Beranda blog Halaman 1495

Kreatif..SMK Bina Insani Pakai CPU dari Galon Ikuti UNBK

Hebat..SMK Bina Insani Pakai CPU dari Galon Ikuti UNBK

Rohul(SegmenNews.com)- CPU dari galon air mineral yang dirangkai siswa kelas X SMK Bina Insan Mandiri Tambusai, turut sukseskan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis

Komputer  (UNBK) 4 sekolah di kecamatan Tambusai, kabupaten Rokan
Hulu. Hingga hari ke-4 UNBK, tidak ditemui kendala, Kamis (26/4/18) sore .

UNBK yang diselengarakan SMK Bina Insan Mandiri desa Suka Maju
kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu, bagi 80 orang siswa 4 SLTP
yang ada di kecamatan tambusai berakhir kamis sore.

Dari pantauan UNBK sesi ketiga dihari terakhir ujian Berbasis Komputer
di lokasi SMK Bina Insani Mandiri ini, pelaksanaan ujian mata pelajaran Sains , berjalan lancar tanpa kendala, meski peralatan komputer seadanya.

Bahkan satu unit komputer yang dipakai siswa untuk pelaksanaan UNBK CPU-nya dirangkai di Galon Kemasan Air Minum Mineral.

Dari keterangan kepala SMK Bina Insan Mandiri, Mustofa Husein, CPU dari Galon Kemasan Air Mineral ini merupakan CPU yang dirangkai siswa
kelas X SMK Bina Insan Mandiri, yang selama ini digunakan untuk bahan
pembelajaran siswa jurusan tenik komputer jaringan.

“ CPU Galon ini kondisinya bagus, sehingga dapat dimanfaatkan untuk
pelaksanaan UNBK 4 SLTP yang tahun ini kita selenggarakan UNBK-nya di
sekolah kita ini,“ kata Mustofa

Sementara itu, kepala SMP N 5 Tambusai, Siran, S.Pd, mengaku UNBK
tahun ini merupakan UNBK pertama siswa SMP N 5 Tambusai.

“Tidak lalu kita belum ikut melaksanakan UNBK karena keterbatasan fasilitas yang  ada di SMP N 5 Tambusai. Namun tahun ini meski tidak memiliki laptop, server, dan jaringan internet, kita coba bermitra
dengan SMK Bina Insan Mandiri, dan menumpang UNBK di Sekolah ini,
bersama 3 sekolah swasta lainnya,“ kata Siran

Sementara itu, peserta UNBK tahun ajaran 2017/2018 dilokasi ini
sebanyak 80 orang siswa, terdiri dari peserta didik dari 4 SLTP  yakni
SMP Islam Al-yusro Lubuk Soting 24 siswa, SMP Islam Fastabiqul Khoirot
6 siswa,  SMP N 5 Tambusai 23 siswa, SMP Al-hikmah Desa Suka Maju 27
siswa.***(fit)

Kejati Riau “Periksa” Empat Pejabat SKK Migas Sumbagut

Hanif Rusdi, Kepala SKK Migas Sumbagut

Pekanbaru (SegmenNews.com)-Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau, mengusut dugaan korupsi pengadaan lahan untuk usaha migas di Riau. Empat pejabat SKK Migas Wilayah Sumbagut, telah dimintai keterangan di Kejati Riau.

Pantauan segmennews.com permintaan keterangan terhadap empat pejabat SKK Migas Wilayah Sumbagut tersebut berlangsungbpada hari Rabu dan Kamis (26/4/2018).

Pejabat yang dimintai keterangan di antaranya Kepala SKK Migas Wilayah Sumbagut, Hanif Rusdi, dimintai keterangan, Kamis (28/4/2018) dan Kadiv Formalitas, Didik, pada Rabu (25/4/2018).

Permintaan keterangan terlihat di lakukan secara terpisah di ruanh aula dan ruang Kasi Uheksi.

Humas SKK Migas Wilayah Sumbagut, Haryanto Syafri, kepada bertuah pos mengaku keempat pejabat tersebut bukan diperiksa, tetapi diundang oleh pihak Kejati Riau.

“Pihak Kejati ingin tahu mekanisme pembebasan lahan untuk usaha migas,” ujarnya.

Dikatakannya, dari SKK Migas sudah memberikan penjelasan mengenai mekanismenya.

Namun mengenai titik mana saja pembebasan lahan yang menjadi pembahasan oleh pihak Kejaksaan, Haryanto mengatakan pihak Kejati tidak mempertanyakan titik-titiknya, hanya mekanismenya saja.

“Kita jelaskan, mekanisme pengadaan tanah untuk usaha Migas, mengacu pada UU No 2 Tahun 2012. Sebelumnya mengacu pada Peraturan Tata Kelola Nomor 27,” ujarnya.***(segmen02)

Pjs Bupati Inhil Imbau Siswa Pramuka Tingkatkan Disiplin

Tembilahan(SegmenNews.com)- Seluruh siswa-siswi yang tergabung dalam keanggotaan Pramuka Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diharapkan untuk dapat menanamkan sikap disiplin diri, menghormati orang tua dan guru, seperti yang diajarkan oleh para pendahulu.Harapan tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Inhil, Rudyanto saat membuka Perkemahan Jum’at, Sabtu dan Minggu (Perjusami) Kwartir Ranting Kecamatan Kemuning, Kwartir Cabang (Kwarcab) 04.02 Gerakan Pramuka Kabupaten Inhil, yang dilaksanakan di Work Shop UPT Dinas PU Kecamatan Kemuning, belum lama ini.

Dikatakan Rudyanto, dirinya merasa bangga kepada para peserta Perjusami, yang berasal dari perwakilan sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Kemuning.

“Kegiatan ini akan kita terus tingkatkan, dimana kita sama-sama tahu bahwa organisasi kepramukaan ini adalah organisasi tertua yang ada di Indonesia,” ujarnya.Apalagi, lanjutnya Rudyanto, dalam organisasi kepramukaan ini diajarkan tentang banyak hal, seperti disiplin diri pribadi, menghormati orang tua, guru dan lain-lain.

“Organisasi Pramuka sebagai pihak penyelenggara, diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan kualitas kegiatan serupa,” tukasnya.***(Adv/diskominfo)

PPKB Ujung Tombak Program Keluarga Berencana

PPKB Ujung Tombak Program Keluarga Berencana

Bantan(SegmenNews.com)- Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) merupakan ujung tombak keberhasilan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Untuk itu, pengurus dan anggota PPKBD harus paham fungsi dan tugasnya.

Hal itu disampaikan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berecana Kabupaten Bengkalis, Fadli, diacara Bimbingan Teknis (Bimtek), Rabu (25/4/18).

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Penyuluhan Keluarga Berencana, Desa Resam Lapis, Kecamatan Bantan ini menurut Fadli, yang bertugas sebagai Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Daerah Bengkalis mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan guna memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi para pengurus PPKBD dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Seperti yang kita ketahui, para ketua PPKBD yang kita undang sebanyak 23 orang dari 23 Desa se Kecamatan Bantan ini, merupakan istri dari kepala desa masing-masing. Diharapkan agar ilmu yang didapatkan nantinya bisa berbagi dengan pengurus dan anggota PPKBD di desanya, sehingga pengurus dan anggota PPKBD lainnya sama-sama mendapatkan ilmu, bagaimana cara mensukseskan program KKBPK,” jelas Fadli.

Ditambahkan Fadli, jika pengurus PPKBD faham akan tugas dan fungsinya, maka program KKBPK akan mudah untuk dilaksanakan, karena PPKBD merupakan salah satu ujung tombak dari keberhasilan program KKBPK.

Sebagai pengisi materi atau narasumber pada acara tersebut, yakni Akmal Mahmudi dari Disdalduk dan KB yang juga pernah menjabat sebagai Penyuluh KB BKKBN Provinsi Riau sebelum era otonomi daerah, kemudian Farida Eriani dari Puskesmas Selat Baru dan Haryati, Ketua Pokja III PKK Kecamatan Bantan, serta Ketua Pokja IV PKK Kecamatan Bantan, Sri Rezeki yang juga mewakili Ketua PKK Kecamatan Bantan.

Selain 23 orang ketua PPKBD dan para narsumber, turut hadir pada acara tersebut Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Bantan, Omilia Widiasti dan Nida Pirkaliana serta PKB Kecamatan Bengkalis As Syirazi. **(Edi/dskmf)

Jelang Peringatan HBI, Pemkab Buka Dialog Kebangsaan

Jelang Peringatan HBI, Pemkab Buka Dialog Kebangsaan

Pangkalan Kerinci(SegmenNews.com)- Asisten II Setda Pelalawan Drs H Atmonadi, MM mewakili Bupati Pelalawan HM Harris membuka Dialog Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (may day) tahun 2018 yang dilaksanakan pada tanggal 1 Mei nanti, hari ini, Kamis (26/04/18) di Gedung Daerah Datuk Laksamana Mangkudiraja Pangkalan Kerinci.

Dialog Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (HBI/May Day) Tahun 2018 melibatkan serikat pekerja dan serikat buruh di kabupaten Pelalawan. Dengan menghadirkan narasumber Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan SIk, Drs H Atmonadi MM, Iskandar SH, Firdaus (Apindo), Asli Sinaga dari Serikat Pekerja/Buruh, Moderator Iskandar SH dari Disnaker Pelalawan.

Dalam sambutannya Atmonadi mengatakan berdasarkan UU No 13 tahun 2003 tentang tenaga kerja, pemerintah sebagai pengawas, pengusaha mempunyai fungsi pengembangan usaha, dan menambah tenaga kerja. Pemerintah terus tetap melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran terhadap ke tenaga kerjaan.

“Maka dari itu kita, berharap pihak perusahaan dapat mendukung HBN ini agar tercipta suasana kondusif dan kekeluargaan dari pihak perusahaan dan seluruh buruh atau pekerja,” terang Atmonadi.

Sementaa itu, kapolres AKBP Kaswandi Irwan menyampaikan bahwa kehadiran buruh itu sangat penting karena sangat berfungsi dalam perkambangan negara bahkan dunia. Kaswandi juga mengapresiasi serikat pekerja dan serikat buruh. Kerana serikat pekerja dan serikat buruh sejauh ini telah menjaga situasi kondusif dengan perusahaan.

“Serikat pekerja dan serikat buruh dikabupaten sangat luar biasa menjaga situasi kamtibmas di kabupaten Pelalawan. Saya tepat satu tahun menjadi orang Pelalawan bertugas sejak 26 April 2017, boleh di katakan minim permasalahan dengan pihak pwmerusahaan,” ungkapnya.

Diharapkan Kapolres bahwa momen May Day is a Fun Day karena hari libur nasional. Sebaiknya dilakukan kegiatan kegiatan sosial yang positif dari serikat pekerja dan serikat buruh.

“Kami mengharapkan menjaga kamtibmas dan melakukan kegiatan sosial positif dalam rangka memperingati may day,” katanya.

Pantauan segmennews.com dilapangan diakhir kegiatan di lanjutkan dengan dialog kebangsaan bersama para narasumber yang hadir.***(Ris)

Diduga Curang, FLS2N Meranti Diwarnai Kericuhan

Meranti(SegmenNews.com) -Pelaksanaan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (25/4/18), diwarnai kericuhan. Persoalan muncul diduga akibat kecurangan panitia dan kesalahan dewan juri yang memenangkan salah satu tim tari yang sebelumnya telah kalah ketika seleksi di tingkat kecamatan.

Tidak hanya mengembalikan medali, sertifikat serta uang pembinaan, peserta juga melontarkan protes keras terhadap panitia dan mempertanyakan kredibilitas dewan juri yang diduga berpihak pada tim tari yang dinobatkan sebagai juara I saat FLS2N Tingkat Kabupaten tersebut.

“Aneh dan fatal sekali keputusan panitia dan dewan juri kali ini. Seharusnya panitia tidak boleh mengikutsertakan tim tari SMAN 1 Tebingtinggi yang kalah itu. Malah, dimenangkan pula sebagai juara I setelah mewakili kecamatan lain,” kata Sari Dewi SPd, pembina ekskul seni SMA Negeri 2 Tebingtinggi dalam jumpa pers, Kamis (26/4).

Pantauan di lapangan, kericuhan bermula saat pengumuman pemenang. Pada seleksi kemarin, tim tari SMAN 1 Tebingtinggi yang mewakili Kecamatan Tasik Putripuyu dinobatkan sebagai juara I, tim tari SMAN II sebagai juara II dan juara III oleh kecamatan lainnya.

Tidak terima melihat tim yang sudah mereka kalahkan pada seleksi kecamatan malah dinobatkan sebagai juara I, tim tari SMAN 2 Tebingtinggi langsung protes. Saat itulah suasana berubah. Pertebatan pun terjadi antara panitia, dewan juri dan tim tari SMAN 2 Tebingtinggi.
Namun, keputusan tetap berpihak pada tim tari SMAN 1 Tebingtinggi yang saat itu mewakili Kecamatan Putripuyu. Merasa dizalimi, tim tari SMAN 2 langsung balik kanan, meninggalkan lokasi kegiaran.

Keberanian Sari Dewi memprotes panitia dan keputusan dewan juri juga mendapat dukungan dari sejumlah Kepala Sekolah dan tim tari lainnya. Meski hanya di belakang layar, mereka bahkan siap mendukung wanita berhijab itu dalam membongkar kecurangan yang terus terjadi setiap tahunnya.

“Mantap buk, kami dukung. Yang seperti ini seakan sudah mendarah daging,” ungkap beberapa orang pembina seni dari sekolah lainnya. Bahkan saat itu terlihat juga dua orang kepala sekolah yang turut mengacungkan jempol kepadanya sebagai tanda dukungan.

Dijelaskan Sari Dewi, protes yang mereka lakukan bukan mengharapkan sebagai juara I. Bahkan mereka sangat berbesar hati jika dikalahkan oleh tim tari lain. Tapi yang terjadi malah di luar dugaan. Tim tari SMN 1 Tebingtinggi yang sebelumnya telah mereka kalahkan melalui penilaian juri yang sama pada seleksi kecamatan, malah dimenangkan sebagai juara I oleh juri yang sama pula pada seleksi Tingkat Kabupaten.

“Kami merasa dizalimi. Jadi, wajar jika kami mempertanyakan kepada panitia dan kredibilitas dewan juri yang menurut kami keberpihakannya sangat tinggi. Penarinya sama, konsepnya juga sama, malah juara I pula, walaupun atas nama kecamatan lain tetap tidak boleh diikutkan.
Kalau begitu caranya hancur seni di Meranti ini. Dan, tak perlu mengadakan seleksi lagi kalau memang tim tari yang hendak diutus ke provinsi sudah ditentukan. Dan, saya tekankan bahwa kami hanya menyorit kinerja panitia dan kredibilitas juri tari, bukan instansinya,” pungkas Sari Dewi.

Hal senada juga disampaikan Waka Kurikulum SMAN 2 Tebingtinggi Almandra SPd yang turut mendampingi jumpa pers kemarin. Menurut dia, selama ini pihaknya dalam mengembangkan kreatifitas anak dengan cara yang sederhana. Jika ada anak yanf hebat tentunya akan muncul dengan sendirinya. Dan, pihaknya tidak pernah memakai sistem karbit. Yang penting adalah pembinaan secara berkelanjutan.

“Dengan kejadian ini anak malah jadi ngedrop. Persoalan seperti ini harus kami diantisipasi. Sebenarnya bukan masalah juara atau tidaknya. Selain itu kita juga ingin menanamkan konsep kejujuran. Kami tidak pernah menjual sekolah ini dengan cara-cara yang tidak benar. Dari awal, begitulah yang kami lakukan, bukan dengan kecurangan. Keren itu adalah tugas saya sebagai Waka Kurikulum,” pungkas Almandra.

Menurut Almandra, tidak hanya SMAN 2 Tebingtinggi, kejadian ini juga bakal berimbas pada sekolah lain yang punya motifasi dalam mengembangkan seni di sekolah. Bahkan dia khawatir persoalan ini akan mematikan kreatifitas anak. Apalagi sudah muncul anggapan dari berbagai piham jika persoalan seperti itu sudah mendarah daging terjadi di Meranti.

“Kami hanya mengecam panitia dan dewan juri, bukan instansinya. Konsekwensi mereka yang kami harapkan sehingga apapun yang dibuat di kabupaten ini akan muncul talenta baru.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari panitia. Bahkan ketika sejumlah wartawan mendatangi seluruh panitia di SMAN I Tebingtinggi kemarin tidak seorang pun yang berani memberikan keterangan. Bahkan seorang panitia bernama Salman mengaku bahwa dalam kegiatan tersebut tidak ada Ketua Pelaksananya. Sementara Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Poyadi juga tidak berhasil ditemui di sekolah yang dipimpinnya itu.

Kacab Disdikbud Meranti Ngajito kepada wartawan melalui telepon selulernya tentang hal itu mengaku tidak masuk secara teknis dalam kepanitiaan. Dia hanya mengaku bahwa ada penunjukan langsung dari provinsi ke SMAN I Tebingtinggi sebagai panitia.***(Dham)

Pemerintah Pusat Batalkan Pembangunan Jalur Kereta Api Rute Riau-Jambi

Ilustrasi

Pangkalan Kerinci(SegmenNews.com) Kegembiraan masyarakat Kabupaten Pelalawan merasakan kereta api yang rutenya Kabupaten Pelalawan (Provinsi Riau) menuju Provinsi Jambi menjadi hampa, dimana Pemerintah Pusat membatalkan pembangunan rute kereta api tersebut yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Pembangunan kereta api yang menghubungkan dua Provonsi tersebut menempuh jarak sekitar kurang lebih 350 KM.

“Ya, pembangunan kerata api rute Provinsi Riau menuju Provonsi Jambi batal, dimana kabar pembatalan ini kita dapat dari berita media-media nasional. Kalau secara resmi seperti surat dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia belum ada,” terang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Pelalawan Ir M Syahrul Syarif, Msi kepada SegmenNews.com Kamis, (26/4/18).

Syahrul Syarif juga mengatakan, bahwa dengan adanya pembatalan tersebut, pihaknya akan menanyakan langsung kepusat, alasan kenapa bisa dibatalkan. Sebelumnya adanya pembatalan, pihaknya sudah melakukan studi kasus lokasi yang akan jadikan rute pembangunan kereta api.

“Untuk masterplan pembangunan kereta api akan disiapkan langsung oleh Pemerintah Pusat. Kita hanya setakat mendampingi pihak Kementerian untuk mensurvey lokasi saja. Kita berharap pembatalan pembangunan kereta api diwilayah ini tidak terjadi, dimana kalau terwujud bisa menekan biaya logistik pada daerah sentra ekonomi yang akan dilewati kalau berpergian ke Jambi dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kepala Bappeda yang akrab di sapa Syahrul ini menambahkan, bahwa pembangunan kereta api, Kabupaten Pelalawan masuk Koridor IV yakni Pekanbaru, Pelalawan dan Inhu yang akan menempuh jarak sekitar kurang lebih 350 KM.

Selain pembangunan jalur kereta api, rencananya Pemeritah Pusat juga akan membangunan jalan tol trans sumatera sekaligus. Pembangunan sektor jalur kereta api dan jalan tol tersebut akan dibangun melalui anggaran pendapatan belanja negara (APBN) pusat.***(Ris)

VIDEO: GNPHI Provinsi Riau Perjuangkan Nasib Perawat Honorer

Pekanbaru(SegmenNews.com)- Anggota DPD RI, Instiawati Ayus menaja dialog publik bersama Gerakan Perawat Honorer Indonesia (GPHI) Kabupaten/Kota se Provinsi Riau, Kamis (26/4/18) bertempat di hotel Anom Pekanbaru.

Dikesempatan itu, Ketua Umum GNPHI Korwil Riau, Candra Ahmadi S.Kep  menyampaikan keluh kesah pekerjaan perawat yang rentan tertular penyakit dari pasien, gaji kecil hingga harapan perawat diangkat menjadi CPNS.

Ketua Korda GNPHI Pelalawan, Khairul Adha AMK juga menyampaikan harapan mereka lebih diperhatikan oleh pemerintah. Khusus di Kabupaten Pelalawan ada sekitar 171 perawat non PNS yang membutuhkan kejelasan nasib mereka dan status. Sementara beban kerja dan tanggung jawab yang mereka emban cukup beresiko.

Bahkan Korda GNPHI Rokan Hulu, Andi Matalanta sampai tak bisa menahan tangisnya, menceritakan nasib mereka sebagai perawat yang kurang perhatian dari Pemerintah.

Berikut Videonya:

Sekda Inhil Said Syarifuddin Kunker ke Tangerang Selatan

Tembilahan(SegmenNews.com)- Sekretaris Daerah (Sekda) Indragiri Hilir (Inhil), H Said Syarifuddin melakukan kunjungan kerja ke Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Kunjungan kerja yang turut didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhil, Ahmad ramani ini, bertujuan untuk melaksanakan kegiatan Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM) Sistem Administrasi Kependudukan (Adminduk) Kota Tangerang Selatan.

Sekda menjelaskan, pemilihan Kota Tangerang Selatan sebagai destinasi kegiatan ATM Sisten Adminduk, dikarenakan Kota Tangerang telah beberapa kali meraih prestasi sertifikat ISO di bidang Adminduk sejak tahun 2015 sampai 2018.

“Keberhasilan itu dapat dijadikan barometer peningkatan pelayanan publik di bidang adminduk bagi Inhil. Kedatangan kami kali ini adalah dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pelayanan, peningkatan kualitas data dan informasi yang akurat serta peningkatan kualitas sumber daya aparatur dibidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil,” kata Sekda, Jum’at (20/4/2018).

Tujuan akhir dari kegiatan ini, lanjut Sekda, adalah agar tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan publik di Kabupaten Inhil semakin membaik.

Hal yang memberi ketertarikan dari sistem adminduk Kota Tangerang, dikatakan Sekda adalah penerapan pola pelayanan keliling oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Untuk itu, kami harapkan informasi seluas-luasnya berkaitan dengan bagaimana usaha dari Pemerintah Daerah Tangerang Selatan untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima di Kabupaten Inhil,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala Disdukcapil Inhil, Ahmad Ramani menyatakan, kunjungan ke Kota Tangerang Selatan dilatarbelakangi oleh pencapaian di bidang adminduk yang telah diraih salah satu kota di Provinsi Banten ini.

Diungkapkan Ahmad Ramani, kunjungan yang dilakukan lebih diperuntukkan sebagai studi komparatif guna membandingkan penerapan sistem yang efektif dan efisien dalam pelayanan di bidang adminduk.***(Adv/diskominfo)

Bupati Sukiman Dukung Adat Mangan Ulu Taon

Bupati Sukiman Dukung Adat Mangan Ulu Taon

Rohul(SegmenNews.com)- Ribuan masyarakat Mandaliling dari Napitu Huta (tujuh Kampung) di Rokan Hulu (Rohul), Rabu (25/4/2018), ikut meramaikan tradisi adat tahunan Mangan Ulu Taon (makan bersama), yang dipusatkan di Bagas Rarangan Huta Haiti, Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah.

Kegiatan dihadiri Bupati Rohul, H Sukiman, Ketua DPRD Kelmi Amri SH, sejumlah anggota DPRD, Hj.Kasmawari

Termasuk Raja raja Napitu Huta yang dikenal Sutan Naopat Mangaraja Natolu serta Sutan Maratur Mangaraja Marbaris, juga dihadiri Raja Melayu dari Luhak Rambah serta para pejabat di jajaran Pemkah Rohul, mantan Sekda Rohul Syarifuddin Nst, sejumlah pejabat Forkopimda, Camat Rambah, Kades Rambah Tengah Barat Sofian, termasuk perangkat desa,Tokoh Masyarakat Jamaluddin Nst, dan masyarakat dua desa, Desa Rambah Tengah Barat dan Sialang Jaya.

Bupati Rohul H Sukiman dalam sambutannya menyatakan, bahwa tradisi Mandai Ulu Taon yang diperingati saat ini harus dilestarikan, karena itu sebagai ciri khas dan tradisi secara turun temurun dari Napitu Huta.

Kemudian, kegiatan yang dilaksanakan juga sebagai bentuk solidaritas dan adat yang diwarisi oleh masyarakat Napitu Huta, sejak dari nenek moyang Boru Namora Suri Andung Jati.

“Melalui Mangan Ulu Taon ini, juga dimaksudkan, mengingat sejarah perjuangan anak seorang Raja perempuan dari Mandailing  yakni Boru Namora Suri Andung Jati. Sehingga tradisi adat di Napitu Huta kedepannya akan dijadikan agenda tahunan, khususnya bagi masyarakat Mandailing Napitu Huta,” kata Bupati Sukiman

Berdasarkan laporan ketua kegiatan, Damri Nasution,  Mangan Ulu Taon digelar atas peran serta seluruh masyarakat Napitu Huta. Kegiatan itu sendiri, sebagai bentuk syukur ke Sang Pencipta setiap tahunnya agar meningkat hasil pertanian,jauh dari bahaya,penyakit,dan masyarakat bisa laksanakan setiap tahunya.

Kegiatan itu sendiri, sudah dilaksanakan sejak Nenek moyang kita yakni Boru Namora Syuri Andung Jati.

Dari cerita yang berkembang di kalangan masyarakat Mandailing, Raja perempuan Boru Namora Suri Andung Jati pergi ke alam kayangan dengan meninggalkan jejak kakinya yang terakhir saat ini masih bisa dilihat diarea Bagas Rarangan Huta Haiti atau di terkenal di masyarkat Borang Huta (kampung lama ) Desa Rambah Tengah Barat (RTB), Kecamatan Rambah atau dikenal “Tompat Keramat”.dan suri Andung jati kembali di negeri kayangan beliau meninggalkan pesan” Hai anak cucuku,jika mendapat kesusahan panggil aku,aku tetap melihat anak cucuku”.itulah pesan terakhir.

“Boru Namora Suri Andung Jati yang bermarga Nasution dalam sejarah diceritakan merupakan seorang raja dari sebuah kerajaan di Padang Galugur – Panyabungan (Tapanuli Selatan) di abad XIV. Namun karena terjadi perang saudara, maka guna menghindari perang Boru Namora Suri Andung Jati mengungsi dan membawa pengikutnya menuju tanah melayu yakni Pasir Pangaraian,yang dahulunya disebut “Pasir Panggorean”

“Boru Namora dan pengikutnya kemudian mendiami dan mendirikan sebuah perkampungan bernama Huta Haiti sekitar 3 km dari pusat kota kabupaten Rohul dengan Panglima Perang seorang  Raja Perempuan, yang dikenal dengan nama Sutan Laut Api yang juga bermarga Nasution,” kata Damri Nasution Bergelar Maraja Huta Tinggi.

Kemudian, saat kerajaan Rambah terjadi peperangan dengan kerajaan Melayu Rokan, maka warga Mandailing yang dipimpin Boru Namora Suri Andung Jati membantu kerajaan Rambah. Atas bantuan dari bala tentara Napitu Huta, kerajaan Rambah memenangkannya.Lalu Raja Rokan bersama anggotanya mundur tanpa lakukan perlawanan, sehingga kemenangan berada di raja rambah,tanpa harus melakukan peperangan.

“Sebagai ungkapan rasa terima kasih atas bantuan itu, Raja Rambah menghadiahkan tanah wilayat dengan istilah” Tanah Sebingkah-Aur serumpun” ke tiap tiap kampung Mandailing Napitu Huta, yang tetap menjaga adat istiadat dan bahasa mandailing.

Dari raja-raja di Napitu Huta lebih di Kenal dengan sebutan Sutan Naopat Mangaraja Natolu sutan maratur Mangaraja marbaris antara lain ,Sutan Laut api (Marga Nasution) di Huta Kubu Baru,Sutan Tuah (Marga Nasution) di Huta Haiti,Sutan Silindung (Marga Nasution) di Huta Tangun,Sutan Kumalo Bulan (Marga Nasution) di Huta Menaming,Mangaraja Liang (Marga Nasution) di Huta Tanjung Berani,Mangaraja Liang (Marga Nasution) di Huta Sunge Pinang,Mangaraja Timbalan (Marga Lubis) di Huta Pawan

Kades Rambah Tengah Barat, Sofian Daulay mengaku, keunikan tradisi Mandai Ulu Taon itu, Makan Bersama dilakukan dengan menggunakan daun pisang sebagai piring tempat nasi, baik dia seorang Raja, atau seorang pejabat sekalipun sama dengan masyarakat biasa.

Acara ditutup dengan makan bersama, setelah sebelumnya Bupati bersama Ketua DPRD dan raja-raja Napitu Huta, mengunjungi jejak peninggalan Boru Namora Suri Andung Jati yang persis berada di Bagas Rarangan juga berdampingan dengan Makam Sutan Laut Api. (ADV/Humas Pemkab Rohul)