ‘Merawat Harmoni Budaya, Menginspirasi Dunia’, apresiasi tersebut dipersembahkan oleh Kemenbud kepada para pelaku budaya yang telah menjaga untuk mengembangkan nilai-nilai budaya.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan bahwa penghargaan AKI bertujuan untuk mengapresiasi baik itu lembaga, pemerintah, dan individu yang berjasa dalam pengembangan kebudayaan di Indonesia.

Dia menyebutkan, Indonesia adalah negara megadiversity dan jantung peradaban, sehingga kebudayaan merupakan fondasi yang penting dan bukan hanya sekedar embel-embel.

Untuk itu, dia mengharapkan majunya kebudayaan sebagai mesin penggerak ekonomi, sumber inovasi, dan perekat persatuan bangsa.

Sehingga sektor kebudayaan diproyeksikan menjadi tren dalam pergerakan ekonomi Indonesia melalui cultural economy and cultural industry, atau ekonomi budaya yang berkelanjutan.

“Saya harap dengan adanya Anugerah Kebudayaan Indonesia banyak masyarakat yang semakin peduli dengan budaya. Kita juga ingin pemerintah provinsi/kota juga ikut aktif dalam memajukan budaya masing-masing,” ucapnya.

Diketahui, beberapa daerah lainnya yang menerima AKI 2025 diantaranya Pemerintah Daerah DIY, Pemerintah Daerah Bali, Pemerintah Daerah Jawa Tengah, Pemerintah Daerah Bengkulu, Pemerintah Daerah Jawa Timur.

Selanjutnya, Pemerintah Daerah Jambi, Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, dan terkahir Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong.***(adv)

Sidang Uji Materi UU Pers, PWI Minta MK Pertegas Perlindungan Wartawan

Sidang Uji Materi UU Pers, PWI Minta MK Pertegas Perlindungan Wartawan

Jakarta(SegmenNews.com)- PWI Pusat menegaskan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers bersifat konstitusional dan masih sangat relevan, namun pelaksanaannya perlu diperkuat.

“Agar wartawan benar-benar terlindungi dalam menjalankan profesinya,” ujar Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir.

Hal itu disampaikan Akhmad Munir, saat hadir sebagai pihak terkait dalam sidang lanjutan uji materi Pasal 8 UU Pers di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Sidang ini merupakan kelanjutan dari permohonan yang diajukan oleh Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum), yang menilai bahwa ketentuan Pasal 8 tentang perlindungan hukum bagi wartawan masih multitafsir dan belum memberikan jaminan perlindungan yang memadai.

Dalam keterangannya di hadapan Majelis Hakim, Akhmad Munir menegaskan bahwa Pasal 8 UU Pers sudah memberikan dasar hukum yang jelas bagi perlindungan wartawan, tetapi implementasinya di lapangan belum optimal.

“Pasal 8 Undang-Undang Pers adalah norma fundamental yang harus dipertahankan. Namun pelaksanaannya perlu diperkuat agar wartawan memperoleh perlindungan hukum yang nyata di lapangan,” ujar Munir.

Ia menekankan bahwa perlindungan wartawan harus dimaknai sebagai kewajiban aktif negara, bukan sekadar tanggung jawab moral atau sosial.
Perlindungan itu, kata Munir, meliputi keamanan fisik, keamanan digital, serta perlindungan dari tekanan dan kriminalisasi atas karya jurnalistik yang sah.

“Ketika wartawan menghadapi ancaman atau tekanan, seharusnya ada mekanisme cepat dan jelas antara Dewan Pers, aparat penegak hukum, dan organisasi profesi untuk memberikan perlindungan,” tegasnya.

Tantangan: Lemahnya Koordinasi Antar-Lembaga

Menurut PWI, tantangan terbesar bukan pada teks Pasal 8 UU Pers itu sendiri, melainkan pada lemahnya koordinasi antar-lembaga dalam pelaksanaannya.
PWI menilai perlu adanya mekanisme terpadu antara Dewan Pers, aparat penegak hukum, dan organisasi wartawan agar setiap perkara yang menyangkut kegiatan jurnalistik diselesaikan sesuai Undang-Undang Pers.

Dalam sidang tersebut, PWI Pusat juga menyerahkan keterangan tertulis resmi kepada Mahkamah Konstitusi, yang berisi enam pokok pikiran utama, yakni:

1. Pasal 8 UU Pers harus dipertahankan sebagai norma konstitusional yang menjamin kemerdekaan pers.

2. Perlindungan hukum bagi wartawan adalah kewajiban negara.

3. Perlindungan tidak berarti kekebalan hukum.

4. Koordinasi antar-lembaga perlu diperkuat agar pelaksanaan perlindungan berjalan efektif.

5. Perlindungan hukum harus mencakup aspek digital dan psikologis.

6. Negara wajib memastikan perlindungan wartawan berjalan adil dan berkelanjutan.

Ketua Umum PWI Pusat hadir bersama jajaran pengurus pusat, antara lain:
Anrico Pasaribu (Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum), Edison Siahaan (Ketua Satgas Anti Kekerasan), Baren Antoni Siagian (Komisi Hukum dan HAM), Jimmy Endey (Komisi Kajian dan Litbang), Rinto Hartoyo Agus (Ketua Seksi Hukum PWI Jaya), serta Rizal Afrizal (Komisi Pangan dan Energi).

Kehadiran delegasi lengkap tersebut menunjukkan komitmen PWI untuk memastikan posisi pers nasional tetap terlindungi secara hukum dan etika profesional.

*Komitmen PWI*

Menutup keterangannya, Akhmad Munir menyampaikan bahwa PWI Pusat akan terus memperkuat fungsi advokasi, pendidikan etika jurnalistik, dan pembinaan hukum bagi wartawan di seluruh Indonesia.

“Perlindungan wartawan bukanlah keistimewaan, tetapi mandat konstitusi. Negara harus hadir untuk memastikan kemerdekaan pers berjalan seiring dengan keadilan dan tanggung jawab,” pungkas Munir.

Sidang uji materi Pasal 8 UU Pers ini juga menghadirkan Dewan Pers dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sebagai pihak terkait lainnya.

Mahkamah Konstitusi dijadwalkan akan melanjutkan pemeriksaan perkara pada agenda berikutnya sebelum memasuki tahap pembacaan putusan.***(rl)

Gubernur Riau Evaluasi Pelaksanaan Program MBG di Riau

Gubernur Riau Evaluasi Pelaksanaan Program MBG di Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid bersama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadang Hendrayudha menggelar rapat evaluasi pelaksanaan program prioritas Presiden mengenai makan bergizi gratis (MBG) di Provinsi Riau. Kegiatan di Ruang Melati Kantor Gubernur, Selasa (21/10/2025).

Gubernur Riau, Abdul Wahid dalam pemaparannya menyebutkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan MBG yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda). Satgas tersebut, juga didukung seluruh Sekda kabupaten/kota se-Riau.

Pihaknya juga telah melakukan pengecekan rutin hampir setiap minggu ke sekolah-sekolah dan dapur-dapur penyedia MBG. Saat ini, cakupan MBG di Riau baru mencapai 10% dari jumlah masyarakat sasaran.

“Respon masyarakat sangat baik. Banyak orang tua merasa terbantu karena tidak perlu lagi menyiapkan bekal makan anak,” ujar Wahid.

Namun, pelaksanaan program ini tak lepas dari tantangan. Di awal program, hanya 50% siswa yang mengonsumsi makanan bergizi yang disediakan. Setelah ditelusuri, sebagian besar anak mengeluh soal rasa.

“Saya minta dapur memperbaiki kualitas rasa. Anak-anak boleh menyampaikan keluhan, tapi ditulis saja dan dimasukkan ke dalam tempat makan, tidak perlu diumbar di media sosial,” tegas Wahid.

Program ini, menurut Wahid sangat membantu terutama di daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi.

Masalah lain yang dihadapi, Kata Wahid. Adalah keterbatasan alat pengujian bahan pangan. Pada tahun 2025, hanya tersedia 112 unit rapid test kit (80 untuk pestisida, 32 untuk formalin).

Padahal, setiap Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) wajib menguji minimal lima komoditas pangan segar. Hingga kini, baru 15 SPPG yang menjalani pengujian, tersebar di 12 titik di Pekanbaru dan 3 di Kampar.***(adv)

Tinjau Banjir, Bupati Afni Pastikan Penanganan Cepat dan Tepat

Gasib(SegmenNews.com)-Bupati Siak Afni Zulkifli meninjau langsung banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan dan ratusan pemukiman warga di tiga Kampung Sengkemang, Buatan II dan Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.
Kedatangan Bupati Afni di lokasi banjir di sambut hangat oleh para warga, Afni dan sejumlah pimpinan OPD mulai menyusuri titik banjir di tiga Kampung tersebut, sesekali Afni menyapa dan menyalami warga di pinggir jalan.

Banjir tersebut terjadi, setelah semalam daerah tersebut di guyur hujan serta limpahan air dari anak sungai yang berada di atas menyebabkan air tergenang setinggi di atas lutut orang dewasa.
Afni bilang, ada berapa beberapa faktor mengakibatkan luapan air dibeberapa titik dari tiga kampung itu. Pertama ia melihat Daerah Aliran Sungai (DAS) atau kanal di daerah tersebut sudah beralih fungsi bahkan ada yang buka lahan di sebelah DAS.

“DAS itukan tidak boleh beralih fungsi, ini semua fungsi DAS sudah berbuah. Tadi saya lihat ada berkebun di pinggir DAS. Lalu ketika air dari atas mengalir sementara yang di bawah tidak siap, ini lah jadinya,” ujar Afni di Koto Gasib, Senin (20/10/2025).

Afni mengakui, terlambat dalam mitigasi banjir yang terjadi. Ia tak menyangka debit air datang bersama dengan air pasang menimbulkan bencana terulang.
“Pertama kita harus jujur bahwa mitigasi kita terlambat karena kita tidak menyangka debit air datang bersama dengan air pasang yang luar biasa,” kata Afni

Afni sempat melihat DAS melalui drone di sepanjang DAS sudah banyak di tanami tanaman. Kemudian terjadinya pendangkalan, sehingga ketika skat kanal milik perusahaan dibuka akibatnya terjadi banjir dadakan.
“Tadi kita sudah lihat melalui drone memang disepanjang aliran DAS itu sudah banyak ditanami tanaman yang tidak seharusnya ada disitu,” kata dia.

Afni minta kedepan baik pihak perusahaan, Perangkat Daerah, Camat dan Pemerintah Kampung bisa saling berkoordinasi agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi
“Memang untuk menangani banjir ini harus saling bekerjasama karena buka tutup air pun ada di perusahaan, jadi kedepan penanganan banjir harus pada musim kering atau kemarau,” kata Afni

Afni juga memerintahkan Perangkat Daerah terkait mulai dari pelayanan, BPBD, Satpol termasuk TNI dan Kepolisian bersinergi untuk membantu korban banjir.
“Langkah pendeknya lewat Camat agar sementara masyarakat yang terdampak banjir kita evakuasi diungsikan dahulu. Karena ditakutkan malam nanti terjadi hujan kembali, air semakin tinggi,” pintanya lansir siakkab.go.id .

“Kami minta tim media terus ada, dan satpol jaga rumah warga yang mengungsi tim teknis bekerja secepatnya,” tegasnya.
Dari tiga Kampung Sengkemang, Buantan II, Pangkalan Pisang, dan Rantau Panjang terdapat 213 Kepala Keluarga yang terdampak banjir.***(vil/kmf)

Jelajah Kuliner Wajib di Pantai Selat Baru, Tepian Selat Malaka

Kabupaten Bengkalis, sebuah negeri kepulauan di pesisir Riau, bukan hanya sekadar gugusan pulau dengan pesona bahari yang memukau. Di balik lanskapnya yang indah, tersimpan kekayaan rasa yang otentik dan tak terlupakan.

Sebagai wilayah yang diberkahi hasil laut melimpah, Bengkalis adalah surga bagi para pencinta kuliner, khususnya hidangan masakan hasil olahan laut yang segar.

Aroma gurih dari panggangan ikan, kuah sup yang kaya rempah, hingga panganan lokal yang unik menjadi denyut nadi kehidupan masyarakatnya. Kekayaan kuliner ini dapat dengan mudah ditemukan di berbagai sudut, termasuk di destinasi-destinasi wisata andalannya.

Salah satu tempat terbaik untuk memulai petualangan rasa ini adalah ketika Anda menjejakkan kaki di Pantai Selat Baru, Kecamatan Bantan, sebuah permata pesisir yang tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga pengalaman gastronomi yang mendalam.

Menyapa Malaysia dari Tepian Pasir Putih

Pantai Selat Baru telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi bahari unggulan di Kabupaten Bengkalis. Keistimewaannya tidak hanya terletak pada hamparan pasir putihnya yang landai, tetapi juga pada lokasinya yang strategis, berhadapan langsung dengan Selat Malaka yang sibuk dan Negeri Jiran, Malaysia.

Keunikan pantai ini begitu terasa saat air laut surut. Pengunjung, baik anak-anak maupun dewasa, bisa berjalan hingga puluhan meter ke tengah di atas hamparan pasir yang basah, mencari kerang-kerang kecil, atau sekadar merasakan sensasi alam yang begitu dekat. Pemandangan perahu-perahu nelayan yang menjaring atau melintas di kejauhan menambah nuansa otentik kehidupan pesisir.

Di saat cuaca cerah, sebuah bonus visual menanti: siluet kokoh Gunung Ledang di Malaysia tampak samar di ufuk barat, sebuah pengingat visual betapa dekatnya kita dengan negara tetangga. Pemandangan ini menghadirkan sebuah narasi tersendiri, tentang pertautan budaya, sejarah, dan alam yang menyatu di garis pantai ini.

Deretan Warung Sederhana, Jantung Kuliner Pantai Selat Baru

Saat berkunjung ke Pantai Selat Baru, pengalaman Anda tidak akan lengkap tanpa singgah di deretan warung sederhana yang dikelola oleh warga setempat. Belasan warung ini berjejer rapi di tepi pantai, dibangun semi-permanen dengan sentuhan kayu yang hangat, seolah menyatu dengan alam sekitarnya. Di sinilah jantung kuliner pantai ini berdetak. Para pengunjung dapat memilih tempat duduk yang paling nyaman, lalu memesan hidangan sambil membiarkan mata dimanjakan oleh pemandangan laut lepas yang hanya berjarak beberapa langkah.

Bagi keluarga yang membawa anak-anak, warung-warung ini menjadi pos yang sempurna. Para orang tua bisa menikmati santapan lezat dengan tenang, sembari mengawasi buah hati mereka yang asyik bermain pasir dan berlarian di bibir pantai. Kenyamanan pengunjung juga menjadi prioritas. Bagi yang datang membawa kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tak perlu khawatir. Area parkir telah ditata sedemikian rupa dan selalu diawasi oleh juru parkir, memastikan liburan Anda berjalan aman dan tanpa kendala.

Menu Wajib Coba: Gurihnya Sup Lokan dalam Kuah Rempah yang Hangat

Gurihnya Sup Lokan dalam Kuah Rempah yang Hangat

Di antara sekian banyak menu yang ditawarkan, ada satu hidangan yang wajib Anda coba, sebuah ikon kuliner khas Bengkalis yang begitu melegenda: sup lokan. Lokan adalah sejenis kerang yang banyak ditemukan di ekosistem mangrove, seperti yang tersebar di Kecamatan Bantan. Dagingnya yang tebal, empuk, dan sedikit kenyal memiliki rasa manis alami yang khas. Bahkan, hanya dengan direbus pun, lokan sudah terasa begitu nikmat.

Namun, di tangan para ibu pengelola warung di Pantai Selat Baru, lokan diolah menjadi sup yang luar biasa. Bayangkan semangkuk sup panas mengepul di hadapan Anda. Daging lokan yang kaya protein berpadu dengan kuah bening kekuningan yang segar. Aroma rempah-rempah seperti geprekan jahe, serai wangi, dan irisan daun kunyit langsung menggoda indra penciuman. Saat kuahnya diseruput selagi hangat, rasa gurih kaldu dan kehangatan rempah langsung menyebar di rongga mulut.

Untuk menambah sensasi, hidangan ini biasanya ditemani semangkuk kecil sambal kecap pedas yang dibuat dari cabai rawit segar, bawang, dan perasan jeruk. Kombinasi rasa ini, antara gurih, pedas, dan manis, sungguh sempurna. Kenikmatan ini akan mencapai puncaknya ketika ditemani segelas air kelapa muda segar yang disajikan langsung dari batoknya. Inilah definisi sesungguhnya dari sup lokan Riau.

Lempeng Sagu dan Sambal Teri: Perpaduan Sempurna Rasa Pesisir

Petualangan rasa Anda belum berakhir. Setelah menikmati hidangan utama, saatnya mencicipi camilan khas yang tak kalah menggugah selera, yaitu lempeng sagu. Sebagai salah satu makanan pokok masyarakat Riau sejak zaman dahulu, sagu diolah menjadi berbagai penganan, dan lempeng adalah salah satu yang paling populer.

Bayangkan sebuah penganan hangat, perpaduan sempurna antara tepung sagu dan parutan kelapa segar, yang dimasak di atas wajan dengan api kecil. Memasak lempeng sagu Riau membutuhkan kesabaran; apinya harus dijaga agar tidak terlalu besar supaya matang merata hingga ke dalam tanpa membuatnya gosong di luar. Hasilnya adalah lempeng dengan tekstur yang unik, sedikit kenyal di dalam namun renyah di bagian luarnya, dengan aroma gurih kelapa yang terbakar tipis.

Di warung-warung Pantai Selat Baru, lempeng sagu hangat ini disajikan dengan pendamping yang istimewa: sambal teri dan ikan asin. Cocolan sambal yang pedas gurih berpadu dengan asinnya ikan asin menciptakan kontras rasa yang luar biasa saat bertemu dengan lempeng yang cenderung tawar. Seporsi lempeng sagu yang masih mengepul, dicocol dengan sambal, adalah teman terbaik untuk bersantai sambil menikmati embusan angin laut.

Nikmat Tanpa Menguras Kantong: Pengalaman Berkesan, Harga Terjangkau

Selain dua menu andalan tersebut, warung-warung di sini juga menyajikan berbagai pilihan lain, mulai dari olahan ikan, udang, kepiting, aneka mi dan nasi goreng. Rata-rata, setiap warung memiliki menu yang serupa, memastikan setiap pengunjung mendapatkan cita rasa otentik yang sama. Minuman pun beragam, dari teh hangat hingga aneka jus buah dingin.

Seringkali, ada paradigma bahwa harga makanan di tempat wisata cenderung mahal. Namun, stigma itu terpatahkan di Pantai Selat Baru. Untuk menikmati semangkuk besar sup lokan yang kaya rasa atau seporsi lempeng sagu yang nikmat dan mengenyangkan, Anda hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp30.000 saja. Sebutir kelapa muda segar pun dibanderol sekitar Rp13.000. Harga yang sangat terjangkau untuk sebuah pengalaman kuliner yang tak ternilai.

Jadi, kapan lagi Anda akan merencanakan perjalanan ke Pantai Selat Baru? Datanglah tidak hanya untuk menikmati keindahan alamnya, tetapi juga untuk merayakan kekayaan rasanya. Dengan menikmati hidangan di warung-warung tersebut, Anda tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga turut serta memberdayakan usaha kuliner warga tempatan, menjaga agar denyut ekonomi lokal terus berdetak seirama dengan deburan ombak.***(kmf bengkalis)

Gubri Minta Pansel 20 JPTP Cari Calon Pejabat Kompeten dan Responsip

Gubri Minta Pansel 20 JPTP Cari Calon Pejabat Kompeten dan Responsip

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sebanyak 168 peserta seleksi terbuka (Asesmen) 20 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau eselon II di lingkungan Pemprov Riau mulai menjalani seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural, Senin (20/10/2025). Uji kompetensi dan manajerial sosial kultural tersebut berlangsung enam hari atau sampai 25 Oktober 2025.

Pelaksanaan seleksi sendiri di UPT Penilaian Kompetensi, Badan Kepegawaian Daerah Riau, Jalan Amal Hamzah Pekanbaru.

Terkait proses seleksi, Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid meminta Tim Panitia Seleksi (Pansel) JPTP Pemprov Riau untuk melaksanakan seleksi secara transparan dan terbuka.

“Saya sudah perintahkan ke tim pansel, agar transparan dan kompetensi (kompeten) masing-masing peserta di lihat. Karena kompetensi ini penting dalam rangka menunjang kegiatan di pemerintahan,” pinta Gubri.

Selain itu, Abdul Wahid juga meminta tim pansel untuk mencari calon pejabat eselon II Pemprov Riau yang responsip. “Kemudian kedua responsip, saya juga minta ke pansel cari lah orang-orang yang responsip, sehingga ketika ada masalah cepat ditanggapi. Orang pintar kalau tidak respon juga susah. Jadi dua hal yang saya tekankan, pertama kompetensi dan kedua responsip,” katanya.

Kemudian, Gubri juga minta calon pejabat juga harus memiliki dedikasi tinggi, dan kemampuan kolaborasi dan kerjasama antar instansi pemerintah/lembaga/organisasi.

“Karena kita ini kerja tim, tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Jadi komunikasi antar instansi itu penting bagi saya. Hal-hal ini yang saya pesankan ke tim pansel,” sebutnya.

“Makanya kita buka seleksi seluas-luasnya. Saya sebagai Gubernur tidak ada melarang orang untuk mendaftar dan tidak pula menyuruh. Karena saya tidak mau orang bekerja itu karena disuruh, tapi harus berdasarkan inisiatif mereka,” tutupnya.

Berikut 20 jabatan eselon II di lingkungan Pemprov Riau yang dibuka seleksi terbuka:

1. Dinas Kesehatan Riau

2. Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Riau

3. Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Riau

4. Biro Umum Setdaprov Riau

5. Dinas Pariwisata Riau

6. Badan Pendapatan Belanja Daerah (Bapenda) Riau

7. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Riau

8. Dinas Kelautan dan Perikanan Riau

9. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau

10. Direktur RSUD Arifin Achmad Riau

 

11. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau

12. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau

13. Biro Kesra Setdaprov Riau

14. Biro Perekonomian dan SDA Setdaprov Riau

15. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau

16. Dinas Perkebunan Riau

17. Sekretaris Dewan Riau

18. Dinas Pangan Ketahanan Pangan dan Holtikultura Riau

19. Dinas Kominfotik Riau

20. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Riau (pejabat definitif sakit).***(mr)

Gubri Abdul Wahid Luncurkan Mobil Topling, Upaya Jaga Inflasi Pangan

Gubri Abdul Wahid Luncurkan Mobil Topling, Upaya Jaga Inflasi Pangan

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid kembali meluncurkan terobosan baru dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah. Melalui BUMD Riau, Mobil Topling (Toko Pengendalian Inflasi Pangan Keliling) dihadirkan untuk menjadi inovasi yang dirancang dalam mendistribusikan pangan murah langsung hingga ke pelosok desa.

Dikatakan Gubri Abdul Wahid bahwa Mobil Topling hadir sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi pangan. Mobil ini akan berkeliling ke berbagai wilayah membawa bahan pokok seperti cabai, beras, minyak goreng, dan telur dengan harga di bawah harga pasar.

“Mobil Topling ini kita rancang dalam rangka bisa menjangkau sampai ke desa-desa untuk distribusi pangan murah,” katanya, di Gedung Daerah Pauh Janggi Pekanbaru, Senin (20/10/2025).

Gubri Abdul Wahid Luncurkan Mobil Topling, Upaya Jaga Inflasi Pangan

Dijelaskan, satu diantara penyebab utama inflasi di Riau dalam beberapa bulan terakhir berasal dari kenaikan harga komoditas pangan, terutama cabai. Karena itu, kehadiran Mobil Topling diharapkan bisa membantu masyarakat mendapatkan akses bahan pokok dengan harga terjangkau.

Gubri Abdul Wahid Luncurkan Mobil Topling, Upaya Jaga Inflasi Pangan

“Jadi umpamanya cabai, beras, minyak, telur harganya naik, Topling ini menjual di bawah harga pasar ke setiap daerah,” jelasnya.

Gubri Abdul Wahid Luncurkan Mobil Topling, Upaya Jaga Inflasi Pangan

Diungkapkan, tujuan utama dari program ini adalah menjaga daya beli masyarakat. Ia menambahkan bahwa kestabilan ekonomi daerah sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Kalau daya beli masyarakat terjaga, ekonomi pasti stabil. Contohnya, kalau harga pasar cabai itu Rp75.000, kawan-kawan ini jualnya Rp60.000,” ungkapnya.

Inovasi Mobil Topling dan Toko Topan merupakan bagian dari strategi terintegrasi Pemerintah Provinsi Riau dalam mengendalikan inflasi daerah. Melalui program ini, Pemprov Riau tidak hanya menyalurkan bahan pangan murah, tetapi juga memastikan rantai pasok tetap lancar di tengah tidak stabilnya harga yang sering terjadi menjelang akhir tahun.

Saat ini, telah tersedia dua unit Mobil Topling, masing-masing satu berukuran besar dan satu berukuran kecil. Keduanya akan beroperasi secara bergiliran di berbagai kabupaten dan kota. Selain armada keliling, telah dibuka juga Toko Pengendalian Inflasi Pangan (Topan) yang berlokasi di Jalan Melati, Pekanbaru.

“Saat ini baru dua mobil box, satu yang besar satu yang kecil. Kalau tokonya juga ada, namanya itu Topan lokasi di jalan Melati Pekanbaru,” tuturnya.

Selain peluncuran Mobil Topling, Gubri Abdul Wahid menerangkan bahwa Pemprov Riau juga terus menggelar pasar murah di berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi upaya berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan stok bahan pokok sekaligus menstabilkan harga di pasar jelang akhir tahun.

“Kami juga tetap selalu menggelar pasar murah, ya supaya kita menjaga jangan terlalu inflasinya. Stok cabai untuk sampai akhir tahun insyaallah siap, karena Dinas Tanaman Pangan sudah memberi bibit-bibit cabai kepada masyarakat dan BUMD Riau Pangan Bertuah telah melakukan MoU dengan BUMDes di Kampar agar cabai ini mudah-mudahan tidak kita impor lagi dari daerah tetangga,” pungkasnya.***(Galeri)

Pemkab Permudah Setiap Investasi Masuk ke Siak

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Siak sebagai salah satu kawasan industri cukup potensial di Provinsi Riau.

Kawasan ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir Riau yang mampu membuka lapangan kerja baru serta mampu meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Siak.

Wakil Bupati Siak Syamsurizal saat mendengarkan ekspose rencana bisnis oleh PT Biomass Utama Mandiri Indolestari (BUMI) di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) mengatakan, sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Daerah dalam mempercepat realisasi investasi di kawasan tersebut, mengapresiasi dan mendukung penuh rencana tersebut.

“Kami menyambut baik rencana investasi ini. Kami sudah menunggu cukup lama hadirnya investor yang serius untuk menanamkan modalnya di Kawasan Industri Tanjung Buton. Alhamdulillah, kawasan seluas lebih kurang 3.100 hektare telah kami siapkan untuk mendukung kegiatan investasi di KITB,” ujar Syamsurizal di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (18/10/2025).

Ia berkomitmen akan memfasilitasi seluruh proses investasi dengan cepat, tepat, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Karena keberadaan KITB merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kabupaten Siak untuk membangun kemandirian ekonomi daerah melalui pengembangan sektor industri yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kami berharap ekspose ini, tidak hanya sampai di MoU saja, tapi langsung jadi dan investasi masuk. Kami terus berupaya melengkapi infrastruktur pendukung di KITB serta memberi kemudahan administrasi dan perizinan serta kenyamanan bagi para investor,” kata dia.

Ia menekankan pentingnya setiap investasi yang masuk ke Kabupaten Siak dapat memberikan dampak positif baik ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Ia meminta agar perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses perekrutan.

“Kami menekankan agar setiap perusahaan yang beroperasi di KITB memberi ruang besar bagi putra-putri Siak untuk bekerja dan berkembang. Ini menjadi bentuk nyata kehadiran investasi yang berpihak kepada masyarakat,” ungkapnya.

Direktur PT Biomass Utama Mandiri Indolestari (BUMI) Darwin Handoko tertarik dan berminat berinvestasi di KITB. Ia mengatakan perusahaan nya bergerak di bidang penumpukan dan pergudangan (stockpile) cangkang sawit sebagai energi terbarukan.

Perusahaan ini didirikan dengan tujuan untuk memanfaatkan sumber daya biomassa di Indonesia, khusus nya di Riau menjadi solusi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” Ringkasnya.

Ekspose tersebut, di ikut tim TP2R yang beranggotakan pimpinan perangkat daerah terkait sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat realisasi investasi di kawasan tersebut.**(vil/hm)

Pemkab Bengkalis Apresiasi Dukungan Komdigi dalam Peluncuran Layanan Darurat 112

Pemkab Bengkalis Apresiasi Dukungan Komdigi dalam Peluncuran Layanan Darurat 112

Bengkalis(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis secara resmi meluncurkan Layanan Panggilan Darurat 112 yang didukung penuh oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andris Wasono, mewakili Bupati Bengkalis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan tersebut dalam acara peluncuran yang berlangsung di Aula Lantai IV Kantor Bupati Bengkalis.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Komunikasi dan Digital RI yang telah memfasilitasi dan mendorong terwujudnya layanan darurat 112 di Kabupaten Bengkalis,” ujar Andris.

“Kehadiran layanan ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan responsif, sekaligus mendukung implementasi Smart City serta Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di daerah.” ucapnya.

Andris menjelaskan bahwa Layanan 112 merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan akses darurat terpadu yang mudah diingat, mudah diakses, dan beroperasi selama 24 jam penuh tanpa biaya pulsa.

Layanan ini menjangkau berbagai kondisi kedaruratan, mulai dari kebakaran, kecelakaan, bencana alam, gangguan keamanan, masalah kesehatan, hingga penanganan hewan liar atau orang hilang.

“Dengan layanan ini, kami berharap setiap laporan kedaruratan dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan akurat, sehingga keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat dapat terlindungi,” lanjut Andris.

Andris juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan layanan 112 secara bijak dan bertanggung jawab. Ia menegaskan, layanan ini tidak boleh disalahgunakan untuk membuat laporan palsu atau panggilan iseng (prank call), yang dapat menghambat penanganan darurat yang sesungguhnya.

“Kami bersama pihak kepolisian akan menindak tegas siapa pun yang terbukti menyalahgunakan layanan ini, karena hal tersebut dapat menghambat penanganan darurat dan merugikan masyarakat luas,” tegasnya.

Hadir dalam kegiatan ini, PIC Sistem Komunikasi Nasional Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Indra Siswoyo, Direktur Commercial & ICT PT Jasnita Telekomindo Tbk, Sri Akhadah, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bengkalis Hendrik Finanda Pangaribuan, dan Wakil Ketua III DPRD Bengkalis H. Misno serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab Bengkalis.***(imam/hm)