Pelalawan(SegmenNews.com – Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Pangkalan Kerinci melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) partisipatif di aula camat Pangkalan Kerinci, pada Ahad 18 Oktober 2020.
Adapun tujuan rakor pertisipatif pemilu ini agar masyarakat maupun elemen terkait teehindar dari pelanggaran Pemilihan Kepala Dearah (Pilkada) yang sedang berlansung pada tahapan kampanye saat ini di pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan, Desember 2020 mendatang.
“Disatu sisi masyarakat dapat menjadi subjek pelanggaran pemilu, tetapi disisi lainnya masyarakat juga menjadi objek dari pelanggaran itu sendiri,” ungkap Ketua Bawaslu Pelalawan, Mubrur didampingi, Ketua Panwascam Kerinci Dedi Firmansyah.
Maka dari itu menurutnya, dibutuhkan kreatifitas pengawasan, salah satunya dengan peran serta kontribusi masyarakat terkait pengawasan partisipatif, terutama dalam mengawasi Pilkada Kabupaten Pelalawan Tahun 2020 dimasa pandemi Covid-19 saat ini.
“Contoh permasalahan rawan terjadi pada masa pandemi Covid-19 ini, seperti merebaknya pemberian bahan kampanye, kesehatan penyelenggara dan pemilih, berselancar di dunia maya, serta politik uang,” paparnya.
Pengawas pemilu merupakan salah satu faktor penentu maksimal tidaknya menjalankan tugas pengawasan tersebut. Tentunya, tambah Mabrur, dengan diadakan rakor partisipatif bersama elemen masyarakat, semoga memghasilkan pilkada yang jujur, bersih dan demokratis.
“Jadi, bagi masyarakat agar segera melapor kepada Bawaslu beserta jajaran jika ada yang berjalan tidak sesuai prosedur tahapan Pillkada Pelalawan Tahun 2020 ini,” tandasnya, kepada SegmenNews.com.***(R.A)
[VIDEO]
Meranti(SegmenNews.com)- Seorang pemuda yang diketahui bernama Irazi (34) Bin M Nur Warga Gang Pinang Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebingtinggi ditemukan tergeletak tidak bernyawa di lumpur hutan bakau sekira pukul 12: 30 WIB, Minggu (18/10/2020).
Penemuan mayat tersebut tepatnya tidak jauh dari lokasi pembuatan kapal yang bersebelahan dengan Pelabuhan penyeberangan Sedulur Desa Banglas Barat yang menuju ke Desa Lukun.
Orang tua almarhum, M Nur yang akrab disapa Bay yang ditemui di lokasi kejadian menuturkan jika anak keduanya itu biasa bekerja ditempat tersebut.
“Anak saya memang bekerja disitu sebagai penjaga malam di galangan kapal, gajinya Rp600 ribu perbulan. Kalau pada siang hari dia menebang bakau dan pergi ke hutan menggunakan sampan miliknya,” kata M Nur.
Dikatakan saat ditemukan sebelum meninggal, almarhum sempat mengaku kepalanya pusing.
“Tadi sekira jam 11:00 siang dia sempat balik ke rumah mengantar ikan dan dia mengaku kepalanya pusing, lalu dia pergi lagi ke laut untuk memperbaiki sampannya yang bocor,” ujar M Nur sambil menyeka air matanya.
Kapolsek Tebingtinggi, IPTU Aguslan SH saat ditemui di lokasi mengatakan jika mendapatkan informasi penemuan mayat dari warga.
“Saya mendapatkan kabar penemuan mayat itu sekira pukul 12 lewat, dari warga yang berada di lokasi dan diperkuat dengan informasi yang dilaporkan oleh anggota, dan kami langsung bergegas menuju TKP dan lokasi kejadian langsung di police line,” kata IPTU Aguslan.
Saat ini jenazah dibawa ke RSUD ke Kepulauan Meranti untuk dilakukan visum untuk mencari penyebab kematiannya.
“Jenazah kita bawa ke RSUD untuk dilakukan pembersihan jasadnya dan dilakukan visum. Saat ditemukan juga tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuhnya. Setelah dilakukan visum jenazah akan segera dibawa ke rumah duka dan direncanakan akan langsung dimakamkan hari ini,” kata Aguslan.
Sementara itu ketua RT 01 RW 02 Dusun Rintis, Syarif Mol mengatakan jika almarhum dikenal memiliki kepribadian yang baik dan merupakan tulang punggung keluarga bagi ayahnya .
“Almarhum itu biasa kami panggil Ira. Dia merupakan anak yang baik dan menjadi tumpuan bagi keluarganya. Dia menjadi tulang punggung karena didalam rumah, dia tinggal hanya bersama ayahnya dan dia lah yang setiap hari memberikan makan kepada ayahnya karena ibunya sudah lama meninggal dan abangnya sudah menikah dan tinggal dirumah lain,” kata Syarif didampingi Kepala Desa Banglas Barat, Asnawi Nazar.
Syarif menceritakan bahwa yang membuatnya sedih adalah saat almarhum tidak sempat makan masakan yang dia sukai.
“Sebelum pergi ke laut, dia minta kepada Mak saudaranya untuk dimasakkan sagu rendang dengan lauk ikan basah, untuk dia makan siang, namun dia sudah terlanjur pergi dan menyusul ibunya yang meninggal tiga bulan lalu,” ujar Syarif.
Jenazah memiliki karakteristik rambut panjang yang diikat dan memiliki tato dibagian lengannya. Saat ditemukan mulutnya mengeluarkan buih, tidak menggunakan baju, dan hanya menggunakan celana pendek dan sepatu boat.(Ags)
Siak(SegmenNews.com)- Kantor Resort Based Management (RBM) di Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak yang dibangun oleh PT Arara Abadi diresmikan Gubernur Riau, Syamsuar sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kami yang pertama mengurangi kebakaran hutan dan lahan, yang kedua masyarakat bisa diberdayakan agar bisa mengelola lahan,” kata Syamsuar saat peresmian di Kampung Dosan, Kamis (15/10/2020).
Dia menyampaikan apresiasi pihaknya melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau bisa bekerjasama dengan pengelola konsesi dalam hal ini PT Arara Abadi. Dengan adanya resort ini juga bisa menyelesaikan konflik antara masyarakat dan perusahaan selama ini.
Hal itu melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat yang bisa menanam di lahan yang disediakan. Selain tentunya untuk menjaga negeri Kampung Pusako dari karhutla. Ini kata Gubri adalah usulan Pemerintah Provinsi Riau untuk memberdayakan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH).
“Ini baru ada di Riau, kita sudah buat peraturan gubernurnya, peraturan daerahnya belum. Kepada masyarakat silahkan menanam, saya minta jagung lah supaya bisa untuk ketahanan pangan di Riau,” ujarnya.
Pada acara ini diserahterimakan resort tersebut ke Pemprov Riau di bawah pengelolaan Unit Pelaksana Teknis KPH DLHK Provinsi Riau. Bersamaan dengan itu juga diserahkan enam unit sepeda motor beserta perangkat penanggulangan karhutla dan kebun unit desa.
Sementara itu, Direktur PT Arara Abadi, Edi Haris menyampaikan resort ini dibuat sebagai upaya bersama pemerintah daerah untuk mencegah karhutla. Khususnya mendukung apa yang diinisiasi oleh Sekretaris Jendral Kementrian LHK terkait RBM tersebut.(inf Siak)
Siak(SegmenNews.com)- Nyona EL (41) warga jalan Rintis Kelurahan Sungai Apit Kecamatan Sungai Apit Kebupaten Siak, Riau meninggal akibat terpapar virus Corona atau Covid-19.
Ini merupakan kasus pertama untuk Kecamatan Sungai Apit. EL meninggal dan dinyatakan suspect Covid-19 di RSUD Tengku Rafian Siak.
Jenazah EL dimakamkan di TPU Kelurahan Sungai Apit sekitar pukul 10.45 Wib. Saat dilakukan pemakaman, pihak keluarga sempat tidak menerima proses pemakaman dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan dan meminta agar mengantarkan jenazah EL kediamannya terlebih dahulu.
Namun setelah diberikan pengertian, akhirnya keluarga EL menerima atas upaya tim kesehatan melakukan pemakaman sesuai dengan protokok Covid-19 dan tidak diperbolehkan lagi untuk melihat jenazah yang sudah siap untuk dimakamkan.
Selama pemakaman jenazah berlangsung, Rabu (14/10/2020) dikawal dari personil yang tergabung dalam gugus tugas Covid-19 Kecamatan Sungai Apit. Dihadiri pihak keluarga yang menyaksikan dari kejauhan.
Kepala Puskesmas Sungai Apit dr. Adrian Hidayat membenarkan bahwa pasien meninggal dunia akibat virus Covid-19 dan juga akibat gagal jantung.
Pihak Puskesmas Sungai Apit mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan Siak tentang meninggalnya pasien EL karena Covid-19 sekitar pukul 05.15 WIB di RSUD Siak.
“Pengambilan test swab Covid-19 terhadap pasien EL tersebut sudah dilakukan sebanyak 2 kali dengan hasil positif Covid 19,” kata dr. Adrian kepada media.
Kapolsek Sungai Apit AKP Yudha Efiar yang turut hadir juga menyampaikan jenazah telah dimakamkan di TPU Kelurahan Sungai Apit tanpa ada kendala selama proses pemakaman berlangsung.
“Pemakaman jenazah pasien positif Covid-19 selesai pada pukul 11.40 WIB dan berlangsung dalam keadaan dan situasi yang aman dan terkendali,” kata Kapolsek itu.
Untuk diketahui, kasus Covid-19 di Kabupaten Siak sudah mencapai 956 orang positif dikutip dari corona.siakkab.go.id dengan rincian isolasi mandiri 114 orang, dirawat 86 orang, sembuh 736 orang dan meninggal 20 orang(inf Siak)
Kolaborasi RCommunity, PWI Meranti dan Polisi, Kini Rumah Nenek Sutini Tidak Reyot Lagi
Meranti(SegmenNews.com)- Betapa bahagianya Nenek Sukini saat tim Bakti Sosial bedah rumah yang terdiri dari relawan RCommunity, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Meranti dan pihak kepolisian melakukan serah terima rumah barunya, Sabtu (17/10/2020)
Sebelumnya, kondisi rumah milik janda lanjut usia yang sudah tidak mampu bekerja ini sudah sangat memprihatinkan dan tampak reyot. Dinding samping rumah yang terbuat dari papan sudah lapuk, atapnya yang terbuat dari daun rumbia pun sudah tampak bocor.
Di usianya yang hampir menginjak satu abad Nenek Sukini Warga Jalan Inpres,
RT 01 RW 03, Dusun Tenggayun, Desa Tenan, Kecamatan Tebingtinggi Barat
hidup sebatangkara.
Di sebuah gubuk berukuran 3×4 meter, wanita renta itu sudah hampir puluhan tahun hidup sendiri. Diketahui, suaminya sudah lama meninggal, sementara kedua anaknya juga menyusul sang ayah sebelum beranjak dewasa.
Namun di usianya yang sudah tua Nenek Sukini masih terlihat sehat dan mandiri. Dirinya kerap diminta bantuan oleh warga setempat untuk menolong persalinan. Karena dulunya dia memang berprofesi sebagai bidan kampung.
Beruntung, ia memiliki tetangga yang sudah menganggapnya seperti keluarga. Bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ia selalu dibantu oleh tetangganya.
“Kalau untuk makan, kadang ada dari tetangga yang ngasi. Kalau pas tidak ada, sempat juga makan hanya nasi campur garam,” kata wanita kelahiran Salatiga, Jawa Tengah itu.
Namun meskipun hidup dibawah garis kemiskinan, namun wanita tua itu tak pernah meminta bantuan maupun meminta untuk dikasihani. Ia terbilang mandiri dan selalu bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, walaupun terkadang dia sakit-sakitan.
“Kadang selalu diminta untuk ngurut orang yang sedang hamil, dari situ dikasi Rp10 ribu untuk upah dan bisa dibelikan beras,” kata Sukini.
Sementara itu rumah yang saat ini digunakannya untuk berteduh merupakan rumah saudaranya, dan dia hanya menumpang.
“Itu rumah sodara saya, disini kemaren cuma menumpang,” ujarnya singkat.
Disela-sela serah terima rumah baru tersebut, Kapolsek Tebing Tinggi Barat, Iptu AGD Simamora SH MH dalam sambutannnya mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang tidak mampu.
“Bantuan ini merupakan sumbangan dari tim Bakti Sosial yang terdiri dari RCommunity, PWI dan pihak kepolisian yang diberikan sebagai kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu,” kata Simamora.
Mantan Kanit Reskrim Polres Kepulauan Meranti itu menceritakan jika informasi mengenai kondisi Nenek Sukini didapatkan dari anggotanya yakni Bhabikamtibmas yang bertugas disana.
“Rumah ini awalnya sudah dibangun secara swadaya bersama masyarakat setempat. Namun dengan adanya kondisi pandemi Covid-19 jadi agak terhambat. Melalui informasi dari Bhabinkamtibmas, kemudian kita berkoordinasi dengan RCommunity untuk membantu. Dengan gerak cepat, dalam waktu 14 hari rumah itu bisa diselesaikan lengkap dengan meteran dan instalasi listrik. Mudah-mudahan dengan rumah baru, Mbah Sukini bisa semangat lagi dan bersyukur kepada Tuhan dan diberikan kehidupan yang layak,” ungkap Simamora.
Sementara itu Ketua PWI Kepulauan Meranti, Syamsidir Salim menambahkan kegiatan sosial yang serupa telah dilaksanakan sebelumnya.
Dikatakan tim bakti sosial ini sudah mempunyai target terhadap rumah yang akan dibedah yakni di Desa Sesap, Kecamatan Tebingtinggi dan Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Namun melihat kondisi tempat tinggal Nenek Sukini sangat mendesak untuk diperbaiki, maka didahulukan.
“Perlu kami sampaikan, sebelum bantuan ini sampai kesini, sudah banyak rumah yang sudah kami bedah. Sebelumnya ada rumah yang menjadi target kami untuk diperbaiki, namun kondisi rumah Mbah Sukini juga sangat layak dan mendesak untuk dibantu, makanya kami alihkan kesini,” kata Syamsidir.
Dikatakan bahwa bantuan yang disalurkan selama ini merupakan murni
atas dasar hanya ingin membantu dan tanpa adanya unsur politik.
“Bantuan ini diberikan murni kolaborasi kami bersama RCommunity dan tidak ada unsur politiknya. Saudara kita punya rezeki lebih, dan dia ingin mencuci hartanya melalui zakat. Hari ini doa Mbah Sukini dijawab oleh Allah, bagi yang belum mendapatkan harus bersabar dan banyak berdoa, jika bantuan itu bukan mengalir dari kami mungkin dari organisasi lain,” kata Syamsidir.
Sebelumnya, terhadap rumah Nenek Sukini yang akan dibedah, penggerak RCommunity, Robert Martias mengatakan jika rumah itu sudah dibangun dengan swadaya warga setempat, karena agak terhambat pihaknya bersama PWI Kepulauan Meranti melanjutkan progres pembangunan hunian yang belum terselesaikan itu.
“Sekitar 60 persen sudah dibangun atas swadaya masyarakat. Kemudian kami melanjutkan pembangunannya hingga selesai turut dibantu juga oleh Polsek Tebingtinggi Barat dan masyarakat setempat,” ujar Robert Martias.
Bahan bangunan pun disiapkan untuk melanjutkan konstruksi rumah Nenek Sukini yang belum selesai seperti papan, seng, dan triplek.
“Semua bahan-bahan itu akan kami tanggung. dan sudah kita kerjakan bersama-sama. Nanti juga akan kita belikan kasur sebab si Mbah tidur hanya beralaskan tikar,” tutur Robert.
Syukuran atas dibangunnya rumah baru untuk Nenek Sukini dihadiri puluhan warga setempat dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, RCommunity juga menyiapkan puluhan karung beras untuk dibagikan kepada warga setempat. Dimana ada sebanyak 35 karung beras ukuran 5 kilogram.(Ags)
Siak(SegmenNews.com)- Saat ini menjaga kesehatan diri adalah hal yang paling penting agar tidak mudah tertular oleh virus Corona. Begitu juga pasien Covid-19 yang tengah menjalani perawatan medis, yang sangat bersemangat untuk sembuh.
BDari data, Sabtu 17/10/2020 di Kabupaten Siak sudah ada 792 pasien positif Covid-19 yang sembuh.
“Jadi dengan bertambahnya 31 orang hang sembuh pada hari ini, total seluruhnya menjadi 792 orang yang sudah sembuh dan berkumpul kembali bersama keluarga,” kata Wakil Satgas Penangan Covid-19 Kabupaten Siak, Budhi Yuwono.
Dijelaskannya secara keseluruhan pasien Covid-19 di Kabupaten Siak hampir mendekati angka seribu, yakni 983. Sebab masih ada 195 sampel swab yang belum keluar hasilnya.
“Kini yang dirawat di rumah sakit hanya 66 orang, 104 orang lagi isolasi mandiri dan 21 orang meninggal dunia,” kata Budhi.***(inf Siak)
Siak(SegmenNews.com)- Kabupaten Siak sudah memasuki umur ke-21 tahun. Masyarakat bersama unsur pemerintahan melaksanakan rapat paripurna istimewa hari jadi Kabupaten Siak di Gedung DPRD, Senin (12/10/2020).
Pjs Bupati Siak, Indra Agus Lukman mengatakan di usia Kabupaten Siak yang sekarang ini tentunya dipandang sebagai daerah yang mulai matang untuk dapat lebih mandiri dalam menghadapi permasalahan dan tantangan kedepannya.
Ia pun menyampaikan sejumlah keberhasilan yang diraih oleh Pemkab Siak
Di antaranya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Siak tanpa Migas tumbuh 4,53 persen di tahun 2019. angka itu berada di atas pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau tahun 2019 sebesar 2,84 persen.
Lanjutnya, tingkat kemiskinan di Kabupaten Siak semakin menurun, namun masih berada dibawah rata-rata tingkat kemiskinan Provinsi Riau yaitu 7,08 persen. Sedangkan Siak 5,03 persen.
“Segala upaya terus kita lakukan untuk melaksanakan pembangunan demi mencapai kesejahteraan masyarakat,” kata Indra.
Selain itu, Pjs Bupati Siak juga menyampaikan prestasi yang diraih Kabupaten Siak sepanjang tahun 2019-2020. Sebanyak 28 penghargaan telah diterima oleh Pemkab Siak, baik ditingkat Provinsi maupun nasional.
Meskipun peringatan hari jadi Kabupaten Siak tidak seperti biasanya, menggingat kondisi diselimuti bencana Covid-19. Dirinya berharap momentum hari jadi Kabupaten tersebut untuk menyongsong kemajuan Siak pada masa yang akan datang.
“Hari jadi ini kita jadikan momentum untuk mengevaluasi hasil pembangunan yang telah dilaksanakan sebagai acuan pembangunan kedepannya dengan karya dan prestasi,” ucapnya.
Dipenghujung acara, Pjs Bupati Siak itu juga menyerahkan penghargaan kepada 8 OPD yang berprestasi yakni Dinas PU Tarukim, Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Pertanian, Kantor Kementerian Agama, Dinas Perpustakaan dan Arsip, terakhir kepada Dinas Kesehatan.***(inf Siak)
Rohul(SegmenNews.com)- Polres Kabupaten Rokan Hulu menggelar apel menolak aksi unjuk rasa anarkis dan anti pelanggaran protokol kesehatan yang dilaksanakan di Taman Kota Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah, Jumat (16/10/2020).
Hadir dalam giat apel tersebut, Sekda Rohul, H.Abdul Haris S.sos.M.si, Kapolres Rohul AKBP Taufik Lukman Nurhidayat SIK MH, Waka Polres Rohul Kompol Willi Kartamanah AKS SIP, Ketua Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian Sunoto, Kalapas kelas II Pasir Pengaraian M.Lukman, Camat Rambah Ari Gunadi, Tokoh Masyarakat dan perwakilan dari Ormas yang ada di kabupaten Rohul serta anggota Jajaran Polres Rohul.
Sekda Rohul H. Abdul Haris S.sos M.si berlaku sebagai inspektur upacara didampingi langsung oleh Kapolres Rohul AKBP Taufik Lukman Nurhidayat SIK MH.
Kapolres Rohul mengajak semua elemen masyarakat, tokoh masyarakat dan Ormas yang ada di kabupaten Rohul untuk tidak melakukan tindakan anarkis.
“Dalam menghadapi Covid-19 ini kita bisa menjadi contoh seperti pepatah bilang 1 dolar itu lebih baik lagi 1000 nasehat yang kita sampaikan dan ini menjadi contoh dan menjadi cerminan dalam hidup kita,untuk itu mari sama-sama kita jaga keamanan yang kondusif dengan tidak mendengarkan isu-isu sehingga menimbulkan tindakan anarkis,” sebutnya.
AKBP Taufik Lukman Nurhidayat SIK MH juga menambahkan bagaimana kita mewujudkan kamtibnas demi untuk pembanguan kedepannya.
“Tentunya peran serta dari masyarakat tokoh agama, Ormas-ormas yang ada
dalam rangka menumbuh kembangkan mewujudkan terpeliharanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif agar pembangunan dan sebagainya akan berjalan dengan aman, tentunya bisa sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Kemudian pada kesempatan itu H. Abdul Haris mengatakan bahwa ia menjunjung tinggi kebebasan dan juga tentunya bisa menyiapkan aspirasi sesuai dengan jalurnya.
“hari ini kita melihat beberapa yang menuntut terhadap tolak UU Omnibus law sudah melakukan penuntutan lewat jalur hukum seperti mengajukan reviu di MK dan juga tentu hari ini kita melihat bahwa disetiap kementrian pusat masih melanjuti untuk melakukan beberapa langkah termasuk rencana peraturan pemerintahnya dan peraturan mentri ,” ucapnya.
Ia juga berharap semoga semua yang terjadi dapat disikapi dengan arif dan nanti semua aspirasi yang telah disampaikan tentu dilakukan sesuai jenjangnya kepemerintah pusat semoga itu bisa menjadi pertimbangan untuk penyusunan penetapan peraturan pemerintah.
“Jadi seluruh masyarakat mohon bersabar jika ada aspirasi yang belum tersampaikan saya akan sampaikan sesuai dengan unsur-unsur yang tersedia,” kata Abdul Haris
Di penghujung acara ditutup dengan penandatanganan deklarasi anti anarkisme dan anti pelanggaran protokol kesehatan serta pawai keliling tolak anarkisme.***(fit)
BP Jasmsotek Rohul Bayarkan Klaim JKM ke Keluarga Almarhumn Kades Maisar Rp42 Juta
Rohul(SegmenNews.com)- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Jamsostek (BP Jamsostek) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Rokan Hulu (Rohul), bayarkan klaim Jaminan Kematian (JKM) ke keluarga almarhum mantan Kades Pematang Berangan Kecamatan Rambah, Maisar.
Klaim JKM Rp42 juta diserahkan Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Rohul Margono, kepada adik almarhum Febri Leven mewakili keluarga, didampingi Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Rohul Ridwan Lubis, disaksikan Sekdes Pematang Berangan Majrizal, Kamis (14/10/2020) di kantor Desa Pematang Berangan.
Menyikapi adanya perhatian BP Jamsostek Ketenagakerjaan terhadap almarhum Kades Maisar, Margono menghimbau, seluruh desa di Rohul bisa ikut jadi peserta Jamsostek Ketenagakerjaan karena manfaatnya cukup besar dan sudah terbukti.
Diakui Margono, dari 139 yang tersebar di Rohul, sudah sekitar 56 desa baik kades dan perangkatnya yang menjadi peserta Jamsostek Ketenagakerjaan.
“Kita harapkan, desa desa di Rohul bisa menjadi peserta Jamsostek ketenagakerjaan Karena manfaatnya cukup besar dan sudah terbukti.
” Untuk menjadi peserta Jamsostek Ketenagakerjaan, bisa secara mandiri juga bisa dianggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD)” kata Margono.
Margono mengakui, pihaknya sudah menyurati seluruh desa agar Kades dan perangkatnya bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerajaan (Jamsostek) maupun BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga dirinya menargetkan, 139 desa di Rohul Kades dan perangkat desanya sudah jadi peserta Jamsostek Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
“Dengan masuknya perangkat-perangkat desa ke Jamsostek ketenagakerjaan, kedepannya kita tidak mengetahui kapan meninggal dunia dan kecelakaan. Namun dengan sudah jadi peserta maka dapat meringankan keluarganya yang ditinggalkan dan tidak menjadi beban bagi keluarga,” ucap Margono.
Kepala BP Jamsostek Cabang Rohul Ridwan Lubis ucapkan duka cita atas meninggal dunianya Kades Maisar. Diakuinya, almarhum Maisar merupakan peserta Jamsostek aktif sejak tahun 2017. Almarhumcontoh bagi masyarakat Rohul, dan beliau sangat memperhatikan terkait Jamsostek.
“Saya dan almarhum diawal tahun sudah berencana menjadikan Desa Pematang Berangan sebagai desa sadar Jamsostek. Namun karena adanya pandemi COVID 19 rencana itu tertunda,” ucap Ridwan.
Ridwan juga memaparkan, selama Januari hingga September 2002 BP Jamsotek Ketenagakerjaan Kantor Cabang Rohul sudah bayarkan klaim 4 program Jamsostek dengan total Rp17.801.598.707 dari 1821 jumlah kasus. Pembayaran klaim terdiri dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 16 kasus jumlah klaim Rp18.454.977, lalu Jaminan Kematian (JKM) 16 kasus jumlah klaim Rp582 juta.
“Kemudian, Jaminan Hari Tua (JHT) 1435 kasus dan jumlah klaim Rp16.826.148.235 lalu Jaminan Pensiun (JP) 354 kasus total klaim Rp374.995.295. Karena dengan iuran Rp16.200 per bulan masyarakat sudah terlindungi diri mereka, baik kecelakaan, kematian. Saat ini di Rohul sudah ada 14.600 peserta Jamsostek Ketenagaan kerja itu yang penerima upah sementara, dan bukan penerima upah sekitar 4.600. Sehingga sekitar 21.000 peserta Jamsostek Ketenagakerjaan di Rohul saat ini,” jelas Ridwan Lubis.
Sekdes Pematang Berangan Majrizal, sangat berterima kasih karena perhatian dan bayarkan klaim Jamsostek kepada keluarga Aalmarhum. Di Desa Pematang Berangan saat ini sudah hampir seluruh petangkat desa yang jadi peserta Jamsosktek, walaupun seperti Kadus belum namun kedepannya akan dimasukan. Juga menghimbau masyarakat Pematang Berangan agar jadi peserta Jamsostek, kerena sangat bermanfaat.
Febri Leven adik almarhum Maisar, juga sangat berterima kasih kepada BP Jamsostek ketenagaakerjaan Rohul, dan bersyukur dengan adanya dana jaminan klaim Jamsostek bisa meringankan beban keluarga Almarhum. Dirinya berpesan ke masyarakat, agar bisa mengerti dsn memahami pentingnya Jamsostek Ketenagakerjaan.
“Berharap, klaim yang diserahkan akan disampaikan ke istri almaralhum, dan nantinya dapat dimanfaatkan. Juga berterima kasih ke Kepala DMPD Rohul yang sudah menyerahkan langsung klaim Jamsostek bersama Kepala BP Jamsosktek Kenetenagakerjaan kantor cabang Rohul,” sebut Leven usai menerima simvolis klaim JKM. Sedangkan dana Rp42 juta nantinta ditransfer langsung nelalui rekening bank. (pr/fit)
Wagubri Tinjau Pemiliharaan Jalan dan Pembangunan Jembatan Proyek Provinsi di Rohul
Rokan IV Koto(SegmenNews.com) – Untuk melaksanakan tugasnya sebagai Wakil Gubernur Riau (Wagubri) yang berfungsi mengawasi pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten, H. Edy Natar Nasution melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Rabu (14/10/2020) untuk meninjau dan mengawasi Pemeliharaan jalan dan jembatan proyek Pemprov Riau.
Setibanya di Rohul sekira Pukul 9.00 Wib, Wagubri didampingi Pjs Bupati Rohul Drs Masrul Kasmy M.Si langsung meninjau pemeliharaan beberapa ruas jalan lintas Provinsi, di RT 1 dan RT 5 Desa Tandun, Kecamatan Tandun. Jalan yang sempat viral dimedsos itu, kini telah dilakukan pemeliharaan oleh Pemprov.
Selain Jalinprov di Tandun, Wagubri beserta rombongan meninjau pembangunan ruas Jalinprov di Desa Lubuk Bendahara, Jalinprov di Rokan IV Koto hingga meninjau Pembangunan Jembatan Sungai Siasam Kecamatan Rokan IV Koto.
Wagubri H. Edy Natar Nasution kepada awak media mengatakan, Kunker ke Rohul ini merupakan Program Kerja yang sudah direncanakan untuk turun ke beberapa Kabupaten, terutama untuk melihat proyek Provinsi yang ada di Kabupaten.
“Melalui Kunker saya ke Rohul, sesuai dengan tugas saya sebagai Wakil Gubernur untuk melakukan pengawasan. Tadi kita lihat ada beberapa pemeliharaan jalan, baik Jalinprov Tandun-Ujung Batu dan Rokan IV Koto,”
“Kemudian tadi di Rokan IV Koto kita juga meninjau pembangunan jembatan, ini semua menggambarkan kepada kita bahwa perlunya sebuah sinergitas kedepan antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten,” katanya.
Wagubri Tinjau Pemiliharaan Jalan dan Pembangunan Jembatan Proyek Provinsi di Rohul
Lanjut Edy Natar, jika ingin mengoptimalkan pembangunan didaerah, diperlukan Koordinasi dan komunikasi yang baik antara Pemprov dan Pemkab. Apalagi ditengah kondisi Covid-19 ini, jika anggaran terbatas harusnya bisa disinergikan dengan baik.
“Sehingga kedepan itu perencanaan yang akan dibangun menjadi optimal, kalau tidak seperti itu nanti akan sangat sayang, anggaran kita terbatas, Kabupaten memiliki Program sendiri, sementara Pemprov juga Program sendiri, itu tidak berhasil,” jelasnya
Diakui Wagubri, Jika terjalin sinergitas dengan baik, itu akan menjadi optimal sehingga hasilnya itu bisa dimanfaatkan masyarakat lebih baik lagi. “Itulah sebabnya kita mengecek sehingga kita membangun komunikasi dengan pak Bupati, Dinas PUPR Rohul, PUPR Riau dan dari anggota DPRD Rohul.
“Apalagi dampak Covid-19 ini menjadi konsekwensi bagi kita sejak ditetapkan sebagai Bencana Nasional hampir seluruh wilayah mengalami dampaknya, beberapa anggaran dilakukan realokasi itu petunjuk dari Pusat, bahkan kita sebenarnya untuk di Rohul ini,”
“Seperti di Desa Sontang itu sebenarnya ada anggaran yang direncanakan tahun 2020, Cuma waktu itu belum terlaksana, Kemudian setelah dirapatkan diberikan petunjuk kepada kita, untuk program itu ditarik, karena memang kondisi untuk daerah lain juga diberlakukan sama,” tuturnya
Lanjutnya, terjadiya dibeberapa daerah yang bisa dilakukan ditahun ini tidak bisa dilakukan, Ia juga meminta kepada masyarakat untuk memahami kondisi hari ini, karena masyarakat juga tidak sepenuhnya paham,
“Sehingga dengan kita datang kesini supaya mereka juga tahu, kita harus terbuka kita sampaikan apa adanya dengan masyarakat, Sehingga kesulitan-kesulitan yang kita hadapi juga bisa paham kalau kita jelaskan dengan benar, tapi kalau kita tidak memberikan penjelasan itu dengan baik, dia akan menduga-duga, ini lah yang terjadi sebenarnya,
Hasil dari Peninjauan itu, Wagubri menilai kondisi yang bisa dilakukan Pemprov hari ini dilakukan pemeliharaan-pemeliaraan dibeberapa tempat dan tidak bisa lebih dari itu.
“Harapan kita sekarang mari kita bersama-sama berdoa Covid-19 ini cepat berlalu. Dalam kondisi sekarang saya juga harus turun kelapangan, kalau nunggu Covid-19 selesai terus kapan kita turun, dengan kondisi seperti ini bisa saya sampaikan kepada masyarakat,” pungkasnya. (pr/adv)