Beranda blog Halaman 917

Bupati Siak Inisiasi Bangun Ponpes Darul Hadits Pertama di Riau

Siak(SegmenNews.com)- Pondok pesantren Darul Hadits Sultan Yahya yang berada di jalan Tengku Buwang Asmara, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak menjadi pesantren hadits pertama di Siak bahkan di Provinsi Riau.

Ponpes ini ternyata digagas oleh Bupati Siak Alfedri, dan sudah beroperasi pada September 2019 lalu.

Terinspirasi dari Ustadz Abdul Somad atau UAS yang merupakan ulama ahli hadits dari Riau, Bupati Siak termotivasi untuk membangun Ponpes tersebut dengan tujuan agar melahirkan ulama-ulama hadits seperti UAS di daerahnya.

“Sebagaimana UAS yang kita ketahui beliau merupakan ulama bukan hanya tingkat nasional bahkan internasional, kita ingin ke depan bisa mendidik dan melahirkan generasi-generasi yang hapal hadits juga,” kata Alfedri, Senin (21/9/2020).

Alfedri juga mengatakan dirinya memang menginginkan adanya tahfiz hadits sejak dahulu, sebab di Siak sudah banyak ponpes tahfidz Quran.

Ia mencoba membangun Ponpes tahfiz hadist dengan nama Darul Hadist Sultan Yahya, dan alhamdulillah niatnya itu terkabul.

“Ketika membuka MTQ ada tahun 2019 lalu, saya terpikir kenapa tidak membangun pondok pesantren tahfiz hadist, sedangkan cabangnya sudah ada dicabang perlombaan MTQ”, jelas Alfedri.

dengan adanya pondok pesantren tahfiz hadist ini, menambah jumlah pesantren yang ada di Kabupaten Siak menjadi 34 pesantren yang tersebar hampir diseluruh Kecamatan se-Kabupaten Siak.

Dan insyaallah ini merupakan salah satu komitmen pemerintah dalam meningkatkan nilai agama di tengah masyarakat, melalui adanya pondok pesantren.

“Mudah-mudahan dengan adanya pondok pesantren tahfiz hadist ini, menjadi pusat pengembangan hadist dan mencetak para ulama di Kabupaten Siak dimasa yang akan datang,” harap Alfedri.

Masih kata Alfedri, kita juga patut bersyukur bahwa saat ini minat orang tua untuk memasukkan anaknya ke pesantren sudah sangat tinggi, seperti saat ini jumlah santri di pondok pesantren di Kabupaten Siak sudah ada yang mencapai 1.100 santri.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Hadist Sultan Yahya Abdul Rasyid Suharto, membenarkan bahwa pondok pesantren Darul Hardits ini merupakan salah satu ide dari bapak Bupati Siak Alfedri, yang didukung oleh Kemenag Siak, MUI Kabupaten Siak, Badan Wakaf Nasional perwakilan Kabupaten Siak, Baznas Siak serta para nazir Wakaf. (INF)

Bupati Sukiman Rakor Penegakan Hukum Tahapan Pilkada Serentak Rohul 2020

Bupati Sukiman Rakor Penegakan Hukum Tahapan Pilkada Serentak Rohul 2020

Rohul(SegmenNews.com)- Bupati Rokan Hulu, H Sukiman mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) penegakan hukum pada tahapan Pilkada serentak Tahun 2020, Senin (21/9/2020) Convention Hall Islamic Center Pasir Pengaraian.

Rakor tersebut sekaligus dilakukan penandatanganan deklarasi protokol kesehatan dan penyerahan piagam deklarasi kepada Bapaslon. Dilanjutkan dengan paparan Ketua KPU dan Paparan Ketua Bawaslu Rohul.

Kegiatan ini untuk presepsi serta penyampaian tentang hal-hal yang tidak diperboleh dalam pelaksanaan kegiatan pilkada serentak Tahun 2020, karena  semuanya harus sesuai dengan Protokol Kesehatan yang ada.

Bupati Sukiman juga sebagai balon  mengatakan sepakat bersama Paslon untuk bersama-sama menciptakan suatu kondisi pilkada bupati dan wakil bupati rokan hulu yang aman, damai, tertib, dan aman terhadap covid-19.

“Mari kita semua bersama-sama terutama para wartawan menjadi contoh tidak berkerumun lagi, jadi saya minta pada seluruh peserta atau pengikut paslon masing-masing pendukung ikuti aturan yang ada agar kita selamat dari covid-19,” kata Sukiman.

Ditambahkannya lagi untuk kampanye nanti harus dibatasi minimal 50 orang untuk didalam ruangan tidak usah berkerumun tetapi kalau diluar 100 orang tidsek usah lebih dari itu.

Rakor ini diikuti oleh, Kapolres Rohul AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, SIK, MH, Kajari Ivan Damanik, SH, MH, Ka PN Pasir Pengaraian Sunoto, SH, MH, Kalapas IIB Pasir Pengaraian M. Lukman, Amd, IP, SH, M Si, Ketua DPRD diwakili, Dandim 0313 diwakili Danramil 02 Rambah Kapten Inf Kasmir, Bapaslon Cabup dan Wabup Hamulian dan Perwakilan Syahril Topan, ST, Bapaslon Hafith Syukri dan Erizal, ST, Bapaslon H. Sukiman dan Cawabup H Indra Gunawan, serta Perwakilan tiap-tiap Koalisi, Kadiskes Kabupaten  Rohul Dr Bambang, dan Tamu  lainnya.***(fit)

RAPP dan Polres Kembali Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Pangkalan Kerinci

RAPP dan Polres Kembali Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Pangkalan Kerinci

Pelalawan(SegmenNews.com)- Upaya pencegahan penyebaran COVID-19 melalui penyemprotan cairan disinfektan kembali dilakukan oleh Polres Pelalawan bersama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Asia Pacific Rayon (APR) di sepanjang jalan Lintas Timur, Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Senin (21/9/2020).

Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmoko mengatakan penyemprotan ini dilakukan untuk memutus mata rantai COVID-19 sekaligus menghimbau masyarakat agar selalu mempraktikkan pola hidup bersih dan sehat, memakai masker dan menjaga jarak.

“Ini upaya kita untuk mencegah penyebaran virus corona sekaligus mengingatkan masyarakat agar selalu peduli dan mematuhi protokol kesehatan,” ujar Kapolres.

Kegiatan ini terus dilaksanakan Polri secara berkesinambungan sebagai bentuk upaya mencegah penyebaran dan penularan virus corona di Kabupaten Pelalawan.

GM WLS RAPP, Matius Ewanto menyebutkan RAPP-APR terus berkoordinasi dengan Pemerintah, TNI dan Polri untuk langkah antisipasi pencegahan virus COVID-19. Dari dalam lingkungan perusahaan juga sudah sejak lama diberlakukan pembatasan seperti orang masuk, menjaga jarak, dan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan

“Aksi penyemprotan disinfektan ini sebagai wujud partisipasi RAPP-APR dalam membantu mencegah penyebaran COVID-19 di Pelalawan,” jelas Matius.

Penyemprotan dilakukan secara konvoi dengan menggunakan satu unit mobil water canon Polisi dan satu unit truk tangki RAPP yang menyemprotkan sebanyak 30 ribu liter cairan disinfektan.***(rn)

Miris! Bayi Ditemukan Terbungkus Plastik di Meranti

Miris! Bayi Ditemukan Terbungkus Plastik di Meranti

Meranti(SegmenNews.com)-Warga Desa Tanjung Samak Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti digegerkan dengan penemuan sesosok bayi terbungkus didalam plastik yang ditemukan dalam sebuah Becak. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup.

Bayi tersebut diduga baru saja dilahirkan oleh orang tuanya. Tampak, ari-ari bayi masih menempel di tubuhnya.

Bayi yang terlihat masih merah tersebut ditemukan sekitar pukul 21.15 WIB pada Minggu (20/9/2020) malam oleh seorang warga Jalan Ahmad Yani, Desa Tanjung Samak, bernama Rustam (40) di dekat warung miliknya.

Saat itu, Rustam yang sehari-hari berjualan tiket di pelabuhan itu ingin pulang kerumahnya menggunakan becak tiba-tiba melihat sebuah plastik berwarna biru didalam becaknya dan seperti ada yang bergerak didalamnya. Kemudian dia memanggil istrinya yang saat itu menjaga kedai, oleh istrinya plastik tersebut ditusuk menggunakan ranting kayu dan tiba-tiba mendengar suara tangisan bayi. Setelah diperiksa, dia menemukan sesosok tubuh mungil.
Ada bayi didalam kantong plastik tersebut dan masih ada tali pusarnya.

“Setelah sholat Isya saya mau balik dan kebetulan becak ada di rumah kakak. Setelah sampai di becak saya melihat ada plastik berwarna biru dan ada sesuatu bergerak didalamnya, kemudian saya panggil istri yang saat itu sedang menjaga kedai dan dia menusuk plastik itu dengan ranting kayu, setelah dicongkel ada suara seperti bayi menangis, setelah dicek memang betul ada bayi laki-laki dan masih ada tali pusarnya,” kata Rustam yang dihubungi melalui telepon selulernya.

Oleh Rustam, kemudian bayi malang yang masih hidup tersebut langsung ke klinik praktek bidan untuk mendapatkan perawatan medis yang tak jauh dari lokasi penemuan bayi tersebut.

“Karena saya lihat masih hidup, saya bawa ke Puskesmas karena ari-arinya masih belum terpotong. Bayi itu saya bawa ke rumah Buk Mimin, bidan praktek yang tak jauh dari lokasi kami menemukan bayi itu. Alhamdulillah bayi laki-laki itu dalam keadaan sehat dengan berat 3,1 Kilogram,” kata Rustam.

Terhadap bayi itu, Rustam belum terpikirkan mau mengadopsinya dan masih menunggu proses penyelidikan pihak kepolisian.

“Biarlah dia dirawat disana dulu, belum terpikirkan mau ngambil, tapi tadi sudah banyak yang minta, banyak yang mau merawat bayi itu,” pungkas Rustam.(Ags)

Camat Tebingtinggi Tanggung Kebutuhan Dua Keluarga Terpapar Covid-19

Camat Tebingtinggi Tanggung Kebutuhan Dua Keluarga Terpapar Covid-19

Meranti(SegmenNews.com)- Camat Tebingtinggi Rayan Pribadi SH menanggung kebutuhan keluarga pasien positif Covid-19, yang saat sedang menjalani karantina dan diisolasi di RSUD Kepulauan Meranti.

Rayan mengungkapkan, pihaknya membiayai kebutuhan pokok bagi keluarga yang kepala keluarganya dinyatakan suspect atau positif corona dan harus diisolasi atau keluarga yang diisolasi dan kondisinya benar-benar tidak mampu sehingga layak diberikan bantuan.

Diceritakannya, adapun kondisi dua keluarga yang dibantu tersebut dimana satu keluarga ada ibu yang diisolasi.
Sementara tiga kondisi dari anaknya
tersebut masih butuh perhatian, pasalnya satu orang diantaranya masih bayi berumur 1,8 tahun dan ayah dari ketiga anak tersebut tidak diketahui dimana rimbanya dan sudah bercerai dengan ibu mereka.

Sementara satu keluarga lainnya hampir mengalami cerita yang sama, dimana dalam anggota keluarga tersebut ada tiga orang yang diisolasi. Diantaranya, kepala keluarga, istrinya dan mertuanya, dan yang tinggal dirumah hanya dua anaknya.

“Terhadap keluarga yang diisolasi tersebut kita berinisiatif untuk membantu. Selain karena ekonomi yang tidak mampu mereka juga bermohon agar ketika mereka menjalani masa karantina, mereka juga bermohon minta ada jaminan terhadap anak mereka yang ditinggalkan,” kata Rayan.

Dalam menyalurkan bantuan, Rayan mengungkapkan jika pihaknya tidak memiliki dan penganggaran terhadap hal itu, namun melibatkan para pengusaha untuk turut membantu.

Menurut Rayan, pihaknya berusaha melahirkan spirit penyelesaian masalah lewat partisipasi warga. Misalnya, warga diminta bergotong royong menyiapkan kebutuhan makanan dan obat-obatan bagi yang memerlukan. Prinsip partisipasi masyarakat sudah diterapkan Rayan sejak menjabat. Warga diminta berinisiatif memberikan dukungan ketika diperlukan untuk membantu orang- orang kurang mampu.

“Dalam membantu warga yang kurang mampu seperti ini, kami pihak kecamatan memang tidak ada anggaran namun ini lebih kepada menggunakan uang dari saku pribadi dan meminta partisipasi kepada para donatur dalam hal ini para pengusaha di Kota Selatpanjang dan OPD terkait.
Saya mengambil inisiatif bahwa partisipasi warga harus ditangkap menjadi langkah yang lebih efektif,” ujar Rayan.

Adapun bantuan yang disalurkan kepada keluarga tersebut berupa 10 Kg Beras, telur dua papan, mie instan 1 kardus, Ikan Sarden 5 kaleng, Susu 1 kaleng, tempe dan tahu 1 kilo, minyak goreng 2 liter, vitamin bayi 1 botol, susu bayi 1 kotak, kacang hijau 1/2 kilo, Popok 1 pack, Snack dan perlengkapan mandi.

“Saya antar langsung kepada warga yang membutuhkan tersebut. Terhadap bahan tersebut ada warga setempat yang menawarkan bantuan untuk memasaknya bagi anak-anak dirumah tersebut. Seminggu sekali kita upayakan untuk mengantar bantuan ini melihat berapa lama orang tua mereka diisolasi,” pungkas Rayan.(Ags)

Bupati Meranti Biayai Perobatan Bocah Penderita Tumor Mata

Meranti(SegmenNews.com)- Aprilia Natasha bocah asal Desa Sonde, Kecamatan Rangsang Pesisir berusia 2,4 tahun penderita tumor mata akhirnya dirujuk ke Pekanbaru dan dibiayai langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti.

Sebelumnya bocah yang sempat viral akibat penyakit yang dideritanya itu membuat sebagian orang tersentuh, pasalnya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, orang tua bocah tersebut merasa tidak mampu dan merupakan keluarga miskin yang sehari-hari untuk makan saja sangat susah.

Semakin hari mata Natasha terus saja mengalami pembengkakkan dan mengeluarkan cairan, tak jarang dia sering menangis meringis menahan sakit.

Mendapatkan kabar tersebut, Ketua DPW FPI Kepulauan Meranti, Hendrizal alias Bocang langsung bergegas menugaskan anggotanya untuk segera memberikan bantuan Sembako dan melakukan negoisasi agar orang tua bocah tersebut setuju anaknya dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Kemaren sudah kita tugaskan anggota untuk memberikan bantuan kepada keluarga tersebut dan meminta persetujuan kepada orang tua anak yang mengalami tumor pada matanya, agar mau anaknya tersebut dibawa ke RSUD Kepulauan Meranti untuk dilakukan penanganan lebih lanjut, itu dilakukan karena orang tua anak tersebut ada keraguan didalam hatinya. Dan Alhamdulillah tadi pagi sudah dibawa dan kita jemput di pelabuhan” kata Hendrizal.

Seiring dengan informasi terkait penyakit anak tersebut, Ketua Karang Taruna Kepulauan Meranti, Rayan Pribadi juga telah menginformasikan hal tersebut kepada Bupati, Irwan Nasir.

Rayan menyebutkan jika Pemkab Kepulauan Meranti dalam hal ini Bupati langsung memberikan perhatian khusus kepada bocah tersebut untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan dalam pengobatan penyakitnya.

“Karena penyakit pada mata anak tersebut sudah dinilai sangat parah dan butuh penanganan khusus, serta biaya pengobatannya juga besar, makanya Bupati mengambil atensi penuh terhadap anak itu dengan langsung merujuknya ke spesialis anak dan mata di Pekanbaru dan besok sudah langsung dibawa,” kata Rayan

Terkait pihak keluarga yang tidak mampu secara ekonomi dalam pendampingan Natasha ke Pekanbaru, Rayan mengatakan Bupati juga akan menanggung segala keperluan selama pengobatan.

“Bersama dengan ketua FPI, tadi kita sudah menghadap ke Bupati untuk melaporkan perkembangan terkait hal ini. Segala biaya dan administrasi sudah diurus dan Bupati juga akan mengupayakan tindakan medis yang terbaik dan memastikan bahwa pasien yang bersangkutan mendapatkan perawatan dan pelayanan medis semestinya,” pungkas Rayan.(Ags)

Ketum Astakoni Riau: Pokja ULP Gugurkan Astakoni dan AKSI Alasan Kepmen PUPR 1420

Pekanbaru(SegmenNews.com) –Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Tenaga Ahli dan Terampil Konstruksi Provinsi Riau, Rajendra Alamarta, mengingatkan kepada Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP), untuk tidak menggugurkan rekanan yang mengikuti lelang dengan alasan anggota asosiasi yang belum terakreditasi sesuai Kepmen PUPR Nomor 1410/KPTS/M/2020.

Hal ini ditegaskan Rajendra Alamarta, yang juga Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (DPP AKSI) Riau, kepada wartawan Minggu (20/9/2020).

“Sesuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2020, asosiasi yang belum lolos akreditasi tersebut tidak dibekukan. Masih bisa melaksanakan fungsi pembinaannya terhadap anggota, serta dapat mengajukan proses akreditasi pada periode selanjutnya yang dilaksanakan LPJK setiap empat bulan,” terang Rajendra.

Lebih lanjut dijelaskannya, untuk asosiasi yang belum terakreditasi, ada kewenangannya yang ditangguhkan. Seperti belum dapat membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU), serta mengusulkan anggotanya menjadi pengurus Lembaga LPJK.

“Ketua yang baik , ialah ketua yang mementingkan kepentingan anggotanya . bukan kepentingan pribadi ataupun kepentingan kelompok tertentu,” tutup Ketua Umum Astakoni Riau Rajendra Alamarta.***(hn)

DPP Rel-AKHLAG Terbentuk, Ini Fungsi dan Tujuannya

DPP Rel-AKHLAG Terbentuk, Ini Fungsi dan Tujuannya

Pelalawan(SegmenNews.com) – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Relawan Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan Areal Gambut (Rel-AKHLAG) terbentuk di Kabupaten Pelalawan, pada Sabtu, 19 September 2020 malam.

Pembentukan DPP Rel-AKHLAG ini, disertai dengan hadirnya pengurus pengurus yang siap bertempur dalam tugas dan fungsi dan tujuannya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan inovasi baru pencegahan dan penanggulangan karhutla yang sedang dilakukan kajian ilmiah di wilayah hukum Kabupaten Pelalawan, Riau khususnya.

“Malam ini kami telah resmi membentuk pengurus DPP Rel – AKHLAG dan juga pengurus yang siap bergabung membesarkan Rel-AKHLAG ini. Mendukung pencegahan dan penanggulangan karhutla,” ungkap Presiden Rel-AKHLAG terpilih, Supratman Ipan, SE, didampingi visioner penggagas inovasi sumur AKHLAG, Ipda Hosoloan Samosir, Sabtu malam.

Dengan terbentuknya DPP Rel-AKHLAG, kata Supratman Ipan SE didampingi Sekjen, Eri Jhon serta pengurus, dalam waktu secepatnya akan mengurus segala sesuatu yang dibutuhkan DPP Rel-AKHLAG hingga pengukuhannya nanti.

“Setelah terbentuk Rel-AKHLAG ini, kita akan ambil langkah cepat guna mempatenkan DPP Rel-AKHLAG terlebih dulu, nanti akan kita rencanakan untuk pengukuhannya,” tuturnya.

Walaupun saat ini sedang rapat pembentukan dan kepengurusan, tambah Ipan sapaan akrabnya ini, namun kegiatan kegiatan Rel-AKHLAG tetap berjalan untuk pencegahan dan penanggulangan Karhutla dilapangan.

“Dilapangan tim tetap jalan seiring segala sesuatunya terbentuk. Semoga niat baik kita bersama Rel-AKHLAG bisa berjalan sesuai harapan kita, masyarakat, serta khalayak ramai dalam pencegahan dan menanggulangi Karhutla yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Pelalawan khususnya dan negara yang kita cintai ini,” harapnya, mengakhiri kepada SegmenNews.com.***(R.A)

[VIDEO] Akhirnya Ikan Lumba-lumba Sungai atau Pesut Viral di Pelalawan Dievakuasi

[VIDEO]
Pelalawan(SegmenNews.com)- Guna menghindari kepunahan keberadaan pesut atau dugong (Lumba-lumba air tawar) ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSA) Riau, memindahkan ikan langka tersebut ke muara Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan, Sabtu 19 September 2020.

Menurut Kepala Bidang Wilayah I, BBKSDA Riau, Hansen Siregar, pemindahan dan evakuasi hewan yang dikenal jinak dan imut ini ada beberapa faktor dan indikator yang dipertimbangkan pihaknya di lapangan.

“Ikan pesut ini kan biasanya hidup berkelompok dan juga nyaman di daerah air asin berbatasan dengan air tawar (Payau). Jadi kita bersama sudah memutuskan agar di lepas liarkan di muara Sungai Kampar,” ujar Kabid Hansen.

Diterangkannya, saat di evakuasi di muara Sungai Kampar nanti, ikan lumba-lumba air tawar tersebut juga bisa menjadi nilai ekonomis bagi pemerintah setempat, pasalnya jika berkelompok dengan pakan yang lengkap, ikan tersebut bisa nyaman menetap.

“Jika pakannya cukup nanti, pesut tersebut nyaman menetap disana. Dan bisa jadikan tempat wisata agar makin bisa dijaga bersama,” jelasnya.

Saat evakuasi, pihaknya juga berkerjasama dengan nelayan setempat, serta perewakilan Kementrian Kelautan dan juga komunitas pecinta hewan langka itu.

Adapun tujuannya, kata Hansen, agar perkembangbiakkannya nanti bisa dipantau oleh semua pihak, baik itu masyarakat nelayan maupun Pemerintah Daerah (Pemda) Pelalawan. Yang terpenting masyarakat dan pihak terkait lainnya bisa menjaga alam disana.

“Kita akan selalu memastikan perkembangan pesut ini, yang terpenting kita mengharapkan kerja sama semua pihak agar bisa bersama-sama memantau keberadaan ikan langka ini dan melindunginya,” pungkasnya.

Untuk tempat, papar Hansen, pihaknya akan mencari tempat yang betul-betul strategis, agar tidak terkena oleh jaring atau ranjau ikan lainnya dari masyarakat nelayan di pesisir Kabupaten Pelalawan.

“Tampat pelepas liaran nantinya akan kita cari tempat yang betul-betul aman dan steril, terutama terhindar dari berbagai ranjau ikan, agar kita bisa sama-sama melihat ikan pesut ini kedepannya,” tegas Kabid Hansen, kepada SegmenNews.com.***(R.A)

500 KK di Pusako Terdampak Covid-19 Terima Bantuan Sembako

Siak(SegmenNews.com)- Sebanyak 500 Kepala Keluarga di kecamatan Pusako, Kabupaten Siak yang terdampak Covid-19 mendapat bantuan sembako tahap II dari Pemerintah Kabupaten Siak.

Bantuan sembako ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Siak Alfedri di kampung Sungai Berbari, Jum’at (18/9/2020).

Bupati Alfedri menyampaikan, bantuan ini untuk warga miskin atau warga yang kurang mampu yang belum pernah mendapat bantuan. Ia mengharapkan bantuan itu bisa bermanfaat untuk meringankan beban hidup keluarga.

“Hari ini kami menyerahkan bantuan bagi terdampak Covid-19 baik dari dana Pusat, Provinsi maupun dari dana kampung,” kata Alfedri.
Menurut Alfedri, bantuan sembako secara bertahap tersebut sudah terverifikasi oleh petugas.
“Bantuan sosial yang disalurkan pada tahap II ini sebanyak 33.691 KK, yang tersebar di seluruh kampung dan kelurahan,” ujarnya.

TERKAIT

Keluarga Korban Lion Air JT 610 Layangkan Surat Tuntutan Terbuka, Inilah Isinya

Palembang Jadi Tuan Rumah Konferensi Pariwisata 11 Negara

Ahmad Dhani Dituntut 2 Tahun Penjara, Dul Jaelani Minta Keadilan Buat Ayahnya

Waduh,,, Ratusan Napi di Lapas Banda Aceh Kabur

Gubernur Sumbar Sisipkan Aturan LGBT dalam Perda Ketahanan Keluarga

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Wan Idris menyampaikan, program jaring pengaman sosial ini menggunakan dana APBD Siak Tahun 2020. Bantuan ini berupa barang yang terdiri dari 10 Kg beras, minyak goreng 3 liter, gula 2 kg dan ikan sarden 425 gram 2 kaleng. Jika diuangkan nilainya sebesar Rp. 250 ribu.
Ia menjelaskan, masyarakat yang menerima bantuan tersebut berdasarkan data dari RT dan RW setempat. Kemudian pihak RT dan RW mengusulkan ke kantor kampung atau kelurahan. Selanjutnya dimusyawarahkan bersama perangkat kampung, apakah calon penerima ini layak atau tidak untuk diberi bantuan.
Dan selanjutnya Dinas Sosial melalui petugas fasilitator mengecek kembali usulan-usulan dari RT dan RW tersebut, apakah ada tumpang tindih dengan bantuan sosial lainnya. Seperti bantuan PKH, bantuan sosial pangan, bantuan sosial non tunai dari kementerian sosial, bantuan dari dana kampung.(INF)