Gubernur Riau Evaluasi Pelaksanaan Program MBG di Riau
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid bersama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadang Hendrayudha menggelar rapat evaluasi pelaksanaan program prioritas Presiden mengenai makan bergizi gratis (MBG) di Provinsi Riau. Kegiatan di Ruang Melati Kantor Gubernur, Selasa (21/10/2025).
Gubernur Riau, Abdul Wahid dalam pemaparannya menyebutkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan MBG yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda). Satgas tersebut, juga didukung seluruh Sekda kabupaten/kota se-Riau.
Pihaknya juga telah melakukan pengecekan rutin hampir setiap minggu ke sekolah-sekolah dan dapur-dapur penyedia MBG. Saat ini, cakupan MBG di Riau baru mencapai 10% dari jumlah masyarakat sasaran.
“Respon masyarakat sangat baik. Banyak orang tua merasa terbantu karena tidak perlu lagi menyiapkan bekal makan anak,” ujar Wahid.
Namun, pelaksanaan program ini tak lepas dari tantangan. Di awal program, hanya 50% siswa yang mengonsumsi makanan bergizi yang disediakan. Setelah ditelusuri, sebagian besar anak mengeluh soal rasa.
“Saya minta dapur memperbaiki kualitas rasa. Anak-anak boleh menyampaikan keluhan, tapi ditulis saja dan dimasukkan ke dalam tempat makan, tidak perlu diumbar di media sosial,” tegas Wahid.
Program ini, menurut Wahid sangat membantu terutama di daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi.
Masalah lain yang dihadapi, Kata Wahid. Adalah keterbatasan alat pengujian bahan pangan. Pada tahun 2025, hanya tersedia 112 unit rapid test kit (80 untuk pestisida, 32 untuk formalin).
Padahal, setiap Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) wajib menguji minimal lima komoditas pangan segar. Hingga kini, baru 15 SPPG yang menjalani pengujian, tersebar di 12 titik di Pekanbaru dan 3 di Kampar.***(adv)
Gasib(SegmenNews.com)-Bupati Siak Afni Zulkifli meninjau langsung banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan dan ratusan pemukiman warga di tiga Kampung Sengkemang, Buatan II dan Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.
Kedatangan Bupati Afni di lokasi banjir di sambut hangat oleh para warga, Afni dan sejumlah pimpinan OPD mulai menyusuri titik banjir di tiga Kampung tersebut, sesekali Afni menyapa dan menyalami warga di pinggir jalan.
Banjir tersebut terjadi, setelah semalam daerah tersebut di guyur hujan serta limpahan air dari anak sungai yang berada di atas menyebabkan air tergenang setinggi di atas lutut orang dewasa.
Afni bilang, ada berapa beberapa faktor mengakibatkan luapan air dibeberapa titik dari tiga kampung itu. Pertama ia melihat Daerah Aliran Sungai (DAS) atau kanal di daerah tersebut sudah beralih fungsi bahkan ada yang buka lahan di sebelah DAS.
“DAS itukan tidak boleh beralih fungsi, ini semua fungsi DAS sudah berbuah. Tadi saya lihat ada berkebun di pinggir DAS. Lalu ketika air dari atas mengalir sementara yang di bawah tidak siap, ini lah jadinya,” ujar Afni di Koto Gasib, Senin (20/10/2025).
Afni mengakui, terlambat dalam mitigasi banjir yang terjadi. Ia tak menyangka debit air datang bersama dengan air pasang menimbulkan bencana terulang.
“Pertama kita harus jujur bahwa mitigasi kita terlambat karena kita tidak menyangka debit air datang bersama dengan air pasang yang luar biasa,” kata Afni
Afni sempat melihat DAS melalui drone di sepanjang DAS sudah banyak di tanami tanaman. Kemudian terjadinya pendangkalan, sehingga ketika skat kanal milik perusahaan dibuka akibatnya terjadi banjir dadakan.
“Tadi kita sudah lihat melalui drone memang disepanjang aliran DAS itu sudah banyak ditanami tanaman yang tidak seharusnya ada disitu,” kata dia.
Afni minta kedepan baik pihak perusahaan, Perangkat Daerah, Camat dan Pemerintah Kampung bisa saling berkoordinasi agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi
“Memang untuk menangani banjir ini harus saling bekerjasama karena buka tutup air pun ada di perusahaan, jadi kedepan penanganan banjir harus pada musim kering atau kemarau,” kata Afni
Afni juga memerintahkan Perangkat Daerah terkait mulai dari pelayanan, BPBD, Satpol termasuk TNI dan Kepolisian bersinergi untuk membantu korban banjir.
“Langkah pendeknya lewat Camat agar sementara masyarakat yang terdampak banjir kita evakuasi diungsikan dahulu. Karena ditakutkan malam nanti terjadi hujan kembali, air semakin tinggi,” pintanya lansir siakkab.go.id .
“Kami minta tim media terus ada, dan satpol jaga rumah warga yang mengungsi tim teknis bekerja secepatnya,” tegasnya.
Dari tiga Kampung Sengkemang, Buantan II, Pangkalan Pisang, dan Rantau Panjang terdapat 213 Kepala Keluarga yang terdampak banjir.***(vil/kmf)
Kabupaten Bengkalis, sebuah negeri kepulauan di pesisir Riau, bukan hanya sekadar gugusan pulau dengan pesona bahari yang memukau. Di balik lanskapnya yang indah, tersimpan kekayaan rasa yang otentik dan tak terlupakan.
Sebagai wilayah yang diberkahi hasil laut melimpah, Bengkalis adalah surga bagi para pencinta kuliner, khususnya hidangan masakan hasil olahan laut yang segar.
Aroma gurih dari panggangan ikan, kuah sup yang kaya rempah, hingga panganan lokal yang unik menjadi denyut nadi kehidupan masyarakatnya. Kekayaan kuliner ini dapat dengan mudah ditemukan di berbagai sudut, termasuk di destinasi-destinasi wisata andalannya.
Salah satu tempat terbaik untuk memulai petualangan rasa ini adalah ketika Anda menjejakkan kaki di Pantai Selat Baru, Kecamatan Bantan, sebuah permata pesisir yang tidak hanya menawarkan pemandangan, tetapi juga pengalaman gastronomi yang mendalam.
Menyapa Malaysia dari Tepian Pasir Putih
Pantai Selat Baru telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi bahari unggulan di Kabupaten Bengkalis. Keistimewaannya tidak hanya terletak pada hamparan pasir putihnya yang landai, tetapi juga pada lokasinya yang strategis, berhadapan langsung dengan Selat Malaka yang sibuk dan Negeri Jiran, Malaysia.
Keunikan pantai ini begitu terasa saat air laut surut. Pengunjung, baik anak-anak maupun dewasa, bisa berjalan hingga puluhan meter ke tengah di atas hamparan pasir yang basah, mencari kerang-kerang kecil, atau sekadar merasakan sensasi alam yang begitu dekat. Pemandangan perahu-perahu nelayan yang menjaring atau melintas di kejauhan menambah nuansa otentik kehidupan pesisir.
Di saat cuaca cerah, sebuah bonus visual menanti: siluet kokoh Gunung Ledang di Malaysia tampak samar di ufuk barat, sebuah pengingat visual betapa dekatnya kita dengan negara tetangga. Pemandangan ini menghadirkan sebuah narasi tersendiri, tentang pertautan budaya, sejarah, dan alam yang menyatu di garis pantai ini.
Deretan Warung Sederhana, Jantung Kuliner Pantai Selat Baru
Saat berkunjung ke Pantai Selat Baru, pengalaman Anda tidak akan lengkap tanpa singgah di deretan warung sederhana yang dikelola oleh warga setempat. Belasan warung ini berjejer rapi di tepi pantai, dibangun semi-permanen dengan sentuhan kayu yang hangat, seolah menyatu dengan alam sekitarnya. Di sinilah jantung kuliner pantai ini berdetak. Para pengunjung dapat memilih tempat duduk yang paling nyaman, lalu memesan hidangan sambil membiarkan mata dimanjakan oleh pemandangan laut lepas yang hanya berjarak beberapa langkah.
Bagi keluarga yang membawa anak-anak, warung-warung ini menjadi pos yang sempurna. Para orang tua bisa menikmati santapan lezat dengan tenang, sembari mengawasi buah hati mereka yang asyik bermain pasir dan berlarian di bibir pantai. Kenyamanan pengunjung juga menjadi prioritas. Bagi yang datang membawa kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tak perlu khawatir. Area parkir telah ditata sedemikian rupa dan selalu diawasi oleh juru parkir, memastikan liburan Anda berjalan aman dan tanpa kendala.
Menu Wajib Coba: Gurihnya Sup Lokan dalam Kuah Rempah yang Hangat
Gurihnya Sup Lokan dalam Kuah Rempah yang Hangat
Di antara sekian banyak menu yang ditawarkan, ada satu hidangan yang wajib Anda coba, sebuah ikon kuliner khas Bengkalis yang begitu melegenda: sup lokan. Lokan adalah sejenis kerang yang banyak ditemukan di ekosistem mangrove, seperti yang tersebar di Kecamatan Bantan. Dagingnya yang tebal, empuk, dan sedikit kenyal memiliki rasa manis alami yang khas. Bahkan, hanya dengan direbus pun, lokan sudah terasa begitu nikmat.
Namun, di tangan para ibu pengelola warung di Pantai Selat Baru, lokan diolah menjadi sup yang luar biasa. Bayangkan semangkuk sup panas mengepul di hadapan Anda. Daging lokan yang kaya protein berpadu dengan kuah bening kekuningan yang segar. Aroma rempah-rempah seperti geprekan jahe, serai wangi, dan irisan daun kunyit langsung menggoda indra penciuman. Saat kuahnya diseruput selagi hangat, rasa gurih kaldu dan kehangatan rempah langsung menyebar di rongga mulut.
Untuk menambah sensasi, hidangan ini biasanya ditemani semangkuk kecil sambal kecap pedas yang dibuat dari cabai rawit segar, bawang, dan perasan jeruk. Kombinasi rasa ini, antara gurih, pedas, dan manis, sungguh sempurna. Kenikmatan ini akan mencapai puncaknya ketika ditemani segelas air kelapa muda segar yang disajikan langsung dari batoknya. Inilah definisi sesungguhnya dari sup lokan Riau.
Lempeng Sagu dan Sambal Teri: Perpaduan Sempurna Rasa Pesisir
Petualangan rasa Anda belum berakhir. Setelah menikmati hidangan utama, saatnya mencicipi camilan khas yang tak kalah menggugah selera, yaitu lempeng sagu. Sebagai salah satu makanan pokok masyarakat Riau sejak zaman dahulu, sagu diolah menjadi berbagai penganan, dan lempeng adalah salah satu yang paling populer.
Bayangkan sebuah penganan hangat, perpaduan sempurna antara tepung sagu dan parutan kelapa segar, yang dimasak di atas wajan dengan api kecil. Memasak lempeng sagu Riau membutuhkan kesabaran; apinya harus dijaga agar tidak terlalu besar supaya matang merata hingga ke dalam tanpa membuatnya gosong di luar. Hasilnya adalah lempeng dengan tekstur yang unik, sedikit kenyal di dalam namun renyah di bagian luarnya, dengan aroma gurih kelapa yang terbakar tipis.
Di warung-warung Pantai Selat Baru, lempeng sagu hangat ini disajikan dengan pendamping yang istimewa: sambal teri dan ikan asin. Cocolan sambal yang pedas gurih berpadu dengan asinnya ikan asin menciptakan kontras rasa yang luar biasa saat bertemu dengan lempeng yang cenderung tawar. Seporsi lempeng sagu yang masih mengepul, dicocol dengan sambal, adalah teman terbaik untuk bersantai sambil menikmati embusan angin laut.
Nikmat Tanpa Menguras Kantong: Pengalaman Berkesan, Harga Terjangkau
Selain dua menu andalan tersebut, warung-warung di sini juga menyajikan berbagai pilihan lain, mulai dari olahan ikan, udang, kepiting, aneka mi dan nasi goreng. Rata-rata, setiap warung memiliki menu yang serupa, memastikan setiap pengunjung mendapatkan cita rasa otentik yang sama. Minuman pun beragam, dari teh hangat hingga aneka jus buah dingin.
Seringkali, ada paradigma bahwa harga makanan di tempat wisata cenderung mahal. Namun, stigma itu terpatahkan di Pantai Selat Baru. Untuk menikmati semangkuk besar sup lokan yang kaya rasa atau seporsi lempeng sagu yang nikmat dan mengenyangkan, Anda hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp30.000 saja. Sebutir kelapa muda segar pun dibanderol sekitar Rp13.000. Harga yang sangat terjangkau untuk sebuah pengalaman kuliner yang tak ternilai.
Jadi, kapan lagi Anda akan merencanakan perjalanan ke Pantai Selat Baru? Datanglah tidak hanya untuk menikmati keindahan alamnya, tetapi juga untuk merayakan kekayaan rasanya. Dengan menikmati hidangan di warung-warung tersebut, Anda tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga turut serta memberdayakan usaha kuliner warga tempatan, menjaga agar denyut ekonomi lokal terus berdetak seirama dengan deburan ombak.***(kmf bengkalis)
Gubri Minta Pansel 20 JPTP Cari Calon Pejabat Kompeten dan Responsip
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sebanyak 168 peserta seleksi terbuka (Asesmen) 20 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau eselon II di lingkungan Pemprov Riau mulai menjalani seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural, Senin (20/10/2025). Uji kompetensi dan manajerial sosial kultural tersebut berlangsung enam hari atau sampai 25 Oktober 2025.
Pelaksanaan seleksi sendiri di UPT Penilaian Kompetensi, Badan Kepegawaian Daerah Riau, Jalan Amal Hamzah Pekanbaru.
Terkait proses seleksi, Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid meminta Tim Panitia Seleksi (Pansel) JPTP Pemprov Riau untuk melaksanakan seleksi secara transparan dan terbuka.
“Saya sudah perintahkan ke tim pansel, agar transparan dan kompetensi (kompeten) masing-masing peserta di lihat. Karena kompetensi ini penting dalam rangka menunjang kegiatan di pemerintahan,” pinta Gubri.
Selain itu, Abdul Wahid juga meminta tim pansel untuk mencari calon pejabat eselon II Pemprov Riau yang responsip. “Kemudian kedua responsip, saya juga minta ke pansel cari lah orang-orang yang responsip, sehingga ketika ada masalah cepat ditanggapi. Orang pintar kalau tidak respon juga susah. Jadi dua hal yang saya tekankan, pertama kompetensi dan kedua responsip,” katanya.
Kemudian, Gubri juga minta calon pejabat juga harus memiliki dedikasi tinggi, dan kemampuan kolaborasi dan kerjasama antar instansi pemerintah/lembaga/organisasi.
“Karena kita ini kerja tim, tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Jadi komunikasi antar instansi itu penting bagi saya. Hal-hal ini yang saya pesankan ke tim pansel,” sebutnya.
“Makanya kita buka seleksi seluas-luasnya. Saya sebagai Gubernur tidak ada melarang orang untuk mendaftar dan tidak pula menyuruh. Karena saya tidak mau orang bekerja itu karena disuruh, tapi harus berdasarkan inisiatif mereka,” tutupnya.
Berikut 20 jabatan eselon II di lingkungan Pemprov Riau yang dibuka seleksi terbuka:
1. Dinas Kesehatan Riau
2. Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Riau
3. Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Riau
4. Biro Umum Setdaprov Riau
5. Dinas Pariwisata Riau
6. Badan Pendapatan Belanja Daerah (Bapenda) Riau
7. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Riau
8. Dinas Kelautan dan Perikanan Riau
9. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau
10. Direktur RSUD Arifin Achmad Riau
11. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau
12. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau
13. Biro Kesra Setdaprov Riau
14. Biro Perekonomian dan SDA Setdaprov Riau
15. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau
16. Dinas Perkebunan Riau
17. Sekretaris Dewan Riau
18. Dinas Pangan Ketahanan Pangan dan Holtikultura Riau
19. Dinas Kominfotik Riau
20. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Riau (pejabat definitif sakit).***(mr)
Gubri Abdul Wahid Luncurkan Mobil Topling, Upaya Jaga Inflasi Pangan
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid kembali meluncurkan terobosan baru dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah. Melalui BUMD Riau, Mobil Topling (Toko Pengendalian Inflasi Pangan Keliling) dihadirkan untuk menjadi inovasi yang dirancang dalam mendistribusikan pangan murah langsung hingga ke pelosok desa.
Dikatakan Gubri Abdul Wahid bahwa Mobil Topling hadir sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi pangan. Mobil ini akan berkeliling ke berbagai wilayah membawa bahan pokok seperti cabai, beras, minyak goreng, dan telur dengan harga di bawah harga pasar.
“Mobil Topling ini kita rancang dalam rangka bisa menjangkau sampai ke desa-desa untuk distribusi pangan murah,” katanya, di Gedung Daerah Pauh Janggi Pekanbaru, Senin (20/10/2025).
Gubri Abdul Wahid Luncurkan Mobil Topling, Upaya Jaga Inflasi Pangan
Dijelaskan, satu diantara penyebab utama inflasi di Riau dalam beberapa bulan terakhir berasal dari kenaikan harga komoditas pangan, terutama cabai. Karena itu, kehadiran Mobil Topling diharapkan bisa membantu masyarakat mendapatkan akses bahan pokok dengan harga terjangkau.
Gubri Abdul Wahid Luncurkan Mobil Topling, Upaya Jaga Inflasi Pangan
“Jadi umpamanya cabai, beras, minyak, telur harganya naik, Topling ini menjual di bawah harga pasar ke setiap daerah,” jelasnya.
Gubri Abdul Wahid Luncurkan Mobil Topling, Upaya Jaga Inflasi Pangan
Diungkapkan, tujuan utama dari program ini adalah menjaga daya beli masyarakat. Ia menambahkan bahwa kestabilan ekonomi daerah sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Kalau daya beli masyarakat terjaga, ekonomi pasti stabil. Contohnya, kalau harga pasar cabai itu Rp75.000, kawan-kawan ini jualnya Rp60.000,” ungkapnya.
Inovasi Mobil Topling dan Toko Topan merupakan bagian dari strategi terintegrasi Pemerintah Provinsi Riau dalam mengendalikan inflasi daerah. Melalui program ini, Pemprov Riau tidak hanya menyalurkan bahan pangan murah, tetapi juga memastikan rantai pasok tetap lancar di tengah tidak stabilnya harga yang sering terjadi menjelang akhir tahun.
Saat ini, telah tersedia dua unit Mobil Topling, masing-masing satu berukuran besar dan satu berukuran kecil. Keduanya akan beroperasi secara bergiliran di berbagai kabupaten dan kota. Selain armada keliling, telah dibuka juga Toko Pengendalian Inflasi Pangan (Topan) yang berlokasi di Jalan Melati, Pekanbaru.
“Saat ini baru dua mobil box, satu yang besar satu yang kecil. Kalau tokonya juga ada, namanya itu Topan lokasi di jalan Melati Pekanbaru,” tuturnya.
Selain peluncuran Mobil Topling, Gubri Abdul Wahid menerangkan bahwa Pemprov Riau juga terus menggelar pasar murah di berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi upaya berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan stok bahan pokok sekaligus menstabilkan harga di pasar jelang akhir tahun.
“Kami juga tetap selalu menggelar pasar murah, ya supaya kita menjaga jangan terlalu inflasinya. Stok cabai untuk sampai akhir tahun insyaallah siap, karena Dinas Tanaman Pangan sudah memberi bibit-bibit cabai kepada masyarakat dan BUMD Riau Pangan Bertuah telah melakukan MoU dengan BUMDes di Kampar agar cabai ini mudah-mudahan tidak kita impor lagi dari daerah tetangga,” pungkasnya.***(Galeri)
Pekanbaru(SegmenNews.com)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Siak sebagai salah satu kawasan industri cukup potensial di Provinsi Riau.
Kawasan ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir Riau yang mampu membuka lapangan kerja baru serta mampu meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Siak.
Wakil Bupati Siak Syamsurizal saat mendengarkan ekspose rencana bisnis oleh PT Biomass Utama Mandiri Indolestari (BUMI) di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) mengatakan, sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Daerah dalam mempercepat realisasi investasi di kawasan tersebut, mengapresiasi dan mendukung penuh rencana tersebut.
“Kami menyambut baik rencana investasi ini. Kami sudah menunggu cukup lama hadirnya investor yang serius untuk menanamkan modalnya di Kawasan Industri Tanjung Buton. Alhamdulillah, kawasan seluas lebih kurang 3.100 hektare telah kami siapkan untuk mendukung kegiatan investasi di KITB,” ujar Syamsurizal di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (18/10/2025).
Ia berkomitmen akan memfasilitasi seluruh proses investasi dengan cepat, tepat, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Karena keberadaan KITB merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kabupaten Siak untuk membangun kemandirian ekonomi daerah melalui pengembangan sektor industri yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kami berharap ekspose ini, tidak hanya sampai di MoU saja, tapi langsung jadi dan investasi masuk. Kami terus berupaya melengkapi infrastruktur pendukung di KITB serta memberi kemudahan administrasi dan perizinan serta kenyamanan bagi para investor,” kata dia.
Ia menekankan pentingnya setiap investasi yang masuk ke Kabupaten Siak dapat memberikan dampak positif baik ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Ia meminta agar perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses perekrutan.
“Kami menekankan agar setiap perusahaan yang beroperasi di KITB memberi ruang besar bagi putra-putri Siak untuk bekerja dan berkembang. Ini menjadi bentuk nyata kehadiran investasi yang berpihak kepada masyarakat,” ungkapnya.
Direktur PT Biomass Utama Mandiri Indolestari (BUMI) Darwin Handoko tertarik dan berminat berinvestasi di KITB. Ia mengatakan perusahaan nya bergerak di bidang penumpukan dan pergudangan (stockpile) cangkang sawit sebagai energi terbarukan.
Perusahaan ini didirikan dengan tujuan untuk memanfaatkan sumber daya biomassa di Indonesia, khusus nya di Riau menjadi solusi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” Ringkasnya.
Ekspose tersebut, di ikut tim TP2R yang beranggotakan pimpinan perangkat daerah terkait sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat realisasi investasi di kawasan tersebut.**(vil/hm)
Pemkab Bengkalis Apresiasi Dukungan Komdigi dalam Peluncuran Layanan Darurat 112
Bengkalis(SegmenNews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis secara resmi meluncurkan Layanan Panggilan Darurat 112 yang didukung penuh oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Andris Wasono, mewakili Bupati Bengkalis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan tersebut dalam acara peluncuran yang berlangsung di Aula Lantai IV Kantor Bupati Bengkalis.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Komunikasi dan Digital RI yang telah memfasilitasi dan mendorong terwujudnya layanan darurat 112 di Kabupaten Bengkalis,” ujar Andris.
“Kehadiran layanan ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan responsif, sekaligus mendukung implementasi Smart City serta Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di daerah.” ucapnya.
Andris menjelaskan bahwa Layanan 112 merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan akses darurat terpadu yang mudah diingat, mudah diakses, dan beroperasi selama 24 jam penuh tanpa biaya pulsa.
Layanan ini menjangkau berbagai kondisi kedaruratan, mulai dari kebakaran, kecelakaan, bencana alam, gangguan keamanan, masalah kesehatan, hingga penanganan hewan liar atau orang hilang.
“Dengan layanan ini, kami berharap setiap laporan kedaruratan dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan akurat, sehingga keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat dapat terlindungi,” lanjut Andris.
Andris juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan layanan 112 secara bijak dan bertanggung jawab. Ia menegaskan, layanan ini tidak boleh disalahgunakan untuk membuat laporan palsu atau panggilan iseng (prank call), yang dapat menghambat penanganan darurat yang sesungguhnya.
“Kami bersama pihak kepolisian akan menindak tegas siapa pun yang terbukti menyalahgunakan layanan ini, karena hal tersebut dapat menghambat penanganan darurat dan merugikan masyarakat luas,” tegasnya.
Hadir dalam kegiatan ini, PIC Sistem Komunikasi Nasional Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Indra Siswoyo, Direktur Commercial & ICT PT Jasnita Telekomindo Tbk, Sri Akhadah, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bengkalis Hendrik Finanda Pangaribuan, dan Wakil Ketua III DPRD Bengkalis H. Misno serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab Bengkalis.***(imam/hm)
Raih Juara, Gubri Sambut Kafilah Riau Berprestasi Ajang STQH Tingkat Nasional
Pekanbaru(SegmnNews.com)- Suasana hangat dan penuh haru mewarnai penyambutan para juara Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 asal Provinsi Riau yang tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Minggu (19/10/2025). Kedatangan mereka disambut langsung oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Riau.
Para kafilah yang baru saja menorehkan prestasi gemilang di Kendari itu disambut dengan kalungan bunga, tepuk tangan meriah, serta ucapan selamat dari keluarga, pendamping, dan masyarakat. Momen tersebut menjadi wujud kebanggaan sekaligus rasa syukur atas kerja keras para peserta yang telah mengharumkan nama Riau di tingkat nasional.
Tahun ini, tiga peserta asal Riau berhasil meraih predikat Juara 1 Nasional di berbagai cabang lomba STQH, yaitu Muhammad Habibulhaq Al Hanafi (Hafiz 20 Juz). Lalu, Aljuanda Kurniansyah (Hafiz 5 Juz dan Tilawah) dan Mayya Melahine Salsabila (100 Hadis dengan Sanad).
Atas prestasi tersebut, Pemerintah Provinsi Riau memberikan bonus senilai Rp200 juta. Apresiasi ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan perjuangan mereka di ajang tingkat nasional tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Riau Abdul Wahid menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh kafilah Riau. Ia mengaku bangga kepada para juara yang telah membawa nama harum daerah di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, ini adalah buah dari kerja keras, ketekunan, dan doa bersama. Kami sangat bangga, karena prestasi ini menunjukkan bahwa Riau terus menjadi daerah yang kuat dalam pembinaan Alquran,” ujarnya.
Gubri juga menegaskan, bahwa Pemprov Riau berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan Tilawatil Quran, melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di seluruh kabupaten/kota.
“Kita akan terus mendukung penuh kegiatan pembinaan dan pelatihan bagi generasi qurani. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi anak-anak Riau lainnya untuk mencintai Alquran,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LPTQ Provinsi Riau Zulkifli Syukur menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari pembinaan berjenjang dan kerja sama yang solid antara pelatih, pendamping, dan pemerintah daerah.
“Kami bersyukur atas pencapaian luar biasa ini. Hasil yang diraih para kafilah menunjukkan bahwa sistem pembinaan yang dilakukan LPTQ berjalan efektif,” ungkapnya.
“Ia juga menambahkan bahwa bonus dari Pemerintah Provinsi Riau menjadi bentuk penghargaan yang sangat berarti bagi para juara dan pembina.
“Apresiasi ini tentu menjadi motivasi besar bagi mereka untuk terus berprestasi, bukan hanya di lomba, tetapi juga dalam pengamalan Al-Qur’an di kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Salah satu peraih Juara 1 Cabang Hafiz 20 Juz, Muhammad Habibulhaq Al Hanafi, mengungkapkan rasa syukurnya setelah kembali ke tanah kelahiran. Menurutnya, kemenangan ini bukan hanya kebanggaan pribadi.
“Tapi juga untuk Riau. Saya berharap bisa terus menjaga hafalan dan menjadi motivasi bagi teman-teman lain untuk mencintai Alquran,” tutupnya.***(galeri)
Musi Banyuasin(SegmenNews.com)- Pemerintah terus memperluas pemerataan akses listrik PT PLN (Persero) di seluruh pelosok negeri. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.285 desa hingga akhir tahun 2025. Langkah ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat meninjau progres Program Listrik Desa sekaligus penyalaan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (16/10) menegaskan, terang listrik merupakan hak setiap warga negara. Karena itu, Pemerintah bersama PLN berkomitmen memberikan akses listrik merata hingga tahun 2030.
“Target Bapak Presiden Prabowo yang kami terjemahkan dalam arah kebijakan adalah penyelesaian pemerataan listrik di seluruh Indonesia pada 2029–2030,” ujar Bahlil.
Presiden Prabowo menargetkan 5.758 desa dan 4.310 dusun di seluruh Indonesia dapat segera bebas dari kegelapan. Pemerintah memastikan program ini akan terus dikebut agar seluruh rakyat dapat menikmati terang yang sama dan memanfaatkan listrik untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Menurut Bahlil, pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil memang tidak selalu menguntungkan secara bisnis bagi PLN. Namun, ia menegaskan bahwa negara wajib hadir untuk memberikan akses setara bagi seluruh warga.
“Jadi itu (melistriki desa) biayanya cukup tinggi, tapi negara harus hadir untuk memastikan itu (penerangan). Bapak Presiden sangat konsen untuk bagaimana bisa memberikan layanan listrik sebagai bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” paparnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri ESDM, PLN berkomitmen menuntaskan agenda pemerataan listrik hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
“Melalui listrik, perubahan besar dapat terjadi bagi masyarakat, mulai dari peningkatan taraf hidup, pertumbuhan ekonomi desa, hingga pembukaan lapangan kerja baru. PLN siap menjalankan amanat pemerintah untuk menerangi seluruh negeri tanpa terkecuali,” tegas Darmawan.
Darmawan menambahkan, untuk melistriki 1.285 desa di tahun ini, pihaknya akan membangun infrastruktur jaringan tegangan menengah sepanjang 4.770 kilometer sirkuit (kms), 3.265 kms jaringan tegangan rendah, dan 94.040 kilovolt ampere (kVA) gardu distribusi. Melalui upaya tersebut, diharapkan lebih dari 77 ribu keluarga bisa menikmati listrik.
“Ini bukan sekadar angka, tapi kehidupan yang berubah. Anak-anak bisa belajar malam hari, usaha kecil bisa tumbuh, dan desa jadi lebih sejahtera,” ujarnya.
Di Sumatera Selatan sendiri, terdapat 11 desa yang merupakan bagian dari total 1.285 lokasi Program Lisdes Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2025. Dari sebelas desa tersebut, 7 desa di antaranya berada di wilayah Musi Banyuasin, yakni Desa Bandar Jaya, Desa Epil Barat, Desa Kepayang, Desa Mangsang, Desa Muara Merang, Desa Pangkalan Bulian, dan Desa Sako Suban.
Rosidin, Kepala Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Banyuasin, menyampaikan rasa syukur karena penantian panjangnya kini membuahkan hasil. Dusun 4 Sungai Putih akan segera dilistriki lewat Program Lisdes ABT 2025.
“Hampir sekitar 10 tahun warga menunggu. Alhamdulillah, dalam waktu yang dekat ini, jaringan listrik dan sarana penerangan khususnya untuk masyarakat bakal terealisasi. Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo dan Bapak Menteri ESDM atas kerja kerasnya menghadirkan program ini. Listrik ini sangat membantu perekonomian warga dan mendukung anak-anak kami belajar dengan lebih baik,” ucapnya haru.
Hal senada diungkapkan Rohiya, warga Dusun 4 Sungai Putih, yang selama ini harus bergantung pada genset untuk penerangan malam hari dengan biaya hingga Rp25 ribu per malam. Dirinya juga berharap agar seluruh proses yang dikerjakan untuk melistriki desanya dapat segera rampung.
“Biasanya kami _nyalakan_ genset dari jam enam sampai jam sembilan malam, biaya Rp25 ribu semalam. Kalau sedang tak punya uang, ya gelap-gelapan. Semoga semuanya diberi keselamatan dan kelancaran dalam memasang listrik sampai ke desa kami,” ujarnya.***(rl)
Dani Nursalam Pimpin LKP DPW PKB Riau, Abdul Wahid Berpesan Kader Harus Jadi Penjaga Ideologi dan Aspirasi Masyarakat
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid, resmi melantik Dani Nursalam sebagai Ketua Lembaga Kaderisasi Provinsi (LKP) DPW PKB Riau dalam acara Pendidikan Instruktur Kader Loyalis PKB yang digelar di Hotel Arya Duta, Sabtu malam (18/10/2025).
Pelantikan ini menjadi momen strategis bagi PKB Riau dalam memperkuat fondasi kaderisasi partai ke depan. Menurut Wahid keberhasilan sebuah partai tidak hanya diukur dari perolehan suara atau jabatan politik, tetapi dari kemampuannya mencetak kader-kader yang ideologis dan dekat dengan rakyat.
“Saya bangga melihat perjalanan PKB Riau, bagaimana partai ini telah melahirkan banyak kader yang kini mengemban amanah di berbagai tingkatan, dari gubernur hingga bupati. Ini bukan semata-mata keberhasilan politik, tapi keberhasilan kaderisasi,” ujar Wahid.
Lanjut Wahid, kader PKB harus memahami tiga fungsi utama: melaksanakan ideologi partai, menyambung aspirasi rakyat, dan membangun regenerasi melalui rekrutmen kader baru.
“Fungsi kader itu bukan sekadar pelaksana agenda. Mereka adalah penjaga ideologi partai, penyambung suara rakyat, dan agen perubahan. Karena itu, proses kaderisasi harus menjadi ruang yang hidup, bukan formalitas,” tegasnya.
Di hadapan para kader PKB dan pengurus yang dilantik, Wahid juga menggarisbawahi pentingnya keikhlasan dalam berpolitik. Menurutnya, nilai ini menjadi dasar bagi gerak langkah politik yang diridhai dan diterima oleh masyarakat.
“Keikhlasan itu penting. Politik bukan hanya soal strategi, tapi juga soal ruh. Ketika kita ikhlas, maka langkah kita akan bernilai dan mendapat tempat, tidak hanya di ruang kekuasaan, tapi juga di hati rakyat,” katanya.
Wahid menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Dani Nursalam sebagai Ketua LKP yang baru. Ia menilai semangat kader muda yang ditunjukkan malam itu merupakan sinyal kuat lahirnya gelombang baru perjuangan di tubuh PKB Riau.
> “Saya optimis, di bawah kepemimpinan Dani, akan lahir banyak kader baru yang militan, ideologis, dan siap membesarkan partai. Tapi ingat, partai ini besar bukan karena satu-dua orang, melainkan karena kolaborasi dan saling percaya,” pesan Wahid.
Ia juga berharap LKP tidak hanya menjadi lembaga internal partai, tapi juga ruang pembibitan pemimpin masa depan yang lahir dari nilai-nilai perjuangan PKB.
“PKB harus jadi rumah gagasan, bukan sekadar kendaraan politik. Dan LKP harus jadi dapur utama untuk itu,” tutupnya.***(rn)