Pekanbaru(SegmenNews.com)- Tim Basarnas Pekanbaru mendapatkan laporan kondisi membahayakan manusia, berupa seorang kakek hilang di perkebunan kelapa sawit di Desa Karya Mulya, Dusun Karya Mukti Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, awalnya pihaknya mendapat informasi dari Babinsa bahwa ada seorang kakek bernama Abdurahman berusia 83 tahun dilaporkan hilang saat berada di kebun sawit.
“Kami mendapat laporan ada seorang kakek-kakek berusia 83 tahun yang hilang di perkebunan sawit di Kabupaten Rokan Hulu,” kata Budi, Jumat (3/4/2026).
Mendapati laporan tersebut, pihaknya langsung memberangkatkan delapan orang personel menuju kelokasi dengan jarak 120 Km dari lokasi kantor SAR di Pekanbaru. Di mana lokasi kejadian berada di titik koordinat 0°52’03″N 100°26’33″E.
“Tim yang diberangkatkan kelokasi untuk melakukan pencarian juga dibekali dengan peralatan navigasi untuk melakukan pencarian korban,” ujarnya.
Dilanjutkannya, sesampainya dilokasi tim akan langsung melakukan dengan pola type I open grid di sekitar lokasi kejadian. Pencarian juga dilakukan dengan pola menyusuri sekitar lokasi kejadian tahap awal seluas 1 km.
“Apabila korban ditemukan akan di bawa ke Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Kami juga Menghimbau masyarakat yang terlibat tetap memperhatikan keselamatannya,” katanya.***(mr)
Komisi II DPR RI Kunjungi Riau, Dorong Penguatan Peran BUMD dan Bank Daerah untuk Dongkrak PAD
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Upaya memperkuat kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sorotan utama dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di Provinsi Riau, Kamis (2/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Menara Dang Merdu BRK Syariah ini menjadi ruang strategis mempertemukan pemerintah pusat, daerah, dan pelaku BUMD dalam satu forum pengawasan dan evaluasi.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Bank Riau Kepri Syariah, Helwin Yunus, dalam sambutannya menegaskan komitmen BRK Syariah sebagai bank pembangunan daerah untuk terus menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus kontributor nyata bagi PAD.
“Sebagai bank daerah yang telah bertransformasi menjadi bank syariah, kami terus memperkuat peran dalam mendukung perekonomian daerah, baik melalui pembiayaan UMKM, penguatan likuiditas, maupun kontribusi dividen kepada pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia memaparkan, kinerja BRK Syariah dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren positif. Total aset meningkat dari Rp30,8 triliun pada 2024 menjadi Rp31,1 triliun pada 2025.
Menurut Helwin, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat sekaligus penguatan intermediasi perbankan di daerah. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, khususnya kebijakan yang mendorong perusahaan di Riau membuka rekening di BRK Syariah sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem keuangan daerah.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk mendapatkan arahan serta penguatan kebijakan guna meningkatkan tata kelola dan daya saing BUMD, khususnya perbankan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, yang mewakili Plt Gubernur Riau, menekankan pentingnya peran BUMD dalam menghadapi tantangan fiskal daerah. Ia mengungkapkan bahwa seluruh kabupaten/kota di Riau telah memiliki BUMD, meskipun dengan kondisi yang beragam.
“Ada BUMD yang sudah memberikan kontribusi signifikan, namun masih ada pula yang menghadapi kendala. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk kita benahi bersama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi besar sektor perkebunan kelapa sawit di Riau yang dapat dioptimalkan melalui peran BUMD, termasuk skema kerja sama yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.
Lebih lanjut, Syahrial menegaskan bahwa keberadaan BRK Syariah sebagai bank daerah berbasis syariah merupakan langkah strategis yang diharapkan mampu memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Dari sisi legislatif, Ketua Komisi II DPR RI yang diwakilkan oleh Taufan Pawe, menegaskan komitmen pihaknya untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap BUMD di seluruh Indonesia. Ia menilai, optimalisasi peran BUMD sangat penting untuk mengurangi ketergantungan daerah terhadap transfer pusat.
“Ketergantungan terhadap APBN masih sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 80 persen. Namun, itu tidak boleh menjadi alasan untuk tidak menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini baru sekitar 50 persen BUMD yang berada dalam kondisi sehat, sementara sisanya masih menghadapi persoalan tata kelola dan kontribusi terhadap PAD. Oleh karena itu, kunjungan kerja ini difokuskan untuk menggali langsung permasalahan serta mengevaluasi kinerja BUMD secara menyeluruh.
“Yang ingin kita pastikan adalah sejauh mana BUMD benar-benar memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Komisi II juga mendorong pemerintah daerah di Riau untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam melalui penguatan kapasitas SDM, transparansi, serta pengukuran kinerja yang jelas, termasuk dalam kontribusi dividen kepada daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Riau, para kepala daerah se-Provinsi Riau, jajaran direksi dan komisaris BRK Syariah, serta pimpinan BUMD lainnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus mendorong BUMD, khususnya bank daerah, agar semakin berperan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.***(rl)
Rohul(SegmenNews.com)– Bupati Kabupaten Rokn Hulu, Anton,ST,MM melantik pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat pengawas di Aula Lantai Tiga Kantor Bupati Rohul, Kamis (2/4/2026).
Prosesi ini turut disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Rokan Hulu, Hj. Sumiartini, serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemkab Rohul.
Bupati Rohul Lantik Staf Ahli M Zaki
Sorotan utama dalam pelantikan kali ini tertuju pada sosok Muhammad Zaki, S.STP, M.Si. Beliau yang sebelumnya menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Rohul, kini dipercaya mengemban amanah baru sebagai Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan Sekretariat Daerah Rokan Hulu.
Mutasi ini didasarkan pada Keputusan Bupati tertanggal 30 Maret 2026 Nomor: KPTS. 100.3.3.2.
Selain posisi Sekda, perombakan juga menyentuh level pengawas. Nasiruddin, SS, yang sebelumnya menjabat Kepala UPTD Pengelolaan Air Bersih Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), kini resmi menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan pada Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja. Pelantikan Nasiruddin didasarkan pada Keputusan Bupati tanggal 2 April 2026 Nomor: KPTS. 100.3.3.2.
Pasca pergeseran Muhammad Zaki ke posisi Staf Ahli, kursi Sekretaris Daerah untuk sementara waktu akan mengalami kekosongan pejabat definitif. Guna memastikan administrasi pemerintahan tetap berjalan lancar, Bupati Anton berencana menunjuk Pejabat Pelaksana Harian (Plh) dalam waktu dekat.***(rn)
Kejati Tahan Sekretaris Diskop Bengkalis Terkait Korupsi Penguasaan Aset PMKS
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau menahan J, Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil Menengah Kabupaten Bengkalis tahun 2015. Tersangka J diduga terlibat dalam penguasaan barang bukti berupa Pabrik Mini Kelapa Sawit (PMKS) milik Pemkab Bengkalis.
Kasi Penkum Kejati Riau, Zikrullah, SH., MH, Rabu 1 April 2026 mengatakan, penahanan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: PRINT-02/L.4/RT.1/Fd.2/02/2026 tertanggal 1 April 2026, setelah sebelumnya yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka melalui Surat Penetapan Nomor: Tap.Tsk-01/L.4/Fd.2/02/2026 tanggal 13 Februari 2026.
Kasus ini bermula dari pelaksanaan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 1125/K/Pid.Sus/2014 yang telah berkekuatan hukum tetap, di mana salah satu amar putusan memerintahkan agar aset berupa Pabrik Mini Kelapa Sawit (PMKS) yang berlokasi di Desa Tengganau, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Eksekusi putusan tersebut telah dilaksanakan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bengkalis pada 11 November 2015, yang dituangkan dalam Berita Acara Pengembalian Barang Bukti (BA-20).
Namun demikian, dalam proses pengelolaan selanjutnya, tersangka J selaku pejabat yang menerima aset tersebut diduga tidak melaksanakan kewajibannya secara semestinya.
Tersangka tidak melakukan pengamanan fisik, tidak memelihara aset, tidak mencatatkan dalam inventaris barang milik daerah, serta tidak mengusulkan penetapan status penggunaan barang.
Tersangka S diketahui mengoperasikan pabrik tersebut secara sepihak sejak November 2015 hingga Juli 2019, kemudian menyewakannya kepada pihak lain sejak Agustus 2019 hingga Maret 2024 tanpa izin dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis selaku pemilik sah aset.
Padahal, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui surat resmi tertanggal 11 Januari 2017 telah meminta penghentian operasional pabrik tersebut.
Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan. Perbuatan para tersangka dinilai bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan barang milik negara/daerah, termasuk kewajiban pengamanan, pencatatan, serta larangan pemanfaatan tanpa prosedur yang sah.
Berdasarkan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau, perkara ini mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp30.875.798.000.
Atas perbuatannya, tersangka J disangkakan melanggar:
Primair: Pasal 603 jo Pasal 20 huruf a atau c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;
Subsidiair: Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 618 jo Pasal 20 huruf a atau c UU Nomor 1 Tahun 2023.
Tersangka J akan menjalani masa penahanan selama 20 (dua puluh) hari ke depan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru.
Sebelumnya, penyidik Pidsus Kejati Riau juga telah menahan tersangka S dalam perkara yang sama berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: PRINT-01/L.4/RT.1/Fd.2/02/2026, setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 13 Februari 2026.
Kejaksaan Tinggi Riau menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan terhadap pihak-pihak lain yang turut bertanggung jawab.***(ran)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Bupati Siak Afni Zulkifli melepas 257 Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Siak tahun 1447 H/2026 Masehi. Ratusan Calon Haji tersebut dijadwalkan akan bertolak ke Tanah Suci Mekkah pada 4 Mei 2026 mendatang, melalui Embarkasi Batam.
Bupati Afni mengucapkan tahniah kepada seluruh jemaah yang mendapat kesempatan berangkat setelah melalui masa tunggu yang begitu lama.
“Tahniah para jemaah calon haji. Panggilan haji ini adalah rezeki dari Allah yang lahir dari kesabaran bapak ibu semua yang sudah menunggu bertahun-tahun. Semoga saat menjejakkan kaki di Tanah Suci semuanya dalam kondisi sehat wal’afiat,” ujarnya, Afni, Rabu (1/4/2026).
Calon Jemaah Haji ini, menurut rencana akan berangkat tergabung dalam Kelompok Terbang (Keloter) 12. Tampak prosesi pelepasan ditandai dengan Tepuk Tepung Tawar di Masjid Al-Fatah, Jalan Dr. Soetomo, Kampung Dalam, Kecamatan Siak.
Momentum ini menjadi hasil penantian panjang para jemaah yang akhirnya mendapat panggilan menunaikan rukun Islam kelima.
“Kami minta titip doa untuk Kabupaten kita. Do’akan negeri kita di curahkan Ramat dan rezeki yang berlimpah dari Allah. Doakan negeri kita menjadi negeri baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur. Semoga bapak ibu membawa doa itu ke Tanah Suci,” pinta Afni.
Afni menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak terus berupaya meningkatkan pelayanan haji agar kuota dan daftar tunggu dapat dikelola dengan baik.
“Alhamdulillah, kuota haji kita insyaAllah masih dalam porsi yang layak. Ini harus kita syukuri bersama. Kami terus berikhtiar agar kuota haji dan daftar antrian bisa tercicil sesuai alur,” kata dia.
Bupati juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta saling membantu selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia berharap seluruh jemaah mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam menunaikan ibadah haji.
Seluruh jemaah yang tergabung dalam Kloter 12 berjumlah 257 orang, terdiri dari 119 laki-laki dan 138 perempuan, akan diberangkatkan melalui Embarkasi Batam pada 4 Mei 2026.
Adapun sebaran jemaah berdasarkan kecamatan yaitu Kecamatan Siak 45 orang, Sungai Apit 11 orang, Tualang 50 orang, Minas 9 orang, Kandis 2 orang, Lubuk Dalam 10 orang, Kerinci Kanan 20 orang, Dayun 29 orang, Koto Gasib 11 orang, Bunga Raya 24 orang, Sabak Auh 26 orang, Mempura 11 orang, Pusako 3 orang, dan Sungai Mandau 6 orang.
Muinah Binti Mustari, jemaah tertua perempuan asal Kecamatan Sabak Auh berusia 80 tahun, tampak senang dan antusias menanti keberangkatan ke Tanah Suci.
“Alhamdulillah senang sekali, ini pertama kali saya berangkat haji, soalnya dulu hanya sempat umrah sekali. Saya sudah menunggu dari 2020, akhirnya rezeki tahun ini saya berangkat,” ujarnya sambil tersenyum lebar.
Perjalanan haji ini menjadi momen istimewa bagi Muinah dan seluruh jemaah, penuh harapan dan doa agar ibadah mereka lancar, diterima, dan diridhoi Allah SWT.
Semoga setiap langkah mereka membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan bagi kemajuan Kabupaten Siak.***(vil/hm)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan telah merilis data penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang terjadi sejak 28 tahun belakangan. Terhitung sejak 1997 – 2025, telah ditemukan sebanyak 11.336 kasus dengan 6.990 orang di antaranya masih hidup.
“Sejak tahun 1997 ditemukan 11.336 kasus dengan 6.990 orang masih hidup. Dengan data kasus memasuki stadium AIDS sebanyak 4.480 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli, Kamis (2/4/2026).
Dikatakan Zulkifli, kasus tersebut dikatakan terus mengalami kenaikan di setiap tahunnya. Diantaranya pada 1997 – 2005 sebanyak 85 kasus, 2006 sebanyak 80 kasus, 2007 sebanyak 138 kasus, 2008 sebanyak 132 kasus, 2009 sebanyak 217 kasus, 2010 sebanyak 397 kasus, 2011 sebanyak 454 kasus dan 2012 sebanyak 325 kasus.
“Untuk tahun 2013 ditemukan 433 kasus, 2014 sebanyak 569 kasus, 2015 sebanyak 738 kasus, 2016 sebanyak 576 kasus, 2017 sebanyak 741 kasus, 2018 sebanyak 675 kasus, 2019 sebanyak 587 kasus, dan 2020 ditemukan 726 kasus,” katanya.
Setelahnya pada 2021 ditemukan sebanyak 570 kasus, 2022 sebanyak 835 kasus, 2023 sebanyak 1001, 2024 sebanyak 1006 kasus, terakhir pada 2025 sebanyak 1051 kasus,” ungkapnya.
Adapun kasus tersebut dikatakan Zulkifli ditemukan di seluruh kabupaten kota di Riau. Dengan angka terbanyak disumbang Kota Pekanbaru menyentuh 58,20 persen.
“Terjadi di seluruh daerah di Riau dengan persentase di bawah 10 persen. Sementara di Pekanbaru menyentuh 58,20 persen atau setara dengan 6.598 orang,” ungkapnya.
Dijabarkan Zulkifli, selain Kota Pekanbaru, kasus terbanyak lainnya ditemukan di Kabupaten Bengkalis 951 kasus, Kota Dumai 855 kasus, Kabupaten Pelalawan 596 kasus, Rokan Hilir 556 kasus dan Indragiri Hilir 477 kasus.
“Setelahnya di Kabupaten Siak 327 kasus, Rokan Hulu 265 kasus, Kepulauan Meranti 223 kasus, Indragiri Hulu 213 kasus, Kampar 170 kasus dan Kuantan Singingi 105 kasus,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit HIV/AIDS.
“Kami juga menekankan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang penyakit menular ini. Serta hindari perilaku seksual berisiko,” katanya.
Pihaknya juga meminta masyarakat untuk melakukan skrining rutin bagi kelompok rentan serta menggunakan pengaman atau kondom untuk mencegah penularan. “Hindari penggunaan berbagi jarum suntik, dan lakukan terapi ARV bagi yang sudah terinfeksi,” pungkasnya.***(mr)
Jakarta(SegmenNews.com)- PT PLN (Persero) mencatat lonjakan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga 4,14 kali lipat selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 Hijriah (H), seiring konsumsi listrik kendaraan listrik yang juga meningkat lebih dari 4 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Secara rinci, frekuensi pengisian daya pada periode 12–31 Maret 2026 mencapai 303.234 transaksi, meningkat dari 73.161 transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, konsumsi listrik tercatat sebesar 7,16 juta kilowatt hour (kWh), meningkat dari 1,75 juta kWh pada 2025.
Capaian ini menjadi bagian dari keberhasilan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, sekaligus memastikan keandalan pasokan energi nasional selama periode RAFI.
Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Yudhiawan Wibisono menjelaskan bahwa Posko Nasional RAFI 2026, yang berlangsung sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026, telah sukses berperan krusial dalam menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran yang melibatkan mobilitas jutaan masyarakat Indonesia.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim Posko beserta seluruh jajaran sektor energi terkait di sektor ESDM dalam melaksanakan Posko Nasional sektor ESDM ini. Posko bukan hanya sekadar pusat pengendalian tetapi juga wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat selama Hari Raya Idulfitri,” ujar Yudhiawan dalam agenda Penutupan dan Konferensi Pers Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri 1447 H, di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta (31/3).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa peningkatan signifikan penggunaan SPKLU mencerminkan semakin kuatnya adopsi kendaraan listrik di masyarakat, khususnya saat momentum mudik Lebaran.
“Lonjakan penggunaan SPKLU selama RAFI menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Hal ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami hadirkan secara optimal selama periode mudik,” ujar Darmawan.
PLN bersama mitra telah menghadirkan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan rata-rata jarak antar SPKLU sekitar 22 kilometer. Khusus di jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, PLN menyediakan 1.681 unit SPKLU di 994 titik, meningkat sekitar 70 persen dibandingkan Idulfitri tahun sebelumnya.
Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis, terutama di area exit tol, yang didukung oleh ribuan personel siaga.
Selain penambahan infrastruktur, PLN juga meningkatkan kualitas layanan melalui modernisasi teknologi pengisian daya. Beberapa SPKLU dengan tingkat penggunaan tinggi telah ditingkatkan dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging sehingga proses pengisian menjadi lebih cepat.
Penguatan layanan ini turut didukung oleh pengembangan ekosistem digital melalui fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) pada aplikasi PLN Mobile yang memudahkan pengguna dalam mengakses layanan SPKLU secara terintegrasi.
PLN juga menghadirkan fitur Trip Planner untuk membantu pengguna merencanakan perjalanan dengan informasi lokasi SPKLU dan ketersediaan konektor, serta fitur AntreEV yang memungkinkan pemantauan antrean secara real time.
Selain itu, PLN menghadirkan kemudahan transaksi melalui sistem pembayaran elektronik EV-TAP yang tersedia di sejumlah SPKLU di jalur mudik Trans Jawa sehingga proses pengisian daya menjadi lebih cepat, praktis, dan tanpa hambatan.
“Kami akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan kendaraan listrik agar masyarakat semakin nyaman beralih ke energi bersih,” tutup Darmawan.***(rl)
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 BRK Syariah tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang refleksi bagi para tokoh yang pernah membesarkan bank daerah tersebut. Salah satunya datang dari mantan Direksi BRK Syariah, Tengkoe Irawan, yang turut hadir dalam upacara peringatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Tengkoe Irawan menyampaikan ucapan selamat milad ke-60 untuk BRK Syariah, seraya mendoakan agar bank kebanggaan masyarakat Riau dan Kepulauan Riau tersebut terus tumbuh menjadi lembaga keuangan syariah yang terpercaya dan memberi manfaat luas bagi umat.
Ia menegaskan, BRK Syariah memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong pencapaian visi dan misi pemerintah di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Lebih jauh, Tengkoe Irawan mengingatkan bahwa industri perbankan saat ini menghadapi tingkat persaingan yang semakin ketat. Tidak hanya antar bank, tetapi juga dengan lembaga keuangan non-bank yang berkembang pesat seiring kemajuan teknologi.
“Evaluasi terhadap kebijakan dan strategi menjadi hal yang mutlak, terutama dalam memperkuat sumber daya insani dan teknologi. Ini penting agar bank dapat menjaga konsistensi kinerja di tengah perubahan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi digital telah mengubah wajah industri perbankan. Fungsi bank tidak lagi seperti dulu, sehingga kesiapan SDI yang tangguh serta dukungan teknologi yang andal menjadi kunci dalam menopang pertumbuhan bisnis.
Meski demikian, ia menekankan bahwa sebagai bank daerah, BRK Syariah tetap harus menjaga aspek humanitas. Kedekatan dengan nasabah dan kemampuan membangun jaringan yang kuat dinilai menjadi keunggulan tersendiri dalam mempertahankan loyalitas konsumen di tengah kompetisi.
Menutup pesannya, Tengkoe Irawan berharap momentum HUT ke-60 ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pimpinan dan karyawan BRK Syariah untuk terus meningkatkan kompetensi dan daya saing.
“Dengan semangat kebersamaan dan peningkatan kualitas, kita optimistis BRK Syariah akan terus maju dan berjaya ke depan,” tutupnya.***(rl)
Rohul(SegmenNews.com)- Bupati Kabupaten Rokan Hulu, Anton,ST,MM meninjau kebakaran satu unit rumah warga di Dusun Lenggopan, Kelurahan Pasir Pengaraian, Rabu (1/4/2026).
Kehadirannya bukan sekadar seremonial. Dengan raut penuh empati, ia meninjau kondisi korban secara langsung, memastikan kebutuhan mendesak segera ditangani.
Bupati Anton Serahkan Bantuan Korban Kebakaran
Bupati Anton menyadari, dalam situasi seperti ini, kata-kata saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata.
Melalui koordinasi cepat bersama Baznas Rokan Hulu, ia memastikan rumah korban akan dibangun kembali dalam waktu kurang dari dua bulan.
Tak hanya itu, bantuan sembako juga langsung disalurkan kepada korban. Bantuan tersebut berasal dari Dinas Sosial serta dukungan komunitas Sahabat Rohul Peduli, sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap warga yang terdampak.
“Kami turut prihatin sedalam-dalamnya. Musibah ini tidak menyisakan apa-apa bagi saudara kita. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka tidak sendiri menghadapi masa sulit ini,” ujar Bupati Anton.
Langkah cepat ini menegaskan respons kepemimpinan Bupati Anton dalam menangani musibah. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat menjadi bukti bahwa solidaritas masih kuat di tengah cobaan.
Bagi warga Dusun Lenggopan, kehadiran Bupati bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghidupkan kembali harapan—bahwa dari puing dan abu, kehidupan baru akan segera dibangun kembali.
Sebelumnya kebakaran terjadi pada Selasa sore (31/3/2026) menghanguskan satu unit rumah warga di Dusun Lenggopan, Kelurahan Pasir Pengaraian. Peristiwa tersebut menyisakan puing-puing bangunan dan kerugian total bagi korban.***(inf)
Pemprov Riau Apresiasi Kinerja BRK Syariah di Usia ke-60
Pekanbaru(SegmenNews.com)- Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Pusat BRK Syariah di Pekanbaru, Rabu (1/4/2026), saat seluruh jajaran manajemen dan pegawai mengikuti upacara peringatan HUT ke-60 PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah). Balutan busana Melayu lengkap yang dikenakan peserta upacara menambah nuansa sakral sekaligus mempertegas identitas kedaerahan dalam momentum bersejarah tersebut.
Upacara berlangsung tertib dan penuh penghayatan. Barisan peserta berdiri rapi, sementara para petugas upacara yang didominasi para pemimpin divisi tampil penuh wibawa menjalankan tugasnya. Di tengah suasana yang hening dan sarat kebanggaan itu, arah kebijakan Pemerintah Provinsi Riau untuk masa depan BRK Syariah disampaikan secara tegas.
Sambutan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dibacakan oleh Helwin Yunus yang bertindak sebagai pembina upacara. Dengan suara mantap, Helwin menyampaikan pesan strategis pemerintah sekaligus refleksi perjalanan panjang bank daerah tersebut.
“Enam puluh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ini adalah tonggak sejarah panjang yang mencerminkan komitmen, ketangguhan, serta kontribusi nyata BRK Syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” demikian kutipan awal sambutan yang dibacakan di hadapan seluruh peserta upacara.
Tak hanya disampaikan di Kantor Pusat, sambutan Plt Gubernur Riau tersebut juga dibacakan secara serentak di seluruh jaringan kantor BRK Syariah di wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Hal ini menegaskan keseragaman pesan, sekaligus memastikan seluruh insan BRK Syariah menangkap arah kebijakan dan harapan pemegang saham secara utuh.
Dalam sambutan itu ditegaskan, transformasi besar dalam sektor perbankan menuntut perubahan menuju sistem keuangan yang inklusif, digital, dan berbasis prinsip kehati-hatian. Di tengah dinamika tersebut, BRK Syariah dinilai mampu menunjukkan langkah progresif melalui konversi ke sistem syariah, penguatan tata kelola, serta ekspansi layanan digital.
Tak sekadar menjadi lembaga keuangan, BRK Syariah juga diposisikan sebagai motor penggerak ekonomi umat, khususnya dalam mendukung UMKM, sektor halal, dan pembiayaan yang berkeadilan. Capaian kinerja yang terus menunjukkan tren positif pun mendapat apresiasi dari Pemprov Riau sebagai pemegang saham mayoritas.
Namun, nada sambutan juga mengandung penegasan keras terkait tantangan ke depan. Persaingan industri perbankan yang semakin ketat, disrupsi teknologi, serta tuntutan transparansi menjadi peringatan serius bagi seluruh jajaran BRK Syariah.
Dalam arahannya, terdapat empat penekanan utama yang menjadi garis tegas kebijakan ke depan, yakni percepatan transformasi digital, perluasan inklusi keuangan hingga ke daerah terpencil, penguatan integritas dan tata kelola perusahaan, serta peningkatan peran dalam mendukung pembangunan daerah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Momen pembacaan sambutan tersebut menjadi titik paling hening dalam upacara. Sejumlah peserta tampak larut dalam suasana reflektif, menyadari bahwa usia 60 tahun bukan hanya perayaan, tetapi juga panggilan untuk berbenah dan melompat lebih jauh.
“Momentum ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga titik tolak untuk melangkah lebih maju,” tegas Helwin saat menutup pembacaan sambutan.
Upacara HUT ke-60 ini bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, ia menjadi simbol konsolidasi dan penegasan arah baru BRK Syariah untuk tumbuh sebagai bank syariah regional yang kuat, modern, dan kompetitif di tingkat nasional.
Di akhir kegiatan, suasana haru dan bangga terasa menyatu. Di bawah langit Pekanbaru pagi itu, semangat kolektif seluruh insan BRK Syariah seolah diteguhkan kembali, bahwa perjalanan panjang ini belum selesai, dan masa depan menuntut langkah yang lebih berani.***(rl)