Beranda blog Halaman 776

Peringatan Dini, Hujan Lebat Disertai Petir Terjadi di Sejumlah Wilayah di Riau

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Sejumlah wilayah di Provinsi Riau berpotensi hujan lebat disertai petir hingga pukul 18:00 WIB bahkan lebih.

Informasi ini disampaikan melalui website resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau, Rabu (01/09/2021).

Disebutkan, potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten yakni: Rokan Hulu (Kec. Tambusai Utara, Kabun)  Kabupaten Rokan Hilir (Kec. Pujud, Bagan Sinembah, Pasir Limau Kapas). Kabupaten Bengkalis (Kec. Pinggir, Bukit Batu), Kab. Siak (Kec. Sungai Mandau, Sungai Apit), Kabupaten Kepulauan Meranti (Kec. Pulau Merbau, Tebing Tinggi Timur, Rangsang).

Sedangkan di Kota Pekanbaru (Kec.

Rumbai Pesisir, Tenayan Raya, Bukit Raya), Kab. Pelalawan (Kec. Teluk Meranti, Pelalawan, Langgam), Kab. Kampar (Kec. Tapung Hilir, Tapung, Bangkinang Seberang, Kampar Timur, Kampar Kiri Hilir, Koto Kampar Hulu).

Menurut BMKG kondisi hujan lebat ini diprakirakan dapat berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.***(BMKG Riau)

PWI Riau Gulirkan Rp100 Juta Dana Ketahanan Pangan untuk Wartawan

Pekanbaru(SegmenNews.com)- PWI Riau menggulirkan dana ketahanan pangan sebanyak Rp100 Juta untuk 13 wartawan anggota PWI, Rabu (1/9/2021). Masing-masing wartawan ada yang menerima Rp5 Juta dan ada juga yang menerima Rp10 Juta.

Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang menjelaskan, program membantu wartawan anggota PWI Riau tersebut merupakan amanah dari PD/PRT PWI, juga merupakan program PWI Riau Peduli dalam upaya membantu ekonomi keluarga wartawan, terutama yang terdampak pandemi Covid-19.

Selain Ketua PWI Riau, hadir dalam penyerahan dana bergulir tersebut Ketua Dewan Penasehat H Helmi Burman, Sekretaris Amril Jambak, Bendahara Oberlin Marbun, Ketua PWI Riau Peduli Edhar Darlis dan sejumlah pengurus PWI Riau.

“Dana Rp100 juta ini berasal dari kas PWI Riau. Silahkan dimanfaatkan untuk menambah dan meningkatkan ekonomi keluarga wartawan di masa pandemi Covid. Tapi kawan-kawan harus ingat, dana ini wajib dikembalikan utuh selambat-lambatnya pada 30 April 2022 atau setelah delapan bulan pemakaian tanpa bunga, tanpa bagi hasil ke PWI Riau,” kata Zulmansyah.

Adapun 13 wartawan penerima dana bergulir PWI Riau memiliki jenis usaha budi daya jahe merah 4 wartawan, budidaya ikan lele 2 wartawan, budidaya lebah madu 1 wartawan, usaha toko pakaian 1 wartawan, usaha perbengkelan 1 wartawan, usaha loundri 1 wartawan dan usaha kuliner 3 wartawan. Selain berdomisili di Pekanbaru, wartawan penerima dana bergulir ada yang berasal dari Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Rokan Hulu.

Rencana awal, dana bergulir akan dibagikan bersempena pada puncak HPN 2021 di Pulau Rupat. Namun karena pada saat itu belum semua proposal wartawan masuk dan belum ada rekomendasi dari mitra konsultan PWI Riau, maka penyerahan dana bergulir akhirnya ditunda.

Dikatakan Zulmansyah, selain 13 wartawan yang sudah diputuskan menerima dana bergulir melalui Rapat Pengurus Harian PWI Riau, masih ada wartawan lain yang mengajukan proposal bantuan tetapi belum bisa diakomodir. “Ada wartawan yang mengajukan usaha dengan modal lebih Rp50 juta. Karena dana PWI Riau terbatas, maka kita pengurus menyampaikan permohonan maaf belum bisa mengakomodirnya,” kata Zulmansyah.

Pada kesempatan itu Ketua Dewan Penasehat PWI Riau H Helmi Burman menyampaikan agar wartawan penerima dana bergulir PWI Riau dapat memanfaatkan sebaik-baiknya sesuai proposal yang diajukan.

“Mudah-mudahan semua diberikan kemudahan dan kelancaran usahanya dan dapat mengembalikan sesuai waktu yang ditentukan. Ingat ya, dana bergulir ini wajib dikembalikan. Jangan ada niat untuk tidak mengembalikan ke organisasi,” tutup Helmi Burman mengingatkan.(rls)

Budayakan Olahraga Ditengah Pandemi

Kota Mojokerto(SegmenNews.com)- Olahraga seakan menjadi kebutuhan khusus bagi masyarakat agar bisa meningkatkan imun tubuh di tengah pandemi saat ini.

Tak hanya masyarakat, olahraga pun juga menjadi kebutuhan bagi seorang
prajurit.

Bahkan, Danrem 082/CPYJ, Kolonel Inf M. Dariyanto kembali
memperkenalkan budaya olahraga, salah satunya gowes di kalangan
masyarakat.

Setidaknya, gowes yang digelar oleh Danrem bersama beberapa pejabat
teras Makorem kali ini menempuh jarak sejauh 20 kilometer.

“Kalau di lingkungan TNI, khususnya Korem ini gowes bukan cuma sekedar peningkat imun tubuh, tapi memperkuat sinergitas dan kebersamaan,” ujarnya. Rabu, 01 September 2021 pagi.

Dirinya beranggapan, kebersamaan dan silaturahmi antar prajurit di
Satuannya, memiliki arti tersendiri. Apalagi, kata Danrem, kebersamaan
sangat berpengaruh pada rutinitas sehari-hari, terlebih pada pelaksanaan
tugas.

“Memang olahraga ini suatu hal yang kecil, tapi sangat berarti dalam
mendukung pelaksanaan tugas di Satuan kami,” bebernya.***(rls/Kapenrem 082/CPYJ, Mayor Caj Supranoto)

GOW Inhil Kunjungi Zulaikah Wardan

GOW Inhil Kunjungi Zulaikah Wardan

Tembilahan(SegmenNews.com)- Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kunjungan silaturahmi ke kediamanan Hj.Zulaikhah Wardan S.Sos,ME yang merupakan ketua umum GOW kabupaten Indragiri Hilir,dirumah dinas bupati Inhil jln kesehatan no.1 Tembilahan, Selasa(31/08/2021).

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua Harian Hj Siti Marwiyah Afrizal dan para pengurus GOW, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana cabang LlV Kodim 0314/lnhil, ketua Bhayangkari Cabang Polres Inhil, pengurus TP-PKK Kab.Inhil serta pengurus Dharma Wanita (DW) Kab.Inhil.

Ketua Umum GOW Kabupaten Indragiri Hilir Hj.Zulaikah Wardan menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Ketua dan pengurus GOW atas kunjungan silaturahmi ini.

“Walaupun pada tahun ini Inhil masih dalam masa pandemi, namun dirinya bersyukur masih dapat bertatap muka dengan para ketua dan pengurus GOW”,ungkap Zulaikah.

Diakhir arahanya Hj.Zulaikah Wardan mengajak para ketua dan pengurus berdoa agar wabah virus corona ini cepat menghilang dari bumi pertiwi ini,sehingga aktivitas-aktivitas GOW tidak lagi dibatasi.***(rn)

Kilas Sejarah Rokan Hulu Sampai Jadi Kabupaten

Rohul(SegmenNews.com)- merupakan wilayah  yang terletak di bagian hulu nya Rokan, menurut riwayat, kata Rokan berasal dari bahasa Arab “rokana” artinya damai atau rukun. Rokan juga di sebut dengan “Rantau Rokan”  atau tempat orang merantau dari Sumatera Barat.

Kata Rokan ini juga di pakai sebagai nama sungai yang membelah  Pulau Sumatera di bagian tengah, menuju utara sumatera (Selat Malaka), sungai ini merupakan sarana transportasi utama untuk menjangkau pusat-pusat perdagangan sampai ke negeri tetangga.

Nama Rokan telah ada sejak  abad ke 13, sebagimana  tercatat dalam buku “Negara Kartagama” Karangan Prapanca, tahun 1364 M syair ke 13, bahwa “Seluruh Pulau Sumatera (melayu) telah menjadi daerah yang berada di bawah kekuasaan Majapahit, meliputi Rakan (Rokan)”.

Rokan pada waktu itu merupakan telah ada kerajaan Rokan Tua, dengan pusat kerajaan berada di Koto Intan.

Rokan juga disebut dalam Kronik Cina, maupun roteiros (buku-buku panduan laut) Portugis (Marguin 1364 M), Selanjutnya kata Rokan terdapat dalam buku Sulalatus Salatin, sebagaimana Muchtar Lutfi Wan Saleh dalam Sejarah Riau, bahwa abad 14-15 Raja Rokan (Rokan IV Koto) berasal dari keturunan Sultan Sidi ( Raja ke V Rokan IV Koto), saudara dari Sultan Sujak dari Sumatera Barat.

Dalam perjalan selanjut nya, Sejak Malaka dikalahkan Portugis, Kerajaan Rokan Tua mengalami kemunduran, karena terus mendapatkan ancaman dari Aru dan Aceh bagian utara.

Menurut sejarah, kehancuran Rokan Tua,  akibat dari serangan Aceh. Namun, ketika Rokan Tua tumbang, muncul kerajaan baru menggantikannya, yaitu Kerajaan Pekaitan dan Batu Hampar di bagian tengah wilayah Rokan,  selanjutnya  setelah Kerajaan Pekaitan dan Batu Hampar lenyap, maka  muncul lah tiga kerajaan di bagian hilir Sungai Rokan (Sekarang Kabupaten Rokan Hilir), yaitu: Kerajaan Kubu dengan ibu negeri Teluk Merbabu; Kerajaan Bangko dengan ibu negeri Bantaian; dan Kerajaan Tanah Putih dengan ibu negeri Tanah Putih. Sementara di bagian hulu (Sekarang Kabupaten Rokan Hulu), muncul pula lima kerajaan yang diperintahkan secara turun-temurun oleh bangsawan raja, yaitu : Kerajaan Tambusai, ibunegerinya Dalu-dalu, Kerajaan Rambah, ibunegerinya Pasir Pengaraian, Kerajaan Kepenuhan, ibunegerinya Koto Tengah, Kerajaan Kunto Darussalam, ibunegerinya Kota Lama, Kerajaan Rokan, ibunegerinya Rokan IV Koto.

Menurut Junaidi Syam abad 17-18 seorang pejuang Rokan,  Sultan Zainal Abidin Syah pernah berusaha menyatukan antara Rokan Hulu dan Rokan Hilir, namun mendapat perlawanan dari Kerajaan Siak atas adu domba penjajah Belanda.

Ahirnya Sultan Zainal abidin Syah di tangkap dan diasingkan ke Madiun Jawa timur (disana terkenal dengan nama Mbah Kobul). Sehingga Rokan bagian hulu dan Rokan bagian hilir tidak dapat di satukan.

Pada masa penjajahan Belanda, Daerah Rokan Hulu terbagi atas dua wilayah,  yaitu wilayah Rokan Kanan yang terdiri dari Kerajaan Tambusai, Kerajaan Rambah dan Kerajaan Kepenuhan dan  wilayah Rokan Kiri yang terdiri dari Kerajaan Rokan IV Koto, Kerajaan Kunto Darussalam serta tanah bulobih (perdagangan) Ujung Batu dan dua kampung dari Kerajaan Siak (Kewalian/Negeri Tandun dan Kewalian/Negeri Kabun).

Sampai pada tahun 1905, kerajaan – kerajaan tersebut diakui oleh Belanda dan menyebut kerajaan – kerajaan tersebut sebagai landscape (suatu daerah tertentu), dimana setiap peraturan yang dibuat kerajaan mendapat pengesahan dari pihak Belanda, selanjutnya bekas kerajaan ini pada zaman Belanda disebut dengan nama “Luhak” bukan lukah, luhak berarti eks kerajaan. (Manuskrip milik perpustakaan Nasional Indonesia dengan nomor cod ML. 100).

Sementara pada masa penjajahan Jepang, luhak ini di pimpin oleh seorang “kuncho” yang diangkat langsung oleh Jepang. Landscape, Luhak atau kuncho ini di abadikan menjadi nama kecamatan setelah Rokan Hulu berdiri sendiri sebagai sebuah kabupaten defenitif. Bahkan keberadaan lima luhak di wilayah Rokan Hulu sudah tetap menjadi ketentuan adat, sekalipun ada perkembangan dan perluasan atau pemekaran wilaya adatnya tetap di dalam wilayah luhak yang lama.

Setelah Indonesia Merdeka, berdasarkan SK Gubernur Militer Sumatera Tengah, Tanggal 9 November 1949, wilayah Rokan Hulu disebut Kewedanaan Pasir Pengaraian yang masuk wilayah Kampar.

Keinginan untuk menjadi sebuah Kabupaten defenitif, telah di mulai oleh masyarakat Rokan Hulu pada tahun 1962, yang di tandai dengan melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) di Pasir Pengaraian, Pertemuan dihadiri oleh petinggi masing masing luhak, dengan rekomendasi agar Eks kewedanaan Pasir Pengaraian ditingkatkan statusnya menjadi daerah tingkat II, namun tidak membuah hasil, 6 tahun kemudian Mubes kembali dilaksanakan  tahun 1968 tapi kabupaten belum juga terwujud. Hampir tiga puluh tahun tepatnya tahun 1997, terbit SK Menteri Dalam Negeri Nomor 821.26.525, tanggal 26 Mei 1997 Pemerintah menetapkan wilayah Rokan Hulu sebagai wilayah kerja Pembantu Bupati Kampar Wilayah I.

Dua tahun kemudian tahun 1999 seiring dengan maraknya gelombang reformasi dan gelombang otonomi daerah, maka para tokoh Rokan Hulu ( Pembantu Bupati Kampar wilayah I) menghendaki pula menjadi kabupaten baru dan terpisah dari kabupaten induk Kabupaten Kampar.

Momen selanjutnya pada tanggal 16 Mei 1999 Panitia pembentukan Kabupaten Rokan Hulu, menyampaikan aspirasi ke DPRD Kabupaten Kampar yang berjumlah 210 orang dari berbagai elemen dan komponen masyarakat.

Aspirasi tersebut disampaikan pula ke Bupati Kampar, DPRD Provinsi Riau sampai kepada Gubernur Riau. Titik terang mulai datang, Gubernur Riau Saleh Djasid mengeluarkan Surat Nomor : 135/TP/1303, tanggal 3 Juni 1999 kepada Bupati Kampar Beng Sabli untuk Pemekaran Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Pelalawan.

Atas dasar surat Gubernur tersebut, maka DPRD Kabupaten Kampar tanggal 8 Juni 1999 mengusulkan ke Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid, tentang persetujuan Kabupaten Kampar untuk di mekarkan (menjadi Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Pelalawan).

Ahirnya lahirlah UU Nomor 53 tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten pelalawan, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kota Batam, tanggal 4 Oktober 1999.

Sehingga Rokan Hulu resmi secara defacto dan deyure menjadi sebuah daerah otonom dengan Ibu Kota Pasir Pengaraian, yang diresmikan bersamaan dengan 7 kabupaten lainnya, tanggal 12 Oktober 1999, oleh Menteri Dalam Negeri Faisal Tanjung.

Setelah Rokan Hulu, terbentuk menjadi sebuah Kabupaten berdiri sendiri,  dalam perjalanan selanjutnya pada UU Nomor 53 tahun 1999, Bahwa Kabupaten Rokan Hulu yang terdiri dari 7 kecamatan, terdapat kata kecuali tiga desa (Desa Tandun, Desa Aliantan dan Desa Kabun) maka dengan perjuangan dan berbagai upaya masyarakat dan pemerintah Kabupaten Rokan Hulu di bawah pimpinan Bupati H. Ramlan Zas, SH, maka Pemerintah Pusat merevisi kata kecuali pada UU No 53 tahun 1999 tersebut dengan UU Nomor 11 tahun 2003 tentang perubahan UU No 53 tahun 1999, yang diperkuat dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi No.010/PUU-1/2004, tanggal 26 Agustus 2004, yang menghilangkan kata kecuali dan menjadikan Desa Tandun, Desa Aliantan dan Desa Kabun (waktu itu disingkat TALIBUN) sebagai bagian dari wilayah Kabupaten Rokan Hulu. Dasar terbentuk nya Kabupaten Rokan Hulu, perubahan terahir dengan Undang-undnag Nomor 34 tahun 2008, tanggal 21 Juli 2008.

Semoga dengan lika liku dan sejarah panjang terbentuk nya kabupaten yang di juluki Negeri Seribu Suluk ini, kedepan dapat pemerintah dan masyarakat nya dapat mewujudkannya sebagai sebuah kabupaten yang bergensi dan membanggakan, sebagaimana peneliti Jerman Max Mozkowski (Yusmar, 2019) menyebutnya sebagai ” Jantungnya Pulau Sumatera). Selamat hari jadi Rokan Hulu ke 21, (12 Oktober 2020). (MCDiskominforohul)

Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Wabup Inhil Lakukan Budidaya Tanam Jagung

Tembilahan (SegmenNews.com)- Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir H.Syamsuddin Uti bersama Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan beserta Undangan lainnya melakukan Budidaya Tanam Jagung yang dilaksanakan di Desa Sialang Panjang Kecamatan Tembilahan Hulu, Selasa (31/8/2021).

Pelaksanaan Budidaya Tanam Jagung manis dikatakan wabup ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam mendukung program ketahanan pangan Nasional dimasa pendemi Covid-19 ini.

Wabup juga mengatakan Di Desa Sialang Panjang Kecamatan Tembilahan Hulu ini perlu diberikan perhatian dalam pertanian. Karena memiliki areal yang luas untuk dilakukan dikembangkan menjadi lahan pertanian. Tetapi hal ini harus juga didukung dengan infrastuktur pendukung lainnya.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan pada hari ini mendapatkan hasil. Mengingat ini salah satu percobaan penanaman jagung di lokasi ini dalam rangka ketahanan pangan dimasa pendemi Covid-19 ini,” ujar wabup.

“Selain jagung, padi juga banyak terdapat di sini. Kedepan kita akan jadikan padi di Sialang Panjang bisa mendistribusikan secara luas,” sambungnya.

Terakhir beliau juga mengharapkan dengan kehadiran produksi lokal berupa beras ini salah satu agenda Program Pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan pangan Nasional.

Pada kesempatan tersebut, Wabup H.Syamsuddin Uti juga mendegarkan lansung apa yang menjadi keluhan dan kendala masyarakat dalam pengembangan wilayah pertanian.***(Prokopim Inhil)

Tekan Emisi, Grup APRIL Gandeng MAB Gunakan Bus Listrik Ramah Lingkungan

Serah terima bus listrik rendah emisi MD 12E NF secara simbolis oleh Founder PT MAB, Jenderal (Purn.) Moeldoko kepada Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper (unit operasi Grup APRIL), Sihol Aritonang, di kantor PT MAB, Selasa (31/08/2021).

Jakarta(SegmenNews.com)- Sebagai upaya menekan emisi di lingkungan perusahaan dan mendukung program pemerintah, Grup APRIL menggandeng PT Mobil Anak Bangsa (MAB) dalam menyediakan dua unit bus listrik (electric bus) untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan.

Serah terima bus listrik rendah emisi tersebut dilakukan secara simbolis dengan penyerahan kunci bus listrik unit MD 12E NF oleh Founder PT MAB, Jenderal (Purn.) Moeldoko kepada Sihol Aritonang, Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper (unit operasi Grup APRIL) di kantor PT MAB, Selasa (31/08/2021).

Sihol mengatakan pembelian bus listrik tersebut ditujukan untuk menunjang kegiatan mobilitas karyawan di pabrik yang berlokasi di Pangkalan Kerinci, Riau sekaligus sejalan dengan komitmen perusahaan dalam visi “APRIL2030” untuk memberikan dampak positif bagi iklim, alam dan masyarakat dalam satu dekade mendatang.

“Adalah sebuah kebanggaan bagi kami bahwa akan segera hadir bus listrik pertama di Provinsi Riau. Pengoperasian bus listrik ini sekaligus mendukung target pemerintah dalam mengurangi emisi di dalam negeri. Apalagi bus listrik ini adalah karya anak bangsa dan akan digunakan untuk kemajuan perusahaan Indonesia,” ujar Sihol, dalam sambutannya.

Seperti diketahui, APRIL merupakan produsen pulp dan kertas berkelanjutan yang berupaya mengoptimalkan pengunaan energi terbarukan dalam kegiatan operasionalnya.

Pembelian bus listrik dari MAB menjadi salah satu upaya APRIL dalam mengurangi pemakaian bahan bakar fosil dalam rangka mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Adapun, bus listrik MD 12-E NF (Normal Floor) berdimensi 12 meter yang segera dioperasikan dilengkapi dengan baterai LifePo berkapasitas 315,85 KWh dan kemampuan charging selama tiga jam. Bus listrik ini bertipe permanent magnet synchronous motor, dengan kecepatan tempuh maksimal 110km/jam.

Founder PT MAB, Moeldoko mengapresiasi visi keberlanjutan Grup APRIL dalam kegiatan operasionalnya, yang sejalan dengan produksi MAB untuk menciptakan kendaraan bertenaga listrik yang lebih ramah lingkungan.

“Dibutuhkan solusi strategis untuk mengatasi permasalahan lingkungan, maka jawaban yg dibutuhkan salah satunya adalah mobil listrik,” ujar Moeldoko dalam sambutannya.

Kedepannya, Moeldoko yang juga Kepala Staf Kepresidenan (KSP) berharap lebih banyak lagi dukungan dari semua pihak untuk berkolaborasi dalam memajukan kendaraan berbasis listrik di Indonesia.

“Saat ini Kementerian Perhubungan memiliki komitmen yang kuat dan telah membuat road-map untuk transisi perubahan mobil konvensional ke mobil listrik. Hal ini merupakan tahapan-tahapan yang pasti, dimana nanti seluruh angkutan akan bergeser. RAPP mengambil posisi terdepan dalam menyikapi road-map ini,” ujarnya.

Sebelum diserahkan secara resmi hari ini, APRIL telah melakukan Factory Acceptance Test untuk memastikan produksi bus listrik MAB tipe MD 12E NF telah sesuai secara kualitas.

Adapun, unit bus listrik MD 12E NF yang diserahkan telah dinyatakan lulus uji berkala oleh Kementerian Perhubungan.

Grup APRIL sendiri telah membangun charging station untuk pengisian daya bus listrik dan akan segera dilakukan uji coba dalam beberapa hari ke depan.

“Pembelian dua unit bus dari RAPP membuktikan kepercayaan yang tinggi dari konsumen atas produk MAB. Kami berharap MAB dapat berkontribusi dan mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi polusi udara,”kata Kelik Irwantono, Presiden Direktur MAB.

Dalam waktu dekat, MAB akan mengembangkan varian unit baru seperti low entry, normal floor, intercity bus dan city bus.***(rls)

Tepat Waktu Sampaikan Hasil Pemeriksaan, Riau Terima Penghargaan

Tepat Waktu Sampaikan Hasil Pemeriksaan, Riau Terima Penghargaan

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menerima penghargaan karena telah tepat waktu dalam menyampaikan hasil pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI Tumpak Haposan Simanjuntak.

“Jadi ada 10 Provinsi yang diberikan penghargaan dari karena semua hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh Irjen Kementrian Dalam Negeri sudah ditindaklanjuti tepat waktu oleh pemerintah Provinsi Riau,” ujar Gubri saat diwawancarai setelah menghadiri acara launching Sinergitas Pengelolaan Bersama MCP dan Rakorwardanas Tahun 2021.

Syamsuar mengatakan bahwa Monitoring Centre For Prevention (MCP) merupakan satu kesatuan yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Kementerian Dalam Negeri.

“Kita sudah melihat launching MCP dan ini merupakan satu kesatuan bersama yang melibatkan KPK, BPKP dan Kementrian Dalam Negeri. Jadi semua hasil dari pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat termasuk juga BPKP akan terkoneksi dengan pihak KPK,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau terkait untuk melakukan gerak cepat dalam menindaklanjuti setiap pertemuan sehingga tidak menjadi permasalahan hukum di kemudian hari.

Selain itu, ia berharap dengan terpilihnya Provinsi Riau sebagai salah satu daerah yang mendapat penghargaan ini dapat memotivasi seluruh pihak agar memberikan hasil yang terbaik.

“Tentunya dengan penghargaan ini dapat memotivasi supaya lebih baik lagi dimasa yang akan datang,” harapnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa dengan adanya konektivas seperti laporan yang disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Tito Kanavian dapat meningkatkan kinerja seluruh Opd terkait.

“Mudah-mudahan dengan adanya konektivitas ini dapat meningkatkan kinerja kita dimasa yang akan datang sehingga sasaran dan target dalam rangka mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMD) itu sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat,” tutupnya.***(mc)

Korem 082/CPYJ Terus Intervensi Capaian Vaksinasi di Tiap Kodim

Kota Mojokerto(SegmenNews.com)- Kepala Seksi Teritorial Korem 082/CPYJ, Mayor Inf Andri Risnawan menyebut jika pihak Korem secara rutin melakukan evaluasi capaian vaksinasi di tiap Kodim yang berada di wilayah territorialnya.

Dijelaskannya, evaluasi itu sengaja dilakukan oleh pihak Korem sebagai
upaya perecpatan serbuan vaksinasi di wilayah teritorial Korem.

“Sesuai arahan, kami juga melakukan langkah relokasi ke setiap kodim sebagai upaya percepatan vaksinasi,” ujarnya. Selasa, 31 Agustus 2021.

Selain percepatan vaksinasi, Mayor Andri menjelaskan jika pihaknya juga
menginstruksikan seluruh Satuan di jajaran Korem, terutama para Babinsa
untuk aktif melakukan tracing sekaligus pemindahan pasien isolasi
mandiri ke tempat isolasi terpusat.

“Sebelumnya ada instruksi dari Komando Atas untuk mempercepat
pemindahan pasien. Itu sudah kita lakukan dan sampai sekarang masih
berjalan,” bebernya.

Selama proses pemindahan itu, pihak Korem mendapat dukungan dari
berbagai pihak, salah satunya tokoh agama dan masyarakat.

Ia menegaskan, adanya dukungan itu seakan menjadi penyemangat bagi pihak Korem untuk terus melakukan upaya pemutusan rantai pandemi.

“Kita semua saling berkoordinasi dan bersinergi dalam rangka pemutusan pandemi,” jelasnya.***(rls/Kapenrem 082/CPYJ, Mayor Caj Supranoto)

Bupati Rohil Kunjungi Desa Terisolir di Tanjung Melawan

Rohil(SegmenNews.com)- Dengan menggunakan sampan boat, Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong berserta wakil bupati H Sulaiman dan rombongan menghadiri acara di sebuah desa terisolir di Kepenghuluan Mesah, Kecamatan Tanah Putih, Tanjung Melawan (TPTM), Selasa (31/8/2021).

Perlu waktu setengah jam diatas boat agar sampai dari pelabuhan Tanah Putih Tanjung Melawan menuju tangkahan ke Dusun Parit Karim Kepenghuluan Mesah.

Selanjutnya, untuk sampai dilokasi acara bupati dan rombongan harus menggunakan kendaraan sepeda motor dengan melewati jalan yang rusak dan berdebu.

Jika musim hujan, masyarakat setempat mengeluhkan kondisi jalan Dusun Parit Karim ini. Sebab jalan ini merupakan akses utama masyarakat untuk mengeluarkan hasil panen kebun mereka dan akses menuju kecamatan.

Hal itu pun menjadi perhatian serius bupati. Dalam sambutannya, bupati mengungkapkan saat dalam perjalanan diatas boat, bupati menyempatkan membuka smartphone nya melihat peta desa itu.

Diungkapkan Afrizal, dusun Parit Karim yang ditinggali ratusan KK ternyata masih dalam kawasan hutan produksi sejauh 16 kilometer. Sehingga masyarakat parit Karim tidak bisa membuat sertifikat tanah maupun sertifikat rumah.

“Kita pemerintah daerah mau membangun infrastruktur jalan pun salah, sebab Pemda tidak boleh bangun jalan dilahan kawasan hutan,” ungkap Afrizal Sintong.

Meski begitu, Afrizal meminta kepada Penghulu dan Camat agar untuk memfasilitasi dan mendata seluruh lahan masyarakat untuk membuat SKT ataupun SKGR agar Pemda Rohil mengajukan ke Program Pora supaya wilayah Rohil yang masuk dalam kawasan hutan bisa dilepaskan.

Mengenai program Sampai Aman, Afrizal memberikan apresiasi kepada Camat TPTM dan Penghulu Mesah yang cepat tanggap menjalankan program 100 hari bupati dan wakil bupati Rohil dalam pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

“Ini terobosan yang sangat luar biasa, masyarakat tinggal di dusun sudah bisa urus KTP, KK dan Akte tidak mesti ke Bagansiapiapi lagi. Nanti segala sesuatu yang kurang mohon koordinasi kan dengan Disdukcapil bagaimana baiknya,” sebut Afrizal.

Camat TPTM Robby Kurniawan mengatakan, disebut dengan nama program Sampan Aman dikarenakan untuk datang ke Dusun Parit Karim harus menggunakan armada sampan baru bisa sampai.

Selain itu, kata Aman untuk menyesuaikan program bupati dan wakil bupati Afrizal-Sulaiman yang mengutamakan perbaikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

“Harapan kita, adanya program ini masyarakat semakin tertib dengan administrasi kependudukan. Ini yang pertama di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, semoga ini bisa jadi contoh bagi Kepenghuluan lain,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, secara simbolis Bupati menyerahkan santunan kepada anak yatim sebanyak 167 orang dan juga menyerahkan bantuan modal usaha kepada 150 orang.***(Chan)